Claim Missing Document
Check
Articles

Found 20 Documents
Search

Analisis Partisipasi Masyarakat Pada Kawasan Minapolitan di Kabupaten Trenggalek, Provinsi Jawa Timur Putra, Angga Pratama; Hendarto, Totok; Wijayanti, Regita Faridtunisa; Hayati, Nurul; Agustini, Maria; Muhajir, Muhajir; Wirawan, Indra; Budiyanto, Didik; Sigit Sucahyo, Mikael Bambang; Hariyani, Nunuk; Sulistiawati, Ani
Jurnal Media Informatika Vol. 6 No. 1 (2024): Jurnal Media Informatika Edisi September - Desember
Publisher : Lembaga Dongan Dosen

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pengembangan kawasan minapolitan merupakan salah satu strategi untuk mengurangi kesenjangan antara perdesaan dan perkotaan dengan pembangunan fasilitas pelayanan standar perkotaan di wilayah perdesaan serta memandang wilayah perdesaan sebagai potensi kegiatan ekonomi. Kawasan minapolitan mempunyai karakteristik antara lain memiliki potensi fisik dan daya dukung sebagai kawasan perikanan, memiliki sektor dan komoditas unggulan, luas kawasan dan penduduk mencapai economic of scale dan economic of scope, memiliki pusat pelayanan skala kota kecil yang terintegrasi fungsional dengan kawasan produksi di sekitarnya dan sistem penataan ruang kawasan yang terencana dan terkendali. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi persepsi dan tingkat keterlibatan masyarakat serta faktor-faktor yang memengaruhinya dalam upaya untuk meningkatkan peran aktif masyarakat sebagai pelaku utama pembangunan kawasan minapolitan. Metode analisis yang digunakan dalam studi ini adalah analisis statistik non-parametrik chi-square. Hasil penelitian diketahui persepsi masyarakat terhadap program minapolitan cenderung buruk, sementara tingkat partisipasinya relatif rendah. Selain itu faktor-faktor intrinsik yang berpengaruh signifikan terhadap tingkat partisipasi meliputi pendapatan dan luas lahan, sementara faktor-faktor ekstrinsiknya melibatkan sosialisasi, pendampingan, transparansi pemerintah, kesesuaian program, dan manfaat yang dirasakan. Untuk meningkatkan partisipasi masyarakat, diperlukan perbaikan pada faktor-faktor yang telah diidentifikasi sebagai faktor yang berpengaruh signifikan.
ANALISIS KADAR LOGAM BERAT TIMBAL (PB) DAN CADMIUM (CD) PADA IKAN DEMERSAL DI TEMPAT PELELANGAN IKAN KABUPATEN LAMONGAN Aryani, Amalia Dwi; Rahmiati, Retnani; Handarini, Kejora; Hariyani, Nunuk
JURNAL AGROSAINS : Karya Kreatif dan Inovatif Vol 10 No 1 (2025): JURNAL AGROSAINS : Karya Kreatif dan Inovatif
Publisher : Universitas Islam Madura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31102/agrosains.2025.10.1.1-18

Abstract

Demersal fish live on the bottom of rocky, sandy, muddy, and craggy ocean with low mobility. Heavy metals settle to the bottom of waters since they have a greater specific gravity than seawater, resulting in a greater chance of entering the body of fish through the food chain process so that they can accumulate. This study aims to analyse the levels of heavy metals lead (Pb) and cadmium (Cd) in the liver, kidney, and meat organs of demersal fish in Lamongan Regency. Descriptive research with purposive sampling method is employed in this research. Analysis of heavy metal levels was conducted using a UV-Vis Spectrophotometer. The maximum limit of lead and cadmium in SNI 2729:2013 is 0.3 mg/kg and 0.1 mg/kg. Liver, kidney, and meat organs in 10 demersal fish species were positive for lead contamination, yet the levels did not exceed the limit. Liver, kidney, and meat organs in 10 types of demersal fish were positively contaminated with cadmium; in meat, there was 1 type of fish (10%) exceeding the limit, namely kuniran fish at 0.170 mg/kg; in the liver, there were 5 types of fish (50%) exceeding the limit, namely senangin fish at 0.124 mg/kg, swanggi fish at 0.129 mg/kg, spiny fish at 0.116 mg/kg, snapper fish at 0.103 mg/kg, and stingray at 0.101 mg/kg; and in the kidney, there were 4 fish species (40%) exceeding the limit, namely grouper at 0.169 mg/kg, kuniran fish at 0.129 mg/kg, kurisi fish at 0.117 mg/kg, and spiny fish at 0.109 mg/kg
Effect of Extraction Time Microwave-Assisted Solvent Extraction (MASE) Method on Decaffeination of Robusta Coffee (Coffea canephora) Java Ijen Prasiska, Revina Lusy; Yuniati, Yuyun; Hariyani, Nunuk; Hartati, Fadjar Kurnia
Indonesian Journal of Food Technology Vol 4 No 1 (2025): Indonesian Journal of Food Technology
Publisher : Program Studi Teknologi Pangan Fakultas Pertanian UNSOED

