Claim Missing Document
Check
Articles

Found 22 Documents
Search

An Analysis of Buginese Students in Pronouncing English Consonants: A Case Study at English Department Hasanuddin University Anggraeni, Anggi; Kamsinah, Kamsinah; Sukmawaty, Sukmawaty
ELS Journal on Interdisciplinary Studies in Humanities Vol. 7 No. 1 (2024): MARCH
Publisher : Hasanuddin University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.34050/elsjish.v7i1.32994

Abstract

The aims of this study are: (1) to identify kind of English consonants that are pronounced improperly by Buginese students, and (2) to find out the factors that cause Buginese students in pronouncing English consonants improperly. The method used in this research is descriptive qualitative method. This research is carried out on the Buginese students of English Department of Hasanuddin University batch 2016. The data is obtained by conducting pronunciation test and giving questionnaires. The data is analyzed by identifying the problematic consonants and revealing the factors that caused Buginese students pronounce English consonants improperly. The findings show that the troubled English consonants tend to come from the presence of consonants in English which are not exist in Buginese language such as /θ/, /ð/, /ʃ/, and /tʃ/, the difficulty in distinguishing voiced and voiceless consonants as in /v/ and /z/ sound, and the difficulties related to substitution, omission, and insertion of consonants found in past participle and in plural form. Meanwhile, the causes of the pronunciation problems by Buginese students consist of three causes, namely: the influenced of their mother tongue (Buginese), the period when they start to learn English, and lack of motivation and efforts to make their pronunciation better.
Implikasi Pencemaran Nama Baik di Media Sosial Tik Tok: Kajian Linguistik Forensik Emba, Ikbal Usman; Iswary, Ery; Kamsinah, Kamsinah
Jurnal Idiomatik: Jurnal Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia Vol. 6 No. 2 (2023): Idiomatik: Jurnal Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia
Publisher : Program Studi Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia FKIP Universitas Muslim Maros

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.46918/idiomatik.v6i2.2117

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk membahas implikasi tindak pencemaran nama baik merupakan fokus penelitian dalam konteks hukum pidana di media sisal tik tok. Istilah ini dapat merujuk pada perbuatan menyerang kehormatan dan nama baik seseorang dengan berbagai bentuk, baik secara lisan maupun tertulis. Pencemaran nama baik diatur dalam Kitab Undang-undang Hukum Pidana (KUHP) dan Undang-undang Informasi dan Transaksi Elektronik. Dalam konteks media sosial, linguistik forensik menjadi relevan dalam analisis bahasa yang digunakan dalam kasus pencemaran nama baik. Kebebasan berbahasa di media sosial dapat menimbulkan indikasi pencemaran nama baik, dan data linguistik seperti kata, frasa, dan kalimat digunakan untuk memahami dan mengidentifikasi tindakan tersebut. Linguistik forensik memiliki peran penting dalam menjembatani antara ilmu bahasa dan hukum, terutama dalam konteks penyelesaian kasus hukum yang melibatkan aspek kebahasaan. Pencemaran nama baik menjadi salah satu fokus studi dalam linguistik forensik, di mana analisis bahasa dapat membantu memahami, mengidentifikasi, dan menangani kasus-kasus tersebut.