Claim Missing Document
Check
Articles

Found 35 Documents
Search

UPGRADING BATUBARA PERINGKAT RENDAH UNTUK MENINGKATKAN NILAI KALORI MENGGUNAKAN TETES TEBU DAN MINYAK JELANTAH Malinda, Eka; Waluyo Adjie, Dwi Poetranto; Winarno, Eddy; Nursanto, Edy; Pambayu, Aldio Kresna
Jurnal Teknologi Pertambangan Vol 9, No 2 (2024): Januari 2024
Publisher : Universitas Pembangunan Nasional Veteran Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31315/jtp.v9i2.11872

Abstract

Teknologi UBC merupakan salah satu metode pemanfaatan batubara peringkat rendah dengan cara menurunkankandungan air sehingga akan menaikkan nilai kalori batubara. Pada penelitian ini coating (pelapis) yang digunakan adalah tetes tebu (molasses) dan minyak jelantah (waste cooking oil) dengan variasi waktu pencelupan 30 detik, 45 detik, dan 60 detik. Setelah dilakukan pencelupan, batubara kemudian dikeringkan pada suhu ruangan dengan variasi waktu pengeringan 10 hari, 20 hari, dan 30 hari.Berdasarkan hasil penelitian didapatkan bahwa nilai kalori batubara meningkat dari 5.561 Kkal/kg menjadi 6.135 Kkal/kg pada batubara dengan minyak jelantah pengeringan 10 hari, hal itu juga ditunjukkan dengan kandungan air yang rendah dari semula 17,67% dapat diturunkan menjadi 9,44% pada batubara dengan minyak jelantah waktu pencelupan 30 detik dan waktu pengeringan 10 hari. Hasil penelitian menunjukkan bahwa batubara dengan minyak jelantah, waktu pencelupan 30 detik, dan waktu pengeringan 10 hari lebih efektik untuk meningkatkan nilai kalori batubara.  
KAJIAN TEKNIS GEOMETRI JALAN ANGKUT TAMBANG UNTUK MENINGKATKAN PRODUKTIVITAS OVERBURDEN REMOVAL PADA PENAMBANGAN BATUBARA PIT 14 PT DARMA HENWA SITE ASAM-ASAM, KALIMANTAN SELATAN Simaremare, Evelyn; Ratminah, Wawong Dwi; Nursanto, Edy; Lusantono, Oktarian Wisnu
Jurnal Teknologi Pertambangan Vol 10, No 1 (2024): Juli 2024
Publisher : Universitas Pembangunan Nasional Veteran Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31315/jtp.v10i1.13244

