Claim Missing Document
Check
Articles

Uji Daya Hasil 6 Genotip Tanaman Cabai Besar (Capsicum annuum L.) di Dataran Tinggi Setiawan, Indra Karra; Waluyo, Budi; Saptadi, Darmawan
Jurnal Produksi Tanaman Vol 7, No 12 (2019)
Publisher : Jurusan Budidaya Pertanian Fakultas Pertanian Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21776/1307

Abstract

Cabai besar (Capsicum annuum L.) adalah salah satu sayuran yang memiliki nilai ekonomi tinggi, karena menjadi salah satu bahan masakan yang sering digunakan dan memiliki sasaran konsumen yang besar.  Namun produktivitas cabai besar di Indonesia belum dapat mencapai potensi produksi yang seharusnya. Beberapa hal yang menyebabkan prodktivitas cabai besar rendah adalah adanya serangan OPT, penggunaan varietas unggul yang rendah, dan daya adaptasi suatu varietas yang kurang luas. Salah satu cara mengatasi permasalah tersebut adalah dengan mengembangkan jenis varietas hibrida baru. Berdasarkan uraian diatas, telah dirakit beberapa genotip hibrida hasil persilangan 4 genotip koleksi UB. Genotip hibrida yang telah dirakit perlu diketahui daya hasilnya, sebelum dlepas sebagai varietas unggul baru. Penelitian ini dilaksanakan pada bulan November 2018 sampai dengan April 2019, penelitian dilaksanakan di Kebun Percobaan Stasiun Pengujian BUSS Lembang. Penelitian menggunakan Rancangan Acak Kelompok (RAK). Data yang diperoleh dianalisis dengan analisis ragam (Uji F) 5% dan dilanjutkan dengan uji DMRT (Duncan Multiple Range Test) 5% jika terdapat pengaruh nyata. Hasil penelitian menunjukkan  bawah seluruh genotip F1 memiliki daya hasil yang lebih tinggi dari Pilar F1 dan Tanjung – 2 dengan beberapa karakter kualitatif yang menjadi ciri khas bagi masing-masing genotip dan dapat beradaptasi dengan baik pada dataran tinggi.
Hubungan antara Komponen Hasil dan Hasil pada Tanaman Jarak Kepyar (Ricinus communis L.) Generasi CT2 dan CT1(CT1) Rachma, Izza Azkiya; Waluyo, Budi; Soegianto, Andy
Jurnal Produksi Tanaman Vol 8, No 5 (2020)
Publisher : Jurusan Budidaya Pertanian Fakultas Pertanian Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21776/1408

Abstract

Jarak kepyar (Ricinus communis L.) merupakan tanaman yang berperan penting dalam industri minyak. Di Indonesia tanaman jarak kepyar memiliki tingkat produktivitas yang masih rendah dan cenderung mengalami penurunan. Sehingga diperlukan usaha peningkatan produksi, salah satunya dengan perakitan varietas unggul dalam kegiatan pemuliaan tanaman melalui seleksi. Untuk mengatasi permasalahan dalam menentukan pilihan karakter yang dianggap unggul maka perlu diketahui hubungan antara komponen hasil dan hasil pada tanaman jarak kepyar. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui karakter komponen hasil yang berkorelasi terhadap hasil pada setiap aksesi tanaman jarak kepyar dan perbedaannya dalam dua populasi, yaitu populasi CT2 dan CT1(CT1). Kegiatan penelitian ini dilaksanakan pada bulan Desember 2018 – April 2019 di Kebun Percobaan Jatimulyo, Fakultas Pertanian, Universitas Brawijaya, Kota Malang Jawa Timur dengan ketinggian ±460 mdpl. Percobaan dilakukan menggunakan metode pengamatan single plant dengan menanam 16 aksesi jarak kepyar generasi ke-3. Jumlah tanaman pada masing-masing aksesi sebanyak 20 tanaman. Hasil penelitian menunjukkan karakter jumlah buah dan jumlah biji berkorelasi positif signifikan terhadap hasil pada setiap aksesi tanaman jarak kepyar dengan koefisien korelasi yang berbeda-beda pada setiap aksesi dalam dua populasi tanaman jarak kepyar. Sehingga karakter jumlah buah dan biji dapat digunakan sebagai kriteria seleksi tanaman jarak kepyar pada setiap aksesi.
PENAMPILAN HASIL ENAM GALUR HARAPAN KACANG BOGOR (Vigna subteranea (L.) Verdc.) Bakti, NH. Dias Prayudha; Waluyo, Budi; Kuswanto, Kuswanto; Saptadi, Darmawan
Jurnal Produksi Tanaman Vol 6, No 6 (2018)
Publisher : Jurusan Budidaya Pertanian Fakultas Pertanian Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (449.214 KB) | DOI: 10.21776/747

