Claim Missing Document
Check
Articles

Found 21 Documents
Search

Upaya Meningkatkan Kemampuan Komunitas Melalui Pelatihan Pembuatan Alat Perangkap Lemak (Grease Trap) Sederhana untuk Pengolahan Air Limbah Rumah Tangga Al-Rosyid, Latifa Mirzatika; Galuh, Senki Desta; Abidin , Asroful; Shofiyah, Rohimatush; Yuswantini, Dwi Vebby Ria
ABDIMASTEK Vol. 4 No. 1 (2025): Juli
Publisher : Universitas Muhammadiyah Jember

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32528/abdimastek.v4i1.3150

Abstract

Limbah cair adalah limbah dengan bentuk fisik cair yang selalu larut dalam air. Oleh karena itu, limbah cair ini dapat bergerak atau mengalir bersama aliran air (Al-Rosyid et al., 2024). Untuk mencegah pencemaran lingkungan, pengolahan air limbah sangat penting. Salah satu pilihan untuk pengolahan limbah cair adalah grease trap, yang dapat menurunkan kadar minyak dan lemak. Keunggulan dari grease trap adalah hasil pemisahan minyak dan lemak dapat digunakan kembali, tahan lama, biaya operasional dan perawatan rendah, tidak memerlukan lahan yang terlalu luas, menghasilkan sedikit lumpur, dan dapat dikonfigurasi dengan pengolahan biologis (Astuti, 2019). Pengabdian ini dapat meningkatkan pengetahuan masyarakat PRA Puger tentang efek limbah minyak dan lemak terhadap lingkungan, jenis teknologi yang dapat digunakan untuk mengolah limbah minyak dan lemak, dan keterampilan masyarakat melalui pelatihan membuat alat grease trap sederhana. Setelah kegiatan penyuluhan, peningkatan pengetahuan berkisar antara 50-64%. Dengan berbagi pengetahuan yang diperoleh dari kegiatan penyuluhan, diharapkan masyarakat tidak terhalang untuk memiliki alat grease trap sederhana. Ini akan membantu mereka menjalani kehidupan yang sehat dan berkelanjutan.
Studi Kualitas Udara Ambien di Area Penambangan Batu Kapur Kecamatan Puger Musarofa; Yuvita Dian Siswanti; Latifa Mirzatika Al-Rosyid
Environmental Pollution Journal Vol. 5 No. 2: Juli 2025
Publisher : ECOTON: Ecological Observation and Wetlands Conservation

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58954/epj.v5i2.374

Abstract

Aktivitas penambangan batu kapur dan lalu lintas kendaraan berpotensi menurunkan kualitas udara ambien serta menimbulkan risiko kesehatan bagi masyarakat. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis kualitas udara ambien di kawasan penambangan gunung kapur Kecamatan Puger, Kabupaten Jember. Metode yang digunakan adalah deskriptif kuantitatif dengan pengukuran lapangan menggunakan detektor gas pada lima titik lokasi dengan kondisi lalu lintas berbeda. Parameter yang diukur meliputi H₂S, CO, O₂, dan LEL. Hasil penelitian menunjukkan bahwa konsentrasi CO melebihi baku mutu pada hampir semua titik kondisi ramai, sementara H₂S melampaui ambang batas pada titik 2 dan 5 kondisi ramai. Parameter O₂ masih dalam kategori aman, sedangkan LEL tidak terdeteksi. Secara umum kualitas udara di kawasan penelitian dipengaruhi oleh aktivitas penambangan dan transportasi. Oleh karena itu, diperlukan pengendalian emisi dan pemantauan berkala untuk mencegah dampak negatif terhadap kesehatan masyarakat dan lingkungan.
Constructed Wetlands Free Water System Dengan Sistem Monitoring IoT Pada Air Lindi Galuh, Senki Desta; Fitriana, Fitriana; Rintyarna, Bagus Setya; Pamuji, Muhammad Ridho; Albani, Erza Rizki; Al-Rosyid, Latifa Mirzatika; Bahri, Mokh Hairul
Jurnal Teknik Elektro dan Komputasi (ELKOM) Vol 7, No 2 (2025): ELKOM
Publisher : Universitas Muhammadiyah Jember

