Claim Missing Document
Check
Articles

Found 31 Documents
Search

Evaluasi Kebijakan Program Garbasari dalam Penanggulangan Stunting di Kabupaten Badung Ni Nengah Ayu Mahartini; Made Agus Sugianto; I Putu Dedy Kastama Hardy
JURNAL KESEHATAN, SAINS, DAN TEKNOLOGI (JAKASAKTI) Vol 1, No 1 (2022): JURNAL KESEHATAN, SAINS, DAN TEKNOLOGI (JAKASAKTI)
Publisher : LPPM Universitas Dhyana Pura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (636.606 KB)

Abstract

AbstrakStunting adalah kondisi gagal tumbuh anak balita karena kekurangan gizi kronis terutama pada 1.000 HPK. Tergolong stunting apabila tinggi badan menurut umur lebih rendah dari pada standar nasional atau nilai Z-Score indeks TB/U < -2 SD. Tahun 2020 kasus stunting di Kabupaten Badung sudah menurun yaitu 6,1%. Tetapi pada Puskesmas Petang II angka stunting tinggi 20,7%. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui evaluasi kebijakan program garbasari dalam penanggulangan stunting di Kabupaten Badung. Penelitian ini deskriptif kuantitatif, design penelitian cross sectional. Jumlah sampel 42 orang (metode total sampling). Analisa data Penilaian Indeks Kualitas Kebijakan Lembaga Administrasi Negara Republik Indonesia tahun 2021 dari hasil kuesioner dan telaah dokumen. Hasil penelitian penilaian evaluasi agenda setting kebijakan klasifikasi baik (94,0%), penilaian evaluasi formulasi kebijakan klasifikasi baik (92,5%), penilaian evaluasi implementasi kebijakan klasifikasi sedang (73,5%) dan penilaian evaluasi kebijakan program penanggulangan stunting klasifikasi tidak baik (38,7%). Kata kunci: Garbasari, Evaluasi Kebijakan, StuntingAbstractDue to chronic malnutrition, particularly in the first 1,000 days of life, stunting is a condition in which children under the age of five fail to thrive. Stunting is defined as having a height at age that is below the national average or the Z-Score index for TB/U -2 SD. Stunting instances in Badung Regency fell by 6.1% in 2020. However, the stunting rate at the Petang II Health Center was high at 20.7%. The purpose of this study is to assess the effectiveness of the Garbasari program's stunting prevention strategy in Badung Regency. This study uses a cross-sectional, descriptive quantitative research design. There are 42 samples in all (total sampling method). The Republic of Indonesia's State Administration will evaluate the Policy Quality Index in 2021 using the findings of questionnaires and document reviews. The research's findings on the evaluation of the evaluation of the classification policy's agenda setting are good (94.0%), the evaluation of the policy's formulation is good (92.5%), the implementation of the policy is moderate (73.5%), and the evaluation of the policy's evaluation of the classification of the stunting prevention program is not good (38.7%).Keywords: Garbasari, Policy Evaluation, Stunting
Analisis Pengaruh Ketidaklengkapan Formulir Resume Medis Terhadap Mutu Rekam Medis Pasien Rawat Inap Pelayanan Kanker Terpadu di Rumah Sakit Prima Medika Denpasar Julieta Rosalinda Patty; Dylla Hanggaeni Dyah Puspaningrum; I Putu Dedy Kastama Hardy
JURNAL KESEHATAN, SAINS, DAN TEKNOLOGI (JAKASAKTI) Vol 1, No 2 (2022): JURNAL KESEHATAN, SAINS, DAN TEKNOLOGI (JAKASAKTI)
Publisher : LPPM Universitas Dhyana Pura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (617.698 KB)

