Claim Missing Document
Check
Articles

Found 30 Documents
Search

Implementasi Metode Six Sigma DMAIC Pada Proses Penerimaan Barang Di Warehouse Incoming PT XYZ Subekti, Arif; Feriaty, Syarah Rizkia; Maulidani, Bagas Caesar
Innovative: Journal Of Social Science Research Vol. 5 No. 4 (2025): Innovative: Journal Of Social Science Research
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/innovative.v5i4.19983

Abstract

Proses penerimaan barang di PT XYZ masih menghadapi berbagai ketidaksesuaian seperti perbedaan jumlah, kerusakan fisik, dan ketidaksesuaian spesifikasi dengan PO, yang berdampak pada akurasi stok dan efisiensi distribusi ke workshop dan customer. Sebagai perusahaan trading, ketepatan suplai menjadi faktor penting. Penelitian ini bertujuan mengidentifikasi penyebab ketidaksesuaian serta memberikan rekomendasi perbaikan menggunakan metode Six Sigma dengan pendekatan DMAIC dan analisis 5W+1H. Sebelum perbaikan, nilai sigma rata-rata sebesar 2,79 dengan 98.525 DPMO. Setelah penerapan instruksi kerja, checklist standar, pelatihan petugas, dan optimalisasi ERP, nilai sigma meningkat menjadi 3,54 dan DPMO menurun menjadi 20.675. Hasil ini menunjukkan bahwa Six Sigma efektif dalam meningkatkan kualitas proses penerimaan barang di warehouse incoming PT XYZ. Kata Kunci: DMAIC, penerimaan barang, pengendalian kualitas, Six Sigma, warehouse incoming
Penjara sebagai Lembaga Pendisiplinan: Sejarah Kehidupan Sehari-Hari di Penjara Perempuan Malang, 1984-2004 Muhtarom, Ian Iradatillah; Subekti, Arif
Fajar Historia: Jurnal Ilmu Sejarah dan Pendidikan Vol 9 No 2 (2025): Agustus
Publisher : Universitas Hamzanwadi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29408/fhs.v9i2.29828

Abstract

This research aims to examine the history everyday of life in Malang Women's Prison in the period 1984-2004 using historical methods, focusing on the continuity that occurred in daily life in prison after the correctional concept was implemented in 1964. The research focused on two daily routines in Malang Women's Prison: meals and skills training. The History of Everyday Life approach in this research is used to reconstruct the history of prison as a disciplinary institution using the perspective of everyday life. The conclusions of this research are; first, Malang Women's Prison was built as a marker of infrastructure progress and a symbol of stability of the urban environment, because of the prison's function as a place to discipline urban society; second, the State intervenes in all aspects of the daily life of prisoners through regulations applied in Malang Women's Prison; third, discipline is a discourse developed by Foucault as a genealogy of power in the early 19th century where routines as part of daily life, are part of discipline, with the aim of creating obedient bodies through power control.
Kuasa, Ruang, dan Identitas: Studi Kasus Trimurjo-Metro, 1935–1942 M. Nehza Rausan Shadra; Arif Subekti
JURNAL JAWI Vol 8 No 2 (2025): Islam, Social Dynamics, and Modernity
Publisher : Universitas Islam Negeri Raden Intan Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24042/00202582841000

Abstract

Studi ini mengkaji bagaimana perencanaan ruang kolonial Belanda membentuk identitas perkotaan dan hierarki sosial di permukiman hinterland Trimurjo–Metro, Lampung, antara 1935 dan 1942. Dengan desain studi kasus historis, penelitian ini menganalisis arsip kolonial Belanda, laporan resmi, surat kabar, dan peta melalui kerangka teoretis terpadu: produksi ruang Lefebvre, biopolitik Foucault, dan dualisme kota kolonial King. Temuan menunjukkan tatanan sosio-spasial yang sengaja disegregasi: permukiman migran Jawa terintegrasi dengan infrastruktur modern dan jaringan administratif, sementara komunitas asli Lampung secara sistematis terpinggirkan ke zona pinggiran. Rekayasa ruang ini berfungsi sebagai instrumen utama kekuasaan dan pembentukan identitas kolonial. Studi menyimpulkan bahwa desain perkotaan kolonial di wilayah hinterland merupakan alat politik yang kuat untuk menciptakan hierarki sosial melalui segregasi terencana. Kontribusi studi terletak pada penekanan peran perencanaan ruang dalam konstruksi identitas di luar kota-kota pelabuhan besar, sekaligus menegaskan kebutuhan penelitian sejarah lisan untuk melengkapi perspektif arsip.
Historiografi Islam Nusantara: Sebuah Identifikasi Asmawati, Rika inggit; Subekti, Arif
Al-Isnad: Journal of Islamic Civilization History and Humanities Vol. 1 No. 1 (2020): Al-Isnad: Journal of Islamic Civilization History and Humanities
Publisher : UIN Raden Mas Said Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (223.251 KB) | DOI: 10.22515/isnad.v1i1.2707

