Claim Missing Document
Check
Articles

Found 23 Documents
Search

The Pengaruh Akses Ketersediaan Kondom terhadap Perilaku Unsafe Sex pada Lelaki Seks Lelaki (LSL) di Indonesia Mona S. Fatiah; Yane Tambing
Jurnal Ilmu Kesehatan Masyarakat Vol 12 No 06 (2023): Jurnal Ilmu Kesehatan Masyarakat
Publisher : UIMA Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33221/jikm.v12i06.2321

Abstract

Immunodefeciency Virus (HIV) di kalangan populasi kunci di Indonesia untuk itu perlu upaya pencegahan, salah satunya berupa akses ketersediaan kondom. Penelitian ini bertujuan melihat pengaruh akses ketersediaan kondom dengan perilaku unsafe sex pada kalangan LSL di Indonesia. Studi ini berdesain cross sectional dengan menggunakan data Survei Terpadu Biologi Perilaku (STBP) tahun 2018-2019 yang dilakukan selama ± 5 bulan (28 Maret - 28 Agustus 2022) dengan lokasi penelitian di 24 provinsi Indonesia. Populasi pada penelitian ini adalah LSL sejumlah 4.290 orang yang tersebar pada 24 provinsi di Indonesia, sampel penelitian berupa total populasi yang diambil menggunakan teknik Respondent Driven Sampling (RDS). Variabel pada penelitian berupa: variabel independen (akses mendapatkan kondom), variabel dependen (perilaku unsafe sex) dan variabel konfonding (usia, pendidikan, status pernikahan, kepemilikan tempat tinggal, pekerjaan, keterpaparan media sosial, persepsi risiko tertular HIV, usia seks intercouse anal dan vaginal). Hasil penelitian menemukan: jika akses ketersediaan kondom merupakan faktor proteksi mencegah terjadinya perilaku unsafe sex setelah dikontrol dengan variabel konfonding (OR: 0,71 dengan nilai 95% CI: 0,66 – 0,76). Penelitian ini merekomendasikan memastikan penyediaan kondom gratis dan memfasilitasi akses ketersediaan kondom pada lokasi yang sering dijangkau oleh LSL.
FAKTOR YANG MEMPENGARUHI KEJADIAN MALARIA PADA IBU HAMIL Sintia Kartika Sari; Lisda Oktavia Madu Pamangin; Asriati Asriati; Melkior Tappy; Yane Tambing; Apriyana Irjayanti
Jambura Journal of Health Sciences and Research Vol 5, No 4 (2023): OKTOBER: JAMBURA JOURNAL OF HEALTH SCIENCES AND RESEARCH
Publisher : Universitas Negeri Gorontalo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35971/jjhsr.v5i4.19018

Abstract

Malaria disebabkan oleh parasit Plasmodium dan disebarkan melalui gigitan nyamuk. Penyakit ini dapat menyerang anak-anak sampai orang tua, laki-laki maupun perempuan, termasuk wanita hamil. Indikator Annual Parasite Incidence (API) malaria di Indonesia pada tahun 2019 sebesar 0,93 per 1.000 penduduk. Kebaruan penelitian ini mengetahui faktor yang berpengaruh terhadap kejadian malaria pada ibu hami. Tujuan penelitian ini adalah mengetahui faktor risiko kejadian malaria pada ibu hamil di Puskesmas Waena Kota Jayapura. Jenis penelitian adalah penelitian kuantitatif dengan pendekatan case control. Populasi kasus dalam penelitian ini adalah seluruh ibu hamil yang menderita penyakit malaria. Populasi kontrol dalam penelitian ini adalah seluruh  ibu hamil yang tidak menderita malaria. Sampel dalam penelitian ini sebesar 29 sampel untuk kasus malaria pada ibu hamil dan 58 sampel untuk kontrol ibu hamil, sehingga total sampel dalam penelitian ini sebanyak 87 responden (matched 1:2). Teknik sampling dalam penelitian ini menggunakan dua cara yaitu total sampling untuk kelompok kasus dan purposive sampling untuk kelompok kontrol. Instrumen dalam penelitian ini menggunakan kuesioner. Analisis dalam penelitian ini terdapat analisis univariat dan bivariat dan menghitung nilai OR untuk melihat besar risiko. Hasil analisis uji statistic Chi-Square dan Odds Ratio menunjukkan bahwa, perilaku merupakan faktor risiko kejadian malaria (OR= 9,529, Cl 2,067-43,939), kondisi lingkungan merupakan faktor risiko kejadian malaria (OR= 13,269,Cl 4,461-39467). Disimpulkan bahwa ibu hamil yang perilaku dan kondisi lingkungannya buruk berisiko secara signifikan untuk mengalami malaria.  
Pemanfaatan Pusat Informasi Konseling Remaja (PIK-R) untuk mencegah bullying pada siswa SMP Negeri II Abepura Yane Tambing; Mona Safitri Fatiah; Renti Benedicta Relie Tompul; Esra Rahawarin; Polin Timisela
PROMOTIF: Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat Vol. 4 No. 2 (2024): PROMOTIF: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat
Publisher : Universitas Negeri Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17977/um075v4i22024p122-137