Abstract

Kacang Bogor (Vigna subterranea (L.) Verdc.) di Indonesia merupakan salah satu tanaman minor. Produktivitas kacang Bogor masih rendah, masa tanam lama, dan kurangnya pengembangan varietas unggul membuat tanaman ini kurang diminati oleh petani. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui potensi daya hasil enam galur kacang Bogor. Penelitian dilaksanakan pada bulan Febuari sampai dengan Mei 2016. Bertempat di Kebun Percobaan Fakultas Pertanian Universitas Brawijaya yang berlokasi di Desa Jatikerto, Kecamatan Kromengan, Kabupaten Malang. Penelitian ini menggunakan Rancangan Acak Kelompok (RAK) dengan satu faktor perlakuan berupa galur dan 4 kali ulangan dilanjutkan dengan uji lanjut BNJ. Perlakuan yang digunakan sebanyak 6 galur terdiri dari GSG 2.5, GSG 2.1.1, GSG 1,5, CCC 1.4.1, PWBG 5.3.1, dan BBL 6.1.1. Hasil penelitian menunjukkan bahwa enam galur kacang Bogor yang dievaluasi  memiliki potensi hasil tinggi pada bobot polong segar  yaitu berkisar antara 20 t ha-1 sampai dengan 22,5 t ha-1, dan 11,7 t ha-1 sampai dengan 13,5 t ha-1 pada bobot biji segar.
KERAGAMAN GENETIK DAN DAYA HASIL DELAPAN GALUR JAGUNG (Zea mays L.) GENERASI S4 Kurniawan, Puput; Waluyo, Budi; Ardiarini, Noer Rahmi
Jurnal Produksi Tanaman Vol 6, No 6 (2018)
Publisher : Jurusan Budidaya Pertanian Fakultas Pertanian Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (407.053 KB) | DOI: 10.21776/749

Abstract

Pemenuhan kebutuhan nasional masyarakat Indonesia terus meningkat. Maka untuk meningkatkan produksi jagung salah satu usahanya dengan penggunaan varietas hibrida. Usaha yang dilakukan adalah dengan metode silang dalam untuk pembentukan galur inbrida yang homozigot. Oleh Karena itu, sangat penting dilakukan Untuk mengetahui informasi keragaman genetik, nilai heritabilitas dan daya hasil yang diperlukan sebagai informasi awal identitas galur inbrida.Penelitian ini dilaksanakan pada bulan April 2016 hingga Juli 2016 di Desa Tugurejo Kecamatan Ngasem Kabupaten Kediri Provinsi Jawa Timur. Percobaan menggunakan Rancangan Acak Kelompok (RAK) dengan 3 kali ulangan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat keragaman yang sempit pada semua karakter. Nilai koefisien keragaman genetik yang didapatkan antara 1,12% hingga 33,24%. Nilai heritabilitas yang didapatkan antara 0,02 sampai 0,81 dan didapatkan heritabilitas yang tinggi terhadap semua karakter kecuali pada karakter jumlah biji, hasil tongkol (kg plot-1), dan hasil tongkol (ton ha-1) mempunyai kriteria sedang, dan karakter diameter batangmempunyai kriteria rendah. Galur yang memiliki daya hasil yang tinggi adalah galur P80, P75, P66 dan B1.
KERAGAMAN GENETIK 11 GENOTIP TERUNG (Solanum melongena L.) LOKAL Winismasari, Imtikhanna Dyanuar; Waluyo, Budi
Jurnal Produksi Tanaman Vol 6, No 7 (2018)
Publisher : Jurusan Budidaya Pertanian Fakultas Pertanian Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21776/792

