Claim Missing Document
Check
Articles

SINTESIS LAPISAN TiO2 MENGGUNAKAN PREKURSOR TiCl4 UNTUK APLKASI KACA SELF CLEANING DAN ANTI FOGGING Anggi Pravita R; Dahyunir Dahlan
Jurnal Fisika Unand Vol 2 No 2: April 2013
Publisher : Universitas Andalas

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (559.38 KB) | DOI: 10.25077/jfu.2.2.%p.2013

Abstract

Lapisan TiO2 telah disintesis pada substrat kaca menggunakan prekursor TiCl4, disintesis dengan metode dip coating, dengan variasi pencelupan sebanyak 1, 2 dan 3 kali serta pemanasan sampel pada suhu 100oC, 120oC, 150oC dan 200oC. Pola XRD menunjukkan bahwa lapisan TiO2 yang terbentuk berfasa amorf dengan bidang hkl (101). Hasil SEM menunjukkan pencelupan substrat sebanyak satu kali menghasilkan morfologi lapisan TiO2 yang lebih merata dibandingkan dengan tiga kali pencelupan pada pemanasan 200oC. Secara umum semua sampel menyerap sebagian cahaya UV pada kisaran panjang gelombang 300 nm-336 nm. Pengukuran sudut kontak menunjukkan bahwa sampel bersifat hidrofobik dengan sudut kontak di atas 90o. Sudut kontak cenderung bertambah besar seiring dengan peningkatan suhu pemanasan dan jumlah pencelupan, diperoleh sudut kontak maksimum sebesar 112o pada sampel dengan tiga kali pencelupan dan suhu pemanasan 200oC.
Sintesis Lapisan Antikorosi Menggunakan Ekstrak Daun Ketapang (Terminalia Catappa L) Sebagai Inhibitor Korosi pada Baja Afifah Zahra Hakimin; Dahyunir Dahlan
Jurnal Fisika Unand Vol 10 No 2 (2021)
Publisher : Universitas Andalas

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (707.936 KB) | DOI: 10.25077/jfu.10.2.170-176.2021

Abstract

Penelitian ini membahas tentang sintesis lapisan antikorosi dengan menggunakan ekstrak daun ketapang sebagai inhibitor yang bertujuan untuk mengetahui pengaruh konsentrasi larutan inhibitor dan perubahan arus listrik terhadap lapisan nikel dan mengetahui nilai laju korosi dan efisiensi inhibisi dari ekstrak daun ketapang. Dalam penelitian ini pembuatan lapisan diawali dengan mencampurkan bahan NiSO4, borid acid dan aquades yang kemudian penambahan inhibitor dengan konsentrasi 0%, 0,5%, 1%, 1,5% dan 2% volume inhibitor. Pelapisan dilakukan dengan metode elektrodeposisi. Pengukuran laju korosi baja menggunakan larutan korosif dilakukan dengan mencampurkan 2gram NaOH 1M dan 50ml aquades. Pengujian laju korosi sampel dilakukan selama 6 jam. Nilai efisiensi inhibisi yang paling opimal didapatkan pada penambahan konsentrasi inhibitor 1,5% yaitu sebesar 92,96%, dengan laju korosi terendah yaitu 0,76 Mpy. Konsentrasi inhibitor yang menghasilkan permukaan lapisan paling seragam yaitu pada konsentrasi inhibitor 1% dengan nilai efisiensi inhibisi 80,25%. Dengan analisis laju korosi menggunakan metode weight loss didapatkan pengaruh penambahan konsentrasi inhibitor terhadap laju korosi, dimana semakin meningkatnya konsentrasi inhibitor pada saat deposisi maka laju korosi akan semakin turun.. Karakterisasi permukaan baja setelah elektrodeposisi dilakukan pada sampel terbaik dengan menggunakan Scanning Electron Microscopy (SEM) dan X-Ray Diffraction (XRD)  yaitu pada konsentrasi inhibitor sebesar 1% volume larutan. Karakterisasi dilakukan pada sampel sebelum dan setelah perendaman dalam medium pengkorosi. This article reports on the synthesis of an anti-corrosion coating using tropical almond leaf extract as an inhibitor. This research begins with the manufacture of layers using NiSO4, borid acid and distilled water. Then the addition of the inhibitor was carried out with a concentration of 0%, 0.5%, 1%, 1.5% and 2% by volume of the inhibitor. The coating was carried out by the electrodeposition method. The corrosion rate was determined by immersing the steel for 6 hours in a corrosive solution mixed with 2g NaOH 1M and 50mL distilled water. The most optimal inhibition efficiency value was obtained at the addition of the inhibitor concentration of 1.5%, namely 92.96%, with the lowest corrosion rate of 0.76 Mpy. The inhibitor concentration that produced the most uniform coating surface was 1% with an inhibition efficiency of 80.25%. Corrosion rate analysis using the weight loss method shows that the addition of inhibitor concentration reduces the corrosion rate. Characterization of the steel surface after electrodeposition was carried out using Scanning Electron Microscopy (SEM) and X-Ray Diffraction (XRD). Characterization was carried out on the samples before and after immersion in the corroding medium with the optimum surface yield at  concentration of 1% inhibitor. 
Elektrodeposisi Lapisan TiO2 Untuk Aplikasi Lapisan Self Cleaning Agus Rozani; Dahlan Dahyunir
Jurnal Fisika Unand Vol 5 No 3 (2016)
Publisher : Universitas Andalas