Abstract

Kegiatan pengangkutan menjadi salah satu faktor yang penting dalam mencapai target produktivitas, namun dalam proses pengangkutan tidak lepas dari perhitungan geometri jalan yang harus dipertimbangkan. Berdasarkan pengamatan yang dilakukan, sebagian besar jalan angkut yang terdapat pada PT. Darma Henwa site ACP belum memenuhi standar geometri jalan yang berlaku. Kondisi tersebut menyebabkan kecepatan alat angkut tidak optimal, memperbesar nilai total waktu edar alat angkut dan menurunkan nilai produktivitas alat angkut. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui ukuran standar geometri jalan angkut yang ideal dan meningkatkan produktivitas alat angkut setelah dilakukan perbaikan secara teoritis melalui simulasi rimpull. Hasil dari penelitian diperoleh lebar jalan lurus minimum adalah sebesar 24 m dan jalan tikungan sebesar 27 m. Grade jalan pada segmen C-D diperbaiki menjadi 7% dari kondisi aktual sebesar 8,48%. Pada segmen jalan tikungan, nilai superelevasi sudah memenuhi standar yaitu kurang dari 5% dan nilai radius tikungan telah melebihi nilai minimum sebesar 31,85 m. Cross slope standar sebesar 2% dengan beda tinggi pada bagian tengah jalan lurus sebesar 24 cm. Produktivitas alat angkut aktual adalah sebesar 102,51 BCM/jam dengan waktu edar alat angkut sebesar 24,95 menit. Setelah dilakukan evaluasi geometri jalan dan simulasi rimpull, waktu edar alat angkut menurun menjadi 21,75 menit dan produktivitas meningkat sebesar 117,28 BCM/jam pada Alternatif 1, sedangkan pada Alternatif 2 menjadi 20,13 menit dan produktivitas meningkat sebesar 126,69 BCM/jam. Hal tersebut menunjukkan adanya peningkatan produksi dari target produktivitas perusahaan yaitu 117 BCM/jam.
KONVERSI BATUBARA LIGNITE MENJADI ASAM HUMAT SEBAGAI PUPUK TANAMAN Fadhilah, Rahimatul; Nursanto, Edy
Journal TECHNO Vol 10, No 1 (2024)
Publisher : Universitas Pembangunan Nasional Veteran Yogayakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Low-rank coals, such as lignite and sub-bituminous coal, generally exhibit low calorific values (< 5,100 kcal/g, air-dried basis) and high moisture content (30-50%). This high moisture makes them less attractive and difficult to market, despite their abundance in Indonesia. Additionally, these coals are prone to spontaneous combustion, requiring special handling. Given their high moisture and sulfur content, they are inefficient as fuel and contribute to gas pollution, necessitating costly emission controls. This study, conducted in collaboration with Universitas Pembangunan Nasional Veteran Yogyakarta, explores the use of fine coal as a fertilizer additive. The research aims to evaluate the effectiveness of fine coal in urea fertilizers and analyze its humic acid content. Fine coal was tested as an additive in urea fertilizers at ratios of 3:1, 1:1, and 1:3 on pakcoy, kangkung, and tomatoes. The 1:3 ratio of urea to fine coal proved most effective, enhancing plant growth and leaf quantity. Results suggest fine coal, a byproduct from PT Adaro Indonesia, can be effectively used as a fertilizer additive, contributing to waste reduction. However, humic acid analysis revealed it does not yet meet standard fertilizer quality requirements, indicating a need for further improvement. Keyword: Low-rank coals, Fine coal, Fertilizer additive, Humic acid, Plant growth
Karakteristik Batubara Formasi Warukin di Kalimantan Selatan serta Implikasinya pada Teknologi Pencairan Batubara Nursanto, Edy; Haq, Shofa Rijalul; Ardian, Aldin
Jurnal Mineral, Energi dan Lingkungan Vol 7, No 2 (2023): Jurnal Mineral Energi dan Lingkungan Volume 7 No. 2 Tahun 2023
Publisher : Fakultas Teknologi Mineral, Universitas Pembangunan Nasional (UPN)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31315/jmel.v7i2.11075

Abstract

Batubara di Indonesia didominasi oleh peringkat rendah (low rank coal) prosentase lebih dari 85% dari total cadangan batubara. Meskipun demikian, batubara peringkat rendah lebih mudah diolah untuk meningkatkan nilai tambahnya karena struktur molekul dan gugus hidroksil batubara peringkat rendah yang reaktif dibandingkan dengan batubara peringkat tinggi. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji karakteristik batubara peringkat rendah formasi Warukin pada proses pencairan batubara. Data primer berupa pengambilan sampel batubara dan arah kedudukannya serta kemiringannya diperoleh dengan metode pengambilan ply by ply. Analisis proksimat, ultimat, maseral dan reflektan vitrinit dilakukan pada sampel-sampel tersebut dengan variasi pengujian, kemudian diolah dengan analisis secara teoritis empiris yang disajikan dalam bentuk tabel. Analisis data dilakukan berdasarkan hasil pengujian di laboratorium secara deskriptif kualitatif.  Dengan penelitian ini, sebaran sifat dan kualitas batubara dapat dievaluasi, serta alternatif teknologi penambangan dengan pencairan dapat direncanakan secara efektif dan efisien dengan penciri maseral liptinit mempunyai persentasi besar, yaitu rata-rata 34,28 % pada lapisan.
Overview Pengelolaan Air Asam Tambang Dengan Menggunakan Zeolit sefti, amila; Nursanto, Edy; Ernawati, Rika
Jurnal Mineral, Energi dan Lingkungan Vol 7, No 2 (2023): Jurnal Mineral Energi dan Lingkungan Volume 7 No. 2 Tahun 2023
Publisher : Fakultas Teknologi Mineral, Universitas Pembangunan Nasional (UPN)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31315/jmel.v7i2.11316

