Claim Missing Document
Check
Articles

Sensitivitas Kelayakan Ekonomi Perencanaan IPAL Menggunakan Metode Stokastik Pada Tambak Udang Vanamei Di Kota Probolinggo Rizky, Moch; Andawayanti, Ussy; Lufira, Rahmah Dara
Jurnal Teknologi dan Rekayasa Sumber Daya Air Vol. 2 No. 1 (2022): Jurnal Teknologi dan Rekayasa Sumber Daya Air (JTRESDA)
Publisher : Fakultas Teknik, Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21776/ub.jtresda.2022.002.01.37

Abstract

Potensi sumberdaya perikanan dan kelautan yang dimiliki Kabupaten Probolinggo cukup besar. Dinas Kelautan dan Perikanan Probolinggo (2012) menyebutkan bahwa bandeng dan udang vanamei merupakan komoditas yang banyak dibudidayakan di tambak Kabupaten Probolinggo, namun air buangan dari tambak berpotensi mencemari lingkungan, sehingga diperlukan Instalasi Pengolahan Air Limbah (IPAL) guna mengolah limbah menjadi aman untuk dikembalikan ke laut. Pembangunan IPAL direncanakan dengan beberapa alternatif kemudian dilakukan analisis kelayakan menggunakan metode Stokastik untuk mengetahui alternatif yang paling layak diterapkan dari segi ekonomi. Hasil anggaran investasi untuk pembangunan IPAL yaitu Rp 52.149.000. Biaya tersebut diperoleh dari hasil panen udang setiap tahunnya. Dengan 1 kolam tambak udang vaname didapatkan keuntungan sebesar Rp. 378.000.000. Biaya Operasi dan Pemeliharaan selama setahun yaitu Rp. 109.900.000. Berdasarkan perhitungan yang telah dirancang, dapat disarankan untuk menggunakan Alternatif 1 dengan 1 kolam produksi dan 1 kali panen dalam setahun. Dikarenakan keuntungan bersih tiap tahun terbesar yaitu Rp 297.400.694, payback periode yang singkat yaitu 1 tahun, B/C sebesar 2,12, NPV Rp 2.061.552.086, IRR 38,49% dan semua kondisi layak berdasarkan analisis sensitivitas.
Analisis Erosi dan Arahan Konservasi Lahan pada DAS Gembong Kabupaten Pasuruan Berbasis Sistem Informasi Geografis Imani, Reyhan Satya; Andawayanti, Ussy; Suhartanto, Ery
Jurnal Teknologi dan Rekayasa Sumber Daya Air Vol. 3 No. 2 (2023): Jurnal Teknologi dan Rekayasa Sumber Daya Air (JTRESDA)
Publisher : Fakultas Teknik, Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21776/ub.jtresda.2023.003.02.05

