Claim Missing Document
Check
Articles

Found 27 Documents
Search

MENGENALI POTENSI DIRI UNTUK MENJADI REMAJA PRODUKTIF DI MASA PANDEMI COVID-19 Rofi’ud Darojatin Nisaa; Ni Luh Yaniasti; Gede Danu Setiawan; I Gusti Ngurah Puger; Kadek Yati Fitria Dewi; I Nyoman Mudarya; Luh Putu Ary Tjahyanti; Dyah Siswanti; Putu Abda Ursula; Anak Agung Istri Agung Pradnyani; Retno Indriaswuri
Jnana Karya Vol 3, No 1 (2022)
Publisher : Universitas Panji Sakti

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (277.602 KB)

Abstract

Pengabdian kepada masyarakat ini dilaksanakan di SMK Pariwisata Triatmajaya Singaraja, dengan memberikan pemahaman mengenai pentinganya mengenali potensi diri dan pemahaman mengenai remaja produktif. Pemahaman potensi diri dimaksimalkan dengan pemberian tes MBTI. Selanjutnya siswa diberikan pemahaman mengenai cara mengimplementasikan hasil tes MBTI pada kehidupan sehari-hari agar dapat mengembangkan potensi yang dimilikinya sehingga menjadi remaja yang produktif melalui pendampingan-pendampingan kelompok sesuai dengan tipe kepribadian yang dimiliki. Tidak jarang para remaja masih belum memahami potensi apa yang ada dalam dirinya sehingga masih merasa bimbang dalam menentukan hal-hal apa yang harus dilakukan, untuk itu konselor membantu siswa agar mampu mengenali potensi yang dimiliki sehingga dapat mengembangkan potensi tersebut secara optimal dan menjadi remaja yang produktif. Melalui kegiatan ini siswa diharapkan mampu mengelola waktu dengan baik dan mengisi waktu luang yang dimiliki dengan kegiatan-kegiatan yang lebih bermanfaat, sehingga tidak muncul lagi permasalahan-permasalahan dalam pelaksanaan pembelajaran daring maupun pengerjaan tugas-tugas yang diberikan. Hasil tes MBTI dapat dipergunakan untuk memahami lebih awal permasalahan-permasalahan yang terjadi pada siswa serta membantu guru Bimbingan dan Konseling dalam melaksanakan progran penempatan dan penyaluran berdasarkan kepribadian masing-masing siswa.
TERAPI KREASI BARANG BEKAS SEBAGAI METODE SELF-HEALING BAGI ANAK-ANAK PANTI ASUHAN DANA PUNIA SINGARAJA Kadek Yati Fitria Dewi; Ni Luh Yaniasti; I Gusti Ngurah Puger; Luh Putu Ary Sri Tjahyanti; Gede Danu Setiawan; I Nengah Mudarya; Dyah Siswanti
Jnana Karya Vol 2, No 1 (2021)
Publisher : Universitas Panji Sakti

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (379.982 KB)

Abstract

Kegiatan Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) ini bertujuan untuk memberikan pemahaman dalam mengolah barang bekas sebagai metode self-healing bagi anak-anak Panti di Yayasan Dana Punia Singaraja (YDPS) yang diikuti oleh 11 orang anak Panti. Kendala yang terdapat di YDPS yakni jumlah anak asuh tidak sebanding dengan jumlah orangtua atau wali asuh mereka. Para orangtua asuh seringkali mengalami kesulitan untuk membimbing seluruh anak sehingga hal ini berdampak tidak semua kebutuhan anak akan pendampingan perkembangan psikologinya dapat terfasilitasi. Untuk itu kegiatan PKM ini diberikan melalui metode pemberian seminar dan pendampingan tentang memahami diri dan pembuatan barang kreasi dari barang bekas sebagai metode self-healing. Di akhir kegiatan para peserta merasa senang karena memperoleh pengetahuan dan pengalaman untuk memahami diri melalui metode self-healing salah satunya dengan cara mengkreasikan barang bekas. Para pengurus Panti berharap kegiatan ini dapat membantu meringankan tugas mereka terutama dalam menangani permasalahan anak-anak karena mereka kini sudah memahami cara mengenal diri terutama cara mengelola perasaan.
TEOREMA CHEBYCHEV DAN PENYEBARAN DATA PADA KURVE NORMAL: SUATU KAJIAN STATISTIK PARAMETRIK I Gusti Ngurah Puger
Daiwi Widya Vol 7, No 1 (2020)
Publisher : Universitas Panji Sakti

