Claim Missing Document
Check
Articles

Found 22 Documents
Search

Analisis Sanksi Tindak Pidana Pelaku Kelalaian Dalam Berkendara Mengakibatkan Kematian Dalam Putusan Nomor: 313/Pid.Sus/2024/Pn Jmr Perspektif Hukum Pidana Islam Muhammad Irfan Fadil; Yusup Azazy; Opik Rozikin
Maqasid: Jurnal Studi Hukum Islam Vol. 14 No. 1 (2025): Maqasid Jurnal Studi Hukum Islam
Publisher : Muhammadiyah University of Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30651/mqs.v14i1.26262

Abstract

This study is motivated by the differences in the application of sanctions between positive law and Islamic criminal law for perpetrators of traffic accidents resulting in death due to negligence. The main issue in this study is the discrepancy between the types of sanctions imposed by judges in the positive legal system and those recommended by Islamic criminal law. The purpose of this research is to analyze and compare the forms of accountability applied to perpetrators under both legal systems and to evaluate the implications of justice for both victims and offenders. The method used is normative juridical with a conceptual and case approach. Data were obtained through literature study of court decisions and relevant scholarly works, followed by qualitative analysis of the sanction concepts in both legal systems. The findings indicate that sanctions under positive law tend to emphasize imprisonment, even when the act is committed due to negligence. In contrast, Islamic criminal law classifies such acts as unintentional offenses that are not punishable by imprisonment, but rather require financial compensation to the victim’s family and moral redemption by the offender. This approach is considered to prioritize restorative justice values and the restoration of social relationships. This research recommends the integration of restorative justice principles into the criminal justice system, particularly in cases involving unintentional acts, in order to achieve a more proportional and humane form of justice. Keywords: Accident, Negligence, Islamic Criminal Law, Sanction, Diyat
A SANKSI TINDAK PIDANA JUDI ONLINE (SLOT) DALAM KUHP PASAL 303 PERSPEKTIF HUKUM PIDANA ISLAM Hasby Shiddiq El-Islamy; Yusup Azazy; Yayan Muhammad Royani
Jurnal Darussalam: Jurnal Pendidikan, Komunikasi dan Pemikiran Hukum Islam Vol. 18 No. 1 (2026): September
Publisher : IAI Darussalam

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30739/darussalam.v18i1.5383

Abstract

Pesatnya perkembangan teknologi internet melahirkan modus perjudian baru di Indonesia yang dikenal dengan judi online slot, yang mudah diakses dan telah menjaring berbagai kalangan masyarakat, mulai dari pelajar hingga ibu rumah tangga dan aparatur negara. Penelitian ini bertujuan menelusuri kronologi kasus perjudian online di Indonesia, mengkaji unsur-unsur tindak pidana sebagaimana diatur dalam Pasal 303 Kitab Undang-Undang Hukum Pidana (KUHP) ditinjau dari sudut pandang hukum pidana Islam, serta menganalisis efektivitas sanksi yang dijatuhkan terhadap perbuatan tersebut dari kedua perspektif hukum. Penelitian ini menggunakan metode yuridis normatif dengan pendekatan peraturan-undangan, konseptualisasi, dan kasus, bersumber pada data sekunder yang diperoleh melalui kajian kepustakaan dan dianalisis secara deskriptif-kualitatif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa operasi penegakan hukum terbaru terhadap sindikat judi online menampilkan pola berulang berupa operasi berbasis agregator dan aliran dana lintas negara; bahwa mekanisme teknis Random Number Generator (RNG) menjadi bukti penentu bahwa hasil setiap putaran sepenuhnya bergantung pada peruntungan, bukan keterampilan, sehingga memperkuat pemenuhannya unsur "peruntungan belaka" dalam Pasal 303 KUHP sekaligus unsur gharar dalam hukum pidana Islam; serta bahwa penegakan Pasal 303 KUHP, meskipun signifikan secara kuantitas dalam menekan pemutaran dana judi online, masih belum sepenuhnya efektif akibat kendala yang didapat, teknologi, dan opasitas algoritma. Dalam perspektif hukum pidana Islam, judi online slot digolongkan sebagai jarimah ta'zir yang bersifat fleksibel dan preventif sehingga memberikan wawasan berharga bagi penguatan kebijakan nasional. Penelitian ini merekomendasikan pengintegrasian penegakan hukum represif dengan pendekatan preventif berbasis edukasi dan transparansi algoritma.