Claim Missing Document
Check
Articles

Analisis Korelasi antara Karakter Komponen Hasil dengan Hasil pada Beberapa Genotipe Semangka (Citrullus lanatus) Mulyani, Prinsip Trisna; Waluyo, Budi
AGROSAINSTEK: Jurnal Ilmu dan Teknologi Pertanian Vol 4 No 1 (2020): AGROSAINSTEK: Jurnal Ilmu dan Teknologi Pertanian
Publisher : Universitas Bangka Belitung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (685.821 KB) | DOI: 10.33019/agrosainstek.v4i1.86

Abstract

Watermelon [Citrullus lanatus (Thunberg) Matsum & Nakai] is a plant that is widely cultivated and contains important nutritional compounds such as citrulline, arginine, and glutathione. In the last few years, the consumption of vegetables and fruits in Indonesia has tended to increase but cannot be fulfilled by domestic production. Yields are influenced by the character of yield components. This research aims to study the relationship between yield component traits and yield of watermelon. The study was arranged in augmented design and planting material are 75 watermelons genotypes and 3 checks varieties. The results showed that there are some characters of yield components that correlated with yields. The characters of yield components that have positive genetic correlation and positive phenotype correlation with fruit weight are stem length, number of branches, fruit stalk length, fruit length, fruit diameter, thickness of pericarp, number of seeds per plant, and weight of seeds per plant. The yield components characters that have a negative genetic correlation with fruit weight are day to flowering. The characters of yield components that have positive genetic and phenotype correlation with seed weight per plant are fruit weight, stem length, fruit length, fruit diameter, number of seeds per plant, seed length, and seed width. The Characters of yield components that have a negative genetic correlation with seed weight are day to flowering and the first female flower emerges. The characters of yield components that correlate with the yield are used as selection markers for indirect selection.
Keragaman Karakter Agronomi dan Morfologi Terung F1 (Solanum melongena L.) Double Cross Faidah, Ahmadah; Waluyo, Budi; Ashari, Sumeru
Jurnal Produksi Tanaman Vol 8, No 12 (2020)
Publisher : Jurusan Budidaya Pertanian Fakultas Pertanian Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21776/1502

Abstract

Terung (Solanum melongena L.) merupakan sayuran buah.Peningkatan produksi dapat dilakukan dengan upaya pengembangan varietas unggul. Pengembangan varietas unggul dilakukan dari tahapan seleksi. Penelitian ini bertujuan untuk mempelajari keragaman genetik dan morfologi pada karakter komponen hasil persilangan 36 genotipe terung.Percobaan menggunakan rancangan acak kelompok dengan 36 genotipeterung sebagai perlakuan diulang tiga kali. Penelitian dilaksanakan di Kelurahan Dadaprejo, Kecamatan Junrejo, Kota Batu pada bulan Juni - September 2019. Karakter pada tanaman terung ada yang mempunyai keragaman luas dan ada yang mempunyai keragaman sempit. Nilai heritabilitas pada sebagian karakter termasuk rendah hanya karakter diameter batang yang tinggi.
Analisis Keragaman dan Filogenetik Spesies Cabai (Capsicum sp) Berdasarkan Karakter Morfologi Ramadhanti, Salsabila; Waluyo, Budi
Jurnal Produksi Tanaman Vol 9, No 4 (2021)
Publisher : Jurusan Budidaya Pertanian Fakultas Pertanian Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21776/1547