Abstract

Air asam tambang  adalah masalah global  dan menyebabkan dampak lingkungan yang berbahaya sehingga tersebar luas yang terkait dengan operasi penambangan yang sedang berjalan dan yang ditingkalkan, yang dihasilkan dari oksidasi mikroba pirit dengan adanya air dan udara, menghasilkan larutan asam yang mengandung ion logam beracun bagi tumbuhan, hewan, dan manusia. dan pelepasan logam berat terlarut merupakan perhatian penting yang dihadapi industri pertambangan. Oleh karena itu diperlukan metode yang efektif dan efesien dalam pengelolaan air asam tambang menggunakan zeolit. Metode yang mudah dalam aplikasinya, berbiaya rendah, dan ramah lingkungan sangat diharapkan untuk pengelolaan air asam tambang. Jurnal ini mengulas tentang metode pengelolaan  air asam tambang yang telah diterapkan diberbagai Negara. Metode yang paling efektif adalah metode pengelolaan air asam tambang menggunakan zeolit sintesis. Hasil penelitian menunjukkan bahwa efektifitas penyisihan logam berat menggunakan zeolit sintesis adalah 98,16%, tetapi metode zeolit sintesis cukup mahal. Untuk metode efisien dalam pengelolaan air asam tambang adalah metode zeolit alam yang hemat biaya dibandingkan dengan metode lainnya dikarenakan tanpa ada tambahan bahan kimia secara terus menerus.
Overview Pengelolaan Air Asam Tambang Dengan Menggunakan Zeolit sefti, amila; Nursanto, Edy; Ernawati, Rika
Jurnal Mineral, Energi dan Lingkungan Vol 7, No 2 (2023): Jurnal Mineral Energi dan Lingkungan Volume 7 No. 2 Tahun 2023
Publisher : Fakultas Teknologi Mineral, Universitas Pembangunan Nasional (UPN)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31315/jmel.v7i2.11316

Abstract

Air asam tambang  adalah masalah global  dan menyebabkan dampak lingkungan yang berbahaya sehingga tersebar luas yang terkait dengan operasi penambangan yang sedang berjalan dan yang ditingkalkan, yang dihasilkan dari oksidasi mikroba pirit dengan adanya air dan udara, menghasilkan larutan asam yang mengandung ion logam beracun bagi tumbuhan, hewan, dan manusia. dan pelepasan logam berat terlarut merupakan perhatian penting yang dihadapi industri pertambangan. Oleh karena itu diperlukan metode yang efektif dan efesien dalam pengelolaan air asam tambang menggunakan zeolit. Metode yang mudah dalam aplikasinya, berbiaya rendah, dan ramah lingkungan sangat diharapkan untuk pengelolaan air asam tambang. Jurnal ini mengulas tentang metode pengelolaan  air asam tambang yang telah diterapkan diberbagai Negara. Metode yang paling efektif adalah metode pengelolaan air asam tambang menggunakan zeolit sintesis. Hasil penelitian menunjukkan bahwa efektifitas penyisihan logam berat menggunakan zeolit sintesis adalah 98,16%, tetapi metode zeolit sintesis cukup mahal. Untuk metode efisien dalam pengelolaan air asam tambang adalah metode zeolit alam yang hemat biaya dibandingkan dengan metode lainnya dikarenakan tanpa ada tambahan bahan kimia secara terus menerus.
Karakteristik Batubara Formasi Warukin di Kalimantan Selatan serta Implikasinya pada Teknologi Pencairan Batubara Nursanto, Edy; Haq, Shofa Rijalul; Ardian, Aldin
Jurnal Mineral, Energi dan Lingkungan Vol 7, No 2 (2023): Jurnal Mineral Energi dan Lingkungan Volume 7 No. 2 Tahun 2023
Publisher : Fakultas Teknologi Mineral, Universitas Pembangunan Nasional (UPN)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31315/jmel.v7i2.11075