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37637/dw.v7i1.233

Abstract

Teorema Chebychev pada hakikatnya memiliki keterkaitan yang sangat erat dengan kurve distribusi normal. Ahli-ahli statistik di dalam membuat kurve distribusi normal teoretik menggunakan teorema Chebychev sebagai acuan. Oleh karena itu, distribusi data yang diperoleh dalam suatu penelitian sekurang-kurangnya mengikuti kaidah kurve distribusi normal teoretik atau teorema Chebychev. Makin banyak penyimpangan data empiris pada sebaran distribusi normal teoretik, maka makin tinggi risikonya untuk menerima H1 (yakni data berdistribusi tidak normal). Bila kejadian ini yang dialami oleh seorang peneliti, maka data penelitiannya tidak bisa diuji dengan statistik parametrik.
KONSTRUKSI DAN ANALISIS HASIL UJI-COBA TES HASIL BELAJAR BIOLOGI I Gusti Ngurah Puger
Daiwi Widya Vol 5, No 2 (2018)
Publisher : Universitas Panji Sakti

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37637/dw.v5i2.174

Abstract

Tujuan dari karya inovatif ini adalah untuk mengetahui: (1) langkahlangkah yang ditempuh di dalam mengonstruksi tes hasil belajar biologi dan (2) langkah-langkah yang ditempuh di dalam melakukan proses standarisasi tes hasil belajar biologi. Setelah tes hasil belajar biologi selesai dikonstruksi, selanjutnya dimintakan respon kepada dua orang rater yang menguasai bidang biologi, dan diujicobakan kepada 40 siswa kelas VIII SMP Negeri 1 Seririt. Data respon dua orang rater digunakan untuk menentukan koefisien validitas isi (VI) dan koefisien reliabilitas (r”) respon antar-rater. Sedangkan data respon 40 siswa SMP digunakan untuk menentukan tingkat kesulitan, menentukan daya pembeda, peran distraktor (pengecoh), menguji validitas butir, dan menghitung reliabilitas tes. Hasil kajian (review) pengembangan tes hasil belajar biologi dan analisis tes hasil belajar biologi diperoleh temuan sebagai berikut. (1) Langkah-langkah yang ditempuh dalam mengonstruksi tes hasil belajar biologi adalah: (a) analisis kurikulum, (b) tujuan pengembangan tes hasil belajar biologi, (c) pengembangan materi ajar, (d) menentukan standar kompetensi, kompetensi dasar, dan indikator pembelajaran, (e) membuat kisi-kisi tes hasil belajar biologi, dan (f) menulis butir soal tes hasil belajar biologi, dan (2) hasil analisis penilaian rater dan uji-coba pada sejumlah siswa adalah: (a) koefisien validitas isi (VI) dari tes hasil belajar biologi adalah 0,90, (b) hasil penghitungan reliabilitas respon antar-rater dengan menggunakan formula Hoyt, diperoleh koefisien r” sebesar 0,89, (c) 16 butir soal termasuk kategori sedang; dan 4 butir soal termasuk kategori mudah, (d) sebanyak 4 butir yang menyusun tes hasil belajar biologi termasuk daya pembeda klasifikasi jelek (poor); sebanyak 10 butir termasuk daya pembeda klasifikasi cukup (satisfactory); dan sebanyak 6 butir termasuk daya pembeda kategori baik (good), (e) semua distraktor dari 20 butir yang menyusun tes hasil belajar biologi yang dikembangkan memiliki kategori baik, (f) butir tes hasil belajar biologi kategori drop (gugur), yakni butir tes nomor: 13 dan 19; dan selain butir tersebut termasuk kategori valid (sahih), dan (g) hasil penghitungan reliabilitas tes dengan menggunakan rumus K-R 20 diperoleh koefisien reliabilitas (r”) sebesar 0,84.
TUMPEK LANDEP SEBAGAI HARI RAYA PASUPATI SENJATA I Gusti Ngurah Puger
Daiwi Widya Vol 9, No 1 (2022)
Publisher : Universitas Panji Sakti

