Claim Missing Document
Check
Articles

PENERAPAN TEKNIK SCAFFOLDING DALAM PEMBELAJARAN MENULIS PUISI SISWA KELAS X DI SMKN 3 PAMEKASAN Hafid Effendy, Moh.; Rani Putri, Maulidya; Relinda Qurniawati, Desti; Suhanda, Suhanda
Journal of Education Partner Vol. 3 No. 1 (2024): On Proses. MEMACU PRESTASI PENDIDIKAN DASAR DAN MENENGAH DENGAN MEMAKSIMALKAN P
Publisher : Dewan Pendidikan Pamekasan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini dilatarbelakangi oleh penerapan teknik scafolding yang digunakan oleh guru dalam pembelajaran menulis puisi, karena penerapan ini salah satu cara agar dapat mengetahui kesulitan-kesulitan siswa yang dihadapi ketika proses pembelajaran. Fokus penelitian ini adalah untuk mendeskripsikan, 1) bagaimana guru menerapkan teknik scaffolding dalam pembelajaran menulis puisi di SMKN 3 Pamekasan, 2) bagaimana faktor penghambat dan pendukung guru menerapkan teknik scaffolding dalam pembelajaran menulis puisi di SMKN 3 Pamekasan, penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan jenis penelitian deskriptif, kajian dalam penelitian ini adalah, teknik scaffolding dalam pembelajaran menulis puisi di SMKN 3 Pamekasan, khususnya di kelas X jurusan tata busana. Adapun teknik pengumpulan data yang digunakan dalam penelitian ini yaitu menggunakan teknik wawancara, observasi dan dokumentasi. Subjek penelitian ini di tujukan kepada guru dan siswa. Berdasarkan hasil penelitian menunjukkan bahwa, 1) guru menerapkan teknik scaffolding dengan motivasi, dorongan, dan petunjuk yang dapat meningkatkan motivasi siswa dalam menyelesaikan tugas dan melatih siswa untuk melibatkan kesadaran berpikirnya, 2) adapun faktor penghambat ketika guru tidak dapat mengkondisikan kelas dan siswa berbagai macam karakter yang harus guru pahami kesulitan pembelajaran yang siswa hadapi. Sedangkan faktor pendukung sendiri dari media pembelajaran atau sarana itu sangat mendukung sekali pada kegiatan pembelajaran salah satunya teknik scaffolding. 3) Solusi guru untuk mengatasi penghambat tersebut guru yang di tuntut untuk kreatif agar siswa menjadi aktif dalam meyelesaikan pembelajaran dan kondisi kelas dapat kondusif selama pembelajaran berlangsung.
POTRET IMPLEMENTASI MUATAN LOKAL BAHASA MADURA PADA MADRASAH DI PESANTREN Effendy, Moh. Hafid
TADRIS: Jurnal Pendidikan Islam Vol 11 No 2 (2016)
Publisher : State Islamic Institute of Madura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (181.052 KB) | DOI: 10.19105/tjpi.v11i2.1165

Abstract

Tulisan ini merupakan gagasan konseptual berdasarkan kajian empiris dari masa ke masa tentang potret bahasa Madura antara harapan dan tantangan khususnya di madrasah yang ada di pesantren. Bahasa Madura sebagai bahasa daerah perlu dibina dan dikembangkan,  terutama dalam hal peranannya sebagai sarana pengembangan kelestarian kebudayaan daerah sebagai pendukung kebudayaan nasional. Potret kondisi bahasa Madura pada madrasah di pesantren menunjukkan bahwa pembelajaran bahasa Madura dalam ranah dunia pendidikan mengalami hambatan, pertumbuhan, dan perkembangan, baik pada perspektif kurikulum, bahan ajar, tenaga pendidik, maupun pembakuan ejaan yang digunakan. Oleh karena itu, bahasa Madura dapat terpotret dalam bingkai problematika, tantangan, dan harapan ke depan guna melestarikan bahasa dalam dunia pendidikan di pesantren. Kata Kunci: Implementasi, Bahasa Madura, Pesantren
Learning Psychological Overview of Kitab Kuning Teaching Learning (Study on Pondok Pesantren Al-Is’af Kalabaan Guluk-Guluk Madura) Solichin, Muchlis; Effendy, Moh Hafid
TADRIS: Jurnal Pendidikan Islam Vol 15 No 1 (2020)
Publisher : State Islamic Institute of Madura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (790.086 KB) | DOI: 10.19105/tjpi.v15i1.3068

