Claim Missing Document
Check
Articles

Analisis Persepsi Penumpang Kereta Api Jarak Jauh Terhadap Keamanan dan Kualitas Layanan di Stasiun Bandung Arizzal Maulana Primayandi; Arie Indra Gunawan
Prosiding Industrial Research Workshop and National Seminar Vol 13 No 01 (2022): Vol 13 (2022): Prosiding 13th Industrial Research Workshop and National Seminar
Publisher : Politeknik Negeri Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (226.611 KB) | DOI: 10.35313/irwns.v13i01.4367

Abstract

Penelitian ini mengukur persepsi penumpang terhadap persepsi keselamatan dan kualitas layanan kereta api jarak jauh di Stasiun Bandung. Pengumpulan data dilakukan melalui kuesioner online pada 404 penumpang kereta api jarak jauh selama Pandemi COVID-19 dari Stasiun Bandung. Data diolah menggunakan aplikasi SPSS dengan metode statistik yang kemudian dilakukan analisis deskriptif. Hasil ini menunjukkan bahwa penumpang memiliki persepsi positif terhadap keamanan dan kualitas layanan kereta api jarak jauh di Stasiun Bandung. Hasil penelitian ini mengindikasikan bahwa munculnya berbagai isu kesehatan di Indonesia tidak memberikan dampak yang negatif. Namun, masih terdapat keraguan pada indikator niat perilaku penumpang yang muncul melalui keinginan untuk berganti layanan ketika terjadi suatu kendala atau kompetitor yang menawarkan harga lebih baik.
Membangun Perilaku Konsumen Dalam Memilah Sampah Plastik: Pendekatan Theory of Planned Behavior (TPB) Vanya Amadea Rizky; Arie Indra Gunawan
Prosiding Industrial Research Workshop and National Seminar Vol 13 No 01 (2022): Vol 13 (2022): Prosiding 13th Industrial Research Workshop and National Seminar
Publisher : Politeknik Negeri Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (306.325 KB) | DOI: 10.35313/irwns.v13i01.4373

Abstract

Masalah sampah plastik telah menjadi konsentrasi dunia. Plastik merupakan aspek yang sering digunakan dalam berbagai lini produk. Seharusnya ketika konsumen membeli suatu produk, mereka harus bertanggung jawab atas pembeliannya, termasuk sampah. Namun, konsumen sebagai pihak yang memegang kendali penuh atas produk yang mereka gunakan tetap menunjukkan sikap acuh tak acuh terhadap sampah plastik yang mereka hasilkan sehari-hari. Jika ini terus berlanjut, itu akan menjadi masalah besar di masa depan. Namun, konsumen sebagai pihak yang memegang kendali penuh atas produk yang mereka gunakan tetap menunjukkan sikap acuh tak acuh terhadap sampah plastik yang mereka hasilkan sehari-hari. Jika ini terus berlanjut, itu akan menjadi masalah besar di masa depan. Oleh karena itu, penelitian ini bertujuan untuk membangun perilaku konsumen yang konsisten untuk memilah sampah plastik yang diperlukan dan menjadikannya perilaku positif. Penelitian ini menggunakan konsumen sebagai responden utama. Penelitian ini menerapkan model perilaku terencana yang menggunakan Attitude, Subjective Norms, dan Perceived Behavioral Control sebagai penentu Consequences Awareness and Recycling Intention. Kemudian dilanjutkan untuk memilah sampah plastik sebagai variabel yang mempengaruhi Perilaku Konsumen. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan 294 responden dengan kuesioner. Proses analisis data menggunakan aplikasi Smart-Pls 3.2.9.
Perspektif Adopsi Media Sosial Sebagai Implementasi Teknologi Manajemen Hubungan Pelanggan (CRM) Pada UMKM Tjetjep Djatnika; Arie Indra Gunawan
Bhakti Persada Jurnal Aplikasi IPTEKS Vol. 7 No. 2 (2021): Bhakti Persada Jurnal Aplikasi IPTEKS
Publisher : Unit Publikasi Ilmiah, P3M, Politeknik Negeri Bali

