Claim Missing Document
Check
Articles

Found 31 Documents
Search

KEMAMPUAN MENULIS KARANGAN NARASI MELALUI MEDIA GAMBAR SISWA KELAS VIII SMP Frederika F. Kwaar; Wimse R. Palar; Nontje J. Pangemanan
STRATEGY : Jurnal Inovasi Strategi dan Model Pembelajaran Vol. 6 No. 3 (2026)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/strategi.v6i3.11382

Abstract

This study aims to describe students’ ability in writing narrative essays through the use of picture media among eighth-grade students at Rosa Delima Catholic Junior High School Tondano. The study employed a descriptive method with a qualitative approach. Data collection techniques included observation, interviews, and narrative writing tests. The research subjects consisted of seven eighth-grade students at Rosa Delima Catholic Junior High School Tondano. The focus of the study was directed at students’ ability to organize narrative structure, develop story ideas, use language features, and utilize picture media as a stimulus in narrative writing activities. The results showed that the students’ narrative writing ability achieved an average score of 71 and was categorized as fair. The use of picture media helped students develop ideas, organize story plots more coherently, and improve the use of temporal conjunctions and descriptive expressions in their writing. In addition, the learning atmosphere became more active and interactive because students could more easily understand the sequence of events through the pictures provided. However, several obstacles were still found, such as limited vocabulary, inaccurate spelling, and less optimal story development. Therefore, picture media can be used as an alternative learning medium to improve students’ narrative writing skills in Indonesian language learning. ABSTRAK Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan kemampuan menulis karangan narasi melalui penggunaan media gambar pada siswa kelas VIII SMP Katolik Rosa Delima Tondano. Penelitian menggunakan metode deskriptif dengan pendekatan kualitatif. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui observasi, wawancara, dan tes menulis narasi. Subjek penelitian terdiri atas tujuh siswa kelas VIII SMP Katolik Rosa Delima Tondano. Fokus penelitian diarahkan pada kemampuan siswa dalam menyusun struktur narasi, mengembangkan ide cerita, menggunakan unsur kebahasaan, serta memanfaatkan media gambar sebagai stimulus dalam menulis teks narasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kemampuan menulis karangan narasi siswa memperoleh nilai rata-rata sebesar 71 dan termasuk dalam kategori cukup. Penggunaan media gambar membantu siswa mengembangkan ide, menyusun alur cerita secara lebih runtut, serta meningkatkan penggunaan konjungsi temporal dan deskripsi dalam tulisan. Selain itu, suasana pembelajaran menjadi lebih aktif dan interaktif karena siswa lebih mudah memahami urutan peristiwa melalui gambar yang diberikan. Meskipun demikian, masih ditemukan beberapa kendala, seperti keterbatasan kosakata, penggunaan ejaan yang kurang tepat, dan pengembangan isi cerita yang belum optimal. Dengan demikian, media gambar dapat digunakan sebagai alternatif media pembelajaran untuk meningkatkan keterampilan menulis narasi siswa pada pembelajaran Bahasa Indonesia.
KEMAMPUAN MEMAHAMI GAYA BAHASA DALAM TEKS PUISI MENGGUNAKAN MODEL PEMBELAJARAN PROBLEM BASED LEARNING PADA SISWA KELAS VII SMP Resdi Cicilia Ratundulage; Nontje Jultje Pangemanan
STRATEGY : Jurnal Inovasi Strategi dan Model Pembelajaran Vol. 6 No. 3 (2026)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/strategi.v6i3.12066

