Claim Missing Document
Check
Articles

Found 31 Documents
Search

Peran Media Digital dalam Bingkai Etnopedagogik sebagai Upaya Optimalisasi Pencapaian Kualitas Pendidikan Anak Usia Dini Masa Depan Gilar Gandana; Nuraly Masum Aprily; Aini Loita; Rifki Ahmad Fauzi; Chusna Arifah; Risa Arosyidah
Jurnal Elementaria Edukasia Vol. 6 No. 4 (2023): Desember
Publisher : Elementary Teacher Education Program, Majalengka University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31949/jee.v6i4.7778

Abstract

The digitalization program for early childhood education media in the era of the industrial revolution 4.0 is an opportunity as well as a challenge for educational inventors in the world. This opportunity can be used as an exploratory land for the development of science for educational media inventors. On the other hand, the challenges are related to the clash of value systems and consistency in strengthening the integration of the conservation function system with the educational innovation function. In this context, challenge does not mean weakness, but for scholars it is a form of motivational strength for the practical development of knowledge to be used as material for increasing self-capacity as a true scientist. Thus, the opportunities and challenges that arise in this study become a source of energy to overcome anxiety about the future of education. With regard to ethno-pedagogy which is the contextual realization of human imagination in terms of human values ​​and norms, it has a very important role in presenting every digital product that is created. So that the process of integrating conservation values ​​with educational innovation values ​​can show logical consequences for achieving the expected quality of early childhood education in the future.
PENGARUH BERKARYA SENI 3D MENGGUNAKAN PLAYDOUGH BAGI PERKEMBANGAN KREATIVITAS ANAK USIA 5–6 TAHUN Wanda Nurjanah; Aini Loita; Herman Syafri
Al-ATHFAL: Jurnal Pendidikan Anak Vol. 6 No. 4 (2025): Oktober
Publisher : LPPM IAD Probolinggo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.46773/alathfal.v6i4.2477

Abstract

This study aimed to investigate the effect of three-dimensional (3D) art activities using playdough on the creativity development of children aged 5–6 years. A quasi-experimental design with a pretest–posttest control group was employed, involving 20 children who were evenly divided into experimental and control groups. Data were collected through observation using a validated creativity assessment instrument that measured fluency, flexibility, originality, and elaboration. The experimental group participated in several sessions of 3D art activities with playdough, while the control group received conventional learning without playdough. Data were analyzed using descriptive statistics, the Mann–Whitney U test, and N-Gain calculation. The results revealed a significant increase in creativity scores in the experimental group compared to the control group (p = 0.000). The experimental group achieved an N-Gain score in the medium category, while the control group was in the low category. These findings suggest that 3D art activities with playdough are effective in enhancing children’s creativity by stimulating divergent thinking, strengthening fine motor skills, and fostering self-confidence. The study recommends integrating playdough-based art activities into early childhood education curricula to optimize children’s creative potential. Keywords: playdough; 3D art; creativity; early childhood; quasi-experiment
ANALISIS KEBUTUHAN MEDIA PEMBELAJARAN UNTUK MENGEMBANGKAN KARAKTER EMPATI ANAK USIA 5-6 TAHUN DI TK PGRI HANDAYANI Arwa Azzahra; Purwati Purwati; Aini Loita
Jurnal Sentra Pendidikan Anak Usia Dini Vol. 5 No. 2 (2026): Jurnal Sentra Pendidikan Anak Usia Dini
Publisher : Program Studi Pendidikan Guru Pendidikan Anak Usia Dini (PGPAUD)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51544/sentra.v5i2.6210

