Claim Missing Document
Check
Articles

Found 7 Documents
Search
Journal : Indonesian Green Technology Journal

Karakterisasi Maltodekstrin Dari Pati Hipokotil Mangrove (Bruguiera gymnorrhiza) Menggunakan Beberapa Metode Hidrolisis Enzim Melkhianus H. Pentury; Happy Nursyam; Nuddin Harahap; Soemarno Soemarno
The Indonesian Green Technology Journal Vol 2, No 1 (2013)
Publisher : Program Pascasarjana Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (779.132 KB)

Abstract

Tepung hipokotil Bruguiera gymnorrhiza mengandung 21,35% amilosa dan 64,30% pati, ini merupakan bahan baku alternatif untuk produksi maltodekstrin. Proses produksi maltodekstrin menggunakan beberapa metode enzim hidrolisis, enzim α-amylase sebagai biokatalis. Penelitian ini bertujuan untuk mendapatkan metode yang terbaik dan efisien dalam memproduksi maltodekstrin. Penelitian ini dilakukan dengan karakterisasi pati Bruguiera gymnorrhiza dan karakterisasi maltodekstrin, kemudian mencari metode terbaik berdasarkan indeks efektivitas DeGarmo dan dikomparasi dengan maltodekstrin komersial. Proses hidrolisis dilakukan di water bath pada temperatur 85oC dan 90oC, konsentrasi pati yang digunakan adalah 20%, 30%, 40%, dan 50%, penentuan konsentrasi enzim adalah 0.07; 0,1; 0,15; dan 0,2 per ml dari sampel. Karakter pati yang diamati adalah kadar air, kadar abu, dula reduksi, pH, kelarutan, kecerahan, dextrose equivalent (DE), viskositas, warna dalam Lugol, kontaminasi mikroba dan mikro granular. Hasil penelitian menunjukkan bahwa nilai dextrose equivalent (DE) 0.80; gula reduksi 0.60; viskositas 0.45; nilai-nilai ini sesuai dengan maltodekstrin, dimana nilai DE tidak lebih dari 20. Menurut SNI gula reduksi adalah 11,0-15,0 dan viskositas 6-49 cP. Percobaan hidrolisis terbaik adalah pada No.3. yaitu nilai DE 9, gula reduksi 1,27, viskositas 7 cp, kadar air 6,44%, kadar abu 1,14%, pH 6,23, densitas 0,462, kelarutan 11,4%, kecerahan 51,6, rendemen 94%, dan kontaminasi mikroba di dibawah standar ISO 7599:2010. Percobaan terbaik mempunyai nilai (Nh) 0.709. Kata kunci: enzim hidrolisis, maltodekstrin, pati Bruguiera gymnorrhiza
Landasan Berpikir Dalam Perencanaan Pengelolaan Terpadu Daerah Aliran Sungai Sri Sudaryanti; Soemarno Soemarno; Marsoedi Marsoedi; Bagyo Yanuwiadi
The Indonesian Green Technology Journal Vol 10, No 2 (2021)
Publisher : Program Pascasarjana Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Peningkatan jumlah Daerah Aliran Sungai (DAS) kritis termasuk DAS Brantas adalah salah satu masalah utama yang harus diselesaikan dalam pengelolaan lingkungan di Indonesia. Untuk menyelesaikan permasalahan ini diperlukan solusi dengan pendekatan perencanaan pengelolaan DAS secara terpadu. Dalam penyusunan perencaan tersebut, landasan berfikir pemangku kepentingan merupakan fundamen penting yang harus perhatikan. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis landasan berfikir pemangku kepentingan untuk penyusunan perencanaan pengelolaan sub DAS Brantas hulu wilayah Kota Batu. Metode yang digunakan adalah metode survei dengan pendekatan kuantitatif. Analisis data dilakukan melalui metode Profesional Judgement dengan menggunakan analisis Ziel Orientierte Projekt Planung (ZOPP). Hasil penelitian ini menunjukkan kalau landasan berfikir penyusunan perencanaan pengelolaan sub DAS Brantas hulu wilayah Kota Batu terdiri atas 4 tahap, yaitu: analisis pemangku kepentingan, analisis masalah, analisis tujuan dan analisis penyelesaian masalah. Faktor pendorong utama untuk penyusunan rencana pengelolaan sub DAS Brantas hulu antara lain adalah adanya komitmen dari pemangku kepentingan, sementara faktor utama penghambatnya adalah belum adanya koordinasi dari pemangku-pemangku kepentingan tersebut. Penelitian ini menunjukkan kalau tersusun dan terdokumentasinya landasan berfikir dalam penyusunan rencana pengelolaan sub DAS Brantas hulu wilayah Kota Batu menjadi hal yang sangat penting untuk kepentingan berbagai pihak seperti legislatif, eksekutif, yudikatif, swasta, tokoh masyarakat, perguruan tinggi dan lembaga swadaya masyarakat. Saran yang diberikan dari hasil penelitian ini adalah perlu adanya perubahan pola berfikir dalam penyusunan rencana pengelolaan dari sektoral menjadi terpadu dan dari reaktif ke antisipatif.
Pengaruh Kompos, Pupuk Kandang, Dan Custom-Bio Terhadap Sifat Tanah , Pertumbuhan Dan Hasil Tebu (Saccharum Officinarum L.) Pada Entisol Di Kebun Ngrangkah-Pawon, Kediri Maulana Zulkarnain; Budi Prasetya; Soemarno Soemarno
The Indonesian Green Technology Journal Vol 2, No 1 (2013)
Publisher : Program Pascasarjana Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (925.493 KB)