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (308.158 KB) | DOI: 10.31940/bp.v7i2.78-87

Abstract

Hadirnya media sosial menjadi sebuah media penghubung yang dapat digunakan untuk aktivitas bisnis yang mengarah kepada pengelolaan hubungan pelanggan (CRM), namun dibalik penggunaannya media sosial bagi aktivitas CRM ini terdapat sesuatu yang menarik untuk dikaji. Pelaku usaha UMKM kesulitan untuk menjadikan media sosial menjadi strategi khusus untuk bisnis, mereka hanya dapat menggunakan media sosial sekedar untuk melakukan komunikasi pemasaran secara sederhana, sehingga efektifitas penggunaan media sosial dalam konteks peningkatan penjualan belum dapat diukur dengan jelas, hal ini dikarenakan kemampuan dari pelaku usaha yang cenderung bermasalah dalam aspek SDM dan pengelolaan teknologi. Hal inilah yang menjadikan UMKM tetap kehilangan peluang untuk meningkatkan performanya dalam aktivitas pemasaran dan peningkatan penjualan. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengukur faktor-faktor adopsi media sosial sebagai implementasi teknologi dalam aktivitas usaha UMKM serta bagaimana pengaruhnya terhadap intensi penggunaan media sosial sebagai teknologi CRM. Pendekatan secara kuantitiatif diaplikasikan pada penelitian ini, Metode survey dikolaborasikan dengan aktivitas observasi secara sampling acak. Teknik pemaparan hasil penelitian dilakukan secara deskriptif, dengan analisis PLS-SEM (Partial Least Squares). Sebanyak 306 data responden diperoleh melalui kuesioner yang didistribusikan secara online melalui direct message Instagram, WhatsApp, maupun pemberian kuesioner secara langsung pada saat observasi. Hasil dari penelitian ini memperlihatkan bahwa pelaku usaha memiliki persepsi yang positif terhadap penggunaan media sosial dalam aktivitas bisnis mereka. Kemudian dapat disimpulkan bahwa faktor Facilitating Conditions, Performance Expectancy, dan Trust berpegaruh signifikan terhadap penggunaan media sosial sebagai sebuah implementasi teknologi CRM dalam aktivitas usaha.
Peran Penting Kemasan dalam Meningkatkan Persepsi Kualitas Produk Makanan Adila Sosianika; Arie Indra Gunawan; Moh Farid Najib; Fatya Alty Amalia; Widi Senalasari; Rafiati Kania
Bhakti Persada Jurnal Aplikasi IPTEKS Vol. 8 No. 2 (2022): Bhakti Persada Jurnal Aplikasi IPTEKS
Publisher : Unit Publikasi Ilmiah, P3M, Politeknik Negeri Bali