Abstract

Terdapat beberapa jenis cabai yang banyak dibudidayakan di Indonesia antara lain cabai rawit, cabai besar, cabai keriting, hingga paprika. Capsicum annuum, Capsicum eximium dan Capsicum frutescens merupakan spesies yang banyak dikembangkan dan dibudidayakan di Indonesia. Karakter yang dimiliki setiap jenis cabai dapat menunjukkan hubungan kekerabatan dari cabai tersebut. Informasi mengenai jarak genetik antara genotipe cabai sangatlah penting dalam pemuliaan tanaman. Tujuan penelitian ini yaitu untuk mengetahui keragaman dan jarak genetik dari 5 spesies cabai. Penelitian dilaksanakan pada Januari-Juli 2020 di Seed and Nursery Industry Agro Techno Park Universitas Brawijaya. Alat yang digunakan antara lain timbangan, jangka sorong, penggaris, roll meter, selang irigasi, cangkul, kamera, alat tulis dan deskriptor. Bahan yang digunakan adalah 84 genotipe cabai dari 5 spesies, media semai, mini bag, pupuk, pestisida, kertas label, alpha board dan form pengamatan. Penelitian ini bersifat non-experimental. Keragaman dianalisis menggunakan Principal Component Analysis (PCA). Metode analisis pengelompokan menggunakan UPGMA (Unweighted Pair Group Method with Arithmetic) pendekatan Gower’s Similarity Index dengan software PAST3. Hasil PCA menunjukkan keragaman total sebesar 79,71% dengan 10 komponen utama dan 26 karakter yang berkontribusi pada keragaman genotipe cabai. Terdapat 3 kelompok utama hasil analisis hubungan kekerabatan yang menyebar pada jarak genetik 0,00-0,45. Kelompok pertama terdiri dari genotipe spesies Capsicum baccatum dengan jarak genetik 0,10. Kelompok kedua memiliki jarak genetik 0,33 yang terdiri dari Capsicum annuum. Kelompok ketiga memiliki jarak genetik 0,22 yang terdiri dari Capsicum frutescens, Capsicum eximium, dan Capsicum chinense.
Analisis Keragaman Morfologi dan Filogenetik Ciplukan (Physalis sp.) Rohmatillah, Alfia Nurfajrin; Waluyo, Budi
Jurnal Produksi Tanaman Vol 9, No 6 (2021)
Publisher : Jurusan Budidaya Pertanian Fakultas Pertanian Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21776/1557

Abstract

Ciplukan (Physalis sp.) tumbuh dan menyebar di wilayah Indonesia dengan nama lokal yang bervariasi dan dimanfaatkan sebagai bahan baku obat tradisional. Penelitian dilaksanakan pada bulan Januari hingga Juni 2020 di Seed and Nursery Industry Agro Techno Park Universitas Brawijaya, yang berlokasi di Desa Jatikerto, Kecamatan Kromengan, Kabupaten Malang, Jawa Timur. Bahan yang digunakan adalah 57 genotipe ciplukan koleksi Universitas Brawijaya yang terdiri dari spesies P. angulata, P. peruviana dan P. pubescens, media semai, plastik ukuran 25x20x10 cm, talang, pupuk kandang, pupuk anorganik, pestisida dan tali rafia. Penelitian dilakukan dengan metode survei terhadap karakter pada setiap genotipe. Penelitian dilakukan observasi pada 37 karakter kualitatif dan pengukuran pada 17 karakter kuantitatif. Pengamatan dilakukan berdasarkan deskriptor Manual Gráfico para la Descripción Varietal De Tomate de Cascara (Physalis ixocarpa Brot. ex Horm), keragaman dengan pendekatan koefisien korelasi Pearson, sedangkan analisis filogenetik menggunakan analisis klaster dan index similarity Gower. Keragaman total yang diperoleh adalah sebesar 82,165% berdasarkan 13 komponen utama dan 22 karakter yang berpengaruh terhadap keragaman, hasil analisis filogenetik menunjukkan bahwa Physalis sp. terbagi menjadi 3 kelompok yang menunjukkan spesies berbeda, yaitu P. peruviana, P. angulata dan P. pubescens. Jarak genetik seluruh genotip menyebar antara 0,42 hingga 0,05 atau indeks similaritas sebesar 58% hingga 95%.. Jarak genetik terdekat ditunjukkan oleh genotip PAN-77211-02 dan PAN-78111-03, yaitu 0,05 atau 95%. Sementara untuk genotip yang memiliki jarak genetik terjauh adalah pada genotip PPB-68154-04-U, yaitu 0,28 atau 72%.
Keragaman Karakteristik Fisik Biji 22 Genotipe Jarak Kepyar (Ricinus communis L.) sebagai Dasar Seleksi Amali, Mukhlash; Soegianto, Andy; Waluyo, Budi
Jurnal Produksi Tanaman Vol 10, No 1 (2022)
Publisher : Jurusan Budidaya Pertanian Fakultas Pertanian Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21776/1604