Abstract

Terung (Solanum melongena L.) adalah tanaman hortikultura dari famili Solanaceae yang banyak dibudidayakan di Indonesia. Saat ini, budidaya terung lebih banyak mengunakan varietas hibrida daripada varietas lokal. Penggunaan varietas hibrida lebih menguntungkan, tetapi dapat menurunkan keragaman genetik dan hilangnya varietas lokal.Keragaman genetik memiliki arti penting dalam program pemuliaan tanaman karena mempengaruhi keberhasilan dalam program pemuliaan tanaman yang dilakukan. Tujuan dari penelitian ini adalahuntuk mempelajari keragaman genetik pada 11 genotip terung lokal. Penelitian dilakukan selama lima bulan, yakni pada bulan Januari-Mei 2016 di Di Desa Jatisari, Kecamatan Ngajum, Malang. Rancangan yang digunakan berupa Rancangan Acak Kelompok (RAK) dengan 11 perlakuan dan 3 ulangan. Karakter kuantitatif menunjukkan hasil berbeda sangat nyata dalam semua karakter yang diamati. Nilai ragam genotip lebih rendah daripada ragam fenotip dalam semua karakter yang diamati. Keragaman genetik luas dijumpai pada semua karakter. Nilai heritabilitas dalam arti luas pada seluruh karakter yang diamati tergolong dalam kategori tinggi. Nilai kemajuan genetik dalam seluruh karakter menujukkan nilai yang tinggi, kecuali umur masak fisiologis menunjukkan nilai sedang.
Penampilan 3 Varietas Tomat (Lycopersicon esculentum MILL.) Hasil Penyambungan Dengan Tanaman Kentang (Solanum tuberosum L.) Hadi, Mohamad Iqbal Sohibul; Waluyo, Budi; Kuswanto, Kuswanto
Jurnal Produksi Tanaman Vol 6, No 9 (2018)
Publisher : Jurusan Budidaya Pertanian Fakultas Pertanian Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21776/899

Abstract

Pomato / Tomtato adalah perpaduan antara tanaman tomat dengan tanaman kentang. Tujuan diciptakan Pomato adalah untuk mendapatkan tanaman yang produktif dan membuat 2 produk tanaman dalam satu tanaman. Tanaman tomat dan kentang dapat disambungkan karena masih dalam satu famili yaitu Solanaceae. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mempelajari penampilan 3 varietas tomat sebagai batang atas yang disambungkan dengan tanaman kentang sebagai batang bawah dengan berbagai metode penyambuangan terbaik. Penelitian dilaksanakan pada bulan Mei sampai Oktober 2016, di Karangploso, Kabupaten Malang. Penelitian ini mengunakan Rancangan Acak Kelompok (RAK). Perlakuan terdiri dari kombinasi sambungan varietas tomat (Karina, Deva dan Artika) dengan 3 metode grafting (Side Graf, Clef Graf dan Approach Graf) diulang 3 kali. Apabila terdapat pengaruh nyata maka dapat dilanjutkan dengan uji BNT pada taraf 5 %. Variabel pengamatan terdiri dari bentuk tanaman, warna tanaman, persentase keberhasilan, tinggi tanaman, diameter batang, jumlah daun, panjang daun, lebar daun, diameter buah, berat perbuah, tebal daging buah, berat perumbi, diameter umbi dan umur panen. Hasil dari penelitian adalah perlakuan kombinasi varietas dengan metode grafting memberikan pengaruh nyata terhadap semua karakter. Metode grafting terbaik adalah metode Clef Graf. Kombinasi terbaik adalah kombinasi varietas Deva dengan penyambungan metode Clef Graf.
Stabilitas Hasil 30 Genotip Padi (Oryza sativa L.) di Tiga Lokasi Yulianti, Novi Dwi; Waluyo, Budi
Jurnal Produksi Tanaman Vol 6, No 9 (2018)
Publisher : Jurusan Budidaya Pertanian Fakultas Pertanian Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21776/905