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31940/bp.v8i2.85-92

Abstract

Bisnis kuliner sebagai suvenir di Bandung saat ini telah berkembang, namun demikian secara umum mereka belum mampu menyajikan produk kuliner sebagai suvenir yang berkualitas. Hasil studi sebelumnya juga mengindikasikan bahwa aspek kemasan, penjualan, promosi serta kualitas layanan masih perlu penanganan secara serius karena belum dipersepsikan sebagai suatu yang baik. Perbaikan akan hal tersebut mendesak karena, dari sisi turis, kualitas produk, tampilan kemasan, dan bagaimana produk kuliner tersebut dijual merupakan aspek yang sangat penting dalam proses pembelian suvenir. Studi ini bertujuan untuk turut serta dalam menumbuhkembangkan bisnis kuliner bagi UKM di kota Bandung, khususnya untuk memahami dan menganalisis bagaimana dampak desain visual kemasan terhadap kualitas produk makanan. Produk oleh-oleh makanan Bandung menjadi objek penelitian ini karena produk oleh-oleh makanan dianggap sebagai produk low-involvement yang sering dibeli dan dipengaruhi oleh desain visual kemasan. Studi ini dirancang untuk memahami  dan menganalisis pentingnya desain kemasan visual dalam mempengaruhi kualitas produk oleh-oleh makanan Bandung. Untuk mencapai tujuan tersebut, sudi ini difokuskan pada usaha produk oleh-oleh makanan UKM dengan menggunakan pendekatan eksploratif dan deskriptif. Metode purposive sampling digunakan  dalam penelitian dengan menentukan kriteria responden adalah wisatawan yang baru saja berbelanja oleh-oleh khas Bandung. Selanjutnya, data dari 200 responden dianalisis menggunakan metode deskriptif statistik dan multivariate. Hasil studi menunjukkan bahwa persepsi wisatawan terhadap desain visual kemasan berpengaruh positif dan signifikan terhadap kualitas suvenir makanan Bandung. Hal ini menunjukkan bahwa penting bagi pengusaha produk oleh-oleh makanan untuk membuat de-sain kemasan yang sesuai dengan harapan konsumen agar kualitas produk juga dapat dinilai dengan baik oleh konsumen.
Examining Passengers’ Satisfaction with Public Transportation in The Rise of Health Concerns Arizzal Primayandi; Arie Indra Gunawan; Dlukha Nurkholik
Journal of Marketing Innovation (JMI) Vol. 2 No. 2 (2022)
Publisher : Politeknik Negeri Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35313/jmi.v2i2.43

Abstract

As the most frequently used mode of public transportation, train service providers must ensure the safety of passengers since the rise in health concerns. PT KAI has implemented health regulations in line with government recommendations. However, it is necessary to understand, measure, and accommodate passengers' perceptions of service quality as a way of enhancing safety. This study employs a quantitative approach by collecting online questionnaires from 404 passengers who use long-distance train services in Bandung Station. The data analysis is carried out using SPSS and SEM-PLS methods. The result shows that passengers perceived the safety, service quality, satisfaction, and reuse intention positively. Then, perceived safety and perceived service quality influenced passengers’ satisfaction. In addition, the satisfaction increased willingness to reuse intentions for long-distance train services. Thus, companies must be able to build a positive experience for their passengers and convince them that it is safe and suitable to use public transportation.
PENINGKATAN PEMASARAN DIGITAL PADA UKM SERBA SINGKONG CIREUNDEU Fatya Alty Amalia; Lina Setiawati; Arie Indra Gunawan; Widi Senalasari; Nugroho Hardiyanto; Adila Sosianika; Nono Wibisono; Dwi Suhartanto
Jurnal Difusi Vol 4 No 1 (2021): Jurnal Difusi
Publisher : Pusat Penelitian dan Pengabdian Masyarakat (P3M) Politeknik Negeri Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35313/difusi.v4i1.2230

Abstract

UKM Serba Singkong Cirendeu (UKM SSC) yang terletak di Kampung Adat Cirendeu (KAC) secara aktif memproduksi dan menjual produk olahan singkong kepada para wisatawan yang berkunjung ke KAC. Saat ini, UKM SSC masih sangat mengandalkan penjualan offline dan promosi word of mouth untuk memasarkan produknya. Namun, cara ini dianggap kurang sesuai dengan tipe konsumen yang sekarang lebih banyak hadir di dunia “online”. Terlebih lagi, di masa pandemic COVID-19 penjualan UKM SSC menurun drastis akibat tidak adanya lagi wisatawan yang berkunjung ke KAC. Maka, untuk mengatasi permasalahan penjualan yang belum optimal ini, tim PKM menggagas suatu solusi berupa peningkatan adopsi UKM SSC dalam pemasaran digital. Gagasan ini dilakukan ke dalam lima tahap kegiatan, yaitu (1) Analisis program pemasaran UKM SSC saat ini, (2) Pemilihan media pemasaran digital yang tepat, (3) Penyiapan materi pelatihan pemasaran digital, (4) Pelatihan pemasaran digital, (5) Evaluasi. Tim PKM memilih platform Instagram sebagai media pemasaran digital yang tepat untuk memasarkan produk singkon UKM SSC dengan nama akun @serba_singkong_cireundeu. Selain itu, UKM SSC juga diberikan pelatihan mengenai pengelolaan Instagram. Dari pelatihan tersebut, kelima peserta pelatihan menilai bahwa penyampaian materi telah dilakukan dengan jelas oleh tim PKM dan materi yang disampaikan juga bermanfaat bagi pengembangan bisnis mereka.
ANALISIS FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI PERILAKU KONSUMEN DALAM KEPUTUSAN PEMBELIAN KARTU PRABAYAR Nindy Wahyuni; arie indra gunawan
Edunomic : Jurnal Ilmiah Pendidikan Ekonomi Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan Vol 5 No 2 (2017): EDISI SEPTEMBER
Publisher : FKIP Unswagati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33603/ejpe.v5i2.304

