Claim Missing Document
Check
Articles

Desain Emoticon dalam Komunikasi Interaktif Mahatma Putri; Alvanov Zpalanzani Mansoor; Naomi Haswanto
Wimba : Jurnal Komunikasi Visual Vol. 3 No. 1 (2011)
Publisher : KK Komunikasi Visual & Multimedia Fakultas Seni Rupa dan Desain Institut Teknologi Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (2602.865 KB) | DOI: 10.5614/jkvw.2011.3.1.3

Abstract

Internet becomes part of worldwide daily urban activities. Communication among people is intensified through various interfaces and media because of information technology convergence and the application of visual icons which represents emotion.The icons that represent emotions, expressions and feelings are titled emoticons. Emoticons are highly used in IT based communication gadgets such as portable PCs or cellulars. This paper develops and depicts the creation process, perception and cultural aspetcs that influenced the development of emoticon through visual communication design study theoretical and historical review.
Simulacra dalam Industri Hiburan Visual; Studi kasus Ragnarok Online Alvanov Zpalanzani Mansoor; Yasraf Amir Piliang
Wimba : Jurnal Komunikasi Visual Vol. 2 No. 1 (2010)
Publisher : KK Komunikasi Visual & Multimedia Fakultas Seni Rupa dan Desain Institut Teknologi Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (7981.19 KB) | DOI: 10.5614/jkvw.2010.2.1.2

Abstract

Comic is one of media that emphasize its content delivery through visual sequence. It attracts many researchers because this media is a plane based media (2D) instead of most media which delivers its content in time based media. In designing a story based on visual sequence, there are framing, imaging, wayfinding acitivities in forming a complex visual storytelling especially in comics. Especially in Japan, the development of framing, imaging, and methods of designing a sequence which makes the reader easily read the story through panels in comics are well developed and shared from comic artists toward their assistants. This method is known as graphic narrative and visual storytelling and applied not only on comics but almost on all visual entertainment media and influence each other then creates cycle of media. The cycle of media surfaces simulacra and unique hypereality phenomenon. This paper tries to depict the uniqueness of simulacra of media cycle phenomenon on Ragnarok Online case study in Indonesia which will enrich the study of visual culture.
Kajian Grafis Uang Logam Indonesia Periode Tahun 1951-2009 Puji Antari Rahayu; Naomi Haswanto; Alvanov Zpalanzani Mansoor
Wimba : Jurnal Komunikasi Visual Vol. 2 No. 1 (2010)
Publisher : KK Komunikasi Visual & Multimedia Fakultas Seni Rupa dan Desain Institut Teknologi Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (2826.986 KB) | DOI: 10.5614/jkvw.2010.2.1.3

Abstract

Mostly, coins are made from metals, because of their function as an exchange device in minor transaction. In addition to another function of coins, is their value as collectible items. Both sides of coins have been keeping a great story on it, but less people are notice about this tiny forgettable stuff. Focused on Indonesian Rupiah, sorts of cultural elements and wonder of Indonesian natures are showed up on most of these coins. Equals to an archive, they captured every government's movements in some social programs on its surface. This research is going to examine and lists every details of samples, consist of 72 coin emissions in time period 1951-2009 by learning them with content analysis method and visual analysis theory. In visual communication design study, this research is trying to know further about nation's history through the story of a coin.
Framing, Pencitraan, dan Panduan Grafis dalam Image Sekuensial pada Komik Perempuan & Komik Perempuan Indonesia Kontemporer Alvanov Zpalanzani Mansoor; Yasraf Amir
Wimba : Jurnal Komunikasi Visual Vol. 1 No. 2 (2009)
Publisher : KK Komunikasi Visual & Multimedia Fakultas Seni Rupa dan Desain Institut Teknologi Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1973.441 KB) | DOI: 10.5614/jkvw.2009.1.2.2