Abstract

Islam was, and still, one of mainstream themes of Indonesia historiography. This article aims to identify some historical studies of Islam in the Archipelago. The spirit of decolonization, the sublimation of asian values, official history projection, and or alternative historiography, are temporarily identifications among Indonesian islamic history, sublimation sublimation.
WANUA NUSANTARA: PRAKTIK PEMBUMIAN NILAI-NILAI PANCASILA DI KALANGAN GENERASI MUDA Shofa, Abd. Mu’id Aris; Kodir, Abdul; Alfaqi, Mifdal Zusron; Subekti, Arif
Jurnal Praksis dan Dedikasi Sosial Vol. 2 No. 1 (2019)
Publisher : Universitas Negeri Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Tujuan dari penulisan artikel ini adalah untuk mengetahui kendala-kendala apa saja yang dihadapi oleh pemuda di kelurahan sisir dalam menanamkan nilai-nilai Pancasila dan untun mengetahui upaya yang dapat dilakukan untuk memotivasi pemuda dalam menanamkan nilai-nilai Pancasila. Metode pelakasanaan yang digunakan adalah pertama, analisis situasi masyarakat dengan dua tahapan yaitu khalayak sasaran dan menentukan bidang permasalahan yang akan dianalisis. Setelah itu ada rencana pemecahan masalah dan rencana pelaksanaan kegiatan serta yang terakhir yaitu evaluasi kegiatan dan hasil, adapun lokasi kegiatan di kelurahan sisir kecamatan batu kota batu, hasil dari pengabdian ini menunjukan bahwa ketidak tahuan akan realitas keindonesian yang sangat multicultural dan penuh keberagaman, sehingga membuat para pemuda belum mampu secara konkrit untuk mengimplementasikan nilai-nilai Pancasila. Upaya pemberian pelatihan kader Pancasila mempunyai dampak yang sangat positif bagi pemuda khususnya di kelurahan sisir kecamatan batu kota batu sehingga mampu mengimplementasikan nilai-nilai Pancasila dalam praktik kehidupan sehari-hari.
PELATIHAN KARYA TULIS ILMIAH DAN PENGELOLAAN JURNAL ELEKTRONIK SEBAGAI MEDIA HALAQOH ILMIAHDI PESANTREN LUHUR Idris, Idris; Subekti, Arif; Sulistyo, Wahyu Djoko
Jurnal Praksis dan Dedikasi Sosial Vol. 3 No. 1 (2020)
Publisher : Universitas Negeri Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Karya tulis ilmiah dan publikasi merupakan produk yang menjadi tuntutan dalam dunia akademik. Halaqoh ilmiah merupakan salah satu program rutin yang dilaksanakan oleh pesantren Luhur untuk memberikan pemahaman dan pengalaman keilmuan kepada santri. Namun demikian, dalam pelaksanaannya, karya-karya yang dibuat dan dipresentasikan oleh santri pada kegiatan tersebut, belum tersusun sesuai dengan kaidah penulisan ilmiah. Oleh karena itu, diperlukan adanya pelatihan karya tulis ilmiah dan sekaligus pelatihan pengelolaan jurnal elektronik agar para santri bisa menulis sekaligus memberikan mereka media untuk mempublikasikan karya mereka dalam bentuk jurnal online yang bisa dinikmati dan dibaca oleh publik secara luas. Kegiatan pelatihan ini dilaksanakan di pondok pesantren Luhur dengan Tim Pengabdian menjadi narasumber pada kedua acara tersebut. Hasil dari kegiatan pelatihan ini sangat memuaskan, semua peserta antusias dan memahami secara komprehensif materi pelatihan. Selain itu, bagi para santri yang menjadi perwakilan dalam pelatihan pengelolaan jurnal secara online. Evaluasi pasca pelatihan menunjukkan bahwa tim editor dari pesantren dapat mengoperasionalkan sistem Open Journal System (OJS) dengan baik.
Hubungan Minat dan Motivasi dengan Hasil Belajar pada Materi Proklamasi Kemerdekaan Indonesia di SMK Muhammadiyah 5 Kepanjen Arini Sa'adah; Arif Subekti
Fajar Historia: Jurnal Ilmu Sejarah dan Pendidikan Vol 9 No 3 (2025): Desember
Publisher : Universitas Hamzanwadi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29408/fhs.v9i3.30603