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37637/dw.v9i1.1003

Abstract

Tumpek landep merupakan salah satu tumpek yang dirayakan oleh umat Hindu setiap 210 hari. Tumpek landep dirayakan pada saniscara kliwon wuku landep. Secara kasatmata, tumpek landep dirayakan dalam rangka untuk mempasupati peralatan manusia yang terbuat dari logam atau besi. Makna dari perayaan tumpek landep secara filosofis Hindu adalah pinaka landeping idep. Artinya, tumpek landep sebagai media untuk mempertajam pikiran. Dengan kata lain, tumpek landep bertujuan untuk mengingatkan umat Hindu agar mempertajam pikirannya dalam menggunakan alat-alat hidup yang terbuat dari besi, tembaga, perak, atau logam yang sejenisnya terutama yang berbentuk runcing.
INDEKS RELIABILITAS ITEM (iri) SEBAGAI PENYUSUN STANDAR DEVIASI TOTAL (SDt) PADA TES KEMAMPUAN BERPIKIR MANTIK I Gusti Ngurah Puger
Daiwi Widya Vol 7, No 3 (2020)
Publisher : Universitas Panji Sakti

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37637/dw.v7i3.257

Abstract

Tujuan yang ingin disasar dalam pelaksanaan penelitian ini adalah: untuk mengetahui besarnya kontribusi skor-tampak masing-masing item dari tes kemampuan berpikir mantik di dalam menyusun standar deviasi total distribusi skor tampak, bila dikaji dari indeks reliabilitas item-nya. Penelitian yang dilaksanakan merupakan jenis penelitian evaluasi, yang subjeknya berupa 100 siswa kelas VIII SMP Negeri 1 Seririt. Pemilihan subjek penelitian ini menggunakan teknik purposive sampling. Instrumen yang digunakan berupa tes kemampuan berpikir mantik yang dikompilasi oleh peneliti. Untuk menentukan koefisien indeks reliabilitas item (iri) digunakan formula iri. Berdasarkan atas hasil analisis data dengan formula iri diperoleh koefisien iri pada masing-masing butir yang menyusun tes kemampuan berpikir mantik. Setelah ke-54 koefisien iri yang diperoleh dijumlahkan diperoleh nilai sebesar 9,178. Sedangkan nilai standar deviasi total (SDt) dari tes kemampuan berpikir mantik sebesar 9,178. Oleh karena nilai koefisien iri secara total sama dengan nilai SDt dari tes kemampuan berpikir mantik, maka H1 diterima. Oleh karena itu dapat disimpulkan bahwa besarnya kontribusi skor-tampak masing-masing item tes kemampuan berpikir mantik di dalam menyusun standar deviasi total (SDt) distribusi skor-tampak sama dengan besarnya indeks reliabilitas item-nya.
PENANGGULANGAN TINDAK KEKERASAN SISWA MELALUI PENANAMAN NILAI-NILAI YANG TERSELIP PADA KONSEP TRI KAYA PARISUDHA I Gusti Ngurah Puger; Dewa Nyoman Redana
Daiwi Widya Vol 6, No 1 (2019)
Publisher : Universitas Panji Sakti

