Claim Missing Document
Check
Articles

Fenologi dan Penampilan Karakter Morfo-Agronomi Galur-Galur Jarak Kepyar (Ricinus communis L.) Cholchisine Treatment 5 (CT5) Putri, Galuh Rahma Prandiny; Waluyo, Budi; Ardiarini, Noer Rahmi
Jurnal Produksi Tanaman Vol 7, No 5 (2019)
Publisher : Jurusan Budidaya Pertanian Fakultas Pertanian Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21776/1120

Abstract

Jarak kepyar adalah tanaman dari familli Euphorbiaceae yang dapat tumbuh pada lahan kering dan marginal untuk tanaman lain. Ekspor jarak kepyar di Indonesia pada tahun 2010 sampai 2012 masih berada jauh dibawah nilai impornya. Hal ini disebabkan karena kurangnya informasi mengenai genetik yang tersebar dan keterbatasan bahan tanam. Tujuan dari penelitian ini untuk mempelajari keragaman fenologi karakter morfo-agronomi tanaman jarak kepyar generasi ke-5 (CT5). Penelitian dilaksanakan di Kepuharjo, Karangploso, Kabupaten Malang, Jawa Timur, padabulan Januari sampai dengan Mei 2018.Bahan yang digunakan adalah 20 galur CT5, pupuk Urea, KCL, dan SP36. 20 galur jarak kepyar yang digunakan merupakan generasi ke-5 (CT5) hasil dari keturunan perlakuan kolkisin. Setiap nomor galur terdapat 6 tanaman dan diulang sebanyak 2 kali dengan jarak tanam 100x100 cm. Penga-matan fenologi adalah pola pertumbuhan tinggi tanaman, jumlah ruas daun, jumlah daun gugur, dan panjang tandan, karakter morfologi dan agronomi. Data yang didapatkan dianalisis secara deskriptif dengan nilai rerata, varian, standar deviasi, dan koefisien variasi.Hasil koefisien variasi menunjukkan 20 galur jarak kepyar memiliki nilai KV dibawah 30% artinya termasuk kedalam kategori rendah dan sedang. kategori koefisien variasi sedang adalah panjang batang utama, berat buah, dan berat total biji. Hasil pengamatan karakter morfologi menunjukkan dari 32 karakter, terdapat 3 karakter yang menun-jukkan keseragaman dan 29 karakter yang lainnya menunjukkan keragaman. Pola pertumbuhan tanaman menunjukkan bahwa 20 galur jarak kepyar menunjukkan pola pertumbuhan yang bervariasi.
Penampilan Galur-Galur Harapan Jarak Kepyar (Ricinus communisl.) Hasil Perlakuan Kolkisin Generasi CT4 Rarasatidan, Maharani Gadis; Waluyo, Budi
Jurnal Produksi Tanaman Vol 7, No 5 (2019)
Publisher : Jurusan Budidaya Pertanian Fakultas Pertanian Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21776/1124

Abstract

Potensi tanaman jarak kepyar sebagai komoditas industri memiliki nilai yang tinggi, namun ketersediaan akan varietas unggul sangat terbatas. Oleh karena itu perlu dikembangkan varietas jarak kepyar yang memiliki produktivitas hasil yang tinggi baik dalam bentuk buah ataupun biji. Perakitan varietas unggul yang memiliki produktivitas tinggi merupakan upaya untuk mening-katkan hasil panen biji jarak kepyar. Penelitian dilakukan di Kepuharjo, Karang-ploso, Malang pada bulan April-September 2017 dengan bahan tanam25 galur jarak kepyar. Penelitian dilakukan menggunakan rancangan acak kelompok, aksesi yang diuji sebanyak 25 tanaman diulang dua kali dengan jarak tanam 90 x 50 cm. Parameter yang diamati berupa karakter agronomi (batang, daun, bunga, buah, dan biji). Data dianalisis menggunakan analysis of variance pada taraf 0,05 dengan uji lanjut Scott Knott. Hasil penelitian menunjukkan bahwa galur harapan C856(CT4)-5[(M)], C864(CT4)-6[(T0 E)] dan C864(CT4)-9[(2)] mempunyai potensi hasil tinggi.
Keragaman Berkas Pembuluh Xilem-Floem dalam Hubungannya dengan Komponen Hasil dan Hasil pada Galur-Galur Jarak Kepyar (Ricinus communis L.) Colchicine Treatment 5 Aikmelisa, Rizka; Waluyo, Budi
Jurnal Produksi Tanaman Vol 7, No 5 (2019)
Publisher : Jurusan Budidaya Pertanian Fakultas Pertanian Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21776/1131

