Claim Missing Document
Check
Articles

Found 31 Documents
Search

Analisis Implementasi Anggaran Bantuan Operasional Kesehatan (Bok) di Era Pandemi Covid-19 di Dinas Kesehatan Provinsi Bali Tahun 2020 Anak Agung Istri Mas; I Putu Dedy Kastama Hardy; Made Agus Sugianto
JURNAL KESEHATAN, SAINS, DAN TEKNOLOGI (JAKASAKTI) Vol. 1 No. 2 (2022): JURNAL KESEHATAN, SAINS, DAN TEKNOLOGI (JAKASAKTI)
Publisher : LPPM Universitas Dhyana Pura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36002/js.v1i2.2320

Abstract

Abstract Health Operational Assistance (BOK) is a fund used to ease the public's burden of financing the health sector, particularly services at Community Health Centers, reducing maternal mortality, infant mortality, and malnutrition. This research is a descriptive study with a qualitative approach, the number of informants in this study was seven (7) people, and the informants were selected based on the principles of adequacy and suitability. The triangulation method used in this study consisted of source triangulation, namely the researcher obtained data from different informants in exploring the same topic, and data triangulation, namely researchers using observation methods, documentation studies, and in-depth interviews. The results showed that the low absorption of Health Operational Assistance funds was due to the delay in the technical guidance (JUKNIS) of the Health Operational Assistance (BOK), causing the withdrawal of all activities that used BOK funds. Suggestions that can be given are to coordinate with the BOK manager at the Ministry of Health so that the issuance of Technical Instructions (Juknis) is accelerated so that the planning process at the Bali Provincial Health Office can be carried out earlier and the program manager should first prepare a plan of activities that will be carried out before the technical guidelines come down so that program managers can immediately start activities when technical guidelines have been issued.Keywords:Health Operational Assistance AbstrakBantuan Operasional Kesehatan, yang selanjutnya disebut BOK, adalahdana yang digunakan untuk meringankan beban masyarakat terhadappembiayaan bidang kesehatan, khususnya pelayanan di Pusat KesehatanMasyarakat, penurunan angka kematian ibu, angka kematian bayi, danmalnutrisi. Penelitian ini adalah penelitian deskriptif dengan pendekatankualitatif, jumlah informan penelitian ini adalah tujuh (7) orang,informan dipilih berdasarkan asas kecukupan dan kesesuaian. Adapunmetode triangulasi yang dilakukan dalam penelitian ini terdiri daritriangulasi sumber yaitu peneliti mendapatkan data dari informan yangberbeda dalam menggali topik yang sama dan triangulasi data yaitupeneliti menggunakan metode observasi, studi dokumentasi danwawancara mendalam. Hasil penelitian menunjukan rendahnya serapandana Bantuan Operasional Kesehatan adalah dikarenakan adanyaketerlambatan turunnya petunjuk teknis (JUKNIS) BOK sehinggamenyebabkan mundurnya seluruh kegiatan yang menggunakan danaBOK. Saran yang dapat diberikan adalah Berkoordinasi denganpengelola BOK di Kementrian Kesehatan agar penerbitan PetunjukTekhnis (Juknis) di percepat sehimgga proses perencanaan di DinasKesehatan Provinsi Bali bisa dilaksanakan lebih awal dan sebaiknyapengelola program terlebih lebih dahulu mempersiapkan rancangankegiatan yang akan dilaksanakan sebelum juknis turun sehinggapengelola program dapat langsung berkegiatan saat juknis telah turun Kata kunci:Bantuan OperasionalKesehatan
Hubungan Pengetahuan dan Sikap Terhadap Perilaku Gerakan Masyarakat Hidup Sehat (Germas) pada Lanjut Usia (Lansia) di Desa Gubug Kabupaten Tabanan I Gusti Ayu Ari Candra Pramayanti; Ni Ketut Martini; I Putu Dedy Kastama Hardy
JURNAL KESEHATAN, SAINS, DAN TEKNOLOGI (JAKASAKTI) Vol. 1 No. 2 (2022): JURNAL KESEHATAN, SAINS, DAN TEKNOLOGI (JAKASAKTI)
Publisher : LPPM Universitas Dhyana Pura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36002/js.v1i2.2326