Abstract

Tanah entisol biasanya bertekstur pasir atau pasir berlempung, sehingga daya menahan airnya rendah dan kandungan bahan organiknya sangat rendah. Struktur tanah, tekstur, dan ruang pori merupakan faktor yang mempengaruhi daya menahan air. Pemberian pupuk organik merupakan salah satu cara untuk meningkatkan kandungan BOT. Bahan organik yang berupa pupuk organik dapat berfungsi sebagai buffer (penyangga) dan penahan lengas. Kualitas pupuk organik ditentukan oleh komposisi bahan dasar pupuk organik tersebut dan tingkat perombakannya. Penelitian ini dilaksanakan di PTPN XII Kebun Ngrangkah Pawon, Kabupaten Kediri. Tujuan penelitian ini adalah 1) Mempelajari pengaruh pemberian pupuk kompos, kandang, dan custom bio terhadap bahan organik tanah 2) Mempelajari pengaruh pupuk kompos, kandang, dan custom bio terhadap perubahan sifat fisik tanah pada tanah Entisol 3) Mempelajari hubungan sifat fisik dan bahan organik terhadap pertumbuhan dan hasil tanaman tebu. Parameter yang diamati dalam penelitian ini antara lain : Sifat fisik tanah yang meliputi : berat isi, porositas, kemantapan agregat, kadar air pF 4,2. Sifat kimia tanah yang meliputi : C-organik, N –total. Hasil Penelitian menunjukkan bahwa Penambahan pupuk kandang, kompos dan Custom Bio dapat meningkatkan dan berpengaruh nyata terhadap kadar C-organik dan nitrogen tanah. Penambahan pupuk kandang, kompos dan custom bio dapat menurunkan berat isi dan berat jenis, serta meningkatkan kemantapan agregat, porositas tanah dan kadar air pF 4,2. Penambahan pupuk organik disamping mampu meningkatkan bahan organik dan sifat fisik juga berpengaruh terhadap hasil panen tebu 94,7 %, sisanya 5,3% dijelaskan oleh faktor lain. Kata kunci : Entisol, Pupuk Organik, Bahan Organik Tanah, Sifat Fisik Tanah
Prospective Analysis of Strategy for Developing Local Salak Production in Bilaporah Village, Madura Island Anita Qur'ania; Soemarno Soemarno; Aminudin Afandhi
The Indonesian Green Technology Journal Vol 7, No 3 (2018)
Publisher : Program Pascasarjana Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Bilaporah village is one of the largest local salak production areas in Bangkalan Regency, Madura, with a high productivity of 0.33 quintals per plant per year. However, these conditions are not matched by the quality of fruit produced and marketed. One of the quality problems of local salak fruit in Bilaporah is the less sweet taste of the fruit. The fruit quality such as taste in salak is strongly influenced by the cultivation practices applied by farmers. The cultivation practices in the local salak farms in Bilaporah have been analyzed to determine the sustainability of the local salak farms. The purpose of this study was to develop a strategic direction in the context of developing local salak production areas based on prospective analysis. Based on the results of the analysis, the improvement of the sustainability status of the local salak farms in Bilaporah through improving the quality of human resources is good for the main actors, namely farmers and government agencies, especially the Department of Agriculture of Bangkalan Regency.Keywords: Bilaporah village, Local salak, Prospective analysis, Sustainability
PENGELOLAAN KESUBURAN TANAH PADA PERTANAMAN KENTANG DENGAN APLIKASI PUPUK ORGANIK DAN ANORGANIK Yudhi Ahmad Nazari; Soemarno Soemarno; Lily Agustina
The Indonesian Green Technology Journal Vol 1, No 1 (2012)
Publisher : Program Pascasarjana Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (557.832 KB)