Abstract

                                                Abstrak Resume medis merupakan bagian dari rekam medis yang harus diisi secara lengkap. Ketidaklengkapan pada rekam medis dapat mempengaruhi mutu rekam medis karena mutu rekam medis dapat mencerminkan pelayanan kesehatan yang diberikan. Rancangan penelitian ini menggunakan analitik kuantitatif dengan jenis penelitian cross sectional dan analisis data menggunakan uji univariat dan bivariat dengan chi square. Hasil penelitian ini menunjukan ada pengaruh yang signifikan terhadap pada review identifikasi (p value = 0,006) review autentifikasi (p value = 0,001) review laporan penting (p value = 0,001) dan tidak ada pengaruh yang signifikan pada review pencatatan (p value = 0,267). Kesimpulan dari penelitian ini adalah ketidaklengkapan pada review identifikasi, review autentifikasi, dan review laporan penting ada pengaruh terhadap mutu rekam medis tetapi pada review pencatatan tidak terdapat pengaruh terhadap mutu rekam medis di Rumah Sakit Prima Medika Denpasar.Kata kunci: Ketidaklengkapan, Resume medis, Mutu Rekam medis.                                                AbstractMedical resume is part of the medical record that must be filled in completely. Incompleteness in medical records can affect the quality of medical records because the quality of medical records can reflect the health services provided. This research design uses quantitative analysis with cross sectional research type and data analysis uses univariate and bivariate tests with chi square. The results of this study indicate that there is a significant effect on the identification review (p value = 0.006) authentication review (p value = 0.001) important report review (p value = 0.001) and there is no significant effect on the recording review (p value = 0.267). The conclusion of this study is that the incomplete identification review, authentication review, and important report review have an effect on the quality of medical records but in the recording review there is no effect on the quality of medical records at Prima Medika Hospital Denpasar.Keywords: Incompleteness, Medical Resume, Quality of Medical Records.
Analisis Kebutuhan Tenaga Rekam Medis Berdasarkan WISN (Workload Indicator of Staffing Need) di Unit Rekam Medis UPTD Puskesmas Selemadeg Ni Wayan Ernawati; I Putu Dedy Kastama Hardy; Made Agus Sugianto
JURNAL KESEHATAN, SAINS, DAN TEKNOLOGI (JAKASAKTI) Vol 1, No 2 (2022): JURNAL KESEHATAN, SAINS, DAN TEKNOLOGI (JAKASAKTI)
Publisher : LPPM Universitas Dhyana Pura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (574.651 KB)

Abstract

Abstract The number of human resources in the Medical Record Unit at the UPTD of the Selemadeg Health Center is three people, with an average poly visit of 50-70 patients per day, and the number of ER visits is an average of 15-20 patients per day. UPTD Puskesmas Selemadeg is an inpatient puskesmas where the existing medical record officers are only on duty in the morning. With so many patients, officers often feel overwhelmed by entering two types of patient input, which causes patients to queue for too long. To solve the problem, necessary to plan energy requirements with the WISN, which expect to reduce errors due to workload. Data collection techniques collect through participatory observation, documentation, and interviews. This type of research is a descriptive method WISN. The research instrument used a checklist and SOP. The number research population is three people with a total sample sampling. The available working time is 90,000 minutes/year with a standard workload of 13195.16 minutes/year, and the standard allowance is 0.184 HR. The need for human resources by WISN analysis shows that the number of workers is five from the current three people. Hence, the UPTD Puskesmas Selemadeg needs to plan to add two people to the medical record profession to suit the workload.Keywords:Manpower Needs, WISN Method, WISN Ratio, Medical Record Unit Abstrak Jumlah SDM di Unit Rekam Medis di UPTD Puskesmas Selemadeg sebanyak 3 orang dengan jumlah kunjungan poli rata- rata 50 – 70 pasien per hari dan jumlah kunjungan UGD rata – rata 15 – 20 pasien per hari. UPTD Puskesmas Selemadeg merupakan puskesmas rawat inap dimana petugas rekam medis yang ada hanya bertugas pada pagi hari. Dengan banyak nya pasien petugas sering kali merasa kewalahan dengan mengentry 2 jenis penginputan pasien yang menyebabkan pasien antre terlalu lama. Untuk mengatasi masalah tersebut, maka diperlukan perencanaan kebutuhan tenaga dengan metode WISN yang diharapkan mampu menekan terjadinya kesalahan akibat beban kerja. Jenis penelitian ini merupakan penelitian deskriptif dengan metode WISN. Jumlah populasi penelitian 3 orang dengan sampel total sampling. Instrumen penelitian menggunakan checklist dan SOP. Teknik  pengumpulan data dengan observasi partisipatif, dokumentasi danwawancara. Waktu kerja tersedia sebesar 90.000 menit / tahun denganstandar beban kerja sebesar 13195.16 menit / tahun, standar kelonggaransebesar 0,184 SDM. Kebutuhan tenaga dengan analisis WISNdidapatkan jumlah tenaga sebesar 5 orang dari yang ada saat ini baru 3orang. Sehingga manajemen UPTD Puskesmas Selemadeg perlumengadakan perencanaan penambahan tenaga sebanyak 2 orang denganprofesi perekam medis agar sesuai dengan beban kerja. Kata kunci:Kebutuhan Tenaga, Metode WISN, Rasio WISN, Unit Rekam Medis
Analisis Implementasi Anggaran Bantuan Operasional Kesehatan (Bok) di Era Pandemi Covid-19 di Dinas Kesehatan Provinsi Bali Tahun 2020 Anak Agung Istri Mas; I Putu Dedy Kastama Hardy; Made Agus Sugianto
JURNAL KESEHATAN, SAINS, DAN TEKNOLOGI (JAKASAKTI) Vol 1, No 2 (2022): JURNAL KESEHATAN, SAINS, DAN TEKNOLOGI (JAKASAKTI)
Publisher : LPPM Universitas Dhyana Pura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (603.772 KB)