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37637/dw.v6i1.198

Abstract

Tindak kekerasan siswa bisa saja terjadi pada setiap sekolah menengah, bilamana ada niat dan kesempatan dari pihak pelaku. Untuk menanggulangi niat siswa melakukan tindak kekerasan di sekolah menengah dapat dilakukan melalui pengomunikasian konsep tri kaya parisudha secara berkelanjutan pada setiap bidang studi yang diajarkan. Makin sering konsep tri kaya parisudha, termasuk dimensi dan nilai-nilai yang terselip di dalamnya dikomunikasikan, maka konsep tersebut akan menjadi bagian dari diri siswa yang harus diimplementasikan. Bila nilainilai yang terselip pada konsep tri kaya parisudha menjadi bagian dari diri siswa dan harus dimplementasikan, maka dapat menjadikan siswa tidak berniat untuk melakukan tindak kekerasan. Nilai-nilai yang terkandung dalam konsep tri kaya parisudha sering dikenal dengan istilah karma patha. Adapun cakupan dari karma patha adalah: (1) tidak menginginkan milik orang lain, (2) tidak berpikir buruk terhadap orang lain, dan (3) tidak mengingkari hukum karmaphala (tiga hal yang menjadi cakupan manacika parisudha), (4) tidak berkata jahat (ujar ahala), (5) tidak berkata kasar (ujar aprgas), (6) tidak memfitnah (raja pisuna), dan (7) tidak mengeluarkan kata-kata yang mengandung kebohongan (empat hal yang menjadi cakupan wacika parisudha), (8) tidak menyakiti atau membunuh (ahimsa), (9) tidak mencuri, dan (10) tidak berzinah (tiga hal yang menjadi cakupan kayika parisudha).
PENERAPAN KEMAMPUAN BERPIKIR MANTIK DALAM PEMBELAJARAN SAINS I Gusti Ngurah Puger; Dewa Nyoman Redana
Daiwi Widya Vol 6, No 2 (2019)
Publisher : Universitas Panji Sakti

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37637/dw.v6i2.209

Abstract

Dalam pembelajaran sains di sekolah menengah, seperti SMP dan SMA, guru-guru yang mengajar bidang studi tersebut jarang sekali melatih siswa untuk berpikir secara deduktif dan induktif. Berpikir secara deduktif dengan menggunakan belahan otak kiri (BKI) dapat digunakan sebagai sarana abstraksi konsep. Sedangkan, berpikir secara induktif dengan menggunakan belahan otak kanan (BKA) dapat digunakan sebagai sarana konkretisasi konsep. Proses berpikir dengan menggunakan belahan otak kiri (BKI) dan belahan otak kanan (BKA) secara bergantian dalam pembelajaran sains, atau penggabungan proses berpikir secara deduktif dan berpikir secara induktif dalam rangka mencapai belajar bermakna sering dikenal dengan berpikir mantik.
STANDARISASI KUESIONER PENERAPAN KONSEP TRI HITA KARANA DALAM PENCEGAHAN TIMBULNYA LUBANG OZON Kadek Agung Indrawan; I Gusti Ngurah Puger; Kadek Yati Fitria Dewi
Daiwi Widya Vol 6, No 2 (2019)
Publisher : Universitas Panji Sakti