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32528/elkom.v7i2.22636552

Abstract

Air lindi merupakan cairan terkontaminasi yang mengandung banyak material terlarut atau terendapkan. Karakteristik dari cairan tersebut tergantung dari proses yang terjadi dalam landfill di setiap TPA. Adapun kandungannya dipengaruhi oleh beberapa faktor, yaitu jenis sampah terdeposit, jumlah curah hujan di daerah TPA, dan kondisi spesifik tempat pembuangan tersebut. Salah satu TPA di Kabupaten Jember ialah TPA pakusari yang melayani penimbunan sampah bersumber dari 7 (tujuh) kecamatan di sekitar. TPA Pakusari memiliki luas Kawasan sebesar 6,8 Ha dengan catatan pada tahun 2022 menerima 160 – 180 ton perhari meningkat menjadi 194 ton pada 2023 sampah disuplai setiap harinya. Terdapat bermacam jenis tumbuhan air yang dapat ditemui sekitar TPA pakusari. Pada penelitian ini, digunakan metode wetlands sebagai media pada air lindi TPA Pakusari guna mengetahui jenis potensial yang paling baik digunakan sebagai pengurai Polutan TDS, EC, dan pH. Pengambilan sample uji dilaksanakan pada 1 (satu) titik lokasi, sampel tersebut kemudian diletakan pada sistem konstruksi lahan basah buatan (wetlands) Free water system (FWS). Selanjutnya dilakukan monitoring perubahan TDS, EC, pH, dan temperatur pada sistem konstruksi wetlands tersebut menggunakan sistem berbasis IoT. Penggunaan sistem IoT ini memungkinkan monitoring dapat dilakukan dari jarak jauh melalui smartphone meskipun pemonitor tidak berada di dekat sistem konstruksi wetlands. Monitoring dilakukan setiap 1 jam dalam kurun waktu selama 3 (tiga) hari.
Analisis Dampak Lingkungan Akibat Kegiatan Geothermal: Studi Literatur Hubungan Life Cycle Cost Dengan Kerusakan Lingkungan: Environmental Impact Analysis Due to Geothermal Activities: Literature Study of the Relationship between Life Cycle Cost and Environmental Damage Utami, Resti Dwi; Putra, Adji Maulana; Al Rosyid, Latifa Mirzatika
JERNIH : Journal of Environmental Engineering and Hygiene Vol. 3 No. 2 (2025): JERNIH: Journal of Environmental Engineering and Hygiene
Publisher : Universitas PGRI Argopuro Jember

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31537/jernih.v3i2.2841

Abstract

Energi panas bumi merupakan sumber energi terbarukan dengan potensi signifikan untuk mendukung upaya pengurangan emisi dan transisi menuju sistem energi yang lebih bersih. Setiap tahapan pengembangannya, mulai dari eksplorasi hingga penutupan, masih memiliki dampak lingkungan yang memerlukan pemahaman yang komprehensif. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji hubungan antara Biaya Siklus Hidup (Life Cycle Cost/LCC) dan dampak lingkungan berdasarkan ringkasan berbagai literatur tentang pembangkit listrik tenaga panas bumi. Penelitian dilakukan dengan pendekatan deskriptif-komparatif melalui telaah artikel yang diterbitkan antara tahun 2000 dan 2025 dari beberapa basis data, seperti Scopus, ScienceDirect, dan Google Scholar. Hasil penelitian menunjukkan bahwa fase pengeboran dan konstruksi tetap menjadi komponen biaya terbesar, masing-masing sekitar 20–30% dan 50–60% dari total biaya siklus hidup. Sementara itu, fase operasi merupakan penyumbang emisi utama, yaitu sekitar 41,94 g CO2-eq/kWh atau 96,9% dari total emisi. Temuan ini menunjukkan bahwa investasi substansial pada tahap awal berperan penting dalam mengurangi dampak lingkungan pada fase operasi melalui peningkatan efisiensi teknologi dan pengelolaan fluida. Oleh karena itu, integrasi antara penilaian LCA dan LCC penting untuk mendukung perencanaan proyek panas bumi yang lebih berkelanjutan, baik dari perspektif ekonomi maupun lingkungan.
Phytoremediation of Tilapia (Oreochromis Niloticus) Aquaculture Wastewater Using Spirulina sp. Latifa Mirzatika Al-Rosyid; Musarofa Musarofa; Yuvita Dian Siswanti; Vania Zitha Amodia; Kasih Imani Putri Sugiarto
Research in Education, Technology, and Multiculture Vol 5, No 2 (2026): Research in Education, Technology, and Multiculture
Publisher : Institute of Multidisciplinary Research and Community Service

