Claim Missing Document
Check
Articles

Analisis Keragaman Morfologi dan Filogenetik Ciplukan (Physalis sp.) Alfia Nurfajrin Rohmatillah; Budi Waluyo
Jurnal Produksi Tanaman Vol 9, No 3 (2021)
Publisher : Jurusan Budidaya Pertanian Fakultas Pertanian Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21776/1523

Abstract

Ciplukan (Physalis sp.) tumbuh dan menyebar di wilayah Indonesia dengan nama lokal yang bervariasi dan dimanfaatkan sebagai bahan baku obat tradisional. Penelitian dilaksanakan pada bulan Januari hingga Juni 2020 di Seed and Nursery Industry Agro Techno Park Universitas Brawijaya, yang berlokasi di Desa Jatikerto, Kecamatan Kromengan, Kabupaten Malang, Jawa Timur. Bahan yang digunakan adalah 57 genotipe ciplukan koleksi Universitas Brawijaya yang terdiri dari spesies P. angulata, P. peruviana dan P. pubescens, media semai, plastik ukuran 25x20x10 cm, talang, pupuk kandang, pupuk anorganik, pestisida dan tali rafia. Penelitian dilakukan dengan metode survei terhadap karakter pada setiap genotipe. Penelitian dilakukan observasi pada 37 karakter kualitatif dan pengukuran pada 17 karakter kuantitatif. Pengamatan dilakukan berdasarkan deskriptor Manual Gráfico para la Descripción Varietal De Tomate de Cascara (Physalis ixocarpa Brot. ex Horm), keragaman dengan pendekatan koefisien korelasi Pearson, sedangkan analisis filogenetik menggunakan analisis klaster dan index similarity Gower. Keragaman total yang diperoleh adalah sebesar 82,165% berdasarkan 13 komponen utama dan 22 karakter yang berpengaruh terhadap keragaman, hasil analisis filogenetik menunjukkan bahwa Physalis sp. terbagi menjadi 3 kelompok yang menunjukkan spesies berbeda, yaitu P. peruviana, P. angulata dan P. pubescens. Jarak genetik seluruh genotip menyebar antara 0,42 hingga 0,05 atau indeks similaritas sebesar 58% hingga 95%.. Jarak genetik terdekat ditunjukkan oleh genotip PAN-77211-02 dan PAN-78111-03, yaitu 0,05 atau 95%. Sementara untuk genotip yang memiliki jarak genetik terjauh adalah pada genotip PPB-68154-04-U, yaitu 0,28 atau 72%.
Agronomic Character Variability Among Upland Rice Genotypes (Oryza sativa L.) Ricoh Darisman Sihombing; Lailatul Badriyah; Dewi Nawank Sary; Thoriq Ahmad Syauqy; Eries Dyah Mustikarini; Gigih Ibnu Prayoga; Ratna Santi; Budi Waluyo
Nusantara Science and Technology Proceedings Multi-Conference Proceeding Series C
Publisher : Future Science

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.11594/nstp.2022.2610

Abstract

Rice production still has to be increased to meet the domestic needs of consumer preferences. Therefore, it is necessary to develop rice genotypes that have agronomic characteristics which can encourage high production. The objective of this research is to examine the variability of agronomic performance as well as the genotypic and phenotypic variability of agronomic traits among rice lines and cultivars. Materials included six promising lines and four cultivars. Urea, SP-36, and KCl fertilizers are used, as well as equipment for sacks, envelopes, fungicides, and pesticides. The research was based on an experiment with a randomized block design. This research was conducted at the Experimental Field of Agriculture Faculty, Universitas Brawijaya in Jatimulyo, Malang, from March to July 2022. According to the data, there is variation in the agronomic performance of the examined genotypes. Based on the coefficient of genotypic variation value, none are classified as high. All characters had a high category of variation based on phenotypic variance.
Phenological Characteristics, Distinctness, Uniformity, and Morphological Stability of Potential Genotypes of Upland Rice Lailatul Badriyah; Dewi Nawank Sary; Thoriq Ahmad Syauqy; Ricoh Darisman Sihombing; Eries Dyah Mustikarini; Gigih Ibnu Prayoga; Ratna Santi; Budi Waluyo
Nusantara Science and Technology Proceedings Multi-Conference Proceeding Series C
Publisher : Future Science