Abstract

Bullying sering terjadi pada anak usia 13-17 tahun, dimana sekitar 25% kasus bullying terjadi pada pelajar Sekolah Menengah Pertama (SMP). Tujuan dari kegiatan ini adalah memanfaatkan Pusat Informasi Konseling-Remaja (PIK-R) untuk mencegah bullying pada siswa-I SMP Negeri II Abepura. Kegiatan dilakukan pada tanggal 06 Agustus 2024 di SMP N II Abepura, dengan peserta yang berusia antara 13-15 tahun, peserta dipilih menggunakan teknik purposive sampling. Pendekatan yang digunakan dalam bentuk Participation Action Research (PAR), dengan 4 metode yang digunakan, yaitu tanya jawab untuk menentukan siapa peserta kegiatan, pengumpulan data berupa pembagian kuesioner pretest dan post test, Pendidikan kesehatan Masyarakat (Penkesmas) berupa penyuluhan tentang bullying serta implementasi atau praktik pencegahan bullying melalui media video. Karakteristik peserta sebagian besar berusia 14 tahun (52,4%) dengan jenis kelamin terbanyak adalah perempuan (71,4%) dan bersuku Papua (76,2%). Sekitar 95,3% peserta merupakan pelaku bullying. Hasil kegiatan ini adanya peningkatan nilai pengetahuan sekitar 10 poin dan perubahan sikap terhadap bullying, dimana seluruh peserta memiliki sikap negatif terhadap bullying. Penyampaian pesan anti-bullying yang dilakukan peserta menggunaka menggunakan video interaktif dan di upload melalui media sosial. Kegiatan ini merekomendasikan perlu adanya penerapan kurikulum khusus tentang bullying di sekolah.
Stunting among toddlers in poor Indonesian households Bela, Sarni Rante Allo; Fatiah, Mona Safitri; Tambing, Yane; Laksono, Agung Dwi; Wulandari, Ratna Dwi; Kusumawardani, Hastin Dyah; Hidayat, Taufiq
International Journal of Public Health Science (IJPHS) Vol 14, No 3: September 2025
Publisher : Intelektual Pustaka Media Utama