Abstract

Jarak kepyar (Ricinus communis L.) tergolong dalam famili Euphorbiaceae. Tanaman ini berpeluang secara ekonomis. Bijinya mengandung minyak hingga 40-60%. Minyak jarak kepyar dapat dimanfaatkan ke banyak kegunaan di dunia industri di antaranya sumber bahan bakar biodesel, bahan kosmetika, polimer plastik berupa resin dan cat. Produksi jarak kepyar di Indonesia masih fluktuatif. Salah satu cara dalam meningkatkan produktivitas tanaman jarak kepyar ialah dengan pemuliaan tanaman. Untuk memperoleh varietas yang memiliki sifat yang unggul diperlukan adanya keragaman genetik. Keragaman genetik merupakan hal mendasar agar seleksi bisa berjalan efektif. Adapun karakteristik fisik biji jarak kepyar sendiri dapat digunakan sebagai dasar dalam kegiatan seleksi. Tujuan dari penelitian ini ialah untuk mengetahui keragaman karakter kuantitatif dan kualitatif biji pada 22 genotipe jarak kepyar sebagai dasar dalam seleksi. Penelitian ini dilaksanakan di Kebun Percobaan Fakultas Pertanian Universitas Brawijaya di Jatimulyo, Lowokwaru, Kota Malang, Jawa Timur. Penelitian dilaksanakan pada bulan Februari sampai dengan Juli 2021. Bahan yang digunakan dalam penelitian ialah 22 genotipe jarak kepyar hasil seleksi tahan layu fusarium, pupuk NPK dan urea, deskriptor UPOV (Ricinus communis L.), polibag 40×40 cm, tanah, dan air. Percobaan menggunakan rancangan acak kelompok diulang 2 kali. Setiap plot terdiri dari 3 tanaman. Jarak antar plot 60x60 cm. Pengamatan dilakukan pada karakter kuantitatif dan kualitatif biji jarak kepyar. Hasil analisis menunjukkan hasil yang sangat nyata. Nilai koefisien variasi genetik (KVG) dan koefisien variasi fenotip (KVF) diperoleh hasil berkriteria rendah hingga tinggi pada karakter kuantitatif biji. Sedangkan pada karakter kualitatif biji diperoleh nilai koefisien kemiripan yang rendah atau keragaman genetik yang tinggi.
Korelasi Antara Komponen Hasil dan Hasil Pada Genotipe Jarak Kepyar (Ricinus communis L.) Tahan Penyakit Fusarium Bamratama, Muhammad Rafi; Waluyo, Budi
Jurnal Produksi Tanaman Vol 9, No 11 (2021)
Publisher : Jurusan Budidaya Pertanian Fakultas Pertanian Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21776/1624

Abstract

Jarak kepyar (Ricinus communis L.) merupakan salah satu tanaman yang menghasilkan minyak nabati. Produksi jarak kepyar di Indonesia cenderung menurun. Salah satu solusi yang dapat dilakukan untuk meningkatkan daya hasil tanaman jarak kepyar adalah dengan melakukan seleksi genotipe yang memiliki sifat tahan terhadap penyakit fusarium. Dalam menentukan seleksi yang baik diperlukan informasi keeratan hubungan masing-masing karakter. Keeratan hubungan antar komponen hasil dengan hasil yang akan dicapai dan kriteria seleksi pada tanaman dapat diketahui melalui analisis korelasi. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh keeratan hubungan antara karakter komponen hasil dan hasil pada genotipe jarak kepyar. Penelitian dilakukan di green house lahan percobaan Fakultas Pertanian Universitas Brawijaya, Kelurahan Jatimulyo, Kecamatan Lowokwaru, Kota Malang, Jawa Timur dari bulan Januari 2021 hingga Juli 2021. Penelitian dilakukan dengan rancangan acak kelompok terhadap 22 genotipe jarak kepyar tahan penyakit fusarium dengan 2 ulangan. Hasil penelitian menunjukkan karakter jumlah buah per tanaman, berat tandan per tanaman, jumlah tandan per tanaman, jumlah biji per tanaman, tebal biji, diameter kapsul, dan panjang kapsul berkorelasi positif terhadap karakter berat biji per tanaman. Selain itu jumlah buah per tanaman merupakan karakter dengan keeratan positif paling besar terhadap tanaman jarak kepyar tahan penyakit fusarium.
Variability of Agro-morphological Character and Genotype Clustering of Watermelon [Citrullus lanatus (Thunberg) Matsum & Nakai] as Basic Selection for New Variety Lestari, Puji; Waluyo, Budi
PLANTA TROPIKA Vol 10, No 1 (2022)
Publisher : Department of Agrotechnology, Universitas Muhammadiyah Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.18196/pt.v10i1.6936