Abstract

Interest and motivation are important in learning. Student learning outcomes are influenced by student interest and motivation. It shows that there is a relationship between interest and motivation with student learning outcomes. The purpose of this study is to measure the extent of the relationship between student interest and motivation to learn with student learning outcomes on the material of the Proclamation of Indonesian Independence. This research uses quantitative research with survey method. The instruments used to collect data are interest and motivation questionnaires and tests in the form of 25 multiple choice questions. The sample used was students of class XI MPLB 2 SMK Muhammadiyah 5 Kepanjen which amounted to 22 students. The analysis techniques used were qualitative analysis techniques including normality test, one sample T test to see the level of interest, motivation, and student learning outcomes, correlation test, single regression test, multiple correlation test, multiple regression test, and determination calculation to test the hypothesis. The results of this study indicate that interest and motivation have a weak and insignificant positive influence on student learning outcomes. Simultaneously, interest and learning motivation have an influence on student learning outcomes by 0.07%.
Signifikansi Peristiwa Malari 74: Mahasiswa dalam Lanskap Politik Indonesia Donny Maulana; Hariyono Hariyono; Indah Wahyu Puji Utami; Aditya Nugraha Widiadi; Arif Subekti
REFORMASI Vol 16, No 1 (2026)
Publisher : Universitas Tribhuwana Tunggadewi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33366/rfr.v16i1.7529

Abstract

The New Order's economic policy, which relied on foreign investment (PMA) and foreign debt (IGGI), paradoxically engendered dependency, sharp socio-economic inequality, and the marginalization of domestic enterprises, despite its success in curbing inflation. This research aims to analyze the historical significance of the 1974 Malari Incident as the culmination of public unrest spearheaded by students. Employing Kuntowijoyo's historical research method, this study examines primary sources, such as archives and contemporary news reports, as well as secondary literature. The findings reveal how discontent over the impacts of development was successfully consolidated by figures like Hariman Siregar, transforming sporadic actions into a solid mass movement. This movement raised the central issues of the dominance of foreign capital, particularly from Japan, and the controversial role of the presidential Personal Assistants (Aspri). In conclusion, the fundamental significance of the Malari Incident transcends that of a momentary political protest. The event reaffirms the historical thesis that national consciousness and responsibility are a calling for every intellectual, regardless of their academic discipline a principle reflected by medical and engineering students during the national movement era. They are called to "diagnose" and "treat" societal ills, such as injustice, thereby proving the essential role of students as a moral and intellectual force within Indonesia's political landscape.Kebijakan ekonomi Orde Baru yang bertumpu pada modal asing (PMA) dan utang luar negeri (IGGI), meski berhasil menekan inflasi, secara paradoksal justru melahirkan ketergantungan, ketimpangan sosial-ekonomi tajam, dan marginalisasi usaha domestik. Penelitian ini bertujuan menganalisis signifikansi historis Peristiwa Malari 1974 sebagai puncak artikulasi keresahan publik yang dimotori oleh mahasiswa. Dengan menggunakan metode penelitian sejarah Kuntowijoyo, kajian ini mengkaji sumber primer berupa arsip dan berita sezaman serta literatur sekunder. Hasil penelitian menunjukkan bagaimana kekecewaan atas dampak pembangunan berhasil dikonsolidasikan oleh figur seperti Hariman Siregar dari berbagai aksi sporadis menjadi gerakan massa yang solid. Gerakan ini mengangkat isu sentral tentang dominasi modal asing, khususnya Jepang, dan peran kontroversial Asisten Pribadi (Aspri) presiden. Simpulannya, signifikansi fundamental Malari melampaui gugatan politik sesaat. Peristiwa ini menegaskan kembali tesis historis bahwa kesadaran dan tanggung jawab kebangsaan adalah panggilan bagi setiap kaum terpelajar, tanpa tersekat disiplin ilmu—sebagaimana tercermin pada para mahasiswa kedokteran dan teknik di era pergerakan nasional. Mereka terpanggil untuk "mendiagnosis" dan "mengobati" penyakit masyarakat seperti ketidakadilan, membuktikan peran esensial mahasiswa sebagai kekuatan moral dan intelektual dalam lanskap politik Indonesia. 
Rekaman Jiwa Zaman dan Nilai-Nilai Intelektual Kiyai Ihsan Muhammad Dahlan Jampes Melalui Kitab Siraj al-Thalibin dan Kitab Irsyad al-Ikhwan fi Bayan Hukmi Syurbi al-Qahwah wa al-Dukhan (1901–1952) Muhammad Ngaqib Al Faaiziin; Arif Subekti
Historiography: Journal of Indonesian History and Education Vol 6, No 1 (2026)
Publisher : Universitas Negeri Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17977/um081v6i12026p44-55