Abstract

Pesantren (Islamic boarding school) is the traditional Islamic educational institution. Kiai as the leader of pesantren has an authority in managing, choosing the education system, curriculum (manhaj) that will be used, and also kinds of text books that will be used in teaching and learning process.  Generally, Kiai uses Kitab Kuning (KK, yellow books) also called classical Islamic books, as the material of teaching-learning in pesantren. This paper aims at examining teaching-learning of KK in pesantren. The research method of the study is qualitative . The results of the reseach are that 1) there are levels of learning material KK in line with cognitive development, 2) the pesantren applied the prerequisite knowledge, 3) the pesantren applied the methods of teaching learning, 4) the pesantren applied the tutorial of KK teaching learning. 
Model Pembelajaran Berdiferensiasi pada Materi Transformasi Cerpen Menjadi Puisi Siswa Kelas XI-TKJ di SMKN 1 Tlanakan Maulinda Safitri; Moh. Hafid Effendy; Agus Purnomo Ahmad Putikadyanto
Social, Humanities, and Educational Studies (SHES): Conference Series Vol 7, No 3 (2024): Social, Humanities, and Educational Studies (SHEs): Conference Series
Publisher : Universitas Sebelas Maret

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20961/shes.v7i3.92403

Abstract

Keunikan dan perbedaan gaya belajar siswa menuntut guru untuk memiliki kemampuan dalam memilih secara tepat model pembelajaran yang sesuai dengan kebutuhan siswa dan tujuan yang hendak dicapai. Tujuan penelitian ini adalah untuk mendeskripsikan penerapan model pembelajaran berdiferensiasi pada materi transformasi cerpen menjadi puisi yang meliputi perencanaan, pelaksanaan, dan hasil dari penerapan model pembelajaran berdiferensiasi. Metode penelitian yang digunakan pada penelitian ini adalah penelitian deskriptif kualitatif. Instrumen penelitian yang berperan dalam proses pengumpulan data adalah peneliti sendiri. Sampel dalam penelitian ini yaitu guru bahasa Indonesia dan siswa kelas XI-TKJ. Informasi yang diperlukan diperoleh secara langsung dari informan tersebut. Teknik pengambilan sampel yang digunakan dalam penelitian ini adalah purposive sampling. Teknik pengumpulan data yang digunakan dalam penelitian ini adalah observasi, wawancara, dan dokumentasi. Tahapan analisis data yang dilakukan meliputi pengumpulan data, reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan/verifikasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa model pembelajaran berdiferensiasi pada materi transformasi cerpen menjadi puisi efektif digunakan, namun pada indikator keberhasilan belum sepenuhnya menyeluruh. Penerapan model pembelajaran berdiferensiasi pada materi transformasi teks cerpen menjadi puisi mencakup beberapa aspek, yaitu diferensiasi konten, proses, dan produk. Simpulan dari penelitian ini yaitu dengan penerapan model pembelajaran berdiferensiasi maka peserta didik merasa senang dan merasa mendapatkan perhatian yang lebih dengan dipenuhinya kebutuhan dalam kegiatan pembelajaran.
Nilai Ekologis dalam Peribahasa Madura; Kajian Hermeneutik Effendy, Moh. Hafid; Suhanda, Suhanda
GHANCARAN: Jurnal Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia 2024: SPECIAL EDITION: LALONGET V
Publisher : Tadris Bahasa Indonesia, Fakultas Tarbiyah, Institut Agama Islam Negeri Madura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.19105/ghancaran.vi.17278

