Claim Missing Document
Check
Articles

Local Wisdom Dalam Tembang Macapat Madura Moh. Hafid Effendy
OKARA: Jurnal Bahasa dan Sastra Vol. 9 No. 1 (2015): OKARA: Jurnal Bahasa dan Sastra
Publisher : IAIN MADURA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.19105/ojbs.v9i1.580

Abstract

Artikel ini merupakan hasil kajian tentang analisis Tembang MacapatMadura dalam pendekatan tradisional yang notabene merupakan karya para sastrawan Madura yang komplek akan nilai – nilai yang berkembang dimasyarakat, salah satunnya nilai local wisdom (kearifan lokal) Madura.Melalui tembang macapat tersebut para sesepuh Madura memberikan pendidikan moral dengan cara menyiratkan nilai – nilai yang arif dan adiluhurdalam syair – syair teks tembang macapat untuk mencetak generasi yang bermoral dan berakhlak mulia. Hasil analisis menunjukkan adanya nilai-nilailocal wisdom pada beberapa kategori, diantaranya (1) Komunikasi dalamkeluarga yang hasilnya menunjukkan bahwa terdapat pesan moral tentangpentingnya berpikir dahulu sebelum bertindak supaya tidak berakibat fatalpada dirinya. Selain itu juga mengandung makna nasehat tentang perilakuseseorang yang menyalahgunakan akalnya untuk melakukan hal yang tidak baik, terdapat pula pesan moral untuk tidak membicarakan keburukan oranglain yang belum tentu akan kebenaran beritanya. Di sisi lain dalam (2) Komunikasi antar Masyarakat yang hasilnya menunjukkan bahwa terdapattiga bhângsalan yang intinya berisikan menjaga lisan agar tidak membahayakan dirinya sendiri, terdapat tiga bhângsalan yang intinyamenerangkan tentang pentingnya menebar kebaikan di muka bumi, dan terdapat kearifan lokal yang berisikan pesan moral supaya selalu berprilakujujur. 
Peningkatan Kemampuan Berbahasa Madura Yang Baik Dan Benar Pada Masyarakat Dusun Banlanjang Tlonto Raja Kecamatan Pasean di Masjid Al Muttaqin Moh. Hafid Effendy
PERDIKAN (Journal of Community Engagement) Vol. 1 No. 1 (2019)
Publisher : IAIN Madura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.19105/pjce.v1i1.2293

Abstract

Artikel ini akan mengungkap tentang kondisi bahasa daerah dan bagaimana cara melestarikannya. Dalam konteks ini, penulis mengangkat tema tentang pelestarian dan pembinaan bahasa Madura. Di mana bahasa Madura adalah bahasa daerah yang di samping sebagai bahasa nasional juga berfungsi untuk dipakai sebagai bahasa perhubungan intradaerah  oleh penduduk Pulau Madura dan pulau-pulau sekitarnya.Dalam usaha meningkatkan kemampuan berbahasa Madura yang baik dan benar pada masyarakat Dusun Banlanjang Tlonto Raja Pasean memang membutuhkan waktu, disamping konsep dasar masyarakat belum tahu secara maksimal bagaimana menggunakan bahasa yang baik dan benar. Namun, kemampuan berbahasanya sudah dikatakan mampu melestarikan dalam konteks komunikasi sehari-hari. Karena bahasa Madura dianggaap sebagai bahasa ibu. Di samping itu, kemampuan berbahasa Madura masih tergolong sedang dalam hal pemahaman menggunakan bahasa yang baik dan benar. Karena masyarakat secara tata bahasa harus benar-benar tahu di manakah letak penggunaan kosa kata yang baik dalam berkomunikasi dan berinteraksi antar sesamanya.Oleh karena itu, di rasa penting memahami maksim-maksim dan undak-usuk berbahasa yang baik dan benar di kalangan remaja dan di kalangan orang dewasa pada masyarakat yang berada di Dusun Banlanjang tersebut.Kata Kunci: Peningkatan, kemampuan, bahasa Madura
Membangun Peradaban Masyarakat dengan Pendidikan Karakter Berbasis Kearifan Lokal di Dusun Banlanjang Tlonto Raja Pasean Moh. Hafid Effendy; Usman Usman; Hesty Kusumawati
PERDIKAN (Journal of Community Engagement) Vol. 1 No. 2 (2019)
Publisher : IAIN Madura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.19105/pjce.v1i2.2721

