Claim Missing Document
Check
Articles

A landscape architect preferences on border elements at green open spaces during Covid-19 pandemic Dian Kartika Santoso; Irawan Setyabudi
ARTEKS : Jurnal Teknik Arsitektur Vol 6 No 2 (2021): ARTEKS : Jurnal Teknik Arsitektur | Mei 2021 ~ Agustus 2021
Publisher : Program Studi Arsitektur Fakultas Teknik Universitas Katolik Widya Mandira

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30822/arteks.v6i2.691

Abstract

Green open space has many benefits for humans. Unfortunately, the function of green open space cannot be fully felt due to the Covid-19 pandemic. Even though the application of physical distancing in the garden can be created through the use of garden border elements. As a first step in determining good and effective elements, this study aims to explore the preferences of garden designers in selecting garden border elements, their shapes, and arrangements to maintain the distance between garden users. This research is a perceptual research using a survey method obtained through distributing questionnaires and processed by quantitative descriptive and chi-square test. As for the results obtained in this study, garden designers agree that the border element is an effective way that can be used to implement physical distancing in public parks. Although, in general, garden designers prefer hardscape over softscapes as a border element, there are different preferences for the type of hardscape and softscape used. Garden designers prefer fences, portable benches> 2m apart and concrete construction as a hardscape barrier that can be applied to gardens that have been built. Meanwhile, the selection of softscape in the garden that has been built tends to use flowering shrubs as a border element. The conclusion of this study is the preference for material selection that is different in terms of functionality and aesthetics is caused by the pandemic
IDENTIFIKASI SIGNIFICANT VALUE PADA LANSKAP BUDAYA SUKU MATABESI SEBAGAI UPAYA PENGEMBANGAN PARIWISATA DAN EKONOMI KREATIF KABUPATEN BELU Nuraini Nuraini; Irawan Setyabudi
OPTIMA Vol 2, No 2 (2018)
Publisher : Universitas Tribhuwana Tunggadewi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (445.595 KB) | DOI: 10.33366/opt.v2i2.1163

Abstract

The Matabesi tribe is the oldest tribe in Belu Regency. The Matabesi Tribe community lives and develops into a traditional village. Matabesi society still use nature and the environment to fulfill their daily lives. The Matabesi Tribe area has a lot of tourism potential that bus is developed into a cultural tourism area. The purpose of this study was to identify the Significant Value possessed by the Matabesi Tribe. This research uses descriptive method, observation and indepth interview with key person to determine the significant value. Research result the cultural landscape area of Matabesi Tribe has 5 significant values namely history, science, culture, religion and education. Based on Tourism Law No. 10 of 2009 concerning tourist destinations, the Matabesi Tribe can be developed which can support the creative economy of the Matabesi Tribe through the development of facilities, developing tourist attraction and developing accessibility derived from the local wisdom of the Matabesi Tribe.  
Penataan Ruang Terbuka pada Taman Edukasi SMK NU Sunan Ampel, Kecamatan Poncokusumo, Kabupaten Malang Irawan Setyabudi; Rizki Alfian; Debora Budiyono; Hesti Triana Soelistyari; Wahidyanti Rahayu Hastutiningtyas; Lorenzo Agustino Soget
JAPI (Jurnal Akses Pengabdian Indonesia) Vol 5, No 2 (2020)
Publisher : Universitas Tribhuwana Tunggadewi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (420.757 KB) | DOI: 10.33366/japi.v5i2.2128

