Claim Missing Document
Check
Articles

Found 24 Documents
Search

Pelatihan Pembuatan Geguritan sebagai Tindakan Preventif Pelestarian Alam dan Cinta Lingkungan bagi Siswa Kelas IX SMPN 40 Surabaya Tahun Ajaran 2023/2024 Nadila Ratnasari; Muhammad Teguh Wicaksono; Octo Dendy Andriyanto
ABISATYA : Journal of Community Engagement Vol. 2 No. 1 (2024): ABISATYA: Journal of Community Engagement
Publisher : Center for Community Service and Science and Technology Marketing - The Institute for Research and Community Service Universitas Negeri Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26740/abisatya.v2i1.31265

Abstract

Abstrak Pelatihan pembuatan geguritan di SMPN 40 Surabaya merupakan upaya untuk mengembangkan kreativitas siswa dalam bidang karya sastra dan wujud tindak preventif pelestarian alam. SMPN 40 Surabaya dipilih sebagai lokasi pelaksanaan kegiatan karena sekolah ini merupakan salah satu sekolah Adiwiyata berwawasan Lingkungan Hidup di Surabaya. Hal tersebut juga sejalan dengan visi & misi Universitas Negeri Surabaya mengenai lingkungan hidup yang berkelanjutan, hal tersebut tentunya membuka peluang lebar bagi mahasiswa PPG Prajabatan yang nantinya akan menjadi guru profesional, dengan kepelatihan penulisan ini, guru, siswa dan para pembaca dapat desiminasi atau mengimbaskan hal yang dapat melestarikan lingkungan sebagai bentuk kepedulian terhadap alam dan lingkungan. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah partisipatif, mengajak siswa aktif dalam proses kegiatan. Pertemuan dengan siswa dilakukan sebanyak 2 kali. Pertemuan pertama adalah pemberian materi mengenai teori dan tata cara penulisan geguritan serta pengarahan terkait tenggat waktu linimasa proses kegiatan berlangsung. Pada pertemuan pertama guru mata pelajaran Bahasa Jawa serta wali kelas kelas IX berperan aktif dalam mengkondisikan ruang kelas. Pertemuan kedua dilakukan bimbingan intensif kepada penulis dengan karya terpilih agar dapat dilakukan penyuntingan karya dengan harapan karya dapat menjadi lebih baik. Diberikannya umpan balik kepada siswa  membantu siswa untuk dapat menyadari kekurangan sekaligus potensi yang siswa miliki sehingga mengembangkan kemampuan menulis geguritan dengan lebih baik lagi. Pentingnya pelatihan penulisan ini sangatlah besar karena menargetkan generasi muda yang sedang dalam masa pembentukan karakter. Harapannya, melalui pelatihan ini, siswa-siswi SMPN 40 Surabaya dapat menjadi agen pelestarian budaya Jawa. SMPN 40 Surabaya turut aktif dalam menciptakan lingkungan belajar yang kondusif dan mendukung, dengan menyediakan semua fasilitas yang diperlukan seperti ruang kelas, dan perpustakaan. Dukungan ini menjadi pijakan penting untuk kesuksesan pelatihan penulisan geguritan, yang merupakan bagian dari upaya pelestarian karya sastra Bahasa Jawa, dan bentuk tindak preventif pelestarian alam.
Pelatihan Kepenulisan Geguritan sebagai Tindakan Preventif Pelestarian Alam Siswa Kelas IX SMPN 40 Surabaya Nadila Ratnasari; Muh. Teguh Wicaksono; Octo Dendy Andriyanto
ABISATYA : Journal of Community Engagement Vol. 2 No. 2 (2024): ABISATYA: Journal of Community Engagement
Publisher : Center for Community Service and Science and Technology Marketing - The Institute for Research and Community Service Universitas Negeri Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26740/abisatya.v2i2.32605