Abstract

Abstract Health Operational Assistance (BOK) is a fund used to ease the public's burden of financing the health sector, particularly services at Community Health Centers, reducing maternal mortality, infant mortality, and malnutrition. This research is a descriptive study with a qualitative approach, the number of informants in this study was seven (7) people, and the informants were selected based on the principles of adequacy and suitability. The triangulation method used in this study consisted of source triangulation, namely the researcher obtained data from different informants in exploring the same topic, and data triangulation, namely researchers using observation methods, documentation studies, and in-depth interviews. The results showed that the low absorption of Health Operational Assistance funds was due to the delay in the technical guidance (JUKNIS) of the Health Operational Assistance (BOK), causing the withdrawal of all activities that used BOK funds. Suggestions that can be given are to coordinate with the BOK manager at the Ministry of Health so that the issuance of Technical Instructions (Juknis) is accelerated so that the planning process at the Bali Provincial Health Office can be carried out earlier and the program manager should first prepare a plan of activities that will be carried out before the technical guidelines come down so that program managers can immediately start activities when technical guidelines have been issued.Keywords:Health Operational Assistance AbstrakBantuan Operasional Kesehatan, yang selanjutnya disebut BOK, adalahdana yang digunakan untuk meringankan beban masyarakat terhadappembiayaan bidang kesehatan, khususnya pelayanan di Pusat KesehatanMasyarakat, penurunan angka kematian ibu, angka kematian bayi, danmalnutrisi. Penelitian ini adalah penelitian deskriptif dengan pendekatankualitatif, jumlah informan penelitian ini adalah tujuh (7) orang,informan dipilih berdasarkan asas kecukupan dan kesesuaian. Adapunmetode triangulasi yang dilakukan dalam penelitian ini terdiri daritriangulasi sumber yaitu peneliti mendapatkan data dari informan yangberbeda dalam menggali topik yang sama dan triangulasi data yaitupeneliti menggunakan metode observasi, studi dokumentasi danwawancara mendalam. Hasil penelitian menunjukan rendahnya serapandana Bantuan Operasional Kesehatan adalah dikarenakan adanyaketerlambatan turunnya petunjuk teknis (JUKNIS) BOK sehinggamenyebabkan mundurnya seluruh kegiatan yang menggunakan danaBOK. Saran yang dapat diberikan adalah Berkoordinasi denganpengelola BOK di Kementrian Kesehatan agar penerbitan PetunjukTekhnis (Juknis) di percepat sehimgga proses perencanaan di DinasKesehatan Provinsi Bali bisa dilaksanakan lebih awal dan sebaiknyapengelola program terlebih lebih dahulu mempersiapkan rancangankegiatan yang akan dilaksanakan sebelum juknis turun sehinggapengelola program dapat langsung berkegiatan saat juknis telah turun Kata kunci:Bantuan OperasionalKesehatan
Manajemen Pengelolaan Obat di Unit Pelayanan Teknis Dinas Laboratorium dan Pengujian Obat Tradisional Dinas Kesehatan Provinsi Bali Ni Putu Ayu Indah Paramita; Made Agus Sugianto; I Putu Dedy Kastama Hardy
JURNAL KESEHATAN, SAINS, DAN TEKNOLOGI (JAKASAKTI) Vol 1, No 2 (2022): JURNAL KESEHATAN, SAINS, DAN TEKNOLOGI (JAKASAKTI)
Publisher : LPPM Universitas Dhyana Pura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (664.717 KB)

