Claim Missing Document
Check
Articles

Found 14 Documents
Search

Faktor yang Mempengaruhi Minat Petani dalam Mengadopsi Combine Harvester: Studi Kasus Desa Lojejer, Kecamatan Wuluhan, Kabupaten Jember Aulia, Anisa; Prayuginingsih, Henik; Sholihah, Wardatus; Rosa, Firlana
Jurnal Penelitian Ilmu Sosial dan Eksakta Vol. 5 No. 1 (2025): September
Publisher : Indonesian Journal Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47134/trilogi.v5i1.1604

Abstract

Combine harvester merupakan alat panen yang dapat meningkatkan efisiensi peroses panen, mengurangi biaya tenaga kerja, dan mengoptimalkan produktivitas pertanian. Namun, keputusan petani dalam mengadopsi mesin combine harvester dipengaruhi oleh berbagai faktor. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis faktor apa yang paling mempengaruhi minat petani dalam mengadopsi combine harvester diantara faktor usia, pendidikan, tingkat luas lahan, pengalaman usahatani, dan jumlah produksi di Desa Lojejer, Kecamatan Wuluhan, Kabupaten Jember. Metode penelitian yang digunakan adalah pendekatan kuantitatif deskriptif dengan model regresi logistik biner untuk menganalisis faktor yang mempengaruhi minat petani. Hasil penelitian menunjukkan bahwa faktor yang mempengaruhi secara nyata dan signifikan terhadap minat petani adalah luas lahan dan jumlah produksi. Sedangkan variabel lain seperti usia, tingkat pendidikan, dan pengalaman berusahatani tidak memiliki pengaruh yang signifikan terhadap minat petani dalam memutuskan menggunakan mesin combine harvester sebagai alat panen. Kesimpulanya luas lahan dan jumlah produksi tinggi merupakan variabel yang menentukan keputusan petani dalam menggunakan mesin combine harvester
Upaya Peningkatan Minat Baca Melalui Perpustakaan Kreatif Pada Siswa SDN Rejoagung 1, Kabupaten Jember Fauziyah, Fauziyah; Sholihah, Wardatus; Rivaldo, Muhammad Hamim
Jurnal Pengabdian Indonesia Vol. 1 No. 2 (2024): Maret
Publisher : Indonesian Journal Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47134/jpi.v1i2.3006

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menemukan sekaligus menerapkan alternatif dalam upaya meningkatkan minat baca siswa khususnya di sekolah dasar. Minat baca merupakan hal yang sangat krusial untuk terus diperhatikan dan ditingkatkan dengan dukungan guru di sekolah dikarenakan dengan minat baca yang tinggi juga akan mempengaruhi prestasi peserta didik di sekolah. Melalui penelitian ini peningkatan minat baca di lakukan dengan memfasilitasi perpustakaan kreatif yang menarik minat siswa untuk membaca. Penelitian ini di lakukan dalam dua proses yaitu asesmen dan intervensi minat baca siswa. Proses asesmen dilakukan dengan observasi dan wawancara dan proses intervensi melalui penerapan kegiatan literasi di perpustakaan untuk memantau perkembangan minat baca siswa. Data-data yang didapat dianalisis dan menggunakan metode kualitatif penelitian tindakan kelas. Dari hasil analisis penelitian yang telah dilakukan, perpustakaan kreatif mampu meningkatan motivasi dan minat baca siswa di SDN Rejoagung 1.
Determining Factors for Long Term Use of Gadget by Preschool Children Sholihah, Wardatus; Allenidekania, Allenidekania; Agustini, Nur; Rukmini, Rukmini; Ramadhani, Dwi Yuniar
Jurnal Keperawatan Indonesia Vol 28 No 3 (2025): November
Publisher : Fakultas Ilmu Keperawatan Universitas Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.7454/jki.v28i3.1421

