Claim Missing Document
Check
Articles

Analisa Laju Erosi dan Arahan Konservasi Lahan Berbasis ArcGIS pada DAS Parangjoho Kabupaten Wonogiri Jawa Tengah Tuhepaly, Firman Syarif; Andawayanti, Ussy; Asmaranto, Runi
Jurnal Teknologi dan Rekayasa Sumber Daya Air Vol. 2 No. 1 (2022): Jurnal Teknologi dan Rekayasa Sumber Daya Air (JTRESDA)
Publisher : Fakultas Teknik, Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (231.63 KB) | DOI: 10.21776/ub.jtresda.2022.002.01.26

Abstract

Waduk Parangjoho yang berlokasi di Desa demesan Kecamatan eromoko Wonogiri Jawa Tengah ini merupakan waduk multiguna yang berfungsi sebagai irigasi. Studi ini bertujuan untuk mencari nilai laju erosi dan sedimen beserta tingkat bahaya erosi pada DAS Waduk Parangjoho. Eksplorasi ini juga akan membawa perlindungan lahan untuk diterapkan di lokasi pemeriksaan. Dalam pengujian ini, untuk menentukan nilai laju disintegrasi menggunakan USLE. Penulis menggunakan data jumlah hujan bulanan, data jumlah hari hujan, data hujan harian maksimum untuk menentukan nilai R, kemudian data jenis tanah untuk menentukan nilai K, data kemiringan lereng untuk menentukan nilai LS, data koefisien CP untuk menentukan tata guna lahan, Perhitungan menggunakan metode USLE diperoleh nilai laju erosi rata-rata sebesar 62,322 ton/ha/tahun. Hasil analisis tingkat bahaya erosi diperoleh di sangat ringan sejumlah 30,63%, ringan 42%, sedang 19,74%, berat 6,27%, dan sangat berat 1,5%. Berdasarkan perhitungan Sediment delivery ratio (SDR), didapatkan hasil perkiraan sedimen sebesar 42.832 ton/tahun. Hasil estimasi sedimen di Waduk 39.254 m3/tahun maka waktu pengendapan dari berbagai elevasi dikomulatifkan didapatkan usia guna waduk 32 tahun. Setelah itu dilakukan penanganan Konservasi lahan dilakukan dengan 2 metode yaitu metode vegetatif dan metode mekanis. Hasil konservasi lahan tersebut dapat dilakukan secara optimal karena dapat mengurangi laju erosi dan tingkat bahaya erosi.
Studi Jaringan Drainase Perkotaan Kabupaten Nganjuk Provinsi jawa Timur Saputra, Candra Tri; Andawayanti, Ussy; Ismoyo, M. Janu
Jurnal Teknologi dan Rekayasa Sumber Daya Air Vol. 2 No. 1 (2022): Jurnal Teknologi dan Rekayasa Sumber Daya Air (JTRESDA)
Publisher : Fakultas Teknik, Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (231.63 KB) | DOI: 10.21776/ub.jtresda.2022.002.01.27

Abstract

Jaringan Drainase Perkotaan Kertosono mengalami genangan terutama pada musim hujan. Selain disebabkan karena curah hujan yang tinggi juga diakibatkan penyempitan saluran karena perubahan tata guna lahan dan pengalihan fungsi dari saluran irigasi menjadi saluran drainase, sehingga diperlukan adanya studi evaluasi untuk meningkatkan kinerja jaringan drainase. Jaringan Drainase Kertosono memiliki 8 saluran primer, 4 saluran sekunder, 132 saluran tersier. Pada studi dilakukan perhitungan debit banjir rancangan dengan metode Rasional. Intensitas hujan yang digunakan menggunakan rumus Mononobe dengan kala ulang 5 tahun. Perhitungan curah hujan rancangan dilakukan dengan metode Log Pearson III. Setelah dilakukan analisis debit banjir rancangan dilakukan perbandingan dengan kapasitas saluran eksisting. Hasil evaluasi menunjukan saluran yang tidak dapat menampung debit banjir rancangan dan memerlukan penanganan genangan. Dimana pada Jaringan Drainase Perkotaan Kertosono ada 9 saluran,yang tidak mampu mengalirkan debit banjir rancangan,dengan kala ulang 5 tahun. Penanganan genangan pada jaringan drainase Perkotaan Kertosono, mengunakan sistem penanganan kombinasi. Penanganan genangan yang digunakan, yaitu rehabilitasi saluran dan pembuatan sumur tampungan.
Sensitivitas Kelayakan Ekonomi Perencanaan IPAL Menggunakan Metode Stokastik Pada Tambak Udang Vanamei Di Kota Probolinggo Rizky, Moch; Andawayanti, Ussy; Lufira, Rahmah Dara
Jurnal Teknologi dan Rekayasa Sumber Daya Air Vol. 2 No. 1 (2022): Jurnal Teknologi dan Rekayasa Sumber Daya Air (JTRESDA)
Publisher : Fakultas Teknik, Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21776/ub.jtresda.2022.002.01.37

