Claim Missing Document
Check
Articles

ANALISIS PERENCANAAN JARINGAN LTE PICOCELL DI STADION UTAMA GELORA BUNG KARNO Fajar Adityawarman; Arfianto Fahmi; Uke Kurniawan Usman
TEKTRIKA Vol 3 No 2 (2018): TEKTRIKA Vol.3 No.2 2018
Publisher : Telkom University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25124/tektrika.v3i2.2223

Abstract

Stadion Utama Gelora Bung Karno (SUGBK) adalah sebuah stadion serbaguna yang berstandar internasional dan sering dijadikan sebagai tempat untuk pertandingan olahraga nasional maupun internasional. Dengan kapasitas penonton yang banyak dan struktur bangunan yang menghalangi propagasi sinyal dari site outdoor menyebabkan kualitas sinyal sangat buruk sehingga perlu adanya perencanaan jaringan dari sisi kapasitas dan juga cakupan di dalam bangunan agar pelanggan tetap mendapatkan layanan yang baik dari kemampuan teknologi yang ada saat ini. Pada hasil perencanaan didapatkan nilai Reference Signal Received Power (RSRP) untuk keseluruhan area pada skenario 1 yaitu sebesar -74,10 dBm dan skenario 2 yaitu sebesar -74,08 dBm. Pada hasil perencanaan didapatkan nilai Signal to Interference Ratio (SIR) untuk keseluruhan area pada skenario 1 yaitu sebesar 19,04 dB dan skenario 2 yaitu sebesar 21,49 dB. Berdasarkan Key Performance Indicator (KPI) operator acuan yaitu untuk parameter RSRP harus > -90 dBm (90% area) dan parameter SIR harus > 0 dB (90% area) maka hasil prediksi disimulasi nilai RSRP & SIR skenario 1 dan 2 mencapai target KPI.
Radio Resource Allocation For Device to Device Network Using Auction Algorithm Mohamad Yasin Ramadhan; Vinsensius Sigit; Arfianto Fahmi
Jurnal Tiarsie Vol 16 No 2 (2019): Jurnal TIARSIE 16.2 (edisi ekstra)
Publisher : Fakultas Teknik Universitas Langlangbuana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (508.936 KB) | DOI: 10.32816/tiarsie.v16i2.52

Abstract

Salah satu penerapan komunikasi dari jaringan 5G di masa depan adalah dengan menerapkan Device to Device (D2D) kedalam jaringan komunikasi multi-tier heterogen yang terdiri dari komunikasi sel kecil antara eNB, seluler, dan D2D. Penerapan D2D sangat berguna untuk ke depannya walaupun memiliki beberapa masalah dengan salah satu di antaranya adalah interferensi terhadap frekuensi perangkat lain didalam sel yang sama. Hal tersebut dapat mempengaruhi Quality of Service (QoS) dalam komunikasi D2D sehingga dibutuhkan penerapan distribusi alokasi resource yang dapat meningkatkan data rate dan mengurangi terjadinya interferensi. Salah satu algoritma yang digunakan untuk distribusi alokasi resource dalam sistem jaringan komunikasi adalah algoritma alokasi Auction. Algoritma alokasi auction yang diperkenalkan dalam jurnal ini memberikan solusi membagi resource secara adil untuk semua pasangan D2D. Data rate meningkat dengan menaikan jumlah resource block dan mengecilkan radius sel.
Perbandingan PAPR Metode CSLM dan SSLM pada Pengirim OFDM Rana Nuriadnyana; Arfianto Fahmi; Budi Syihabuddin
Jurnal Nasional Teknik Elektro dan Teknologi Informasi Vol 8 No 1: Februari 2019
Publisher : Departemen Teknik Elektro dan Teknologi Informasi, Fakultas Teknik, Universitas Gadjah Mada

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1232.84 KB)