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37637/dw.v6i2.210

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui: (1) kelayakan kuesioner penerapan konsep tri hita karana dalam pencegahan timbulnya lubang ozon yang digunakan dalam penelitian ini dapat diujicobakan lebih lanjut, jika dikaji dari validitas isinya; (2) kelayakan kuesioner penerapan konsep tri hita karana dalam pencegahan timbulnya lubang ozon yang digunakan dalam penelitian ini dapat diujicobakan lebih lanjut, jika dikaji dari reliabilitas respon antar-penilainya; (3) kelayakan kuesioner penerapan konsep tri hita karana dalam pencegahan timbulnya lubang ozon yang digunakan dalam penelitian ini dapat diujicobakan lebih lanjut, jika dikaji dari validitas butirnya; dan (4) kelayakan kuesioner penerapan konsep tri hita karana dalam pencegahan timbulnya lubang ozon yang digunakan dalam penelitian ini dapat digunakan lebih lanjut, jika dikaji dari reliabilitas kuesioner. Penelitian ini termasuk jenis penelitian evaluasi. Populasinya berupa respon terhadap kuesioner penerapan konsep tri hita karana dalam pencegahan timbulnya lubang ozon yang dikembangkan oleh peneliti, sedangkan sampelnya berupa respon yang diberikan oleh dua orang rater dan 40 siswa SMPN 1 Seririt yang dipilih dengan teknik purposive sampling. Kuesioner penerapan konsep tri hita karana dalam pencegahan timbulnya lubang ozon terdiri atas 42 butir pernyataan, lima skala respon, dan dua kelompok sifat pernyataan (positif dan negatif). Analisis data dalam penelitian ini menggunakan formula Gregory, formula Anava Hoyt, korelasi Product Moment dari Pearson, dan Alpha-Crobach (A-C). Hasil penelitian menunjukkan bahwa: (1) bila dikaji dari validitas isinya, kuesioner penerapan konsep tri hita karana dalam pencegahan timbulnya lubang ozon yang digunakan dalam penelitian ini layak diujicobakan lebih lanjut; (2) bila dikaji dari reliabilitas respon antarrater-nya, kuesioner penerapan konsep tri hita karana dalam pencegahan timbulnya lubang ozon yang digunakan dalam penelitian ini layak diujicobakan lebih lanjut; (3) bila dikaji dari validitas butirnya, sebanyak 39 butir yang menyusun kuesioner penerapan konsep tri hita karana dalam pencegahan timbulnya lubang ozon yang digunakan dalam penelitian ini layak digunakan sebagai instrumen penelitian; dan (4) bila dikaji dari reliabilitasnya, kuesioner penerapan konsep tri hita karana dalam pencegahan timbulnya lubang ozon setelah dilakukan pembuangan butir yang drop layak digunakan sebagai instrumen penelitian.
HORMON YANG BERPERAN DALAM PEMBENTUKAN SPERMATOZOA DAN OVUM I Gusti Ngurah Puger
Daiwi Widya Vol 9, No 2 (2022)
Publisher : Universitas Panji Sakti

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37637/dw.v9i2.1144

Abstract

Abstrak     Laki-laki yang normal setelah memasuki fase remaja pasti menghasilkan sperma. Demikian juga, wanita yang normal setelah mencapai fase remaja pasti menghasilkan ovum. Namun demikian, masih banyak sekali laki-laki dan wanita yang sudah menghasilkan sperma atau ovum tidak mengetahui mengenai hormon yang berpengaruh dalam menghasilkan sperma atau ovum. Pada pria, hipotalamus mengeluarkan faktor pelepas dan merangsang kelenjar pituitari bagian depan untuk menghasilkan hormon stimulasi folikel (FSH) dan hormon stimulasi sel interstitial (ICSH). Perpaduan FSH dan ICSH akan merangsang testis menghasilkan hormon testosteron. Hormon testosteron berfungsi untuk produksi sperma, pertumbuhan penis, rambut-rambut pada muka, dan pelebaran bahu. Pada wanita, hipotalamus mengeluarkan faktor pelepas dan merangsang kelenjar pituitari bagian depan untuk menghasilkan hormon stimulasi folikel (FSH) dan hormon luteinizing (LH). FSH merangsang folikel muda sampai menjadi folikel matang. Folikel yang matang karena pengaruh hormon luteinizing akan pecah, sehingga ovum dilepas dari folikel. Folikel yang sudah tidak berisi ovum akan berubah menjadi korpus luteum. Korpus luteum selanjutnya menghasilkan hormon progesteron dan estrogen untuk menjaga agar korpus luteum tidak rusak.Kata kunci: Hormon, pembentukan sperma, dan pembentukan ovum.