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (133.528 KB) | DOI: 10.25077/jfu.5.3.244-247.2016

Abstract

Lapisan TiO2 telah disintesis pada substrat besi yang terlapisi Nikel dan Kromium menggunakan prekursor TiCl3.  Lapisan TiO2 disintesis dengan metode elektrodeposisi pada tegangan 3 V dan 4 V, dengan variasi kosentrasi TiCl3 0,1 hingga 1 M.  Pola XRD menunjukkan bahwa lapisan TiO2 yang terbentuk berfasa anatase.  Hasil SEM menunjukkan bahwa elektrodeposisi dengan TiCl3 0,4 M pada tegangan 3 V menghasilkan morfologi lapisan tipis TiO2 yang lebih merata dibandingkan dengan sampel-sampel yang lainnya.  Hasil pendeposisian lapisan pada tegangan 4 V menghasilkan lapisan yang berwarna hitam.  Dari pengukuran sudut kontak  diketahui bahwa sampel bersifat hidrofobik dengan sudut kontak di atas 90°.  Sampel dengan kosentrasi TiCl3 0,4 M dan tegangan 3 V memiliki lapisan TiO2 yang memiliki sifat self cleaning terbaik dengan sudut kontak rata-rata 104,3°.Kata kunci : Lapisan TiO2, sudut kontak, self cleaning
Pengaruh Waktu Annealing Lapisan Tipis ZnO Terhadap Efisiensi Sel Surya Dye Sensitized Solar Cells (DSSC) Genta El Haqqi Yozu; Dahyunir Dahlan
Jurnal Fisika Unand Vol 10 No 1 (2021)
Publisher : Universitas Andalas

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (895.244 KB) | DOI: 10.25077/jfu.10.1.90-95.2021

