Claim Missing Document
Check
Articles

Upaya Peningkatan Kemampuan Menulis Surat Dinas melalui Pendekatan Kontekstual pada Siswa Kelas XI di MA Al-Husaini Pasanggar Pegantenan Rofi’i, Moh; Effendy, Moh Hafid
GHANCARAN: Jurnal Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia Vol. 1 No. 1 (2019)
Publisher : Tadris Bahasa Indonesia, Fakultas Tarbiyah, Institut Agama Islam Negeri Madura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.19105/ghancaran.v1i1.2986

Abstract

Terdapat permasalahan yang dialami siswa  kelas XI di MA AL-Husaini Pasanggar Pegantenan dalam pembelajaran mnulis surat dinas. Pembelajaran kontekstual diharapkan dapat mengatasi permasalahan tersebut. Berangkat dari permasalah tersebut, penelitian ini bertujuan untuk meningkatkan kemampuan menulis surat dinas melalui pendekatan kontekstual siswa kelas XI di MA AL-Husaini Pasanggar Pegantenan. Penelitian ini merupakan penilitian tindakan kelas. Lokasi penelitian adalah  MA AL-Husaini Pamekasan dengan subjek penelitian ini adalah siswa kelas XI MA AL-Husaini. Penelitian ini dilaksanakan pada bulan Oktober-Desember 2018 dengan 2 siklus. Hasil penelitian ini adalah upaya peningkatan kemampuan menulis surat dinas siswa menggunakan pendekatan kontekstual kelas XI MA AL-Husaini Pasanggar Pegantenan semester genap tahun pelajaran 2017-2018 dapat meningkatakan proses hasil belajar siswa dalam menulis surat dinas. Peningkatan tersbut dapat diketahui dari hasil nilai rata-rata pada siklus I, yaitu 68 dan siklus II, yaitu 74, 75 dari hasil inilah guru melaksanakan II siklus ini karena dilihat dari hasil siswa yang sudah memenuhi kriteria ketuntasan minimal.
Penerapan Media Audio Visual dalam Pembelajaran Keterampilan Membaca Cepat pada Siswa Kelas XI di MA Al-Falah Tlanakan Pamekasan Maryamah, Maryamah; Effendy, Moh Hafid
GHANCARAN: Jurnal Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia Vol. 1 No. 1 (2019)
Publisher : Tadris Bahasa Indonesia, Fakultas Tarbiyah, Institut Agama Islam Negeri Madura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.19105/ghancaran.v1i1.2990

Abstract

Penelitian ini dilatarbelakangi oleh adanya ketertarikan peneliti terhadap penerapan media audio visual dalam pembelajaran keterampilan membaca cepat pada siswa kelas XI di MA Al-Falah Tlanakan Pamekasan. Penelitian ini memiliki tiga tujuan, yaitu (1) mengetahui persiapan penerapan media audio visual dalam pembelajaran keterampilan membaca cepat, (2) mencermati penerapan media audio visual dalam pembelajaran keterampilan membaca cepat, dan (3) faktor penghambat dan penunjang dalam penerapan media audio visual dalam pembelajaran keterampilan membaca cepat. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan jenis fenomenologi. Sumber data diperoleh melalui wawancara, observasi, dan dokumentasi. Informan penelitian ini adalah guru bahasa Indonesia dan siswa. Pengecekan keabsahan data dilakukan melalui perpanjang keikutsertaan, ketekunan pengamatan, uraian rinci, triangulasi sumber yang membandingkan derajat kepercayaan suatu informasi.
Representasi Kegagalan Cinta dan Kriminalitas dalam Novel Seribu Wajah Cinta Karya Fredy S. Rizam, Masyithah Maghfirah; Effendy, Moh Hafid
GHANCARAN: Jurnal Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia Vol. 3 No. 1 (2021)
Publisher : Tadris Bahasa Indonesia, Fakultas Tarbiyah, Institut Agama Islam Negeri Madura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.19105/ghancaran.v3i1.4017