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61436/rietm/v5i2.pp109-120

Abstract

Tilapia (Oreochromis niloticus Linnaeus, 1758) aquaculture generates nutrient-rich wastewater containing ammonia, nitrate, and phosphate that may degrade receiving water quality and promote eutrophication. Microalgae-based phytoremediation has emerged as a sustainable alternative for nutrient removal while simultaneously producing valuable biomass. This study aimed to evaluate the effectiveness of Spirulina sp. in treating tilapia aquaculture wastewater and to assess its growth performance under different wastewater concentrations. A laboratory experiment was conducted using five treatments consisting of a negative control (wastewater without Spirulina), a positive control (Spirulina cultured in 100% Zarrouk medium as the optimum growth reference), and wastewater concentrations of 25% (P1), 50% (P2), and 75% (P3). Ammonia, nitrate, and phosphate concentrations were analyzed every two days. At the same time, the relative growth of Spirulina sp. was monitored daily, and chlorophyll content was determined at the end of the cultivation period. The positive control cultivated in 100% Zarrouk medium, representing the optimum growth condition, achieved the highest relative growth of 716.9% on day 9 and the highest chlorophyll content of 0,62 mg/L. In comparison, wastewater treatments resulted in lower physiological performance but demonstrated considerable phytoremediation capacity, with maximum removal efficiencies for ammonia, nitrate, and phosphate of 48.79%, 71.87%, and 55.68%, respectively. Moderate wastewater concentrations produced superior phytoremediation performance compared with higher wastewater loading, indicating that excessive nutrient concentrations reduced nutrient assimilation efficiency. Wastewater concentrations above the optimum level also suppressed the physiological performance of Spirulina sp., as reflected by lower relative growth and chlorophyll content. These findings demonstrate that Spirulina sp. is a promising eco-friendly phytoremediation agent for tilapia aquaculture wastewater and highlight the importance of optimizing wastewater concentration to achieve both high nutrient removal efficiency and sustainable microalgal growth. Keywords: Spirulina sp., Tilapia, Phytoremediation, Aquaculture, Wastewater
Pengaruh Variasi Posisi Duduk Driver Mobil Listrik Terhadap Kenyamanan Dan Resiko Kerja Junet Rimet; Nely Ana Mufarida; Latifa Mirzatika Al-Rosyid; Nurhalim Nurhalim
Jurnal Ilmiah Teknik Mesin, Elektro dan Komputer Vol. 6 No. 2 (2026): Juli: Jurnal Ilmiah Teknik Mesin, Elektro dan Komputer
Publisher : Lembaga Pengembangan Kinerja Dosen