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.11591/ijphs.v14i3.25738

Abstract

Poverty has a significant impact on stunting in children under the age of five from low-income families, accounting for around 18.4% of stunting cases in Indonesia. The goal of this study was to look into the factors that may contribute to the prevalence of stunting among children under the age of five from low-income families in Indonesia. The study used a cross-sectional design and data from the 2022 Indonesian National Nutrition Status Survey to evaluate approximately 112,574 children. The data was analyzed at the multivariate level in binary logistics using SPSS 26 software. The data revealed that around 24.8% of disadvantaged households in Indonesia experienced stunting, with a variety of variables impacting its frequency. These included residence variables (AOR:1.08 and 95% CI:1.08-1.09), maternal age (AOR: 1.28 with 95% CI: 1.21-1.25), education level (AOR: 1.02 and 95% CI: 1.01-1.03), marital status (AOR:1.02 with 95% CI: 1.01-1.03), Antenatal Care (ANC) (AOR:1.45 with 95% CI: 1.44-1.47), age of the child (AOR:3.29 with 95% CI: 3.27-3.31), and the sex of the infant (AOR:3.29 with 95% CI: 3.27-3.21). Seven characteristics have been identified as predictors of stunting in children under the age of five in disadvantaged Indonesian homes. Expanding targeted programs for low-income families is critical for increasing their income through comprehensive entrepreneurship training and social assistance activities.
Edukasi Arti Penting Skrining HIV-AIDS, Sifilis dan Hepatitis-B pada Ibu Hamil di Kampung Yoka Mamoribo, Sherly; Wahyuti, Wahyuti; Adimuntja, Natalia; Ita, Nora; Mayor, Anita Feronika; Serliana, Fadila; Imbiri, Frits; Tambing, Yane; Yufuai, Agustina R
JURNAL INOVASI DAN PENGABDIAN MASYARAKAT INDONESIA Vol 4 No 2 (2025): April
Publisher : Fakultas Kesehatan Masyarakat, Universitas Muhammadiyah Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26714/jipmi.v4i2.713

Abstract

Latar belakang: Tren kasus penularan HIV dan sifilis dari ibu ke anak tahun 2024 mengalami kenaikan pada ibu hamil. Infeksi ini sangat berbahaya karena dapat menyebabkan kondisi janin tidak normal bahkan bisa menyebabkan kematian. Tujuan: Meningkatkan kesadaran ibu hamil untuk melakukan tes sejak dini sebagai upaya pencegahan penularan. Metode: Pengabdian dilakukan dengan melakukan edukasi pada masyarakat melalui kegiatan ceramah, tanya jawab dan diskusi kelompok. Hasil: Sebanyak 15,4% umur ibu hamil antara 20-21 tahun; 70% berpendidikan SMA, 30% dengan usia kehamilan 8 minggu, 50% kelompok paritas pertama, dan 80% belum melakukan skrining HIV dan sifilis. Sebanyak 70% pengetahuan ibu hamil tentang arti penting skrining kesehatan dalam kategori ‘kurang’ saat pre-test, namun meningkat menjadi ‘baik’ secara keseluruhan (100%) pada hasil post-test. Kesimpulan: Kegiatan edukasi kesehatan dapat meningkatkan pengetahuan ibu hamil tentang arti penting skrining HIV, sifilis dan Hepatitis B, sekaligus meningkatkan kualitas komunikasi informasi edukasi. Kata kunci: edukasi, ibu hamil, HIV, HBsAg, sifilis, skrining kesehatan ___________________________________________________________________________ Abstract Background: The trend of mother-to-child transmission of HIV and syphilis in pregnant women is projected to increase in 2024. These infections are hazardous because they can cause fetal abnormalities and even death. Objective: To raise awareness among pregnant women about early testing as an effort to prevent transmission. Method: Community service was conducted through educational initiatives, including lectures, Q&A sessions, and group discussions. Result: Some 15.4% of pregnant women were between 20 and 21 years old; 70% had a high school education, 30% were 8 weeks pregnant, 50% were in the first parity group, and 80% had not been screened for HIV and syphilis. Seventy percent of pregnant women's knowledge of the importance of health screening was in the 'poor' category during the pre-test, but increased to 'good' overall (100%) in the post-test results. Conclusion: Health education activities can increase pregnant women's knowledge of the importance of HIV, syphilis, and Hepatitis B screening, while also improving the quality of educational information communication. Keywords: education, pregnant women, HIV, HBsAg, syphilis, health screening
Sexual transactions as a means of acquiring drugs among inmates in Papua, Indonesia Fatiah, Mona Safitri; Tambing, Yane; Irjayanti, Apriyana; Bela, Sarni Rante Allo; Irmanto, Maxsi; Mollet, Genoveva C C; Sirait, Evelyn Gyan
Jurnal Cakrawala Promkes Vol. 7 No. 2 (2025): August
Publisher : Universitas Ahmad Dahlan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.12928/jcp.v7i2.13827