Abstract

Batubara di Indonesia didominasi oleh peringkat rendah (low rank coal) prosentase lebih dari 85% dari total cadangan batubara. Meskipun demikian, batubara peringkat rendah lebih mudah diolah untuk meningkatkan nilai tambahnya karena struktur molekul dan gugus hidroksil batubara peringkat rendah yang reaktif dibandingkan dengan batubara peringkat tinggi. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji karakteristik batubara peringkat rendah formasi Warukin pada proses pencairan batubara. Data primer berupa pengambilan sampel batubara dan arah kedudukannya serta kemiringannya diperoleh dengan metode pengambilan ply by ply. Analisis proksimat, ultimat, maseral dan reflektan vitrinit dilakukan pada sampel-sampel tersebut dengan variasi pengujian, kemudian diolah dengan analisis secara teoritis empiris yang disajikan dalam bentuk tabel. Analisis data dilakukan berdasarkan hasil pengujian di laboratorium secara deskriptif kualitatif.  Dengan penelitian ini, sebaran sifat dan kualitas batubara dapat dievaluasi, serta alternatif teknologi penambangan dengan pencairan dapat direncanakan secara efektif dan efisien dengan penciri maseral liptinit mempunyai persentasi besar, yaitu rata-rata 34,28 % pada lapisan.
PENGGUNAAN FINE COAL SEBAGAI CAMPURAN PUPUK UREA DAN PENGARUHNYA TERHADAP PERTUMBUHAN TANAMAN KANGKUNG DARAT (Ipomoea reptans) Suryaputra, August; Nursanto, Edy; Winarno, Eddy
Jurnal Teknologi Mineral dan Batubara Vol 20 No 2 (2024): Jurnal Teknologi Mineral dan Batubara Edisi Mei 2024
Publisher : Balai Besar Pengujian Mineral dan Batubara tekMIRA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30556/jtmb.Vol20.No2.2024.1549

Abstract

Fine coal is coal with a size of less than 0.5 mm which comes from processing waste or from avalanches during transportation using a conveyor belt. The aim of this research is to utilize fine coal as a mixture of plant fertilizer based on plant growth. There are four fertilizer treatments, namely 100% urea (UTB); 25% urea : 75% fine coal (UB13); 50% urea : 50% fine coal (UB11); and 75% urea: 25% fine coal (UB31) with nitrogen values ​​of 46%, 19.86%, 32.51% and 20% respectively. The average growth results in the form of number of leaves for each treatment were 10.6 strands, 10.9 strands, 9.8 strands and 8.5 strands, respectively. The average plant height in each treatment was 16.2 cm, 16.8 cm, 13.5 cm and 13.8 cm, respectively. The average nitrogen use efficiency (NUE) values ​​for each treatment were 27%, 19.6%, 25.9% and 10.5%, respectively. Plant growth experiments using a mixture of urea and fine coal fertilizer for number of leaves and plant height showed good results in the UB13 treatment, while NUE showed the best results in the UTB treatment.
PENGGUNAAN FINE COAL SEBAGAI CAMPURAN PUPUK UREA DAN PENGARUHNYA TERHADAP PERTUMBUHAN TANAMAN KANGKUNG DARAT (Ipomoea reptans) Suryaputra, August; Nursanto, Edy; Winarno, Eddy
Jurnal Teknologi Mineral dan Batubara Vol 20 No 2 (2024): Jurnal Teknologi Mineral dan Batubara Edisi Mei 2024
Publisher : Balai Besar Pengujian Mineral dan Batubara tekMIRA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30556/jtmb.Vol20.No2.2024.1549