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20884/1.ijft.2025.4.1.15904

Abstract

Java Ijen robusta coffee is one of the potential coffee types to be developed as a low-caffeine product for sensitive consumers. The decaffeination process aims to reduce caffeine levels without eliminating the sensory characteristics of coffee. This study aims to determine the effect of variation in extraction time using the Microwave-Assisted Solvent Extraction (MASE) method on caffeine recovery, chlorogenic acid content, and organoleptic quality of coffee drinks. The extraction process uses water solvent and microwave power of 450 watts with time variations R1 = 4 minutes, R2 = 8 minutes, R3 = 12 minutes, R4 = 16 minutes, and R5 = 20 minutes. Analysis of caffeine content was carried out using a UV-Vis spectrophotometer, while chlorogenic acid content was determined by the titration method. Organoleptic assessment included colour, acidity and aroma attributes by 25 untrained panelists using median scores. The results showed that extraction time significantly affected caffeine recovery and chlorogenic acid content. The highest caffeine recovery of 57.34% and chlorogenic acid content of 19.19% were obtained at an extraction time of 20 minutes. The most preferred colour and acidity were also found in the 20-minute treatment, while the best aroma was at 12 minutes. Increasing extraction time increased colour intensity, acidity, and caffeine and chlorogenic acid concentrations. These results demonstrate the potential of the MASE method as an efficient alternative in decaffeinating robusta coffee while maintaining sensory quality.
Analisis Kelayakan Bisnis Yoghurt Susu Sapi: Model Berkelanjutan untuk Pengusaha Pemula di Indonesia Hariyani, Nunuk; Farida, Siti; Purwanti, Gettik Andri; Ferdian, Muh. Agus
JURNAL GREEN HOUSE Vol 4 No 1 (2025): Jurnal Green House
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.63296/jgh.v4i1.52

Abstract

The cow's milk yoghurt industry in Indonesia shows great potential, but there are still many challenges related to product quality and business feasibility, especially for start-up entrepreneurs. Previous research has focused more on technical aspects, without considering business aspects that are relevant in the Indonesian context. This study definitively explores the influence of production factors on yoghurt quality and business viability. The study's primary objectives were clear: to assess the impact of starter type and incubation time on yoghurt quality and to analyze the business viability of cow's milk yoghurt production for novice entrepreneurs. The approach used was an experimental design with a quasi-experiment test. We collected data through experiments using two types of starter—Greek and Plain—with incubation times varying from 18 to 24 hours. Product quality was evaluated using pH and organoleptic tests, and business feasibility was analyzed using financial analysis. The study focused on two key factors: yoghurt quality and business feasibility. Greek starter with an incubation time of 24 hours produced more favorable yoghurt. The financial analysis unequivocally confirmed the yoghurt business's profitability, with a high ROI and a low break-even point. These findings are vital for the development of the yoghurt industry in Indonesia and provide clear direction for future research on production factors and consumer preferences.
Edukasi Pemasaran dan Strategi Peningkatan Penjualan Ikan Koi Berbasis Analisis Perilaku Konsumen di Pasar Gunung Sari Surabaya Wijayanti, Regita Faridatunisa; Putra, Angga Pratama; Kartikasari, Dwirini; Budiyanto, Didik; Wirawan, Indra; Sigit Sucahyo, Mikael Bambang; Hariyani, Nunuk; Yusrudin, Yusrudin; Sumaryam, Sumaryam
Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat Nusantara Vol. 6 No. 3 (2025): Edisi Juli - September
Publisher : Lembaga Dongan Dosen

