Claim Missing Document
Check
Articles

Found 29 Documents
Search

Plankton community structure in mangrove ecosystem polluted by macroplastic waste Pagatan Besar Village, Tanah Laut Regency Yunandar, Yunandar; Rahim, Nur Fadhilah; Rahmiati, Rahmiati; Caraka, Gidion; Rusdiyanto, Edi
Depik Jurnal Ilmu Ilmu Perairan, Pesisir, dan Perikanan Vol 13, No 1 (2024): APRIL 2024
Publisher : Faculty of Marine and Fisheries, Universitas Syiah Kuala

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.13170/depik.13.1.35467

Abstract

Plastic waste continues to increase all the time without decreasing or ending, resulting in the sustainability and restoration of the mangrove ecosystem needing to be improved. The mangrove ecosystem is a place where plastic waste accumulates. The accumulation of plastic waste prevents photosynthesis in mangroves, reduces aquatic productivity and encourages microbial colonization. This research aims to identify the type abundance of plankton, waste and water quality. Sampling was carried out purposively from June to July 2023. STA 1 represents rivers, STA 2 was estuaries and STA 3 was coastal mangroves. Plankton, plastic waste and water quality samples were collected at the beginning of each month based on a 1x1 m2 plot. Furthermore, biological index calculations of plankton and the density of plastic waste were carried out and their relationship with water quality in each location. Mangroves in the village of Pagatan Besar are dominated by Avicennia marina, Avicennia alba, Bruguierra cylindrica and Rhizopora apiculata. The highest density of was in STA 3, but it was inversely proportional to the abundance and diversity of plankton due to the dense waste cover between the roots, mainly plastic materials. The most significant increase in marine waste accumulated in STA 3 from 6697 grams at the beginning of the observation to 13820 grams. The most significant composition of waste in STA 3 consists of plastic bottles and plastic cups. Cyanophyta, Chlorophyta and Chrysophyta are plankton phyla from the research location. Plankton identified there are three phyla in STA 1 and STA 2, while in STA 3, there are only 2. Cyanophyta, Chlorophyta and Chrysophyta are phyla plankton from the study site. The types of plankton that are always present in all STAs are Gonatozygon and Ulothrix from Chloropyta. The survival of plankton and mangroves is influenced by water temperature, pH, salinity, dissolved oxygen and the type of material density of macroplastic waste.Keywords:MacroplasticMangroveWater QualityPlankton
Study of water quality for post-mining extermination, Banjarbaru City Sofarini, Dini; Agustian, Reza; Yunandar, Yunandar; Hidayah, Rina Nur
Depik Jurnal Ilmu Ilmu Perairan, Pesisir, dan Perikanan Vol 12, No 3 (2023): DECEMBER 2023
Publisher : Faculty of Marine and Fisheries, Universitas Syiah Kuala

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.13170/depik.12.3.32909

Abstract

Banjarbaru City is one of the regencies/cities in South Kalimantan Province which continues to develop in various sectors, one of which is mining. Among the mining areas that left traces of voids in Banjarbaru include the Lake Seran quarry which was once a sand mining site, as well as the Pumpung quarry which was a diamond mining location. Remains of former mining excavations that are left for a long time will be filled with water which accumulates various substances remaining at the excavation site, especially heavy metals which in general are important parameters and affect water quality. This study aims to examine the quality of ex-mine water in Banjarbaru by focusing on analysis through the Pollution Index (IP) of heavy metal parameters in the waters of the research location. The results obtained are that the ex-mine pits in Lake Seran and Pumpung, Banjarbaru City, have quite good water quality, where most of them are at class 2 quality standards. However, further management is needed to improve water quality at some points that are still not meets class 2 quality standards so that it is included in the category of lightly polluted.Keywords:MiningHeavy MetalsWater QualityPollution Index
STRUKTUR KOMUNITAS PLANKTON DI KAWASAN MANGROVE DESA PAGATAN BESAR KECAMATAN TAKISUNG KALIMANTAN SELATAN Ginting, Gidion Caraka Y.; Asmawi, Suhaili; Yunandar, Yunandar
AQUATIC Jurnal Manajemen Sumberdaya Perairan Vol 7 No 1 (2024): Issue Juni 2024
Publisher : Program Studi Manajemen Sumberdaya Perairan Fakultas Perikanan dan Kelautan Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/aquatic.v7i1.3135