Abstract

Potensi sumberdaya perikanan dan kelautan yang dimiliki Kabupaten Probolinggo cukup besar. Dinas Kelautan dan Perikanan Probolinggo (2012) menyebutkan bahwa bandeng dan udang vanamei merupakan komoditas yang banyak dibudidayakan di tambak Kabupaten Probolinggo, namun air buangan dari tambak berpotensi mencemari lingkungan, sehingga diperlukan Instalasi Pengolahan Air Limbah (IPAL) guna mengolah limbah menjadi aman untuk dikembalikan ke laut. Pembangunan IPAL direncanakan dengan beberapa alternatif kemudian dilakukan analisis kelayakan menggunakan metode Stokastik untuk mengetahui alternatif yang paling layak diterapkan dari segi ekonomi. Hasil anggaran investasi untuk pembangunan IPAL yaitu Rp 52.149.000. Biaya tersebut diperoleh dari hasil panen udang setiap tahunnya. Dengan 1 kolam tambak udang vaname didapatkan keuntungan sebesar Rp. 378.000.000. Biaya Operasi dan Pemeliharaan selama setahun yaitu Rp. 109.900.000. Berdasarkan perhitungan yang telah dirancang, dapat disarankan untuk menggunakan Alternatif 1 dengan 1 kolam produksi dan 1 kali panen dalam setahun. Dikarenakan keuntungan bersih tiap tahun terbesar yaitu Rp 297.400.694, payback periode yang singkat yaitu 1 tahun, B/C sebesar 2,12, NPV Rp 2.061.552.086, IRR 38,49% dan semua kondisi layak berdasarkan analisis sensitivitas.
Analisis Erosi dan Arahan Konservasi Lahan pada DAS Gembong Kabupaten Pasuruan Berbasis Sistem Informasi Geografis Imani, Reyhan Satya; Andawayanti, Ussy; Suhartanto, Ery
Jurnal Teknologi dan Rekayasa Sumber Daya Air Vol. 3 No. 2 (2023): Jurnal Teknologi dan Rekayasa Sumber Daya Air (JTRESDA)
Publisher : Fakultas Teknik, Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21776/ub.jtresda.2023.003.02.05