Abstract

Pelatihan pembuatan geguritan di SMPN 40 Surabaya merupakan upaya untuk mengembangkan kreatifitas siswa dalam bidang karya sastra dan wujud tindak preventif pelestarian alam. SMPN 40 Surabaya dipilih sebagai lokasi pelaksanaan kegiatan karena sekolah ini merupakan salah satu sekolah Adiwiyata berwawasan Lingkungan Hidup di Surabaya. Hal tersebut juga sejalan dengan visi & misi Universitas Negeri Surabaya mengenai lingkungan hidup yang berkelanjutan, hal tersebut tentunya membuka peluang lebar bagi mahasiswa PPG Prajabatan yang nantinya akan menjadi guru profesional, dengan kepelatihan penulisan ini, guru, siswa dan para pembaca dapat desiminasi atau mengimbaskan hal yang dapat melestarikan lingkungan sebagai bentuk kepedulian terhadap alam dan lingkungan. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah partisipatif, mengajak siswa aktif dalam proses kegiatan. Pertemuan dengan siswa dilakukan sebanyak 2 kali. Pertemuan pertama adalah pemberian materi mengenai teori dan tata cara penulisan geguritan serta pengarahan terkait tenggat waktu linimasa proses kegiatan berlangsung. Pada pertemuan pertama guru mata pelajaran Bahasa Jawa serta wali kelas kelas IX berperan aktif dalam mengkodisikan ruang kelas. Pertemuan kedua dilakukan bimbingan intensif kepada penulis dengan karya terpilih agar dapat dilakukan penyuntingan karya dengan harapan karya dapat menjadi lebih baik. Diberikannya umpan balik kepada siswa membantu siswa untuk dapat menyadari kekurangan sekaligus potensi yang siswa miliki sehingga mengembangkan kemampuan menulis geguritan dengan lebih baik lagi. Pentingnya pelatihan penulisan ini sangatlah besar karena menargetkan generasi muda yang sedang dalam masa pembentukan karakter. Harapannya, melalui pelatihan ini, siswa-siswi SMPN 40 Surabaya dapat menjadi agen pelestarian budaya Jawa. SMPN 40 Surabaya turut aktif dalam menciptakan lingkungan belajar yang kondusif dan mendukung, dengan menyediakan semua fasilitas yang diperlukan seperti ruang kelas, dan perpustakaan. Dukungan ini menjadi pijakan penting untuk kesuksesan pelatihan penulisan geguritan, yang merupakan bagian dari upaya pelestarian karya sastra Bahasa Jawa, dan bentuk tindak preventif pelestarian alam.
Pelestarian Budaya Melalui Pembelajaran Karawitan di Keraton Mbah Anang Malaysia Rizky Malinda Fitri; Martha Dwi Wahyu Ningrum; Ani Fatimatus Sholihah; Adhimas Hayyun Pradhipa; Sandy Bayu Kusuma; Muhammad Danial Afham Zailan; Octo Dendy Andriyanto
ABISATYA : Journal of Community Engagement Vol. 3 No. 1 (2025): ABISATYA: Journal of Community Engagement
Publisher : Center for Community Service and Science and Technology Marketing - The Institute for Research and Community Service Universitas Negeri Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26740/abisatya.v3i1.37258