Abstract

Salah satu upaya untuk meningkatkan hasil kentang adalah dengan mengontrol tingkat kesuburan tanah dengan penggunaan pupuk organik dan anorganik. Penelitian bertujuan untuk memperoleh nilai tertinggi dari sisa unsur hara tanah pada beberapa dosis dan beberapa pupuk organik. Perlakukan dilapangan dilakukan dengan rancangan acak. Perlakuan pada penelitian ini menggunakan pupuk anorganik, kotoran ayam, biomasa Tithonia diversifolia dan Calopogonium Colopogonium. Kadar N pupuk organik yang digunakan berdasar kebutuhan kentang, tanah adalah 60kg/ha (D1), 120kg/ha (D2), dan 250kg/ha (D3). Kadar pupuk anorganik yang direkomdasikan adalah 120kg N/ha, 165kg P2O5/ha dan 120kg K2O/ha. Setiap perlakuan diulangi tiga kali. Karakteristik yang dilihat meliputi: pH, C Organik, total N, C/N Rasio, ketersediaan P, ketersediaan K, dan KTK. Tidak ada yang berbeda dari pH, C-organik, N-Total, C / N Ratio, ketersediaan P, ketersediaan K dan KTK tanah antara pupuk anorganik dan berbagai jenis pupuk organik pada rasio 120kg N /ha. Nilai residu nutrien tanah sama dengan perlakuan dari pupuk organik dan anorganik. Kata kunci: kentang, pupuk organik, pupuk tanah
Pengeringan Sampah Organik Rumah Tangga Eko Naryono; Soemarno Soemarno
The Indonesian Green Technology Journal Vol 2, No 2 (2013)
Publisher : Program Pascasarjana Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (663.674 KB)

Abstract

Pengeringan sampah padat merupakan tahapan proses yang penting sebelum dibakar pada insinerator. Tujuan pengeringan untuk mengurangi volume, menstabilkan dan, meningkatkan nilai panas sampah. Berdasarkan referensi yang ada tiga jenis metode yang biasa digunakan pada pengeringan sampah yaitu konveksi, konduksi dan kombinasi keduanya. Pada makalah ini dipaparkan tinjauan teoritis  mekanisme pengeringan ketiga metode di atas. Selain itu juga dijelaskan berbagai dampak gas buang yang ditimbulkan ketiga jenis pengeringan berdasarkan hasil penelitian terdahulu yang dimuat pada beberapa jurnal. Paparan ini diharapkan dapat digunakan sebagai dasar untuk merencanakan sistem pengeringan pada sampah organik rumah tangga. Kata kunci : Pengeringan, Bio-drying, Termal drying, Fry-drying, Emisi
The Role of Community Participation In Sustainability Water Resources Management in Malang District Muniah Muniah; Soemarno Soemarno; Nuddin Harahab
The Indonesian Green Technology Journal Vol 8, No 2 (2019)
Publisher : Program Pascasarjana Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Strategies that aims to assist the availability of clean water in Sumberejo Village, Pagak District, Malang Regency through community participation supported by PAMSIMAS program (Community-Based Water Supply and Sanitation). Sustainability on the factors of community participation supports the availability of clean water. These factors include namely thinking, skills or expertise, energy, and funding. In this study, we found that community participation is an effective strategy to develop the governance of sustainable rural health. This research was conducted from October to December 2016 with a method of explanation of the questionnaire by purposive sampling, Slovin method with probability sampling technique with a type of proportionate random sampling. In this study also explained the characteristics of the community which included gender, age of the respondent, occupation. The results of the study state that the factors that influence the sustainability of the availability of clean water are of significant value. Of these factors the highest value is on the funding factor. This study has important implications for conceptualizing the role of community participation in maintaining PAMSIMAS program and to the sustainability of the water supply.Keywords: Sustainability, Water, Participation, PAMSIMAS, Funding