Abstract

This research aims to describe the meaning of Madurese proverbs that contain ecological values. The research method used is qualitative with a hermeneutic approach. The source of data on proverbs was obtained from a documented study of Oemar Sastrodiwirdjo’s collection of proverbs and saloka. Data analysis was conducted using in-depth knowledge in accordance with the hermeneutic circle. This analysis was carried out hermeneutically with an interactive dialectical model. The research findings show that ecological values in Madurese proverbs include four forms of value: relational values in proverbs that relate to nature, spiritual values in proverbs that relate to the attributes of God, aesthetic values in proverbs that relate to the physical qualities of women, and educational ecological values in proverbs about nature as a source of learning to develop character
Implementasi Kurikulum Merdeka pada Muatan Lokal Bahasa Madura di MI Kabupaten Pamekasan: Pendekatan Ekologis dalam Pendidikan Karakter dan Budaya Alatas, Mochamad Arifin; Effendy, Moh. Hafid; Desiana, Ananda Yogi; Nisa, Hollila Hilyatun
GHANCARAN: Jurnal Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia 2024: SPECIAL EDITION: LALONGET V
Publisher : Tadris Bahasa Indonesia, Fakultas Tarbiyah, Institut Agama Islam Negeri Madura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.19105/ghancaran.vi.17359

Abstract

This study aims to analyze the implementation of the Merdeka Belajar Curriculum in the local content of the Madurese language at Madrasah Ibtidaiyah (MI) in Pamekasan Regency. The research method used is descriptive qualitative, with data collection techniques including interviews, observations, and documentation studies. The results show that the application of the Merdeka Belajar Curriculum in the local content of the Madurese language faces several challenges, including a lack of resources, teacher training, and support facilities. However, there are efforts from the school to integrate cultural values and local wisdom into the learning process. This study recommends the need for improved coordination between the local government, schools, and the community to optimize curriculum implementation and provide adequate training for teachers to effectively teach the Madurese language. The findings of this research are expected to contribute to the development of regional language education in Indonesia, particularly in the context of the Merdeka Belajar Curriculum.
The Existence of Training Participants an Integrative Perspective Ihsan, Muhammad; Effendy, Moh. Hafid
Maharot : Journal of Islamic Education Vol 8, No 2 (2024)
Publisher : Universitas Al-Amien Prenduan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.28944/maharot.v8i2.1934

Abstract

This study aims to explore and analyze the existence of training participants at Pondok Pesantren Mambaul Ulum Bata-Bata from an integrative perspective, which combines traditional religious education with practical skills training. Using a quantitative method, data was collected through questionnaires from 120 students participating in the training program, 58% of whom were male students and 42% female students. The average skill score before training was 55, while after participating in the training it increased to 85 (p < 0.01). This demonstrates the effectiveness of the training program in equipping students with skills relevant to the workforce. The religious understanding score increased from an average of 65 to 78 (p < 0.05) after integration with the training, indicating that the training program did not reduce the intensity of religious education. Pearson correlation test showed a significant positive relationship (r = 0.72, p < 0.01) between the level of student involvement in the training program and their skill improvement. The higher the student involvement in training, the higher the practical skills they acquired. The results show that the training program has a significant impact on students' readiness to face the modern world while strengthening their religious education. Further analysis indicates a positive relationship between the intensity of student involvement in training and their skill improvement.
Rekonstruksi Pembelajaran di Era Soceity 5.0 Moh. Hafid Effendy; Iswah Adriana
Entita: Jurnal Pendidikan Ilmu Pengetahuan Sosial dan Ilmu-Ilmu Sosial Special Edition: Renaisans 1st International Conference of Social Studies
Publisher : IAIN Madura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.19105/ejpis.v1i.19146