Abstract

Transactional sex has been recognized as a significant element hindering the reduction of drug usage in Papua, Indonesia. The national objective for drug usage reduction was established at 1.67% for 2024; nevertheless, this target remains unfulfilled. This research investigated the correlation between transactional sex and substance abuse among female and adolescent prisoners in Papua Province. A case-control approach was utilized, employing primary data gathered from May to September 2023 at the Special Correctional Institution for Juveniles (LPKA) and the Women’s Correctional Institution (LPP) in Papua. The research population consisted of 85 offenders incarcerated from 2021 to 2023. A total of 26 cases (drug users) and 59 controls (non-users) were included using total sampling, in a 1:2 ratio. Data were gathered using a modified version of the Rapid Survey Questionnaire on Injecting Drug User Behavior (SCP Penasun). Analysis was conducted using STATA version 14, employing multivariate logistic regression to identify related factors. In all, 30.6% of participants were identified as drug users according to case-control selection, rather than as an estimation of population-level prevalence. Inmates who indicated participation in transactional sex exhibited increased odds of drug acquisition (adjusted OR: 1.59; 95% CI: 0.46–5.39) after controlling for work status, past-year drug usage, and duration of use. The findings suggest a possible trend of heightened drug acquisition among inmates engaged in transactional sex, although the correlation remains ambiguous. Consequently, integrated therapies targeting both substance use and sexual risk behaviors are crucial in custodial environments.
Analisis situasi kejadian stunting pada bayi di bawah lima tahun (balita) Fatiah, Mona Safitri; Irjayanti, Apriyana; Irmanto, Maxsi; Tambing, Yane; Bela, Sarni Rante Allo
Jurnal Inovasi Hasil Pengabdian Masyarakat (JIPEMAS) Vol 7 No 1 (2024)
Publisher : University of Islam Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33474/jipemas.v7i1.20785

Abstract

Proporsi kejadian stunting di Kabupaten Paniai tahun 2022 terbilang cukup tinggi, yaitu 45.2% sehingga perlu upaya penurunan dengan cara kegiatan Analisis Situasi (Ansis). Tujuan: pendampingan Perguruan Tinggi (PT) melalui analisis situasi Kabupaten Paniai. Metode: kegiatan dilakukan selama lebih kurang empat bulan, yaitu: 20 Juli – 20 November 2022 di Kabupaten Paniai. Data yang digunakan pada kegiatan ini merupakan data sekunder, dimana data yang sudah ada dianalisis menggunakan Software STATA 16. Metode yang digunakan pada kegiatan ini berupa: tanya jawab (wawancara dengan pemegang program gizi Dinkes Kab. Paniai) dan Metode pengumpulan data. Hasil: demografi penduduk Kabupaten Paniai, yaitu 45% penduduk berjenis kelamin perempuan dengan status perkawinan terbanyak menikah (65%) dan sumber penghasilan utama sebagai petani 82%. Proporsi keluarga risiko stunting masih tinggi di Kabupaten Paniai sekitar 1,84% hal ini disebabkan oleh beberapa faktor yang terbilang cukup rendah proporsinya yaitu: pemberian MP-ASI (14,7%), pemanfaatan posyandu (!0,4%), penggunaan alat kontrasepsi (0,39%), rumah tidak layak huni (42,4%). Hasil wawancara ditemukan, efektivitas TPPS belum berjalan secara maksimal.
Factors Related to Anemia in Pregnant Women at the Kotaraja Health Center Rahim, Muh. Taufik Rizal; Adimuntja , Natalia P.; Pamangin , Lisda Oktavia M.; Tingginehe, Rosmin Mariati; Tambing, Yane; Tuturop, Katarina; Hasmi, Hasmi
Formosa Journal of Science and Technology Vol. 3 No. 9 (2024): September 2024
Publisher : PT FORMOSA CENDEKIA GLOBAL