Abstract

Ruang terbuka hijau akan memiliki nilai jika difungsikan, tidak hanya berupa hamparan ruang terbuka tetapi memiliki kombinasi antara hardscape dan softscape. Bisa juga wujudnya dari lahan sisa pada suatu lingkungan binaan. Pada kasus ini, SMK NU Sunan Ampel memiliki ruang terbuka yang cukup luas yaitu sekitar 2400m2. Sebelumnya, sekolah ini memiliki kerja sama yang cukup kuat dengan prodi Arsitektur Lanskap UNITRI yaitu pembinaan untuk lomba LKS yang mana telah berhasil mengantarkan sebagai juara nasional, selain itu juga sebagai lokasi PKL. Sebagai mitra, SMK NU membutuhkan ide rancangan ruang terbuka untuk taman edukasi yang berada di tengah sekolah. Kebutuhannya adalah taman untuk mengakomodasi untuk pentas/pertunjukan seni, olahraga, lahan parkir dan pujasera. Tujuan program pengabdian masyarakat mandiri adalah sebagai upaya realisasi ide rancangan untuk ruang terbuka, memperkenalkan jenis tanaman dan meningkatkan daya tarik bagi siswa SMK ataupun tamu. Metode yang dipakai adalah metode perancangan dengan praktek langsung di lapangan. Hasil pelaksanaannya adalah SMK NU memiliki taman yang estetik dan fungsional dalam menunjang kegiatan belajar mengajar, berupa konsep dan gambar rancangan tiga dimensi taman.
Desain Taman Olahraga pada Kawasan Stadion Kejapanan di Kecamatan Gempol, Kabupaten Pasuruan, Jawa Timur Debora Budiyono; Rizki Alfian; Irawan Setyabudi; Hendra Kurniawan; Wahidyanti Rahayu Hastutiningtyas; Hendrikus Ngaga
JAPI (Jurnal Akses Pengabdian Indonesia) Vol 6, No 1 (2021)
Publisher : Universitas Tribhuwana Tunggadewi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (992.947 KB) | DOI: 10.33366/japi.v6i1.2503

Abstract

Ruang terbuka hijau (RTH) merupakan salah satu isu yang sangat penting pada masa sebelum dan sesudah pandemi Covid-19. Kebutuhan sebuah RTH sangat    dibutuhkan baik pada skala kota atau desa untuk manusia dan makhluk lainnya. Legalitas Indonesia menetapkan pentingnya penerapan standar ruang pada suatu kawasan yang terdiri dari ruang terbangun dan tidak terbangun dimana setiap negara memiliki standar yang berbeda namun dengan tujuan yang sama untuk keberlanjutan lingkungan. Standar komposisi ruang terbangun 70% dan ruang tidak terbangun 30% dari luas kawasan atau wilayah. Salah satu bentuk RTH yang sangat dibutuhkan oleh masyarakat adalah taman olahraga. Taman merupakan sebuah bentuk ruang terbuka hijau yang memiliki fungsi fisik, ekologis, arsitektural, dan estetika. Taman olahraga merupakan minat baru masyarakat dalam menjaga kesehatan tubuh dan pikiran manusia. Saat ini Desa Kejapanan yang terletak di Kecamatan Gempol, Kabupaten Pasuruan yang sebagai    mitra merupakan salah satu desa yang membutuhkan sebuah keberadaan taman olahraga. Desa Kejapanan memiliki potensi lahan kosong seluas 11.644m2 yang dapat difungsikan sebagai taman olahraga. Permasalahan utama pihak mitra tidak memiliki sumberdaya manusia yang kompeten dibidang penataan sebuah taman olahraga yang fungsional dan estetika. Tujuan program kegiatan masyarakat (PKM) adalah mendesain taman olahraga pada kawasan stadion Kejapanan di Desa Kejapanan, Kecamatan Gempol, Kabupaten Pasuruan, Jawa Timur. Hasil pelaksanaan dari kemitraan ini masyarakat dapat memiliki taman olahraga yang berfungsi sebagai tempat olahraga, ruang terbuka hijau, dan bernilai estetika bagi masyarakat Desa Kejapanan. Konsep desain taman olahraga yang telah dibuat memiliki standar protokol kesehatan sehingga dapat mencegah penyebaran virus Corona-19.
Penataan Taman Mini Market sebagai Fasilitas Desa Wista di Desa Mulyorejo, Kecamatan Ngantang, Kabupaten Malang Debora Budiyono; Rizki Alfian; Irawan Setyabudi; Hendra Kurniawan
JAPI (Jurnal Akses Pengabdian Indonesia) Vol 5, No 1 (2020)
Publisher : Universitas Tribhuwana Tunggadewi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1846.388 KB) | DOI: 10.33366/japi.v5i1.1810