Abstract

Daerah Aliran Sungai Gembong sering terjadi bencana banjir terutama bagian hilir serta perubahan tata guna lahan yang menyebabkan terjadinya erosi dan sedimentasi. Dari permasalahan tersebut perlu dilakukan penanganan untuk mereduksi permasalahan di DAS Gembong dengan melakukan usaha konservasi berupa perencanaan Checkdam. Dalam menentukan nilai erosi dan sedimentasi menggunakan model ArcSWAT. Model ini memerlukan 4 tahap yaitu delineasi DAS, pengelolaan Hydrology Response Unit (HRU), memasukkan data kedalam database, kemudian melakukan simulasi. Dari hasil simulasi didapatkan nilai rerata erosi  14,19 ton/ha/tahun, rerata sedimentasi 5,97 ton/ha/tahun, dan rerata volume sedimen sebesar 771,5 m3. Hasil analisa Indeks Bahaya Erosi (IBE) kondisi eksisting didapat 2 kriteria yaitu rendah seluas 1166,62 ha dan sedang seluas 2019,78 ha. Hasil dari perencanaan Checkdam yang telah disesuaikan dengan tingkat kemampuan lahan DAS Gembong menunjukkan penurunan volume sedimen sebesar 65,72 %. Setelah dilakukan perencanaan Checkdam untuk hasil Indeks Bahaya Erosi kondisi skenario didapat 2 kriteria dengan perbedaan luas yaitu rendah bertambah luasan menjadi 3128,09 ha dan penurunan luas pada kondisi sedang menjadi 58,31 ha. Gembong watershed is often flooded especially downstream and changes land use that cause erosion and sedimentation. From those problems to reduce problem in Gembong watershed, need conservation especially Checkdam construction. In determining the value of erosion and sedimentation using ArcSWAT model. This model need 4 process, the first is watershed delineation, management of the Hydology Response Unit (HRU), input data to database, then running simulations.The result from simulation, average erosion value is 14,19 tons/ha/year, average sedimentation is 5,97 tons/a/year, and average sediment volume is 771,5 m3. The analysis result of the Erosion Hazard Index (EHI) have 2 criteria, low level of 116,62 ha area and medium level of 2019,78 ha area. The result of Checkdam design that was adjusted to the land capacity Gembong watershed showed a reduce in sediment volume of 65,72 %. For the crireria of the Erosion Hazard Index in low level conditions increased to 3128,09 ha area and the medium level condition decreased to 58,31 ha area.
Studi Evaluasi Sistem Drainase Air Limpasan Permukaan Di Site Gurimbang Mine Operation PT Berau Coal Secilia, Melinda Priskila; Bisri, Mohammad; Andawayanti, Ussy
Jurnal Teknologi dan Rekayasa Sumber Daya Air Vol. 3 No. 2 (2023): Jurnal Teknologi dan Rekayasa Sumber Daya Air (JTRESDA)
Publisher : Fakultas Teknik, Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21776/ub.jtresda.2023.003.02.061

Abstract

Site Gurimbang Mine Operation (GMO) ialah site penambangan oleh PT Berau Coal yang menerapkan metode penambangan terbuka. Metode ini akan menyebabkan terbentuknya cekungan yang luas sehingga berpotensi menjadi daerah tampungan air saat terjadi hujan. Air tidak dapat dialirkan di luar wilayah dapat menggangu kegiatan operasional penambangan, oleh karena itu aspek hidrologi harus sangat diperhatikan. Evaluasi sistem drainase di GMO sejauh ini menggunakan software HEC-RAS untuk menghitung kapasitas tampung salurannya. Studi ini ditujukan untuk melakukan pemodelan software SWMM sebagai terobosan baru dalam melakukan evaluasi sistem drainase. Dilakukan evaluasi terhadap kapasitas tampung saluran ditinjau dari teknologi drainase yang digunakan dan kerapatan aliran memanfaatkan pemodelan software HEC-RAS 6.2 serta SWMM 5.2. Serta analisa perbandingan hasil running simulasi antara HEC-RAS dan SWMM, sehingga nantinya dapat diketahui kekurangan dan kelebihan dari kedua software tersebut. Kedua software tidak menunjukan kapasitas saluran drainase dengan skala angka, namun kedua software tersebut menggambarkanya dalam bentuk simulasi yang berbeda pada setiap titik saluran yang dimodelkan. Pada HEC-RAS fitur view disajikan melalui fitur view cross section, view profiles, view 3d multiple cross section plot. Sedangkan pada SWMM terdapat fitur view profiles, view time series plot, fitur halaman map,dan fitur query. Hasil running kedua software tidak dapat dibandingkan karena menghasilkan tabel dengan output yang berbeda. hasil running simulasi software HEC-RAS saluran dinyatakan aman pada saat nilai W.S. Elev (elevasi muka air saluran) dibawah nilai Ground (elevasi tinggi tanggul saluran). SWMM menyatakan saluran aman atau tidak meluap ketika nilainya Max/Full Depth (tinggi maksimum saluran hasil simulasi) tidak melebihi dari tinggi saluran eksisting, atau bisa juga dilihat melalui fitur query Namun dari berbagai kelebihan yang ditawarkan oleh SWMM dapat disimpulkan bahwa secara penggunaan SWMM jauh lebih praktis dari pada HEC-RAS dalam memodelkan sistem drainase tambang yang ada.
Analisis Data Hujan Satelit untuk Pembuatan Peta Spasial Hujan Rancangan di DAS Rondoningo Shabrina, Salsabila; Harisuseno, Donny; Andawayanti, Ussy
Jurnal Teknologi dan Rekayasa Sumber Daya Air Vol. 4 No. 1 (2024): Jurnal Teknologi dan Rekayasa Sumber Daya Air (JTRESDA)
Publisher : Fakultas Teknik, Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21776/ub.jtresda.2024.004.01.061

