Claim Missing Document
Check
Articles

Found 32 Documents
Search

Social Support, Emotion Regulation, and Parenting Stress as Predictors of Harsh Parenting among Pseudo-Single Parent Indi Maretia; Tin Herawati; Megawati Simanjuntak
Journal of Educational, Health and Community Psychology VOL 15 NO 3 SEPTEMBER 2026
Publisher : Universitas Ahmad Dahlan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.12928/jehcp.vi.32741

Abstract

Harsh parenting among pseudo-single mothers represents an important family issue because limited partner involvement in childcare may increase parenting demands and psychological burdens. This study aimed to examine the roles of social support, emotion regulation, and parenting stress in explaining harsh parenting among working mothers experiencing pseudo-single parenting conditions. A quantitative explanatory cross-sectional design was conducted involving working mothers who met the criteria for pseudo-single parenting. Data were collected using validated instruments measuring social support, emotion regulation, parenting stress, and harsh parenting, and were analyzed using Partial Least Squares Structural Equation Modeling (PLS-SEM). The findings showed that social support contributed significantly to emotion regulation through cognitive reappraisal and expressive suppression strategies. However, social support did not directly reduce parenting stress but influenced parenting stress through emotion regulation mechanisms. Emotion regulation was associated with lower parenting stress, whereas parenting stress was related to increased harsh parenting tendencies. These findings highlight that psychological mechanisms play an important role in explaining parenting outcomes among pseudo-single mothers. Strengthening social support networks and enhancing emotion regulation capacity may provide important strategies to help mothers manage parenting stress and promote adaptive parenting practices.
Sekolah Keluarga Menikah Dini (Siaga Dini): Program Penyuluhan Kehidupan Berkeluarga pada Keluarga Penyintas Perkawinan Anak di Kabupaten Tasikmalaya, Jawa Barat Tin Herawati; Susri Adeni; Risda Rizkillah; Ismayanti Pratiwi; Iseu Siti Aisyah; Octaria Intan Cahayani; Firyal Azahrin Putri Nareswari
Jurnal Abdi Masyarakat Indonesia Vol 6 No 1 (2026): JAMSI - Januari 2026
Publisher : CV Firmos

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54082/jamsi.2532

Abstract

Perkawinan anak merupakan permasalahan sosial yang banyak terjadi di Indonesia dan berdampak terhadap aspek sosial, ekonomi, serta psikologis keluarga. Pasangan yang menikah di usia anak umumnya rentan mengalami konflik, perceraian, serta pengasuhan yang kurang optimal. Kabupaten Tasikmalaya menjadi daerah dengan angka dispensasi nikah dan perceraian tertinggi di Jawa Barat, sehingga diperlukan upaya penguatan kapasitas keluarga penyintas perkawinan anak agar mampu menjalankan fungsi keluarga secara optimal. Kegiatan ini dilakukan dalam bentuk penyuluhan yang berisi materi mengenai komunikasi dan interaksi keluarga, manajemen keuangan, pengasuhan dan stimulasi, gizi untuk tumbuh kembang anak, implementasi fungsi keluarga, dan merawat kesehatan reproduksi.  Kegiatan dilakukan dengan media modul, diskusi, dan sesi tanya jawab untuk mendorong keterlibatan aktif peserta. Evaluasi pemahaman dilakukan melalui pre-test dan post-test serta diskusi dan tanya jawab. Kegiatan dilaksanakan pada Bulan Oktober 2025 dengan melibatkan 50 keluarga penyintas perkawinan anak. Hasil penyuluhan menunjukkan adanya peningkatan pemahaman peserta terhadap materi yang diberikan, yang ditunjukkan dengan kenaikan nilai post-test sebesar 14.9 poin. Peserta berpartisipasi aktif selama kegiatan serta pada sesi diskusi dan tanya jawab. Kegiatan ini berkontribusi dalam meningkatkan kapasitas keluarga penyintas perkawinan anak dalam memahami peran dan fungsi keluarga sebagai bagian dari upaya untuk penguatan kualitas keluarga dan tumbuh kembang anak.