Claim Missing Document
Check
Articles

Found 35 Documents
Search

KAJIAN TEKNIS GEOMETRI JALAN ANGKUT TAMBANG UNTUK MENINGKATKAN PRODUKTIVITAS OVERBURDEN REMOVAL PADA PENAMBANGAN BATUBARA PIT 14 PT DARMA HENWA SITE ASAM-ASAM, KALIMANTAN SELATAN Simaremare, Evelyn; Ratminah, Wawong Dwi; Nursanto, Edy; Lusantono, Oktarian Wisnu
Jurnal Teknologi Pertambangan Vol. 10 No. 1 (2024): Juli 2024
Publisher : Universitas Pembangunan Nasional Veteran Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31315/jtp.v10i1.13244

Abstract

Kegiatan pengangkutan menjadi salah satu faktor yang penting dalam mencapai target produktivitas, namun dalam proses pengangkutan tidak lepas dari perhitungan geometri jalan yang harus dipertimbangkan. Berdasarkan pengamatan yang dilakukan, sebagian besar jalan angkut yang terdapat pada PT. Darma Henwa site ACP belum memenuhi standar geometri jalan yang berlaku. Kondisi tersebut menyebabkan kecepatan alat angkut tidak optimal, memperbesar nilai total waktu edar alat angkut dan menurunkan nilai produktivitas alat angkut. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui ukuran standar geometri jalan angkut yang ideal dan meningkatkan produktivitas alat angkut setelah dilakukan perbaikan secara teoritis melalui simulasi rimpull. Hasil dari penelitian diperoleh lebar jalan lurus minimum adalah sebesar 24 m dan jalan tikungan sebesar 27 m. Grade jalan pada segmen C-D diperbaiki menjadi 7% dari kondisi aktual sebesar 8,48%. Pada segmen jalan tikungan, nilai superelevasi sudah memenuhi standar yaitu kurang dari 5% dan nilai radius tikungan telah melebihi nilai minimum sebesar 31,85 m. Cross slope standar sebesar 2% dengan beda tinggi pada bagian tengah jalan lurus sebesar 24 cm. Produktivitas alat angkut aktual adalah sebesar 102,51 BCM/jam dengan waktu edar alat angkut sebesar 24,95 menit. Setelah dilakukan evaluasi geometri jalan dan simulasi rimpull, waktu edar alat angkut menurun menjadi 21,75 menit dan produktivitas meningkat sebesar 117,28 BCM/jam pada Alternatif 1, sedangkan pada Alternatif 2 menjadi 20,13 menit dan produktivitas meningkat sebesar 126,69 BCM/jam. Hal tersebut menunjukkan adanya peningkatan produksi dari target produktivitas perusahaan yaitu 117 BCM/jam.
RANCANGAN TEKNIS KEMAJUAN PENAMBANGAN ANDESIT UNTUK MEMENUHI TARGET PRODUKSI BULANAN TAHUN 2024 DI QUARRY MALOKO PT SOLUSI BANGUN BETON Irfan, Novandi; Winarno, Eddy; Ernawati, Rika; Nursanto, Edy; Aji, Dwi Poetranto Waloejo; Sudaryanto, Sudaryanto
Jurnal Teknologi Pertambangan Vol. 10 No. 1 (2024): Juli 2024
Publisher : Universitas Pembangunan Nasional Veteran Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31315/jtp.v10i1.13250