Abstract

Bencana banjir sering kali terjadi pada wilayah DAS Rondoningo. Banjir tersebut dapat diatasi dengan melakukan pembangunan infrastruktur sumber daya air. Pada perencanaan infrastruktur diperlukan data curah hujan dari stasiun hujan di DAS Rondoningo. Namun di DAS Rondoningo keberadaan stasiun hujan masih belum merata sehingga diperlukan data pendukung untuk menambah data dengan data satelit CHIRPS. Tujuan dari studi ini adalah mempermudah penggunaan hujan rancangan dengan disajikan dalam bentuk peta spasial. Hujan rancangan dihitung dengan analisis distribusi frekuensi metode Gumbel dan Log Pearson III untuk kala ulang 2, 5, 10, 25, 50, dan 100 tahun. Pemodelan peta spasial dilakukan dengan interpolasi Inverse Distance Weighted (IDW). Hasil perhitungan curah hujan rancangan menunjukkan nilai terendah pada kala ulang 2 tahun sebesar 90,140 mm dan nilai curah hujan tertinggi pada kala ulang 100 tahun sebesar 315,184 mm. Curah hujan rancangan tersebut diubah menjadi peta spasial dengan metode IDW dan membentuk pola garis serupa. Hasil peta hujan rancangan diuji validasinya terhadap hasil perhitungan menggunakan NSE dan RSR yang menunjukkan hasil sangat baik. Peta hujan rancangan kala ulang 100 tahun juga dibandingkan dengan peta milik Kementerian PU dengan kesesuaian sebesar 19% (kurang memuaskan).
Analisa Tingkat Bahaya Erosi Berbasis Sistem Informasi Geografis (SIG) Pada SubDAS Ngasinan Kabupaten Trenggalek Jawa Timur Handoko, Shubhananda Aulia; Andawayanti, Ussy; Dermawan, Very
Jurnal Teknologi dan Rekayasa Sumber Daya Air Vol. 4 No. 1 (2024): Jurnal Teknologi dan Rekayasa Sumber Daya Air (JTRESDA)
Publisher : Fakultas Teknik, Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21776/ub.jtresda.2024.004.01.083

Abstract

Perubahan fungsi tata guna lahan pada subDAS Ngasinan merupakan penyebab utama terjadinya banjir serta longsor pada beberapa daerah ketika hujan besar menerjang. Perubahan tata guna lahan menimbulkan erosi yang diakibatkan limpasan pada daerah tersebut meningkat. Studi ini bertujuan untuk mengetahui besar laju erosi, kondisi tingkat bahaya erosi, dan memberikan saran berupa arahan konservasi lahan yang sesuai dengan kondisi subDAS Ngasinan. Analisa dilakukan menggunakan aplikasi ArcGIS dengan pendekata model ArcSWAT. Pemodelan aplikasi ArcSWAT menggunakan metode MUSLE untuk mendapatkan nilai erosi, sedimen, hingga limpasan. Hasil analisa pemodelan didapatkan nilai rerata laju erosi sebesar 34, 796 ton/ha/tahun atau 2,899 mm/tahun serta rerata sedimen 24,322 ton/ha/tahun. Berdasarkan hasil tersebut didapatkan nilai IBE Rendah (Potensial Kritis) 30 Ha, IBE Sedang (Semi Kritis) 18722 Ha, dan IBE Tinggi (Kritis) 37270 Ha. Berdasarkan hasil tersebut dapat disimpulkan bahwa kondisi DAS Ngasinan memerlukan sebuah arahan konservasi. Usaha konservasi yang akan dilakukan menggunakan metode vegetatif sesuai dengan arahan Balai Rehabilitasi dan Konservasi Tanah (BRLKT).
Analisis keberlanjutan perkebunan kopi rakyat di Kecamatan Kalipuro Kabupaten Banyuwangi: Sustainability analysis of smallholder coffee plantations in Kalipuro District, Banyuwangi Regency Parmawati, Rita; Andawayanti, Ussy; Sholihah, Qomariyatus
AGROMIX Vol 13 No 1 (2022)
Publisher : Fakultas Pertanian Universitas Yudharta Pasuruan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35891/agx.v13i1.3186