Abstract

                                                Abstrak Pembangunan kesehatan di Indonesia saat ini dihadapkan pada masalah yaitu terjadi peningkatan penyakit tidak menular (PTM) yang sebagian besar di dialami oleh lansia. Kabupaten Tabanan terdapat lansia sebanyak 88.289 jiwa. Salah satu desa yang berada di wilayah Tabanan yaitu Desa Gubug dengan jumlah lansia sebanyak 775 lansia. Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif yang dilakukan secara observasional menggunakan rancangan cross sectional. Sampel penelitian berjumlah 75 lansia. Hasil penelitian didapatkan pengetahuan lansia kategori kurang sebanyak 36 lansia (48,0%), cukup 20 lansia (26,7%) dan baik 19 lansia (25,3%). Sikap lansia kategori kurang sebanyak 29 lansia (38,7%), cukup 29 lansia (38,7%) dan baik 17 lansia (22,6%). Implementasi GERMAS kategori kurang sebanyak 39 lansia (52,0%), baik 19 lansia (25,3%), cukup 17 lansia (22,7%). Nilai p-value adalah 0.000 sehingga terdapat hubungan antara pengetahuan dan sikap terhadap perilaku GERMAS pada lansia di Desa Gubug. Saran yaitu lansia dan seluruh masyarakat selalu mengimplementasikan GERMAS dalam kehidupan sehari-hari agar terciptanya kesehatan yang optimal.Kata kunci: Pengetahuan, sikap, GERMAS                                                 Abstract Indonesia's health development is being hampered by an increase in noncommunicable diseases (NCDs), which primarily affect the elderly. Tabanan Regency has 88,289 senior citizens. Gubug Village, with a population of 775 elderly people, is one of the villages in the Tabanan area. This is observational quantitative research with a cross-sectional design.The sample size for the study was 75 elderly people. According to the findings, the elderly in the poor category had an average knowledge of 36 (48.0%), 20 (26.7%), and 19 (25.3%). The elderly has the following attitudes: 29 elderly (38.7%), 29 elderly (38.7%), and 17 elderly (22.6%). In the poor category, 39 elderly (52.0%), good, 19 elderly (25.3%), and 17 elderly (22.7%) used GERMAS. The p-value is 0.000, indicating that there is a link between knowledge and attitudes toward GERMAS behavior among the elderly in Gubug Village. People believe that the elderly, as well as the entire community, should always use GERMAS in their daily lives for optimal health.Keywords: Knowledge, Attitudes, GERMAS
Hubungan Pengetahuan Gizi dan Aktivitas Fisik Terhadap Demensia pada Lansia (Lanjut Usia) di Desa Tista Kecamatan Kerambitan Kabupaten Tabanan Ida Bagus Made Kresna Dwipayana; Ni Ketut Martini; I Putu Dedy Kastama Hardy
JURNAL KESEHATAN, SAINS, DAN TEKNOLOGI (JAKASAKTI) Vol. 1 No. 2 (2022): JURNAL KESEHATAN, SAINS, DAN TEKNOLOGI (JAKASAKTI)
Publisher : LPPM Universitas Dhyana Pura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36002/js.v1i2.2331

