Claim Missing Document
Check
Articles

Found 6 Documents
Search
Journal : Journal of Innovative and Creativity

Faktor-Faktor Penghambat Pelayanan Jasa Transportasi Online (Grab) Di Kota Gorontalo Chintia Desiana Tenges; Sofyan AlHadar; Andi Yusuf Katili
Journal of Innovative and Creativity Vol. 5 No. 2 (2025)
Publisher : Fakultas Ilmu Pendidikan Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/joecy.v5i2.1689

Abstract

Transformasi digital dalam sektor transportasi telah menghadirkan layanan berbasis aplikasi seperti Grab yang menawarkan kemudahan, kecepatan, dan efisiensi dalam mobilitas masyarakat. Namun, implementasi layanan ini di kota-kota berkembang seperti Gorontalo masih menghadapi sejumlah kendala yang berdampak pada kualitas pelayanan. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi dan menganalisis faktor-faktor yang menghambat pelayanan jasa transportasi online Grab di Kota Gorontalo. Metode yang digunakan adalah pendekatan kualitatif dengan teknik pengumpulan data melalui wawancara mendalam kepada pengguna dan mitra pengemudi, serta observasi lapangan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa faktor penghambat utama meliputi keterbatasan infrastruktur digital, rendahnya literasi teknologi pengguna dan pengemudi, ketidaksesuaian estimasi tarif dan waktu, serta lemahnya pengawasan terhadap kualitas layanan. Selain itu, ketidakjelasan regulasi lokal juga turut mempersulit adaptasi operasional Grab di wilayah ini. Temuan ini menunjukkan perlunya sinergi antara pihak penyedia layanan, pemerintah daerah, dan masyarakat untuk menciptakan ekosistem transportasi online yang lebih responsif, inklusif, dan berkelanjutan.
Faktor-Faktor Penunjang Kualitas Pelayanan Administrasi Kependudukan Di Kelurahan Wongkaditi Barat Kota Gorontalo Srisopyana Latif; Rukiah Nggilu; Sofyan Alhadar
Journal of Innovative and Creativity Vol. 5 No. 2 (2025)
Publisher : Fakultas Ilmu Pendidikan Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/joecy.v5i2.2824

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui apa saja faktor - faktor penunjang kualitas pelayanan administrasi kependudukan di Kelurahan Wongkaditi Barat. Dalam penelitian ini, digunakan jenis penelitian kualitatif.Teknik pengumpulan data dalam penelitian ini dilakukan melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa kualitas pelayanan administrasi kependudukan di Kelurahan Wongkaditi Barat masih belum optimal akibat berbagai permasalahan, terutama kesenjangan persepsi antara pihak internal dan masyarakat terkait keandalan, responsivitas, serta kondisi fisik pelayanan. Meskipun pihak kelurahan menilai petugas telah bekerja sesuai prosedur dan melakukan upaya perbaikan, masyarakat masih menilai pelayanan lambat, kurang profesional, dan tidak komunikatif. Adapun saran dalam penelitian ini ialah kualitas pelayanan administrasi kependudukan di Kelurahan Wongkaditi Barat sangat dipengaruhi oleh konsistensi pelayanan, kecepatan respons petugas, serta kelengkapan dan kenyamanan fasilitas fisik. Upaya peningkatan melalui pelatihan petugas, pemanfaatan teknologi, pelayanan yang cepat dan ramah, serta penyediaan sarana prasarana yang memadai merupakan faktor penting dalam menciptakan pelayanan publik yang profesional, terpercaya, dan berorientasi pada kepuasan masyarakat.
Implementasi Pelayanan Publik Berbasis Online Melalui Aplikasi Bookcabin Pt Lion Air Group Bandara Djalaludin Gorontalo Ruqaiyah Yunus Azis; Sofyan Alhadar; Misbahudin Djaba
Journal of Innovative and Creativity Vol. 5 No. 2 (2025)
Publisher : Fakultas Ilmu Pendidikan Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/joecy.v5i2.2988