Abstract

Uji multilokasi memegang peranan penting dalam pemuliaan tanaman dan penelitian lainnya di bidang agronomi. Tujuan dari penelitian ini ialah untuk mempelajari interaksi genotip x lingkungan dan mendapatkan genotip padi hibrida yang mempunyai hasil dan stabilitas lebih tinggi. Penelitian dilakukan di  lahan sewa milik PT. Bisi International, Tbk Farm Kambingan, Kediri. Bahan yang digunakan ialah 30 genotip padi yang terdiri dari 20 genotip padi hibrida yang diuji, 5 genotip pendamping, dan 5 genotip  pembanding. Menggunakan rancangan acak kelompok. Perlakuan berupa 30 genotip padi diulang 3 kali. Analisis varians dilakukan pada data yang di peroleh di setiap lokasi, uji homogenitas kuadrat tengah galat yang dilanjutkan dengan analisis varians gabungan. Perbedaan penampilan genotip diuji menggunakan least significant increases 5%. Keragaman disebabkan oleh lokasi, genotip, dan Interaksi genotip x lingkungan. Genotipe dengan nilai koefisien regresi lebih dari 1 maka akan beradaptasi dengan baik pada lingkungan optimal, dan bila koefisien regresi kurang dari 1 maka beradaptasi baik pada lingkungan marginal. Terdapat 8 genotip padi hibrida yang mempunyai hasil stabil dan beradaptasi luas, dan tiga genotip padi hibrida yang beradaptasi pada lingkungan produktif. Padi hibrida yang mempunyai penampilan stabil dan di atas rata-rata umum, yaitu HY 1617 RA 001 (7.1 t/ha), HY 1617 RA 003 (6.9 t/ha), HY1617RA010 (7.5 t/ha), HY 1617 RA 011 (7 t/ha), HY 1617 RA 012 (7.4 t/ha), HY 1617 RA 014 (7.7 t/ha), HY 1617 RA 015 (7.2 t/ha), dan HY 1617 RA 019 (7.5 t/ha). Padi hibrida yang beradaptasi pada lingkungan produktif ialah HY 1617 RA 016 (7.1 t/ha), HY 1617 RA 017 (7.1 t/ha), dan HY 1617 RA 020 (7.5 t/ha).Uji multilokasi memegang peranan penting dalam pemuliaan tanaman dan penelitian lainnya di bidang agronomi. Tujuan dari penelitian ini ialah untuk mempelajari interaksi genotip x lingkungan dan mendapatkan genotip padi hibrida yang mempunyai hasil dan stabilitas lebih tinggi. Penelitian dilakukan di lahan sewa milik PT. Bisi International, Tbk Farm Kambingan, Kediri. Bahan yang digunakan ialah 30 genotip padi yang terdiri dari 20 genotip padi hibrida yang diuji, 5 genotip pendamping, dan 5 genotip pembanding. Menggunakan rancangan acak kelompok. Perlakuan berupa 30 genotip padi diulang 3 kali. Analisis varians dilakukan pada data yang di peroleh di setiap lokasi, uji homogenitas kuadrat tengah galat yang dilanjutkan dengan analisis varians gabungan. Perbedaan penampilan genotip diuji menggunakan least significant increases 5%. Keragaman disebabkan oleh lokasi, genotip, dan Interaksi genotip x lingkungan. Genotipe dengan nilai koefisien regresi lebih dari 1 maka akan beradaptasi dengan baik pada lingkungan optimal, dan bila koefisien regresi kurang dari 1 maka beradaptasi baik pada lingkungan marginal. Terdapat 8 genotip padi hibrida yang mempunyai hasil stabil dan beradaptasi luas, dan tiga genotip padi hibrida yang beradaptasi pada lingkungan produktif. Padi hibrida yang mempunyai penampilan stabil dan di atas rata-rata umum, yaitu HY 1617 RA 001 (7.1 t/ha), HY 1617 RA 003 (6.9 t/ha), HY1617RA010 (7.5 t/ha), HY 1617 RA 011 (7 t/ha), HY 1617 RA 012 (7.4 t/ha), HY 1617 RA 014 (7.7 t/ha), HY 1617 RA 015 (7.2 t/ha), dan HY 1617 RA 019 (7.5 t/ha). Padi hibrida yang beradaptasi pada lingkungan produktif ialah HY 1617 RA 016 (7.1 t/ha), HY 1617 RA 017 (7.1 t/ha), dan HY 1617 RA 020 (7.5 t/ha).
Korelasi dan Sidik Lintas Komponen Hasil Terhadap Hasil Tanaman Jarak Kepyar Lokal (Ricinus communis L.) Kurniawan, Ainur Rofiq Edy; Waluyo, Budi; Soegianto, Andy
Jurnal Produksi Tanaman Vol 7, No 1 (2019)
Publisher : Jurusan Budidaya Pertanian Fakultas Pertanian Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21776/973