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55338/jpkmn.v6i3.6460

Abstract

Indonesia sebagai negara kepulauan memiliki kekayaan biota perikanan yang besar, termasuk ikan hias seperti ikan koi (Cyprinus carpio), yang bernilai ekonomi tinggi dan semakin diminati masyarakat sebagai bagian dari tren estetika dan relaksasi urban. Namun demikian, pelaku usaha ikan koi di Pasar Gunung Sari Surabaya belum mengoptimalkan strategi pemasaran berbasis perilaku konsumen, sehingga potensi pasar belum tergarap maksimal. Kegiatan pengabdian ini bertujuan untuk meningkatkan pemahaman dan keterampilan pelaku UMKM dalam strategi pemasaran ikan koi melalui edukasi digital marketing dan analisis perilaku konsumen. Metode pelaksanaan meliputi observasi lapangan, pelatihan, pendampingan langsung, dan evaluasi berbasis survei serta monitoring penjualan. Hasil kegiatan menunjukkan bahwa pelaku usaha mengalami peningkatan pemahaman terhadap motif pembelian konsumen, yang didominasi oleh aspek kesenangan dan estetika. Strategi pemasaran mitra berubah menjadi lebih emosional dan visual melalui media sosial dan branding sederhana, yang berdampak pada peningkatan penjualan harian sebesar 20–30%. Analisis faktor dengan SPSS mengidentifikasi empat faktor utama yang memengaruhi keputusan pembelian: informasi dan manfaat, biaya dan pascapembelian, kepuasan dan atribut, serta frekuensi dan preferensi individu. Kegiatan ini membuktikan bahwa pendekatan edukatif berbasis konsumen efektif dalam memperkuat daya saing UMKM ikan koi dan dapat direplikasi pada wilayah serupa.
Pengaruh Perbedaan Frekuensi Pemberian Pakan Buatan Terhadap Pertumbuhan Benih Lele Dumbo (Clarias gariepinus L.) Pada UMKM Jaya Mandiri Kampung Sukasirna Kecamatan Purbaratu Kabupaten Tasikmalaya Jawa Barat Kartikasari, Dwirini; Budiyanto, Didik; Wirawan, Indra; Sigit Sucahyo, Mikael Bambang; Hariyani, Nunuk
Jurnal Media Informatika Vol. 6 No. 3 (2025): Jurnal Media Informatika
Publisher : Lembaga Dongan Dosen

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55338/jumin.v6i3.6417

Abstract

Perikanan budidaya merupakan sektor strategis dalam pembangunan ekonomi lokal di Indonesia. Lele dumbo (Clarias gariepinus) menjadi salah satu komoditas utama budidaya air tawar karena memiliki pertumbuhan cepat, daya adaptasi tinggi, serta efisiensi pakan yang baik. Namun, pakan menyumbang sekitar 60–70% dari total biaya produksi, sehingga manajemen pemberian pakan, khususnya frekuensi, menjadi aspek krusial dalam efisiensi budidaya. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji pengaruh perbedaan frekuensi pemberian pakan buatan terhadap pertumbuhan benih lele dumbo pada UMKM Jaya Mandiri di Kampung Sukasirna, Kecamatan Purbaratu, Kabupaten Tasikmalaya. Metode yang digunakan adalah eksperimen dengan Rancangan Acak Lengkap (RAL) terdiri dari tiga perlakuan frekuensi pemberian pakan (2x, 3x, dan 4x per hari) masing-masing dengan delapan ulangan. Parameter yang diamati meliputi pertumbuhan berat mutlak, kualitas air (suhu, pH, dan DO), serta efisiensi pakan secara tidak langsung. Hasil uji ANOVA dan BNT menunjukkan bahwa perbedaan frekuensi pemberian pakan berpengaruh signifikan terhadap pertumbuhan benih lele dumbo (P<0,05). Perlakuan 3 (4x/hari) menghasilkan pertumbuhan berat tertinggi dengan rata-rata 21,64 gram, sedangkan perlakuan 1 (2x/hari) menghasilkan pertumbuhan terendah dengan rata-rata 13,00 gram. Kualitas air selama penelitian masih dalam kisaran optimal untuk budidaya. Penelitian ini menunjukkan bahwa peningkatan frekuensi pemberian pakan hingga empat kali sehari dapat meningkatkan efisiensi pertumbuhan benih lele dumbo secara signifikan. Temuan ini memberikan kontribusi praktis bagi pembudidaya kecil dalam mengefisienkan penggunaan pakan dan meningkatkan produktivitas usaha budidaya ikan lele dumbo.
Pelatihan Manajemen Produksi Ikan Asap pada Kelompok Usaha Kecil Ikan Asap di Kejawan Lor Kelurahan Kenjeran Kota Surabaya Putra, Angga Pratama; Hendarto, Totok; Wijayanti, Regita Faridtunisa; Hayati, Nurul; Agustini, Maria; Muhajir, Muhajir; Wirawan, Indra; Budiyanto, Didik; Sigit Sucahyo, Mikael Bambang; Hariyani, Nunuk; Sulistiawati, Ani
Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat Nusantara Vol. 5 No. 4 (2024): Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat Nusantara (JPkMN) Edisi September - Desembe
Publisher : Lembaga Dongan Dosen