Abstract

Jarak kepyar salah satu tanaman yang mengandung minyak yang berpotensi sebagai biofuel, kosmetik dan biofarmaka. Tanaman ini belum diteliti secara luas, oleh karena itu perlu pengembangan varietas unggul untuk peningkatan hasil jarak kepyar. penelitian dilakukan di lahan pertanian Desa Kepuharjo Karangploso, Kabupaten Malang, Jawa Timur dan Laboratorium Pemuliaan Tanaman pada bulan Januari–Mei 2018 dengan menanam 20 galur-galur jarak kepyar colchicine treatment 5 dengan 2 ulangan dengan jarak tanam 100cmx100cm. Terdapat 24 variabel pengamatan dengan dua ulangan. Hasil analisis varian menunjukkan jumlah xilem-floem mempunyai keragaman yang nyata. Nilai koefisien variasi genetik (KVG) dan nilai koefisien variasi fenotip (KVF) pada jumlah xilem-floem yaitu berkreteria sedang. Jumlah xilem-floem berkorelasi nyata dengan diameter batang atas, panjang tangkai, diameter ruas, diameter tangkai daun, panjang bunga, panjang biji.
Parameter Genetik dan Penampilan Karakter Agronomi Galur-Galur Jarak Kepyar (Ricinus communis L.) Perlakuan Kolkisin Generasi 5 Bimantara, Yusuf Mufti; Waluyo, Budi
Jurnal Produksi Tanaman Vol 7, No 5 (2019)
Publisher : Jurusan Budidaya Pertanian Fakultas Pertanian Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21776/1137

Abstract

Jarak kepyar (Ricinus communis L.)  dapat dibudidayakan di daerah kering dan marginal untuk tanaman lain. Produksi jarak kepyar di Indonesia semakin menurun mulai dari tahun 2011 sampai 2014. Hal ini menunjukkan dibutuhkan peningkatan produksi yang tinggi untuk memenuhi kebutuhan. Tujuan dari penelitian ini untuk mempelajari keragaman genetik dan fenotip karakter tanaman jarak kepyar generasi ke-5 (CT5), dan mempelajari heritabilitas karakter tanaman jarak kepyar generasi ke-5 (CT5). Penelitian telah dilaksanakan di Ngijo, Karangploso, Kabupaten Malang, Jawa Timur. Penelitian telah dilaksanakan pada bulan Januari sampai dengan Mei 2018.Bahan yang digunakan dalam penelitian ini adalah 20 galur CT5, pupuk SP36, Urea, dan KCL. Bahan tanam yang digunakan adalah 20 galur jarak kepyar perlakuan kolkisin generasi ke-5 (CT5) masing-masing galur terdapat 6 tanaman dengan 2 kali ulangan dengan jarak tanam 100x100 cm. Pengamatan yang dilakukan untuk pendugaan nilai heritabilitas adalah karakter-karakter kuantitatif. Hasil analisis varians menunjukkan hasil yang sangat nyata dan nyata. Hasil analisis yang tidak nyata didapatkan pada karakter diameter batang atas dan berat tandan. Nilai koefisien variasi genetik (KVG) dan koefisien variasi fenotip (KVF) dari hasil analisis didapatkan hasil yang berkriteria sedang hingga tinggi pada 20 karakter pengamatan, dan terdapat karakter diameter batang atas, berat tandan, dan tebal biji yang berkriteria rendah. Hasil pendugaan heritabilitas didapatkan 21 karakter yang memiliki heritabilitas tinggi dan karakter diameter batang atas dan berat tandan yang memiliki heritabilitas rendah.
Evaluasi Karakter 35 Genotipe Kacang Ercis (Pisum sativum L.) untuk Simulasi Pengujian Buss (Baru, Unik, Seragam, dan Stabil) Ardhani, Dhiya Nabilla; Waluyo, Budi; Saptadi, Darmawan
Jurnal Produksi Tanaman Vol 7, No 6 (2019)
Publisher : Jurusan Budidaya Pertanian Fakultas Pertanian Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21776/1161