Abstract

OFDM has multiple weaknesses, one of which is a high Peak to Power Average (PAPR). The maximum power value of the OFDM signal will be much greater than the average power, so the efficiency of the amplifier will be reduced. A popular and effective method to reduce PAPR values is by using Conventional Selected Mapping (CSLM). The CSLM method utilizes the PAPR sensitivity to phase rotation by multiplying the signal that will enter IFFT against different phase rotations and then selects the signal with the lowest PAPR. However, to detect the signal to be selected, the CSLM method requires Side Information (SI) transmission. The method called Symmetric Selected Mapping (SSLM) has been introduced to reduce PAPR values in DCO-OFDM systems without sacrificing bandwidth efficiency caused by SI transmission. The technique on SSLM multiplies signals that will be sent with additional magnitude and different phase rotations. This paper designs OFDM transmitters using Hermitian Symmetry and then analyzes the results of PAPR value reduction using SSLM and CSLM methods. The simulation results show that the PAPR value using CSLM and SSLM methods can reduce PAPR by 3.08 and 3.04 dB.
Design and Realization of Digital Modulator BPSK, QPSK and 16-QAM on FPGA A.B. Muhammad; Denny Darlis; Arfianto Fahmi
JMECS (Journal of Measurements, Electronics, Communications, and Systems) Vol 2 No 1 (2016): JMECS
Publisher : Universitas Telkom

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25124/jmecs.v2i1.1482

Abstract

Innovations in the field of wireless communication are growing very rapidly in line with the behavior of modern societies that have high mobility, need of the flexible services, easy access, and high speed data transfer to facilitate any activities of its users. The needs of every user of any variety are more than just voice, video, data transfer, up to a demanding streaming multimedia capabilities and reliability of the communication system used. One of the factors that affect the quality and speed of data transfer in wireless communications is modulation. The development of technological modulation allows data transfer rate to become faster, more resistant to noise, and have high security (encryption) in order to secure data sent over the lead. The implementation of digital modulator PSK (Phase Shift Keying Modulation) and QAM (Quadrature Amplitude Modulation) on FPGA is designed to simplify the design of a hardware by representing the input which is prepared by using the VHDL programming language. The input will be programmed by logic gates contained in the FPGA into a circuit that functions as a digital modulator. This device can map the input bits into a modulator output that has been mapped in accordance with the coordinates of the constellation. The expected results of the implementation are three types of digital modulator, namely: BPSK, QPSK and 16-QAM to be implemented on FPGA Xilinx Spartan-6 XC6SLX45 CSG324C; modulation type to be used can be selected by entering input on the programs implemented in the FPGA. In the design used input from laptop devices with UART interface and data types for input is ASCII 8 bit for later analysis simulation results modulation of the input to each modulator using Modelsim for simulation design and Chipscope for simulation system design implemented in the FPGA.
Pengaruh Pertambahan Jumlah User terhadap Performansi Pengalokasian Sumber Daya Radio Pada Sistem MIMO-OFDMA 2x2 Berbasis Quality of Service (QoS) Guaranteed Andre Yohanes Antoni; Arfianto Fahmi; Nur Andini
Prosiding Industrial Research Workshop and National Seminar Vol 9 (2018): Industrial Research Workshop and National Seminar
Publisher : Politeknik Negeri Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1069.833 KB) | DOI: 10.35313/irwns.v9i0.1075

Abstract

Perkembangan teknologi informasi dan komunikasi sudah memsasuki generasi ke empat. Third GenerationPartnership Project (3GPP) telah memperkenalkan Long Term Evolution (LTE) sebagai generasi jaringan seluleryang akan memenuhi permintaan user akan kebutuhan data yang lebih besar dari generasi sebelumnya. Salah satupermasalahan yang terdapat di LTE adalah pengalokasian Physical Resource Block (PRB). Proses pengalokasianharus diatur secara efektif, agar setiap user dapat terlayani dengan tetap menjamin Quality of Service (QOS) user.Dalam paper ini, algoritma yang digunakan untuk pengalokasian PRB adalah algoritma QoS Guaranteed. Dayaakan dialokasikan menggunakan skema waterfilling dan akan diaplikasikan dengan konfigurasi antena MultipleInput Multiple Output (MIMO) 2x2. Paper ini membahas pengaruh perubahan jumlah user terhadap parameterperformansi dari pengalokasian PRB. Hasil simulasi berupa menurunnya nilai average user throughput ketikajumlah user bertambah dan nilai system fairness tidak mencapai maksimum ketika jumlah user tidak sama denganjumlah PRB, kemudian dari beberapa skema yang dilakukan, skema QoS-G MIMO memiliki performansi palingbaik.
Pengenalan Teknologi Pertanian Artifical Lighting Berbasis IoT Pada Civitas Akademik SMK Yasti Cisaat Sukabumi Mas Aly Afandi; Anggun Fitrian Isnawati; Reni Dyah Wahyuningrum; Ezi Rohmat; Abi Hakim Amanullah; Andri Juli Setiawan; Indrarini Dyah Irawati; Sugondo Hadiyoso; Dadan Nur Ramadan; Yudha Purwanto; Fairuz Azmi; Arfianto Fahmi
Madani : Indonesian Journal of Civil Society Vol. 5 No. 1 (2023): Madani, Februari 2023
Publisher : Politeknik Negeri Cilacap