Abstract

                                                     Abstrak Populasi lansia terus meningkat setiap tahun, seiring dengan bertambahnya usia seseorang terjadi berbagi perubahan sistem dalam tubuh. Perubahan yang mungkin terjadi pada lansia diantaranya perubahan fisik dan perubahan spiritual seperti demensia. Pravalensi malnutrisi pada lansia mencapai 17-65%. Sedangkan dampak dari kurangnya aktivitas fisik dapat sebagai pemicu untuk timbulnya penyakit salah satunya demensia. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan pengetahuan gizi dan aktivitas fisik pada lansia (lanjut usia) di Desa Tista Kecamatan Kerambitan Kabupaten Tabanan. Penelitian ini adalah penelitian kuantitatif. Rancangan penelitian ini adalah cross sectional. Jumlah sampel sebanyak 83 orang (total sampling) dan menggunakan uji chi square. Hasil penelitian menunjukan pengetahuan gizi sampel sebagian besar memiliki kategori baik dengan presentase 49.4%. Pengetahuan aktivitas fisik sampel sebagian besar memiliki kategori cukup dengan presentase 56.6%. Status demensia sampel sebagian besar memilki kategori normal dengan presentase 59.0%. Terdapat hubungan antara pengetahuan gizi terhadap demensia dan terdapat hubungan antara pengetahuan aktivitas fisik terhadap demensia dengan nilai p-value 0.000. Saran yang diberikan diharapkan kepada petugas kesehatan untuk memberikan edukasi tentang aktivitas fisik yang baik bagi para lansia.Kata kunci: Pengetahuan gizi, pengetahuan aktivitas fisik, demensia                                                Abstract Elderly population has steadily increased every year, along with aging someone happened share the system change in the body. Change that might happen to senior citizens of them change in physical and spiritual change as dementia. Prevalency malnutrition in elderly reached 17-65%. Meanwhile, the effects from lack of physical activity be as the trigger for the disease one dementia. This research aims to review the relationship of knowledge of nutrition and physical activity on the elderly in the Tista village Kerambitan district Tabanan regency. This research is qualitative, research design is cross sectional. Number of total sampling is 83 by using chi square test. The result show that most of the nutrition knowledge sample have good category with percentage 49.4%. Most of the physical activity knowledge sample have enough category by percentage 56.6%. Most of the dementia status sample have normal category at percentage 59.0%. There is relationship between nutrition knowledge and dementia also there is relationship between physical activities to dementia with p-value 0.000. It is expected to the health workers to provide education about good physical activities for elderly.Keywords: Dementia, Nutrition Knowledge, Physical Activity Knowledge.
Analisis Pengaruh Ketidaklengkapan Formulir Resume Medis Terhadap Mutu Rekam Medis Pasien Rawat Inap Pelayanan Kanker Terpadu di Rumah Sakit Prima Medika Denpasar Julieta Rosalinda Patty; Dylla Hanggaeni Dyah Puspaningrum; I Putu Dedy Kastama Hardy
JURNAL KESEHATAN, SAINS, DAN TEKNOLOGI (JAKASAKTI) Vol. 1 No. 2 (2022): JURNAL KESEHATAN, SAINS, DAN TEKNOLOGI (JAKASAKTI)
Publisher : LPPM Universitas Dhyana Pura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36002/js.v1i2.2332

