Articles
ANALISIS PERGESERAN MIKRO MENGGUNAKAN SENSOR SERAT OPTIK FD 620-10
Bayu Hadi Saputro;
Harmadi -;
Wildian -
Jurnal Ilmu Fisika (JIF) Vol 6 No 1 (2014): March 2014
Publisher : Universitas Andalas
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.25077/jif.6.1.36-39.2014
Telah diperoleh sensitivitas sensor serat optik untuk pengukuran pergeseran mikro. Pergeseran mikro diukur dengan menggunakan metode sensor serat optik ekstrinsik. Susunan sistem sensor serat optik terdiri dari serat optik produksi autonics tipe FD 620-10, laser dioda dengan 𜆠= 650 ð‘›ð‘š, dan fotodetektor OPT101. Sensitivitas tertinggi berada pada jarak 1 mm sampai 2 mm yakni sebesar 2,506. Maksimum pengukuran pergeseran mikro yang dapat dipakai adalah 3 mm.
PERANCANGAN ALAT UKUR TSS (TOTAL SUSPENDED SOLID) AIR MENGGUNAKAN SENSOR SERAT OPTIK SECARA REAL TIME
Ani Fatimah;
Harmadi -;
Wildian -
Jurnal Ilmu Fisika (JIF) Vol 6 No 2 (2014): September 2014
Publisher : Universitas Andalas
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.25077/jif.6.2.68-73.2014
Telah dirancang pengembangan sistem pengukuran TSS (Total Suspended Solid) dalam air menggunakan sensor serat optik secara real time. Sistem sensor serat optik mengukur nilai TSS dalam air memanfaatkan perubahan tegangan keluaran yang dihasilkan oleh fotodetektor akibat perubahan nilai TSS air. Rancangan sistem terdiri dari sumber cahaya berupa LED merah, serat optik FD-620-10, fotodioda OPT101, penguat istrumentasi IC INA114, mikrokontroler Arduino UNO dan program LabView sebagai penampil. Serat optik sepanjang 18,5 cm dikupas claddingnya sepanjang 5 cm, dan dibersihkan menggunakan larutan aseton, selanjutnya digunakan sebagai probe sensor. Pengumpulan data dilakukan dengan membandingkan sistem yang dirancang dengan standar pengukuran menggunakan metode gravimetri. Data yang diperoleh melalui pengukuran dianalisis menggunakan teori kesalahan dan metode grafik. Rata-rata dari 10 data dalam 120 detik dengan metode gravimetri menghasilkan perbedaan maksimum 4 V/(mg/L). Tegangan keluaran sensor berbanding terbalik dengan nilai TSS dalam air. Kesalahan relatif rata-rata didapatkan 4,04%.
Rancang Bangun Sistem Electronic Nose (E-Nose) Untuk Deteksi Sampel Kanker Payudara Berbasis Mikrokontroler Arduino Uno
Gina Yulia Sari;
Wildian Wildian;
Nini Firmawati
Jurnal Ilmu Fisika Vol 10 No 1 (2018): March 2018
Publisher : Universitas Andalas
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.25077/jif.10.1.1-10.2018
Telah dilakukan rancang bangun sistem electronic nose (e-nose) yang terdiri dari 4 sensor gas, yaitu TGS822 (alkohol), TGS826 (amonia), TGS2600 (kontaminasi udara), dan TGS2602 (kontaminasi udara). Sistem e-nose ini digunakan untuk melihat respon sensor terhadap urin positif kanker payudara, negatif kanker payudara dan air. Data keluaran ke empat sensor di olah menggunakan modul mikrokontroler Arduino Uno, disimpan dan ditampilakn pada perconal computer menggunakan perangkat lunak LabVIEW. Sistem e-nose ini diujikan menggunakan 7 sampel (3 terhadap urin positif kanker payudara, 3 urin negatif kanker payudara dan air). Setiap sampel diujikan sebanyak 9 kali pengujian yang dilakukan selama 3 hari dengan setiap harinya sebanyak 3 kali pengujian. Hasil pengolahan akhir menunjukan bahwa sistem e-nose ini dapat membedakan antara sampel urin positif kanker, urin negatif kanker dan air terlihat dari pola radar yang terbentuk dari keempat sensor.Kata Kunci : kanker payudara , electronic nose (e-nose), urin, sensor gas TGS.