Abstract

Latarbelakang: Karakter empati merupakan salah satu aspek perkembangan sosial emosional yang penting dikembangkan pada anak usia dini karena berperan dalam membentuk kemampuan berbagi, menolong, bekerja sama, dan memahami perasaan orang lain. Namun, pengembangan empati memerlukan dukungan pembelajaran yang sesuai dengan karakteristik anak. Tujuan: untuk menganalisis kebutuhan media pembelajaran dalam pengembangan karakter empati anak usia 5–6 tahun di TK PGRI Handayani. Metode: menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan metode studi lapangan. Partisipan penelitian terdiri atas seorang guru kelas dan seorang kepala sekolah yang dipilih menggunakan teknik purposive sampling. Data dikumpulkan melalui wawancara mendalam menggunakan pedoman wawancara semi-terstruktur dan dianalisis melalui tahapan open coding, axial coding, dan selective coding. Hasil: menunjukkan bahwa karakter empati anak telah mulai berkembang, ditandai dengan perilaku berbagi, membantu teman, dan menunjukkan kepedulian terhadap orang lain. Namun, perkembangan tersebut belum optimal dan belum merata pada seluruh anak karena masih ditemukan perilaku egosentris, kurangnya inisiatif membantu teman, serta kesulitan memahami perasaan orang lain. Kesimpulan: Pengembangan empati telah dilakukan melalui kegiatan bercerita, penggunaan video, pembiasaan, keteladanan, dan pengalaman sosial langsung. Akan tetapi, media pembelajaran yang tersedia masih terbatas, kurang variatif, kurang interaktif, dan belum dirancang secara khusus untuk mengembangkan empati. Oleh karena itu, diperlukan media pembelajaran yang lebih menarik, konkret, dan interaktif untuk mendukung pengembangan karakter empati anak usia dini secara lebih optimal.
Bagaimana Pola Asuh Orang Tua Muda dalam Memfasilitasi Kecerdasan Majemuk Anak Sulung ? Maudina Rachmania; Sumardi Sumardi; Aini Loita
Jurnal Kewarganegaraan Vol 6 No 2 (2022): Desember 2022
Publisher : UNIVERSITAS PGRI YOGYAKARTA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31316/jk.v6i2.3502

Abstract

 AbstrakOrangtua muda yang memiliki anak sulung dengan istilah lain yakni anak pertama, memiliki berbagai kecerdasan majemuk. Anak sulung dalam aspek kecerdasan majemuknya lebih unggul dibandingkan dengan anak lainnya. Pembelajaran yang didapatkan di Sekolah, orangtua muda mengulang dan membimbing pembelajaran anak sulung mereka di Rumah. Melalui pola asuh yang tepat diharapkan orangtua mampu memfasilitasi kecerdasan majemuk anak sehingga anak dapat berkembang sesuai fitrahnya. Teori yang digunakan dalam skripsi ini teori kecerdasan majemuk yang dicetuskan oleh Howard Gardner. Dalam hal ini diharapkan dapat menggali informasi secara langsung dari orangtua muda dalam penerapan pola asuh dalam memfasilitasi kecerdasan majemuk anak sulung. Metode yang digunakan dalam penelitan ini ialah menggunakan pendekatan penelitian kualitatif dengan metode studi kasus. Dimana hasil pembahasan dari dari penelitian ini adalah penerapan pola asuh demokratis mampu menjadikan anak belajar bersama orangtua dengan penuh rasa nyaman,senang dan tidak ada paksaan dari orangtua,sehingga anak mampu memiliki berbagai aspek kecerdasan majemuk.Kata Kunci: Pola Asuh, Orangtua Muda, Kecerdasan Majemuk AbstractYoung parents who have the eldest child in other terms, namely the first child, have various multiple intelligences. The eldest child in the aspect of multiple intelligences is superior to other children. The lessons learned at school, young parents repeat in guiding their eldest child's learning at home. Through proper parenting, it is hoped that parents will be able to facilitate children's multiple intelligences so that children can develop according to their nature. The theory used in this thesis is the theory of multiple intelligences which was coined by Howard Gardner. In this case, it is expected to be able to dig up information directly from young parents in the application of parenting in facilitating the multiple intelligences of the eldest child. The method used in this research is to use a qualitative research approach with a case study method. Where the results of the discussion of this research are the application of democratic parenting is able to make children learn with parent full of comfort,happiness and no coercion from parents,so that children are able to have various aspects of multiple intelligences.Keywords: Parenting Style, Young Parents, Multiple Intelligence
Analisis Dasar Kebutuhan Pengembangan Media untuk Memfasilitasi Perkembangan Kognitif Anak pada Pembelajaran Geometri Edi Hendri Mulyana; Aini Loita; Ajeng Kania Trisnawati Sunandar
Jurnal Kewarganegaraan Vol 6 No 2 (2022): Desember 2022
Publisher : UNIVERSITAS PGRI YOGYAKARTA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31316/jk.v6i2.3562