Abstract

Komik adalah media yang menyampaikan informasi melalui sekuens visual. Media ini mendapatkan perhatian khusus karena media sekuensial yang berbasis ruang planar dan bukan berbasis waktu. Dalam membentuk sebuah cerita melalui urutan visual, terdapat aktivitas pembingkaian, pencitraan, dan sistematika panduan sekuens visual yang membentuk stuktur penuturan visual yang kompleks.Dalam perkembangan industri komik modern khususnya di Jepang, pembingkaian, pencitraan, dan sistematika keterbacaan urutan visual secara sekuens mendapatkan perhatian yang serius dengan munculnya metode perancangan yang mengarahkan dan memudahkan pembaca dalam mengikuti alur cerita yang kemudian disebut dengan graphic narrative & visual storytelling [1]. Komik Perempuan Indonesia kontemporer, yaitu komik yang ditujukan bagi pembaca remaja perempuan yang dipengaruhi genre sejenis di Jepang, memiliki pola penuturan yang unik karena kompleksitas informasi yang memasukkan unsur emosi dalam bertutur di luar kompleksitas struktur penuturan visual itu sendiri. Makalah ini bertujuan menelaah keunikan ini melalui kajian graphic narrative & visual storytelling yang pada akhirnya memperkaya keilmuan budaya visual.
Sistem Identifikasi Geografis & Budaya melalui Aplikasi Grafis pada Gerbang Tol Iman Sudjudi; Alvanov Zpalanzani Mansoor; Lies Neni BUDIARTI; Sari Hatmawarti
Wimba : Jurnal Komunikasi Visual Vol. 1 No. 2 (2009)
Publisher : KK Komunikasi Visual & Multimedia Fakultas Seni Rupa dan Desain Institut Teknologi Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (714.116 KB) | DOI: 10.5614/jkvw.2009.1.2.6

Abstract

Gerbang adalah sebuah titik peralihan dari 2 kondisi, situasi, atau wilayah yang berbeda, sebuah pintu yang menghubungkan 2 wilayah yang dibatasi oleh pembatas baik itu berupa pagar, dinding atau sesuatu yang membedakan antara satu dengan yang lain. Dalam kasus Gerbang tol milik PT. Jasa Marga, gerbang disini adalah pintu keluar-masuk dari dan ke suatu wilayah yang memiliki perbedaan geografis atau bahkan perbedaan budaya. Bagaimana keilmuan desain komunikasi visual dapat mewadahi sebuah sistem informasi identifikasi budaya dan geografis dari wilayah-wilayah yang dihubungkannya melalui aplikasi komunikasi visual sebagai bentuk kolaborasi antar ilmu pada elemen lingkungan binaan khususnya gerbang jalan tol di Indonesia.
WEB SERIES ANIMASI NUSSA SEBAGAI MEDIA PENDIDIKAN ISLAMI PADA ANAK Fathin Hanifah Langga; Hafiz Aziz Ahmad; Alvanov Zpalanzani Mansoor
Wimba : Jurnal Komunikasi Visual Vol. 10 No. 1 (2019)
Publisher : KK Komunikasi Visual & Multimedia Fakultas Seni Rupa dan Desain Institut Teknologi Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (422.573 KB) | DOI: 10.5614/jkvw.2019.10.1.5