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.11594/nstp.2022.2613

Abstract

Every cultivar has characteristics that distinguish it from another cultivar. As opposed to within the cultivar it is required to be uniform and not indicate variations due to segregation. Knowledge of the characteristics of local rice and high-yielding cultivar will be more advantageous if it is supported by knowledge of the morphological changes of plant parts at each stage of growth. This study was conducted to determine the distinctness, uniformity, and stability of 10 potential upland rice genotypes and obtain information about growth stages based on phenology. The research was conducted based on an experimental study using a randomized block design with three replications. Observation of rice genotype characteristics was carried out based on the phenological measurement guide from the Biologische Bundesanstalt, bundessortenamt und CHemische Industrie (BBCH) for rice, and the DUS characterization guide from UPOV. The results showed that the growth stages of 10 rice genotypes consisted of 10 primary growth phases and there are variations in phenological phases in each genotype. Morphological characterization showed that 10 genotypes had a uniform and stable morphology and were grouped into 2 clusters. Cluster 1 consisting of G1, G2, G3, G4, G5, G8, and G10. Cluster 2 consists of G6, G7, and G9. The phenology of rice and morphological differences indicate variations in the genetic potential that each genotype possesses. The timing of morphological and agronomic observations of rice can be determined using the information on plant phenology.
Keanekaragaman Talas Hitam (Colocasia esculenta L.) Berdasarkan Sebaran dan Dominasi Wahyu Alfian; Budi Waluyo
Jurnal Produksi Tanaman Vol. 10 No. 9 (2022): Terbitan Bulan September
Publisher : Jurusan Budidaya Pertanian Fakultas Pertanian Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21776/ub.protan.2022.010.09.01

Abstract

Sebagai komoditas dengan fungsi yang beragam dan seluruh bagian tanamannya dapat dimanfaatkan secara total, maka talas hitam sangat berpotensi untuk dikembangkan lebih lanjut sebagai bahan pangan alternatif. Oleh sebab itu penelitian terhadap spesies talas (Colocasia esculenta L.) yakni talas hitam (Alocasia plumbea nigra), kemudian dilakukan di wilayah Malang Raya sebagai salah satu sentra penghasil talas di Indonesia. Secara khusus penelitian ini bertujuan untuk mengetahui sebaran, keanekaragaman dan jarak genetik serta dominansi talas hitam pada keanekaragaman spesies (Colocasia esculenta L.) di Malang Raya berdasarkan karakter morfologi. Hipotesis yang diajukan yakni, terdapat sebaran tanaman talas hitam yang luas, keanekargaman genetik rendah dengan jarak genetik rapat, adanya dominansi talas hitam pada keanekaragaman spesies (Colocasia esculenta L.) di Malang Raya berdasarkan karakter morfologi. Penelitian dilakukan di Kecamatan Pujon, Dau, dan Tirtoyudo dengan menggunakan convenience sampling pada 10 titik pengamatan spesies talas di masing-masing kecamatan mulai bulan April -
Studi Fenologi Karakter Agronomi pada Beberapa Genotipe Tanaman Ercis (Pisum sativum L.) Raymon BT Debataraja; Budi Waluyo; Darmawan Saptadi
Jurnal Produksi Tanaman Vol. 10 No. 9 (2022): Terbitan Bulan September
Publisher : Jurusan Budidaya Pertanian Fakultas Pertanian Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21776/ub.protan.2022.010.09.02

Abstract

Analisis Daya Gabung dan Aksi Gen Jagung (Zea mays L) menggunakan Rancangan Perkawinan Line x Tester Lily Dasinta Norasary Putri; Darmawan Saptadi; Budi Waluyo
Agriprima : Journal of Applied Agricultural Sciences Vol 6 No 2 (2022): SEPTEMBER
Publisher : Politeknik Negeri Jember