Abstract

PT Solusi Bangun Beton merupakan perusahaan yang bergerak di bidang industri penambangan dan peremukan batu andesit. Kegiatan penambangan pada PT Solusi Bangun Beton dilakukan dengan sistem tambang terbuka dengan metode quarry. Saat ini kegiatan penambangan dilakukan di quarry maloko pada bench D1 (Elevasi 97 Mdpl), namun kegiatan penambangan terkendala karena pada area bench D1 masih terdapat area bench D0 (Elevasi 107 Mdpl) yang masih belum terbongkar karena adanya tumpukan abu batu dengan ketinggian berkisar antara 10-15 meter pada bench D0 tersebut, sehingga perlu dipindahkan untuk selanjutnya dilakukan pencucian. Penelitian ini bertujuan untuk membuat rancangan kemajuan penambangan dari bulan Maret hingga bulan Desember 2024. Pembuatan rancangan penambangan mempertimbangkan target produksi perusahaan yaitu sebanyak 1.634.535 ton dan geometri lereng yang telah ditetapkan perusahaan, yaitu lebar lereng tunggal 5 meter, tinggi lereng tunggal 10 meter dan sudut lereng tunggal 80º. Sehingga didapatkan jumlah andesit tertambang total pada bulan Maret hingga Desember 2024 sebanyak 1.674.922 ton. Rancangan geometri jalan angkut dibuat berdasarkan alat mekanis terbesar yang melalui jalan yakni Komatsu HD 465. Dari perhitungan didapatkan geometri jalan angkut pada jalan lurus memiliki lebar minimum 19 meter, pada tikungan 23 meter, superelevasi 0,04 mm/m dan cross slope 40 mm/m. Grade jalan angkut memiliki kemiringan antara 7,3% hingga 10,3%. Pada penambangan andesit alat gali-muat yang digunakan adalah Hitachi Zaxis 470 LC dengan kapasitas bucket 3,2 m3 dan untuk alat angkut yang digunakan adalah Komatsu HD 465 dengan kapasitas vesssel 34,2 m3. Pada penambangan andesit, jumlah kebutuhan alat mekanis yang digunakan setiap bulannya memiliki nilai yang berbeda. Dalam kondisi aktual di lapangan, alat yang tersedia harus digunakan karena setiap alat memiliki operator tetap, sehingga jumlah alat mekanis pada kegiatan penambangan andesit yang digunakan adalah yang tertinggi yaitu untuk alat gali-muat sebanyak unit 2 unit dan alat angkut 4 unit.
Desulfurisasi Batubara Dengan Metode Flotasi Pada Pengoptimalan Reagen Buah Lerak Anzani, Fitri Alda; Nursanto, Edy; Siwidiani, Indri Lesta
Jurnal Teknologi Pertambangan Vol. 10 No. 2 (2025): Januari 2025
Publisher : Universitas Pembangunan Nasional Veteran Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31315/jtp.v10i2.14555

Abstract

Batubara yang digunakan pada penelitian ini diambil dari Kecamatan Tenggarong terletak di Kabupaten Kutai Kartanegara, Provinsi Kalimantan Timur. Secara astronomis lokasi pengambilan sampel batubara di Kecamatan Tenggarong berada pada koordinat sekitar 0°27' Lintang Selatan dan 117°8' Bujur Timur Tempat penelitian berada di  Laboratorium  Pengolahan  Mineral,  Jurusan  Teknik  Pertambangan,  Fakultas  Teknologi  Mineral,  Universitas Pembangunan “Veteran” Yogyakarta kampus 1 menggunakan alat Flotasi. Proses flotasi ini menggunakan mesin flotasi  sel  tunggal  laboratorium  XFD-III.  Flotasi  batubara  adalah  teknik  pemisahan  yang  digunakan  untuk meningkatkan  kualitas  batubara  dengan  memisahkan  kontaminan,  seperti  senyawa  sulfur  dan  bahan  pengotor lainnya  dari  batubara.  Dalam  proses  ini,  gelembung  udara  dihasilkan  dari  proses  pengadukan,  Batubara  yang memiliki  sifat  hidrofilik  (suka  terhadap  air)  dapat  bercampur  dengan  air.  Desulfurisasi  batubara  menggunakan reagen  buah  lerak  dengan  metode  flotasi  terbukti  mampu  untuk  menurunkan  kandungan  sulfur  yang  ada  pada batubara. Kandungan sulfur tertinggi ditemukan pada ukuran 100 mesh disebabkan oleh ukuran batubara  yang sangat  kecil  sehingga  lebih  mudah  terbawa  oleh  gelembung  mengakibatkan  pembersihannya  menjadi  kurang efektif. Reagen yang optimal dalam penurunan kadar sulfur berada pada 150 ml karena pada reagen 100 ml ke 150 ml terdapat penurunan sulfur yang signifikan, serta belum berada pada titik jenuh.
Perancangan Geometri Peledakan Berdasarkan Karakteristik Batuan dan Struktur Geologi Permukaan Hasil Pemetaan UAV pada Batuan Metamorf di Penambangan Emas Frampton, Samantha Michelle; Saptono, Singgih; Wiyono, Bagus; Nurkhamim; Nursanto, Edy
Jurnal Teknologi Pertambangan Vol. 11 No. 1 (2025): Juni 2025
Publisher : Universitas Pembangunan Nasional Veteran Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31315/jtp.v11i1.14710