Abstract

Kawasan mangrove di Desa iPagatan Besar iadalah isalah satu wilayah persebaran mangrove yang ada di iKalimantan Selatan dengan luas kawasan mangrove sekitar 10,69 hektare. Kawasan imangrove merupakan ilingkungan iyang isangat ikaya akan nutrisi yang imenjadi sumber ipertumbuhan plankton. iEkosistem imangrove imerupakan iekosistem ikompleks iyang iterdiri iatas iflora idan fauna idaerah ipantai. iRusaknya imangrove idapat imenyebabkan ihilangnya ihabitat iplankton iyang akan iberdampak ipada iterganggunya isiklus ihidup idalam iekosistem. iPenelitian ini dilakukan untuk imengetahui bagaimana istruktur ikomunitas plankton iyang ada idi kawasan mangrove. Terdapat 17 spesies fitoplankton yang ditemukan dan 5 jenis zooplankton. Fitoplankton yang ditemukan didominasi oleh Gonatozygon sp sedangkan untuk zooplankton didominasi oleh Dileptus sp. Berdasarkan hasil penelitian yang dilakukan, kelimpahan plankton yang ditemukan berkisar antara 686 sel/l – 2198 sel/l sedangkan indeks keanekaragaman berkisar antara 1,53-2,08. iDapat idisimpulkan ibahwa ikeanekaragaman ispesies iplankton ipada ikawasan imangrove Desa Pagatan Besar idalam ikategori sedang.
ANALISIS KUALITAS AIR SUNGAI BERDASARKAN PARAMETER FISIKA DAN KIMIA DI PERAIRAN SUNGAI JINGAH, KABUPATEN TABALONG, KALIMANTAN SELATAN Bary, Fatchol; Yunandar, Yunandar; Sofarini, Dini
AQUATIC Jurnal Manajemen Sumberdaya Perairan Vol 7 No 1 (2024): Issue Juni 2024
Publisher : Program Studi Manajemen Sumberdaya Perairan Fakultas Perikanan dan Kelautan Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/aquatic.v7i1.3136

Abstract

Sungai adalah saluran terbuka dan terbentuk secara alami di permukaan tanah. Selain menampung air, sungai juga mampu membawa air dari hulu ke hilir, yang berakhir mengalir ke muara sungai. Sungai Jingah yang terletak di Kabupaten Tabalong merupakan salah satu sungai yang mempunyai potensi terkena pencemaran dari aktivitas manusia seperti kegiatan pertambangan, perkebunan, dan pemukiman. Tujuan dari penelitian ini yakni mengetahui perbandingan kualitas air disetiap stasiun serta mengetahui kandungan pencemar pada perairan sungai Jingah. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode Indeks Pencemaran (IP) dan Indeks Kualitas Air (IKA). Hasil perbandingan hasil ukur menggunakan One Way ANOVA didapat hasil tidak ada perbedaan yang signifikan hasil ukur pada setiap stasiun. Hasil analisis IP, sungai Jingah masuk ke dalam kondisi cemar ringan serta ada beberapa yang termasuk cemar sedang dan untuk IKA, perairan sungai Jingah masuk kedalam kategori Sedang.
WILLINGNESS TO PAY PENGUNJUNG DALAM UPAYA PELESTARIAN EKOWISATA RIAM BIDADARI DI KABUPATEN TABALONG KALIMANTAN SELATAN Sapitri, Putri Nanda; Rahman, Mijani; Yunandar, Yunandar
AQUATIC Jurnal Manajemen Sumberdaya Perairan Vol 7 No 2 (2024): Issue Desember 2024
Publisher : Program Studi Manajemen Sumberdaya Perairan Fakultas Perikanan dan Kelautan Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/aquatic.v7i2.3141