Abstract

Penelitian ini menggunakan jenis penelitian kuantitatif deskriptif dengan metode survei. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh Mahasiswa Pendidikan Ekonomi di Universitas swadaya Gunung Jati Cirebon yang berjumlah 517 mahasiswa.  Besarnya sampel ditentukan dengan rumus Taro Yamane, teknik  Sampling Insidental dan Sampling Purposive. Hasil perhitungan tersebut diperoleh 84 mahasiswa sebagai sampel penelitian. Teknik pengumpulan data penelitian adalah menggunakan studi kepustakaan dan kuesioner (angket). Uji prasyarat data dilakukan dengan uji normalitas data, uji linearitas, uji heteroskedastisitas dan uji autokorelasi. Teknik analisa data yang digunakan adalah regresi berganda, uji f dan koefisien determinasi.Berdasarkan hasil penelitian menunjukan bahwa pengaruh faktor budaya memiliki nilai 1513 yang berarti mahasiswa setuju jika faktor budaya berpengaruh terhadap keputusan pembelian, faktor sosial memiliki nilai 1206 yang berarti mahasiswa ragu-ragu jika faktor sosial berpengaruh terhadap keputusan pembelian, faktor pribadi memiliki nilai 1522 yang berarti mahasiswa setuju jika faktor pribadi berpengaruh terhadap keputusan pembelian dan faktor psikologi memiliki nilai 1552 yang berarti mahasiswa setuju jika faktor pribadi berpengaruh terhadap keputusan pembelian . Berdasarkan hasil perhitungan faktor budaya, sosial, pribadi dan psikologi terhadap keputusan pembelian adalah sebesar 82,5% dan hasil nilai Fhitung ≥ Ftabel (93,278 ≥ 2,33) dengan nilai signifikansi sebesar 0,000 lebih kecil dari 0,05. Maka dapat disimpulkan bahwa faktor budaya, faktor sosial, faktor pribadi dan faktor psikologi, berpengaruh terhadap keputusan pembelianKata kunci : faktor budaya, faktor sosial, faktor pribadi dan faktor psikologi, keputusan pembelian.
Pengaruh Pendekatan Saintifik Dengan Menggunakan Model Pembelajaran Inkuiri Terhadap Kemampuan Analisis Siswa Pada Mata Pelajaran Ekonomi Arie Indra Gunawan; Imas Amaliyah
Edunomic : Jurnal Ilmiah Pendidikan Ekonomi Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan Vol 5 No 1 (2017): EDISI MARET
Publisher : FKIP Unswagati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33603/ejpe.v5i1.1071