Abstract

                                                Abstrak Resume medis merupakan bagian dari rekam medis yang harus diisi secara lengkap. Ketidaklengkapan pada rekam medis dapat mempengaruhi mutu rekam medis karena mutu rekam medis dapat mencerminkan pelayanan kesehatan yang diberikan. Rancangan penelitian ini menggunakan analitik kuantitatif dengan jenis penelitian cross sectional dan analisis data menggunakan uji univariat dan bivariat dengan chi square. Hasil penelitian ini menunjukan ada pengaruh yang signifikan terhadap pada review identifikasi (p value = 0,006) review autentifikasi (p value = 0,001) review laporan penting (p value = 0,001) dan tidak ada pengaruh yang signifikan pada review pencatatan (p value = 0,267). Kesimpulan dari penelitian ini adalah ketidaklengkapan pada review identifikasi, review autentifikasi, dan review laporan penting ada pengaruh terhadap mutu rekam medis tetapi pada review pencatatan tidak terdapat pengaruh terhadap mutu rekam medis di Rumah Sakit Prima Medika Denpasar.Kata kunci: Ketidaklengkapan, Resume medis, Mutu Rekam medis.                                                AbstractMedical resume is part of the medical record that must be filled in completely. Incompleteness in medical records can affect the quality of medical records because the quality of medical records can reflect the health services provided. This research design uses quantitative analysis with cross sectional research type and data analysis uses univariate and bivariate tests with chi square. The results of this study indicate that there is a significant effect on the identification review (p value = 0.006) authentication review (p value = 0.001) important report review (p value = 0.001) and there is no significant effect on the recording review (p value = 0.267). The conclusion of this study is that the incomplete identification review, authentication review, and important report review have an effect on the quality of medical records but in the recording review there is no effect on the quality of medical records at Prima Medika Hospital Denpasar.Keywords: Incompleteness, Medical Resume, Quality of Medical Records.
Edukasi Kesehatan Mental dan Latihan Relaksasi Kepada Peserta Pengelolaan Penyakit Kronis di Puskesmas 1 Denpasar Utara Yudha, Ni Luh Gde Ari Natalia; Nyandra, Made; Kurniati, Ni Made; Hardy, I Putu Dedy Kastama; Martini, Ni Ketut; Sugianto, Made Agus; Putri, Kadek Fina Aryani; Purnawan, I Nyoman; Astuti, Ni Putu Widya; Sumadewi, Ni Luh Utari; Suarjana, Nyoman
Jurnal Pelayanan dan Pengabdian Masyarakat (Pamas) Vol 9, No 2 (2025): Jurnal Pelayanan dan Pengabdian Masyarakat (PAMAS)
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat (LPPM Universitas Respati Indonesia)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52643/pamas.v9i2.3951

Abstract

Prolanis merupakan upaya pengelolaan penyakit kronis yang diselenggarakan di fasilitas kesehatan primer. Penanganan masalah kesehatan mental belum diselenggarakan dalam kegiatan Prolanis karena keterbatasan sumber daya yang dimiliki serta belum ada bentuk kegiatan yang bisa diadopsi untuk penanganan kesehatan mental. Tujuan kegiatan ini yakni memberikan pelatihan tentang kesehatan mental dan relaksasi kepada peserta Prolanis. Manfaat kegiatan ini yakni meningkatkan kesehatan peserta Prolanis baik fisik maupun mental. Kegiatan pelatihan dilaksanakan di Puskesmas I Denpasar Utara pada bulan Oktober 2023. Materi dan pelatihan diberikan oleh tim dosen program studi yang diselenggarakan di Puskesmas 1 Denpasar Utara. Sebanyak 26 orang peserta Prolanis diberikan edukasi kesehatan mental dan pelatihan relaksasi. Evaluasi kegiatan dilakukan dengan mengukur tingkat pengetahuan, tekanan darah dan gerakan relaksasi yang telah diajarkan. Hasil pengabdian masyarakat dapat meningkatkan pengetahuan sebesar 2,321 sedangkan status kesehatan peserta yang diukur dari tekanan darah menunjukkan 73% peserta memiliki tekanan darahnya tidak normal namun peserta mampu menghafalkan gerakan relaksasi sebesar 85%. Berdasarkan hasil tersebut yang dapat disarankan yakni perlunya peserta melakukan pengelolaan penyakit sesuai panduan pengelolaan penyakit dan pengelolaan kesehatan mental dengan melakukan gerakan relaksasi secara rutin. Kata kunci: Edukasi Kesehatan Jiwa, Pelatihan Relaksasi
Implementasi Adaptasi Hotel dalam Menerapkan CHSE Pasca Pandemi Hardy, I Putu Dedy Kastama; Sunarta, I Nyoman
Seminar Ilmiah Nasional Teknologi, Sains, dan Sosial Humaniora (SINTESA) Vol. 7 (2024): PROSIDING SINTESA
Publisher : LPPM Universitas Dhyana Pura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36002/snts.v7i.4460