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui bagaimana implementasi layanan publik berbasis online melalui aplikasi Bookcabin oleh PT Lion Air Group di Bandara Djalaludin Gorontalo. Layanan ini dihadirkan untuk mempermudah proses check-in penumpang secara mandiri dan efisien, sejalan dengan perkembangan teknologi digital dalam sektor pelayanan publik. Fokus utama penelitian terletak pada tiga aspek utama dalam implementasi kebijakan, yaitu disposisi, komunikasi, dan sumber daya, sebagaimana dikaji dalam teori implementasi kebijakan publik. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif kualitatif dengan teknik pengumpulan data berupa observasi lapangan, wawancara mendalam dengan penumpang dan staf bandara, serta studi dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa meskipun aplikasi Bookcabin telah tersedia dan diupayakan penggunaannya, tingkat adopsi masih rendah. Faktor disposisi menunjukkan bahwa sebagian penumpang belum memahami cara menggunakan aplikasi, masih terikat pada kebiasaan lama, serta terdapat kendala bahasa. Dari aspek sumber daya, masih ditemukan keterbatasan dalam dukungan staf terhadap penumpang yang mengalami kesulitan teknis. Sedangkan dari sisi komunikasi, sosialisasi aplikasi belum sepenuhnya efektif, di mana penumpang merasa kurang mendapat informasi yang jelas dan mudah dipahami. Penelitian ini merekomendasikan agar Lion Air meningkatkan efektivitas implementasi aplikasi Bookcabin melalui sosialisasi yang intensif dan multikanal, pelatihan staf untuk layanan bantuan langsung, serta penyediaan panduan visual yang sederhana. Upaya ini diharapkan dapat meningkatkan kenyamanan layanan dan memperluas jangkauan penggunaan aplikasi digital dalam sistem pelayanan transportasi udara.
Kinerja Aparatur Desa Tolutu Kecamatan Tomini Kabupaten Bolaang Mongondow Selatan Sri Meylan Kulati; Sofyan Alhadar; Misbahudin Djaba
Journal of Innovative and Creativity Vol. 5 No. 2 (2025)
Publisher : Fakultas Ilmu Pendidikan Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/joecy.v5i2.2989

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui bagaimana kinerja aparat Desa Tolutu kab. Bolaang Mongondow Selatan. Penelitian ini menggunakan jenis deskriptif dengan pendekatan kualitatif. Pengumpulan data dilakukan melalui observasi dan wawancara menggunakan pedoman wawancara yang diajukan kepada sejumlah informan dengan fokus kualitas, efektivitas, dan efisiensi. Dilihat dari aspek kualitas yang telah dilakukan mengenai kinerja aparatur desa di Desa Tolutu bahwa kualitas pelayanan publik masih perlu ditingkatkan, dilihat dari aspek efektivitas yang telah dilakukan tentang kinerja aparatur desa di Desa Tolutu, bahwa efektivitas pelayanan publik masih perlu ditingkatkan dan dari aspek efisiensi yang telah dilakukan mengenai kinerja aparatur desa di Desa Tolutu, bahwa efisiensi pelayanan publik masih perlu diperbaiki Pemerintah Desa Tolutu perlu meningkatkan transparansi dan akuntabilitas dalam pengelolaan keuangan desa untuk meningkatkan kepercayaan dan kepuasan masyarakat, Pemerintah Desa Tolutu perlu menggunakan teknologi informasi untuk mempercepat proses administrasi dan mengurangi birokrasi, sehingga meningkatkan efisiensi pelayanan publik. Pemerintah Desa Tolutu perlu melakukan evaluasi dan monitoring secara teratur terhadap kinerja aparat desa untuk mengidentifikasi kelemahan dan kekurangan dalam pelayanan publik dan melakukan perbaikan serta peningkatan kualitas pelayanan.Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui bagaimana kinerja aparat Desa Tolutu kab. Bolaang Mongondow Selatan. Penelitian ini menggunakan jenis deskriptif dengan pendekatan kualitatif. Pengumpulan data dilakukan melalui observasi dan wawancara menggunakan pedoman wawancara yang diajukan kepada sejumlah informan dengan fokus kualitas, efektivitas, dan efisiensi. Dilihat dari aspek kualitas yang telah dilakukan mengenai kinerja aparatur desa di Desa Tolutu bahwa kualitas pelayanan publik masih perlu ditingkatkan, dilihat dari aspek efektivitas yang telah dilakukan tentang kinerja aparatur desa di Desa Tolutu, bahwa efektivitas pelayanan publik masih perlu ditingkatkan dan dari aspek efisiensi yang telah dilakukan mengenai kinerja aparatur desa di Desa Tolutu, bahwa efisiensi pelayanan publik masih perlu diperbaiki. Pemerintah Desa Tolutu perlu meningkatkan transparansi dan akuntabilitas dalam pengelolaan keuangan desa untuk meningkatkan kepercayaan dan kepuasan masyarakat, Pemerintah Desa Tolutu perlu menggunakan teknologi informasi untuk mempercepat proses administrasi dan mengurangi birokrasi, sehingga meningkatkan efisiensi pelayanan publik. Pemerintah Desa Tolutu perlu melakukan evaluasi dan monitoring secara teratur terhadap kinerja aparat desa untuk mengidentifikasi kelemahan dan kekurangan dalam pelayanan publik dan melakukan perbaikan serta peningkatan kualitas pelayanan.
Peran Dinas Lingkungan Hidup Dalam Penanganan Sampah Di Pasar Sentral Kota Gorontalo Sri Wahyuni Kaluku; Sofyan Alhadar; Kurniadi K. Hasan
Journal of Innovative and Creativity Vol. 5 No. 3 (2025)
Publisher : Fakultas Ilmu Pendidikan Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/joecy.v5i3.3310