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35970/madani.v5i1.1691

Abstract

Technological developments in the Internet of Things (IoT) are growing rapidly, especially in agriculture. The lack of understanding of the development of IoT is the basis for the service team to conduct training for students and teachers. The service is carried out by the socialization method to students regarding IoT for agriculture. In practice, community service utilizes hydroponics that has been built in the SMK Yasti Cisaat Sukabumi area. After evaluating the implementation of community service, it can be seen that students have succeeded in understanding IoT based on artificial lighting and successfully implementing IoT tools in the school's hydroponic home. At the end of the activity, feedback is given as an effort to evaluate this community service activity. There are 5 statements in the questionnaire with an average result of 94.8%. These results show that the community service partners are very satisfied with the IoT training and hydroponic implementation.
Radio Resources Allocation Based-on Energy Saving For Lte-advanced System Vinsensius Sigit Widhi Prabowo; Arfianto Fahmi; Doan Perdana
eProceedings of Engineering Vol 4, No 1 (2017): April, 2017
Publisher : eProceedings of Engineering

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

With increasing demand for faster access, then LTE-Advance system (LTE-A) is developed dan released by the fourth generation (4G) mobile system. 3GPP introduced a new technology that is Carrier Aggregation (CA) to support wider transmission bandwidth and spectrum efficiency. With the CA system, every user can be scheduled on multiple carriers. Because of the difference in frequencies for each carrier, there are some differences too in fading and coverage for each carrier. This problem effects the performance of conventional resources allocation algorithm especially mean-greedy algorithm. Then a method to classify users and chunk according to the number of carriers that can be given to the user is proposed. This process is called user chunk grouping (UCG). This process is performed before the mean-greedy algorithms process. Each user is grouped based on the characteristics of each component carrier fading experienced by the user. This scheme is expected to overcome the problem caused by CA system. Through simulation process, the UCG process can improve either fairness system or average throughput according to the ratio of user and bandwidth used in system. Keywords: Carrier Aggregation, Mean-Greedy, User Grouping, LTE-
Desain Dan Realisasi Kombiner 4 : 1 Pada Antena Array Transmitter 2,425 Ghz Untuk Stasiun Bumi Pada Sistem Nano Satelit Muhammad Raudhi Azmi; Heroe Wijanto; Arfianto Fahmi
eProceedings of Engineering Vol 3, No 1 (2016): April, 2016
Publisher : eProceedings of Engineering