Abstract

Daerah Aliran Sungai Gembong sering terjadi bencana banjir terutama bagian hilir serta perubahan tata guna lahan yang menyebabkan terjadinya erosi dan sedimentasi. Dari permasalahan tersebut perlu dilakukan penanganan untuk mereduksi permasalahan di DAS Gembong dengan melakukan usaha konservasi berupa perencanaan Checkdam. Dalam menentukan nilai erosi dan sedimentasi menggunakan model ArcSWAT. Model ini memerlukan 4 tahap yaitu delineasi DAS, pengelolaan Hydrology Response Unit (HRU), memasukkan data kedalam database, kemudian melakukan simulasi. Dari hasil simulasi didapatkan nilai rerata erosi  14,19 ton/ha/tahun, rerata sedimentasi 5,97 ton/ha/tahun, dan rerata volume sedimen sebesar 771,5 m3. Hasil analisa Indeks Bahaya Erosi (IBE) kondisi eksisting didapat 2 kriteria yaitu rendah seluas 1166,62 ha dan sedang seluas 2019,78 ha. Hasil dari perencanaan Checkdam yang telah disesuaikan dengan tingkat kemampuan lahan DAS Gembong menunjukkan penurunan volume sedimen sebesar 65,72 %. Setelah dilakukan perencanaan Checkdam untuk hasil Indeks Bahaya Erosi kondisi skenario didapat 2 kriteria dengan perbedaan luas yaitu rendah bertambah luasan menjadi 3128,09 ha dan penurunan luas pada kondisi sedang menjadi 58,31 ha. Gembong watershed is often flooded especially downstream and changes land use that cause erosion and sedimentation. From those problems to reduce problem in Gembong watershed, need conservation especially Checkdam construction. In determining the value of erosion and sedimentation using ArcSWAT model. This model need 4 process, the first is watershed delineation, management of the Hydology Response Unit (HRU), input data to database, then running simulations.The result from simulation, average erosion value is 14,19 tons/ha/year, average sedimentation is 5,97 tons/a/year, and average sediment volume is 771,5 m3. The analysis result of the Erosion Hazard Index (EHI) have 2 criteria, low level of 116,62 ha area and medium level of 2019,78 ha area. The result of Checkdam design that was adjusted to the land capacity Gembong watershed showed a reduce in sediment volume of 65,72 %. For the crireria of the Erosion Hazard Index in low level conditions increased to 3128,09 ha area and the medium level condition decreased to 58,31 ha area.
Studi Evaluasi Sistem Drainase Air Limpasan Permukaan Di Site Gurimbang Mine Operation PT Berau Coal Secilia, Melinda Priskila; Bisri, Mohammad; Andawayanti, Ussy
Jurnal Teknologi dan Rekayasa Sumber Daya Air Vol. 3 No. 2 (2023): Jurnal Teknologi dan Rekayasa Sumber Daya Air (JTRESDA)
Publisher : Fakultas Teknik, Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21776/ub.jtresda.2023.003.02.061

Abstract

Site Gurimbang Mine Operation (GMO) ialah site penambangan oleh PT Berau Coal yang menerapkan metode penambangan terbuka. Metode ini akan menyebabkan terbentuknya cekungan yang luas sehingga berpotensi menjadi daerah tampungan air saat terjadi hujan. Air tidak dapat dialirkan di luar wilayah dapat menggangu kegiatan operasional penambangan, oleh karena itu aspek hidrologi harus sangat diperhatikan. Evaluasi sistem drainase di GMO sejauh ini menggunakan software HEC-RAS untuk menghitung kapasitas tampung salurannya. Studi ini ditujukan untuk melakukan pemodelan software SWMM sebagai terobosan baru dalam melakukan evaluasi sistem drainase. Dilakukan evaluasi terhadap kapasitas tampung saluran ditinjau dari teknologi drainase yang digunakan dan kerapatan aliran memanfaatkan pemodelan software HEC-RAS 6.2 serta SWMM 5.2. Serta analisa perbandingan hasil running simulasi antara HEC-RAS dan SWMM, sehingga nantinya dapat diketahui kekurangan dan kelebihan dari kedua software tersebut. Kedua software tidak menunjukan kapasitas saluran drainase dengan skala angka, namun kedua software tersebut menggambarkanya dalam bentuk simulasi yang berbeda pada setiap titik saluran yang dimodelkan. Pada HEC-RAS fitur view disajikan melalui fitur view cross section, view profiles, view 3d multiple cross section plot. Sedangkan pada SWMM terdapat fitur view profiles, view time series plot, fitur halaman map,dan fitur query. Hasil running kedua software tidak dapat dibandingkan karena menghasilkan tabel dengan output yang berbeda. hasil running simulasi software HEC-RAS saluran dinyatakan aman pada saat nilai W.S. Elev (elevasi muka air saluran) dibawah nilai Ground (elevasi tinggi tanggul saluran). SWMM menyatakan saluran aman atau tidak meluap ketika nilainya Max/Full Depth (tinggi maksimum saluran hasil simulasi) tidak melebihi dari tinggi saluran eksisting, atau bisa juga dilihat melalui fitur query Namun dari berbagai kelebihan yang ditawarkan oleh SWMM dapat disimpulkan bahwa secara penggunaan SWMM jauh lebih praktis dari pada HEC-RAS dalam memodelkan sistem drainase tambang yang ada.
Analisis Data Hujan Satelit untuk Pembuatan Peta Spasial Hujan Rancangan di DAS Rondoningo Shabrina, Salsabila; Harisuseno, Donny; Andawayanti, Ussy
Jurnal Teknologi dan Rekayasa Sumber Daya Air Vol. 4 No. 1 (2024): Jurnal Teknologi dan Rekayasa Sumber Daya Air (JTRESDA)
Publisher : Fakultas Teknik, Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21776/ub.jtresda.2024.004.01.061