Sistem Otomasi Pengendalian Irigasi dan Pemantauan Lahan Sawah dengan Notifikasi Via Telegram
Wildatul Husna;
Wildian Wildian
Jurnal Fisika Unand Vol 12 No 1 (2023)
Publisher : Universitas Andalas
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (503.057 KB)
|
DOI: 10.25077/jfu.12.1.8-14.2023
Telah dirancang prototipe sistem otomasi pengendalian irigasi dan pemantauan lahan sawah dengan notifikasi via Telegram. Sistem ini dirancang untuk dilakukan pengembangan sehingga memudahkan petani dalam mengontrol dan memantau kondisi air serta lahan sawah dari jarak jauh. Prototipe dirancang menggunakan sensor water level, motor servo, ESP32-Cam, dan Arduino Uno. Nilai ADC yang dihasilkan oleh sensor water level akan dikonversi menjadi nilai ketinggian air, kemudian data tersebut diproses oleh mikrokontroler Arduino Uno dengan menggunakan bahasa pemograman Arduino IDE. Saat ketinggian air sawah dalam kondisi sangat kering atau melimpah maka notifikasi ketinggian air sawah dan foto lahan sawah akan terkirim ke Telegram petani. Saat ketinggian air sawah dalam kondisi kering, secara otomatis motor servo akan membuka pintu irigasi 1 dan menutup pintu irigasi 2, saat kondisi sawah normal motor servo akan menutup pintu irigasi 1 dan pintu irigasi 2, serta saat kondisi sawah tergenang motor servo akan membuka pintu irigasi 2 dan menutup pintu irigasi 1. Sistem pada prototipe juga dapat dikontrol dari jarak jauh dengan menekan fitur perintah yang tersedia di Telegram petani. Hasil pengujian juga menunjukkan bahwa sensor water level dapat mendeteksi ketinggian air dengan rentang 0-4 cm dan ESP32-Cam dapat terhubung dengan koneksi Wi-Fi dengan jarak maksimum 23 m.
Prototipe Tempat Tidur dengan Sistem Pelindung Buka-Tutup Otomatis dan Notifikasi Via GPS untuk Antisipasi Reruntuhan Akibat Gempabumi
Fadhila Umami;
Wildian Wildian
Jurnal Fisika Unand Vol 12 No 1 (2023)
Publisher : Universitas Andalas
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (1805.858 KB)
|
DOI: 10.25077/jfu.12.1.15-21.2023
Telah dirancang prototipe tempat tidur dengan sistem pelindung buka-tutup otomatis dan notifikasi via GPS untuk antisipasi reruntuhan akibat gempabumi. Prototipe ini berfungsi untuk melindungi orang dari reruntuhan bangunan dan dapat memberikan peringatan serta mengirimkan notifikasi yang berisi informasi tentang kejadian gempa melalui Telegram ke ponsel keluarga terdekat. Prototipe yang dirancang menggunakan sensor accelerometer MPU6050, motor servo, GPS ublox NEO-6M, buzzer, ESP8266, LED, dan Arduino Uno R3. Pada penelitian ini, besaran akselerasi pada sumbu x, y, dan z dari sensor MPU6050 digunakan untuk mengetahui besarnya percepatan dari gerakan yang dihasilkan oleh objek. Prototipe tempat tidur akan terbuka jika mendeteksi gempa dengan kekuatan ≥ 5 SR. Saat terdeteksi gempa maka buzzer akan berbunyi, LED menyala sesuai dengan kondisi gempa yang terdeteksi, serta terkirimnya notifikasi yang dilengkapi dengan titik koordinat lokasi korban gempa yang dapat diakses melalui Maps. Jarak notifikasi yang dapat diterima oleh pengguna sejauh 22 m. Hasil penelitian ini menunjukkan sistem memiliki keakuratan 80% yang diperoleh melalui 10 data keseluruhan dengan 8 jumlah data berhasil dan 2 data tidak berhasil.
