Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search
Journal : JURNAL CITRA KEPERAWATAN

GAMBARAN KARAKTERISTIK KELUARGA PENDERITA DEMAM BERDARAH DENGUE PADA MASYARAKAT WILAYAH KERJA PUSKESMAS GUNTUNG PAYUNG BANJARBARU Khairus Sadiq; Endang SPN; Suroto Suroto
JURNAL CITRA KEPERAWATAN Vol 6 No 1 (2018): JURNAL CITRA KEPERAWATAN
Publisher : Poltekkes Kemenkes Banjarmasin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (681.163 KB) | DOI: 10.31964/jck.v6i1.109

Abstract

Demam Berdarah Dengue (DBD) merupakan salah satu masalah kesehatan masyarakat di Indonesia disebabkan oleh karena lingkungan yang tidak sehat ditularkan oleh vektor yaitu nyamuk yang mengandung virus dengue. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui gambaran karakteristik keluarga penderita demam berdarah dengue (DBD) pada masyarakat wilayah kerja puskesmas Guntung Payung Banjarbaru. Penelitian ini adalah penelitian deskriptif, dengan jenis penelitian cross sectional. Populasi penelitian ini adalah keluarga penderita DBD wilayah kerja puskesmas Guntung Payung Banjarbaru tahun 2015, sampel dalam penelitian ini berjumlah 66 responden yang diambil dengan teknik simple random sampling. Hasil penelitian terlihat bahwa tipe keluarga nuclear family menjadi responden terbanyak yaitu 30 responden (45%), tingkat pendapatan di atas UMP menjadi responden terbanyak yaitu 36 responden (55%) dan kondisi fisik dalam rumah tidak sehat menjadi responden terbanyak yaitu 35 responden (53%). Hasil distribusi frekuensi menunjukkan tipe keluarga extended family cenderung positif menderita DBD dengan persentase 27 responden (93%), tingkat pendapatan di bawah UMP cenderung positif menderita DBD dengan persentase 21 responden (70%) dan kondisi fisik dalam rumah tidak sehat cenderung positif menderita DBD dengan persentase 26 responden (74%). Peran tenaga kesehatan diharapkan mampu melakukan pencegahan dan penanganan kasus DBD seperti pengawasan dan pemantauan terhadap sanitasi rumah dan edukasi tentang menjaga kebersihan rumah yang melibatkan anggota keluarga.
Efektivitas Kompres Cuka Terhadap Penurunan Suhu Tubuh Pada Balita Pasca Imunisasi Dasar Di Puskesmas Cempaka Kota Banjarbaru Evi Risa Mariana; Suroto Suroto
JURNAL CITRA KEPERAWATAN Vol 8 No 2 (2020): JURNAL CITRA KEPERAWATAN
Publisher : Poltekkes Kemenkes Banjarmasin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31964/jck.v8i2.136