Abstract

Bencana banjir sering kali terjadi pada wilayah DAS Rondoningo. Banjir tersebut dapat diatasi dengan melakukan pembangunan infrastruktur sumber daya air. Pada perencanaan infrastruktur diperlukan data curah hujan dari stasiun hujan di DAS Rondoningo. Namun di DAS Rondoningo keberadaan stasiun hujan masih belum merata sehingga diperlukan data pendukung untuk menambah data dengan data satelit CHIRPS. Tujuan dari studi ini adalah mempermudah penggunaan hujan rancangan dengan disajikan dalam bentuk peta spasial. Hujan rancangan dihitung dengan analisis distribusi frekuensi metode Gumbel dan Log Pearson III untuk kala ulang 2, 5, 10, 25, 50, dan 100 tahun. Pemodelan peta spasial dilakukan dengan interpolasi Inverse Distance Weighted (IDW). Hasil perhitungan curah hujan rancangan menunjukkan nilai terendah pada kala ulang 2 tahun sebesar 90,140 mm dan nilai curah hujan tertinggi pada kala ulang 100 tahun sebesar 315,184 mm. Curah hujan rancangan tersebut diubah menjadi peta spasial dengan metode IDW dan membentuk pola garis serupa. Hasil peta hujan rancangan diuji validasinya terhadap hasil perhitungan menggunakan NSE dan RSR yang menunjukkan hasil sangat baik. Peta hujan rancangan kala ulang 100 tahun juga dibandingkan dengan peta milik Kementerian PU dengan kesesuaian sebesar 19% (kurang memuaskan).
Analisa Tingkat Bahaya Erosi Berbasis Sistem Informasi Geografis (SIG) Pada SubDAS Ngasinan Kabupaten Trenggalek Jawa Timur Handoko, Shubhananda Aulia; Andawayanti, Ussy; Dermawan, Very
Jurnal Teknologi dan Rekayasa Sumber Daya Air Vol. 4 No. 1 (2024): Jurnal Teknologi dan Rekayasa Sumber Daya Air (JTRESDA)
Publisher : Fakultas Teknik, Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21776/ub.jtresda.2024.004.01.083

Abstract

Perubahan fungsi tata guna lahan pada subDAS Ngasinan merupakan penyebab utama terjadinya banjir serta longsor pada beberapa daerah ketika hujan besar menerjang. Perubahan tata guna lahan menimbulkan erosi yang diakibatkan limpasan pada daerah tersebut meningkat. Studi ini bertujuan untuk mengetahui besar laju erosi, kondisi tingkat bahaya erosi, dan memberikan saran berupa arahan konservasi lahan yang sesuai dengan kondisi subDAS Ngasinan. Analisa dilakukan menggunakan aplikasi ArcGIS dengan pendekata model ArcSWAT. Pemodelan aplikasi ArcSWAT menggunakan metode MUSLE untuk mendapatkan nilai erosi, sedimen, hingga limpasan. Hasil analisa pemodelan didapatkan nilai rerata laju erosi sebesar 34, 796 ton/ha/tahun atau 2,899 mm/tahun serta rerata sedimen 24,322 ton/ha/tahun. Berdasarkan hasil tersebut didapatkan nilai IBE Rendah (Potensial Kritis) 30 Ha, IBE Sedang (Semi Kritis) 18722 Ha, dan IBE Tinggi (Kritis) 37270 Ha. Berdasarkan hasil tersebut dapat disimpulkan bahwa kondisi DAS Ngasinan memerlukan sebuah arahan konservasi. Usaha konservasi yang akan dilakukan menggunakan metode vegetatif sesuai dengan arahan Balai Rehabilitasi dan Konservasi Tanah (BRLKT).
Analisis keberlanjutan perkebunan kopi rakyat di Kecamatan Kalipuro Kabupaten Banyuwangi: Sustainability analysis of smallholder coffee plantations in Kalipuro District, Banyuwangi Regency Parmawati, Rita; Andawayanti, Ussy; Sholihah, Qomariyatus
AGROMIX Vol 13 No 1 (2022)
Publisher : Fakultas Pertanian Universitas Yudharta Pasuruan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35891/agx.v13i1.3186