Rancang Bangun Sistem Peringatan Posisi Tubuh, Jarak Pandang, dan Durasi Kerja Di Depan Komputer
Mita Anggraini;
Wildian Wildian
Jurnal Fisika Unand Vol 12 No 1 (2023)
Publisher : Universitas Andalas
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (1121.745 KB)
|
DOI: 10.25077/jfu.12.1.49-55.2023
Bekerja di depan komputer dalam waktu lama dapat menyebabkan gangguan kesehatan, baik fisik (mata dan punggung) maupun mental (stress dan kejenuhan). Alat yang dapat memberi peringatan terhadap posisi tubuh, jarak pandang, dan durasi kerja di depan komputer diperlukan agar risiko terjadinya gangguan kesehatan tersebut dapat diminimalisir. Pada penelitian ini telah dibuat sistem untuk mendeteksi jarak mata ke layar komputer menggunakan sensor jarak VL53L0X dan program untuk menghasilkan peringatan terhadap batas durasi kerja menggunakan perangkat-lunak Arduino IDE. Sensor MPU6050 digunakan untuk mendeteksi sudut tegak punggung. Modul DFPlayer Mini digunakan untuk memutar rekaman suara peringatan dan mengeluarkannya melalui speaker. Sumber tegangan yang digunakan untuk menjalankan sistem adalah Li-Po battery 3.7 V yang dapat diisi ulang melalui port charger dengan USB-mikro. Speaker akan mengeluarkan suara “perhatian, jarak mata terlalu dekat†ketika sensor mendeteksi jarak di bawah 40 cm dan mengeluarkan suara “waktunya istirahat†ketika durasi kerja telah mencapai 20 menit. Dua puluh detik kemudian speaker mengeluarkan suara peringatan “waktu istirahat telah selesai†dan pengguna dapat melanjutkan pekerjaannya. Speaker juga akan mengeluarkan suara “perbaiki posisi tegak punggung†apabila sudut tegak punggung di bawah 80°.
Pengelolaan Laboratorium Bagi Guru-Guru Fisika dan Perancangan Laboratorium Percontohan di SMAN 2 Harau
Dedi Mardiansyah;
Afdhal Muttaqin;
Ramacos Fardela;
Feriska Handayani Irka;
Astuti;
Sri Handani;
Harmadi;
Dahyunir Dahlan;
Zulfi;
Rahmad Rasyid;
Marzuki;
Mohammad Ali Shafii;
Arif Budiman;
Elvaswer;
Mora;
Wildian
BERNAS: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol. 4 No. 1 (2023)
Publisher : Universitas Majalengka
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (543.253 KB)
|
DOI: 10.31949/jb.v4i1.3632
Laboratorium merupakan salah satu sarana dan prasarana pembelajaran fisika di sekolah untuk menarik pembelajaran dan mendorong motivasi siswa dalam belajar fisika. Kegiatan yang dilaksanakan di laboratorium biasanya dalam bentuk praktikum atau demonstrasi. Laboratorium harus dikelola dan direncanakan dengan baik agar fungsinya optimal sebagai sarana pembelajaran fisika. Hasil observasi di beberapa SMA yang ada di Kabupaten Lima Puluh Kota ditemukan permasalahan bahwa laboratorium tidak dikelola dengan baik sehingga keberadaanya tidak efektif. Siswa jarang diajak praktikum di laboratorium. Alat-alat praktikum yang sudah diperoleh dari Dinas Pendidikan jarang digunakan untuk kegiatan praktikum, sehingga banyak alat yang sudah rusak karena jarang dipakai. Penataan alat dan fasilitas di laboratorium cukup memprihatinkan, tidak tertata dengan rapi dan tidak di inventaris dengan baik. Guru fisika kesulitan dalam mengadakan praktikum karena tidak adanya modul praktikum/buku petunjuk praktikum. Oleh karena itu kegiatan praktikum yang biasanya dilaksanakan di laboratorium kini dilaksanakan di ruang kelas dengan peralatan yang seadanya. Ini menyebabkan keberadaan laboratorium fisika tidak dimanfaatkan dengan baik. Atas dasar permasalahan-permasalahan tersebut, maka kami tim Pengabdian Kepada Masyarakat mengadakan pembinaan pengelolaan laboratorium fisika bagi guru-guru MGMP fisika yang ada di Kabupaten Lima Puluh Kota agar para guru fisika mampu mengelola laboratorium dengan baik sehingga dapat digunakan untuk kegiatan praktikum maupun proses pembelajaran. Rencana kegiatan PKM antara lain 1) Memberikan sosialisasi pengelolaan laboratorium, 2) Melakukan pengembangan Laboratorium Percontohan Implementasi Merdeka Belajar, 3) Melakukan diskusi pembuatan alat-alat praktikum dari peralatan sederhana, 4) Melakukan diskusi pembuatan modul praktikum/ buku petunjuk praktikum, dan 5) Melakukan monitoring awal dan lanjutan terhadap laboratorium dibeberapa sekolah yang berada di Kebupaten Lima Puluh Kota.