Abstract

This study aims to describe students’ ability to understand figurative language in poetry texts through the implementation of the Problem Based Learning (PBL) model among seventh-grade students at Anugerah Tondano Junior High School. The study employed a descriptive qualitative approach and was conducted from October to November 2025 at Anugerah Tondano Junior High School. The participants consisted of 15 seventh-grade students. Data were collected through observation, interviews, and tests assessing students’ understanding of figurative language in poetry. The findings revealed that the students demonstrated a fairly good ability to understand figurative language in the poem Pahlawan Tak Dikenal by Toto Sudarto Bachtiar. Students’ comprehension levels were reflected in the following percentages: anticlimax (73%), simile (66%), metaphor (66%), synecdoche (66%), pleonasm (73%), personification (73%), repetition (73%), and symbolic language (66%). These findings indicate that the implementation of the Problem Based Learning model can support students in identifying and understanding figurative language used in poetry texts. This study is expected to contribute to Indonesian language learning, particularly in enhancing students’ literary appreciation and figurative language comprehension through student-centered learning approaches. ABSTRAK Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan kemampuan memahami gaya bahasa dalam teks puisi melalui penerapan model pembelajaran Problem Based Learning (PBL) pada siswa kelas VII SMP Anugerah Tondano. Penelitian menggunakan metode deskriptif dengan pendekatan kualitatif. Penelitian dilaksanakan pada bulan Oktober sampai November 2025 di SMP Anugerah Tondano. Subjek penelitian berjumlah 15 siswa kelas VII. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui observasi, wawancara, dan tes kemampuan memahami gaya bahasa dalam puisi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa siswa kelas VII SMP Anugerah Tondano memiliki kemampuan yang tergolong cukup baik dalam memahami gaya bahasa pada puisi Pahlawan Tak Dikenal karya Toto Sudarto Bachtiar. Persentase pemahaman siswa terhadap berbagai jenis gaya bahasa meliputi antiklimaks sebesar 73%, simile sebesar 66%, metafora sebesar 66%, sinekdoke sebesar 66%, pleonasme sebesar 73%, personifikasi sebesar 73%, repetisi sebesar 73%, dan bahasa simbolik sebesar 66%. Temuan tersebut menunjukkan bahwa penerapan model Problem Based Learning dapat membantu siswa dalam mengidentifikasi dan memahami penggunaan gaya bahasa dalam teks puisi. Penelitian ini diharapkan dapat memberikan kontribusi bagi pembelajaran Bahasa Indonesia, khususnya dalam meningkatkan kemampuan apresiasi sastra dan pemahaman gaya bahasa melalui penerapan model pembelajaran yang berpusat pada siswa.
KETERAMPILAN MENULIS TEKS DESKRIPSI MELALUI TEKNIK MENULIS OBJEK LANGSUNG SISWA KELAS VII SMP KATOLIK KEMBES Nadila V. Kindangen; Oldie S. Meruntu; Nontje J. Pangemanan
STRATEGY : Jurnal Inovasi Strategi dan Model Pembelajaran Vol. 6 No. 3 (2026)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/strategi.v6i3.12209