Abstract

Literary works are able to describe the reality outside of the human being exactly as it is. The novel of Seribu Wajah Cinta by Fredy S. is a form of popular literature. Popular literature restates records of life in hope that the reader will get to know his experiences again so that they feel comforted, because someone has told his experience. The research method uses a qualitative approach with the researcher acting as a key instrument. Data collection was carried out by taking steps, carrying out intensive reading, recording data, coding the parts of the novel that were appointed as data, analyzing, and interpreting the data to find representations of broken relationship and criminality in the novel of Seribu Wajah Cinta by Fredy S. shows the broken relationship and criminality which is a reflection of daily life.
Model Pembelajaran Menyimak Kritis Melalui Media Interaktif pada Mahasiswa Tadris Bahasa Indonesia IAIN Madura Ayuanita, Kristanti; Hafid Effendy, Moh.
GHANCARAN: Jurnal Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia Vol. 4 No. 1 (2022)
Publisher : Tadris Bahasa Indonesia, Fakultas Tarbiyah, Institut Agama Islam Negeri Madura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.19105/ghancaran.v4i1.6338

Abstract

Penelitian ini dilatarbelakangi oleh adanya problematika ketika usai kegiatan menyimak kurang lebih hanya ada 4-5 mahasiswa yang aktif berdiskusi dan yang lainnya hanya diam tidak mengungkapkan pendapatnya. Proses menyimak memerlukan perhatian serius dari mahasiswa. Oleh karena itu, perlu adanya model pembelajaran yang diterapkan dosen kepada mahasiswa yang inovatif guna mengubah pola pembelajaran ke arah yang lebih baik. Jenis penelitian yang digunakan adalah deskriptif kualitatif. Hasil penelitian menunjukan bahwa dosen menggunakan semua media yang ada di laboratorium utamanya media audio visual yang bisa digunakan secara interaktf. Selain itu, media interaktif adalah media audio visual yang digunakan dosen pengajar sebagai alat bantu dalam menyampaikan materi pembelajaran keterampilan menyimak kritis. Dalam hal ini dosen menggunakan komputer, proyektor, seperangkat multimedia lengkap dengan headset di masing masing kursi. Media audio visual dipilih dari sumber internet seperti di youtube yang berupa rekaman materi yang dipilih sedemikian rupa untuk membantu proses menyimak kritis agar lebih mudah dipahami mahasiswa Tadris Bahasa Indonesia IAIN Madura. Di sisi lain, mahasiswa merasa terbantu dalam hal menyimak dengan menggunakan media interaktif. Sebaliknya mereka merasa bosan jika pembelajaran keterampilan menyimak hanya diisi dengan diskusi atau metode ceramah. Mereka kurang konsentrasi dan terkadang mudah mengantuk. Adapun faktor pendukung dalam pembelajaran keterampilan menyimak ini adalah kondisi kelas yang kondusif ditambah dengan multimedia yang membantu jalannya proses belajar mengajar keterampilan menyimak kritis. Faktor penghambatnya terletak pada perangkat laboratorium, dalam hal ini headset yang tidak semuanya berfungsi dengan baik. Pada media yang digunakan, jika durasi terlalu panjang, mahasiswa akan kesulitan untuk menyimpulkan keseluruhan isi dari bahan simakan yang di sajikan.
Kearifan Lokal Madura Rokat Bhuju’ Siti Rohana sebagai Alternatif Muatan Lokal Era Merdeka Belajar Effendy, Moh. Hafid; Maulidiawati, Maulidiawati; Putikadyanto, Agus Purnomo Ahmad
GHANCARAN: Jurnal Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia 2022: SPECIAL EDITION: LALONGET III
Publisher : Tadris Bahasa Indonesia, Fakultas Tarbiyah, Institut Agama Islam Negeri Madura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.19105/ghancaran.vi.7453

Abstract

This research examines and describes the existence of the local wisdom of Madura rokat bhuju' Siti Rohana as an alternative to local content in the era of independent learning. The focus of the research reveals 1) the manifestation of the existence of local wisdom of the Madurese people of Rokat Bhuju' Siti Rohana, 2) the procession of the existence of local wisdom of the Madurese people of Rokat Bhuju' Siti Rohana, and 3) the message contained in Rokat Bhuju' Siti Rohana. This research uses a qualitative approach with a descriptive type. Data collection techniques were carried out by means of interviews, observation, and documentation. The results of the study show that: 1) The manifestation of the existence of the local wisdom of Rokat Bhuju' is in the form of continuing to carry out traditional ceremonies and giving tambul (bu'-sobu') or food. 2) The Bhuju Rokat procession was initially carried out by slaughtering a plain white chicken by the caretaker, the community prepared skol rice, kocor snack cakes, and grilled chicken. After the community has gathered, the rokat procession begins with the reading of Yasin's letter, Tahlil, prayer, and ends with the exchange of snacks between the communities brought to the event. 3) ordered rokat bhuju' to keep away from disasters, and the economy of the surrounding community improves smoothly. The positive values contained in Siti Rohana's bhuju' rokat can be used as local content for typical Madurese learning.
Potret Tubuh Perempuan dalam Iklan Body Lotion: Analisis Wacana Kritis Norman Fairclough Suhartatik , Suhartatik; Effendy, Moh. Hafid; Putikadyanto, Agus Purnomo Ahmad; Sultan , Sultan
GHANCARAN: Jurnal Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia Vol. 6 No. 1 (2024)
Publisher : Tadris Bahasa Indonesia, Fakultas Tarbiyah, Institut Agama Islam Negeri Madura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.19105/ghancaran.v6i1.14330