Abstract

Watermelon [Citrullus lanatus (Thunb) Matsum Nakai] is an important fruit commodity, which has the potential to be developed. Watermelon belongs to the cucurbitaceae family, which has advantages in terms of nutritional, environmental and economic values. Production of watermelon in Indonesia decreased from 2014 to 2016. Therefore, the productivity of watermelons could be increased by conducting this research. The aim of this research was to examine the variability of agro-morphological characters and clustering of watermelon. This research was conducted using seventy eight watermelon genotypes. Seventy-five watermelon genotypes and three commercial varieties were grown in an augmented design. Seventy-five genotypes were spread into four blocks, and each block contained the commercial varieties. The result of this research showed that the cumulative variability reached 81.22 %, with seventen main components and only five effective main components. Based on the cluster analysis, the seventy eight watermelon genotypes were divided into seven clusters, resulting in genetic distance of 0.486 - 0.999 and coefficient of similarity of 93 %. Ten watermelon genotypes selected based on consumer preferences can be used as recommendations to be released as a variety.
Kompatibilitas persilangan interspesifik pada spesies cabai Iklillah Maulidiyah Warda; Budi Waluyo
Kultivasi Vol 19, No 3 (2020): Jurnal Kultivasi
Publisher : Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24198/kultivasi.v19i3.29234