Abstract

This study aimed to describe the ability of seventh-grade students at SMP Katolik Kembes to write descriptive texts using the direct object writing technique. The research employed a descriptive analytical method and involved 29 seventh-grade students of SMP Katolik Kembes, located in Kembes Satu Village, Tombulu District, Minahasa Regency, during the first semester of the 2025/2026 academic year. Data were collected through writing tests and documentation. The assessment focused on the structure of descriptive texts, including identification, description of parts, conclusion, structural organization, and overall completeness of the text framework. Data analysis was conducted through scoring, calculating total scores, converting scores into values, classifying achievement levels, and interpreting the findings using descriptive analytical techniques. The results showed that the students’ ability to write descriptive texts was categorized as good, with a mean score of 76.55. The implementation of the direct object writing technique, which involved observing objects directly, recording observations, and composing texts based on identification, description, and conclusion elements, enabled students to produce coherent and well-organized descriptive texts. Most students demonstrated the ability to write texts relevant to the assigned theme, understand the structure of descriptive texts, and express their ideas effectively. However, some students still required additional guidance, particularly in applying proper Indonesian language conventions. Therefore, the direct object writing technique proved effective in supporting the development of descriptive writing skills among seventh-grade students at SMP Katolik Kembes. ABSTRACT Tujuan penelitian ini adalah untuk menjelaskan seberapa baik kemampuan siswa kelas tujuh SMP Katolik Kembes dalam menulis teks deskriptif menggunakan pendekatan penulisan objek langsung. Sebanyak 29 siswa kelas tujuh berpartisipasi dalam penelitian ini, yang dilaksanakan di SMP Katolik Kembes di Desa Kembes Satu, Kecamatan Tombulu, Kabupaten Minahasa, pada semester ganjil tahun ajaran 2025-2026 menggunakan teknik analitis deskriptif. Data dikumpulkan melalui pengujian dan dokumentasi, dengan penilaian yang berfokus pada struktur teks deskriptif, termasuk identifikasi, informasi komponen, kesimpulan, organisasi struktural, dan kelengkapan kerangka keseluruhan. Analisis data dilakukan dengan pemberian skor, penggabungan total skor, konversi nilai-nilai tersebut, pengkategorian skor, dan interpretasi temuan melalui teknik analitis deskriptif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kemampuan siswa dalam menulis teks deskriptif berada dalam kisaran baik, dengan skor rata-rata 76,55. Penerapan teknik penulisan objek langsung, yang meliputi pengamatan objek, pencatatan pengamatan, dan penyusunan teks berdasarkan unsur identifikasi, deskripsi bagian, dan kesimpulan, memungkinkan siswa untuk menyusun teks deskriptif yang koheren dan jelas. Mayoritas siswa menunjukkan kemampuan untuk menulis yang relevan dengan tema yang diberikan, memahami struktur teks deskriptif, dan mengartikulasikan ide-ide mereka secara efektif, meskipun beberapa siswa masih membutuhkan dukungan tambahan, khususnya dalam mematuhi norma-norma bahasa Indonesia yang tepat. Oleh karena itu, pendekatan penulisan objek langsung telah terbukti bermanfaat dalam meningkatkan kemampuan menulis teks deskriptif siswa kelas VII di SMP Katolik Kembes.
KEMAMPUAN MENULIS NASKAH PIDATO MELALUI TEKNIK MODELING SISWA KELAS VIII SMP KRISTEN TONDANO KABUPATEN MINAHASA Praysi Kembau; Nontje Jultje Pangemanan; Oldie Meruntu
SECONDARY: Jurnal Inovasi Pendidikan Menengah Vol. 6 No. 3 (2026)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/secondary.v6i3.10773