Abstract

Introduction: Banyuwangi has several granaries that produce robusta coffee with a unique taste, one of which is in Kalipuro District. However, it is important to note that in managing smallholder coffee plantations sustainability is very important. Especially if the smallholder wants to improve the quality of coffee and the welfare of coffee farmers. The purpose of this study is to analyze and examine the factors that influence the sustainability status of smallholder coffee plantations in Gombengsari Village and Telemung Village, Kalipuro District, Banyuwangi Regency. Methods: The method used is Multidimensional Scaling (MDS), which has been modified, namely RAP-Kopi (Rapid Appraisal Techniques Kopi), which will produce sustainability index values and sensitive attributes of five main dimensions (ecological, economic, social, institutional, technological). Results: Based on the results of the analysis, the sustainability status of smallholder coffee plantations in Kalipuro District is 61,854 including the criteria for being quite sustainable. Meanwhile, the sensitive attributes are divided into 4 attributes, namely less than optimal waste management, fluctuating selling price determination, formal education level of coffee farmers, less than optimal use of financial institutions, and less than optimal utilization of coffee bean drying technology. Conclusion: To be able to improve the sustainability status of coffee plantations in Kalipuro District, a holistic and comprehensive approach is needed from the community level to the central government.
Perencanaan Pengendalian Banjir di Perkotaan (Studi Kasus: Banjir Kanal Timur Semarang) Zalma, Nasywah Miftahul; Andawayanti, Ussy; Sumiadi
Jurnal Teknologi dan Rekayasa Sumber Daya Air Vol. 6 No. 1 (2026): Jurnal Teknologi dan Rekayasa Sumber Daya Air (JTRESDA)
Publisher : Fakultas Teknik, Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21776/ub.jtresda.2026.6.1.12

Abstract

Banjir adalah salah satu bencana alam yang sering melanda Indonesia, khususnya di wilayah perkotaan seperti Kota Semarang yang menempati peringkat kedua jumlah bencana di Jawa Tengah. Salah satu penyebab utama banjir di Semarang adalah Banjir Kanal Timur (BKT), yang meskipun dibangun sebagai infrastruktur pengendali banjir, kini menunjukkan penurunan kapasitas akibat sedimentasi, penurunan muka tanah, kenaikan permukaan laut, dan buruknya pengelolaan drainase. Kejadian banjir terbaru, termasuk banjir pada Maret 2024 dengan genangan hingga 70 cm, menunjukkan perlunya perencanaan pengendalian banjir yang komprehensif. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis debit banjir rancangan dengan menerapkan metode Hidrograf Satuan Sintetik (HSS) Nakayasu, memodelkan perilaku banjir menggunakan perangkat lunak HEC-RAS 6.3 pada kondisi eksisting, serta merancang upaya pengendalian banjir berupa normalisasi sungai dan perencanaan tanggul sepanjang 14,70 km kanal. Penelitian menggunakan data curah hujan 10 tahun dari empat stasiun serta data pasang surut dari Stasiun Meteorologi Tanjung Emas. Hasil studi ini diharapkan memberikan gambaran teknis mengenai zona rawan banjir, strategi mitigasi berbasis simulasi, serta estimasi biaya awal penanganan. Penelitian ini berkontribusi pada pengembangan strategi pengendalian banjir yang berkelanjutan di Kota Semarang.
The Effect of Groundsills on the Degradation and Aggradation Processes of the Parit Raya Riverbed Andriantari, Nur Fadhlillah; Andawayanti, Ussy; Hendrawan, Andre Primantyo; Putra, Farhan Akbar Darma
Jurnal Teknik Pengairan: Journal of Water Resources Engineering Vol. 16 No. 2 (2025)
Publisher : Fakultas Teknik, Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21776/ub.pengairan.2025.016.02.8