Abstract

Pengelolaan sampah di pasar tradisional menjadi tantangan penting bagi pemerintah daerah, termasuk di Pasar Sentral Kota Gorontalo yang memiliki aktivitas ekonomi padat. Penelitian ini bertujuan menganalisis peran Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Gorontalo dalam penanganan sampah melalui tiga fungsi utama: fasilitator, regulator, dan dinamisator. Penelitian menggunakan metode deskriptif kualitatif dengan data diperoleh melalui observasi, wawancara, dan telaah dokumen kebijakan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebagai fasilitator, DLH telah menyediakan sarana seperti tempat sampah, armada pengangkut, dan program pembinaan, namun efektivitasnya terkendala keterbatasan anggaran, distribusi fasilitas yang tidak merata, dan rendahnya partisipasi pedagang. Sebagai regulator, DLH menetapkan kebijakan dan aturan pengelolaan sampah, tetapi implementasinya belum optimal akibat ketidaksesuaian fasilitas, jadwal pengangkutan tidak konsisten, serta minimnya sosialisasi dan pengawasan. Peran dinamisator dijalankan melalui aksi bersih pasar dan sosialisasi, namun belum membentuk partisipasi aktif dan budaya kebersihan yang berkelanjutan. Kesimpulannya, meskipun DLH telah menjalankan ketiga perannya, hambatan teknis, kelembagaan, dan partisipasi masyarakat masih menjadi kendala utama. Diperlukan strategi kolaboratif lintas sektor, peningkatan fasilitas, serta edukasi berkelanjutan untuk mewujudkan pengelolaan sampah pasar yang efektif dan berkesinambungan.
KINERJA GURU DALAM MENINGKATKAN KUALITAS PEMBELAJARAN SISWA SMA NEGERI 1 SUWAWA TIMUR KABUPATEN BONE BOLANGO Siti Salsabila Tangahu; Sofyan Alhadar; Jusrin Kadir
Journal of Innovative and Creativity Vol. 5 No. 2 (2025)
Publisher : Fakultas Ilmu Pendidikan Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/joecy.v5i2.3443

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui bagaimana kinerja guru dalam meningkatkan kualitas pembelajaran Siswa SMA Negeri 1 Suwawa Timur Kabupaten Bone Bolango. Guru tidak hanya bertugas menyampaikan materi, tetapi juga menjadi faktor penentu keberhasilan proses belajar mengajar. Penelitian ini menggunakan pendekatan deskriptif kualitatif dengan tujuan untuk menggambarkan kondisi faktual terkait kinerja guru dalam meningkatkan kualitas pembelajaran. Data penelitian diperoleh melalui wawancara, observasi, dan dokumentasi, yang kemudian dianalisis berdasarkan tiga indikator utama, yaitu efektivitas, disiplin, dan kualitas pengajaran. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kinerja guru masih menghadapi beberapa kendala. Dari aspek efektivitas, pembelajaran dinilai kurang optimal karena metode yang digunakan cenderung monoton dan kurang memberikan pengalaman praktis kepada siswa, sehingga menimbulkan kebosanan. Dari aspek disiplin, masih terdapat guru yang sering terlambat atau tidak hadir tanpa pemberitahuan, yang berdampak pada keberlangsungan proses belajar. Sementara itu, dari aspek kualitas, meskipun guru telah berupaya memberikan yang terbaik, tantangan masih muncul pada pengelolaan kelas, pemilihan metode yang bervariasi, serta pemanfaatan teknologi pembelajaran. Adapun rekomendasi untuk mengatasi ini adalah Sekolah perlu mendorong penerapan pembelajaran berbasis proyek (Project-Based Learning) agar siswa lebih aktif dan mampu menghubungkan teori dengan praktik. Kepala sekolah juga diharapkan mempertegas aturan kedisip linan melalui sanksi yang jelas bagi guru yang melanggar. Selain itu, pelatihan yang berfokus pada pengelolaan kelas, variasi metode pengajaran, dan penggunaan teknologi perlu diberikan untuk meningkatkan kapasitas guru. Dengan demikian, proses pembelajaran dapat menjadi lebih efektif, bermakna, dan sesuai dengan tuntutan zaman.