Abstract

Taman merupakan sebuah bentuk ruang terbuka hijau yang memiliki fungsi fisik, ekologis, arsitektural, dan estetika. Berdasarkan fungsi tersebut taman menjadi suatu kebutuhan manusia untuk menghadirkan taman berada di lingkungan tempat tinggal. Saat ini keberadaan taman juga dapat menunjang pengembangan sektor pariwisata di Indonesia. Salah satu tren pengembangan bentuk wisata di Indonesia yaitu desa wisata. Desa wisata merupakan program pemerintah untuk memperdayakan potensi desa dalam meningkatkan ekonomi masyarakat desa. Namun permasalahannya banyak lingkungan desa yang belum tertata dengan baik sehingga objek dan atraksi serta fasilitas desa wisata kurang menarik. Permasalahan ini juga yang sedang dihadapi oleh desa wisata di Desa Mulyorejo, Kecamatan Ngantang, Kabupaten Malang. Tujuan program kemitraan masyarakat (PKM) ini adalah memperkenalkan pemanfaatan lahan kosong sebagai taman, memperkenalkan jenis-jenis tanaman, manfaat dari taman, dan meningkatkan daya tarik wisata desa. Metode yang digunakan adalah praktek langsung dilapangan dengan melakukan pelaksanaan hard material dan soft material pada Taman Mini Market. Hasil pelaksanaan dari kemitraan ini masyarakat dapat memiliki taman mini market yang indah dan fungsional dalam menunjang fasilitas objek dan atraksi desa wisata di Desa Mulyorejo, Kecamatan Ngantang, Kabupaten Malang. Berdasarkan hasil pembuatan taman minimarket yang telah dilakukan, masyarakat Desa Mulyorejo antusias, bersedia, dan berharap para dosen akan bekerja sama lebih lanjut dalam penataan desa wisata.
TIPOLOGI DAN MORFOLOGI RUMAH TRADISIONAL MASYARAKAT SAMIN BOJONEGORO Irawan Setyabudi; Rizki Alfian; Dian Kartika Santoso
Jurnal Ilmiah Arsitektur Vol 12 No 2 (2022): Desember
Publisher : Jurusan Arsitektur

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32699/jiars.v12i2.3030

Abstract

Komunitas masyarakat Samin adalah salah satu kelompok kultural di nusantara yang masih mempertahankan sisi tradisional dan memiliki nilai-nilai kesetempatan yaitu Saminisme. Budaya masyarakat Samin di Dusun Jepang, tidak bersifat antoposentris dan sangat dipengaruhi oleh gubahan arsitektural maupun lanskap tradisionalnya. Pola pemukiman menyesuaikan topografi dan ketersediaan sumber daya alam wilayah setempat. Permasalahannya adalah rumah tradisional terdiri atas beberapa tipe dan telah mengalami perubahan bentuk, sehingga perlu pendokumentasian untuk mengetahui seberapa jauh tingkat perubahan ruangnya. Hal ini sebagai salah satu wujud pelestarian arsitektur. Tujuan penelitian ini adalah membuat hasil klasifikasi tipe rumah komunitas samin berikut sisi perubahan ruangnya dengan mengambil acuan dari beberapa penelitian sebelumnya. Metode analisis dilakukan dengan analisis deskriptif-kualitatif dengan pendekatan etnografi. Metode ini memungkinkan peneliti membuat kesimpulan yang detail terhadap tipologi rumah tradisional. Kesimpulan penelitian ini Terdapat tiga tipologi rumah Samin Bojonegoro. Penyebab perbedaan tipologi adalah kebutuhan akan rasa nyaman, faktor lingkungan dan mata pencaharian
Evaluasi Lanskap Agrowisata Desa Colol di Kabupaten Manggarai Timur Meta Jitro Gege; Irawan Setyabudi; Debora Budiyono
Jurnal Lanskap Indonesia Vol. 15 No. 1 (2023): Jurnal Lanskap Indonesia
Publisher : http://arl.faperta.ipb.ac.id/