Abstract

Abstract The deficient of drug management will result the stagnant of drug supplies and stock outs. Stagnant drugs have a risk of expiration and damage if not stored properly. The research is to know the management of drug management. The research used is descriptive qualitative research, through in-depth interview techniques. The determination of informants by applying purposive sampling technique. There are 4 informants. The study was conducted in March-August 2022. The study showed that the drug planning stage is using 2 methods including the consumption and morbidity method. The selection stage of drug needs is using the national formulary and DOEN. The drug revenue budget is from APBN, APBD/DAK funds, grants, and donations. Procurement of drugs using the e-Purchasing method. The administration system for receiving drugs is still done manually by using the excel program. Drug storage is not based on alphabetical and not based on dosage form. Mechanism of drug distribution is done by push distribution and pull distribution. The recording and reporting of drugs has not been going well because there are often differences in the amount of medicine between the available drugs and drugs that are recorded on the stock card. Drug destruction is carried out every 2 years through a tender mechanism.Keywords:The Management of Drug Management, Bali Public Health Office Abstrak Manajemen pengelolaan obat yang kurang baik akan mengakibatkan persediaan obat mengalami stagnant dan stock out. Obat yang mengalami stagnant memiliki risiko kadaluwarsa dan kerusakan bila tidak disimpan dengan baik. Penelitian adalah untuk mengetahui manajemen pengelolaan obat. Penelitian yang digunakan adalah penelitian kualitatif yang sifatnya deskriptif, melalui teknik wawancara mendalam. Penentuan informan dengan teknik purposive sampling. Informan berjumlah 4 orang. Penelitian dilaksanakan pada bulan Maret-Agustus 2022. Penelitian menunjukan bahwa tahap perencanaan obat menggunakan 2 metode meliputi metode konsumsi dan morbiditas. Tahapan seleksi kebutuhan obat menggunakan formularium nasional dan DOEN. Anggaran pendapatan obat bersumber dari dana APBN, APBD/DAK, hibah dan donasi. Pengadaan obat menggunakan metode e-Purchasing. Sistemadministrasi penerimaan obat masih dilakukan secara manualmenggunakan program excel. Penyimpanan obat belum berdasarkanalfabetis dan tidak berdasarkan bentuk sediaan. Mekanismependistribusian obat dilakukan secara push distribution dan pulldistribution. Pencatatan dan pelaporan obat belum berjalan dengan baikkarena sering terjadi perbedaan jumlah obat antara fisik barang denganyang tercatat di kartu stok. Pemusnahan obat dilakukan setiap 2 tahunsekali melalui mekanisme tender. Kata kunci:Manajemen Pengelolaan Obat, Dinas Kesehatan Provinsi Bali
Hubungan Pengetahuan Gizi dan Aktivitas Fisik Terhadap Demensia pada Lansia (Lanjut Usia) di Desa Tista Kecamatan Kerambitan Kabupaten Tabanan Ida Bagus Made Kresna Dwipayana; Ni Ketut Martini; I Putu Dedy Kastama Hardy
JURNAL KESEHATAN, SAINS, DAN TEKNOLOGI (JAKASAKTI) Vol 1, No 2 (2022): JURNAL KESEHATAN, SAINS, DAN TEKNOLOGI (JAKASAKTI)
Publisher : LPPM Universitas Dhyana Pura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (347.043 KB)