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51903/juritek.v6i2.7493

Abstract

Pengembangan kendaraan listrik memerlukan penerapan prinsip-prinsip ergonomi dalam desain kabin untuk meningkatkan kenyamanan pengemudi dan mengurangi risiko gangguan muskuloskeletal. Kendaraan listrik BHARATA, yang dikembangkan oleh mahasiswa Teknik Mesin di Universitas Muhammadiyah Jember, memerlukan evaluasi ergonomi untuk menentukan posisi mengemudi yang paling nyaman dan aman. Studi ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh variasi posisi tempat duduk terhadap kenyamanan pengemudi dan risiko ergonomi menggunakan metode Rapid Upper Limb Assessment (RULA). Pendekatan kuantitatif deskriptif digunakan dengan empat variasi jarak tempat duduk ke setir: 42 cm, 37 cm, 32 cm, dan 27 cm. Data diperoleh melalui pemodelan kabin menggunakan SolidWorks dan simulasi postur menggunakan CATIA V5, diikuti dengan penilaian ergonomi menggunakan metode RULA. Hasil menunjukkan bahwa jarak tempat duduk 42 cm, 37 cm, dan 32 cm menghasilkan skor RULA 4, menunjukkan tingkat risiko ergonomi moderat, sedangkan jarak 27 cm menghasilkan skor RULA 5, menunjukkan risiko ergonomi yang lebih tinggi yang memerlukan tindakan korektif. Analisis komparatif mengungkapkan bahwa jarak 37 cm memberikan skor postur paling seimbang untuk lengan atas, lengan bawah, pergelangan tangan, leher, dan batang tubuh, menjadikannya posisi duduk paling ergonomis. Studi ini menunjukkan bahwa metode RULA efektif untuk mengevaluasi risiko ergonomis dan dapat berfungsi sebagai referensi untuk mengembangkan desain kabin kendaraan listrik yang lebih aman, lebih nyaman, dan mendukung kesehatan pengemudi.
Microplastic Abundance in Mangrove Sediments Based on Mangrove Density at Cemara Beach, Jember Debita Dwi Putri; Senki Desta Galuh; Winda Islamiyah Umarie; Latifa Mirzatika Al-Rosyid; Yuvita Dian Siswanti
Environmental Pollution Journal Vol. 6 No. 2: July 2026
Publisher : ECOTON: Ecological Observation and Wetlands Conservation

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58954/epj.v6i2.504

Abstract

Mangrove ecosystems play an essential ecological role in coastal environments by stabilizing sediments and trapping various pollutants, including microplastics. Increasing plastic waste generated by human activities has contributed to the accumulation of microplastics in coastal ecosystems, particularly within mangrove sediments. This study aimed to analyze microplastic abundance in mangrove sediments based on mangrove density in the mangrove area of Cemara Beach, Puger, Jember. Sediment sampling was carried out at four observation points representing different environmental characteristics and levels of human activity, namely tourism areas, residential areas, central mangrove zones, and areas remote from human activities. Microplastic abundance was determined by calculating the number of particles identified in each sediment sample and expressing the results as particles per gram of sediment. The findings revealed that microplastics were present at all sampling locations with a total abundance of 0.885 particles/gram. The highest abundance was recorded at the residential area (0.650 particles/gram), while the lowest abundance was found at the site far from human activities (0.019 particles/gram). Mangrove density varied among observation points and contributed to sediment retention; however, microplastic abundance was not determined solely by vegetation density. Human activities, particularly those related to settlements and tourism, appeared to play a substantial role in increasing microplastic inputs into the mangrove ecosystem. These findings highlight the ecological function of mangroves as natural traps for microplastics and emphasize the need for improved coastal waste management and mangrove conservation to reduce microplastic contamination in coastal environments.
Fitoteknologi Akar Wangi dengan Constructed Wetlands pada Air Limbah Kopi Olah Basah Senki Desta Galuh; Musyarofa Musyarofa; Latifa Mirzatika Al-Rosyid
Portal: Jurnal Teknik Sipil Vol 17, No 2 (2025): October Edition
Publisher : Politeknik Negeri Lhokseumawe

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30811/portal.v17i2.8355

Abstract

Berdasarkan data tahun 2020, Kabupaten Jember memiliki luas area tanaman kopi sebesar 4.658 ha dengan kapasitas produksi mencapai 2.369 ton dan nilai produkstivitasnya mencapai 11.859 kg/ hektar. Pada umumnya, pengolahan kopi yang dilakukan yaitu dengan menggunakan metode pengolahan kopi secara basah. Metode pengolahan secara basah berpotensi menimbulkan permasalahan lingkungan terutama pada badan air. Apabila air limbah dari proses pengolahan kopi secara basah ini dialirkan secara langsung ke badan air/perairan terdekat, maka dapat mengurangi kandungan oksigen. Berkurangnya kadar oksigen dapat meningkatkan nilai kandungan bahan organik dan anorganik (BOD dan COD). Mengangkat dari permasalahan tersebut, maka untuk mengatasi dan mengurangi pencemar terutama pada badan air, maka salah satu solusi yang dinilai tepat adalah mengolah air limbah tersebut menggunakan Metode Wetlands (Lahan Basah). Lahan basah buatan merupakan metode pengolahan air limbah secara biologis dengan bantuan tanaman yang dapat dioperasikan dan diterapkan dengan cukup sederhana, pada dasarnya hampir seluruh tanaman yang ada mampu menyerap dan menurunkan kadar pencemar pada air limbah. Adapun tujuan utama penelitian ini ialah sebagai langkah usaha dalam meminimalisir dampak lingkungan akibat dari pembuangan air limbah yang tidak melalui proses pengolahan.
Evaluasi Operasional Pengelolaan Sampah Di Tempat Pemerosesan Akhir Pakusari Kabupaten Jember Maulidatul Ula Bahari; Ericha Reyza Subiantoro; Dwi Vebby Ria Yuswantini; Yuvita Dian Siswanti; Latifa Mirzatika Al-Rosyid
Nata Palemahan: Journal of Environmental Engineering Innovations Vol. 3 No. 1 (2026)
Publisher : Universitas Pendidikan Nasional