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Nano satelit merupakan satelit berukuran kecil yang menggunakan komponen elektronik berukuran kecil pula. Nano satelit hanya memiliki berat sekitar 10-15 kg. satelit ini dirancang dengan misi mengumpulkan berbagai macam data. Dalam kasus ini, perancangan komponen yang dapat digunakan sebagai pengkombine catuan antena yang disusun secara array sebanyak 4 susunan. Hal ini dikarenakan beam yang dibutuhkan untuk mentransmisikan sinyal dibutuhkan beam yang sempit. Dalam penilitian ini perancangan komponen ini di pasang pada bagian base station (stasiun bumi). Kombiner yang dirancang hanya untuk bagian transmiter, yang dibutuhkan isolasi (kopling) masing-masing port output yang berdekatan paling besar -15dB pada s12, s13m, s14 dan s15, agar masing-masing port output yang berdekatan tidak mempengaruhi satu sama lain, sehingga maching impedance yang di hasilkan murni dari masing-masing port, apabila impedansi yang dihasilkan maching, maka VSWRnya akan semakin mendekati 1, dan artinya dapat digunakan. Berdasarkan hasil pengukuran dan simulasi yang tidak jauh berbeda dengan yang diharapkan, dapat disimpulkan parameter seperti VSWR, return loss, insertion loss, dan kopling sudah sesuai dengan spesifikasi yang dibutuhkan untuk power divider. Teknik perancangan power divider dapat menghasilkan return loss dan VSWR yang sesuai sehingga didapat impedansi yang mendekati nilai Z0 (50 ohm). Insertion loss dan kopling yang dihasilkan power divider pada simulasi dan realisasi sudah sangat baik sesuai dengan spesifikasi power divider yang bagus untuk digunakan. Spesifikasi power divider yang dirancang sudah sesuai dengan spesifikasi dari Wilkinson-Power divider, yaitu memiliki insersion loss -6dB dan dapat bekerja pada frekuensi yang diinginkan sehingga power divider ini dapat diimplementasikan untuk aplikasi nano satelit yang menggunakan frequensi 2,435 GHz. Kata Kunci : nano satelit, combiner, isolasi, transmitter, power divider, return loss
Perancangan Dan Realisasi Sistem Rf Energy Harvesting Pada Frekuensi Uhf Hamka Ikhlasul Amal NZ; Arfianto Fahmi; Yuyu Wahyu
eProceedings of Engineering Vol 3, No 1 (2016): April, 2016
Publisher : eProceedings of Engineering

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Energy harvesting atau pemanenan energi merupakan proses dimana energi berasal dari sumber eksternal seperti surya atau matahari, panas, gelombang RF (radio frekuensi), dan gelombang elektromagnetik lain yang memancarkan sinyal. Salah satu perangkat yang dapat digunakan untuk memanen energi adalah rectifier yang diintegrasikan dengan antena. Antena digunakan sebagai penangkap gelombang elektromagnetik dari ruang bebas, sedangkan rectifier atau penyearah gelombang yang digunakan sebagai converter sinyal listrik AC yang telah diterima oleh antena menjadi sinyal listrik DC. Pada tugas akhir ini dilakukan perancangan dan realisasi sistem RF energy harvesting dengan sumber antena pada frekuensi kerja TV UHF (470-806 MHz). Sistem yang dirancang dan direalisasikan tersebut berupa rectifier atau penyerah gelombang, suatu rangkaian yang berfungsi untuk mengubah tegangan AC menjadi tegangan listrik DC. Rectifier yang dirancang dan direalisasikan berupa jenis full wave rectifier atau penyearah gelombang penuh yang menggunakan 4 buah dioda schottky tipe HSMS 2820 dengan filter kapasitor yang berfungsi untuk memperkecil tegangan ripple. Dari hasil pengujian yang diperoleh menunjukan bahwa rangkaian rectifier dapat mengubah sinyal AC yang diperoleh pada sumber tersebut menjadi tegangan listrik DC. Data yang diperoleh pada pengukuran tegangan output signal rectifier menggunakan antena jenis double quad adalah sebesar 0.954 Volt pada pengukuran rectifier di dalam ruangan (indoor), 1.206 Volt pada pengukuran rectifier di luar ruangan (outdoor), dan menggunakan antena televisi sebesar 2.604 Volt pada pengukuran rectifier pada sinyal frekuensi kerja TV UHF (470-806 MHz). Tegangan output rectifier yang diperoleh tersebut dapat menyalakan sebuah LED sebagai indikator bahwa tegangan tersebut telah berupa tegangan listrik DC.
Frequency Refarming Analysis For Lte Implemetation In Indonesia Using Seamcat Simulation Raden Arjani Rosalina; Rendy Munadi; Arfianto Fahmi
eProceedings of Engineering Vol 2, No 2 (2015): Agustus, 2015
Publisher : eProceedings of Engineering