Abstract

Ercis adalah sayuran yang bergizi tinggi. Impor ercis di Indonesia beberapa tahun terakhir meningkat, hal tersebut terjadi karena kebutuhan ercis yang tinggi namun tidak diimbangi dengan produksinya yang rendah. Rendahnya produksi ercis disebabkan karena budidaya ercis di Indonesia masih menggunakan benih hasil panen sebelumnya atau menggunakan benih unggul dari luar negeri. Permasalahan ini dapat diatasi dengan pengembangan varietas unggul. Varietas lokal dapat menjadi sumber genetik bagi perakitan varietas unggul di Indonesia. Sumber genetik dari varietas lokal tersebut telah diseleksi sesuai tujuan pemuliaan dan menghasilkan banyak galur, namun galur-galur tersebut belum memperoleh Perlindungan Varietas Tanaman (PVT). PVT penting bagi pemulia karena dapat memberikan berbagai manfaat. Varietas hasil pemuliaan akan memperoleh hak PVT apabila lolos uji BUSS (baru, unik, seragam, dan stabil). Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengevaluasi karakter baru, unik, seragam, dan stabil dari 35 genotipe kacang ercis sebagai simulasi pengujian BUSS.Penelitian ini dilaksanakan bulan Maret hingga Mei 2018 di Desa Pendem, Kecamatan Junrejo, Kota Batu. Penelitian disusun menggunakan Rancangan Acak Kelompok dengan 37 perlakuan dan 3 kali ulangan. Varietas pembanding yang digunakan adalah Taichung Coklat dan Taichung Hijau. Variabel pengamatan terdiri dari karakter 35 kuantitatif serta 19 karakter kualitatif dan pseudokualitatif. Hasil pengamatan karakter kualitatif disajikan dalam bentuk data deskriptif. Keunikan karakter diuji menggunakan uji t dua sampel berbeda. Keseragaman dan kestabilan karakter diuji menggunakan perhitungan koefisien keragaman. Simulasi BUSS yang dilakukan mendapatkan hasil bahwa 35 genotipe termasuk baru dan unik, namun hanya dua genotipe yang lolos uji keseragaman dan kestabilan.
Interaksi Genotip X Lingkungan Tanaman Padi pada Cekaman Genangan Larasmita, Karina Ayu; Agustiani, Nur Wulan; Damanhuri, Damanhuri; Waluyo, Budi
Jurnal Produksi Tanaman Vol 7, No 7 (2019)
Publisher : Jurusan Budidaya Pertanian Fakultas Pertanian Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21776/1169

Abstract

Usaha pemanfaatan lahan tergenang sepanjang tahun dapat dilakukan melalui perakitan varietas unggul baru tahan cekaman genangan. Penelitian bertujuan untuk mengetahui sifat morfologi padi yang toleran genangan dan berdaya hasil tinggi. Penelitian dilaksanakan pada bulan Desember 2017 hingga April 2018 ber-tempat di Kebun Percobaan Balai Besar Penelitian Tanaman Padi, Subang. Penelitian terbagi menjadi 2 petak lahan yang berbeda, yaitu petak percobaan optimum dan petak percobaan genangan. Bahan tanam yang digunakan yaitu 10 genotip padi, dengan 2 varietas pembanding toleran dan peka. Data dianalisis menggunakan analisis ragam gabungan taraf 5% dan dilanjutkan dengan uji BNJ taraf 5% dan Indeks toleransi (STI) .Hasil penelitian menunjukkan bahwa terjadi interaksi nyata antara genotip dengan lingkungan pada karakter umur berbunga, umur masak fisiologis, jumlah malai per rumpun, persentase gabah isi, bobot 1000 butir dan hasil panen.
Korelasi antara Komponen Hasil terhadap Hasil Beberapa Genotip Kacang Ercis (Pisum sativum L.) di Dataran Rendah Hikmah, Siti Nurul; Waluyo, Budi; Saptadi, Darmawan
Jurnal Produksi Tanaman Vol 7, No 10 (2019)
Publisher : Jurusan Budidaya Pertanian Fakultas Pertanian Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21776/1260