Abstract

For moslems, Islamic education becomes a guide in life. The main purpose of Islamic education is to build moslems personalities so that human beings are moral or noble. Animation web series is a choice as well as a medium for information and community education in Indonesia. There is Nussa animation web series that takes up stories about the teachings of Islam. The purpose of this study is to determine the quality of Nussa's animation as a medium of Islamic education that is in accordance with the function of the film, the criteria for educational media based on national education goals and interpretation of the Qur'an, efforts to build the potential for religious awareness in children, and benefits as educational media. This study used descriptive qualitative method. The results of this study prove that Nussa animation has been able to meet the criteria as a medium of Islamic education in accordance with the function of the film, the criteria for educational media based on national education goals, the interpretation of the Qur'an, and its benefit. The ease of access and material on Nussa's animation as a web series is uploaded consistently every week, continuously and gradually, so that the loyal animation fans of Nussa are not stopped to get a message about Islamic education. This makes Nussa animation a very popular animation, often this animation is trending and viral in various social media. However, there are still efforts in facilitating children's development in building the potential for religious awareness that has not been fulfilled.Keywords: film, web series, animation, cinematography, Islamic education, children education medium
Kajian Narasi Pemerintah RI Melalui Konten Grafis Tentang Pandemi Covid-19 pada Kanal Twitter Kementrian Kesehatan RI Alvanov Zpalanzani Mansoor
Wimba : Jurnal Komunikasi Visual Vol. 11 No. 1 (2020)
Publisher : KK Komunikasi Visual & Multimedia Fakultas Seni Rupa dan Desain Institut Teknologi Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1126.926 KB) | DOI: 10.5614/jkvw.2020.11.1.3

Abstract

ABSTRAKPemerintah Republik Indonesia melalui Kementerian Kesehatan sudah mengomunikasikan mengenai Covid-19 sejak Januari 2020. Korban positif terinfeksi di Indonesia muncul pada bulan Maret 2020 bersamaan dengan ditetapkannya Covid-19 sebagai pandemi. Kementerian Kesehatan RI merilis berbagai informasi, himbauan dan dokumentasi kegiatan terkait Covid-19 melalui berbagai kanal komunikasi digital, dengan twitter salah satunya. Penelitian ini bertujuan mengungkapkan narasi yang dibangun oleh pemerintah RI khususnya Kementerian Kesehatan melalui cuitannya  yang berisi e-flyer dan infografis dalam akun twitter dengan analisis framing. Didapatkan bahwa narasi Indonesia atas Covid-19 dibangun melalui pemilihan warna pada tipografi dan latar serta penggunaan objek visual yang berbeda antar narasi. Terdapat 3 narasi yang dibangun, yaitu narasi prosedur, narasi kinerja, dan narasi situasional. ABSTRACTThe first victim of Covid-19 surface in early March 2020 together with the announcement of Covid-19 as Pandemic by World Health Organization although Indonesia Ministry of Health communicates regarding Covid-19 through various communication channels since January 2020. Twitter is one of communcation channel that ministry of Health of Indonesia uses in delivering graphic contents in form of infographics and e-flyer. This research's aim is interpret the narrative constructed by Indonesian Government especially its ministry of health through framing analysis on its twitter account. The research findings are the government develops its actions toward Covid-19 in three narratives, which are procedure narrative, performance narrative, and situational narrative through color, typography, and visual object selection as its framing elements.  
Struktur Visual Storytelling Animasi Edukasi Pelecehan Seksual "Ku Jaga Diriku" Amar Leina Chindany; Alvanov Zpalanzani Mansoor
Wimba : Jurnal Komunikasi Visual Vol. 11 No. 1 (2020)
Publisher : KK Komunikasi Visual & Multimedia Fakultas Seni Rupa dan Desain Institut Teknologi Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (725.918 KB) | DOI: 10.5614/jkvw.2020.11.1.1