Abstract

Tabalong adalah salah satu Kabupaten di Provinsi Kalimantan Selatan yang memiliki luas hutan sebesar 396.000 Ha dengan sumberdaya hutan seluas 237.610,8 Ha. Hutan Tabalong yang cukup luas menjadikannya memiliki potensi yang cukup besar dalam pengembangan ekowisata. Hal tersebut diperkuat dengan adanya 35 objek wisata di Kabupaten Tabalong yang terdiri dari wisata pemandian, wisata alam, wisata buatan dan wisata budaya. Riam Bidadari adalah sebuah objek wisata yang dikelola oleh masyarakat setempat Desa Lumbang Kecamatan Muara Uya dengan mendayagunakan potensi sumberdaya alam berupa sungai yang bersumber dari Pegunungan Purui yang berada di ujung Kecamatan Jaro dengan jarak ± 20 km. Willingness to Pay (WTP) merupakan sebuah metode yang digunakan untuk mengetahui kesediaan membayar individu dalam upaya pelestarian atau perbaikan kualitas lingkungan. Metode WTP bertujuan untuk mengajak pengunjung agar bisa lebih menghargai lingkungan dengan cara menikmati alam sekaligus berperan aktif dalam menjaga kelestarian sungai Riam Bidadari. Penelitian dilakukan dengan tujuan untuk mengidentifikasi karakteristik sosial ekonomi pengunjung Riam Bidadari, mengetahui faktor-faktor yang mempengaruhi kesediaan membayar (Willingness to Pay) pengunjung sebagai upaya pelestarian Riam Bidadari, dan mengestimasi besarnya nilai kesediaan membayar (Willingness to Pay) pengunjung sebagai upaya pelestarian Riam Bidadari. Nilai WTP pengunjung didapatkan melalui pendekatan Contingent Valuation Method (CVM). Hasil Penelitian menunjukkan bahwa pengunjung Riam Bidadari didominasi oleh pengunjung dari Dalam Tabalong 89%, jenis kelamin perempuan 70%, usia 21-30 tahun 56%, pendidikan SMA/SLTA 57%, belum berpendapatan 35%, tidak memiliki biaya travelling 68%, frekuensi kunjungan 1 kali 58%, dan tidak memiliki tanggungan keluarga 76%. Faktor-faktor yang berpengaruh terhadap kesediaan pengunjung dalam membayar adalah asal tempat tinggal, jenis kelamin, usia, pendidikan, pendapatan, frekuensi kunjungan, dan tanggungan keluarga. Nilai WTP yang bersedia pengunjung berikan berada pada rata-rata Rp 7.918,60 (Rp 8.000,00).
Improving Waste Management Sustainability: The Role of Institutional Capacity and Program Objectives Munawir, Abdillah; Rusdiyanto, Edi; Muna, Siti Umamah Naili; Yunandar; Ali, Farida; Ihsan, Mohammad
Jurnal Pengelolaan Sumberdaya Alam dan Lingkungan (Journal of Natural Resources and Environmental Management) Vol 14 No 3 (2024): Jurnal Pengelolaan Sumberdaya Alam dan Lingkungan (JPSL)
Publisher : Pusat Penelitian Lingkungan Hidup, IPB (PPLH-IPB) dan Program Studi Pengelolaan Sumberdaya Alam dan Lingkungan, IPB (PS. PSL, SPs. IPB)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29244/jpsl.14.3.598

Abstract

This research aims to analyze 1) waste management in terms of the institutional capacity aspect involved in waste management, and 2) analyze the objectives of the waste management program to overcome problems that occur in the sustainability of waste management. A qualitative approach was used by conducting a Focus Group Discussion with seven selected respondents and then analyzed using a quantitative approach using Interpretive Structural Modeling. The results show that the key factor from the relevant agencies, or the most crucial in determining the sustainability of waste management in Kambu District, Kendari City, is the Kendari City Cleanliness and Parks Service, which is assisted by government involvement in Kendari City. Therefore, waste management requires good institutional synergy to ensure the sustainability of waste managementby conducting activities based on program objectives in the environmental cleanliness improvement program as the key factor. This can increase community involvement by reducing the volume of waste, utilizing waste recycling, and reusing waste, which can increase people's incomes. Another important element to ensure sustainable waste management is the improvement and maintenance of waste management facilities and infrastructure.
The Implementation of Analytical Hierarchy Process Method for Determining Livestock Alabio Duck Development Strategy in Rawa Hulu Sungai Utara Yunandar, Yunandar; Effendi, Hefni; Widiatmaka, Widiatmaka; Setiawan, Yudi
INTENSIF: Jurnal Ilmiah Penelitian dan Penerapan Teknologi Sistem Informasi Vol 5 No 1 (2021): February 2021
Publisher : Universitas Nusantara PGRI Kediri

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (774.974 KB) | DOI: 10.29407/intensif.v5i1.14770