Abstract

Telah diteliti pengaruh lama annealing lapisan tipis ZnO terhadap efisiensi Dye Sensitized Solar Cells. Lapisan ZnO yang ditumbuhkan kemudian di-annealing menggunakan furnace. Annealing dilakukan pada temperatur 450o C dengan  durasi 1 - 5 jam.  Lapisan ZnO yang terbentuk dikarakterisasi menggunakan I-V Test, UV-VIS, dan XRD.  Karakterisasi I-V menunjukkan bahwa efisiensi tertinggi 1,98% didapatkan pada sampel yang di-annealing selama 5 jam yang menghasilkan Voc 263 mV, Isc 0,274 mA, Pmax 27,05 μW, dan Fill Factor (FF) 0,37 ketika diiluminasi dengan intensitas cahaya 300 lux.  Energi gap yang didapatkan dari karakterisasi UV-VIS sebesar 3,37 – 3,49 eV, sesuai dengan energi gap lapisan ZnO.  Karakterisasi XRD menunjukkan bahwa struktur yang dihasilkan pada waktu annealing 2 jam adalah cubic dan pada waktu annealing 5 jam adalah hexagonal.  Efisiensi tertinggi dihasilkan pada elektroda kerja lapisan ZnO yaitu sebesar 1,98% pada annealing 5 jam sedangkan efisien terendah 0,69% yaitu pada annealing 1 jam. Hasil ini menunjukkan bahwa lama waktu annealing mempengaruhi efisiensi DSSC. The effect of annealing time on ZnO thin film of the Efficiency of Dye- Sensitized Solar Cell has been investigated. The grown ZnO films were annealed in a furnace for 1 - 5 hours at a temperature of 450oC. The deposited ZnO films were characterized using the I-V test, UV-VIS, and XRD.  The I-V test shows that the highest of efficiency value of 1.98% was obtained for the sample annealed 5 hours with Voc 263 mV, Isc 0,274 mA, Pmax 27,05 μW, and Fill Factor (FF) was 0,37 when illuminated with 300 lux light intensity. The bandgap width obtained from UV-Vis spectra is 3,37 – 3,49 eV, which agrees with the energy gap of ZnO film. The XRD characterization indicated that the ZnO annealed for 2 hours has a cubic structure, while that was annealed for 5 hours is hexagonal. The highest efficiency of DSSC with ZnO electrode layer was 1.98% obtained for the sample annealed for 5 hours, whereas the lowest efficiency 0.69% was obtained for the sample annealed for 1 hour. This result indicates that longer annealing time increases the efficiency of DSSC
Pengaruh Doping Al Pada ZnO Menggunakan Metode LPD Terhadap Efisiensi Dye Sensitized Solar Cells (DSSC) Anla Fet Hardi; Dahyunir Dahlan
Jurnal Fisika Unand Vol 9 No 3 (2020)
Publisher : Universitas Andalas

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1159.454 KB) | DOI: 10.25077/jfu.9.3.360-367.2020

Abstract

Telah dilakukan pendopingan aluminium pada ZnO untuk meningkatkan efisiensi Dye Sensitized Solar Cells (DSSC). Sintesis lapisan ZnO dilakukan menggunakan metode Liquid Phase Deposition (LPD) pada suhu 80 oC selama 10 jam dengan variasi doping aluminium sebesar 0%; 1,0%; 1,5%; 2,0%; dan 2,5%. Sampel dikarakterisasi menggunakan XRD dan Spektroskopi UV-Vis sedangkan efisiensi DSSC diukur dengan menganalisis kurva I-V. Pola difraksi XRD lapisan ZnO tanpa dan dengan doping Al 1,5% memperlihatkan pola difraksi yang identik, yaitu terdapat puncak pada 2θ: 34o dan 36o yang menunjukkan karakteristik difraksi ZnO. Spektrum UV-Vis memperlihatkan absorpsi kuat pada panjang gelombang 280-380 nm yang berkaitan dengan energi gap 3,51; 3,50; 3,3; 3,11 dan 3,06 eV untuk doping 0%; 1,0%; 1,5%; 2,0% dan 2,5%, berturut-turut. Efisiensi DSSC sampel diukur menggunakan multimeter digital dan perangkat tambahan dengan intensitas cahaya 500-1500 Lux. Efisiensi tertinggi dihasilkan fotoanoda lapisan ZnO yang didoping aluminium 1,5%, yaitu sebesar 1,51% sedangkan terendah yaitu  fotoanoda tanpa doping yaitu 0,33%. Sehingga pemberian doping 1,5% mampu meningkatkan efisiensi sebesar 463% dibandingkan DSSC tanpa doping. Doping of aluminium on ZnO has been done in order to increase the efficiency value of Dye Sensitized Solar Cells (DSSC). Synthesis of the ZnO layer used the Liquid Phase Deposition (LPD) method at 80 oC for 10 hours with aluminum doping variation of 0%; 1.0%; 1.5%; 2.0%; and 2.5%. Sample characterization was performed by XRD and UV-Vis Spectroscopy, while DSSC efficiency was measured by analyzing I-V characteristics. The XRD diffraction patterns for undoped and 1.5% Al-doped samples  display identical diffraction patterns, that there were peaks around 2θ: 34 and 36, which showed the characteristics of ZnO diffraction. The UV-Vis spectrum shows that strong absorption occurs in the wavelength range of 280-380 nm and the gap energy obtained is 3.51; 3.50; 3,3; 3.11 and 3.06 eV for 0%; 1.0%; 1.5%; 2.0% and 2.5%, respectively. The efficiency of DSSC samples was measured using a digital multimeter along enhancements with a light intensity of 500-1500 Lux. The highest efficiency is produced by 1.5% Al-doped ZnO of 1.51% while the lowest is undoped sample of 0.33%. The 1.5% Al-doped ZnO  can increase efficiency by 463% compared to undoped one.
Sintesis Lapisan Antikorosi Menggunakan Tanin dari Kulit Batang Bakau sebagai Inhibitor Muhammad Frassetia Lubis; Dahyunir Dahlan
Jurnal Fisika Unand Vol 9 No 2 (2020)
Publisher : Universitas Andalas