Abstract

Kondisi demam pada balita tidak hanya karena adanya penyakit juga dialami setalah mendapatkan immunisasi dasar. Ada dua manajemen demam yaitu farmakologi dan non farmakologi. Salah satu tindakan non farmakologi terhadap penurunan panas adalah kompres sebagai metode pemeliharaan suhu tubuh dengan menggunakan cairan atau yang dapat menimbulkan hangat atau dingin pada bagian tubuh yang memerlukan. Untuk menurunkan suhu tubuh, dikenal juga obat demam tradisional dengan cuka yang harganya sangat terjangkau dan juga efektif meredakan demam. Obat ini meredakan demam dikarenakan kandungan asam di dalamnya dapat berfungsi untuk mengeluarkan panas dari dalam tubuh. Selain itu, obat demam tradisional ini mengandung banyak mineral yang dapat memenuhi kebutuhan mineral tubuh akibat demam. Jenis penelitian ini adalah adalah eksperimen semu (quasi experimental) dengan rancangan pre test – post test control group design. Tujuan penelitian ini adalah untuk menganalisis suhu tubuh balita pasca immunisasi setelah diberikan kompres cuka dan tanpa cuka serta menganalisis efektivitas kompres cuka sebagai bahan kompres dengan cara membandingkan suhu tubuh balita pasca immunisasi dengan suhu tubuh normal. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh balita yang mengalami demam pasca immunisasi dasar di Puskesmas Cempaka Kota Banjarbaru. Sampel diambil secara accidental sampling dalam waktu 2 bulan, yang dijadikan sebagai kelompok perlakuan dan kelompok kontrol. Analisis data dengan menggunakan Independent t-test dan Paired t-test dengan signifikansi α 0,05. Hasil Penelitian menunjukkan adanya perubahan suhu tubuh antara kelompok perlakuan/intervensi (kompres cuka) dengan kelompok kontrol (tanpa kompres cuka) menggunakan uji independent sample t test didapatkan nilai p<α=0,05 dengan tingkat kesalahan, α= 0,05. Jika nilai p<α=0,05 maka Ha diterima, berarti terdapat perbedaan yang signifikan antara suhu tubuh pada balita yang dilakukan kompres cuka dengan yang tidak memakai cuka. Kesimpulan terdapat perbedaan yang signifikan antara suhu tubuh pada balita yang dilakukan kompres cuka dengan yang tidak memakai cuka. Saran bagi Puskesmas Cempaka Kota Banjarbaru khususnya poliklinik immunisasi dan kader posyandu dapat memberikan alternatif kompres cuka (metoden non farmakologi) untuk menurunkan suhu tubuh balita pasca immunisasi
Co-Authors Abdul Rahman Syam Tuasikal Adhinda Lili Pramasari Adinda Vashia Oktegianda Afdim Febryandra Mastha Agita Oviera Agung Kaswadi Agung Prabowo Agung Wibowo Agus Sugandha Amin Purnawan Anita Dewi Anggraeni Ari Suwondo Arifuddin Arifuddin Bagoes Widjanarko Baju Widjasena Ben Vivi Ditria Turnip Bina Kurnaiwan Bina Kurniawan Bintang Nurkhaleda Birthda Amini Deyulmar CH Astra Nugraha Damar Dwi Kuncoro Daru Lestantyo Devi Eka Meirinda Dewi Faridlotul Muafiroh dewi k wulandari Dhandy Dwi Yustica Dhiny Sartika Larasandi Dita Meireza Djaka Anugrah Hidayat Dwi Ayu Novitasari Dwi Lestari Tantinis Dwina Anggraini Effendi Arsad Ekawati Ekawati Eko Ari Wibowo Eko Murniyanto Endang SPN Esti Mukaromah Euis Nina Saparina Yuliani Evi Risa Mariana Evi Setiawati Fadilla Nela Chairana Faeliskah Faeliskah Fannisa Mahastuti Farah Avianti Putri Ferry Abidin Fiqih Naila Fikar Fitria Ardiani G Santoso Galih Pamungkas Grandis Harini Sambada Gunomo Djojowasito Guswanto, Bambang Hendriya Hamas Musyaddad Abdul Aziz Hanifa Maher Denny Hayu Astiningsih Hernadi Septoaji Putranto Hesti Meylia Pratiwi Ida Ayu Putu Sri Widnyani Ida Wahyuni Ihda Nur Kasyifa Ilham Maulana Imam Subha Ari Pamungkas Ina Viernisa Febrina Indah Nurhayati Jenjang Waldiono Karinta Ariani Setiaputri Kartika Weningtyas Khairus Sadiq Kusyogo Cahyo Laila Fitriana Laurentina Grace Silva Lina Sartika Lintang Setyowati M. Zen Rahfiluddin Mariana, Evi Risa Mashuri Mashuri Maulana Said Handayana Megalestari Ratna Cendikia Megalestari Ratna Cendikia Minati Karimah Mohammad Zen Rahfiludin Muchayatin Muchayatin MUhammad Dhiyaudzihni Habibie Muhammad Septian Hadi Nabilah Mayasifa Nanda Fajar Rezki Nanik Indahwati Nindiani, Aina Nurchayati Nurchayati Octa Hermanto Padang Purwosusilo Pandu Reviami Sandi Parju Parju Priska Ruth Dantje Putri Chairun Nissa Putri Indah Sari Putri Nurhaliza Radita Mahendra Rakhmat Eddy Wicaksono Ramdan Alfiansyah Riki Wahyu Aditias Rio Rifki Nurfadli Roshida Wulandari Rosiana Agustin Sehah Sehah Setyobudi Setyobudi Sindi Larasati Siswi Jayanti Siti Irna Julianti Siti Nurhaliza Syamsul Arifin Tabita Kartikawati Us’an Us’an Us’an Vagga Satria Verlina Intan Wulandari Veronika Lefteuw Vina Alzahra Wini Iriani Putri Yohana Riswa Dwiastuti Yuliani Setyaningsih Yusron Sugiarto Yusuf Rismawan Zainul Aripin