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29244/jli.v15i1.40744

Abstract

The development of agricultural tourism villages has a positive impact on the agricultural sector and its people. Colol Village was designated by the Regional Government of East Manggarai Regency as an Agrotourism Village because it has good potential in coffee cultivation. This study evaluated tourism activities in Colol Village Agrotourism and problems from various aspects such as biophysical, socio-cultural, ecological, and tourism potential aspects. These problems must be considered to meet the standards or criteria for agrotourism landscape of Colol Village in Indonesia. In general, the problems formulation in this study includes the evaluation of the CololVillage Agrotourism landscape according to the criteria as a tourist place, and respondents’ opinions about Colol Village Agrotourism. The method used the KPI assessment. KPI evaluation includes physical and biophysical aspects, socio-cultural aspects, agrotourism potential, and ecology. The results show that the ecological aspects of the Colol Village Agrotourism area based on an assessment of KPI 50, topographic indicators, soil types, and indicators or hydrological systems with a value of 2 or good. The biophysical aspect in the Colol Village Agrotourism area is based on a KPI assessment of 66.6. Indicators of trees with optimal or maximum size with a score of 3, land productivity with a score of 2, climate with rainfall with a minimum temperature of 65% is very good with a score of 3. Socio-cultural aspects of the community based on KPI assessment with a score of 62.5. Based on indicators of community participation in planning, organizing, and spontaneous movement with a score of 3. The aspect of object and attraction indicator assessment with a score of 81.25 is very good
Analisis Programatik Lanskap Pasar Rakyat Karangploso dengan Pendekatan Arsitektur Kontekstual Boro, Hendrikus Menasa; Setyabudi, Irawan; Alfian, Rizki
Aksen : Journal of Design and Creative Industry Vol. 6 No. 2 (2022): Aksen: Journal of design and creative industry
Publisher : Universitas Ciputra Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pasar tradisional merupakan salah satu infrastruktur publik yang sangat penting dalam jaringan distribusi kebutuhan pokok masyarakat. Pasar tradisional merupakan salah satu inti utama dari sumber daya sosial dan potensi ekonomi publik dalam menghadapi situasi krisis ekonomi. Tapi, kenyataanya tidak seperti seharusnya, saat kebijakan pemerintah meniadakan pasar rakyat dan diganti dengan banyak pasar retail modern.Penelitian ini fokus pada proses analisis programatik lanskap pasar rakyat Karangploso untuk menyelesaikan masalah-masalah: (1) Sampah yang menimbulkan bau; (2) aksesbilitas yang buruk; (3) limbah yang menimbulkan bau; (4) rendahnya kualitas kebersihan lingkungan; (5) buruknya vegetasi; dan (6) buruknya tata ruang. Proses analisis programatik akan menggunakan pendekatan arsitektur kontekstual dari analisis program fungsional, program ruang, dan program arsitektural Kata Kunci: Programatik, analisis, kontekstual, pasar, tradisional.
PERANCANGAN TAMAN EDUKASI SEBAGAI UPAYA MENDUKUNG OUTDOOR LEARNING PROCESS DI SEKOLAH Setyabudi, Irawan; Santoso, Dian Kartika; Istikomayanti, Yuswa
Aksen : Journal of Design and Creative Industry Vol. 7 No. 1 (2022): Aksen : Journal of Design and Creative Industry
Publisher : Universitas Ciputra Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37715/aksen.v7i1.3130

Abstract

Architecture plays an important role in creating space for human activity. One form is an open space designed as a garden. Recently, the idea of caring for the environment has been implemented in schools with the Adiwiyata program by realizing school members who are responsible for environmental protection and management through school management to support sustainable development. The garden design process is environmentally friendly supporting facilities. The design case study was carried out at SMP 26 Malang. The problem is, the gardens around the main school in every corner or in front of the class have no thematic grouping of plant species, graffiti on the fence walls that need updating, no canopy for circulation, and many other elements that can be processed. The research method was carried out qualitatively with architectural design methods and adapted to education science. The purpose of this study is to provide a garden designconcept that is able to accommodate educational and recreational out-of-class activities for students of SMPN 26 Malang and can be generalized as a general design concept of an educational park for schools. Recommendations from the design are in the form of out-of-class learning concepts. The concept base that will be developed is from a smart and studentfriendly park which means that the park takes into account aspects of the intellectual, physical and psychological wellbeing of students, besides that it does not cause mental and physical harm. A participatory element in its implementation is needed. Keywords: Garden concept, outdoor learning process, smart-student friendly park
The Use of Educative Game Tools (Meronce Lego) to Support the Motor Development of Preschool Children at TA Pesan Ibu Wahidyanti Rahayu Hastutiningtyas; Irawan Setyabudi; Neni Maemunah
ABDIMAS: Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol. 6 No. 3 (2023): ABDIMAS UMTAS: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat
Publisher : LPPM Universitas Muhammadiyah Tasikmalaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35568/abdimas.v6i3.3610

