Claim Missing Document
Check
Articles

Found 14 Documents
Search

Diet Therapy and Physical Activity on Blood Sugar Levels in Diabetes Mellitus Patients in the Inpatient Room at Luwuk Banggai Regional Hospital Inamah, Inamah; Sahalessy, Yona; Pannyiwi, Rahmat; Werdyaningsih, Endang; Yulis, Dian Meiliani
International Journal of Health Sciences Vol. 1 No. 4 (2023): IJHS : International Journal of Health Sciences
Publisher : Asosiasi Guru dan Dosen Seluruh Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59585/ijhs.v1i4.217

Abstract

Diabetes mellitus is a degenerative disease that is closely related to diet therapy. Diet Therapy is a description of the types, amount and composition of food a person eats every day. An urban lifestyle with a diet pattern that is excessively high in fat, salt and sugar results in various diseases including diabetes mellitus. The aim of the research is to determine the effect of diet therapy and physical activity on blood sugar levels in diabetes mellitus patients. This research is a quantitative research using an observational approach with a cross sectional design, namely research by studying the correlation between risk factors and the effects they cause by approaching, observing or collecting data at one time. The results of the statistical analysis test show the chi-square test X2 = 4.022 or at a confidence level (α = 0.05) P-value 0.045. So it can be concluded that there is a significant relationship between physical activity variables and blood sugar levels in diabetes mellitus patients. The Odd Ratio (OR) value = 3.3 (95% CI 0.090 – 1.002) meaning that less physical activity has a risk of developing Type II DM that is 3.3 times greater than those with less diet therapy.
Penyuluhan Pencegahan Penyakit Menular Melalui Edukasi Perilaku Hidup Bersih Di Lingkungan Padat Penduduk Nasela, Sitti Johri; Sahalessy, Yona; Peluw, Zulfikar; Claartje, Masrikat Maya Diana; Rizki, Zuriani
Sahabat Sosial: Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol. 4 No. 1 (2025): Sahabat Sosial: Jurnal Pengabdian Masyarakat (Desember)
Publisher : Asosiasi Guru dan Dosen Seluruh Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59585/sosisabdimas.v4i1.929

Abstract

Densely populated areas are at high risk for the spread of infectious diseases, such as diarrhea, acute respiratory infections (ARI), tuberculosis, and other environmentally related diseases. Low levels of community knowledge regarding Clean and Healthy Living Behaviors (PHBS), coupled with limited sanitation facilities, contribute to the high incidence of infectious diseases in these areas. This Community Service activity aims to increase community knowledge through intensive outreach on infectious disease prevention and PHBS implementation. The activity was conducted among 85 residents of RW 05, Kelurahan X, and included 85 participants. The methods used included outreach, handwashing demonstrations, leaflet distribution, and training on making homemade disinfectants. Evaluation used pre- and post-tests to determine improvements in community understanding. Results showed an average increase in knowledge from 56.7 to 87.4 after the activity. Ninety-three percent of participants considered the activity beneficial, and 78% stated they were ready to implement PHBS routinely. This activity has proven effective in increasing community understanding and skills in preventing infectious diseases. Continued mentoring is needed to ensure sustainable behavior change.
Perilaku Merokok pada Pengunjung Warkop (Warung Kopi) terhadap Level Pengetahuan dan Sikap Sebagai Penikmat Kopi Rahmat Pannyiwi; Achmad Hilal; Yona Sahalessy; Tri Wahyuni; M. Khalid Fredy Saputra
Journal of Innovative and Creativity Vol. 5 No. 2 (2025)
Publisher : Fakultas Ilmu Pendidikan Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/joecy.v5i2.2489

Abstract

Warung kopi (warkop) menjadi tempat yang sering dikunjungi masyarakat untuk bersosialisasi sambil menikmati kopi. Namun, perilaku merokok di warkop menjadi kebiasaan yang masih sulit dihindari oleh sebagian besar pengunjung. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara perilaku merokok dengan level pengetahuan dan sikap pengunjung sebagai penikmat kopi. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan metode survei deskriptif. Sampel terdiri dari 100 pengunjung warkop di kota X yang dipilih secara purposive sampling. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat hubungan signifikan antara perilaku merokok dengan pengetahuan dan sikap pengunjung terhadap kesehatan. Mayoritas responden memiliki pengetahuan sedang namun tetap melakukan perilaku merokok di warkop. Disarankan adanya edukasi lebih lanjut dan pembatasan area merokok di warkop.
Kompetensi Digital Perawat dalam Era Kesehatan 5.0: Tantangan, Peluang, dan Implikasi Terhadap Praktik Keperawatan Noyumala; Yona Sahalessy; Asrianto; Achmad Indra Awaluddin; Rizki Andita Noviar; Rahmat Pannyiwi
Journal of Innovative and Creativity Vol. 5 No. 2 (2025)
Publisher : Fakultas Ilmu Pendidikan Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/joecy.v5i2.2590

Abstract

Era Kesehatan 5.0 menandai perubahan besar dalam pelayanan kesehatan yang mengintegrasikan teknologi digital canggih, seperti kecerdasan buatan (AI), Internet of Things (IoT), big data, dan sistem informasi kesehatan. Dalam konteks ini, kompetensi digital perawat menjadi kunci utama dalam menjamin pelayanan yang efisien, aman, dan berorientasi pada pasien. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis kompetensi digital perawat di Indonesia, mengeksplorasi tantangan dan peluang yang mereka hadapi, serta implikasinya terhadap praktik keperawatan. Metode penelitian yang digunakan adalah deskriptif kualitatif dengan wawancara mendalam pada 20 perawat dari berbagai institusi kesehatan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa meskipun terdapat kesenjangan dalam adopsi teknologi digital, sebagian besar perawat memiliki sikap positif terhadap pemanfaatan teknologi dalam praktik. Tantangan utama yang dihadapi meliputi keterbatasan pelatihan, infrastruktur teknologi yang belum merata, dan resistensi terhadap perubahan. Namun, terdapat peluang besar untuk peningkatan efisiensi, akurasi, dan keselamatan pasien melalui integrasi teknologi. Penelitian ini merekomendasikan pengembangan kurikulum berbasis digital dan pelatihan berkelanjutan bagi perawat agar mampu beradaptasi secara optimal dalam era Kesehatan 5.0.