Abstract

AbstrakProgram pendidikan anak usia dini merupakan salah satu lembaga yang bertanggung jawab dalam memfasilitasi tumbuh kembang anak sesuai standar regulasi yang telah ditetapkan. Sehingga dalam hal ini, guru perlu menyusun perencanaan pembelajaran secara matang untuk menunjang pengoptimalan proses dan hasil belajar anak. Maka dari itu, perencanaan pembelajaran harus sesuai dengan karakteristik kebutuhan anak dan kebutuhan pembelajaran itu sendiri. Berdasarkan hal itu, penelitian dilakukan untuk mengetahui dasar kebutuhan pengembangan media dalam memfasilitasi perkembangan kognitif anak pada pembelajaran geometri. Metode penelitian yang digunakan yaitu metode pengembangan dengan model pengembangan ADDIE (Analysis, Design, Development, Implementation, Evaluation). Artikel ini hanya membahas tahap pertama yaitu tahap analisis. Pengumpulan data yang dilakukan pada tahap ini, yaitu melalui studi lapangan di Kober Tunas Kartika serta melakukan studi literatur untuk mengkaji landasan teori dan regulasi terkait. Berdasarkan hasil analisis yang menunjukkan bahwa terdapat kesenjangan dari kedua fakta tersebut, maka dalam hal ini perlu adanya inovasi media sebagai pilihan solusi dari permasalahan. Data tersebut menjadi dasar kebutuhan sebagai acuan dalam membuat rancangan dan pengembangan media pada tahap selanjutnya.Kata Kunci: Perkembangan Anak, Perencanaan Pembelajaran, Dasar Kebutuhan, Pengembangan Media AbstractThe early childhood education program is one of the institutions responsible for facilitating children's development in accordance with established regulatory standards. So in this case, teachers need to develop a careful learning plan to support optimizing the process and learning outcomes of children. Therefore, lesson planning must be in accordance with the characteristics of children's needs and the needs of the learning itself. Based on this, the research was conducted to determine the basic needs of media development in facilitating children's cognitive development in learning geometry. The research method used is the development method with the ADDIE development model (Analysis, Design, Development, Implementation, Evaluation). This article only discusses the first stage, namely the analysis stage. Data collection is carried out at this stage, namely through field studies at Kober Tunas Kartika and conducting literature studies to examine the theoretical basis and related regulations. Based on the results of the analysis which shows that there is a gap between the two facts, in this case it is necessary to have media innovation as a solution to the problem. This data becomes the basis for the needs as a reference in making the design and development of media at a later stage.Keywords: Child Development, Lesson Planning, Basic Needs, Media Development
Pola Asuh Pendidikan Keluarga Muda pada Anak Usia Dini Sumardi Sumardi; Aini Loita; Resi Oktapiani
Jurnal Kewarganegaraan Vol 6 No 2 (2022): Desember 2022
Publisher : UNIVERSITAS PGRI YOGYAKARTA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31316/jk.v6i2.3660

Abstract

AbstrakPendidikan anak usia dini adalah pemberian upaya untuk menstimulasi, membimbing, mengasuh, dan pemberian kegiatan pembelajaran yang akan menghasilkan kemampuan dan keterampilan pada anak. Tujuan pendidikan anak usia dini yaitu terciptanya peningkatan pengetahuan, keterampilan, dan sikap orang tua dalam upaya membina tumbuh kembang anak secara optimal. Peran orang tua, lembaga, dan masyarakat dalam mendukung pendidikan anak usia dini sangat dibutuhkan. Keluarga merupakan alam pendidikan yang paling pertama bagi setiap individu. Peranan orang tua dalam meneruskan program pendidikan di rumah melalui kerja sama yang baik antara orang tua dan sekolah atau pun guru sangat diperlukan sehingga daya kesinambungan dalam pembelajaran dan pelayanan bantuan di rumah dan di sekolah.Kata kunci: Pendidikan, Anak Usia Dini, Keluarga Abstractearly childhood education is the provision of efforts to stimulate, guide, nurture, and provide learning activities that will produce abilities and skills in children. The purpose of early childhood is  the creation of increased knowledge, skills, and attitudes of parents in an effort to foster optimal child development. The role of parents, institutions, and the community in supporting early childhood education is very much needed. The family is the first nature of education for every individual. The role of parents in continuing education programs at home through good cooperation between parents and schools or teachers is needed so that there is continuity in learning and assistance service at home and at school.Keywords: Education, Early Childhood. Family
Analisis Keterampilan Motorik Halus Pada Anak Kelompok A di TK Pertiwi DWP Tasikmalaya Heri Yusuf Muslihin; Aini Loita; Anis Fitria Sundari
Jurnal Kewarganegaraan Vol 6 No 2 (2022): Desember 2022
Publisher : UNIVERSITAS PGRI YOGYAKARTA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31316/jk.v6i2.3700