Abstract

Artikel ini akan membahas bagaimana rekaman jiwa zaman beserta dengan nilai-nilai intelektual kiyai Ihsan Muhammad Dahlan Jampes terhitung sejak tahun 1901 sampai dengan tahun 1952, dengan menggunakan sumber-sumber yang berasal dari kitab kuning karangan kiyai Ihsan Muhammad Dahlan Jampes, buku dan artikel jurnal. Dengan harapan dengan adanya artikel ini dapat dijadikan sebagai sebuah referensi bahwasannya kita perlu untuk menjaga dan melestarikan tradisi yang telah kita miliki. Sehingga dapat dilakukan langkah yang tepat untuk menjaga dan melestarikan tradisi kitab kuning tersebut. Dan dapat memberikan kontribusi bagi keilmuan sejarah sebagai referensi di masa lalu untuk menjadi bekal dalam menghadapi perkembangan zaman di masa yang akan datang.
Candi Badut dan potensinya sebagai sumber belajar di Kota Malang Rosy Ayu Fraditasari; Arif Subekti
Historiography: Journal of Indonesian History and Education Vol 5, No 4 (2025)
Publisher : Universitas Negeri Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17977/um081v5i42025p263-272

Abstract

Di Kota Malang terdapat banyak sekolah. Sekolah-sekolah ini tentu memerlukan sumber belajar, karena sumber belajar merupakan salah satu faktor penting dalam proses pembelajaran. Pada Artikel ini menggunakan metode penelitian kepustakaan. Malang juga memiliki banyak situs bersejarah, dimana situs ini dapat dimanfaatkan sebagai sumber belajar. Salah satu candi di Malang adalah Candi Badut. Sebagai situs bersejarah tentu Candi Badut dapat digunakan sebagai sumber belajar mata pelajaran sejarah. Namun Candi Badut juga berpotensi sebagai sumber belajar pada mata pelajaran lain seperti seni budaya untuk membuat desain motif batik. Candi Badut juga berpotensi sebagai sumber belajar pada beberapa jurusan di Sekolah Menengah Kejuruan. Beberapa SMK di Malang terdapat beberapa jurusan yang dapat menggunakan Candi Badut sebagai sumber belajar. Pada jurusan Kriya Kreatif Kayu, Kriya Kreatif Keramik dan Kriya Kreatif Tekstil. Relief dan arca Candi Badut dapat dikembangkan sebagai ide desain. Pada jurusan Desain Grafika dan Produksi Grafika dapat mengembangkan desain dan produk yang terinspirasi dari Candi Badut. Candi badut dapat digunakan sebagai latihan untuk mengurus suatu perjalanan wisata, oleh karena itu dapat digunakan sebagai sumber belajar pada jurusan Usaha Perjalanan Wisata.