Abstract

Abstrak: Artikel ini merupakan implementasi dari kegiatan pengabdian kepada masyarakat yang dilakukan oleh tim dosen Prodi Tadris Bahasa Indonesia yakni pada  awal Juli 2019 bertempat  di  dusun Banlanjang Tlonto Raja Pasean. Dalam konteks penyuluhan penanaman pendidikan karakter bagi masyarakat tersebut adalah  untuk  perbaikan sosial dan kemajuan peradaban bangsa yang menjunjung tinggi integritas nilai dan kemanusiaan. Harapan dari penyuluhan pendidikan berkarakter adalah tercapainya keseimbangan antara pengetahuan dan moral. Salah satu pendekatan dalam pendidikan berkarakter  ialah dengan pendidikan agama yang diterapkan dalam setiap kehidupan akademis. Jika pengetahuan dan   agama dapat diintegrasikan maka berkembanglah kesempurnaan ilmu berlandaskan moralitas (excellent with morality). “Ilmu tanpa agama akan buta, agama tanpa ilmu akan lumpuh.” Hasil penyuluhan menunjukan bahwa penanaman pendidikan karakter pada masyarakat Dusun Banlanjang masih kurang maksimal, hal ini masih terkendala faktor keluarga, bahwa masih banyak orang tua yang meninggalkan putra-putrinya karena merantau sebagai TKI di Malaysia dan di Arab Saudi. Sehingga penanaman pendidikan karakter berbasisi kearifan lokal masih belum optimal, akan tetapi nilai-nilai kearifan lokal yang berupa religius, kerja keras, dan peduli sosial masih eksis diterapkan oleh masyarakat tersebut.Kata Kunci: Peradaban masyarakat, pendidikan karakter, kearifan lokal Abstract: This article is an implementation of community service activities carried out by a team of lecturers in the Indonesian Tadris Study Program in early July 2019 located in the village of Banlanjang Tlonto Raja Pasean. In the context of counseling, the cultivation of character education for the community is for social improvement and advancement of the nation's civilization that upholds the integrity of values and humanity. The hope of character education counseling is to achieve a balance between knowledge and morals. One approach to character education is with religious education which is applied in every academic life. If knowledge and religion can be integrated, the perfection of science based on morality (excellent with morality) develops. "Knowledge without religion will be blind, religion without knowledge will be paralyzed." The results of counseling showed that the cultivation of character education in the people of Dusun Banlanjang is still not optimal, this is still constrained by family factors, that there are still many parents who leave their children because they migrate as migrant workers in Malaysia and in Saudi Arabia. So that the planting of character education based on local wisdom is still not optimal, but the values of local wisdom in the form of religious, hard work, and social care still exist applied by the community.Keywords: Civilization, character education, local wisdom
PENERAPAN KURIKULUM 2013 DALAM PENGEMBANGAN KARAKTER SISWA DI MA AL-FALAH BRANTA TINGGI TLANAKAN PAMEKASAN Fatihah Fatihah; Moh. Hafid Effendy
re-JIEM (Research Journal of Islamic Education Management) Vol. 2 No. 1 (2019)
Publisher : Prodi MPI Fakultas Tarbiyah IAIN Madura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (547.491 KB) | DOI: 10.19105/re-jiem.v2i1.2462

Abstract

Curriculum becomes one of the most important components in education. It is able to determine how the process of education will be conducted. In this case, curriculum will contribute big impact toward the students’ knowledge, attitude and character. In this research, there are four focuses to be investigated, they are: first, what are the steps of the school principal in implementing the curriculum 2013 as to develop the students’ character at MA Al-Falah Branta Tinggi Tlanakan Pamekasan? Second, what are the teacher’s steps in the learning process to develop the students’ character at MA Al-Falah Branta Tinggi Tlanakan Pamekasan? Third, what are the supporting factors in implementing the curriculum 2013 as to develop the students’ character at MA Al-Falah Branta Tinggi Tlanakan Pamekasan? Fourth, what are the inhibiting factors in implementing the curriculum 2013 as to develop the students’ character at MA Al-Falah Branta Tinggi Tlanakan Pamekasan?
KOHESI LEKSIKAL REPETISI DALAM NOVEL GARIS WAKTU KARYA FIERSA BESARI: Repetition Lexical Cohesion in the Novel Garis Waktu by Fiersa Besari Faizatun Musayyidah; Agus Purnomo Ahmad Putikadyanto; Moh Hafid Effendy; Agik Nur Efendi
TOTOBUANG Vol. 11 No. 1 (2023): TOTOBUANG: EDISI JUNI 2023
Publisher : Kantor Bahasa Provinsi Maluku