Abstract

Pandemi COVID-19 telah berdampak signifikan pada sektor pariwisata global, mengakibatkan penutupan perbatasan, pembatalan penerbangan, dan penurunan tajam dalam jumlah wisatawan serta pendapatan industri. Banyak bisnis terpaksa tutup permanen, sementara yang lainnya berjuang untuk bertahan dalam kondisi yang tidak pasti. Di tengah tantangan ini, peluncuran protokol Bersih, Kesehatan, Keselamatan, dan Lingkungan (CHSE) menjadi langkah krusial yang diambil oleh hotel untuk memastikan keselamatan tamu dan memperbaiki kepercayaan dalam perjalanan. CHSE, yang ditetapkan oleh Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif, bertujuan untuk menstandarkan protokol kesehatan di seluruh industri pariwisata dan mendorong kolaborasi di antara para pemangku kepentingan. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan wawancara mendalam dan diskusi kelompok fokus untuk mengeksplorasi tantangan serta praktik terbaik yang dihadapi oleh hotel selama transisi ini. Temuan menunjukkan pentingnya adaptasi operasional dan penerapan teknologi baru dalam meningkatkan pengalaman tamu serta menjaga keberlanjutan. Lebih jauh, penelitian ini menyoroti bahwa keterlibatan manajemen dan karyawan dalam proses adaptasi serta pelatihan berkelanjutan merupakan faktor kunci untuk menciptakan industri perhotelan yang tangguh dan responsif terhadap tantangan di masa depan. Dengan demikian, penelitian ini memberikan panduan bagi pemangku kepentingan dalam industri perhotelan untuk menghadapi tantangan yang ada dan mempromosikan praktik pariwisata yang lebih berkelanjutan.
Analisis Faktor Internal Pemanfaatan Pelayanan Poliklinik Gigi di UPT Puskesmas Kintamani VI Kabupaten Bangli Widayati, Ni Putu Sri; Natalia Yudha, Ni luh Gde Ari; Hardy, I Putu Dedy Kastama
Jurnal Ilmiah Kesehatan Masyarakat : Media Komunikasi Komunitas Kesehatan Masyarakat Vol 12 No 4 (2020): JIKM Vol. 12, Edisi 4, November 2020
Publisher : Public Health Undergraduate Program, Faculty of Health Science, Universitas Pembangunan Nasional Veteran Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52022/jikm.v12i4.120