Abstract

Kacang ercis merupakan tanaman yang banyak dimanfaatkan polongnya karena memiliki nilai gizi tinggi. Produksi kacang ercis di Indonesia masih tergolong rendah dikarenakan proses budidaya kacang ercis hanya difokuskan pada dataran tinggi saja. Salah satu upaya untuk meningkatkan produksi kacang ercis adalah pemilihan genotipe yang adaptif di tanam di dataran rendah. Analisis korelasi dapat digunakan untuk mengetahui keeratan hubungan antara komponen hasil dengan hasil sehingga sangat berguna dalam bidang pemuliaan tanaman yaitu melaui kegiatan seleksi. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mempelajari hubungan antara komponen hasil terhadap hasil tanaman kacang ercis di dataran rendah. Penelitian ini menggunakan rancangan Augmented Design dengan perlakukan 82 aksesi sebagai tanaman uji dan 3 sebagai tanaman cek (2 aksesi dan 1 varietas). Penelitian dilaksanakan di Lahan Seed Bank and Nursery Universitas Brawijaya di Desa Jatikerto, Kecamatan Romengan, Kabupaten Malang pada bulan Desember 2018 - April 2019. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat korelasi positif antara 18 karakter komponen hasil terdapat hasil berat polong pertanaman dan berat biji pertanaman. Dari 18 karakter yang berkorelasi positif, yang memiliki nilai koefisien korelasi tinggi adalah tinggi tanaman, jumlah ruas, jumlah cabang, jumlah daun, umur panen, berat polong pertanaman, jumlah polong pertanaman, berat biji pertanaman, jumlah biji pertanaman, berat 100 biji, berat biji perpolong dan jumlah biji perpolong. Karakter yang memiliki nilai koefisien korelasi tertinggi artinya memiliki korelasi yang kuat antara karakter komponen hasil dengan hasil, Sehingga dalam melakukan seleksi genotip ercis yang toleran di tanam didataran rendah harus berdasarkan dengan karakter-karakter tersebut.
Hubungan Filotaksis dan Kerapatan Stomata terhadap Hasil 20 Aksesi Tanaman Okra (Abelmoschus esculentus L. Moench) Utami, Putri Sri; Waluyo, Budi; Wardiyati, Tatik
Jurnal Produksi Tanaman Vol 7, No 10 (2019)
Publisher : Jurusan Budidaya Pertanian Fakultas Pertanian Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21776/1262

Abstract

Buah okra merupakan hasil dari fotosintesis. Fotosintesis membutuhkan cahaya matahari untuk berfotosintesis. Banyak faktor yang mempengaruhi banyak sedikitnya cahaya yang diterima. Salah satunya adalah posisi daun pada tanaman yang disebut dengan filotaksis daun. Meningkatnya fotosintesis diimbangi dengan meningkatnya asupan dari CO2 sebagai bahan utama fotosintesis. Semakin ideal filotaksis tanaman memungkinkan dapat mempengaruhi kerapatan stomata terutama pada daun tanaman okra. Penelitian dilaksanakan di Agro Technopark  Universitas Brawijaya, Malang, dengan ketinggian ±330 mdpl, suhu rata-rata 24-36°C dan curah hujan 315 mm per bulan selama penelitian. Penelitian  dilaksanakan pada bulan 18 Desember 2018 sampai bulan 15 Maret 2019. Penelitan ini merupakan penelitian non percobaan. Tujuh belas aksesi tanaman diuji, sedangkan tiga aksesi cek/kontrol. Seleksi dilakukan untuk mencari aksesi terbaik menggunakan seleksi massa dari total berat buah lebih besar dari hasil rata-rata+standar deviasi. Dua puluh aksesi okra yang diseleksi berbunga pada kisaran umur ± 60 hari setelah tanam. Berdasarkan 20 aksesi yang diseleksi didapatkan empat aksesi terbaik, berdasarkan parameter total berat buah yang tinggi yaitu, aksesi Aesc[BW]-02-01-02-5-4, Aesc[BW]-02-05, Aesc[BW]-5-5-2, Aesc[BW]-02-03.  Filotaksis pada 20 aksesi okra yang ditemukan ada tiga filotaksis yaitu 1/3, 2/5, dan 3/8. Aksesi okra yang terbaik tidak bisa ditentukan oleh  filotaksis daunnya, karena filotaksis pada aksesi yang terbaik berbeda-beda, sehingga filotaksis tidak bisa menentukan aksesi terbaik. Dan kerapatan stomata tidak berkorelasi dengan semua parameter vegetatif maupun generatif, berarti tidak berdampak pada hasil tanaman okra. Indikator yang paling utama untuk menentukan aksesi terbaik dari segi agronomis okra yaitu berat buah dan panjang buah.
Perbandingan Sebaran dan Pemusatan Data Karakter Jarak Kepyar (Ricinus communis L.) Generasi CT2 dan CT1(CT1) Praptoko, Regina Sotya Rahagi; Waluyo, Budi; Kuswanto, Kuswanto
Jurnal Produksi Tanaman Vol 7, No 11 (2019)
Publisher : Jurusan Budidaya Pertanian Fakultas Pertanian Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21776/1280