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26499/totobuang.v11i1.440

Abstract

Abstract Repetition lexical cohesion is the repetition of linguistic units in the form of sounds, syllables, words, or parts of a sentence by considering its substantialexistencein providing emphasis in a discourse with the appropriate context. One type of discourse in which there is the use of repetition of lexical cohesion is the novel Garis Waktu by Fiersa Besari. The purpose of this study is to describe the forms and types of lexical cohesion in the novel Garis Waktu by Fiersa Besari. This research uses a descriptive qualitative method. The data source in this study is the novel Garis Waktu by Fiersa Besari, while the data is in the form of fragments of discourse that contain the use of lexical cohesion repetition in the novel Garis Waktu. Data collection techniques are read and noted. The research results obtained are 1) there are three forms of repetition lexical cohesion in the novel Garis Waktu (in the form of words, phrases, and clauses, which function to emphasize the significant lingual units in discourse, clarify information, and maintain the topic being discussed in the novel Garis Waktu by Fiersa Besari); 2) There are eight types of repetition lexical cohesion in the novel Garis Waktu, namely, repetition of epizeuxis, tautotes, anaphora, epistrophe, simploke, mesodiplosis, epanalepsis, and anadiplosis, which have the function of beautifying the language of discourse contained in the novel Garis Waktu by Fiersa Besari.Keywords: lexical cohesion, repetition, novel Garis Waktu   Abstrak Kohesi leksikal repetisi merupakan pengulangan satuan lingual baik berupa bunyi, suku kata, kata, ataupun bagian dari sebuah kalimat yang dianggap penting keberadaannya untuk memberikan tekanan dalam sebuah wacana dengan konteks yang sesuai. Salah satu jenis wacana yang di dalamnya terdapat penggunaan kohesi leksikal repetisi adalah novel Garis Waktu karya Fiersa Besari. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mendeskripsikan bentuk dan jenis kohesi leksikal dalam novel Garis Waktu karya Fiersa Besari. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif deskriptif. Sumber data dalam penelitian ini adalah novel Garis Waktu karya Fiersa Besari, sedangkan data adalah berupa penggalan wacana yang terdapat penggunaan kohesi leksikal repetisi dalam novel Garis Waktu. Teknik pengumpulan data, yaitu baca dan catat. Hasil penelitian yang diperoleh, yaitu 1) terdapat tiga bentuk kohesi leksikal repetisi dalam novel Garis Waktu (berbentuk kata, frasa, dan klausa, yang berfungsi untuk menekankan satuan lingual yang penting dalam wacana, memperjelas informasi, serta mempertahankan topik yang sedang dibicarakan dalam novel Garis Waktu karya Fiersa Besari);2) terdapat delapan jenis kohesi leksikal repetisi dalam novel Garis Waktu, yaitu repetisi epizeuksis, tautotes, anafora, epistrofa, simploke, mesodiplosis, epanalepsis, dan anadiplosis, yang mempunyai fungsi untuk memperindah bahasa wacana yang terdapat dalam novel Garis Waktu karya Fiersa Besari. Kata-kata kunci: kohesi leksikal, repetisi, novel Garis Waktu
NILAI-NILAI PENDIDIKAN KARAKTER RELIGIUS DALAM BUKU DETONATOR KEBAIKAN KARYA DEWA EKA PRAYOGA Moh Hafid Effendy; Nur Imamah; Mad Sa'i; Muliatul Maghfiroh
Journal of Education Partner Vol. 2 No. 2 (2023): MEMACU PRESTASI PENDIDIKAN DASAR DAN MENENGAH DENGAN MEMAKSIMALKAN PERAN KOMITE
Publisher : Dewan Pendidikan Pamekasan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