Abstract

Tanaman jarak kepyar (Ricinus communis L.) merupakan tanaman penghasil minyak untuk kebutuhan industri. Produksi jarak kepyar di Indonesia beberapa tahun terakhir cenderung mengalami penurunan. Sehingga salah upaya untuk meningkatkan produksi jarak kepyar ialah dengan menggunakan jarak kepyar lokal. Tanaman jarak kepyar lokal merupakan plasma nutfah yang sangat penting. Analisis korelasi dan sidik lintas sangat dibutuhkan untuk mengetahui hubungan keeratan dan kriteria seleksi sehingga nantinya dapat digunakan dalam program pemuliaan tanaman. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui nilai korelasi, pengaruh langsung maupun tidak langsung tanaman jarak kepyar lokal. Penelitian ini dilaksanakan pada bulan April - Oktober 2017 di Desa Ngijo, Karangploso, Kabupaten Malang, Jawa Timur dengan ketinggian ±490 mdpl. Percobaan menggunakan rancangan acak kelompok dengan dua ulangan. Aksesi yang digunakan yaitu sebanyak 22 aksesi, dalam satu ulangan ditanam lima benih per aksesi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat korelasi yang signifikan pada karakter bobot tandan per tanaman, jumlah biji per tanaman, dan jumlah buah per tanaman terhadap hasil pada jarak kepyar lokal, kemudian jumlah biji per tanaman merupakan karakter yang mempunyai pengaruh langsung positif besar sehingga dapat dijadikan kriteria seleksi pada tanaman jarak kepyar lokal.
Evaluasi Kemajuan Genetik Seleksi Langsung dan Tidak Langsung Melalui Komponen Hasil Beberapa Galur Cabai Besar (Capsicum annuum L.) Shandila, Puji; Waluyo, Budi; Adiredjo, Afifuddin Latif
Jurnal Produksi Tanaman Vol 7, No 1 (2019)
Publisher : Jurusan Budidaya Pertanian Fakultas Pertanian Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21776/984