Abstract

SariPeningkatan produksi cabai (Capsicum sp.) dapat dilakukan dengan melakukan diversifikasi jenis baru dari hasil persilangan antar spesies. Tujuan penelitian ialah untuk mempelajari kompatibilitas pada penyerbukan sendiri dan penyerbukan silang buatan interspesies. Penelitian dilaksanakan pada Januari 2020 – Juni 2020. Bahan yang digunakan ialah 4 spesies cabai. Persilangan disusun berdasarkan rancangan perkawinan dialil lengkap. Terdapat 16 kombinasi persilangan. Perbedaan karakter kuantitatif penyerbukan sendiri dan silang diuji menggunakan uji t 5%. Penyerbukan sendiri pada setiap spesies memiliki kompatibilitas penuh dengan persentase pembentukan buah yaitu 100%. Persilangan antara C. annuum Cann(B)-CYM2-151-3 x C. baccatum Cbac-09(S), C. frutescens Cfru-03(4) x C. annuum Cann(B)-CYM2-151-3 dan C. frutescens Cfru-03(4) x C. baccatum Cbac-09(S) memiliki kompatibilitas penuh dengan persentase 65%, 50% dan 85%. Persilangan antara C. annuum Cann(B)-CYM2-151-3 x C. frutescens Cfru-03(4), C. frutescens Cfru-03(4) x C. chinense (Cchi-01) memiliki kompatibilitas sebagian dengan persentase sebesar 48% dan 46%. Inkompatibilitas terjadi pada persilangan C. annuum (Cann(B)-CYM2-151-3) x C. chinense (Cchi-01), C. baccatum (Cbac-09(S)) x C. annuum (Cann(B)-CYM2-151-3), C. baccatum (Cbac-09(S)) x C. frutescens (Cfru-03(4), C. baccatum (Cbac-09(S)) x C. chinense (Cchi-01), C. chinense (Cchi-01) x C. annuum (Cann(B)-CYM2-151-3), C. chinense (Cchi-01) x C. frutescens (Cfru-03(4)), C. chinense (Cchi-01) x C. baccatum (Cbac-09(S)).Kata Kunci: C. annuum , C. baccatum, C. chinense, C. frutescens, persilangan. AbstractProduction of chili (Capsicum sp.) can be increased by diversifying new types of crosses between species. The research objective was to study the compatibility of self-pollination and cross-pollination between species. This research was conducted in Januari 2020 – Juni 2020. The materials were included 4 species of C. annuum sp. Crossing of 4 species Capsicum sp. using a dialel design. All selfing of each species showed that percentage of fruit set was 100%. Crosses of C. annuum (Cann (B)-CYM2-151-3) x C. baccatum (Cbac-09(S)), C. frutescens (Cfru-03(4)) x C. annuum (Cann (B)-CYM2-151-3) and C. frutescens (Cfru-03(4)) x C. baccatum (Cbac-09(S)) had full compatibility with percentages of 65%, 50%, and 85%, respectively. Crosses between C. annuum (Cann(B)-CYM2-151-3) x C. frutescens (Cfru-03(4)), C. frutescens (Cfru-03(4)) x C. chinense (Cchi-01) had partial compatibility with a percentage of 48% and 46%. Incompatibilities occured in C. annuum (Cann (B)-CYM2-151-3) x C. chinense (Cchi-01), C. baccatum (Cbac-09(S)) x C. annuum (Cann(B)-CYM2-151-3), C. baccatum (Cbac-09(S)) x C. frutescens (Cfru-03(4)), C. baccatum (Cbac-09(S) x C. chinense (Cchi-01), C. chinense (Cchi-01) x C. annuum (Cann(B)-CYM2-151-3), C. chinense (Cchi-01) x C. frutescens (Cfru-03(4)), C. chinense (Cchi-01) x C. baccatum (Cbac-09(S)).Keywords: C. annuum, C. baccatum, C. frutescens, C. chinense, hybridization.
Parameter genetik karakter komponen hasil dan seleksi 82 genotipe ercis di dataran rendah Mayang Ayudya Handini; Darmawan Saptadi; Budi Waluyo
Kultivasi Vol 19, No 2 (2020): Jurnal Kultivasi
Publisher : Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24198/kultivasi.v19i2.22931

Abstract

AbstrakErcis (Pisum sativum L.) ialah salah satu tanaman dari famili Fabaceae dan tergolong tanaman legume yang memiliki nilai ekonomi cukup tinggi. Studi pemuliaan tanaman pada ercis ditujukan untuk mendapat hasil yang optimal di berbagai wilayah penanaman, salah satunya dataran rendah. Keberhasilan program seleksi memerlukan parameter genetik seperti keragaman genetik dan heritabilitas. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui keragaman genetik dan heritabilitas karakter 82 genotipe ercis dan menentukan genotipe yang berpotensi dikembangkan di dataran rendah. Percobaan dilaksanakan berdasarkan rancangan augmented design dengan 82 genotipe uji dan tiga pembanding (cek). Karakter yang memiliki keragaman luas dan heritabilitas tinggi terdapat pada karakter bobot brangkasan daun, bobot brangkasan batang, bobot polong kering per tanaman, dan bobot biji kering per tanaman. Genotipe-genotipe yang terseleksi di dataran rendah berdasarkan karakter bobot polong kering per tanaman dan bobot biji kering per tanaman ialah 03(16)(2)-1, Batu-1-1 dan Batu-2.Kata Kunci: Ercis, keragaman genetik, heritabilitas, seleksi, dataran rendah AbstractPea (Pisum sativum L.) is one of plants from Fabaceae family and belongs to legume crop that have high economic value. Plant breeding studies on pea are intended to obtain optimal yield in various cultivation areas, one of which is in lowland. The success of selection program requires genetic parameters such as genetic variability and heritability. The purpose of this study was to know the genetic variability and heritability of 82 pea genotypes and select the genotypes to be developed in lowland. The experiment was conducted based on the augmented design with 82 pea genotypes tested and three checks. The characters that have wide variability and high value of heritability were found in characteristics of weight of dry leaves, weight of dry stem, dry pods per plant weight and dry seeds per plant weight. The selected pea genotypes in lowland based on characteristics of dry pods per plant weight and dry seeds per plant weight were 03(16)(2)-1, Batu-1-1 and Batu-2.Keywords: Pea, genetic variability, heritability, selection, lowland
Stabilitas hasil dan adaptabilitas galur-galur harapan kacang Bogor di tiga lokasi Darmawan Saptadi; Descha Giatri Cahyaningrum; Noer Rahmi Ardiarini; Budi Waluyo
Kultivasi Vol 20, No 2 (2021): Jurnal Kultivasi
Publisher : Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24198/kultivasi.v20i2.32418