This article aims to describe the manifestation of religious character education values ​​in the book Detonator of Kindness by Dewa Eka Prayoga, describe the meaning of the values ​​of religious character education in the book Detonator of Kindness by Dewa Eka Prayoga, describe the relevance of religious character education values ​​in the book Detonator of Kindness the work of Dewa Eka Prayoga with contemporary life. The approach used in this research is a qualitative research approach that is descriptive and analytical. This research is a type of library research. The data source used is the book Detonator of Kindness by Dewa Eka Prayoga, published by KMO Indonesia, Cirebon city in 2020. Data analysis uses content analysis or content study. The results of the research show that 1) There are forms of religious character education values ​​in the book Detonator of Kindness by Dewa Eka Prayoga, a) forms of life in the real world and, b) forms of life in the virtual world. 2) The meaning of the values ​​of religious character education in the book detonator of goodness by Dewa Eka Prayoga, namely: a) life in the real world is meaningful, praying for people, alms of wealth, taking lessons from an event, helping in goodness, learning religious knowledge, waqf Al-Qur'an, spread greetings to fellow Muslims, volunteer teachers, let go of debts, compete in goodness, be patient and grateful b) life in cyberspace is meaningful, share knowledge on social media, help on social media, and preach with social media.
INTERFERENSI GRAMATIKAL BAHASA MADURA KE DALAM BAHASA INDONESIA Moh. Hafid Effendy
Dialektika: Jurnal Bahasa, Sastra, dan Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia Vol 4, No 1 (2017)
Publisher : Department of Indonesia Language and Literature Teaching, UIN Syarif Hidayatullah Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15408/dialektika.v4i1.6997

Abstract

Abstract: This paper describes the Indonesian interference into Madurese usage. The usage of Indonesian and Madurese language alternately allows interference. In general, interference is focused on the effect of one language (L1) into second language (B2) or other language. Interference often occurs in a casual register. However, there is little interference that occurs in the formal register, such as in the teaching and learning process of Indonesian. The findings of this study were the occurrence of grammatical interference  in the morphological and phonological levels. Abstrak: Makalah ini mendeskripsikan interferensi bahasa Indonesia terhadap penggunaan bahasa Madura. Penggunaan bahasa Indonesia dan bahasa Madura secara bergantian memungkinkan terjadinya interferensi. Secara umum interferensi lebih fokus pada pengaruh bahasa satu (B1) pada penggunaan bahasa kedua (B2) atau bahasa lainnya. Interferensi sering terjadi pada ragam santai. Namun tidak sedikit ditemukan interferensi yang terjadi pada ragam resmi, seperti dalam proses belajar mengajar bahasa Indonesia. Temuan yang dihasilkan dalam kajian ini adalah terjadinya interferensi gramatika pada tataran morfologi dan fonologi.  Permalink/DOI: http://dx.doi.org/10.15408/dialektika.v4i1.6997
Penerapan Pendekatan Saintifik dalam Pembelajaran Bahasa Indonesia Siswa Kelas X MA Matsaratul Huda Panempan Pamekasan Rukmana, Rianita Agdiyanti; Effendy, Moh Hafid
GHANCARAN: Jurnal Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia Vol. 1 No. 2 (2020)
Publisher : Tadris Bahasa Indonesia, Fakultas Tarbiyah, Institut Agama Islam Negeri Madura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.19105/ghancaran.v1i2.2893