Rancang Bangun Mesin Desinfeksi Kabut Otomatis untuk Menghemat Air
M Ilham Fernanda;
Wildian Wildian
Jurnal Fisika Unand Vol 12 No 2 (2023)
Publisher : Universitas Andalas
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (605.681 KB)
|
DOI: 10.25077/jfu.12.2.303-309.2023
Pandemi Covid-19 telah mempengaruhi kehidupan manusia diberbagai sektor. Berbagai upaya dilakukan untuk menekan penularan virus salah satunya menjaga kebersihan tangan. Selama ini sebagian besar wastafel cuci tangan tidak beroperasi secara otomatis dan penggunaan wastafel cuci tangan setiap saat mengakibatkan konsumsi air menjadi boros. Penelitian ini bertujuan untuk membuat mesin desinfeksi otomatis dimana desinfeksi berupa kabut akan menghemat konsumsi air. Mesin desinfeksi dilengkapi mist spray fog maker yang akan mengubah air menjadi kabut dan sensor ultrasonik HC-SR04 untuk mendeteksi tangan. Jika sensor ultrasonik HC-SR04 mendeteksi tangan dengan jarak (2-20) cm maka sensor mengirimkan data ke Arduino UNO R3 sehingga akan mengaktifkan mist spray fog maker dan kipas angin DC. Keakuratan pengukuran jarak pada sensor ultrasonik HC-SR04 didapatkan persen error rata-rata 2,05% sedangkan penggunaan air atau fog output oleh mist spray fog maker sebesar 548 ml/jam.Â
Rancang Bangun Sistem Pemutus Arus Listrik Berdasarkan Pemantauan Ketinggian Banjir di Perumahan dan Notifikasinya Via Telegram
Reza Fadhreane;
Wildian Wildian
Jurnal Fisika Unand Vol 12 No 3 (2023)
Publisher : Universitas Andalas
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.25077/jfu.12.3.430-436.2023
Telah dirancang sistem pemutus arus listrik otomatis berdasarkan deteksi ketinggian banjir di perumahan dan notifikasinya via Telegram untuk menghindari terjadinya korsleting listrik. Sistem ini dirancang agar masyarakat pengguna dapat mengetahui kondisi keamanan listrik di rumahnya pada saat terjadi banjir. Sistem ini terdiri dari sensor ultrasonik HC-SR04 untuk mendeteksi ketinggian air, motor servo untuk menggerakkan tombol on/off MCB, buzzer untuk peringatan awal sebelum listrik dimatikan, modul mikrokontroler NodeMCU ESP8266 untuk mengendalikan sistem dan mengirimkan informasi ke smartphone pengguna melalui aplikasi Telegram. Hasil pengukuran, analisis, dan uji coba yang telah dilakukan menunjukkan bahwa sistem dapat berfungsi dengan baik untuk memutuskan arus pada saat ketinggian banjir mencapai nilai yang ditentukan, yaitu 3 cm. Buzzer akan berbunyi ketika ketinggian air di dalam rumah mencapai 2 cm, dan pengguna akan mendapatkan notifikasi dari Telegram bahwa listrik akan dimatikan. Sistem ini belum dirancang untuk menyalakan kembali aliran listrik ketika air telah surut di bawah 3 cm.
PENGAYAAN MATERI FISIKA : INDUKSI ELEKTROMAGNETIK DI SEKOLAH MENENGAH ATAS
Ramacos Fardela;
Zulfi Zulfi;
Afdhal Muttaqin;
Marzuki Marzuki;
Dedi Mardiansyah;
Mora Mora;
Muldarisnur Muldarisnur;
Harmadi Harmadi;
Rahmad Rasyid;
Dahyunir Dahlan;
Elvaswer Elvaswer;
Imam Taufiq;
Wildian Wildian;
Trengginas Eka Putra Sutantyo;
Feriska Handayani Irka;
Dwi Puryanti;
Rani Delvihardini
MONSU'ANI TANO Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol 6, No 2 (2023)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Luwuk
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.32529/tano.v6i2.2992
The concept of electromagnetic induction is very important in understanding and developing modern electrical technology. Some factors cause students to often find it difficult to understand electromagnetic induction material in school is that this material involves abstract concepts such as magnetic flux, magnetic field changes, and emf. For some students, understanding these concepts may be difficult due to a lack of direct experience or concrete representations. Enrichment of physics material on electromagnetic induction has been implemented at SMA N 1 Gunung Talang. This service activity aims to improve students' understanding of the basic concepts of Electromagnetic Induction in Class XII. This service consists of three stages including: preparation, implementation and evaluation. The evaluation of this activity was carried out by comparing the pre-test results before enrichment and the post-test scores of students after being given enrichment material by the lecturer (service team). The results obtained show an increase in student knowledge towards understanding the concept of electromagnetic induction. This service activity can be an effort for school and university cooperation to support student success in understanding physics concepts that are considered complicated