Abstract

Ukuran fragmentasi hasil peledakan memegang peran penting dalam keberhasilan proses ekstraksi emas di PT J Resources Bolaang Mongondow. Permasalahan yang dihadapi adalah belum optimalnya rancangan peledakan akibat belum diperhitungkannya variasi karakteristik batuan berdasarkan tipe alterasi. Fragmentasi yang tidak sesuai sasaran menghambat proses pelindian dan menurunkan efisiensi operasional. Oleh karena itu, penelitian ini dilakukan untuk menentukan nilai Blastability Index (BI) dari berbagai tipe alterasi batuan metamorf dan menyusun rancangan geometri peledakan yang adaptif terhadap kondisi geologi setempat, sehingga diperoleh fragmentasi batuan dengan ukuran P80 ≤ 10 cm.Penelitian ini dilakukan untuk menentukan nilai Blastability Index (BI) berdasarkan parameter geoteknik dari berbagai tipe alterasi batuan, serta menyusun rancangan geometri peledakan adaptif menggunakan pendekatan teoritis C.J. Konya, R.L. Ash, dan ICI Explosive. Penelitian melibatkan pemetaan struktur geologi menggunakan UAV dan fotogrametri, pengukuran BI dengan metode Lilly (1986), analisis fragmentasi aktual menggunakan Split Desktop, serta simulasi fragmentasi teoritis dengan model Kuz-Ram. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pendekatan Konya menghasilkan fragmentasi paling mendekati target (P80 ≤ 10 cm), terutama pada batuan dengan RF tinggi. Model Kuz-Ram efektif memprediksi distribusi ukuran berdasarkan nilai A dari BI. Pendekatan berbasis BI terbukti efisien dan adaptif, serta mampu meningkatkan kinerja pelindian. Oleh karena itu, rancangan geometri peledakan berbasis Konya direkomendasikan untuk diterapkan di lokasi penelitian.
Drain Hole Installation Design in an Open Coal Mine Cahyadi, Tedy Agung; Fadlil, Doni Firdaus; Titisariwati, Indun; Hartono, Hartono; Nursanto, Edy; Ansori, Muhammad Iqbal; Anggoro, Hengky
Journal TECHNO Vol. 7 No. 2 (2021): November
Publisher : Universitas Pembangunan Nasional Veteran Yogayakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31315/journal techno.v7i2.5441

Abstract

The presence of groundwater on the mine slopes can disturb the stability of the slope. High groundwater can increase pore pressure which affects the amount of load on the mine slope. In order to lower the groundwater level, it is necessary to have drainage holes to drain water naturally. This study aims to design a horizontal drain installation so that it can lower the groundwater table. The results of this study indicate the existence of an aquifer in the form of sandstones. In this aquifer horizontal drains will be installed. The results of this study are in the form of horizontal drains installation design, namely, the location of the installation of the horizontal drain, the diameter of the boreholes, the distance between the boreholes, the length of the horizontal drains installation pipe, and the angle of inclination of the installation of the horizontal drains.
KONVERSI BATUBARA LIGNITE MENJADI ASAM HUMAT SEBAGAI PUPUK TANAMAN Fadhilah, Rahimatul; Nursanto, Edy
Journal TECHNO Vol. 10 No. 1 (2024): Mei
Publisher : Universitas Pembangunan Nasional Veteran Yogayakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31315/journal techno.v10i1.13157