Abstract

The cultivation of Alabio ducks (Anas Platyrynchos Borneo) so far is still natural and only involves one parameter; furthermore, each location has different characteristics. The hierarchical structure constructed has a ranking of importance as an alternative option for ducks' development in peatland ecosystems. This research aims to formulate a strategy for duck production in the Hulu Sungai Utara Regency. AHP (Analytical Hierarchy Process) method in this study is used to structure the decision-making flow from goals and alternatives and weigh the variables. Data collection was carried out with duck farming experts from academia, farmer groups, and policymakers. This study found that the availability of feed, both sago (0.254) and bran (0.218), is a significant component from an ecological perspective. Distance to market (0.307) and hatchery location (0.287) is an economic variable. The social part consists of distance from the settlement (0.443) and labor availability (0.247). Meanwhile, the availability of feed (0.282), hatchery technology (0.269), and Mina ducks (0.251) are the development strategies for duck cultivation in swamp areas, and economic stimulus (0.93) is the final contributor.
TRANFORMASI DIGITAL PEMUDA KARANG TARUNA MELALUI PELATIHAN DESAIN PRODUK DAN PENGENALAN MARKETPLACE SEBAGAI PELUANG EKONOMI Nur Fadhilah Rahim; Mijani Rahman; Dini Sofarini; Yunandar; Haryanti, Rinrin; Arisya Fitri Nugraha
BUDIMAS : JURNAL PENGABDIAN MASYARAKAT Vol. 8 No. 1 (2026): BUDIMAS : Jurnal Pengabdian Masyarakat
Publisher : LPPM ITB AAS Indonesia Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29040/budimas.v8i1.18743

Abstract

Kegiatan pengabdian ini bertujuan meningkatkan kompetensi digital Pemuda Karang Taruna Multimedia melalui pelatihan desain produk menggunakan Canva serta pengenalan strategi pemanfaatan platform e-commerce sebagai upaya memperluas peluang ekonomi digital. Program dilaksanakan dengan pendekatan Asset-Based Community Development (ABCD) yang dipadukan dengan Participatory Action Research (PAR) untuk memastikan keterlibatan aktif peserta dalam proses perencanaan, pelaksanaan, hingga refleksi. Hasil pelatihan menunjukkan peningkatan pemahaman peserta terhadap prinsip desain visual, penyusunan materi promosi, dan pembuatan konten yang relevan untuk pemasaran digital. Sesi pengenalan e-commerce memberikan gambaran menyeluruh mengenai alur pembuatan toko online, optimasi tampilan produk, serta strategi promosi melalui tips dan trik yang disampaikan narasumber. Meskipun peserta hanya mengikuti demonstrasi tanpa praktik langsung, kedua pelatihan ini efektif dalam memperkuat literasi digital, kreativitas, dan kesadaran peserta terhadap potensi ekonomi digital. Program ini berkontribusi pada pemberdayaan pemuda agar lebih adaptif terhadap perkembangan teknologi dan mampu memanfaatkan platform digital sebagai sarana pengembangan usaha yang berkelanjutan.
ANALISIS TEMPORAL TOTAL SUSPENDED SOLIDS PADA AIR LIMBAH PERTAMBANGAN BATUBARA Rizali, Rahmat; Yunita, Rizmi; Yunandar, Yunandar; Kissinger, Kissinger
EnviroScienteae Vol 22, No 1 (2026): ENVIROSCIENTEAE VOLUME 22 NOMOR 1, FEBRUARI 2026
Publisher : Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/es.v22i1.25268

Abstract

Coal mining activities can increase pollutant loads in mine wastewater, particularly Total Suspended Solids (TSS), which exhibit high temporal variability influenced by operational and environmental conditions. This study aims to analyze the temporal dynamics of TSS concentrations in coal mining wastewater treated by Settling Pond SP-A based on daily monitoring data collected throughout 2023. The analysis employed descriptive statistical methods and daily time-series evaluation of inlet and outlet TSS concentrations, along with the assessment of TSS concentration differences (ΔTSS) as an indicator of settling performance. The results indicate that inlet TSS concentrations were highly variable, with a mean value of 2,630.54 mg/L, a median of 1,530.00 mg/L, and a maximum concentration reaching 195,000 mg/L. In contrast, outlet TSS concentrations were relatively stable, with a mean of 59.52 mg/L, a median of 55.00 mg/L, and a maximum value of 198.00 mg/L. The 90th percentile (P90) of outlet TSS was 100.20 mg/L, indicating that most effluent concentrations remained below the applicable environmental quality standard. Daily temporal patterns showed that episodic spikes in inlet TSS were not fully transmitted to the outlet. Predominantly positive ΔTSS values suggest that Settling Pond SP-A effectively reduced and stabilized TSS concentrations at the daily operational scale.