Abstract

In the digital era, preschoolers spent more time playing on their gadgets than with their peers. The excessive use of gadgets (including laptops, cellphones, tablets, and similar electronic devices) can have negative impacts on preschool-age children. This study analyzes the determining factors that influence the duration of gadget use in preschool children. The study used a correlational design with a cross-sectional approach involving 318 parents who were selected using cluster sampling. The results showed that there was a significant relationship between the duration of gadget use and the gender of the parents (p = 0.001), parental education (p = 0.035), family economic status (p = 0.018), educational media (p = 0.039), distraction media (p = 0.029), and psychosocial development (p = 0.001). The factors that most influence the duration of gadget use in children are family economic status with lower income adjusted odds ratio (AOR) (0.327) 95% CI (0.106–0.947), educational media is to add information AOR (0.367) 95% CI (0.183–-0.736), distraction media so that the child doesn't fuss AOR (0.392) 95% CI (0.203–0.758) and children do not have psychosocial disorders AOR (0.348), 95% CI (0.189–0.638). The results of the study can offer a basis for developing the latest nursing interventions in providing education and support to parents and children when using gadgets. Keywords: factors of gadget use, parents, preschool age   Abstrak Faktor Penentu Lama Penggunaan Gawai pada Anak Usia Prasekolah. Pada era digital, anak prasekolah lebih banyak menggunakan waktunya untuk bermain gawai daripada dengan teman sebayanya. Penggunaan gawai yang berlebihan (termasuk laptop, telepon genggam, tablet, dan alat elektronik sejenis) dapat memberikan dampak negatif terhadap anak-anak usia prasekolah. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis faktor penentu yang memengaruhi lamanya penggunaan gawai pada anak usia prasekolah. Desain penelitian korelasional dengan pendekatan cross-sectional dengan melibatkan 318 orang tua yang dipilih menggunakan cluster sampling. Hasil penelitian menunjukkan adanya hubungan yang signifikan antara lamanya penggunaan gawai dengan jenis kelamin orang tua (p value= 0,001), pendidikan orangtua (p = 0,035), status ekonomi keluarga (p = 0,018), media edukasi (p = 0,039), media distraksi (p = 0,029) dan perkembangan psikososial (p = 0,001). Faktor yang paling memengaruhi lama penggunaan gawai pada anak yaitu status ekonomi keluarga dengan penghasilan ≤ upah minimum kabubaten/kota AOR (0,327) CI 95% (0,106–0,947), sebagai media edukasi yaitu menambah informasi AOR (0,367) CI 95% (0,183–-0,736), sebagai media distraksi supaya anak tidak rewel AOR (0,392) CI 95% (0,203–0,758), dan anak yang tidak mengalami gangguan psikososial AOR (0,348), CI 95% (0,189–0,638). Hasil penelitian dapat digunakan sebagai dasar dalam menyusun intervensi keperawatan yang terbaru dalam memberikan edukasi dan pendampingan bagi orantua dan anak saat menggunakan gawai.  Kata Kunci: anak usia prasekolah, faktor penggunaan gawai, orang tua
Pengaruh Pemberian Kompres Ice Gel untuk Menurunkan Nyeri Saat Pemasangan Infus di Ruang Perawatan Anak RSUD dr La Palaloi Ilahi, Wahyu; Astuti, Fitri Diana; Sholihah, Wardatus; Sari, Maya; Dewi, Intan Kumala
RIGGS: Journal of Artificial Intelligence and Digital Business Vol. 5 No. 1 (2026): Februari - April
Publisher : Prodi Bisnis Digital Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/riggs.v5i1.6542

Abstract

Prosedur pemasangan kateter intravena merupakan sumber nyeri dan ketakutan utama pada pasien anak di rumah sakit. Nyeri yang tidak terkelola dapat menyebabkan kecemasan, fobia jarum, dan perilaku tidak kooperatif. Intervensi non-farmakologis seperti aplikasi dingin direkomendasikan sebagai komponen penting dalam perawatan atraumatik. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis efektivitas aplikasi kompres ice gel dalam menurunkan tingkat nyeri pada pasien anak selama prosedur pemasangan kateter intravena. Penelitian ini menggunakan desain quasi-experiment dengan pendekatan one group pre-test post-test. Sampel terdiri dari 18 pasien anak usia 4 bulan hingga 18 tahun di Ruang Anak RSUD dr. La Palaloi yang dipilih dengan teknik total sampling. Tingkat nyeri diukur sebelum dan sesudah intervensi menggunakan instrumen yang sesuai usia (FLACC, Wong-Baker, atau NRS). Analisis data menggunakan Uji Wilcoxon karena data tidak berdistribusi normal (Uji Shapiro-Wilk, p<0.05). Terdapat penurunan skor nyeri yang signifikan setelah pemberian ice gel. Rerata skor nyeri turun dari 7.24 (SD=2.33) kategori berat menjadi 4.12 (SD=1.86) kategori sedang (p=0.001). Analisis per kelompok usia menunjukkan efektivitas terbaik pada anak usia 4-12 tahun. Selain itu, observasi kualitatif menunjukkan penurunan durasi menangis anak dan peningkatan kepuasan orang tua setelah intervensi. Aplikasi ice gel terbukti efektif sebagai intervensi non-farmakologis untuk menurunkan nyeri prosedural pemasangan infus pada anak. Intervensi ini layak diimplementasikan sebagai bagian dari protokol standar perawatan untuk meningkatkan kenyamanan, mengurangi distress, dan mewujudkan prinsip atraumatic care di ruang rawat anak.