Abstract

Introduction: Banyuwangi has several granaries that produce robusta coffee with a unique taste, one of which is in Kalipuro District. However, it is important to note that in managing smallholder coffee plantations sustainability is very important. Especially if the smallholder wants to improve the quality of coffee and the welfare of coffee farmers. The purpose of this study is to analyze and examine the factors that influence the sustainability status of smallholder coffee plantations in Gombengsari Village and Telemung Village, Kalipuro District, Banyuwangi Regency. Methods: The method used is Multidimensional Scaling (MDS), which has been modified, namely RAP-Kopi (Rapid Appraisal Techniques Kopi), which will produce sustainability index values and sensitive attributes of five main dimensions (ecological, economic, social, institutional, technological). Results: Based on the results of the analysis, the sustainability status of smallholder coffee plantations in Kalipuro District is 61,854 including the criteria for being quite sustainable. Meanwhile, the sensitive attributes are divided into 4 attributes, namely less than optimal waste management, fluctuating selling price determination, formal education level of coffee farmers, less than optimal use of financial institutions, and less than optimal utilization of coffee bean drying technology. Conclusion: To be able to improve the sustainability status of coffee plantations in Kalipuro District, a holistic and comprehensive approach is needed from the community level to the central government.
Validation of NRECA Parameters for Rainfall-to-Discharge Modeling in the Rejoso Watershed Putri, Angelina Satya; Suhartanto, Ery; Andawayanti, Ussy
Jurnal Penelitian Pendidikan IPA Vol 11 No 5 (2025): May
Publisher : Postgraduate, University of Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29303/jppipa.v11i5.11107

Abstract

The Rejoso Watershed in Pasuruan Regency is a water source for local needs and ecological balance. However, limited discharge data due to the absence of optimal measurement infrastructure poses a challenge for sustainable watershed management. This study aims to estimate river discharge using the NRECA method, with parameter optimization for PSUB and GWF achieved through a Genetic Algorithm. The novelty of this research lies in its integration of the NRECA method and Genetic Algorithm for improved discharge estimation in data-scarce regions. Calibration and validation were conducted using a 15:5 ratio, resulting in a Nash-Sutcliffe Efficiency (NSE) value of 0.5379, categorized as “Meets” based on the range defined (0.50–0.65), and a correlation coefficient of 0.7907, indicating a “Strong” linear relationship. Validation ensures the model's reliability beyond historical calibration data, addressing potential overfitting. These findings demonstrate the NRECA method's capability, supported by Genetic Algorithm optimization, as a practical alternative for discharge estimation in watersheds with limited data. Nevertheless, the model’s performance remains sensitive to input data quality, emphasizing the need for better rainfall data. This approach contributes to improving water resource management in Rejoso and similar watersheds facing data limitations.
Integrating Irrigation and Potable Water via a Pump-Fed Reservoir: Operational Scenarios and Economic Feasibility in Sukodono Lufira, Rahmah Dara; Marsudi, Suwanto; Andawayanti, Ussy; Sajali, M. Amar; Utami, Rizki Tri; Sari, Santi; Pratama, Rizki Ramadani
Jurnal Penelitian Pendidikan IPA Vol 11 No 10 (2025): October
Publisher : Postgraduate, University of Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29303/jppipa.v11i10.12607