Abstract

This study was motivated by the low ability of eighth-grade students at SMP Kristen Tondano in writing speech texts, as indicated by incomplete text structure, weak idea coherence, and ineffective language use. This study aimed to analyze the improvement of students’ speech writing ability after the implementation of the modeling technique in Indonesian language learning. The research employed a quantitative approach with a pre-experimental one group Pretest-Posttest design. The participants consisted of 8 students from class VIII A of SMP Kristen Tondano. Data were collected through tests, observations, interviews, and documentation. The research instrument was a speech writing assessment rubric covering text structure, content relevance, language use, idea coherence, and rhetorical elements. Data were analyzed descriptively using mean scores and N-Gain analysis. The results showed that the average student score increased from 57.63 in the Pretest to 82.50 in the Posttest, with an improvement of 24.87 points. The N-Gain result of 0.59 indicated a moderate level of improvement. Improvement was observed in the completeness of opening, body, and closing structure, the use of persuasive expressions, and logical sequencing of ideas. Therefore, the modeling technique was proven effective in improving students’ speech writing ability. This study recommends the use of the modeling technique as an alternative instructional strategy to improve writing skills through concrete examples and gradual guidance. ABSTRAK Penelitian ini dilatarbelakangi oleh rendahnya kemampuan menulis naskah pidato siswa kelas VIII SMP Kristen Tondano yang ditunjukkan melalui ketidaklengkapan struktur teks, lemahnya koherensi gagasan, dan penggunaan bahasa yang kurang efektif. Penelitian ini bertujuan menganalisis peningkatan kemampuan menulis naskah pidato siswa setelah penerapan teknik modeling dalam pembelajaran Bahasa Indonesia. Penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif dengan desain pre-experimental berbentuk one group Pretest-Posttest. Subjek penelitian berjumlah 8 siswa kelas VIII A SMP Kristen Tondano. Teknik pengumpulan data meliputi tes, observasi, wawancara, dan dokumentasi. Instrumen penelitian berupa rubrik penilaian kemampuan menulis pidato yang mencakup aspek struktur teks, kesesuaian isi, penggunaan bahasa, koherensi gagasan, dan unsur retorika. Data dianalisis secara deskriptif kuantitatif menggunakan rata-rata skor dan analisis N-Gain. Hasil penelitian menunjukkan rata-rata nilai siswa meningkat dari 57,63 pada tahap Pretest menjadi 82,50 pada tahap Posttest, dengan peningkatan sebesar 24,87 poin. Hasil analisis N-Gain sebesar 0,59 menunjukkan peningkatan berada pada kategori sedang. Peningkatan terlihat pada kelengkapan struktur pembuka, isi, dan penutup, penggunaan kalimat persuasif, serta keteraturan alur gagasan. Dengan demikian, teknik modeling efektif meningkatkan kemampuan menulis naskah pidato siswa kelas VIII SMP Kristen Tondano. Penelitian ini merekomendasikan penggunaan teknik modeling sebagai alternatif strategi pembelajaran untuk meningkatkan keterampilan menulis melalui contoh konkret dan bimbingan bertahap.
Analisis Penerapan PBL dalam Pembelajaran Membaca Cerita Rakyat Minahasa Siswa Kelas XI Giovani Rafael Mentang; Ruth Carolien Paath; Nontje Jultje Pangemanan
Jurnal Pendidikan dan Inovasi Pembelajaran Vol. 1 No. 3 (2026): Edisi: April-Juni
Publisher : Pustaka Bangsa Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan mendeskripsikan penerapan model Problem-based Learning (PBL) dalam pembelajaran menganalisis struktur teks cerita rakyat berbentuk legenda pada siswa kelas XI F1 SMA Negeri 1 Remboken. Penelitian menggunakan metode deskriptif kuantitatif dengan subjek 17 siswa. Data dikumpulkan melalui observasi proses pembelajaran dan tes tertulis hasil belajar. Data observasi dianalisis secara deskriptif, sedangkan hasil tes dianalisis menggunakan statistik deskriptif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penerapan PBL melalui pemberian masalah, diskusi kelompok, dan presentasi menciptakan pembelajaran yang aktif, terarah, dan kolaboratif. Siswa terlibat aktif dalam membaca, berdiskusi, dan mempresentasikan hasil analisis. Nilai rata-rata kelas mencapai 3,23 dengan kategori baik, serta ketuntasan klasikal sebesar 88% pada kategori A dan B. Simpulannya, PBL efektif digunakan sebagai alternatif strategi pembelajaran sastra untuk membantu siswa memahami struktur teks cerita rakyat secara sistematis.
Representasi Kesenjangan Sosial dalam Parasite Karya Bong Joon-ho: Implikasi dalam Pembelajaran Sastra Ruth Angelina Pananda; Santje Iroth; Nontje Jultje Pangemanan
Jurnal Pendidikan dan Inovasi Pembelajaran Vol. 1 No. 3 (2026): Edisi: April-Juni
Publisher : Pustaka Bangsa Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini menganalisis representasi kesenjangan sosial dalam film Parasite karya Bong Joon-ho menggunakan teori representasi Stuart Hall. Metode penelitian yang digunakan adalah kualitatif-deskriptif dengan menelaah unsur intrinsik film, seperti tokoh, alur, latar, dialog, pencahayaan, dan simbol visual dalam konteks sosial-ekonomi Korea Selatan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kesenjangan sosial direpresentasikan melalui kontras ruang hidup, hujan dan banjir, dialog antarkelas, simbol bau tubuh, tangga, serta ruang bawah tanah. Temuan ini menunjukkan adanya stratifikasi sosial, relasi kuasa, dan ketidakadilan struktural. Film ini juga relevan sebagai media pembelajaran sastra karena membantu mahasiswa memahami konstruksi makna, simbolisme, dan hubungan karya sastra dengan realitas sosial serta menumbuhkan kesadaran kritis terhadap isu kesenjangan sosial.
PEMBELAJARAN MENULIS CERPEN DENGAN MENGGUNAKAN MODEL DISCOVERY LEARNING SISWA KELAS XI SMA Meihart Wilar; Ruth Caroline Paath; Nontje J. Pangemanan
STRATEGY : Jurnal Inovasi Strategi dan Model Pembelajaran Vol. 6 No. 3 (2026)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/strategi.v6i3.13852