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25047/agriprima.v6i2.492

Abstract

Nilai daya gabung digunakan untuk pemilihan tetua dan mendapatkan informasi yang diperlukan tentang aksi gen untuk mengendalikan sifat tanaman. Daya gabung umum (DGU) berhubungan dengan aksi gen aditif. Daya gabung khusus (DGK) berhubungan dengan aksi gen non aditif. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui DGU dan DGK serta aksi gen hasil persilangan jagung menggunakan rancangan perkawinan line x tester. Informasi yang diperoleh sebagai acuan dalam pengembangan perbaikan populasi jagung yang berdaya hasil tinggi. Penelitian dilakukan di Desa Bendo, Kecamatan Pare, Kabupaten Kediri. Bahan genetik yang digunakan yaitu 4 tetua line (A, B, C, D), 4 tetua tester (E, F, G, H) koleksi genetik Universitas Brawijaya dan 16 hasil kombinasi persilangan. Disusun berdasarkan rancangan acak kelompok, diulang 3 kali. Karakter yang diamati meliputi umur silking (HST), umur tasselling (HST), umur panen (HST), bobot tongkol perplot (kg), potensi hasil (ton ha-1), tinggi tanaman (cm), tinggi letak tongkol (cm), panjang tongkol (cm), (cm), diameter tongkol (cm), jumlah baris biji, bobot tongkol tanpa klobot (g), bobot biji pertongkol (g), bobot 100 biji (g), rendemen (%), kadar air. Hasil penelitian menunjukkan bahwa line A, B dan tester F memiliki nilai DGU baik pada karakter komponen hasil dan hasil. Galur tersebut bisa digunakan sebagai tetua penyusun dalam perakitan varietas sintetik. Kombinasi persilangan AxG, DXG, BxG, BxE, CxH., AxE, AxH menghasilkan nilai DGK baik pada karakter hasil dan komponen hasil. Dari data tersebut varian DGK secara umum lebih tinggi dibandingkan varian DGU yang mengindikasikan bahwa aksi gen non-aditif lebih mendominasi pewarisan sebagian besar karakter komponen hasil dan hasil.
Study on the Phenology of Three Fruit Trees Species in Purwodadi Botanical Gardens, East Java, and Its Relationship with Mesoclimates Agung Sri Darmayanti; Ariffin; Budi Waluyo; Endang Arisoesilaningsih
Jurnal Manajemen Hutan Tropika Vol. 29 No. 1 (2023)
Publisher : Institut Pertanian Bogor (IPB University)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.7226/jtfm.29.1.88

Abstract

Nowadays the study of phenology has taken an important contribution to climate change research. Therefore this study observed local fruit trees species collected in the Purwodadi Botanical Gardens (PBG); they were Flacourtia rukam (Zoll & Moritzi), Limonia acidissima L., and Manilkara kauki (L) Dubard. We used fruit phenology data from 2014 to 2018 as secondary data to describe the changes. We also observed the weekly phenology of flowering and fruiting for three years from 2019 to 2022. At the same time, mesoclimates components included precipitation, maximum and minimum temperature were daily recorded by the PBG weather station measurement. Data pairs were then analyzed by using a structural modeling of WarpPLS to determine the relationship among mesoclimates and phenology variables. Research showed that phenology of flowering and fruiting of F. rukam, L. acidisissima, and M. kauki was significantly shifted from 2014 to 2022, along with changes in rainfall patterns, maximum and minimum temperatures in the PBG. Based on the Friedman test, it was shown that the maximum and minimum temperatures significantly changed (p<0.05). Five months of mesoclimates were significant predictors and affected before the measurement of phenological flowering and fruiting of three species. High precipitation significantly reduced maximum temperature, and increased minimum temperature. The high precipitation reduced the probability of flowering and fruiting initiation, except for those of L. acidissima. Increasing maximum temperature reduced flower and fruit set of F. rukam and L. acidisissima, while it reduced flowering of L. acidissima. Furthermore, minimum temperature induced flowering, except in L. acidissima.
Effect of Shading Percentage and Potassium Dosages on Growth and Yield of Cutleaf Groundcherry (Physalis angulata L.) Wiwin Sumiya Dwi Yamika; Nurul Aini; Budi Waluyo; Agus Prayitno Kurniawan
Caraka Tani: Journal of Sustainable Agriculture Vol 38, No 2 (2023): October
Publisher : Universitas Sebelas Maret

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20961/carakatani.v38i2.72687