Abstract

Abstrak Latar Belakang: Prevalensi karies gigi di wilayah kerja UPT Puskesmas Kintamani VI masih tinggi sedangkan yang mendapatkan pelayanan kesehatan jumlahnya masih sedikit. Berbagai faktor dapat mempengaruhi tingkat pemanfaatan Puskesmas oleh masyarakat dalam mengatasi kesehatannya dari faktor internal maupun faktor eksternal Puskesmas. Tujuan dari penelitian ini untuk menganalisis faktor internal pemanfaatan pelayanan di UPT Puskesmas Kintamani VI dengan mendeskripsikan aspek kekuatan dan kelemahan yang dimiliki oleh UPT Puskesmas Kintamani VI. Metode: Metode yang digunakan untuk pengumpulan data adalah kuesioner dan wawancara. Dengan jumlah sampel 32 orang pegawai UPT Puskesmas Kintamani VI, dua orang informan utama yaitu kepala puskesmas, dokter gigi dan tiga orang informan pendukung yaitu kepala tata usaha, PJ Upaya Kesehatan Perorangan, dan PJ gudang obat. Desain penelitian ini adalah mixed method dengan waktu pengumpulan data pada Bulan April sampai Bulan Mei Tahun 2020 Hasil: Berdasarkan analisa Matriks IFAS kekuatan utama yang dimiliki oleh UPT Puskesmas Kintamani VI, memiliki kebijakan internal dalam mengatur pemanfaatan pelayanan, memiliki alokasi dana untuk pelayanan di poliklinik gigi, dan memiliki SDM yang berkompeten dengan nilai skor 0,328 sedangkan kelemahan utama yang dimiliki oleh UPT Puskesmas Kintamani VI adalah sarana dan prasarana yang kurang dalam memberikan pelayanan di poliklinik gigi dengan nilai skor 0,082. Kesimpulan: Skor analisis faktor internal yang dimiliki UPT Puskesmas Kintamani VI sebesar 3,064 lebih besar dari 2,5 sebagai nilai tertimbang, artinya organisasi UPT Puskesmas Kintamani VI memiliki kekuatan untuk menghadapai kelemahan yang dimiliki. Internal Factors Analysis of Dental Polyclinic Service Utilization at UPT Puskesmas Kintamani VI Bangli Regency Abstract Background: The prevalence of dental caries in the working area of ​​UPT Kintamani Community Health Center (CHC) VI is high and low health services coverage. Various factors can affect the level of utilization of CHC by the community in dealing with their health from internal factors and external factors at the CHC. This study aimed to analyze the internal factors of service utilization at the UPT Kintamani CHS VI by describing the strengths and weaknesses of the UPT Kintamani CHC VI. Methods: The methods for data collection were questionnaires and interviews. Total sample are 32 of employees of the UPT Kintamani CHC VI, two main informants were the head of the CHC, a dentist and three supporting informants, namely the head of administration, person in charge of individual health effort, and person in charge of drug store. This is mixed method study with data collection time during April to May 2020 Result: Based on the IFAS Matrix analysis, the main strengths was from the UPT Kintamani CHC VI, have internal policies in regulating service utilization, have allocation of funds for services in dental polyclinics, and have competent human resources with a score of 0.328 while the main weaknesses possessed by UPT Kintamani CHC VI is the facilities and infrastructure that are lacking in providing services at the dental polyclinic with a score of 0.082 Conclusion: The score of internal factor analysis owned by UPT Kintamani CHC VI is 3.064, greater than 2.5 as a weighted value, meaning that UPT Kintamani CHC VI has the strength to deal with its weaknesses.
MANAJEMEN PROGRAM KESEHATAN IBU DAN ANAK (KIA) DI UPTD. PUSKESMAS MENGWI I KABUPATEN BADUNG Sari, Ni Putu Intan Permata; Sugianto, Made Agus; Hardy, I Putu Dedy Kastama
JURNAL KESEHATAN, SAINS, DAN TEKNOLOGI (JAKASAKTI) Vol. 2 No. 1 (2023): JURNAL KESEHATAN, SAINS, DAN TEKNOLOGI (JAKASAKTI)
Publisher : LPPM Universitas Dhyana Pura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36002/js.v2i1.2473

Abstract

Kesehatan Ibu dan Anak (KIA) merupakan salah satu pelayanan dasar yang ada di Puskesmas. Tujuan umum adalah meningkatkan kesehatan ibu dan anak serta menurunkan angka kematian ibu dan anak. Pada tahun 2020 di Puskesmas Mengwi I terjadi kasus kematian ibu hamil, sebanyak 2 kasus dan cakupan program KIA mengalami penutunan. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui gambaran manajemen pelayanan kesehatan berdasarkan fungsi manajemen. Metode penelitian ini menggunakan metode deskriktif kualitatif dengan teknik wawancara mendalam. Teknik purposive sampling digunakan untuk menentukan informan. Informan berjumlah 5 orang, yang mengetahui tentang program KIA. Hasil penelitian menunjukan bahwa, fungsi manajemen pada program perencanaan dalam proses identifikasi masalah mengalami kendala, karena data tidak lengkap. Pengorganisasian telah dilakukan dengan pembagian tugas kerja dan menyusun kelompok kerja. Pelaksanaan dalam penyelesaian kegiatan program tidak tepat waktu. Pengawasan pada posyandu binaan tidak optimal dilakukan setiap bulan. dan evaluasi untuk menilai keberhasilan program.
Tingkat Kepuasan Kunjungan Pasien Covid-19 terhadap Kualitas Pelayanan Kesehatan di Ruang Isolasi RSUD Wangaya Kota Denpasar Lestari, Ni Made Indah Novita; Hardy, I Putu Dedy Kastama; Sugianto, Made Agus
JURNAL KESEHATAN, SAINS, DAN TEKNOLOGI (JAKASAKTI) Vol. 2 No. 1 (2023): JURNAL KESEHATAN, SAINS, DAN TEKNOLOGI (JAKASAKTI)
Publisher : LPPM Universitas Dhyana Pura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36002/js.v2i1.2479