Abstract

Pre-school period is the stage of development of children aged 3-6 years where at this age children will learn to interact with other people. Educational Game Tools (APE) are all forms of games designed to provide educational experiences or learning experiences to the players. Message Mother Kindergarten is one of the places to stimulate the development of preschool-aged children, however APE in the form of Meronce Lego available at schools is still not optimal where the availability of educational game tools itself does not match the number of children so there is a need for additions and understanding to improve children's development and Children feel bored with monotonous games. The solution that will be provided is to provide training in the Selection of Educational Game Tools (APE), Assistance explaining the uses and functions of Educational Game Tools (APE) and Promotion of Educational Game Tools (APE). The output target to be produced is in the form of activity videos which are published via YouTube with the link: https://youtu.be/ZISk0JYROWE. All students can play Meronce Lego happily with their friends. Thus the TA teacher, especially the TA Pesan Ibu, can introduce educational game tools such as lego meronce which is appropriate for one of the lessons in the classroom so that children don't feel bored with this type of game. Students play the lego meronce game so that it can improve children's motor development.
Co-Authors Ade Rohan ahmad yani Akbar, Moch. Azkari Hisbulloh Albina, Katarina Alfian, Rizki Alfian, Rizki Amir Hamzah Angwarmas, Faustinus Balqis Nailufar Bere, Orry Boro, Hendrikus Menasa Budiyono, Debora Christo Mario Fraya Diaz DA COSTA, OSVALDO ANTONIO Desi Kurnia Eri Yusnita Arvianti Fedrich Pernandes Funan, Nemesius Hadriyono, Hadriyono Hastutiningtas‬, ‪Wahidyanti Rahayu Hendra Kurniawan Hendra Kurniawan Hendrikus Ngaga Hesti Triana Soelistyari Hidayatullah, Wawan Istikomayanti, Yuswa Jeko, Heribertus Karunia Setyowati Suroto Kogoya, Wes Kristoforus Wasa Ngama Lak'apu, Mieswandi Petronikus Leki, Agripina Lesu, Yohanes S. Lomes, Klementinus Lodofikus Lorenzo Agustino Soget Maemunah, Neni Mali, Benyamin Arkadius Maria Nelde Olo Masito, Masito Meta Jitro Gege Minggu, Hendrikus Mochmmad Azkari Hisbulloh Akbar Nailufar, Balqis Nailufar, Balqis Nailufar, Balqis Nailufar, Balqis Nau, Dominggus Pati Maramba Neksen Bere, Huanda Gregorius Neto Nunes, Francisco do Everaldo Niis, Maria Sofiana Novita, Retno Ayu Dewi Nubatonis, Wardy Nuraini Nuraini Nuraini Nuraini Nuraini Nuraini Pain Pati, Petrus Paulus Pareira, Novica Christiani Permana, Deril Aria Petrus Paulus Pain Pati Pora, Maria Parni Pratama, Wanda Andika Ramadan Ramadan Riyanto Djoko Rizki Alfian Rizki Alfian Sahid, Ali Umar Santoso, Dian Kartika Suroto, Karunia Setyowati Talu, Timotius Tuangu Viktor Tharigas Sianus Agus Wahidyanti Rahayu Hastutiningtyas Wahidyanti Rahayu Hastutiningtyas Wilhelmus Bernadus Bisa Wiwin Seputri Kariam