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstract— The LTE technology is expected to offer a number of distinct advantages over other wireless technologies. Scarcity of spectrum had been encourage regulator and provider to refarmed the spectrum. Spectrum refarming for LTE in 900MHz, 1800 MHz or 2100 MHz frequencies band is considered to be triggered the potential degradation of existing services such as GSM and UMTS. The simulation’s results decribe that in those frequencies band options, LTE can well coexist with other technologies in the ecosystem such as GSM and UMTS. Overall simulation’s results show that at 1800 MHz while LTE is interfered by LTE and others such as GSM and UMTS, the performance is lower than other frequencies, so the best option is at 900 MHz or 2100 MHz of the frequencies. Index Terms—Refarning, Coexistence, Throughput, SINR, Performance
Co-Authors A.A. Ketut Agung Cahyawan W A.B. Muhammad Abi Hakim Amanullah Achmad Ali Muayyadi Afandi, Mas Aly Afief Dias Pambudi Agus Cahya Ananda Yoga Putra Ahmad Sulaeman Ahmad Tri Hanuranto Aji Maulana Akhmad Hambali Ali Muayadi Ali Muayadi Ali Muayyadi Ali, Erfansyah Alit Dian Saepudin anah Putri Andre Yohanes Antoni Andreana Yunio Prasetya Andri Juli Setiawan Anggun Fitrian Isnawati Anhar Muthaqien Aprian Firlanda Imani Aries Priyadi Ramadhan Bhaskara Narottama Bhaskara Narottama Bobby Juan Pradana Boy Fernando Brian Pamukti Budi Syihabuddin Claudia Sofiana Tamba Dadan Nur Ramadan Dadang Gunawan Denny Darlis Desti Madya Saputri Devin Benz Rizki Dharu Arseno Diah Ayu Lestari, Diah Ayu Doan Perdana Dody Herdianto Rachmat Edwar Elmira Puspa Sari Ema Rachmawati Erwin Priyantono Ezi Rohmat Fairuz Azmi Faishal Daffa Fajar Adityawarman Fajar Adityawarman Ferdi Setyo Ariawan Firli Fauzia Karima Firmansyah Firmansyah Furry Rachmawati Gasi Dhias Gina Ilma Amalia Gina Ramadhanti Ginting, Ishak Hafidh Finandriyanto Hamka Ikhlasul Amal NZ Heroe Wijanto Hurianti Vidyaningtyas I Gede Aditya Pratama I Putu.D Irawan Ilham putra pratama Indra Lukmana Sardi Indrarini Dyah Irawati Jefry Armando Yunas Josia Ezra Kris Sujatmoko Krisna Rangga Pradhana Kurnia Cahya Ade Putra Linda Meylani Luh Putu Ayu Sri Aryaningrum Luthfi Aditama Mega Nugraha Meutia Qoonita Noviyani Mochammad Arfin Mohamad Yasin Ramadhan Muhamad Asvial Muhamad Fithryan Muhammad Irfan Maulana Muhammad Raudhi Azmi Muhammad Salman Al Faris Muhammad Yaser Nachwan Mufti Adriansyah Nur Andini Nur Fathimah Nur Indah Nur'Adli, Luthfi Nuriadnyana, Rana Nyoman Bogi Aditya Karna Obed Rhesa Ludwiniananda Obed Rhesa Ludwiniananda Patricius Evander Christy Patricius Evander Christy Pradika Erta Ardanta Pratiwi, Salma Priatama Yadita Purusadi Hastruman Raden Arjani Rosalina Rana Nuriadnyana Rana Nuriadnyana Ray Putra Tarigan Raynanda Chandra Wibisono Rendy Munadi Reni Dyah Wahyuningrum Revi Dianawati Reyza Pratama Rifki Fauzi Nurzaman Rina Pudji Astuti Rizal Haerul Akbar Rizky Wahyudi Robie Zulfalaily AK Rudi Sianipar Saleh Dwi Mardiyanto Simon Siregar Sitha Vrindhavani Devi Putri Suci Monica Sari Sugondo Hadiyoso Suryananda Padmadinata Syaiful Rahmat Tjahjo Adiprabowo R Uke Kurniawan Usman Vinsensius Sigit Vinsensius Sigit Vinsensius Sigit Widhi Prabowo Wildan Maulani Wulan Dwi Anggraini Yayan Agustian Yoga Prahara Novandanu Yosia Raya Peranginangin Yudha Purwanto Yudhi Suryanto Yuyu Wahyu