Abstract

Induksi poliploidi dalam metode pemuliaan tanaman merupakan salah satu metode yang banyak dilakukan dalam bidang pertanian. Metode ini digunakan untuk memperoleh genotip baru suatu tanaman melalui penggandaan kromosom yang mampu menghasilkan hasil lebih unggul baik secara fisiologis maupun morfologis. Penggunaan metode ini tidak lagi hanya digunakan pada tanaman pangan namun juga tanaman berpotensi bahan baku industri, salah satunya adalah Jarak kepyar. Jarak kepyar (Ricinus communis L.) adalah tanaman penghasil minyak yang memiliki nilai tinggi dalam bidang industri, farmasi, dan sektor pertanian. Tanaman ini telah cukup lama digunakan secara komersial sebagai sumber energi terbarukan dan telah banyak dibudidayakan. Hal inilah yang melatarbelakangi penelitian ini dilakukan. Tujuan dari penelitian ini diantaranya untuk mempelajari sebaran dan pemusatan data karakter, mengetahui keragaman tiap karakter, dan membandingkan nilai keragaman karakter antar dan dalam populasi jarak kepyar generasi CT2 dan CT1(CT1). Penelitian ini dilakukan pada bulan Desember 2018 – Mei 2019 bertempat di lahan percobaan Jatimulyo, Fakultas Pertanian Universitas Brawijaya, Malang. Metode penelitian ini berupa rancangan non experimental menggunakan penanaman baris tunggal dan analisa dengan uji-t. Bahan percobaan yang diujikan adalah 16 galur jarak kepyar yang terdiri dari dua populasi generasi yaitu CT2 yang diperoleh dari generasi CT1 dengan perlakuan kolkisin 500 ppm dan CT1(CT1) yang diperoleh dari generasi CT0(CT1) dengan perlakuan kolkisin kembali sebanyak 2000 ppm. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa generasi CT2 dan CT1(CT1) memiliki nilai keragaman yang berbeda pada setiap variabel. Berdasarkan uji-t diketahui pula bahwa galur C864 merupakan galur yang menunjukkan peningkatan genetik ditunjukkan dengan nilai uji-t signifikan pada hampir seluruh variabel.
Variabilitas Genetik dan Heritabilitas Karakter Agronomi Galur-Galur Sawi (Brassica juncea L.) Muhammad, Raihan Fadhil; Waluyo, Budi
AGROSAINSTEK: Jurnal Ilmu dan Teknologi Pertanian Vol 3 No 2 (2019): AGROSAINSTEK: Jurnal Ilmu dan Teknologi Pertanian
Publisher : Universitas Bangka Belitung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (672.348 KB) | DOI: 10.33019/agrosainstek.v3i2.72

