Claim Missing Document
Check
Articles

Clinical Supervision Model to Overcome Loss Learning in Elementary School Post Pandemic Setyowati, Safitri; Prasetyo, Iis; Murti, Rahayu Condro
JURNAL AL-TANZIM Vol 7, No 1 (2023)
Publisher : Nurul Jadid University, Probolinggo, East Java, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33650/al-tanzim.v7i1.4446

Abstract

The application of school principal supervision management is very much needed in post-pandemic learning. The problem of learning loss was found to be predominant among students in schools. This research is a school action research in the form of clinical supervision by the principal to overcome the loss of learning. The clinical supervision model has three stages: the first meeting, the observation, and the feedback meeting. School teachers as many as 12 people as research subjects. The data collection was carried out using clinical supervision observation sheets. The collected data is then analyzed. The result shows a score that can overcome the loss of learning. Scores in cycle I increased in cycle II. In cycle I, the average score was 70.00. Cycle II increased by 95.00 for the average score. The implementation of clinical supervision has several processes, from testing research instruments, and learning observations, to assessment. The study results show that clinical supervision can improve the quality of teacher learning in terms of overcoming the loss of learning in students.
Program Pelatihan E-Commerce Produk Inovasi Olahan Emping Dusun Sengir Desa Kalirejo Kecamatan Kokap Kulon Progo Handoko, Tri; Prasetyo, Iis
Jurnal Kewarganegaraan Vol 6 No 2 (2022): Desember 2022
Publisher : UNIVERSITAS PGRI YOGYAKARTA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31316/jk.v6i2.3367

Abstract

AbstrakDusun Sengir Desa Kalirejo, Kecamatan Kokap, Kabupaten Kulon Progo. Terdapat 124 Kepala Keluarga yang penduduknya bermata pencaharian sebagai petani. Terdapat banyak potensi alam Desa Kalirejo yaitu bambu, kayu, melinjo, rempah-rempah seperti lengkuas, jahe, kunyit dan sebagainya. Potensi masyarakat dalam pengolahan emping telah mendapat perhatian dari berbagai pihak yang mengupayakan pemberdayaan masyarakat dengan memberikan pelatihan inovasi olahan emping namun masih memiliki kekurangan dalam hal kemampuan pemasaran.. Adapun tahapan dalam kegiatan ini meliputi, tahap persiapan, tahap pelaksanaan, tahap evaluasi program. Sasaran kegiatan iniyaitu pelaku usaha Rumah Payet Sulam. Peserta yang terlibat merupakan perwakilan dari mitra yang berjumlah 30 Peserta. Dari hasil pemberdayaan yang dilakukan responden berjumlah 30 orang yang secara estafet mengisi dan mengikuti berbagai kegiatan pelatihan yang telah disepakati. Untuk itu dilakukan evaluasi pada kondisi awal peserta pelatihan, kondisi selama pelatihan,kondisi akhir pelatihan. Berdasarkan kegiatan pelatihan pemasaran tersebut diatas dapat disimpulkan bahwa, 1) Pelatihan pemasaran online  pada produk inovasi olahan emping memiliki manfaat bagi para ibu-ibu kelompok emping; 2) Masyarakat kelompok emping membutuhkan pelatihan pemasaran online yang berkelanjutan dapat menunjang penjualan produk emping ataupun hasil bumi lainnya yang dapat diolah menjadi produk yang bernilai jual tinggi; 3) Pemasaran sederhana produk olahan emping dapat didukung dengan bekerjasama dengan para pelaku pasar dan marketing penjualan komersil agar penjualan lebih meluas. Dari berbagai proses yang telah dilaksanakan, disarankan agar masyarakat kelompok emping diberikan pelatihan   pemasaranyang berkelanjutan guna mendukung perekonomian yang lebih baik Masyarakat memerlukan dukungan dari berbagai pihak seperti dinas pariwisata, UMKM, penambahan modal, dan juga stake holder.Kata Kunci: E-Commerce, Inovasi, Emping AbstractSengir Hamlet, Kalirejo Village, Kokap District, Kulon Progo Regency. There are 124 heads of families whose residents make a living as farmers. There are many natural potentials of Kalirejo Village, namely bamboo, wood, melinjo, spices such as galangal, ginger, turmeric and so on. The potential of the community in emping processing has received attention from various parties who seek community empowerment by providing training on emping processed innovations but still has shortcomings in terms of marketing capabilities. The stages in this activity include, the preparatory stage, the implementation stage, the program evaluation stage. The target of this activity is the Business Actors of Rumah Payet Sulam. The participants involved are representatives of partners totaling 30 Participants. These participants are business actors who do not understand and have not implemented online marketing in their business activities. From the results of the empowerment carried out by respondents, there were 30 people who relayed and participated in various agreed training activities. For this reason, an evaluation is carried out on the initial conditions of the trainees, the conditions during the training, the conditions of the end of the training. Based on the marketing training activities mentioned above, it can be concluded that, 1) Online marketing training on emping processed innovation products has benefits for emping group mothers; 2) The emping group community needs online marketing training that can support the sale of emping products or other produce that can be processed into products with high selling value; 3) Simple marketing of processed emping products can be supported by collaborating with market players and commercial sales marketing so that sales are more widespread. From the various processes that have been carried out, it is recommended that the emping group community be given sustainable marketing training to support a better economy The community needs support from various parties such as the tourism office, capital  increase, and also stake holders.Keywords: E-Commerce, Innovation, Emping
Pemetaan kebutuhan pendidikan kecakapan hidup di kawasan wisata karst Kecamatan Pracimantoro Kabupaten Wonogiri Tohani, Entoh; Prasetyo, Iis; Suharta, RB.; Wibawa, Lutfi
Jurnal Penelitian Ilmu Pendidikan Vol. 11 No. 1 (2018): March-May
Publisher : Fakultas Ilmu Pendidikan, Universitas Negeri Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (375.033 KB) | DOI: 10.21831/jpipfip.v11i1.13628