Abstract

AbstrakPenelitian ini bertujuan untuk mengetahui kondisis keterampilan motorik halus anak kelompok A di TK Pertiwi DWP Tasikmalaya. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif metode deskriptif dengan jumlah partisipan lima orang anak kelompok A, dua anak laki-laki dan tiga anak perempuan. Teknik pengumpulan data dalam penelitian ini menggunakan teknik observasi, wawancara dan dokumentasi, sedangkan untuk teknik analisis data menggunakan metode deskriptif. Berdasarkan hasil wawancara kepada guru, keterampilan motorik halus pada anak kelompok A di TK Pertiwi DWP Tasikmalaya masih rendah. Disarankan untuk lebih memperhatikan lagi mengenai perkembangan motorik halus anak khususnya ketika anak sedang diajarkan untuk memegang pensil dan menulis agar dapat dilakukan secara baik dan benar. Sehingga anak dapat melakukannya dengan baik sesuai dengan pencaian anak kelompok A pada umunya, dan bagi orang tua dianjurkan untuk selalu mendampingi anak ketika belajar dirumah serta dapat memberikan stimulus pada anak dengan baik.Kata Kunci: Keterampilan Motorik Halus, Motorik Halus, Anak Usia Dini AbstractThis study aims to determine the condition of the fine motor skills of group A children in TK Pertiwi DWP Tasikmalaya. This study used a qualitative descriptive method with five participants in group A, two boys and three girls. Data collection techniques in this study used observation, interviews and documentation techniques, while for data analysis techniques used descriptive methods. Based on the results of interviews with teachers, fine motor skills in group A children in TK Pertiwi DWP Tasikmalaya are still low. It is recommended to pay more attention to the fine motor development of children, especially when children are being taught to hold a pencil and write so that it can be done properly and correctly. So that children can do well in accordance with the achievement of group A children in general, and parents are recommended to always accompany children when studying at home and can provide good stimulus to children.Keywords: Fine Motor Skills, Motor Skills, Early Childhood
Pengembangan Media Poster Untuk Memfasilitasi Kemampuan Kognitif Anak Usia 5-6 Tahun Aini Loita; Edi Hendri Mulyana; Ela Nurjanah
Jurnal Kewarganegaraan Vol 6 No 2 (2022): Desember 2022
Publisher : UNIVERSITAS PGRI YOGYAKARTA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31316/jk.v6i2.3738