Abstract

Cutleaf groundcherry is a medicinal herbaceous plant that has not been widely cultivated. Adjustment to the light intensities supported by the fulfillment of essential macro-nutrient underlies the agronomic consideration for cropping system determination. The study aimed to examine the growth and yield of cutleaf groundcherry grown under shade nets of various shading percentages and potassium application at different dosages. A split-plot design was used for this pot experiment repeated three times. The main plot was the shading percentages (0, 25, 50 and 75), while potassium dosages (0, 60, 120 and 180 kg ha-1) were the subplot. The result showed that several growth variables were affected by the interaction between shading percentages and potassium dosage, whereas yield variables were not. Under the high level of shading, leaf number (41% to 50%), leaf area (28% to 50%), and shoot dry weight (70% to 85%) were reduced at all potassium dosages. Potassium dosage at 120 kg ha-1 was required to achieve better growth under full sun or soft shading. Shading at 50% and upper significantly decreased fruit production by 30% lower fruit number, 50% to 80% lower fruit weight, and 15% lower total soluble solids (TSS). In addition, potassium fertilizer at 120 kg K2O ha-1 improved fruit weight but did not affect TSS. It can be concluded that cutleaf groundcherry is able to grow well under high intensity of light and need an adequate supply of potassium to improve growth, yield and fruit quality.
Korelasi dan Analisis Jalur Karakter Perkecambahan dan Karakter Agronomis yang Berkontribusi terhadap Hasil Padi (Oryza sativa L.) di Bawah Cekaman Masam Eggy Akhmad Armandoni; Darmawan Saptadi; Eries Dyah Mustikarini; Gigih Ibnu Prayoga; Ratna Santi; Budi Waluyo
Gunung Djati Conference Series Vol. 33 (2023): Seminar Nasional Pertanian 2023
Publisher : UIN Sunan Gunung Djati Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Proses perkecambahan padi merupakan langkah awal penting penentu perkembangan tanama dan dapat dipengaruhi oleh faktor lingkungan, seperti cekaman kemasaman. Sebagian besar lahan pertanian di Indonesia memiliki nilai pH yang rendah. Oleh karena itu penelitian ini dialakukan untuk mengetahui hubungan antara karakter morfologis perkecambahan padi pada fase perkecambahan pada kondisi cekaman masam terhadap hasil panen pada lahan sawah. Penelitian ini dilaksanakan pada bulan Oktober 2022. Percobaan perkecambahan dilasanakan di Laboratorium Pemuliaan Tanaman yang berada di Fakultas Pertanian, Universitas Brawijaya, sedangkan penanaman di lahan dilaksanakan di lahan percobaan milik Universitas Brawijaya, yang terletak di Kelurahan Jatimulyo, Kecamatan Lowokwaru, Kota Malang. Media perkecambahan dipersiapkan dalam kondisi pH masam. Simulasi kondisi hujan asam atau simulated acid rain (SAR) disiapkan dengan menggunakan larutan buffer asam sulfur H2SO4. Variabel yang diamati meliputi analisis korelasi genotipik, fenotipik dan analisis jalur dilakukan menggunakan software OPSTAT. Hasil penelitan ini menunjukan bahwa karakter perkecambahan bobot kering tunas pada kondisi masam memiliki nilai korelasi genotipik dan fenotipik dan pengaruh langsung yang tinggi terhadap hasil. Karakter umur panen dan umur berbunga menunjukan nilai koefisien korelasi dan pengaruh langsung yang negatif terhadap hasil panen.
Analisis Statistik Menggunakan Microsoft Excel untuk Estimasi Heritabilitas Arti Sempit dan Arti Luas Karakteristik Fisik Biji Ercis (Pisum sativum L.) Lokal Indonesia Nur Azima; Sumeru Ashari; Budi Waluyo
Gunung Djati Conference Series Vol. 38 (2024): Seminar Nasional Perhimpunan Agronomi Indonesia (PERAGI) 2023