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.38043/natapalemahan.v3i1.7293

Abstract

Tempat Pemrosesan Akhir (TPA) Pakusari Kabupaten Jember menerapkan sistem controlled landfill dalam pengelolaan sampah perkotaan. Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi kesesuaian aspek operasional TPA Pakusari terhadap standar teknis dan regulasi yang berlaku. Metode penelitian menggunakan pendekatan deskriptif kualitatif melalui observasi lapangan, wawancara, serta analisis data sekunder dengan membandingkan kondisi eksisting dan standar acuan. Hasil evaluasi menunjukkan bahwa beberapa aspek operasional telah memenuhi atau mendekati standar, khususnya penutupan tanah yang dilakukan secara rutin setiap 7–8 hari serta pengolahan sampah organik menggunakan teknologi Black Soldier Fly (BSF) yang mampu menurunkan volume sampah organik hingga sekitar 80% dalam satu siklus pengolahan 18–21 hari. Namun demikian, aspek pengelolaan lindi, pemadatan sampah, dan sarana proteksi lingkungan masih belum memenuhi standar teknis. TPA Pakusari belum dilengkapi lapisan geomembran, pengelolaan lindi masih terbatas pada kolam penampungan terbuka, dan pemadatan sampah belum optimal akibat keterbatasan alat. Secara keseluruhan, diperlukan peningkatan pada aspek proteksi lingkungan dan operasional teknis agar pengelolaan TPA Pakusari dapat berjalan lebih aman dan berkelanjutan.
Analisis Dampak Aktivitas Wisata Terhadap Kualitas Lingkungan Di Pesisir Pantai Cemara Banyuwangi Noval Aditya Saputra; Hilmi Alivia Sahrul Gafur; Latifa Mirzatika Al-Rosyid
Nata Palemahan: Journal of Environmental Engineering Innovations Vol. 3 No. 1 (2026)
Publisher : Universitas Pendidikan Nasional

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.38043/natapalemahan.v3i1.7295

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis dampak aktivitas wisata terhadap kualitas lingkungan di pesisir Pantai Cemara Banyuwangi. Metode yang digunakan meliputi survei lapangan, wawancara, serta pengukuran parameter fisik, kimia, dan biologi lingkungan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa parameter kualitas air seperti suhu, pH, dan kadar oksigen terlarut masih berada dalam rentang baku mutu, namun terjadi peningkatan kadar amonia dan bahan organik yang mengindikasikan adanya tekanan pencemaran akibat aktivitas wisata dan aliran limbah rumah tangga. Akumulasi sampah plastik sekali pakai merupakan permasalahan utama yang menurunkan kualitas estetika pantai dan meningkatkan potensi pencemaran mikroplastik. Meskipun demikian, penerapan ekowisata berbasis konservasi melalui peran aktif Kelompok Usaha Bersama (KUB) dan Kelompok Masyarakat Pengawas (Pokmaswas) mampu menjaga stabilitas ekosistem melalui penanaman vegetasi pantai, rehabilitasi mangrove, dan perlindungan habitat penyu. Temuan ini menegaskan pentingnya pengelolaan wisata berkelanjutan sebagai upaya menjaga keseimbangan antara peningkatan ekonomi masyarakat dan pelestarian lingkungan pesisir Pantai Cemara Banyuwangi.