Abstract

Low-rank coals, such as lignite and sub-bituminous coal, generally exhibit low calorific values (< 5,100 kcal/g, air-dried basis) and high moisture content (30-50%). This high moisture makes them less attractive and difficult to market, despite their abundance in Indonesia. Additionally, these coals are prone to spontaneous combustion, requiring special handling. Given their high moisture and sulfur content, they are inefficient as fuel and contribute to gas pollution, necessitating costly emission controls. This study, conducted in collaboration with Universitas Pembangunan Nasional Veteran Yogyakarta, explores the use of fine coal as a fertilizer additive. The research aims to evaluate the effectiveness of fine coal in urea fertilizers and analyze its humic acid content. Fine coal was tested as an additive in urea fertilizers at ratios of 3:1, 1:1, and 1:3 on pakcoy, kangkung, and tomatoes. The 1:3 ratio of urea to fine coal proved most effective, enhancing plant growth and leaf quantity. Results suggest fine coal, a byproduct from PT Adaro Indonesia, can be effectively used as a fertilizer additive, contributing to waste reduction. However, humic acid analysis revealed it does not yet meet standard fertilizer quality requirements, indicating a need for further improvement. Keyword: Low-rank coals, Fine coal, Fertilizer additive, Humic acid, Plant growth
PBM PENGEMBANGAN USAHA CATERING KELOMPOK RAHAYU PRIMA SUMBER RAHAYU MOYUDAN SLEMAN YOGYAKARTA Yudhiantoro, Danang; Nursanto, Edy; Perwira, Rifki Indra
Dharma: Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol. 3 No. 1 (2022): Mei
Publisher : Universitas Pembangunan Nasional "Veteran" Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31315/dlppm.v3i1.7119

Abstract

Catering Business Group The Rahayu Prima Sumber Rahayu Group is located in the hamlet of Goser, Sumber Rahayu, Moyudan Sleman Yogyakarta, and consists of women who are farmers who are engaged in the home catering business. The problem in the Catering Business Group of the Rahayu Prima Sumber Rahayu Group is developing a processed menu made from catfish and in developing its marketing area. This is due to the knowledge in food processing that comes from catfish, the less attractive packaging and the lack of marketing aspects. The purpose of this Pbm is to develop the Catering Business Group of the Rahayu Prima Sumber Rahayu Group which is economically independent in processing food menus made from catfish, as well as expanding the aspect of online marketing and improving people's welfare. The methods used to achieve these goals are in the form of interviews, training, and mentoring. PbM activities include: training and practice of processed products made from catfish, training and online marketing assistance and provision of packaging tools for processed food products made from catfish. The outputs of PbM activities are processed food products made from catfish, provision of marketing tools, website creation for online marketing of food products made from catfish, books on product processing and online marketing of food made from catfish, scientific publications in journals and proceedings as well as online news.
Analysis of Humic Acid Content in Reject Coal as an Organic Fertilizer in Coal Mining Reclamation Areas Nastigor Nasution, Roy; Nursanto, Edy; Ernawati, Rika; Rijalul Haq, Shofa
Journal of Metallurgical Engineering and Processing Technology Vol 4, No 2 (February 2024)
Publisher : Universitas Pembangunan Nasional "Veteran" Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31315/jmept.v4i2.11159