Abstract

                                                     Abstrak Populasi lansia terus meningkat setiap tahun, seiring dengan bertambahnya usia seseorang terjadi berbagi perubahan sistem dalam tubuh. Perubahan yang mungkin terjadi pada lansia diantaranya perubahan fisik dan perubahan spiritual seperti demensia. Pravalensi malnutrisi pada lansia mencapai 17-65%. Sedangkan dampak dari kurangnya aktivitas fisik dapat sebagai pemicu untuk timbulnya penyakit salah satunya demensia. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan pengetahuan gizi dan aktivitas fisik pada lansia (lanjut usia) di Desa Tista Kecamatan Kerambitan Kabupaten Tabanan. Penelitian ini adalah penelitian kuantitatif. Rancangan penelitian ini adalah cross sectional. Jumlah sampel sebanyak 83 orang (total sampling) dan menggunakan uji chi square. Hasil penelitian menunjukan pengetahuan gizi sampel sebagian besar memiliki kategori baik dengan presentase 49.4%. Pengetahuan aktivitas fisik sampel sebagian besar memiliki kategori cukup dengan presentase 56.6%. Status demensia sampel sebagian besar memilki kategori normal dengan presentase 59.0%. Terdapat hubungan antara pengetahuan gizi terhadap demensia dan terdapat hubungan antara pengetahuan aktivitas fisik terhadap demensia dengan nilai p-value 0.000. Saran yang diberikan diharapkan kepada petugas kesehatan untuk memberikan edukasi tentang aktivitas fisik yang baik bagi para lansia.Kata kunci: Pengetahuan gizi, pengetahuan aktivitas fisik, demensia                                                Abstract Elderly population has steadily increased every year, along with aging someone happened share the system change in the body. Change that might happen to senior citizens of them change in physical and spiritual change as dementia. Prevalency malnutrition in elderly reached 17-65%. Meanwhile, the effects from lack of physical activity be as the trigger for the disease one dementia. This research aims to review the relationship of knowledge of nutrition and physical activity on the elderly in the Tista village Kerambitan district Tabanan regency. This research is qualitative, research design is cross sectional. Number of total sampling is 83 by using chi square test. The result show that most of the nutrition knowledge sample have good category with percentage 49.4%. Most of the physical activity knowledge sample have enough category by percentage 56.6%. Most of the dementia status sample have normal category at percentage 59.0%. There is relationship between nutrition knowledge and dementia also there is relationship between physical activities to dementia with p-value 0.000. It is expected to the health workers to provide education about good physical activities for elderly.Keywords: Dementia, Nutrition Knowledge, Physical Activity Knowledge.
ANALISIS FAKTOR YANG BERHUBUNGAN DENGAN KINERJA PERAWAT DI RSU PARAMA SIDHI PADA MASA PANDEMI COVID-19 Kadek Yulia Ariani; I Putu Dedy Kastama Hardy; Made Agus Sugianto
JURNAL KESEHATAN, SAINS, DAN TEKNOLOGI (JAKASAKTI) Vol. 2 No. 1 (2023): JURNAL KESEHATAN, SAINS, DAN TEKNOLOGI (JAKASAKTI)
Publisher : LPPM Universitas Dhyana Pura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36002/js.v2i1.2492

Abstract

Kinerja perawat memiliki peran penting untuk organisasi sebab berhubungan dengan pekerjaan yang dilakukannya sesuai atau tidak seperti yang menjadi tujuan awal. Kinerja perawat memiliki fungsi menjadi tolak ukur pelayanan kesehatan, sehingga dibutuhkan kajian mengenai kinerja sebagai bentuk pertahanan dan peningkatan kualitas dalam memberikan pelayanan kesehatan. Desain yang digunakan pada penelitian yakni kuantitatif analitik dan pendekatan cross sectional. Penelitian menggunakan sampel seluruh populasi yaitu 46 orang yang bekerja di RSU Parama Sidhi, sampel diambil menggunakan total sampel. Instrument yang dipakai yakni kuesioner untuk mengukur faktor yang berkaitan dengan kinerja perawat. Analisa data menggunakan skala data ordinal (non parametrik) dan menggunakan uji chi square. Berdasarkan chi- square didapatkan nilai motivasi kerja p = 0,001,lingkungan kerja p = 0,044 dan kecemasan p = 0,000 sehingga kesimpulannya yakni ada hubungan signifikan antara motivasi kerja, lingkungan kerja dan kecemasan terhadap kinerja perawat di RSU Parama Sidhi Pada Masa Pandemi Covid-19.
Evaluasi Kebijakan Program Garbasari dalam Penanggulangan Stunting di Kabupaten Badung Ni Nengah Ayu Mahartini; Made Agus Sugianto; I Putu Dedy Kastama Hardy
JURNAL KESEHATAN, SAINS, DAN TEKNOLOGI (JAKASAKTI) Vol. 1 No. 1 (2022): JURNAL KESEHATAN, SAINS, DAN TEKNOLOGI (JAKASAKTI)
Publisher : LPPM Universitas Dhyana Pura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36002/js.v1i1.1986