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mempelajari variabilitas genetik, heritabilitas, dan menyeleksi penampilan genotipe karakter agronomi unggul pada 57 galur sawi untuk digunakan dalam bahan baku konsumsi dan industri. Penelitian ini dilaksanakan di Seed Bank and Nursery, Agrotechno Park Universitas Brawijaya, Desa Jatikerto, Kecamatan Kromengan, Kabupaten Malang pada bulan Desember 2018 – April 2019. Metode yang digunakan untuk penelitian ini adalah rancangan acak kelompok diperluas (augmented design). Perlakuan yang diberikan adalah 60 genotipe sawi yang terdiri dari 57 genotipe yang diuji dan 3 varietas sebagai cek. Genotipe yang diuji akan disebar kedalam 5 blok, sedangkan tiga varietas cek akan ditanam pada setiap blok, sehingga terdapat 72 satuan percobaan. Variabel pengamatan karakter agronomi terdiri dari 15 karakter kualitatif dan 24 karakter kuantitatif. Variabilitas yang luas terdapat pada karakter biji per polong, jumlah polong per tanaman, dan berat segar. Heritabilitas tinggi terdapat pada karakter panjang kotiledon, jumlah daun konsumsi, berat segar, umur panen benih, jumlah polong per tanaman, panjang polong, lebar polong, dan jumlah biji per polong. Terdapat galur-galur sawi yang mempunyai karakter unggul untuk bahan baku konsumsi dan industri.
Co-Authors Adiredjo, Afifuddin Latif Afina Reformasintansari Afina Reformasintansari Agung Karuniawan Agung Kurniawan Agung Sri Darmayanti Agung Sri Darmayanti Agustiani, Nur Wulan Aikmelisa, Rizka Alfarina Kardiana Sari Alfia Nurfajrin Rohmatillah Amali, Mukhlash Andy Soegianto Anggun Trisnanto Hari Susilo Anita Firdaus Anna Satyana Karyawati Ardhani, Dhiya Nabilla Ariesoesilaningsih, Endang Ariffin Ariffin Bakti, NH. Dias Prayudha Bamratama, Muhammad Rafi Bela Purnama Sari Bimantara, Yusuf Mufti Daffa Dzakwan Pambudi Damanhuri Damanhuri Damanhuri Damanhuri Danniary Ismail Faronny Danniary Ismail Faronny Darmawan Saptadi Darmawan Saptadi Darmawan Saptadi Darmawan Saptadi Della Amelinda Chaniago Descha Giatri Cahyaningrum Dewi Nawank Sary Effendy Effendy Eggy Akhmad Armandoni Endang Arisoesilaningsih Eries Dyah Mustikarini Eryck Azwary Abraham Surbakti Eva Saulina Sihotang Fadhillah Laila, Fadhillah Faidah, Ahmadah Fakhri Hafidh Fildza Abidah Firdausi Firdausi Gigih Ibnu Prayoga Gita Novita Sari Hadi, Mohamad Iqbal Sohibul Hanna Sinthia Wati Siahaan Hariyati Khasanah Hatta Maulana Hera Livia Damara Hidayati Nafi’ah, Hanny Hikmah, Siti Nurul Iklillah Maulidiyah Warda Intan Widia Santika Izmi Yulianah Jati Batoro Khoiriyah, Lulu Lazimatul Kurniawan, Agus Prayitno Kurniawan, Ainur Rofiq Edy Kurniawan, Puput Kuswanto . Kuswanto . Kuswanto Kuswanto Kuswanto, Kuswanto Lailatul Badriyah Larasmita, Karina Ayu Lestari, Linda Dwi Lily Dasinta Norasary Putri Lulu Lazimatul Khoiriyah Mahmuddin Ridlo Maulana, Hatta Mayang Ayudya Handini Merlya Balbeid Mohammad Jusuf Muhammad, Raihan Fadhil Mulyani, Prinsip Trisna Nihayati, Ellis Niken Kendarini Noer Rahmi Ardiarini, Noer Rahmi Nur Azima Nur Indah Agustina Nurhalisah Nurul Aini Pamulatsih, Dila Permatasari, Lalita Phubby Wilisaberta Praptoko, Regina Sotya Rahagi Prinsip Trisna Mulyani Puguh Irkhamhulhuda PUJI LESTARI Putra, Anggara Ista Putri, Galuh Rahma Prandiny Rachma, Izza Azkiya Raihan Fadhil Muhammad Ramadhanti, Salsabila Rarasatidan, Maharani Gadis Ratna Santi Ratna Santi, Ratna Ratna Zulfarosda Rawina Saragih Raymon BT Debataraja Respatijarti Respatijarti Respatijarti Respatijarti Retno Mastuti Ricoh Darisman Sihombing Rohmatillah, Alfia Nurfajrin Rukmi, Kirana Saptadi, Darmawan Setiawan, Indra Karra Shandila, Puji Sumeru Ashari Sumeru Ashari Sumeru Ashari Susinggih Wijana Tati Nurmala Tatik Wardiyati Thoriq Ahmad Syauqy Utami, Putri Sri Wahyu Alfian Widyatama, Putri Devita Winismasari, Imtikhanna Dyanuar Wiwin Sumiya Dwi Yamika Yulianti, Novi Dwi Zainyah Salmah Arruum Zanetta, Chindy Ulima