Abstract

Penelitian tindakan ini dilakukan sebagai upaya untuk memberdayakan masyarakat dalam meningkatan kemampuan kelompok sadar wisata (POKDARWIS). Kemampuan tersebut dalam hal mengelola obyek wisata kawasan karts, antara lain membangun kesadaran kelompok untuk memanfaatkan potensi wisata kawasan karst. Penelitian tindakan ini diwujudkan dalam bentuk pendidikan dan pelatihan dengan tahapan penelitian: perencanaan, pelaksanaan,  evaluasi dan tindak lanjut dengan menggunakan pendekatan pembelajaran orang dewasa dan berbasis pengalaman. Kelompok sasaran adalah para pengurus dan anggota kelompok sadar wisata Desa Gebangharjo, Pracimantoro, Wonogiri. Pengumpulan data dilakukan dengan observasi, wawancara, dan dokumentasi. Analisis data secara kualitatif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kelompok sasaran mampu meningkatkan kesadaran memanfaatkan segala potensi yang ada di kawasan karst, memiliki sikap, pengetahuan dan keterampilan dalam mengelola layanan jasa wisata kawasan karst, mampu mengenali potensi wisata yang dapat dikembangkan, dan mampu melihat upaya pengembangan program wisata yang prospektif di kawasan karst. Oleh karenanya, ke depan dibutuhkan tindakan pengembangan lain yang lebih memungkinkan kelompok sasaran dapat menerapkan sikap, keterampilan, dan pengetahuan yang dimiliki dalam kegiatan implementasi kepariwisataan.The capacity building of tourism concious groups in managing tourism in the karst regionThis action research aimed at increase the ability of tourism awareness group in managing the karts area tourism area; and build group awareness to exploit karst region tourism potential. This research was manifested in the form education and training which is includes stages: planning, implementation, evaluation, and follow-up using adult-learning and experience-based approaches. The target group is the managers and members of the POKDARWIS in Gebangharjo Village, Pracimantoro, Wonogiri. The research result show that the target group able to increase awareness to utilize all potentials in karst area, possessing attitude, knowledge and skills of the target group in managing karst tourism service area, able to recognize the tourism potential that can be developed, and able to see innovatif program development efforts in the karst area. Therefore, another development action is needed that enables the target group to apply the attitudes, skills and knowledge possessed in the tourism implementation activities.
Pemetaan kebutuhan pendidikan kecakapan hidup di kawasan wisata karst Pracimantoro, Wonogiri, Jawa Tengah Prasetyo, Iis; Tohani, Entoh; Rohadi, Al. Setya
Jurnal Penelitian Ilmu Pendidikan Vol. 10 No. 1 (2017): March-May
Publisher : Fakultas Ilmu Pendidikan, Universitas Negeri Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (471.606 KB) | DOI: 10.21831/jpipfip.v10i1.16793

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan:1) pandangan masyarakat di kawasan wisata karst terhadap pengembangan kawasan wisata karst; 2) kebutuhan pendidikan kecakapan hidup bagi masyarakat di kawasan wisata karst dalam upaya memberdayakan masyarakat; dan 3) kendala yang dihadapi dalam pengembangan kawasan wisata karst. Penelitian ini merupakan penelitian studi kasus dengan unit analisis adalah kawasan wisata karst Kecamatan Pracimantoro, Wonogiri. Pengumpulan data dilakukan dengan wawancara/FGD, dokumentasi, dan observasi. Analisis data menggunakan teknik analisis kualitatif dengan triangulasi, diskusi terfokus, dan pengamatan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pengembangan kawasan karst dapat meningkatkan kualitas hidup, membuka peluang pekerjaan. Pengembangan pendidikan kecakapan hidup bersentuhan dengan keberadaan kawasan karst dapat mengoptimalkan fungsinya sebagai sarana pendidikan dan wisata. Kendala yang muncul, berkaitan dengan teknis pengelolaan sumber daya manusia dan lingkungan; kurangnya koordinasi antar instansi menyebabkan pengembangan aset belum berjalan dengan baik; kurangnya kesadaran masyarakat dalam menyukseskan kegiatan pariwisata; tidak adanya pengembangan dari pihak eksternal; dan infrastruktur yang masih terbatas.