Abstract

Short story writing is an essential competency in Indonesian language learning, yet students often encounter difficulties in developing themes, characterization, language style, and moral messages. This study aimed to describe students' short story writing ability after participating in instruction using the Discovery Learning model and to examine the implementation of the model in teaching short story writing to eleventh-grade students at SMA Negeri 2 Langowan. A descriptive analytical method was employed involving 20 eleventh-grade students in the 2025/2026 academic year. Data were collected through classroom observations, interviews, and a short story writing test. Students' work was assessed using four indicators: theme, characterization, language style, and moral message, and the data were analyzed descriptively using percentage analysis. The findings indicate that the implementation of the Discovery Learning model promoted active student engagement and resulted in generally good short story writing performance. Of the participants, 40% were classified as very capable, 50% as capable, and 10% as fairly capable. Theme, characterization, and language style achieved higher performance than the moral message aspect, which remained the weakest indicator. These findings suggest that the Discovery Learning model has the potential to enhance students' short story writing skills through student-centered and inquiry-oriented learning activities. ABSTRAK Kemampuan menulis cerpen merupakan salah satu kompetensi penting dalam pembelajaran Bahasa Indonesia yang masih menghadapi berbagai kendala, terutama pada aspek pengembangan tema, penokohan, gaya bahasa, dan amanat. Penelitian ini bertujuan mendeskripsikan kemampuan menulis cerpen siswa setelah mengikuti pembelajaran menggunakan model Discovery Learning serta mendeskripsikan implementasi model tersebut dalam pembelajaran menulis cerpen di kelas XI SMA Negeri 2 Langowan. Penelitian menggunakan metode deskriptif analitik dengan subjek 20 siswa kelas XI tahun ajaran 2025/2026. Data dikumpulkan melalui observasi, wawancara, dan tes menulis cerpen, kemudian dianalisis secara deskriptif menggunakan persentase berdasarkan empat indikator penilaian, yaitu tema, penokohan, gaya bahasa, dan amanat. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penerapan model Discovery Learning mampu memfasilitasi keterlibatan aktif siswa selama proses pembelajaran dan menghasilkan kemampuan menulis cerpen yang tergolong baik. Sebanyak 40% siswa berada pada kategori sangat mampu, 50% pada kategori mampu, dan 10% pada kategori cukup mampu. Aspek tema, penokohan, dan gaya bahasa memperoleh capaian yang lebih tinggi dibandingkan aspek amanat yang masih menjadi indikator dengan nilai terendah. Temuan ini menunjukkan bahwa model Discovery Learning berpotensi mendukung pengembangan keterampilan menulis cerpen melalui pembelajaran yang berpusat pada aktivitas dan penemuan siswa.
Analisis Intrinsik dan Konflik Tokoh Cerita dalam Cerpen Pelajaran Mengarang dan Manusia Kamar Karya Seno Gumira Ajidarma Riani Tendean; Nontje J Pangemanan; Intama J. Polii
Jurnal Dieksis ID Vol. 6 No. 2 (2026): Juli - Desember 2026
Publisher : Pustaka Digital Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54065/dieksis.6.2.2026.1438