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55927/fjst.v3i9.11127

Abstract

Anemia poses a growing health concern within the community, particularly among pregnant women who require special attention due to increased nutritional needs for fetal development. The aim of this research is to identify the factors associated with anemia among pregnant women at the Kotaraja Health Center. This type of research is analytical observation with a cross-sectional approach. The study sample consisted of 156 individuals selected from a population of 202. The study utilized simple random sampling as The sampling technique. The results indicated a significant association between age and anemia in pregnant women P-value (0.035), nutritional status P-value (0.004), the ANC frequency P-value (0.009), and infection diseases P-value (0.035). However, the parity variable showed no significant association with anemia in pregnant women, as indicated by a p-value (0.097). In conclusion, age, nutritional status, frequency of ANC visits, and infection diseases all have a significant association with the incidence of anemia in pregnant women.
Penyuluhan dan Demonstrasi Cuci Tangan Pakai Sabun (CTPS) dan Sikat Gigi di SD Kampung Simporo Kabupaten Jayapura Irjayanti, Apriyana; Tambing, Yane; Bela, Sarni Rante Allo; Irmanto, Maxsi; Rumaropen, Nofa Falentina
Poltekita: Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol. 4 No. 3 (2023): Juli-September
Publisher : Pusat Penelitian & Pengabdian Masyarakat Poltekkes Kemenkes Palu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33860/pjpm.v4i3.1857

Abstract

Clean and Healthy Living Behavior at school is a behavior that is practiced by students, teachers, and the whole community in the school environment, based on awareness that allows individuals to independently improve health, prevent disease and play an active role in creating a healthy environment. This counseling and demonstration service activity aims to increase students' knowledge about the importance of clean and healthy living behavior in the school environment in order to create a healthy school. The community service was carried out on Friday, 19 August 2022 at Kampung Simporo Elementary School, Jayapura with a total of 39 elementary school students, using counseling methods and demonstrating how to wash hands with soap and brush their teeth accompanied by a discussion and question and answer session after finished presenting short material and playing an animated video. The form of evaluating the success of this activity is by direct observation of students in practicing how to wash their hands with soap and brush their teeth whether they are in accordance with the steps conveyed during counseling. The results show that all students are able to apply the material that has been delivered, seen during the demonstration activities they can practice it well at each stage. It is hoped that with this activity students, teachers, and the community around the school will be able to improve health and prevent disease and play an active role in creating a healthy environment.
Pengukuran Lingkar Lengan Atas pada Wanita Usia Subur di Kabupaten Jayawijaya: Mid-Upper Arm Circumference Measurement among Adult Women in Jayawijaya Regency Fatiah, Mona Safitri; Pamangin, Lisda Oktavia Madu; Tambing, Yane; Izaac, Fransina Alfonsina
Poltekita: Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol. 4 No. 3 (2023): Juli-September
Publisher : Pusat Penelitian & Pengabdian Masyarakat Poltekkes Kemenkes Palu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33860/pjpm.v4i3.1902

Abstract

Measurement of Upper Arm Circumference (MUAC) is one form of an indicator used to assess the status of Chronic Energy Deficiency (CED) in pregnant and adult women. The purpose of the Community Engagement Program (CEP) is to conduct nutritional status screening on Women of Reproductive Age (WRA) through MUAC measurement in Jayawijaya Regency. The CEP was conducted in Napua District, Jayawijaya Regency, in October 2022, targeting 110 WRA aged between 15 and 49 years. The activities were carried out through data collection, community education, and the practice of MUAC measurement on WRA. The results of this program found that approximately 71% of WRA had MUAC measurements greater than 23.5 cm, and there was an increase of about 18.1% in knowledge about CED. Additionally, there was a 24.5% increase in WRA's knowledge in conducting MUAC measurements before and after the intervention. The screening also identified a small percentage of WRA with nutritional status below 23.5 cm. The education and practice of MUAC measurement were found to have a significant impact on increasing WRA's knowledge. Therefore, the CEP recommends periodic education provided by nutrition experts during every integrated health post activity and conducting door-to-door visits for pregnant women with CED. Furthermore, there is a need for an increase in the provision of Supplementary Food (SF) such as biscuits and local food.