Istar Yuliadi
Fakultas Kedokteran Universitas Sebelas Maret Jln. Ir. Sutami No.36A Kentingan Surakarta 57126

Published : 13 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 13 Documents
Search

Kesepian Dan Kontrol Diri Pada Adiksi Online Games Remaja Lonely And Self Control In Adolescent Online Games Paskadita Haryono, Theodora; Yuliadi, Istar; Tri Setyanto, Arif
Jurnal Ilmiah Psikologi Candrajiwa Vol 7, No 1 (2022): Jurnal Ilmiah Psikologi Candrajiwa
Publisher : UNS Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20961/jip.v7i1.54445

Abstract

Perkembangan teknologi membawa alternatif pilihan hiburan yang beragam, salah satunya adalah online games. Namun dengan adanya peningkatan penggunaan online games, fenomena adiksi online games tidak dapat dihindari. Adiksi online games merupakan sebuah perilaku tidak terkontrol dan bermasalah terhadap online games dimana perilaku tersebut memberikan konsekuensi negatif pada kehidupan individu yang bersangkutan, baik secara fisik, mental maupun sosial. Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui hubungan antara kesepian dan kontrol diri dengan adiksi online games pada remaja.Responden penelitian ini berjumlah 52 orang remaja, berusia 15-18 tahun, bertempat tinggal di Surakarta, dan memenuhi setidaknya 5 dari 9 kriteria adiksi online games. Pengumpulan data dilakukan menggunakan Skala Adiksi Online Games (Cronbach’s α= 0.891), Skala Kesepian (Cronbach’s α= 0,931) dan Skala Kontrol Diri (Cronbach’s α= 0,848). Analisis data penelitian dilakukan dengan menggunakan regresi linier bergandaHasil analisis menunjukkan bahwa secara simultan kesepian dan kontrol diri dengan adiksi online games memiliki hubungan yang signifikan (= 17,231 (p<0,05) >  = 3,18). Secara parsial kesepian tidak memiliki hubungan yang signifikan dengan adiksi online games (= -0,346 < = 2,000958) sedangkan kontrol diri memiliki hubungan yang signifikan dengan adiksi online games ( = -4,811 <  = 2,000958) Sumbangan dari kedua variabel prediktor terhadap variabel kriterium sebesar 41,3% dengan variabel kontrol diri menyumbang sebanyak 41,1% dan variabel kesepian sebanyak 0,1%.
Hubungan Antara Konsep Diri Remaja Putri Pelaku Diet dengan Kecenderungan Body Dysmorphic Disorder di SMAN 45 Jakarta Handhini, Cynthia Fauziah; Yuliadi, Istar; Scarvanovi, Berliana Widi
Jurnal Ilmiah Psikologi Candrajiwa Vol 8, No 1 (2023): Jurnal Ilmiah Psikologi Candrajiwa
Publisher : UNS Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20961/jip.v8i1.59926

Abstract

Remaja putri cenderung terobsesi agar penampilan tubuhnya menarik. Hal tersebut dapat menimbulkan perilaku maladaptive yaitu Body Dysmorphic Disorder. Perilaku tersebut menjadi salah satu penyebab timbulnya konsep diri yang kurang baik. Salah satu usaha yang biasa dilakukan remaja putri untuk mendapatkan bentuk tubuh sesuai harapannya adalah menerapkan program diet. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara konsep diri remaja putri pelaku diet dengan kecenderungan Body Dysmorphic Disorder. Hipotesis dalam penelitian ini adalah ada hubungan negative antara konsep diri remaja putri pelaku diet dengan kecenderungan Body Dysmorphic Disorder. Subjek dalam penelitian ini yaitu 501 siswi di salah satu SMA Negri Jakarta. Pengumpulan data menggunakan skala kecenderungan Body Dysmorphic Disorder dan skala konsep diri. Data kemudian dianalisis menggunakan analisis korelasi product moment. Berdasarkan hasil analisis diperoleh koefisien korelasi (rxy)= -0,524 dengan taraf signifikasi p = 0,000 (p<0,05). Hal ini menunjukkan bahwa hipotesis dalam penelitian ini diterima dan terbukti bahwa ada hubungan negatif antara konsep diri remaja putri pelaku diet dengan kecenderungan Body Dysmorphic Disorder.
Self-disclosure (Keterbukaan Diri) dan Quarter-life Crisis (Krisis Seperempat Abad) Mahasiswa Psikologi Afifah Ulva Zein; Yuliadi, Istar; Subandono, Jarot; Septiawan, Debree
Plexus Medical Journal Vol. 2 No. 1 (2023): Februari
Publisher : Fakultas Kedokteran, Universitas Sebelas Maret

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20961/plexus.v2i1.416

Abstract

Introduction: Quarter-life crisis is an individual who enters the period of emerging adulthood without stopping questioning the future, confused in dealing with problems, and reflecting a lot on the past to see whether his life up to now is in accordance with the life he dreamed of. This crisis is most intense in their twenties and often occurs in someone who is in the transition phase from education to the next career level, for example, a final year student. Therefore, it is necessary to find a way to reduce the negative impacts that arise, which is by knowing more about the situation that being experienced by self disclosure. This study aimed to determine whether there is a relationship between self-disclosure and quarter-life crisis in final year students. Methods:This research was observasional analytics with cross-sectional design. Subject in this research was psychology student at UNS in year 2018, amounted to 46 people who met the inclusion and exclusion criteria. Sampling was done by pusposive sampling technique. The level of self-disclosure was measured by filling out the Self-disclosure questionnaire, while the degree of quarter-life crisis was measured by the Quarter-life Crisis questionnaire. The data obtained were then analyzed by spearman rank correlation test. Results: This study showed a significant and negative relationship between the level of self-disclosure with quarter-life crisis (sig f=0,049) Conclusions: Based on the results of this study, there was a moderate relationship between the level of self-disclosure and quarter-life crisis on psychology students Universitas Sebelas Maret year 2018, where the higher level of self-disclosure, the lower level of quarter-life crisis.