Abstract

Parit Raya is part of the drainage system of the Ngasinan River in Trenggalek and Tulungagung regencies. It is designed to reduce flooding and manage waterlogging caused by the construction. However, in the rainy season, the high flow velocity often causes damage to groundsills, triggering riverbed degradation or aggradation. This study aims to analyze the degradation and aggradation phenomena in Parit Raya River and the effect of two groundsill to reduce these actions using Hydrologic Engineering Center’s River Analysis System (HEC-RAS) simulations. The flow and sediment dynamics analysis uses Meyer Peter Müller (MPM), Engelund Hansen, and Laursen Copeland methods. The research locations focus on three river sections, consisting of 74 cross-sections, with two groundsills. By using the MPM, Englund-Hansen, and Laursen-Copeland methods modeled in HEC-RAS 6.0.0 software, this study can help in evaluating the effectiveness of groundsills in controlling sediment, preventing excessive erosion, and maintaining the stability of other hydraulic structures in rivers. The analysis reveals that conditions upstream of the groundsill tend to experience aggradation due to sediment deposition in STA 120, STA 103.60, and STA. 79.40, downstream conditions are characterized by degradation, indicated by riverbed erosion resulting from increased flow velocity between STA 120 and STA 47. Among the methods applied, the MPM and Engelund-Hansen methods provided results that closely align with field conditions compared to the Laursen-Copeland method.
Optimasi Model Natural Rural Electrical Cooperation Agency Untuk Memprediksi Debit Aliran Bulanan di Sub DAS Lesti Suhartanto, Ery; Andawayanti, Ussy; Dara Lufira, Rahmah; Utami, Rizki Tri
Rekayasa Vol 18, No 3: Desember, 2025
Publisher : Universitas Trunojoyo Madura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21107/rekayasa.v18i3.31267

Abstract

Climate change and land use change in the Lesti Sub-DAS increase the risk of flooding and land degradation, requiring reliable flow predictions to support water resource management. However, the performance of the NRECA model in predicting monthly flows in this region is still not optimal because calibration-validation strategies and the use of environmental parameters have not been systematically studied. This study optimizes the NRECA model to predict monthly discharge for the period 2011-2020 in the Lesti sub-watershed by calibrating the GWF and PSUB parameters based on rainfall, evapotranspiration, and watershed morphometry data in three data division scenarios (70:30, 80:20, and 90:10 for calibration:validation). The results show that all scenarios produce excellent performance with calibration Nash-Sutcliffe Efficiency (NSE) values between 0.99491-0.99561 and correlation coefficients (R) between 0.99746-0.99785, while validation yielded NSE values between 0.89112-0.97227 and R between 0.49959-0.81520. The best scenario was obtained with a combination of 8 years of calibration and 2 years of validation, with NSE = 0.99561 and R = 0.99785 at the calibration stage, and NSE = 0.97227 and R = 0.81512 at the validation stage, indicating the model's ability to consistently represent monthly discharge variations. The similarity between the model discharge pattern and observations during the base and peak flow periods indicates that GWF optimization specifically improves the representation of base flow response. This study contributes by presenting an optimization-based calibration-validation scheme for the NRECA model, which can be used as a reference in conservation planning and reservoir operation management in watersheds with limited data.
An Integrated Performance Index for Decentralized Water Supply Systems: A Case Study of SiPAS in the Brantas River Basin Ussy Andawayanti; Runi Asmaranto; M. Amar Sajali; Ery Suhartanto; Mustafa Mukti Hidayat; Rizki Tri Utami
Jurnal Penelitian Pendidikan IPA Vol 11 No 8 (2025): August
Publisher : Postgraduate, University of Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29303/jppipa.v11i8.12137