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (767.218 KB) | DOI: 10.25077/jfu.9.2.277-283.2020

Abstract

Telah disintesis lapisan antikorosi menggunakan tanin dari kulit batang bakau sebagai inhibitor. Lapisan dibuat dari campuran tembaga (II) sulfat 1 M, asam borat 0,24 M dan akuabides tanpa dan dengan ekstrak kulit batang bakau pada konsentrasi 0%; 0,5%; 1%; 1,5%; 2%; 2,5% dan 3% volume dengan metode elektrodeposisi. Larutan NaOH 1 M digunakan sebagai media pengkorosi selama 4,5 jam. Karakterisasi morfologi dilakukan pada sampel terbaik dengan X-Ray Difractometer (XRD) setelah elektrodeposisi dengan 2,5% volume inhibitor baik sebelum maupun setelah dilakukan pengukuran laju korosi. Perubahan tegangan setelah elektrodeposisi adalah sebesar 0,1 V untuk semua variasi inhibitor. Laju korosi dan efisiensi inhibisi memiliki perubahan signifikan pada 2,5% volume inhibitor. Karakterisasi dengan mikroskop digital memiliki hasil optimum pada pelat baja dengan 2% inhibitor. Anticorrosion layers have been synthesized using tannins from mangrove bark as inhibitors. The coating was made from a mixture of 1 M copper (II) sulfate, 0.24 M boric acid and aquabides without and with mangrove bark extract at a concentration of 0%; 0.5%; 1%; 1.5%; 2%; 2.5% and 3% volume by electrodeposition method. 1 M NaOH solution was used as a corroding medium for 4.5 hours. Morphological characterization was performed on the best samples with X-Ray Difractometer (XRD) after electrodeposition with 2.5% volume inhibitors both before and after corrosion rate measurements. The change in voltage after electrodeposition is 0.1 V for all variations of the inhibitor. Corrosion rate and inhibition efficiency have a significant change in 2.5% volume inhibitors. Characterization with a digital microscope has optimum results on steel plates with 2% inhibitors.
STRUKTUR DAN SIFAT OPTIK LAPISAN TIPIS TiO2 (TITANIUM OKSIDA) YANG DIHASILKAN DENGAN MENGGUNAKAN METODE ELEKTRODEPOSISI Elsa Agustina; Dahyunir Dahlan; Syukri -
Jurnal Fisika Unand Vol 2 No 3: Juli 2013
Publisher : Universitas Andalas

