Claim Missing Document
Check
Articles

Found 32 Documents
Search

Cytotoxic Activities of Bioactive Fraction of Uncaria gambir (Hunter) Roxb on MCF-7 Human Breast Cancer Cell Line Nanang Yunarto; Humaira Fadhilah; Rini Purnamasari; Uud Nourma Reswandaru
Jurnal Kefarmasian Indonesia VOLUME 15, NUMBER 1, FEBRUARY 2025
Publisher : Pusat Penelitian dan Pengembangan Biomedis dan Teknologi Dasar Kesehatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Breast cancer is a disease with the highest mortality rate. The first line of breast cancer treatment uses chemotherapy, but it has serious side effects on patients. Gambir (Uncaria gambir (Hunter) Roxb.) contains catechin compounds that show cytotoxic activity. This study aims to evaluate the antioxidant activity and cytotoxic effects on MCF-7 human breast cancer cells from the bioactive fraction of gambir leaves. Gambir extract was fractionated with water, ethyl acetate, and n-hexane solvents. Determination of catechin levels in the fractions used high-performance thin-layer chromatography. Antioxidant activity was tested using 2,2'-diphenyl-1-picrylhydrazyl (DPPH) and cytotoxicity tests on MCF-7 cells were carried out using MTT assay with inhibition of protein expression anti-apoptosis was determined by immunocytochemistry assay. The ethyl acetate fraction had the highest catechin content, namely 93.05%. The results of the antioxidant activity test showed that the IC50 values were consecutively for the water fraction 42.48 µg/mL, ethyl acetate 14.86 µg/mL, and n-hexane 49.63 µg/mL. In the MTT test, the ethyl acetate fraction had more potent cytotoxic activity with an IC50 value of 87.52 µg/mL. This study shows that the ethyl acetate fraction of gambir leaves has potent antioxidant and cytotoxic activity. The higher catechin content relates to antioxidant and cytotoxic activity against MCF-7 cells.
FORMULASI DAN EVALUASI SEDIAAN SABUN MANDI CAIR EKSTRA DAUN PUCUK MERAH (Syzygium myrtyfolium Walp.) DENGAN BASIS MINYAK ZAITUN Sopian, Ahmad; Yunarto, Nanang; Firdhausia, Iqrimah
Jurnal Farmasi Kryonaut Vol 3 No 2 (2024): JFK
Publisher : LPPM STIKES BULELENG

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59969/jfk.v3i2.109

Abstract

Debu, asap, polusi udara, bahkan paparan sinar matahari merupakan contoh masalah yang timbul pada kulit, tidak hanya itu perangkat elektronik seperti telepon pintar atau leptop yang bereaksi terhadap kradikal bebas. Matahari merupakan penyebab utama dalam masalah kulit sehingga kulit memerlukan nutrisi serta membersihkan dengan teratur dengan sabun. Paparan radikal bebas dan stress oksidatif menyebabkan permasalahan pada kulit sehingga menimbulkan penuaan dini. Daun pucuk merah memiliki aktitivitas antioksidan yang tinggi dalam menangkal radikal bebas. Minyak zaitun mengandung lemak nabati yang baik untuk melembabkan kulit. Meningkatnya minat masyarakat menggunakan sabun dari bahan alami saat ini, mendorong dilakukannya studi pemanfaatan daun pucuk merah untuk dikembangkan dalam sediaan sabun cair. Penelitian ini bertujuan untuk memperoleh formula optimal sabun cair ekstrak daun pucuk merah dengan basis minyak zaitun. Proses ekstraksi daun pucuk merah menggunakan metode maserasi. Formula sabun cair dibuat dengan empat formula yang terdiri F0 berisi bahan tambahan tanpa ekstrak daun pucuk merah; FI-III dengan variasi formula ekstrak daun pucuk merah 2,4, dan 8 gram. Pengujian aktivitas antioksidan menggunakan metode DPPH. Dari hasil penelitian seluruh formula sabun cair memenuhi persyaratan fisik yang mengacu SNI dan cukup stabil. Aktivitas antioksidan F0 memiliki IC50 167,95 µg/mL, FI 97,48 µg/mL, FII 75,87 µg/mL, dan FIII 49,63 µg/mL. Berdasarkan penelitian tersebut, ekstrak daun pucuk merah dapat diformulasikan dalam sediaan sabun cair dengan stabilitas fisik yang baik, serta aktivitas antioksidan terbaik pada formula III