Abstract

AbstrakKacang Bogor (Vigna subterranea (L.) Verdcourt) potensial dikembangkan sebagai komoditi pangan rendah lemak. Pengembangan dan peningkatan hasil komoditas ini dapat dilakukan melalui penyediaan varietas unggul. Tujuan penelitian ini ialah untuk mengetahui stabilitas dan adaptabilitas hasil enam galur harapan kacang Bogor, yaitu GSG 2.1.1, GSG 2.5, GSG 1.5, CCC 1.4.1, PWBG 5.3.1, dan BBL 6.1.1.  Penelitian dilakukan di tiga lokasi yang memiliki karakteristik ketinggian tempat, kondisi lahan, dan musim tanam berbeda. Percobaan menggunakan rancangan acak kelompok dengan tiga ulangan yang dilanjutkan dengan analisis varians gabungan. Analisis regresi digunakan untuk menentukan stabilitas dan adaptabilitas hasil berdasarkan Eberhart-Russell dan Finlay-Wilkinson. Hasil penelitian menunjukkan terdapat interaksi genotipe x lingkungan pada bobot hasil panen polong segar dan bobot hasil biji kering. Galur GSG 2.5 dan CCC 1.4.1 mempunyai hasil polong segar dengan  rata-rata 15,50 t ha-1 dan 15,71 t ha-1 dan hasil biji kering dengan rata-rata 4,58 t ha-1 dan 4,57 t.ha-1 yang stabil dan beradaptasi luas. Galur GSG 1.5 dan BBL 6.1.1 merupakan galur yang mempunyai potensi hasil tinggi untuk polong segar dengan rata-rata 17,16 t ha-1 dan 18,90 t.ha-1 pada lingkungan yang produktif.Kata Kunci: interaksi G x E, kacang Bogor, pemuliaan tanaman, stabilitas hasil, uji adaptasi Abstract The bambara groundnut (Vigna subterranea (L.) Verdcourt) has the potential to become a low-fat food commodity. The development and improvement of this commodity yield can be accomplished through the introduction of superior varieties. The purpose of this study were to investigate the yield stability and adaptation of six potential Bambara groundnut lines, namely GSG 2.1.1, GSG 2.5, GSG 1.5, CCC 1.4.1, PWBG 5.3.1, and BBL 6.1.1. The study was carried out in three different locations with varying altitude, land type, and growing season. A randomized block design with three replications was implemented in the experiment, which was then followed by a combined analysis of variance. Regression analysis was used to determine the stability and adaptation of yield based on Eberhart-Russell and Finlay-Wilkinson. The results revealed that there was an interaction between genotypes and environments on yield of fresh pods weight and yield of dried seeds weight. Lines of GSG 2.5 and CCC 1.4.1 had fresh pod yields with an average of 15.50 t ha-1 and 15.71 t ha-1 and dry seed yields an average of 4.58 t ha-1 and 4.57 t  ha-1 which is stable and wide adaptations. In an ideal environment, the GSG 1.5 and BBL 6.1.1 lines had high yield potential for fresh pods, with an average of 17.16 t ha-1 and 18.90 t ha-1.Keywords:  adaptation test, Bambara groundnut, G x E interaction, plant breeding, yield stability 
