Claim Missing Document
Check
Articles

Found 14 Documents
Search

UU Edukasi Herbal 3S (Salam, Seledri, Dan Sirsak) Sebagai Terapi Antihiperkolesterolemia Di Smk Farmasi Surabaya Umar, Umarudin; Suryadari, Mercyska; ., Surahmaida; Kusumo, Galuh Gondo; Ulfa, Ninik Mas; Aristyawan, Andhika Dwi; ., Syukrianto
Jurnal Abdimas ITEKES Vol 4 No 1 (2024)
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat Institute Teknologi dan Kesehatan (ITEKES) Bali

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37294/jai.v4i1.568

Abstract

Dampak buruk dari hiperkolesterolemia tidak hanya pada orang tua namun karena life style banyak anak-anak mengalami hiperkolestrolemia. Upaya yang dilakukan berdsarkan hasil wawancara dengan mengkonsumsi obat sintesis namun memiliki efek samping dan perlu upaya alternatif dengan memanfaatkan potensi herbal yang ada disekitar lingkungan yaitu 3S (Salam, Seledri dan Sirsak). Banyak penelitian yang menunjukkan bahwa daun salam dapat menurunkan kadar kolesterol baik berupa ekstrak maupun berupa minuman yaitu air rebusan dan jus daun salam.  Seledri dapat menurunkan kadar kolesterol atau sebagai terapi alternatif untuk antihipekolesterolemia. Sirsak sudh banyak diterapkan sebagai penurun kolesterol dengan cara direbus. Tujuan kegiatan ini adalah memberikan edukasi potensi 3S (Salam, Seledri dan Sirsak) sebagai terapi antihiperkolesterolemia, dimana nantinya dapat bermanfaat untuk masyarakat khususnya para remaja yang rentan terhadap penyakit degenerative. Metode pendekatan dengan penyuluhan dan edukasi. Kegiatan pengmas di hadiri oleh 30 siswa SMK Farmasi Surabaya dilakukan bulan 30 Januari 2024. Kegiatan pengmas ini dengan media edukasi powerpoint tentang pengetahuan antihiperkolestrolemia, terapi secara non farmakalogi 3S dengan potensi kandungan senyawa kimia  seperti flavonoid, tanin, dan minyak atsiri. Kandungan tersebut berpotensi untuk menurunkan antihiperkolestrolemia. Tingkat pengetahuan hasil pre test sebesar  57% dan post test menunjukan peningkatan tingkat pengetahuan siswa terhadap 3S sebagai terapi non farmaklogis antihiperkolestrolemia sebesar 97%. Kata kunci : antihiperkolestrolemia, 3S (Salam, seledri, dan sirsak), Non farmakalogi
ED IDENTIFIKASI METABOLIT SEKUNDER EKO ENZIM LIMBAH BUAH DAN SAYUR : IDENTIFIKASI METABOLIT SEKUNDER EKO ENZIM LIMBAH BUAH DAN SAYUR Bawanda, Edward Melfin; Umarudin Umarudin; Syukrianto; Galuh Gondo Kusumo; Ramadhan Renaisansa; Widya Dara Anindya; Silvi Ayu Wulansari; Vika Ayu Devianti
Jurnal Komunitas Farmasi Nasional Vol. 5 No. 01 (2025): Jurnal Komunitas Farmasi Nasional
Publisher : Akademi Farmasi Yarsi Pontianak