Abstract

ABSTRAK               Strategi Pencegahan pelecehan seksual anak telah diinisiasi oleh Pemerintah melalui Gerakan Nasional Anti Kejahatan Seksual (GN-AKSA) dengan melakukan sosialisasi dan edukasi secara menyeluruh. Melalui edukasi, anak-anak akan memiliki pengetahuan tentang pelecehan seksual sebagai perlindungan diri. Media edukasi berupa animasi menjadi objek dalam penelitian ini dengan target audiens anak sekolah dasar usia 6-8 tahun. Animasi Ku Jaga Diriku yang dibuat oleh Elya Pradytya adalah salah satu dari beberapa animasi yang digunakan sebagai media untuk sosialisasi edukasi pelecehan seksual anak. Pesan yang disampaikan dalam animasi terkait bagian tubuh yang boleh disentuh dan tidak boleh disentuh oleh orang lain dan respons yang dapat dilakukan sebagai perlindungan diri. Animasi sebagai bentuk visual storytelling aktif yang dapat digunakan untuk menyampaikan pesan dalam bentuk cerita yang divisualisasikan. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis struktur visual storytelling untuk mengetahui kesesuaian kalimat visual dengan informasi verbal dalam animasi Ku Jaga Diriku. Metode yang digunakan adalah analisis data kualitatif deskriptif menggunakan Model Penceritaan Visual Primadi Zpalanzani dan Teori Bahasa Rupa Primadi Tabrani melalui wimba dan tata ungkapnya. Hasil analisis dalam penelitian ini menyimpulkan bahwa struktur visual storytelling dalam animasi terdiri dari aspek teraga, tak teraga, dan sekuens yang membangun cerita dengan pesan edukasi melalui visual, dan audio dengan baik. Visualisasi menggunakan gaya kartun 2D (gambar datar) memudahkan anak untuk memproses informasi melalui gambar. Kalimat visual dalam animasi sesuai dengan informasi verbal sebagai pesan edukasi. Visual dalam animasi dapat menjelaskan pesan tekstual dengan jelas, konkret dan universal. Kata Kunci: visual storytelling, bahasa rupa, animasi, edukasi, pelecehan seksual anak
BT BATIK TRUSMI BRAND IDENTITY STUDY Lulu Afifah Ichsan; Alvanov Zpalanzani Mansoor
JURNAL PAKARENA Vol 7, No 2 (2022): Agu-Des
Publisher : Universitas Negeri Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26858/p.v7i2.36025

Abstract

Sama halnya dengan seorang individu yang memerlukan sebuah identitas diri, sebuah perusahaan juga harus memiliki sebuah identitas yang merepresentasikan citra perusahaan tersebut agar dapat menarik perhatian konsumen. Dalam menjalankan usahanya BT Batik Trusmi telah menjalankan berbagai strategi branding yang menjadikan brand tersebut dapat dikenali tidak hanya lingkup nasional namun telah sampai ke mancanegara. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah pendekatan kualitatif dengan metode deskriptif dengan mengkaji identitas merek BT Batik Trusmi berdasarkan teori brand identity prism atau prisma identitas merek oleh Kapferer. Pengumpulan data dilakukan melalui wawancara terhadap pihak perusahaan, observasi pada lingkungan sekitar serta studi pustaka. Hasil penelitian menunjukkan bahwa identitas merek BT Batik Trusmi yang telah dikaji menggunakan brand identity prism telah memenuhi keenam aspek yang ada yaitu physique, personality, culture, reflections, relationship, self image yang saling berhubungan satu sama lain. Aspek-aspek tersebut yang kemudian membantu membangun BT Batik Trusmi menjadi merek yang kuat sehingga dapat berkomunikasi dengan khalayak sasaran dengan jelas serta menjadi mudah diingat dan dikenali
Komunikasi AISAS dalam Ekosistem Bisnis Wedding Organizer Tsamarah Nadiyah; Alvanov Zpalanzani Mansoor
Jurnal Strategi Desain dan Inovasi Sosial Vol 4, No 2 (2023): Implementasi Desain sebagai Strategi Pendorong Inovasi Sosial
Publisher : School of Design Universitas Pelita Harapan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37312/jsdis.v4i2.5865

