Claim Missing Document
Check
Articles

Found 24 Documents
Search

Pengembangan Video Pembelajaran Berbasis Culturally Responsive Teaching Untuk Memfasilitasi Kemampuan Literasi Dan Numerasi Peserta Didik Di SMP Negeri 1 Dewantara Zahra Mahfuzah; Eri Saputra; Erna Isfayani; Nuraina; Zainul Mujtahid
Jurnal Pendidikan Matematika Malikussaleh Vol. 6 No. 1 (2026): Jurnal Pendidikan Matematika Malikussaleh
Publisher : LPPM UNIMAL

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29103/jpmm.v6i1.23048

Abstract

Studi ini berfokus pada rendahnya kemampuan literasi numerasi peserta didik yang terlihat dari hasil tes dan pengamatan awal di SMP Negeri 1 Dewantara, yang menunjukkan banyak peserta didik belum dapat menyelesaikan masalah kontekstual yang menghubungkan angka dan simbol dalam kehidupan sehari-hari. Studi ini bertujuan untuk menciptakan video pembelajaran yang berlandaskan Culturally Responsive Teaching (CRT) guna mendukung kemampuan literasi numerasi peserta didik dalam topik Sistem Persamaan Linear Dua Variabel (SPLDV). Penelitian ini menerapkan metode Research and Development (R&D) dengan model pengembangan ADDIE yang terdiri dari langkah-langkah Analisis, Desain, Pengembangan, Implementasi, dan Evaluasi. Validasi oleh ahli media dan ahli materi dilakukan untuk menguji validitas produk, sedangkan angket respon peserta didik dan hasil belajar digunakan untuk mengevaluasi kepraktisan dan efektivitas. Hasil validasi dari ahli media mencapai persentase 91,66% (sangat layak), validasi dari ahli materi 95% (sangat layak), kepraktisan video pembelajaran menurut angket peserta didik sebesar 83,82% (sangat praktis), dan hasil belajar peserta didik menunjukkan efektivitas sebesar 86,95% (sangat efektif). Berdasarkan hal tersebut, disimpulkan bahwa video pembelajaran yang berbasis culturally responsive teaching terbukti valid, praktis, dan efektif diterapkan dalam pembelajaran matematika mengenai SPLDV untuk memfasilitasi kemampuan literasi numerasi peserta didik.
Pengaruh Pendekatan STEM Berbasis Budaya Lokal Terhadap Kemampuan Komunikasi Matematis Dan Self Efficacy Siswa Nurhaliza; Wulandari Wulandari; Erna Isfayani
Jurnal Pendidikan Matematika Malikussaleh Vol. 5 No. 4 (2025): Jurnal Pendidikan Matematika Malikussaleh
Publisher : LPPM UNIMAL

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29103/jpmm.v5i4.24747

Abstract

Rendahnya kemampuan komunikasi matematis dan self efficacy siswa menyebabkan siswa belum mampu mengungkapkan ide-ide matematis, terutama pada permasalahan yang diberikan dalam bentuk simbol atau gambar, serta menunjukkan kurangnya rasa percaya diri. Oleh karena itu dibutukan pendekatan pembelajaran yang mampu mempengaruhi kemampuan komunikasi matematis dan self efficacy siswa. Pendekatan yang dapat diterapkan adalah pendekatan STEM berbasis budaya lokal. Tujuan kajian ilmiah ini adalah untuk mengetahui pengaruh pendekatan STEM berbasis budaya lokal terhadap kemampuan komunikasi matematis dan self efficacy siswa. Metode yang digunakan quasi experiment dan desain the nonequivalent posttest-only control group design. Populasi  penelitian  adalah seluruh siswa kelas VIII SMP Negeri 2 Dewantara, dengan pengambilan sampel menggunakan teknik census sampling. Instrumen yang digunakan berupa posttest kemampuan komunikasi matematis dan angket self efficacy. Analisis data dilakukan dengan menggunakan uji non-parametrik Mann-Whitney U Test dan uji t (Equal Variances Not Assumed) berbantuan sofwere SPSS versi 25. Hasil pengujian hipotesis pada kemampuan komunikasi matematis didapatkan nilai signifikan sebesar 0,000 dan hasil uji hipotesis angket self efficacy didapatkan nilai signifikan 0,000. Berdasarkan kriteria pengujian Asymp. Sig. 2-tailed , sehingga terdapat pengaruh yang signifikan pendekatan STEM berbasis budaya lokal terhadap kemampuan komunikasi matematis dan self efficacy siswa.
Enhancing Students’ Critical Thinking and Mathematical Self-Concept Using an Autograph-Assisted Concept Attainment Model Nurul Afni Sinaga; Eri Saputra; Rifaatul Husna; Nuraina; Erna Isfayani
Mandalika Mathematics and Educations Journal Vol 8 No 2 (2026): Edisi Juni
Publisher : FKIP Universitas Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29303/jm.v8i2.12256