Abstract

Cerpen merupakan salah satu bentuk karya sastra yang merefleksikan kompleksitas realitas sosial dan kondisi psikologis manusia melalui keterkaitan antara unsur-unsur intrinsik dan konflik tokoh. Urgensi penelitian ini terletak pada perlunya analisis yang lebih komprehensif yang tidak hanya mengidentifikasi unsur-unsur intrinsik secara terpisah, tetapi juga menjelaskan bagaimana unsur-unsur tersebut membentuk konflik psikologis dan sosial yang dialami oleh tokoh. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan unsur-unsur intrinsik, konflik tokoh, serta keterkaitan keduanya dalam dua cerpen karya Seno Gumira Ajidarma, yaitu Pelajaran Mengarang dan Manusia Kamar. Subjek penelitian terdiri atas dua cerpen yang dianalisis menggunakan pendekatan deskriptif kualitatif. Data dikumpulkan melalui studi kepustakaan dengan teknik membaca secara cermat (close reading) dan mencatat, yaitu dengan membaca teks secara berulang, mengidentifikasi kata, frasa, kalimat, dialog, dan narasi yang relevan, serta mengklasifikasikannya sesuai dengan fokus penelitian. Analisis data dilakukan melalui tahap reduksi data, penyajian data, interpretasi, dan penarikan kesimpulan, yang kemudian dilanjutkan dengan analisis komparatif untuk mengidentifikasi persamaan dan perbedaan antara kedua cerpen. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kedua karya tersebut mengangkat berbagai persoalan penting yang berkaitan dengan kehidupan manusia, termasuk ketidakadilan, kemunafikan, tekanan psikologis, keterasingan sosial, serta konflik antara pengalaman individu dan harapan sosial. Pelajaran Mengarang terutama menggambarkan konflik psikologis dan sosial-institusional yang dialami oleh Sandra, sedangkan Manusia Kamar lebih menekankan konflik internal, keterasingan, dan ketidakpercayaan terhadap dunia luar. Temuan ini menunjukkan bahwa unsur-unsur intrinsik tidak hanya berfungsi sebagai struktur pembangun cerita, tetapi juga sebagai sarana untuk membentuk konflik psikologis dan menyampaikan kritik sosial. Penelitian ini berkontribusi terhadap kajian sastra dan dapat mendukung pembelajaran sastra dengan memperkuat kemampuan membaca kritis, empati, dan kesadaran sosial siswa.
Penerapan Metode Diskusi Kelompok dalam Pembelajaran Mengapresiasi Unsur Intrinsik Cerpen “Maaf” Karya Putu Wijaya pada Siswa SMP Nidiya Nabila Rizkikha; Donal M. Ratu; Nontje J. Pangemanan
Jurnal Dieksis ID Vol. 6 No. 2 (2026): Juli - Desember 2026
Publisher : Pustaka Digital Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54065/dieksis.6.2.2026.1484

