Claim Missing Document
Check
Articles

Found 32 Documents
Search

Analisis Faktor Lingkungan Dan Kondisi Individu Yang Berhubungan Dengan Kelelahan Fisik Pada Pekerja Pandai Besi Di Kecamatan Tikala, Kabupaten Toraja Utara: Pendekatan Cross-Sectional Ruhban, Andi; Arif, Muhammad Ikbal; Haderiah, Haderiah; Lidung, Harvino Hesty
Sulolipu: Media Komunikasi Sivitas Akademika dan Masyarakat Vol 25 No 2 (2025): Jurnal Sulolipu: Media Komunikasi Sivitas Akademika dan Masyarakat
Publisher : Jurusan Kesehatan Lingkungan Poltekkes Kemenkes Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32382/sulo.v25i2.1646

Abstract

Blacksmithing is part of the informal sector that continues to thrive amidst modern industrial development, especially in culturally rich regions such as Tikala District, North Toraja Regency. This sector not only supports the local economy but also represents a vital aspect of cultural identity. However, blacksmithing requires intense physical effort, which may lead to physical fatigue among workers. The aim of this study was to identify the factors associated with physical fatigue among blacksmith workers in Tikala District. This research employed a quantitative design with a cross-sectional approach. A total of 78 respondents were selected using random sampling from 12 blacksmithing sites. Data were collected through interviews using a questionnaire, as well as direct measurements of workplace temperature, age, work duration, and pre-existing medical conditions. Data analysis was conducted using the Chi-Square test to determine the relationship between independent variables and physical fatigue. Univariate analysis showed that 21 respondents (26.9%) experienced physical fatigue. The Chi-Square test results indicated a significant relationship between physical fatigue and environmental temperature (p=0.007), age (p=0.009), work duration (p=0.039), and pre-existing medical conditions (p=0.004). These factors contributed to the increased risk of physical fatigue among blacksmith workers. In conclusion, there is a significant relationship between temperature, age, work duration, and pre-existing medical conditions and the occurrence of physical fatigue among blacksmith workers in Tikala District, North Toraja Regency. Therefore, it is recommended for future researchers to explore other variables such as workload, nutritional status, rest duration, or ergonomic factors to gain a more comprehensive understanding of physical fatigue. Keywords: Physical Fatigue, Age, Temperature, Work Duration, Pre-existing Medical Condition
PELATIHAN DETEKSI DINI RISIKO PENYAKIT TIDAK MENULAR SECARA MANDIRI PADA KADER DESA: EARLY DETECTION TRAINING OF NON-COMMUNICABLE DISEASE RISKS INDEPENDENTLY FOR VILLAGE CADRES Hidayat, Hidayat; Haderiah, Haderiah; Widyastuti, Nugraheni
GEMAKES: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol. 6 No. 1 (2026): GEMAKES: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat
Publisher : Politeknik Kesehatan Kemenkes RI Jakarta I

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36082/gemakes.v6i1.2800

Abstract

Latar belakang : Penyakit Tidak Menular (PTM) atau biasa disebut sebagai penyakit degenerative merupakan jenis penyakit yang tidak bisa ditularkan oleh penderita ke orang lain. Jenis penyakit ini berkembang secara perlahan dan terjadi dalam jangka waktu yang panjang. Penyakit tidak menular dapat dicegah dengan menghindari faktor resiko antara lain perilaku merokok, pola makan yang tidak seimbang, konsumsi makanan yang mengandung zat adiktif, kurang berolahraga serta kondisi lingkungan yang buruk terhadap kesehatan atau melakukan Pola Hidup Bersih dan Sehat (PHBS). Deteksi dini merupakan upaya terbaik dalam pencegahan penyakit tidak menular. Tujuan : meningkatkan pengetahuan kader Kelurahan Banta-Bantaeng tentang pentingnya deteksi dini dan cara mendeteksi dini penyakit tidak menular. Metode : quasy experiment pretest dan posttest design sebanyak 20 kader dengan persiapan, sosialisasi, penyuluhan, pelatihan , dan evaluasi. Lokasi kegiatan di Kelurahan Banta-Bantaeng Kota Makassar dengan sasaran/target adalah kader. Hasil : tingkat pengetahuan masyarakat sebelum dilakukan penyuluhan paling banyak ditemukan kategori sedang sebanyak 13 orang 65% dan setelah pelatihan menjadi kategori baik sebanyak 18 orang 90%. Kesimpulan : ada peningkatan signifikan sebelum dan setelah dilakukan pelatihan. Luaran pengabdian masyarakat ini adalah HKI dan jurnal.