Abstract

Pembelajaran di sekolah hingga saat ini masih kurang menuntut siswa untuk mengembangkan kemampuan kognitif analisis, siswa cenderung dilatih untuk menjawab soal dengan menghafal, sehingga keaktifan dan daya pikir tingkat tinggi seperti kemampuan kognitif analisis kurang berkembang, maka dalam pembelajaran perlu menerapkan model pembelajaran yang melibatkan secara maksimal seluruh kemampuan siswa untuk mencari dan menyelidiki secara sistematis, kritis, logis, analitis, sebagai upaya untuk meningkatkan kemampuan analisis siswa. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui respon siswa yang belajar menggunakan pendekatan saintifik model pembelajaran inkuiri dan perbedaan kemampuan analisis siswa yang menggunakan pendekatan saintifik model pembelajaran inkuri dengan model pembelajaran yang konvensional pada mata pelajaran ekonomi.Berdasarkan pengolahan hasil angket siswa pada kelas eksperimen, secara umum siswa memberikan respon yang positif terhadap penggunaan pendekatan saintifik model pembelajaran inkuiri. Sedangkan, untuk hasil posstest pada uji t dua sampel independen (Independent Sample T Test) kelas eksperimen dan kelas kontrol diketahui bahwa nilai thitung = 8,42, diperoleh ttabel = 2,00. Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa thitung > ttabel sehingga H0 diterima dan H1 ditolak, artinya terdapat perbedaan kemampuan analisis antara kelas eksperimen dan kelas kontrol.. Dimana rata-rata posttest kelas eksperimen sebesar 85,00 dan rata-rata posttest kelas kontrol sebesar 68,95. Jadi, simpulan penelitian ini adalah respon siswa terhadap pembelajaran menggunakan pendekatan saintifik model pembelajaran inkuiri baik, serta kemampuan analisis kelas eksperimen lebih baik dibandingkan kelas kontrol. Kata   Kunci:   Penelitian   Kuasi   Eksperimen,   Pendekatan   Saintifik   Model Pembelajaran Inkuiri, Kemampuan Analisis
Pengembangan Model Pelatihan Berbasis Kinerja bagi Peningkatan Kompetensi Pimpinan Perusahaan Startup Arie Indra Gunawan; Wahyu Rafdinal; Fatya Alty Amalia; Nugroho Hardiyanto; Dedy Saefuloh
Edunomic : Jurnal Ilmiah Pendidikan Ekonomi Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan Vol 8 No 1 (2020): EDISI MARET
Publisher : FKIP Unswagati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33603/ejpe.v8i1.2832

Abstract

AbstractThis research develops a performance-based training management model to produce start-up companies that have superior competitiveness in their independence and business development. Using the Research & Development approach, this research uses a locus of start-up companies in Bandung. Research subjects are the leaders or business owners of start-up companies. The managerial training and development model that is often based on various studies is concluded to run with various deficiencies in every aspect, starting from the planning, implementation, and results obtained. Based on this, the reconstruction of training and development models is carried out by examining the factors that are relevant for managerial training and development, especially in start-up companies. The results of our study show that the performance-based training model developed for managerial training and development has proven to be effective in increasing the competencies of leaders and owners of start-up companies in Bandung. Keywords: Training management model,  Competencies, Performance, Business owners of start-up companies.
APAKAH ATRIBUT PRODUK COFFEE SHOP MAMPU MENDORONG MINAT PEMBELIAN?: STUDI KASUS PADA PEMBELIAN KOPI LOKAL Eddy Syah Yahya; Arie Indra Gunawan
Edunomic : Jurnal Ilmiah Pendidikan Ekonomi Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan Vol 9 No 2 (2021): EDISI SEPTEMBER
Publisher : FKIP Unswagati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33603/ejpe.v9i2.5193

Abstract

AbstractThe research conducted tries to explore the coffee shop's attributes in influencing the lokal coffee purchase intention. Attributes consist of 5 variable dimensions such as product quality, service quality, brand equity, facilities and atmosphere. The research design used a descriptive design with a questionnaire distributed to 230 respondents to coffee shop customers. Statistical analysis was used to test the variables using multiple linear regression analysis to determine the effect of lokal coffe attributes in coffee shop on purchase intention. The results of this study indicate that the lokal coffe product attributes in coffee shop have a strong advantage in building consumer buying intention. The results of further research show that only three variables in product attributes have a positive influence on consumer purchase intention, there are product quality, service quality, and facilities. The research finding is that the purchase intention of local coffee products is indeed less when compared to imported coffee products. Customers tend to be low in stating that they will buy local coffee products, and respondents are less interested in searching for information on local coffee in coffee shops. However, the product attributes associated with local coffee served in coffee shops have resulted in a purchase intention of 52.6%.Keywords: Product Attribute, Buying Intention, Coffe shop.