Abstract

Penelitian ini dilatarbelakangi oleh pentingnya penerapan pendekatan saintifik dalam pembelajaran Bahasa Indonesia. Tujuan penelitian ini untuk mendeskripsikan penerapan pendekatan saintifik dalam pembelajaran Bahasa Indonesia siswa kelas X MA Matsaratul Huda Panempan Pamekasan. Penelitian ini menggunakan metode penelitian deskriptif kualitatif. Data penelitian ini meliputi transkip wawancara, catatan lapangan, dan dokumentasi. Sumber data dalam penelitian ini adalah siswa kelas X MA Matsratul Huda. Prosedur pengumpulan data dengan wawancara, observasi, dan dokumentasi. Analisis data dilakukan dengan reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Pengecekan keabsahan data dilakukan dengan perpanjangan keikutsertaan, ketekunan pengamatan, triangulasi. Tahapan penelitian ini meliputi persiapan, pelaksanaan, dan penyelesaian. Hasil penelitian ini adalah (1) penerapan pendekatan saintifik pada tahap kegiatan awal meliputi mempersiapkan RPP, penguasaan materi, media alat peraga, dan mengkondisikan siswa, (2) tahap kegiatan inti meliputi mengamati, menanya, mengeksplorasi, mengasosiasikan, dan mengkomunikasikan, (3) tahap kegiatan penutup meliputi menyimpukan bersama-sama dan merefleksi kegiatan, dan (4) faktor pendukung meliputi sarana dan prasarana yang lengkap dan kesadaran siswa dalam belajar dengan giat serta mandiri. Selanjutnya, faktor penghambat meliputi siswa kurang bisa beradaptasi dengan pembelajaran saintifik dan pembelajaran sering tidak kondusif.
Upaya Peningkatan Kemampuan Menulis Surat Dinas melalui Pendekatan Kontekstual pada Siswa Kelas XI di MA Al-Husaini Pasanggar Pegantenan Rofi’i, Moh; Effendy, Moh Hafid
GHANCARAN: Jurnal Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia Vol. 1 No. 1 (2019)
Publisher : Tadris Bahasa Indonesia, Fakultas Tarbiyah, Institut Agama Islam Negeri Madura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.19105/ghancaran.v1i1.2986

Abstract

Terdapat permasalahan yang dialami siswa  kelas XI di MA AL-Husaini Pasanggar Pegantenan dalam pembelajaran mnulis surat dinas. Pembelajaran kontekstual diharapkan dapat mengatasi permasalahan tersebut. Berangkat dari permasalah tersebut, penelitian ini bertujuan untuk meningkatkan kemampuan menulis surat dinas melalui pendekatan kontekstual siswa kelas XI di MA AL-Husaini Pasanggar Pegantenan. Penelitian ini merupakan penilitian tindakan kelas. Lokasi penelitian adalah  MA AL-Husaini Pamekasan dengan subjek penelitian ini adalah siswa kelas XI MA AL-Husaini. Penelitian ini dilaksanakan pada bulan Oktober-Desember 2018 dengan 2 siklus. Hasil penelitian ini adalah upaya peningkatan kemampuan menulis surat dinas siswa menggunakan pendekatan kontekstual kelas XI MA AL-Husaini Pasanggar Pegantenan semester genap tahun pelajaran 2017-2018 dapat meningkatakan proses hasil belajar siswa dalam menulis surat dinas. Peningkatan tersbut dapat diketahui dari hasil nilai rata-rata pada siklus I, yaitu 68 dan siklus II, yaitu 74, 75 dari hasil inilah guru melaksanakan II siklus ini karena dilihat dari hasil siswa yang sudah memenuhi kriteria ketuntasan minimal.
Penerapan Media Audio Visual dalam Pembelajaran Keterampilan Membaca Cepat pada Siswa Kelas XI di MA Al-Falah Tlanakan Pamekasan Maryamah, Maryamah; Effendy, Moh Hafid
GHANCARAN: Jurnal Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia Vol. 1 No. 1 (2019)
Publisher : Tadris Bahasa Indonesia, Fakultas Tarbiyah, Institut Agama Islam Negeri Madura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.19105/ghancaran.v1i1.2990

Abstract

Penelitian ini dilatarbelakangi oleh adanya ketertarikan peneliti terhadap penerapan media audio visual dalam pembelajaran keterampilan membaca cepat pada siswa kelas XI di MA Al-Falah Tlanakan Pamekasan. Penelitian ini memiliki tiga tujuan, yaitu (1) mengetahui persiapan penerapan media audio visual dalam pembelajaran keterampilan membaca cepat, (2) mencermati penerapan media audio visual dalam pembelajaran keterampilan membaca cepat, dan (3) faktor penghambat dan penunjang dalam penerapan media audio visual dalam pembelajaran keterampilan membaca cepat. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan jenis fenomenologi. Sumber data diperoleh melalui wawancara, observasi, dan dokumentasi. Informan penelitian ini adalah guru bahasa Indonesia dan siswa. Pengecekan keabsahan data dilakukan melalui perpanjang keikutsertaan, ketekunan pengamatan, uraian rinci, triangulasi sumber yang membandingkan derajat kepercayaan suatu informasi.