Abstract

AbstrakStunting adalah kondisi gagal tumbuh anak balita karena kekurangan gizi kronis terutama pada 1.000 HPK. Tergolong stunting apabila tinggi badan menurut umur lebih rendah dari pada standar nasional atau nilai Z-Score indeks TB/U < -2 SD. Tahun 2020 kasus stunting di Kabupaten Badung sudah menurun yaitu 6,1%. Tetapi pada Puskesmas Petang II angka stunting tinggi 20,7%. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui evaluasi kebijakan program garbasari dalam penanggulangan stunting di Kabupaten Badung. Penelitian ini deskriptif kuantitatif, design penelitian cross sectional. Jumlah sampel 42 orang (metode total sampling). Analisa data Penilaian Indeks Kualitas Kebijakan Lembaga Administrasi Negara Republik Indonesia tahun 2021 dari hasil kuesioner dan telaah dokumen. Hasil penelitian penilaian evaluasi agenda setting kebijakan klasifikasi baik (94,0%), penilaian evaluasi formulasi kebijakan klasifikasi baik (92,5%), penilaian evaluasi implementasi kebijakan klasifikasi sedang (73,5%) dan penilaian evaluasi kebijakan program penanggulangan stunting klasifikasi tidak baik (38,7%). Kata kunci: Garbasari, Evaluasi Kebijakan, StuntingAbstractDue to chronic malnutrition, particularly in the first 1,000 days of life, stunting is a condition in which children under the age of five fail to thrive. Stunting is defined as having a height at age that is below the national average or the Z-Score index for TB/U -2 SD. Stunting instances in Badung Regency fell by 6.1% in 2020. However, the stunting rate at the Petang II Health Center was high at 20.7%. The purpose of this study is to assess the effectiveness of the Garbasari program's stunting prevention strategy in Badung Regency. This study uses a cross-sectional, descriptive quantitative research design. There are 42 samples in all (total sampling method). The Republic of Indonesia's State Administration will evaluate the Policy Quality Index in 2021 using the findings of questionnaires and document reviews. The research's findings on the evaluation of the evaluation of the classification policy's agenda setting are good (94.0%), the evaluation of the policy's formulation is good (92.5%), the implementation of the policy is moderate (73.5%), and the evaluation of the policy's evaluation of the classification of the stunting prevention program is not good (38.7%).Keywords: Garbasari, Policy Evaluation, Stunting
Analisis Kebutuhan Tenaga Rekam Medis Berdasarkan WISN (Workload Indicator of Staffing Need) di Unit Rekam Medis UPTD Puskesmas Selemadeg Ni Wayan Ernawati; I Putu Dedy Kastama Hardy; Made Agus Sugianto
JURNAL KESEHATAN, SAINS, DAN TEKNOLOGI (JAKASAKTI) Vol. 1 No. 2 (2022): JURNAL KESEHATAN, SAINS, DAN TEKNOLOGI (JAKASAKTI)
Publisher : LPPM Universitas Dhyana Pura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36002/js.v1i2.2313

Abstract

Abstract The number of human resources in the Medical Record Unit at the UPTD of the Selemadeg Health Center is three people, with an average poly visit of 50-70 patients per day, and the number of ER visits is an average of 15-20 patients per day. UPTD Puskesmas Selemadeg is an inpatient puskesmas where the existing medical record officers are only on duty in the morning. With so many patients, officers often feel overwhelmed by entering two types of patient input, which causes patients to queue for too long. To solve the problem, necessary to plan energy requirements with the WISN, which expect to reduce errors due to workload. Data collection techniques collect through participatory observation, documentation, and interviews. This type of research is a descriptive method WISN. The research instrument used a checklist and SOP. The number research population is three people with a total sample sampling. The available working time is 90,000 minutes/year with a standard workload of 13195.16 minutes/year, and the standard allowance is 0.184 HR. The need for human resources by WISN analysis shows that the number of workers is five from the current three people. Hence, the UPTD Puskesmas Selemadeg needs to plan to add two people to the medical record profession to suit the workload.Keywords:Manpower Needs, WISN Method, WISN Ratio, Medical Record Unit Abstrak Jumlah SDM di Unit Rekam Medis di UPTD Puskesmas Selemadeg sebanyak 3 orang dengan jumlah kunjungan poli rata- rata 50 – 70 pasien per hari dan jumlah kunjungan UGD rata – rata 15 – 20 pasien per hari. UPTD Puskesmas Selemadeg merupakan puskesmas rawat inap dimana petugas rekam medis yang ada hanya bertugas pada pagi hari. Dengan banyak nya pasien petugas sering kali merasa kewalahan dengan mengentry 2 jenis penginputan pasien yang menyebabkan pasien antre terlalu lama. Untuk mengatasi masalah tersebut, maka diperlukan perencanaan kebutuhan tenaga dengan metode WISN yang diharapkan mampu menekan terjadinya kesalahan akibat beban kerja. Jenis penelitian ini merupakan penelitian deskriptif dengan metode WISN. Jumlah populasi penelitian 3 orang dengan sampel total sampling. Instrumen penelitian menggunakan checklist dan SOP. Teknik  pengumpulan data dengan observasi partisipatif, dokumentasi danwawancara. Waktu kerja tersedia sebesar 90.000 menit / tahun denganstandar beban kerja sebesar 13195.16 menit / tahun, standar kelonggaransebesar 0,184 SDM. Kebutuhan tenaga dengan analisis WISNdidapatkan jumlah tenaga sebesar 5 orang dari yang ada saat ini baru 3orang. Sehingga manajemen UPTD Puskesmas Selemadeg perlumengadakan perencanaan penambahan tenaga sebanyak 2 orang denganprofesi perekam medis agar sesuai dengan beban kerja. Kata kunci:Kebutuhan Tenaga, Metode WISN, Rasio WISN, Unit Rekam Medis
Manajemen Pengelolaan Obat di Unit Pelayanan Teknis Dinas Laboratorium dan Pengujian Obat Tradisional Dinas Kesehatan Provinsi Bali Ni Putu Ayu Indah Paramita; Made Agus Sugianto; I Putu Dedy Kastama Hardy
JURNAL KESEHATAN, SAINS, DAN TEKNOLOGI (JAKASAKTI) Vol. 1 No. 2 (2022): JURNAL KESEHATAN, SAINS, DAN TEKNOLOGI (JAKASAKTI)
Publisher : LPPM Universitas Dhyana Pura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36002/js.v1i2.2315