Abstract

Artikel ini membahas tentang rekonstruksi pembelajaran pendidikan bahasa Indonesia di era Society 5.0, adanya perubahan besar dalam teknologi dan cara komunikasi, khususnya dalam konteks digital, pendidikan bahasa Indonesia perlu disesuaikan untuk menghadapi tantangan dan memanfaatkan peluang yang ditawarkan oleh kemajuan tersebut. Tujuan dari penelitian ini adalah mengidentifikasi tantangan, peluang, dan strategi dalam rekonstruksi pembelajaran Bahasa Indonesia untuk meningkatkan literasi digital dan keterampilan komunikasi siswa di dunia maya. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode study kasus melalui Teknik pengumpulan data dengan teknik rekam, catat, dan sadap, serta observasi pembelajaran di beberapa sekolah yang menerapkan teknologi dalam pengajaran. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat beberapa tantangan utama dalam pembelajaran Bahasa Indonesia di era Society 5.0, seperti penggunaan bahasa yang tidak baku di media sosial, kesenjangan keterampilan digital di kalangan guru dan siswa, serta kurangnya kurikulum yang mengintegrasikan teknologi secara efektif. Namun, penelitian ini juga menemukan bahwa penggunaan teknologi dalam pembelajaran dapat membuka peluang untuk meningkatkan keterampilan literasi digital siswa, mempermudah akses pembelajaran Bahasa Indonesia, serta mendorong kreativitas dalam berkomunikasi melalui platform digital. Oleh karena itu, artikel ini merekomendasikan pentingnya pelatihan teknologi bagi guru Bahasa Indonesia, pengembangan kurikulum yang lebih adaptif terhadap perkembangan digital, dan peningkatan keterampilan literasi digital siswa agar pembelajaran Bahasa Indonesia tetap relevan di era Society 5.0.
Character Education Values In Ghutong Rojhung Tradition at The Larangan Luar Village, Dusun Bertah Jannah, Fira Datul; Effendy, Moh. Hafid
JHSS (JOURNAL OF HUMANITIES AND SOCIAL STUDIES) Vol 9, No 1 (2025): Journal of Humanities and Social Studies
Publisher : UNIVERSITAS PAKUAN

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33751/jhss.v9i1.11888

Abstract

This paper seeks to illuminate the embedded values of character education manifest within the ghutong rojhung practices conducted during communal events in Larangan Luar Village, Bertah Hamlet. Employing a qualitative framework with an ethnography of communication design, data were amassed through immersive observation, dialogical interviews, and meticulous documentation. The analytic journey encompassed stages of data distillation, pattern visualization, and inferential synthesis. The findings unveil that despite the tides of modernization, the ritual of ghutong rojhung persists vibrantly among the populace. Communal undertakings such as prayer gatherings (tahlilan), collaborative construction of water channels, collective building projects, and various forms of mutual assistance continue to thrive, preserving the spirit of ghutong rojhung in Larangan Luar, Bertah Hamlet. 
Masculinity of Madurese Men in the Folk Tale Kè’ Lèsap Effendy, Moh. Hafid; Hadi, Saiful; Albaburrahim; Arifin Alatas, Mochamad
GHANCARAN: Jurnal Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia SPECIAL EDITION: LALONGET VI
Publisher : Tadris Bahasa Indonesia, Fakultas Tarbiyah, Institut Agama Islam Negeri Madura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

his study aims to analyze the representation of Madurese masculinity in the folk tale Ke’ Lesap. The focus of the study lies in the values of courage, honor, the symbol of the celurit (traditional sickle), and social responsibility as key pillars of masculinity constructed in the story. This research uses a qualitative approach with descriptive-analytical methods. The primary data consists of the Ke’ Lesap text, collected through document studies, while secondary data is obtained from literature on masculinity and Madurese culture. The analysis technique applies content analysis to identify masculine themes in the story’s quotations, which are then interpreted using the theory of hegemonic masculinity (Connell & Messerschmidt, 2005) and cultural representation theory (Hall, 1997). The results show that masculinity in Ke’ Lesap is embodied through the main character’s courage and willingness to sacrifice for honor, the use of the celurit as a symbol of dignity, and the social role as a protector of community integrity. Masculinity in this tale emphasizes not only individual strength but also moral responsibility toward family and society. These values represent cultural heritage that continues to shape Madurese male identity. shape Madurese male identity.