Publisher : UIN Sunan Gunung Djati Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Ercis sangat potensial dijadikan bahan genetik untuk perakitan varietas pada adaptif lingkungan tropis di Indonesia. Pendugaan heritabilitas arti sempit dan arti luas pada karakteristik fisik biji sangat penting kaitannya dengan perbaikan sifat biji dan hasil tinggi. Penggunaan Microsoft Excel dalam analisis statistik membantu menduga nilai heritabilitas arti sempit dan arti luas. Tujuan penelitian menduga nilai heritabilitas arti sempit dan arti luas pada karakteristik fisik biji ercis berdasarkan analisis statistik menggunakan Microsoft Excel. Penelitian dilakukan berdasarkan metode deskriptif. Analisis statistika menggunakan Microsoft Excel untuk menduga sebaran data dan pemusatan data. Heritabilitas arti sempit diduga berdasarkan metode realized heritability, parent-offspring dan standard unit. Heritabilitas arti luas diduga berdasarkan komponen varians. Hasil penelitian menunjukkan analisis statistika dengan Microsoft Excel dapat digunakan untuk menghitung nilai pemusatan data dan sebaran data berupa nilai varians dan kovarians untuk menduga heritabilitas arti sempit dan arti luas. Heritabilitas arti sempit pada karakteristik fisik biji menunjukkan kriteria tinggi yaitu berat biji, panjang biji, lebar biji, tebal biji, diameter geometrik biji, volume biji dan luas permukaan biji berkisar anatara 70,59-99,74% pada semua metode. Heritabilitas arti luas menunjukkan kriteria tinggi yaitu lebar biji, diameter geometrik biji, volume biji, jumlah biji per polong dan jumlah biji per tanaman berkisar antara 52,74-65,54%.
Co-Authors Adiredjo, Afifuddin Latif Afina Reformasintansari Afina Reformasintansari Agung Karuniawan Agung Kurniawan Agung Sri Darmayanti Agung Sri Darmayanti Agustiani, Nur Wulan Aikmelisa, Rizka Alfarina Kardiana Sari Alfia Nurfajrin Rohmatillah Amali, Mukhlash Andy Soegianto Anggun Trisnanto Hari Susilo Anita Firdaus Anna Satyana Karyawati Ardhani, Dhiya Nabilla Ariesoesilaningsih, Endang Ariffin Ariffin Bakti, NH. Dias Prayudha Bamratama, Muhammad Rafi Bela Purnama Sari Bimantara, Yusuf Mufti Daffa Dzakwan Pambudi Damanhuri Damanhuri Damanhuri Damanhuri Danniary Ismail Faronny Danniary Ismail Faronny Darmawan Saptadi Darmawan Saptadi Darmawan Saptadi Darmawan Saptadi Della Amelinda Chaniago Descha Giatri Cahyaningrum Dewi Nawank Sary Effendy Effendy Eggy Akhmad Armandoni Endang Arisoesilaningsih Eries Dyah Mustikarini Eryck Azwary Abraham Surbakti Eva Saulina Sihotang Fadhillah Laila, Fadhillah Faidah, Ahmadah Fakhri Hafidh Fildza Abidah Firdausi Firdausi Gigih Ibnu Prayoga Gita Novita Sari Hadi, Mohamad Iqbal Sohibul Hanna Sinthia Wati Siahaan Hariyati Khasanah Hatta Maulana Hera Livia Damara Hidayati Nafi’ah, Hanny Hikmah, Siti Nurul Iklillah Maulidiyah Warda Intan Widia Santika Izmi Yulianah Jati Batoro Khoiriyah, Lulu Lazimatul Kurniawan, Agus Prayitno Kurniawan, Ainur Rofiq Edy Kurniawan, Puput Kuswanto . Kuswanto . Kuswanto Kuswanto Kuswanto, Kuswanto Lailatul Badriyah Larasmita, Karina Ayu Lestari, Linda Dwi Lily Dasinta Norasary Putri Lulu Lazimatul Khoiriyah Mahmuddin Ridlo Maulana, Hatta Mayang Ayudya Handini Merlya Balbeid Mohammad Jusuf Muhammad, Raihan Fadhil Mulyani, Prinsip Trisna Nihayati, Ellis Niken Kendarini Noer Rahmi Ardiarini, Noer Rahmi Nur Azima Nur Indah Agustina Nurhalisah Nurul Aini Pamulatsih, Dila Permatasari, Lalita Phubby Wilisaberta Praptoko, Regina Sotya Rahagi Prinsip Trisna Mulyani Puguh Irkhamhulhuda PUJI LESTARI Putra, Anggara Ista Putri, Galuh Rahma Prandiny Rachma, Izza Azkiya Raihan Fadhil Muhammad Ramadhanti, Salsabila Rarasatidan, Maharani Gadis Ratna Santi Ratna Santi, Ratna Ratna Zulfarosda Rawina Saragih Raymon BT Debataraja Respatijarti Respatijarti Respatijarti Respatijarti Retno Mastuti Ricoh Darisman Sihombing Rohmatillah, Alfia Nurfajrin Rukmi, Kirana Saptadi, Darmawan Setiawan, Indra Karra Shandila, Puji Sumeru Ashari Sumeru Ashari Sumeru Ashari Susinggih Wijana Tati Nurmala Tatik Wardiyati Thoriq Ahmad Syauqy Utami, Putri Sri Wahyu Alfian Widyatama, Putri Devita Winismasari, Imtikhanna Dyanuar Wiwin Sumiya Dwi Yamika Yulianti, Novi Dwi Zainyah Salmah Arruum Zanetta, Chindy Ulima