Abstract

The Sukodono Reservoir (Gresik, East Java, Indonesia) is a pump-fed, multi-compartment system integrating irrigation and potable supply. We assess scenario-based operations and an economic appraisal. Three vertical-turbine pumps are installed (3×150 L/s); routine operation uses two units at 81% efficiency, yielding 243 L/s for 12 h/day (10.498 m³/day), with the third unit as standby/peak. By 2039, the population is projected at 30.801, requiring 22 L/s, supplied by a 30 L/s WTP. Irrigation storage targets are 120.000 m³ (250 ha core plantation), 270.000 m³ (2.250 ha inter-cropping), and 546.750 m³ (secondary crops). Six phased-expansion scenarios over six years were evaluated. Results show the designed operation reliably meets the 22 L/s potable demand while achieving the irrigation storage targets across scenarios. Base-case economics at a 5.50% discount rate (WACC) indicate IRR 18.50%, BCR ≈ 1.00 (break-even), and payback 7.10 years. We conclude that pump-fed reservoirs can integrate rural water supply and dryland irrigation effectively, although economic performance is marginal under the base case; viability improves with efficiency gains and prudent O&M/Fuel-Cost control.
Co-Authors A.A. Ketut Agung Cahyawan W Achmad Marzuqi, Achmad Adelia Riska Pratama Agasi, Angga alif, chalid jul Aliyah, Firda Samaniyatul Andre Primantyo Hendrawan Andriantari, Nur Fadhlillah Anggara WWS Anis, Mizun Bariroh Arief, Amalia Mardhatillah Arif Rahmad Darmawan Aulia Zahira, Nabila Azhar Adi Darmawan Azzahra, Arrum Bagaskoro, Qistan Maraghi Beselly Putra, Sebrian Mirdeklis Cahyani Ainin Dewanti, Wahyuning Dian Sisinggih Dini Rosvita Tri A. Donny Harisuseno Edison Hukom Elang Timur M. Patih Ragananda Emma Yuliani Endang Purwati RN Erryanto, Sandi Ery Suhartanto Ery Suhartanto evanur Hendrasari, evanur Evi Nur Cahya Fitriani, Deshinta Fitriyasari, Ammy Furqani, Fahma Handoko, Shubhananda Aulia hari siswoyo Hariyanto, Andri Kwin Haromain, Safira Anisah Harya Muldianto Hidayah, Mita Nur Hidayat, Mustafa Mukti I Gusti Ngurah Antariza I Wayan Yasa, I Wayan Imani, Reyhan Satya Irenne Ismayanti Romadona Kusumabrata, Luffi Lailatul Mukarromah, Lailatul Laksono Trisnantoro Lenny Febriana Ideawati, Lenny Febriana Lily Montarcih Limantara Linda Prasetyorini Luh Natasya Karini Putri Lukman Hakim M. Amar Sajali M. Bisri M. Janu Ismoyo Maharani, Fiadita Maharani, Yasinta Surya Moch Rizky Moh. Sholichin Mohammad Bisri Mohammad Bisri Muhammad Adhitya Aldi nama, arnoldus Napitupulu, Ruth Erditha Nashrullah, Imam Nurrohma Amalia, Nadhea Paksi, R. Susenatama Jatayu Pancaputri, Widyaiswara Parmawati, Rita Pitojo Tri Juwono Pradany, Ahmad Dwiki Pramesi, Gading Komala Pratama, Rizki Ramadani Pratama, Rizki Ramadhani Pratiwi, Mitha Aprilia Pulasari, Luh Ayu Putri Wedayanti Putra, Farhan Akbar Darma Putra, Rizky Almarendra Wirawan Putri, Angelina Satya Qomariyatus Sholihah Qomarul Huda, Qomarul Rachmanto, Fariz Bayu Rahmah Dara Lufira Ramadhani, Tresna Asih Utami Ramadhania, Salsabila ramdhani, fitroh Resmani, Eva Respatiningrum, Amalia Wara Rispiningtati Rispiningtati Rita Parmawati Rizki Ramadhani Runi Asmaranto Santi Sari Sapto Dwi Hari Oktavianto Saputra, Candra Tri Sariyanti, Ni Komang Yuli Satria, Bagus Harjo Secilia, Melinda Priskila Sekar Padma Lestari Shabrina, Salsabila Sholichin, M. Sholichin, Moch. Sofriansyah, Rafi Satria Sri Wahyuni Suhardjono Suhardjono Suhartanto , Ery Sumiadi Sumiadi, Sumiadi Suwanto Marsudi Tri Budi Prayogo, Tri Budi Tsuyoshi Imai, Tsuyoshi Tuhepaly, Firman Syarif Tyas Daru, Tyas Utami, Rizki Tri Very Dermawan Widandi Soetopo Yudianto, Engelbertus Fajar Zalma, Nasywah Miftahul