Abstract

Abstract The deficient of drug management will result the stagnant of drug supplies and stock outs. Stagnant drugs have a risk of expiration and damage if not stored properly. The research is to know the management of drug management. The research used is descriptive qualitative research, through in-depth interview techniques. The determination of informants by applying purposive sampling technique. There are 4 informants. The study was conducted in March-August 2022. The study showed that the drug planning stage is using 2 methods including the consumption and morbidity method. The selection stage of drug needs is using the national formulary and DOEN. The drug revenue budget is from APBN, APBD/DAK funds, grants, and donations. Procurement of drugs using the e-Purchasing method. The administration system for receiving drugs is still done manually by using the excel program. Drug storage is not based on alphabetical and not based on dosage form. Mechanism of drug distribution is done by push distribution and pull distribution. The recording and reporting of drugs has not been going well because there are often differences in the amount of medicine between the available drugs and drugs that are recorded on the stock card. Drug destruction is carried out every 2 years through a tender mechanism.Keywords:The Management of Drug Management, Bali Public Health Office Abstrak Manajemen pengelolaan obat yang kurang baik akan mengakibatkan persediaan obat mengalami stagnant dan stock out. Obat yang mengalami stagnant memiliki risiko kadaluwarsa dan kerusakan bila tidak disimpan dengan baik. Penelitian adalah untuk mengetahui manajemen pengelolaan obat. Penelitian yang digunakan adalah penelitian kualitatif yang sifatnya deskriptif, melalui teknik wawancara mendalam. Penentuan informan dengan teknik purposive sampling. Informan berjumlah 4 orang. Penelitian dilaksanakan pada bulan Maret-Agustus 2022. Penelitian menunjukan bahwa tahap perencanaan obat menggunakan 2 metode meliputi metode konsumsi dan morbiditas. Tahapan seleksi kebutuhan obat menggunakan formularium nasional dan DOEN. Anggaran pendapatan obat bersumber dari dana APBN, APBD/DAK, hibah dan donasi. Pengadaan obat menggunakan metode e-Purchasing. Sistemadministrasi penerimaan obat masih dilakukan secara manualmenggunakan program excel. Penyimpanan obat belum berdasarkanalfabetis dan tidak berdasarkan bentuk sediaan. Mekanismependistribusian obat dilakukan secara push distribution dan pulldistribution. Pencatatan dan pelaporan obat belum berjalan dengan baikkarena sering terjadi perbedaan jumlah obat antara fisik barang denganyang tercatat di kartu stok. Pemusnahan obat dilakukan setiap 2 tahunsekali melalui mekanisme tender. Kata kunci:Manajemen Pengelolaan Obat, Dinas Kesehatan Provinsi Bali