Abstract

Garda terdepan ialah tugas dari seorang perawat yang berjuang melawan Corona Virus Disease-19 (Covid-19), Ruangan Isolasi yang disediakan oleh rumah sakit mempunyai program berbasis meningkatkan derajat kesehatan dan pencegahan serta pengendalian penyakit sebagai sasaran utama ialah pasien penderita Covid-19. Saat pandemi di ruang isolasi, Penambahan jumlah kasus yang kian meningkat drastis, berdampak petugas kesehatan mengalami tekanan yang sangat mempengaruhi kondisi fisik, psikis yang menyebabkan petugas kesehatan mengalami resiko stress yang tinggi sehingga dapat mengalami burnout. Burnout merupakan sindrom psikologis yang disebabkan timbulnya rasa kelelahan fisik yang luar biasa. Baik secara fisik, mental, serta emosional seseorang terganggudan terjadi penurunan kemampuan pribadi. Akan tetapi keluhan burnout ini tidak lah sama antar individu. Desain penelitian ini yakni berupa desain penelitian kuantitatif jenis analitik menggunakan metode pendekatan cross sectional. Penentuan sampel dengan Probability Sampling dengan teknik simpel random sampling, analisa data menggunakan analisis deskriptif dengan metode GAP analisis (analisis kesenjangan). Hasil riset menunjukan dengan metode GAP Analisis (Analisis Kesenjangan), antara harapan dan kenyataan pasien terhadap kualitas pelayanan kesehatan. Dengan makna positif (Cukup Memuaskan), Tangible (0,4%), Reliability (0,3%). Responsiveness (0,4%), Assurance (0,2%), Emphaty (0,3%). Yakni kepuasan yang dirasakan pasien terhadap kualitas pelayanan kesehatan di RSUD Wangaya sudah cukup baik dalam hal memenuhi kebutuhan serta harapan pasien.
Gambaran Implementasi Billing System di Puskesmas Seririt II Purnayani, Ni Ketut Shanti; Hardy, I Putu Dedy Kastama; Martini, Ni Ketut
JURNAL KESEHATAN, SAINS, DAN TEKNOLOGI (JAKASAKTI) Vol. 2 No. 1 (2023): JURNAL KESEHATAN, SAINS, DAN TEKNOLOGI (JAKASAKTI)
Publisher : LPPM Universitas Dhyana Pura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36002/js.v2i1.2483

Abstract

Salah satu bentuk pelayanan yang diberikan oleh Puskesmas adalah pemberian informasi tagihan kepada pasien dan pelaporan administrasi yaitu dengan menggunakan sistem aplikasi e-retribusi atau billing system. Seluruh Puskesmas di Kabupaten Buleleng sudah mengimplementasikan billing system termasuk salah satunya adalah Puskesmas Seririt II, dalam prosesnya tentu diperlukan Sumber Daya Manusia yang kompeten dalam penggunaan billing system akan tetapi di Puskesmas Seririt II bisa dikatakan belum memenuhi persyaratan tersebut karena ditemukan petugas yang bertanggungjawab terhadap billing system memiliki tanggungjawab pula di loket pendaftaran, poli gigi dan tim vaksinasi. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode kualitatif dengan perspektif fenomenologi. Dimana metode ini bertujuan untuk memahami tentang fenomena yang dialami atau terjadi oleh subjek penelitian. Dengan metode ini penulis mampu melihat gambaran implementasi billing system di Puskesmas Seririt II. Dari metode yang digunakan didapatlah hasil bahwa implementasi billing system di Puskesmas Seririt II dapat mempermudah dalam proses pengolahan data dengan waktu pelayanan pasien yang lebih singkat dan cepat, jumlah data pasien yang diolah menjadi tidak terbatas, proses pencarian data pasien yang cepat, serta penyimpanan data yang teratur serta dapat mempercepat proses pelayanan pasien.