Co-Authors Adiredjo, Afifuddin Latif Afina Reformasintansari Afina Reformasintansari Agung Karuniawan Agung Kurniawan Agung Sri Darmayanti Agung Sri Darmayanti Agustiani, Nur Wulan Aikmelisa, Rizka Alfarina Kardiana Sari Alfia Nurfajrin Rohmatillah Amali, Mukhlash Andy Soegianto Anggun Trisnanto Hari Susilo Anita Firdaus Anna Satyana Karyawati Ardhani, Dhiya Nabilla Ariesoesilaningsih, Endang Ariffin Ariffin Bakti, NH. Dias Prayudha Bamratama, Muhammad Rafi Bela Purnama Sari Bimantara, Yusuf Mufti Daffa Dzakwan Pambudi Damanhuri Damanhuri Damanhuri Damanhuri Danniary Ismail Faronny Danniary Ismail Faronny Darmawan Saptadi Darmawan Saptadi Darmawan Saptadi Darmawan Saptadi Della Amelinda Chaniago Descha Giatri Cahyaningrum Dewi Nawank Sary Effendy Effendy Eggy Akhmad Armandoni Endang Arisoesilaningsih Eries Dyah Mustikarini Eryck Azwary Abraham Surbakti Eva Saulina Sihotang Fadhillah Laila, Fadhillah Faidah, Ahmadah Fakhri Hafidh Fildza Abidah Firdausi Firdausi Gigih Ibnu Prayoga Gita Novita Sari Hadi, Mohamad Iqbal Sohibul Hanna Sinthia Wati Siahaan Hariyati Khasanah Hatta Maulana Hera Livia Damara Hidayati Nafi’ah, Hanny Hikmah, Siti Nurul Iklillah Maulidiyah Warda Intan Widia Santika Izmi Yulianah Jati Batoro Khoiriyah, Lulu Lazimatul Kurniawan, Agus Prayitno Kurniawan, Ainur Rofiq Edy Kurniawan, Puput Kuswanto . Kuswanto . Kuswanto Kuswanto Kuswanto, Kuswanto Lailatul Badriyah Larasmita, Karina Ayu Lestari, Linda Dwi Lily Dasinta Norasary Putri Lulu Lazimatul Khoiriyah Mahmuddin Ridlo Maulana, Hatta Mayang Ayudya Handini Merlya Balbeid Mohammad Jusuf Muhammad, Raihan Fadhil Mulyani, Prinsip Trisna Nihayati, Ellis Niken Kendarini Noer Rahmi Ardiarini, Noer Rahmi Nur Azima Nur Indah Agustina Nurhalisah Nurul Aini Pamulatsih, Dila Permatasari, Lalita Phubby Wilisaberta Praptoko, Regina Sotya Rahagi Prinsip Trisna Mulyani Puguh Irkhamhulhuda PUJI LESTARI Putra, Anggara Ista Putri, Galuh Rahma Prandiny Rachma, Izza Azkiya Raihan Fadhil Muhammad Ramadhanti, Salsabila Rarasatidan, Maharani Gadis Ratna Santi Ratna Santi, Ratna Ratna Zulfarosda Rawina Saragih Raymon BT Debataraja Respatijarti Respatijarti Respatijarti Respatijarti Retno Mastuti Ricoh Darisman Sihombing Rohmatillah, Alfia Nurfajrin Rukmi, Kirana Saptadi, Darmawan Setiawan, Indra Karra Shandila, Puji Sumeru Ashari Sumeru Ashari Sumeru Ashari Susinggih Wijana Tati Nurmala Tatik Wardiyati Thoriq Ahmad Syauqy Utami, Putri Sri Wahyu Alfian Widyatama, Putri Devita Winismasari, Imtikhanna Dyanuar Wiwin Sumiya Dwi Yamika Yulianti, Novi Dwi Zainyah Salmah Arruum Zanetta, Chindy Ulima