Abstract

This research was motivated by the researcher's interest in uncovering the meaning behind body lotion advertisements, which the majority of women used as objects of advertising study. The aim is to describe the portrait of women's bodies in Body Lotion advertisements using Norman Fairclough's critical discourse analysis theory. The appearance of women in various mass media, such as print, visual and electronic media, does not fully represent an appropriate space for viewing women critically regarding their position in society, socio-economics, even in the realm of political solidarity. This research uses a qualitative descriptive method to examine the language used in Body Lotion advertisements. especially those depicting portraits of women's bodies. The results of this research indicate that critical discourse analysis of women in Body Lotion advertisements places more emphasis on social analysis and institutional context of language and discourse. This can help us understand the language of Body Lotion advertising to women produced and disseminated in the context of marketing policies and the cosmetics industry which is dominated by large companies.
Personal Deixis in the Madurese Translation of Surah Yaseen Adriana, Iswah; Effendy, Moh. Hafid; Ayuanita, Kristanti; Putikadyanto, Agus Purnomo Ahmad; Wulansari, Retno
OKARA: Jurnal Bahasa dan Sastra Vol. 18 No. 1 (2024): OKARA: Jurnal Bahasa dan Sastra
Publisher : Center of Language Development, Institut Agama Islam Negeri Madura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.19105/ojbs.v18i1.12103

Abstract

Accurately interpreting the Qur'an is always challenging, especially within the Madurese translation of Surah Yaseen. Given the linguistic intricacies and the cultural context of Madura's devout Muslim community and its Tahlil tradition, it is necessary to identify and understand personal deixis accurately to avoid misunderstandings and ensure faithful interpretation of the sacred text. This study focuses on various personal deixis in Madurese to identify its forms and references in Surah Yaseen. By employing a qualitative descriptive approach and observational method with advanced note-taking, the study scrutinizes verses bearing personal deixis in the Madurese translation. The research findings reveal several forms of personal deixis: Sèngko' (I/Allah), sèngko' (me/other than Allah), kaulâ (me), Sèngko' (We/Allah), sèngko' kabbhi (us/other than Allah), bâ'na (you), bâ'na kabbhi (all of you), (orèng) jâreya (him), and (rèng-orèng) jâreya (them). Those personal deixes refer to Allah, the Prophet Muhammad, the Arabs, residents of the land of Intakiyah, the apostles of Allah, the unbelievers, Habib an-Najar, and Allah's creatures. The researcher highlights the presence of the same personal deixis form, Sèngko', in both singular and plural first person in Madurese, referring to Allah, which may lead to confusion in comprehension, thus suggesting future translation teams distinguish between the singular and plural forms of "Sèngko'" to avoid confusion among readers.
Analisis Satire dalam Program "In My Sotoy Opinion" di Narasi TV pada Bulan Februari Tahun 2022: Satire Analysis in "The In My Sotoy Opinion" Program on Narasi TV in February 2022 Fitriyatullaili, Fitriyatullaili; Putikadyanto, Agus Purnomo Ahmad; Efendi, Agik Nur; Effendy, Moh Hafid
Kibas Cenderawasih Vol. 20 No. 1 (2023): Kibas Cenderawasih, April 2023
Publisher : Balai Bahasa Provinsi Papua