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55338/jpkmn.v5i4.4357

Abstract

Kelurahan Kenjeran, yang terletak di pesisir Kota Surabaya, Jawa Timur, dikenal sebagai destinasi wisata pantai dan pusat produk pesisir, seperti ikan asap dan kerajinan kerang. Sentra ikan asap di daerah ini terkenal sebagai produsen ikan asap terbesar di Jawa Timur.   Permasalahan ikan asap yang dihadapi oleh mitra yaitu pengemasan produk ikan asap yang tidak baik sehingga berpengaruh terhadap umur simpan ikan asap. Selain itu permasalahan lainnya adalah ketersediaan bahan baku yang tidak menentu pada saat musim paceklik ikan. Pengolahan modern memerlukan persyaratan yang sulit dipenuhi oleh perikanan skala kecil, yaitu pasokan bahan baku yang bermutu tinggi dalam jenis dan ukuran yang seragam, dalam jumlah yang cukup banyak sesuai dengan kapasitas industri. Kegiatan “Pelatihan Manajemen Produksi Ikan Asap pada Kelompok Usaha Kecil Ikan Asap di Kejawan Lor Kelurahan Kenjeran Kota Surabaya” bertujuan membantu kelompok usaha kecil di Kenjeran menghasilkan ikan asap berkualitas dengan umur simpan lebih lama, serta mengatasi ketidakpastian ketersediaan bahan baku saat musim paceklik ikan. Program Kemitraan Masyarakat ini mencakup survei, penyuluhan, dan pelatihan bagi para pelaku usaha ikan asap. Pelatihan ini penting untuk memperkuat usaha kecil tersebut agar produk mereka tidak hanya dipasarkan secara lokal, tetapi juga dapat dijual di minimarket, supermarket, bahkan diekspor. Salah satu solusi yang ditawarkan adalah memberikan edukasi mengenai teknik pengemasan yang baik bagi para pelaku usaha.
PENGARUH PROPORSI BUNGA TELANG (Clitoria ternatea L.) DAN GULA TERHADAP SIFAT KIMIA DAN ORGANOLEPTIK MINUMAN KOMBUCHA Siregar, Rena Nirmala; Handarini, Kejora; Sucahyo, Bambang Sigit; Hariyani, Nunuk
Pro-STek Vol 5, No 2 (2023): December
Publisher : Fakultas Sains Terapan Universitas Suryakancana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35194/prs.v5i2.3738

Abstract

Minuman kombucha merupakan salah satu jenis minuman fermentasi populer dikalangan masyarakat Indonesia yang dikenal sebagai teh kombu karena terbuat dari bahan baku teh dan gula. Minuman kombucha memiliki banyak khasiat dan rasa yang khas, hal ini menyebabkan meningkatnya peminat minuman kombucha ditiap tahun, dikarenakan jumlah peminat minuman kombucha yang terus meningkat diperlukan upaya inovasi produksi. Bunga telang (Clitoria ternatea L.) merupakan jenis bunga yang berpotensi sebagai bahan diversifikasi pada minuman kombucha dikarenakan memiliki kandungan fenol yang tinggi serta memiliki manfaat sebagai antioksidan yang baik bagi kesehatan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh kosentrasi terbaik antara bunga telang (Clitoria ternatea L.) dengan gula sehingga dihasilkan minuman kombucha dengan sifat kimia dan organoleptik yang optimal. Metode yang digunakan dalam penenelitian ini adalah eksperimen laboratorium dengan menggunakan metode Rancangan Acak Lengkap (RAL). Fakor pertama yang digunakan adalah konsentrasi  bunga telang (BT1=10g, BT2=15g, BT3=20g) dan faktor kedua konsentrasi gula (G1=100g, G2=200g). Parameter uji yang dilakukan meliputi uji kimia dan organoleptik. Parameter uji kimia meliputi analisis pH, total asam, gula reduksi, total padatan terlarut, dan total fenol. Data dianalisis menggunakan Analisis Sidik Ragam (ANSIRA). Hasil penelitian menunjukkan bahwa BT3G2 yang meiliki konsentrasi bunga telang 20 g dan gula 200 g merupakan perlakuan terbaik dengan Nilai Hasil (NH) yaitu 0,69 dengan kriteria parameter adalah nilai pH 4,54, total asam 3,56%, kadar gula reduksi 1,11%, total padatan 5,6 mg/L, total fenol  27,76 µg/mL, warna 5,06, aroma 5,3 dan rasa 5,22.
PENGARUH SUHU DAN LAMA PENGERINGAN TERHADAP KADAR POLIFENOL, TANIN, AIR DAN ORGANOLEPTIK TEH DAUN KAYU JAWA (Lannea coromandelica) Yuliani, Novia Dwi; Djauhari, Arlin Besari; Hariyani, Nunuk; Handarini, Kejora
Pro-STek Vol 5, No 2 (2023): December
Publisher : Fakultas Sains Terapan Universitas Suryakancana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35194/prs.v5i2.3620