Abstract

An important effort to restore the productivity of degraded land is land reclamation, especially in areas where ecosystems have been destroyed. The use of organic materials that can improve soil quality is one of the methods used in the reclamation process. Humic acid, an organic component found in natural organic materials such as humus and compost, has attracted attention as an organic fertilizer material that can be used in reclamation, the aim of this research is to analyze the use of humic acid as an organic fertilizer in the reclamation process in the Spice Land area, South Kalimantan. This research was carried out through field and laboratory studies, looking at how humic acid affects the properties of degraded soil, pH, height and stem diameter. The results showed that the application of humic acid significantly improved the quality of reclaimed soil by increasing the soil's capacity to store water and increasing its fertility in addition to the physicochemical benefits, the use of humic acid helps the environment. By using it as an organic fertilizer in the reclamation process, you no longer need to use synthetic chemical fertilizers, which can have a bad impact on the environment. It also supports sustainable agricultural practices ,in reclamation, the use of humic acid as an organic fertilizer shows great potential to increase the success rate of restoration of degraded land. Consequently, this research encourages environmentally friendly practices for the restoration of damaged ecosystems and helps sustainable land management.
The Overview of Indonesia Coal Bed Methane Resources Nursanto, Edy; Rijalul Haq, Shofa; Inmarlinianto, Inmarlinianto
Journal of Metallurgical Engineering and Processing Technology Vol 4, No 2 (February 2024)
Publisher : Universitas Pembangunan Nasional "Veteran" Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31315/jmept.v4i2.11170

Abstract

Coal Bed Methane (CBM) is generated by coal layers, there is a preceding process, which is the formation of coal (coalification). Coalification begins with the burial of organic material originating from plants. The burial, lasting hundreds of millions of years, results in increasing temperatures and pressures, causing physical and chemical changes to the organic material. Methane gas, the largest component of CBM, is formed. Two processes: biogenic and thermogenic. In the early stages of coalification, biogenic methane gas is produced as a byproduct of the activities of decomposing microorganisms (anaerobic bacteria), similar to what occurs in the decomposition of organic waste.  Only about 5 to 20 percent is stored within coal. There are four mechanisms for gas storage in coal: absorption, adsorption, free gas, and gas dissolved in water.  Among these four mechanisms, adsorption is the most significant, accounting for 98 percent of the stored CBM in a combined system of micropores (coal matrix) and cleats. Coal Bed Methane resources in Indonesia can be found across South Kalimantan, East Kalimantan, Sumatra, and Java.
UPGRADING BATUBARA PERINGKAT RENDAH UNTUK MENINGKATKAN NILAI KALORI MENGGUNAKAN TETES TEBU DAN MINYAK JELANTAH Malinda, Eka; Waluyo Adjie, Dwi Poetranto; Winarno, Eddy; Nursanto, Edy; Pambayu, Aldio Kresna
Jurnal Teknologi Pertambangan Vol. 9 No. 2 (2024): Januari 2024
Publisher : Universitas Pembangunan Nasional Veteran Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31315/jtp.v9i2.11872

Abstract

Teknologi UBC merupakan salah satu metode pemanfaatan batubara peringkat rendah dengan cara menurunkankandungan air sehingga akan menaikkan nilai kalori batubara. Pada penelitian ini coating (pelapis) yang digunakan adalah tetes tebu (molasses) dan minyak jelantah (waste cooking oil) dengan variasi waktu pencelupan 30 detik, 45 detik, dan 60 detik. Setelah dilakukan pencelupan, batubara kemudian dikeringkan pada suhu ruangan dengan variasi waktu pengeringan 10 hari, 20 hari, dan 30 hari.Berdasarkan hasil penelitian didapatkan bahwa nilai kalori batubara meningkat dari 5.561 Kkal/kg menjadi 6.135 Kkal/kg pada batubara dengan minyak jelantah pengeringan 10 hari, hal itu juga ditunjukkan dengan kandungan air yang rendah dari semula 17,67% dapat diturunkan menjadi 9,44% pada batubara dengan minyak jelantah waktu pencelupan 30 detik dan waktu pengeringan 10 hari. Hasil penelitian menunjukkan bahwa batubara dengan minyak jelantah, waktu pencelupan 30 detik, dan waktu pengeringan 10 hari lebih efektik untuk meningkatkan nilai kalori batubara.