Abstract

The low level of students’ critical thinking skills and mathematical self-concept is influenced by the use of less effective learning models and the limited integration of technology in mathematics instruction. To address these issues, a concept attainment learning model assisted by Autograph software was implemented. This study aimed to examine whether the improvement of students’ critical thinking skills and mathematical self-concept through the concept attainment model assisted by Autograph was better than that achieved through conventional learning. This study employed a quantitative approach with a quasi-experimental method using a nonequivalent control group design. The population consisted of twelfth-grade students at SMA Negeri 1 Tanah Jambo Aye. Data were collected through observations, interviews, tests, and non-test instruments. Test data were analyzed using the Mann–Whitney nonparametric test, while non-test data were analyzed using the independent sample t-test. The findings indicated that students taught using the concept attainment learning model assisted by Autograph demonstrated better improvement in critical thinking skills and mathematical self-concept compared to those taught through conventional learning.
Peningkatan Kemampuan Berpikir Kritis Matematis Siswa Melalui Model Three-Step Interview Windiani; Erna Isfayani; Rifaatul Mahmuzah
Jurnal Pendidikan Matematika Malikussaleh Vol. 6 No. 2 (2026): Jurnal Pendidikan Matematika Malikussaleh
Publisher : LPPM UNIMAL

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29103/jpmm.v6i2.28929

Abstract

Kemampuan berpikir kritis penting dimiliki siswa karena membantu mereka memahami informasi secara mendalam serta menyelesaikan permasalahan matematika secara sistematis dan logis. Namun, kemampuan berpikir kritis yang masih rendah diakibatkan oleh proses pembelajaran yang belum melibatkan siswa secara aktif. Untuk mengatasi permasalahan tersebut, dibutuhkan model pembelajaran yang dapat meningkatkan kemampuan berpikir kritis siswa, salah satunya yaitu model pembelajaran Three-Step Interview. Tujuan penelitian ialah untuk mengetahui peningkatan kemampuan berpikir kritis matematis siswa dengan model Three-Step Interview lebih baik daripada siswa yang memperoleh pembelajaran konvensional. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan metode eksperimen. Desain yang dipilih adalah quasi experimental design dengan bentuknya ialah Nonequivalent Control Group Design. Penelitian dilakukan di MTsS Jabal Nur pada tahun ajaran 2025/2026 dengan populasi seluruh siswa kelas VIII dan terdapat dua kelas yang dipilih sebagai sampel yaitu VIII-E sebagai kelas eksperimen dan kelas kontrolnya ialah VIII-F. Pengambilan sampel menggunakan teknik purposive sampling berdasarkan kondisi pembelajaran, hasil observasi, dan rekomendasi guru matematika. Kelas eksperimen memperoleh pembelajaran dengan model Three-Step Interview sedangkan kelas kontrol memperoleh pembelajaran konvensional. Instrumen yang digunakan ialah soal tes uraian kemampuan berpikir kritis matematis. Analisis data dilakukan menggunakan uji Welch’s t-test dan diperoleh nilai sig. sebesar 0,000 < 0,05. Hasil tersebut menunjukkan bahwa peningkatan kemampuan berpikir kritis matematis siswa yang memperoleh pembelajaran dengan model Three-Step Interview lebih baik dibandingkan dengan siswa yang memperoleh pembelajaran konvensional. Hasil penelitian dapat menjadi salah satu alternatif dalam pengembangan pembelajaran matematika untuk meningkatkan kemampuan berpikir kritis matematis siswa.