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Organic waste, in the form of fruit and vegetable peels from Ketintang, Surabaya City, East Java, can be processed into an eco enzyme through fermentation using a mixture of sugar and water over a period of 30 days. During this process, glucose is broken down into pyruvic acid, which, under anaerobic conditions, undergoes decarboxylation to form ethanol and carbon dioxide. This study aims to identify the secondary metabolites present in eco enzymes derived from fruit and vegetable waste. This research employed an accurate experimental method, observing colour changes in the tests for flavonoids and tannins, the presence of froth in the saponin test, the formation of rings in the steroid and terpenoid tests, and the appearance of precipitate in the alkaloid test. The analysis results indicated that the eco-enzyme from fruit and vegetable waste tested positive for flavonoids, tannins, and saponins, while alkaloids, terpenoids, and steroids were not detected (negative).
EDUKASI TENTANG TANAMAN OBAT ASLI INDONESIA YANG BERPOTENSI SEBAGAI AFRODISIAK BAGI PRIA DI SMK FARMASI Umarudin, Umarudin; Ulfa, Ninik Mas; Kusumo, Galuh Gondo; Syukrianto, Syukrianto
Prosiding Seminar Nasional Biologi Vol. 13 (2025)
Publisher : Prosiding Seminar Nasional Biologi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Tujuan dari kegiatan ini adalah memberikan edukasi kepada siswa SMK Farmasi tentang tanaman obat asli Indonesia yang berpotensi sebagai afrodisiak. Metode pelaksanaannya meliputi sesi edukasi, sesi tanya jawab, dan diskusi. Media yang digunakan berupa slide PowerPoint, foto tanaman, dan simplisia (bahan tanaman kering) dari tanaman obat asli Indonesia yang dikenal memiliki sifat afrodisiak. Sebelum penyampaian materi, dilakukan pre-test dan dilanjutkan dengan post-test di akhir kegiatan. Hasil kedua tes dianalisis menggunakan tabulasi grafik. Hasil pre-test menunjukkan skor rata-rata 40 dari 100, yang mencerminkan pemahaman awal siswa tentang tanaman asli Indonesia yang berpotensi afrodisiak. Selanjutnya, diberikan edukasi tentang tiga tanaman herbal yang diperkenalkan kepada siswa SMK Farmasi: lada Jawa (Piper retrofractum) yang berasal dari Madura dan Jember; purwaceng (Pimpinella alpina atau Pimpinella pruatjan) yang bersumber dari Dataran Tinggi Dieng, Jawa Tengah; Gunung Semeru dan Pegunungan Tengger, Jawa Timur; Gunung Pangrango, Jawa Barat; serta Gunung Lawu dan Gunung Galunggung; dan pasak bumi (Eurycoma longifolia) yang ditemukan di Sumatra dan Kalimantan. Edukasi awal ini bertujuan mengurangi ketergantungan pada obat sintetis yang sering menimbulkan efek samping. Hasil post-test menunjukkan peningkatan dengan skor rata-rata 98. Kegiatan ini memberi kontribusi positif dengan memperluas pengetahuan siswa tentang morfologi tanaman, habitus, dan efek farmakologis sebagai afrodisiak pada pria, yang didukung oleh studi ilmiah. Selain memberi manfaat bagi siswa, inisiatif ini juga memberikan wawasan berharga bagi masyarakat luas sebagai langkah penting untuk meningkatkan kesehatan reproduksi secara menyeluruh melalui pendekatan alami dan berbasis pengetahuan.
Antioxidant Testing of Manggo Constraint Leaves Extract (Dendrophthoe Pentandra) Dekokta Results Umarudin; Octifany, Salsabila; Kusumo, Galuh Gondo; Aristyawan, Andhika Dwi; Yuliarni, Floreta Fiska; Renaisansa, Ramadhan; Pertiwi, Husadhani Dwi
Indonesian Journal of Engineering, Science and Technology Vol. 2 No. 1 (2025): VOL. 02 NO. 01 (JUNE 2025)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Lamongan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.38040/ijenset.v2i1.1232

Abstract

Mango mistletoe leaves have been identified as a natural source of antioxidants because they contain the quarcetin. The aim of this research is to determine whether mango mistletoe Dendrophthoe pentandra leaf extract extracted using the dekokta method has antioxidant activity if tested using the DPPH method. This research was carried out by extracting samples of mango mistletoe leaf powder Dendrophthoe pentandra using the  decoction method, the extract obtained was tested for antioxidant activity using the DPPH method using UV-Vis spectrophotometry with a comparison in the form of vitamin C. The results of the mango mistletoe leaf extract was tested at a wavelength of λ 521.5 nm obtained with an IC50 value of 322.80 ppm, with SD ± 107.08 and RSD 33.17%. while for ascorbic acid the IC50 value was 53.89 ppm, with SD ± 6.39 and RSD 11.86%. This research can be concluded that the dekokta mango mistletoe leaf extract has very weak antioxidant activity while ascorbic acidhas relatively strong antioxidant activity. It would be advisable to measure the levels of secondary metabolites contained in the extract of mango mistletoe and it is necessary to carry out research on the antioxidant activity of mistletoe mango leaf extract using methods other than the DPPH method.   Keywords - Antioxidants; Decoction; Dendrophthoe pentandr; DPPH.