Abstract

AbstrakPenelitian ini dilatarbelakangi mengenai permasalahan masih terbatasnya upaya mengoptimalkan kemampuan kognitif anak usia 5-6 tahun, khususnya pada sub tema mengenal binatang buas. Hal ini terjadi karena terbatasnya media pembelajaran pada sub tema mengenal binatang buas. Sehubungan dengan hal tersebut, maka peneliti mengembangkan media poster untuk memfasilitasi kemampuan kognitif pada sub tema mengenal bianatang buas anak usia 5-6 tahun. Penelitian ini menggunakan metode EDR (Educational Design Research), model generik karya Mckenney & Reeves. Namun, pada artikel ini hanya membahas 2 tahap yakni tahap analisis dan ekplorasi serta tahap desain dan konstruksi. Teknik pengumpulan data pada penelitian ini adalah observasi, wawancara dan studi dokumentasi. Sedangkan lokasi penelitian bertempat di TK Istiqomah. Hasil penelitian ini menghasilkan data mengenai dasar kebutuhan dan rancangan desain media poster untuk memfasilitasi kemampuan kognitif pada sub tema mengenal binatang buas anak usia 5-6 tahun.Kata Kunci: Kognitif, Binatang Buas, Anak Usia 5-6 Tahun AbstractThis Research is motivated by the problem of still limited efforts to optimize the cognitive abilities of children aged 5-6 years, especially in the sub-theme of knowing wild animals. This happens because of the limited learning media on the sub-theme of knowing wild animals. In this regard, researchers developed a poster media to facilitate cognitive abilities in the sub-theme of recognizing wild animals for children aged 5-6 years. This studi uses the EDR (Educational Design Research) method, a generic model by Mckenney & Reeves. However this article only discusses 2 stages, namely the analysis and exploration stage and the design and construction stage. Data collection techniques in this study were observation, interviews and documentation studies. Meanwhile, the research location is istiqomah Kindergaten. The results of this study produce data on the basic needs and design of poster media design to facilitate cognitive abilities in the sub-theme of recognizing wild animal for children aged 5-6 years.Keywords: Cognitive, Beast, 5-6 Years Old
Meningkatkan Kreativitas Anak Usia 5-6 Tahun Melalui Kegiatan Pendulum Painting Di TK Negeri Unggulan Kabupaten Kuningan Tridewi Bungsu Tanbrin; Edi Hendri Mulyana; Aini Loita
Jurnal Ilmiah Cahaya Paud Vol 8 No 1 (2026): Jurnal Ilmiah Cahaya Paud (Edisi Mei)
Publisher : Universitas Khairun

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33387/cahayapd.v8i1.8462

Abstract

Pembelajaran di kelas mengenai kreativitas sangat penting. Namun, sering kali ditemukan berbagai permasalahan dalam pembelajaran kreativitas di kelas. Kegiatan kreativitas yang diberikan kepada anak sering kali bersifat monoton karena media yang digunakan cenderung sama pada setiap pembelajaran. Kondisi tersebut membuat anak merasa bosan, kurang antusias mengikuti kegiatan, dan pada akhirnya menyebabkan penurunan hasil belajar anak. Oleh karena itu, diperlukan inovasi pembelajaran yang menarik dan menyenangkan agar anak lebih aktif dalam proses belajar. Peneliti menawarkan solusi melalui kegiatan pendulum painting, yaitu kegiatan menggunakan media pendulum dan cat lukis untuk membuat lukisan abstrak yang dapat menjadi salah satu alternatif dalam meningkatkan kreativitas anak. Melalui kegiatan tersebut, anak dapat menuangkan berbagai ide, imajinasi, dan ekspresi kreatif dalam bentuk lukisan abstrak menggunakan media pendulum. Anak juga dapat belajar mengenai pencampuran warna dengan menggunakan cat lukis, sehingga kegiatan pembelajaran menjadi lebih menarik dan interaktif. Penelitian ini berupaya memberikan solusi untuk meningkatkan kreativitas anak. Berdasarkan hasil penelitian, kegiatan pendulum painting terbukti dapat meningkatkan hasil belajar anak. Implikasi dari penelitian ini adalah guru harus senantiasa peka terhadap kebutuhan anak dan terus berinovasi dalam menciptakan media pembelajaran yang menarik agar dapat meningkatkan kreativitas anak.
Perbandingan Kepekaan Tempo Peserta Didik Perdesaan dan Perkotaan melalui Body Percussion Rizal Ridwan Suhendar; Resa Respati; Aini Loita
JURNAL ARMADA PENDIDIKAN Vol 3 No 3 (2025): JURNAL ARMADA PENDIDIKAN
Publisher : Kilau Publishing

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.60041/jap.v3i3.237

Abstract

This study aims to analyze differences in tempo sensitivity among elementary school students in rural and urban areas using the Carl Orff approach through body percussion techniques. Tempo sensitivity is a vital component in music education that supports the development of motor coordination, concentration, and structured thinking. The research employed a comparative experimental method without a control group, involving 44 fifth-grade students from both rural and urban settings. Data were collected using musical skill tests and analyzed through normality and Mann-Whitney tests. The results indicate a significant difference between the rural and urban student groups (significance value 0.009 < 0.05), suggesting that socio-cultural environments influence the development of tempo sensitivity. Urban students demonstrated higher tempo awareness, possibly due to greater exposure to music and popular culture, while rural students faced limitations in musical resources and expressive freedom. These findings highlight the importance of culturally responsive pedagogical approaches in elementary music education.