Abstract

To develop and validate an Integrated Performance Index Model (IPIM) for evaluating Simple Water Supply Systems (SiPAS) in the Brantas River Basin, Indonesia. We surveyed, audited, and interviewed stakeholders at 31 SiPAS sites. Latent constructs were tested using SEM–PLS, and dimension weights were optimized with the Generalized Reduced Gradient method. The model explained system performance well (R² = 0.95) and showed high predictive reliability. The technical dimension exerted the strongest influence (72.10%), followed by managerial (26.70%) and social (15.10%) factors. The index differentiated low and high performing sites and was consistent with field audit findings. A companion mobile application enabled real time reporting and feedback to strengthen community participation. IPIM provides a concise, scalable framework for assessing decentralized water supply, prioritizing technical improvements while supporting managerial and social strengthening, and can inform investment and governance decisions for rural water services.
Co-Authors A.A. Ketut Agung Cahyawan W Achmad Marzuqi, Achmad Adelia Riska Pratama Agasi, Angga alif, chalid jul Aliyah, Firda Samaniyatul Andre Primantyo Hendrawan Andriantari, Nur Fadhlillah Anggara WWS Anis, Mizun Bariroh Arief, Amalia Mardhatillah Arif Rahmad Darmawan Aulia Zahira, Nabila Azhar Adi Darmawan Azzahra, Arrum Bagaskoro, Qistan Maraghi Beselly Putra, Sebrian Mirdeklis Cahyani Ainin Dewanti, Wahyuning Dian Sisinggih Dini Rosvita Tri A. Donny Harisuseno Edison Hukom Elang Timur M. Patih Ragananda Emma Yuliani Endang Purwati RN Erryanto, Sandi Ery Suhartanto Ery Suhartanto Ery Suhartanto evanur Hendrasari, evanur Evi Nur Cahya Fajri, Novansyah Fitriani, Deshinta Fitriyasari, Ammy Furqani, Fahma Handoko, Shubhananda Aulia hari siswoyo Hariyanto, Andri Kwin Haromain, Safira Anisah Harya Muldianto Hidayah, Mita Nur I Gusti Ngurah Antariza I Wayan Yasa, I Wayan Imani, Reyhan Satya Irenne Ismayanti Romadona Jadfan Sidqi Fidari Khoiri, Ahmad Hirson Kusumabrata, Luffi Lailatul Mukarromah, Lailatul Laksono Trisnantoro Lenny Febriana Ideawati, Lenny Febriana Lily Montarcih Limantara Linda Prasetyorini Luh Natasya Karini Putri Lukman Hakim M. Amar Sajali M. Bisri M. Janu Ismoyo Maharani, Fiadita Maharani, Yasinta Surya Marsudi, Marsudi Moch Rizky Moh. Sholichin Mohammad Bisri Mohammad Bisri Muhammad Adhitya Aldi Mustafa Mukti Hidayat nama, arnoldus Napitupulu, Ruth Erditha Nashrullah, Imam Nurrohma Amalia, Nadhea Paksi, R. Susenatama Jatayu Pancaputri, Widyaiswara Parmawati, Rita Pitojo Tri Juwono Pradany, Ahmad Dwiki Pramesi, Gading Komala Pratama, Rizki Ramadhani Pratiwi, Mitha Aprilia Pulasari, Luh Ayu Putri Wedayanti Putra, Farhan Akbar Darma Putra, Muhhammad Alfyan Rachmana Putra, Rizky Almarendra Wirawan Putri, Angelina Satya Qomariyatus Sholihah Qomarul Huda, Qomarul Rachmanto, Fariz Bayu Rahmah Dara Lufira Ramadhani, Tresna Asih Utami Ramadhania, Salsabila ramdhani, fitroh Resmani, Eva Respatiningrum, Amalia Wara Rispiningtati Rispiningtati Rita Parmawati Riyanto Haribowo Rizki Ramadani Pratama Rizki Ramadhani Rizki Tri Utami Rizki Tri Utami Rochman, Hafid Nuri Runi Asmaranto Runi Asmaranto Santi Sari Sapto Dwi Hari Oktavianto Saputra, Candra Tri Sariyanti, Ni Komang Yuli Satria, Bagus Harjo Secilia, Melinda Priskila Sekar Padma Lestari Shabrina, Salsabila Sholichin, M. Sholichin, Moch. Sofriansyah, Rafi Satria Sri Wahyuni Sudiarti, Sri Utami Suhardjono Suhardjono Suhartanto , Ery Sultonulazkar, Aulia Sumiadi Sumiadi, Sumiadi Suwanto Marsudi Tri Budi Prayogo, Tri Budi Tsuyoshi Imai, Tsuyoshi Tuhepaly, Firman Syarif Tyas Daru, Tyas Utami, Rizki Tri Very Dermawan Widandi Soetopo Yudianto, Engelbertus Fajar Zahrani, Nafisah Zalma, Nasywah Miftahul