Abstract

Cabai besar adalah tanaman hortikultura komersial yang penting di Indonesia karena aroma dan rasa yang pedas disukai oleh masyarakat. Salah satu satu permasalahan yang dihadapi ialah  penurunan produktivitas cabai besar. Solusinya adalah dengan meningkatkan produksi cabai besar yang dapat diawali dengan pemilihan genotip unggul. Pemilihan genotip unggul dapat dimulai dengan mengetahui parameter genetik seperti heritabilitas dan estimasi kemajuan genetik langsung. Selain seleksi langsung, perlu juga diketahui kemajuan gentik tidak langsung hasil melalui komponen hasil. Tujuan dari penelitian ini adalah Untuk menduga kemajuan genetik akibat seleksi langsung dan tidak langsung untuk hasil tinggi. Penelitian dilaksanakan pada bulan Januari-Juli 2018 di Agro Techno Park, Jatikerto, Malang. Bahan penelitian terdiri dari 39 genotip cabai menggunakan Rancangan Acak Kelompok. Berdasarkan hasil penelitian, nilai heritabilitas dan kemajuan genetik langsung yang tinggi diperoleh pada karakter jumlah buah per tanaman, bobot per buah, dan bobot buah per tanaman (hasil). Nilai kemajuan genetik tidak langsung melalui komponen hasil lebih rendah jika dibandingkan dengan nilai kemajuan genetik langsung terhadap hasil. Nilai efisiensi berkisar antara 0.01-0.89 yang artinya seleksi langsung terhadap bobot buah per tanaman akan lebih baik daripada seleksi tidak langsung bobot buah per tanaman melalui karakter lain.
Identifikasi Karakter Komponen Hasil untuk Penanda Hasil Tinggi Sebagai Dasar Seleksi Genotip Potensial Pada Tanaman Jarak Kepyar (Ricinus communis L.) Generasi Ke-4 (CT4) Aplikasi Kolkisin Widyatama, Putri Devita; Saptadi, Darmawan; Waluyo, Budi
Jurnal Produksi Tanaman Vol 7, No 1 (2019)
Publisher : Jurusan Budidaya Pertanian Fakultas Pertanian Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21776/986