Abstract

Pembelajaran apresiasi sastra di tingkat sekolah menengah pertama masih menghadapi berbagai tantangan, terutama rendahnya partisipasi aktif siswa serta kesulitan dalam mengidentifikasi dan menginterpretasikan unsur-unsur intrinsik cerpen. Oleh karena itu, diperlukan strategi pembelajaran interaktif yang dapat mendorong siswa untuk bertukar gagasan, membangun interpretasi, dan terlibat secara aktif dalam pembelajaran sastra. Penelitian ini bertujuan untuk (1) mendeskripsikan penerapan metode diskusi kelompok dalam pembelajaran mengapresiasi unsur-unsur intrinsik cerpen Maaf karya Putu Wijaya pada siswa kelas VIII F SMP Negeri 4 Kotamobagu dan (2) mendeskripsikan kemampuan siswa dalam mengapresiasi unsur-unsur intrinsik cerpen melalui metode diskusi kelompok. Penelitian ini menggunakan pendekatan deskriptif-analitis dengan melibatkan 22 siswa kelas VIII F sebagai subjek penelitian. Data dikumpulkan melalui observasi, tes esai, dan dokumentasi. Selama proses pembelajaran, siswa dibagi menjadi lima kelompok dan ditugaskan untuk membaca, mendiskusikan, serta menganalisis tujuh unsur intrinsik cerpen, yaitu tema, tokoh dan penokohan, latar, alur, sudut pandang, gaya bahasa, dan amanat. Data dianalisis menggunakan analisis kuantitatif deskriptif dengan menghitung skor yang diperoleh setiap kelompok, mengubahnya ke dalam bentuk persentase, dan menginterpretasikan hasilnya berdasarkan kategori penilaian yang telah ditentukan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penerapan metode diskusi kelompok memperoleh rata-rata skor penilaian proses sebesar 82% yang berada dalam kategori baik. Sementara itu, kemampuan siswa dalam mengapresiasi unsur-unsur intrinsik cerpen memperoleh rata-rata skor sebesar 74,26% yang berada dalam kategori cukup kompeten. Temuan ini menunjukkan bahwa metode diskusi kelompok dapat memfasilitasi partisipasi aktif dan interpretasi kolaboratif dalam pembelajaran apresiasi cerpen.
Penerapan Model Investigasi Kelompok dalam Pembelajaran Menulis Teks Cerpen pada Siswa Kelas VIII SMP Negeri 4 Kotamobagu Najwa Mokodompit; I Oldie S. Meruntu; Nontje J. Pangemanan
Jurnal Dieksis ID Vol. 6 No. 2 (2026): Juli - Desember 2026
Publisher : Pustaka Digital Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54065/dieksis.6.2.2026.1485

Abstract

Masalah utama yang dikaji dalam penelitian ini adalah: (1) bagaimana penerapan model Group Investigation dalam pembelajaran menulis cerita pendek pada siswa Kelas VIII A SMP Negeri 4 Kotamobagu, dan (2) bagaimana tingkat kemampuan siswa Kelas VIII A SMP Negeri 4 Kotamobagu dalam menulis cerita pendek. Penelitian ini bertujuan untuk: (1) mendeskripsikan proses penerapan model Group Investigation dalam pembelajaran menulis cerita pendek pada siswa Kelas VIII A SMP Negeri 4 Kotamobagu, dan (2) mendeskripsikan tingkat kemampuan siswa Kelas VIII A SMP Negeri 4 Kotamobagu dalam menulis cerita pendek. Penelitian ini diharapkan dapat memberikan manfaat dan memperkaya pengetahuan, khususnya mengenai penerapan model Group Investigation dalam kegiatan menulis cerita pendek. Hasil penelitian juga dapat digunakan sebagai bahan evaluasi terhadap penerapan model Group Investigation dan kemampuan menulis siswa selama proses pembelajaran. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif kualitatif, dengan data yang selanjutnya dikuantifikasi menggunakan analisis statistik sederhana berupa perhitungan rata-rata persentase. Data dikumpulkan melalui kegiatan penugasan yang dikerjakan siswa secara berkelompok. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penerapan model Group Investigation memperoleh skor evaluasi rata-rata sebesar 81% yang termasuk dalam kategori baik (80%–100%). Sementara itu, kemampuan menulis cerita pendek siswa memperoleh skor rata-rata sebesar 83% yang termasuk dalam kategori mampu (75%–84%). Dengan demikian, dapat disimpulkan bahwa model pembelajaran Group Investigation efektif dan tepat diterapkan dalam pembelajaran menulis cerita pendek, sedangkan kemampuan menulis cerita pendek siswa Kelas VIII A SMP Negeri 4 Kotamobagu berada dalam kategori mampu.