Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search
Journal : JMTSS

CAPACITY ANALYSIS SECONDARY ROAD BASED ON CONNECTION OF TRAFFIC FLOW, SPEED AND DENSITY ON MEDAN CITY Wirdatun Nafiah Putri; Muhammad Mabrur; Tetra Oktaviani
Jurnal Media Teknik Sipil Samudra Vol 2 No 2 (2021)
Publisher : Program Studi Teknik Sipil, Fakultas Teknik. Universitas Samudra

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55377/jmtss.v2i2.4126

Abstract

Transportation infrastructure planning that was not carried out properly causes road disruption in urban areas. Jl. Balaikota, Jl. Putri Hijau, Jl. Yos Sudarso and Jl. Willem Iskandar are the network secondary road in the city of Medan, which is a diversion route for the main traffic flow transportation from and to the city to reduce primary arterial road burdens and traffic density in the city. Indicators to road traffic performance in order to understanding traffic behavior are vehicle speed, density, and traffic volume. Direct observation surveys were conducted to collect speed and traffic volume datas. The density value is obtained from the relationship between the two parameters. The Greenshield, Greenberg and Underwood result model are the maximum volume, density and speed that can be accommodated by the road segment are obtained, then linear regression analysis is carried out to select the appropriate model for the road conditions. Models for Jl. City Hall and Jl. Yos Sudarso Section 2 is Greenshield Model, Jl. Putri Hijau, Jalan Yos Sudarso Section 1 and Jl. Willem Iskandar is a Greenberg Model. Jalan Balaikota has a maximum traffic volume of 3808.40 pcu/hour, a density of 248.53 pcu/km, Jl. Putri Hijau 5107.40 pcu/hour with a density of 312.62 pcu/km, Jl. Yos Sudarso Section 1 of 1627 pcu/hour with a density of 109.17 pcu/km, Jl. Willem Iskandar Section 1 of 2897.80 pcu/hour with a density of 146.84 pcu/km and Jl. Willem Iskandar Section 2 1304.60 pcu/hour with a density of 76.28 pcu/km
KAJIAN NILAI KEAUSAN AGREGAT PADA MATERIAL QUARRY SUNGAI ALAS SEBAGAI BAHAN LAPISAN PERKERASAN JALAN Putri, Wirdatun Nafiah
Jurnal Media Teknik Sipil Samudra Vol 4 No 1 (2023)
Publisher : Program Studi Teknik Sipil, Fakultas Teknik. Universitas Samudra

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55377/jmtss.v4i1.7444

Abstract

Kabupaten Aceh Tenggara saat ini banyak melakukan pembangunan dan perbaikan jalan. Untuk mendukung kegiatan tersebut, serta untuk mengangkat potensi daerah, dengan tetap menjaga kelestarian lingkungan hidup sangat memungkinkan untuk dibuatnya quarry disekitar lokasi pekerjaan yaitu di Desa Kuta Baru I di pinggir Sungai Alas. Untuk membuat perkerasan jalan dengan kualitas baik, material dari daerah ini harus memenuhi persyaratan Spesifikasi Bina Marga 2018 Revisi 2 dan Spesifikasi Umum Jalan Bebas Hambatan dan Jalan Tol 2020. Abrasi (keausan) merupakan salah satu persyaratan dalam kedua spesifikasi tersebut. Jika nilainya memenuhi syarat dengan komposisi yang tepat dan pelaksanaan yang baik maka dapat mendukung tercapainya umur pelayanan yang direncanakan. Pengujian abrasi berhubungan dengan gradasi agregat dan nilai berat jenis. Hasil pengujian menunjukkan berat jenis 2,711 dengan penyerapan air sebesar 0,735% serta nilai keausan sebesar 20,39% pada material agregat yang berasal dari quarry Sungai Alas ini telah memenuhi standar, sehingga dapat digunakan sebagai material perkerasan jalan diantaranya adalah lapis pondasi agregat Kelas A, B, C dan S serta lapis drainase pada perkerasan berbutir dan perkerasan beton semen, lapis permukaan agregat dan lapis pondasi agregat pada perkerasan berbutir jalan tanpa penutup aspal, perkerasan beton semen, agregat penutup burtu dan burda, campuran beraspal panas (AC modifikasi dan SMA), campuran beraspal panas (semua jenis campuran bergradasi lainnya), lapen Macadam dan Asbuton, agregat pada beton dan beton kinerja tinggi serta material lapis pondasi agregat kelas A dan B, lapis drainase, material perkerasan beton semen dan perkerasan beton aspal yang digunakan pada jalan bebas hambatan dan jalan tol.