Abstract

Pernikahan merupakan momen penting dalam perjalanan hidup setiap individu. Fenomena wedding menjadi suatu profan aktualisasi diri kian gencar terjadi, value pernikahan yang sebelumnya merupakan acara sakral saat ini sekaligus menjadi ajang unjuk diri. Hal tersebut akhirnya berdampak pada pertumbuhan bisnis dibidang jasa pernikahan di Indonesia semakin pesat, salah satunya pada wedding organizer (WO), dan menjadi ancaman tersendiri bagi para pelaku bisnis untuk mendapatkan atensi klien. WO merupakan sebuah organisator yang tidak dapat berdiri sendiri tanpa jejaring bisnis lain disekitarnya yaitu vendor-vendor yang bekerjasama untuk menyukseskan prosesi pernikahan. Tujuan studi ini untuk memahami model komunikasi visual menggunakan AISAS yang dilakukan pelaku bisnis WO untuk mengekspansi bisnis dan relasinya kepada stakeholder, serta meningkatkanbrand awareness kepada klien. Metode penelitian menggunakan kualitatif eksplanatif dengan pengumpulan data menggunakan wawancara, studi literatur, dan observasi, serta analisis menggunakan teori komunikasi AISAS. Dari hasil studi didapati bahwa tidak ada rumusan estetika yang pasti dalam mendesain media komunikasi visual kepada ekosistem bisnis WO (WO, vendor, dan konsumen), desainer hanya perlu mengikuti kaidah-kaidah desain standar dalam membuat media komunikasi visual yang ditujukan kepada khalayak sasaran. Komunikator atau stakeholderdapat berfokus pada tujuan dan reaksi apa yang ingin diciptakan dari desain yang diberikan kepada klien.
Co-Authors Acep I. Saidi Agung Eko Budi Waspada Agus Sachari Ahmad Ade Nugraha Amar Leina Chindany Anasthasia D, Erline Andrea, Elba Arya Pati, Lentya Permata Sari Astri Adhiningsih Avisenna E. Ramadhana Avisenna Eka Ramadhana Bangun, Zanetta Charissa Eliezer Basyarayni Mawla Fatha Bima Nurin Aulan Budiwaspada, Agung Eko Caesar Esaputra Sutrisna, Caesar Esaputra Cintya, Hedi Amelia Bella Dody Achmad Nawawi Egie E. Yusadhi Egie E. Yusadhi Fadhilah Amalia Fajar Persada Supandi Fatha, Basyarayni Mawla Fathin Hanifah Langga Galuh Mawarni Matahariputri Gisca Fransisca, Gisca Gozali, Jessica Hafiz Aziz Ahmad Hafiz Aziz Ahmad Haris Mustafa Hidayah, Nurul Ulhaq Ifa S. Mustikadara Iffada, Attin Rizqita Iman Sudjudi Intan Rizky Mutiaz Irawati Tirtaatmadja Irfansyah Irfansyah Khairi, Ardes Muhammad Naufal Khasanah, Annisa Nurul Kurniasih, Kiyasati Putri Lesmana, Moh. Eka Lies Neni Budiarti Luki Ahmadi Hari Wardoyo Lukman Putra Farera Lulu Afifah Ichsan Mahatma Putri Maslan, Riama Matahariputri, Galuh Mawarni Maulana, Akmal Mikha Widy Mukhlis Nur Munir, Miftakhul Mustikadara , Ifa Safira Mustikadara, Ifa Safira Mutiaz, Intan Rizki Naomi Haswanto Nawawi, Dody Achmad Nina Nurviana Pahlevi, Anthoni Reza Pandu Sotya Kusuma Pindi Setiawan Puji Antari Rahayu Rabendra Yudistira Alamin Rahmadini, Siti Rama Dwissa Wiana Rangga Priadinta Rendra M. Ridwan Rizal A. Dzulfiqar Safira Rizky Rachmania Hadi Saimima, Rahman Muslim Sarah Sofia S. Putri Sari Hatmawarti Satria, Firmanda Savitri Putri Ramadina Sherly Fransisca Sophia Purbasari Syaika, Namira Mudia Tsamarah Nadiyah Wantoro, A M Wing Yudha Adya Pratama Yasraf Amir Yasraf Amir Piliang Zahra, Nurmalita Zulfikarini, Raudya Tuzzahra