Abstract

Jarak kepyar (Ricinus communis L.) merupakan tanaman dari famili Euphorbiaceae yang menyebar di berbagai daerah tropikal dan semi tropikal. Program pemuliaan tanaman tentunya mampu memperbaiki produktivitas tanaman jarak kepyar. Pemuliaan tanaman akan berhasil jika terdapat korelasi antara karakter komponen hasil dan hasil, heritabilitas dan kemajuan genetik. Penelitian ini bertujuan untuk mempelajari hubungan karakter komponen hasil dan hasil pada jarak kepyar generasi ke-4 (CT4) perlakukan  kolkisin serta menentukan karakter komponen hasil yang mempunyai nilai kemajuan genetik tinggi pada tanaman jarak kepyar generasi ke-4 (CT4) perlakuan kolkisin. Percobaan menggunakan rancangan acak kelompok (RAK) dengan 25 genotip jarak kepyar sebagai perlakuan. Penelitian dilaksanakan di Jalan Sasando, Kepuharjo, Karangploso, Kabupaten Malang, Jawa Timur, pada bulan April - September 2017. Karakter komponen hasil yang mempunyai keeratan hubungan dengan hasil yaitu karakter jumlah buah pertanaman, bobot buah per tanaman, dan jumlah biji tandan utama. Karakter yang  mempunyai nilai heritabilitas dan kemajuan genetik tinggi terdapat pada karakter  tinggi tanaman, panjang batang utama, panjang ruas, panjang bunga, bobot tandan utama, jumlah buah tandan utama, bobot buah pertanaman, berat tandan sekunder dan tersier, berat 100 biji tandan utama, bobot biji tandan sekunder dan tersier, bobot biji per tanaman. Nilai heritabilitas dan kemajuan genetik  pada semua karakter yang diuji termasuk kriteria tinggi, yang artinya semua karakter yang diuji lebih dipengaruhi oleh faktor genetik dari pada faktor lingkungan.
Co-Authors Adiredjo, Afifuddin Latif Afina Reformasintansari Afina Reformasintansari Agung Karuniawan Agung Kurniawan Agung Sri Darmayanti Agung Sri Darmayanti Agustiani, Nur Wulan Aikmelisa, Rizka Alfarina Kardiana Sari Alfia Nurfajrin Rohmatillah Amali, Mukhlash Andy Soegianto Anggun Trisnanto Hari Susilo Anita Firdaus Anna Satyana Karyawati Ardhani, Dhiya Nabilla Ariesoesilaningsih, Endang Ariffin Ariffin Bakti, NH. Dias Prayudha Bamratama, Muhammad Rafi Bela Purnama Sari Bimantara, Yusuf Mufti Daffa Dzakwan Pambudi Damanhuri Damanhuri Damanhuri Damanhuri Danniary Ismail Faronny Danniary Ismail Faronny Darmawan Saptadi Darmawan Saptadi Darmawan Saptadi Darmawan Saptadi Della Amelinda Chaniago Descha Giatri Cahyaningrum Dewi Nawank Sary Effendy Effendy Eggy Akhmad Armandoni Endang Arisoesilaningsih Eries Dyah Mustikarini Eryck Azwary Abraham Surbakti Eva Saulina Sihotang Fadhillah Laila, Fadhillah Faidah, Ahmadah Fakhri Hafidh Fildza Abidah Firdausi Firdausi Gigih Ibnu Prayoga Gita Novita Sari Hadi, Mohamad Iqbal Sohibul Hanna Sinthia Wati Siahaan Hariyati Khasanah Hatta Maulana Hera Livia Damara Hidayati Nafi’ah, Hanny Hikmah, Siti Nurul Iklillah Maulidiyah Warda Intan Widia Santika Izmi Yulianah Jati Batoro Khoiriyah, Lulu Lazimatul Kurniawan, Agus Prayitno Kurniawan, Ainur Rofiq Edy Kurniawan, Puput Kuswanto . Kuswanto . Kuswanto Kuswanto Kuswanto, Kuswanto Lailatul Badriyah Larasmita, Karina Ayu Lestari, Linda Dwi Lily Dasinta Norasary Putri Lulu Lazimatul Khoiriyah Mahmuddin Ridlo Maulana, Hatta Mayang Ayudya Handini Merlya Balbeid Mohammad Jusuf Muhammad, Raihan Fadhil Mulyani, Prinsip Trisna Nihayati, Ellis Niken Kendarini Noer Rahmi Ardiarini, Noer Rahmi Nur Azima Nur Indah Agustina Nurhalisah Nurul Aini Pamulatsih, Dila Permatasari, Lalita Phubby Wilisaberta Praptoko, Regina Sotya Rahagi Prinsip Trisna Mulyani Puguh Irkhamhulhuda PUJI LESTARI Putra, Anggara Ista Putri, Galuh Rahma Prandiny Rachma, Izza Azkiya Raihan Fadhil Muhammad Ramadhanti, Salsabila Rarasatidan, Maharani Gadis Ratna Santi Ratna Santi, Ratna Ratna Zulfarosda Rawina Saragih Raymon BT Debataraja Respatijarti Respatijarti Respatijarti Respatijarti Retno Mastuti Ricoh Darisman Sihombing Rohmatillah, Alfia Nurfajrin Rukmi, Kirana Saptadi, Darmawan Setiawan, Indra Karra Shandila, Puji Sumeru Ashari Sumeru Ashari Sumeru Ashari Susinggih Wijana Tati Nurmala Tatik Wardiyati Thoriq Ahmad Syauqy Utami, Putri Sri Wahyu Alfian Widyatama, Putri Devita Winismasari, Imtikhanna Dyanuar Wiwin Sumiya Dwi Yamika Yulianti, Novi Dwi Zainyah Salmah Arruum Zanetta, Chindy Ulima