Abstract

Masyarakat Indonesia sangat menyukai teh, pada era yang semakin berkembang ini terdapat berbagai olahan teh herbal. Beragam tanaman yang dapat digunakan sebagai bahan dasar pembuatan teh, salah satunya yaitu daun kayu jawa. Ekstrak daun kayu jawa telah dilakukan uji toksisitas dengan nilai LD50 lebih besar dari 5.000 mg/kg BB, sehingga dikategorikan sebagai ekstrak praktis tidak beracun. Toksisitas ekstrak daun kayu jawa menunjukkan bahwa daun kayu jawa aman untuk dikonsumsi, tetapi harus diperhatikan jumlahnya. Teh daun kayu jawa dibuat melalui proses sortasi, pencucian, penirisan, pelayuan, fermentasi, pengeringan, penghalusan, pengayakan dan pengemasan. Pengeringan dalam pembuatan teh daun kayu jawa dilakukan menggunakan food dehydrator. Penelitian ini bertujuan untuk menentukan suhu, lama dan interaksi antara kedeua faktor tersebut yang tepat guna memberikan kadar polifenol, tanin, air dan nilai organoleptik teh daun kayu jawa yang baik. Selain itu juga untuk mengetahui perlakuan terbaik terkait suhu dan lama pengeringan dalam proses pembuatan teh daun kayu jawa. Penelitian ini menggunakan metode eksperimen laboratoris. Variabel penelitian meliputi suhu pengeringan 40°C, 50°C dan 60°C dan lama pengeringan 4 jam dan 6 jam. Data yang diperoleh dianalisa berdasarkan statistik parametrik dan non parametrik menggunakan Analisis Sidik Ragam (ANSIRA) dengan SPSS 22. Analisa kimia yang diuji adalah kadar polifenol, tanin dan air. Uji organoleptik dilakukan dengan uji kesukaan/hedonik yang meliputi warna, rasa dan aroma. Perlakuan S2L1 yaitu suhu pengeringan 50°C : lama pengeringan 4 jam merupakan perlakuan terbaik dengan Nilai Hasil (NH) 0,55 dengan parameter kadar polifenol 12,08mg GAE/g, kadar tanin 0,12%, kadar air 6,70% warna 5,16 (suka), rasa 4,37 (suka), aroma 4,99 (suka).Kata kunci: Teh daun kayu jawa; pengeringan; suhu; lama 
Uji kandungan zat pewarna rhodamin B dan formalin pada jajanan pasar yang beredar di Pasar Kembang Surabaya Jawa Timur Rahmiati, Retnani; Tukan, Vinsensius Yakobus; Hariyani, Nunuk
Journal of Food Safety and Processing Technology (JFSPT) Vol. 1 No. 2 (2024): April 2024
Publisher : Universitas Muhammadiyah Gresik

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30587/jfspt.v1i2.7284

Abstract

Salah satu permasalahan yang kerap muncul pada jajanan pasar ialah penggunaan bahan tambahan yang bukan merupakan food grade. Bahan tambahan berbahaya yang sering ditambahkan pada jajanan pasar ialah pewarna tekstil rhodamin B dan formalin. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui apakah jajanan pasar yang diperjualbelikan mengandung pewarna rhodamin B dan formalin atau tidak. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif dengan pengambilan sampel menggunakan teknik purposive sampling. Sampel diambil di Pasar Kembang Surabaya berupa kue lapis, lapis legit, kue tok, kue mutiara, bolu kukus, pudding, tahu bakso, lemper dan lepet untuk dilakukan pengujian kualitatif dan kuantitatif terhadap rhodamin B dan formalin. Data yang didapat ditabulasi dalam bentuk tabel dan dianalisis secara deksriptif. Sebanyak 27 sampel jajanan pasar yang dicurigai mengandung rhodamin B, setelah dilakukan pengujian semuanya negatif mangandung rhodamin B, sedangkan sebanyak 37 sampel jajanan pasar yang dicurigai mengandung formalin, 2 diantaranya atau 5% positif mengandung formalin. Jajanan pasar yang positif mengandung formalin ialah lepet dari produsen 3 dengan kadar 0,0343 ppm dan tahu bakso dari produsen 1 dengan kadar 0,0316 ppm.