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26499/kc.v20i1.346

Abstract

Satire is a style of language that is used to satirize someone about something or the form of argument given by someone which often invites laughter. This article aims to find out the form of satire In My Sotoy Opinion program on Narasi TV in Februari 2022. This research uses a descriptive qualitative approach. The data from this study are transcripts of satirical utterances from YouTube in My Sotoy Opinion program on Narasi TV in Februari 2022. Data collection techniques used download, listening, and note-taking techniques, while data analysis in this study was carried out by identifying data, data classification, and data description. The results of the study show that the satirical sentences uttered by Devan Yulio Setiawan as the host of this program generally discuss social phenomena that are being discussed virally on social media. It can be concluded that the majority is dominated by satire in the form of irony. The findings of satire in the In My Sotoy Opinion Program form an attraction to the audience because it is motivational content that has a different concept from motivational content in general.
IMPLEMENTATION OF ISLAMIC EDUCATION CURRICULUM MANAGEMENT BASED ON PESANTREN LOCAL WISDOM IN THE ERA OF DISRUPTION Effendy, Moh Hafid; Putikadyanto, Agus Purnomo Ahmad; Rizam, Masyithah Maghfirah
re-JIEM (Research Journal of Islamic Education Management) Vol. 7 No. 1 (2024)
Publisher : Prodi MPI Fakultas Tarbiyah IAIN Madura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.19105/re-jiem.v7i1.10607

Abstract

This research is motivated by the development of Islamic religious education at Madrasah Aliyah Pondok Pesantren Mambaul Ulum Bata-Bata, where the curriculum patterns have become increasingly diverse over time. The purpose of this study is to describe the implementation of Islamic education curriculum management based on the local wisdom of the pesantren. A qualitative approach with a phenomenological type is used. Data was collected through interviews, observations, and documentation. Data analysis was conducted through the stages of reduction, data display, and conclusion drawing/verification. The results of the study show that the curriculum is implemented through the stages of planning, curriculum implementation, structured program arrangements, assignment of teaching duties, and curriculum evaluation or assessment. Meanwhile, the subjects programmed by the pesantren are integrated into the learning process at Madrasah Aliyah, consisting of two majors: Science and Social Studies, including Science, Taruna, Research, Regular, and Intensive classes.
Analisis Penggunaan Bahasa Vulgar Kalangan Anak Milenial pada Game Mobile Legends di Desa Larangan Luar Larangan Pamekasan As Syawaliyah, St. Suhaimah; Putikadyanto, Agus Purnomo Ahmad; Efendi, Agik Nur; Effendy, Moh. Hafid
Lingua Skolastika Vol 2 No 1 (2023): LINGUA SKOLASTIKA: Jurnal Bahasa dan Sastra Indonesia serta Pembelajarannya (LINS
Publisher : Program Studi Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia, FKIP, Universitas Jember

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.19184/linsko.v2i1.38675

Abstract

Vulgar merupakan variasi sosial yang ciri-cirinya berupa pemakaian bahasa oleh kalangan yang kurang terpelajar atau dari kalangan yang tidak berpendidikan sesuai tingkat intelektual penuturnya. Oleh karena itu bahasa yang digunakan adalah bahasa dengan kata-kata kasar. Kata kasar inilah yang menjadi ciri khas bahasa vulgar. Penelitian mengenai penggunaan bahasa vulgar terjadi pada kalangan anak milenial pada game mobile legends ini bertujuan untuk mendeskripsikan bentuk dan jenis bahasa vulgar yang dituturkan anak milenial Larangan Luar, Larangan, Pamekasan. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan jenis deskriptif. Sumber data diperoleh melalui data primer yaitu kalangan anak milenial pemain game mobile legends dan data sekunder bisa berupa jurnal, buku, foto maupun internet yang terkait dengan penelitian. Prosedur pengumpulan data melalui metode simak dengan beberapa teknik dasar berupa teknik sadap, teknik simak bebas libat cakap, dan teknik catat serta dokumentasi. Analisis data melalui reduksi data, penyajian data, penarikan kesimpulan. Pengecekan keabsahan data dilakukan melalui uji kredibilitas dengan teknik triangulasi sumber. Berdasarkan hasil penelitian, maka dapat disimpulkan. Pertama, adanya bentuk-bentuk bahasa vulgar yang biasa digunakan dalam permainan game mobile legends, bentuknya diklasifikasikan pada dua bentuk bahasa vulgar berupa bentuk vulgar bahasa Indonesia dan bentuk vulgar bahasa Daerah atau bahasa Madura. Kedua, jenis bahasa vulgar yang sering digunakan anak milenial dalam permainan game terdapat 8 penggunaan jenis yang berbeda ketika bertutur kata, meliputi keadaan, binatang, makhluk halus, benda-benda, bagian tubuh, kekerabatan, aktivitas, profesi. Namun dari 8 jenis tersebut hanya 1 yang tidak digunakan yaitu jenis kekerabatan.