Abstract

Fine coal is coal with a size of less than 0.5 mm which comes from processing waste or from avalanches during transportation using a conveyor belt. The aim of this research is to utilize fine coal as a mixture of plant fertilizer based on plant growth. There are four fertilizer treatments, namely 100% urea (UTB); 25% urea : 75% fine coal (UB13); 50% urea : 50% fine coal (UB11); and 75% urea: 25% fine coal (UB31) with nitrogen values ​​of 46%, 19.86%, 32.51% and 20% respectively. The average growth results in the form of number of leaves for each treatment were 10.6 strands, 10.9 strands, 9.8 strands and 8.5 strands, respectively. The average plant height in each treatment was 16.2 cm, 16.8 cm, 13.5 cm and 13.8 cm, respectively. The average nitrogen use efficiency (NUE) values ​​for each treatment were 27%, 19.6%, 25.9% and 10.5%, respectively. Plant growth experiments using a mixture of urea and fine coal fertilizer for number of leaves and plant height showed good results in the UB13 treatment, while NUE showed the best results in the UTB treatment.
KAJIAN TEKNIS GEOMETRI JALAN ANGKUT TAMBANG UNTUK MENINGKATKAN PRODUKTIVITAS OVERBURDEN REMOVAL PADA PENAMBANGAN BATUBARA PIT 14 PT DARMA HENWA SITE ASAM-ASAM, KALIMANTAN SELATAN Simaremare, Evelyn; Ratminah, Wawong Dwi; Nursanto, Edy; Lusantono, Oktarian Wisnu
Jurnal Teknologi Pertambangan Vol. 10 No. 1 (2024): Juli 2024
Publisher : Universitas Pembangunan Nasional Veteran Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31315/jtp.v10i1.13244

Abstract

Kegiatan pengangkutan menjadi salah satu faktor yang penting dalam mencapai target produktivitas, namun dalam proses pengangkutan tidak lepas dari perhitungan geometri jalan yang harus dipertimbangkan. Berdasarkan pengamatan yang dilakukan, sebagian besar jalan angkut yang terdapat pada PT. Darma Henwa site ACP belum memenuhi standar geometri jalan yang berlaku. Kondisi tersebut menyebabkan kecepatan alat angkut tidak optimal, memperbesar nilai total waktu edar alat angkut dan menurunkan nilai produktivitas alat angkut. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui ukuran standar geometri jalan angkut yang ideal dan meningkatkan produktivitas alat angkut setelah dilakukan perbaikan secara teoritis melalui simulasi rimpull. Hasil dari penelitian diperoleh lebar jalan lurus minimum adalah sebesar 24 m dan jalan tikungan sebesar 27 m. Grade jalan pada segmen C-D diperbaiki menjadi 7% dari kondisi aktual sebesar 8,48%. Pada segmen jalan tikungan, nilai superelevasi sudah memenuhi standar yaitu kurang dari 5% dan nilai radius tikungan telah melebihi nilai minimum sebesar 31,85 m. Cross slope standar sebesar 2% dengan beda tinggi pada bagian tengah jalan lurus sebesar 24 cm. Produktivitas alat angkut aktual adalah sebesar 102,51 BCM/jam dengan waktu edar alat angkut sebesar 24,95 menit. Setelah dilakukan evaluasi geometri jalan dan simulasi rimpull, waktu edar alat angkut menurun menjadi 21,75 menit dan produktivitas meningkat sebesar 117,28 BCM/jam pada Alternatif 1, sedangkan pada Alternatif 2 menjadi 20,13 menit dan produktivitas meningkat sebesar 126,69 BCM/jam. Hal tersebut menunjukkan adanya peningkatan produksi dari target produktivitas perusahaan yaitu 117 BCM/jam.