Abstract

Pelatihan seni karawitan di Keraton Mbah Anang oleh mahasiswa Prodi Pendidikan Bahasa dan Sastra Jawa, merupakan salah satu program kerja dari Proyek Kemanusiaan Artabhara, Universitas Negeri Surabaya, yang bertujuan untuk mengenalkan, melestarikan, serta mempertahankan budaya Jawa khususnya di bidang musik tradisional di negara Malaysia. Subjek dalam kegiatan ini adalah anak-anak keturunan asli Jawa dan mahasiswa komunitas Gamelan Nadasukma dari Universitas Islam Antarbangsa Malaysia (UIAM), yang berperan penting dalam proses pembelajaran dan keterampilan musik tradisional. Kegiatan ini tidak hanya berfungsi sebagai sarana pendidikan tetapi juga sebagai upaya menjaga dan memperkuat identitas budaya Jawa di luar negeri. Dengan melibatkan generasi muda dalam proses pembelajaran ini, pelatihan seni karawitan berkontribusi pada pelestarian warisan budaya yang sangat penting bagi komunitas Jawa di Malaysia, sekaligus mempererat hubungan antarbudaya melalui seni musik tradisional. Dalam pelaksanaan program ini, pendekatan yang digunakan adalah Empowerment Based Research (EBR) yang terdiri dari empat tahap: eksplorasi, penciptaan dan tindakan, evaluasi, serta pelaporan dan diseminasi. Pada tahap eksplorasi, mahasiswa melakukan interaksi langsung dengan anak-anak untuk mengidentifikasi kemampuan mereka dalam bermain gamelan, serta memahami latar belakang budaya dan pengalaman musik mereka. Selanjutnya pada tahap penciptaan dan tindakan, mahasiswa menggandeng anak-anak yang sudah memiliki keterampilan gamelan dan kelompok gamelan Nadasukma dari UIAM untuk berkolaborasi dalam kelas seni karawitan yang interaktif dan menyenangkan. Tahap evaluasi dilakukan secara berkala untuk menilai kendala yang dihadapi serta kemajuan yang dicapai selama kelas gamelan, hal ini memungkinkan mahasiswa untuk melakukan perbaikan dan penyesuaian metode pengajaran agar lebih efektif. Terakhir, pada tahap pelaporan dan diseminasi, mahasiswa menyusun laporan komprehensif mengenai proses serta hasil pengabdian yang telah dilakukan, termasuk pementasan hasil belajar yang menjadi puncak dari kegiatan ini. Hasil dari pelatihan ini menunjukkan bahwa anak-anak berhasil mempelajari beberapa jenis tembang dolanan yang dapat dijadikan nada atau notasi dalam bermain gamelan. Selain itu, mereka juga mendapatkan pengetahuan baru tentang tembang dolanan, serta meningkatkan keterampilan bermain gamelan mereka secara signifikan.
Pengenalan Sastra Jawa Geguritan Kepada Mahasiswa Sastra Melayu di Universitas Islam Antarabangsa Malaysia Rizky Malinda Fitri; Dea Ananda Saputri; Putri Larasati; Icha Maharani Putri Hertanto; Ellyana Dwi Randyany; Mohamad Juniawan Saputra; Octo Dendy Andriyanto; Danang Wijoyanto; Sukarman Sukarman; Darni Darni; Yohan Susilo; Muhammad Danial Afham Zailan
ABISATYA : Journal of Community Engagement Vol. 3 No. 1 (2025): ABISATYA: Journal of Community Engagement
Publisher : Center for Community Service and Science and Technology Marketing - The Institute for Research and Community Service Universitas Negeri Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26740/abisatya.v3i1.38682

Abstract

Pembelajaran sastra sangat penting untuk dipelajari oleh mahasiswa khususnya jurusan sastra. Setiap sastra memiliki unsur keunikan yang membuat sastra tersebut memiliki perbedaan dengan sastra lainnya. Geguritan dan gurindam merupakan bentuk dari Sastra Jawa dan Sastra Melayu. Geguritan dan gurindam merupakan sastra yang berwujud puisi. Oleh karena itu mahasiswa Jurusan Pendidikan Bahasa dan Sastra Jawa membuat kelas Sastra Jawa geguritan sebagai bentuk pengabdian masyarakat. Sasaran kegiatan ini yaitu mahasiswa jurusan Sastra Melayu Universitas Islam Antarbangsa Malaysia sejumlah 50 orang. Kegiatan ini bertujuan 1) memperkenalkan Sastra Jawa geguritan kepada mahasiswa Jurusan Sastra Melayu Universitas Islam Antarbangsa Malaysia, 2) Membedah perbedaan Sastra Jawa geguritan dan Sastra Melayu gurindam di Universitas Islam Antarbangsa Malaysia, 3) pertukaran ilmu antara mahasiswa Jurusan Pendidikan Bahasa dan Sastra Jawa Unesa dengan mahasiswa Jurusan Sastra Melayu Universitas Islam Antarbangsa Malaysia 4) memperkaya ilmu pengetahuan pada bidang sastra. Metode yang digunakan pada kegiatan ini yaitu Empowerment Based Collaboration (EBC). Tahapan kegiatan perencanaan dan pengoordinasian dengan pihak terlibat, fasilitasi dialog yang setara, identifikasi kebutuhan dan potensi, pembuatan rencana aksi bersama. Hasil dari kegiatan pengabdian ini ditemukan persamaan dan perbedaan pada geguritan dan gurindam. Persamaan dari geguritan dan gurindam yaitu sama-sama bentuk dari puisi, memiliki dua jenis dan tema yang bebas. Perbedaan gurindam dan guritan tertelak pada bahasa dan pola penulisan.