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25077/jfu.2.3.%p.2013

Abstract

Telah dilakukan elektrodeposisi lapisan tipis TiO2 di atas substrat ITO (Indium Tin Oxide) dengan menggunakan larutan elektrolit TiCl4 (Titanium (IV) klorida) dan katalis H3BO3 (Boric Acid).  Didapatkan hasil karakterisasi XRD pada lapisan tipis TiO2  yang dideposisi menggunakan 1.5M TiCl4 tanpa menggunakan katalis H3BO3 berada dalam fase anatese sedangkan lapisan tipis TiO2 yang dideposisi menggunakan 1.5M TiCl4 dengan menggunakan katalis H3BO3 berada dalam fase rutile.  Spektrum UV-Vis menunjukkan lapisan tipis TiO2 dalam fase anatase memiliki energi gap sebesar 3,25 eV sedangkan dalam fase rutile memiliki energi gap sebesar 3,7 eV.  Hasil karaktarisasi SEM menunjukkan bahwa elektrodeposisi lapisan tipis TiO2 menghasilkan morfologi permukaan yang lebih halus pada sampel tanpa menggunakan katalis dibandingkan dengan elektrodeposisi sampel yang menggunakan katalis..  Berdasarkan hasil yang diperoleh, maka deposisi lapisan tipis TiO2 ini dapat dijadikan acuan untuk pemanfaatan pada aplikasi sel surya DSSC.
RANCANG BANGUN ALAT PEMBANGKIT ARUS PULSA BERBASIS MIKROKONTROLER ATMEGA8535 UNTUK PROSES ELEKTRODEPOSISI Moresa Devega; Wildian -; Dahyunir Dahlan
Jurnal Fisika Unand Vol 4 No 3: Juli 2015
Publisher : Universitas Andalas

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (25.76 KB) | DOI: 10.25077/jfu.4.3.%p.2015

Abstract

ABSTRAKTelah dilakukan rancang-bangun alat pembangkit arus pulsa berbasis mikrokontroler ATmega8535 untuk proses elektrodeposisi. Alat ini dapat membangkitkan arus pulsa dengan rentang waktu on dan off selama 1 ms (satu milidetik). Pada sistem elektrodeposisi yang diuji dengan menggunakan tegangan catu 5 V, resistor (10 Ω, 50 Ω, dan 100 Ω), dan larutan CuSO4 dapat diperoleh rentang nilai arus yang mengalir antara 0,76 mA (minimum) dan 1,32 mA (maksimum). Penambahan program untuk menampilkan tegangan terminal pada LCD menyebabkan nilai Ton yang terbaca pada osiloskop menyimpang (error)  sebesar 21 ms cukup signifikan dan bersifat sistematik.Kata Kunci : pembangkit arus pulsa, mikrokontroler, relay, keypad, dan LCDAbstractA design of pulse current generator device based on microcontroller ATmega8535 for electro-deposition process has been conducted. The device can generate pulse current with the on and off periods as long as 1 ms (one millisecond) each. At the system of electrodeposition with using a power supply of 5 V, resistors (10 Ω, 50 Ω, and 100 Ω), and  a CuSO4 solution, then the current flowing in the electro-deposition system is between 0.76 mA (minimum) and 1.32 mA (maximum). The program added to display terminal voltage of the power supply on LCD causes the value of Ton read on the oscilloscope to become error as big as 21 ms (twenty millisecond) significantly and systematically.Keywords : pulse current generator, microcontroller, relay, keypad, and LCD
Pengaruh Jenis Larutan Terhadap Morfologi dan Energi Gap Lapisan TiO2 yang Dideposisi dengan Metode Spincoating Nurfaisal Anuar; Dahlan Dahyunir
Jurnal Fisika Unand Vol 5 No 3 (2016)
Publisher : Universitas Andalas

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (661.705 KB) | DOI: 10.25077/jfu.5.3.228-232.2016

Abstract

Telah dilakukan deposisi lapisan TiO2 dari berbagai jenis larutan. Larutan yang dihasilkan kemudian dideposisikan dengan menggunakan spincoater selama 30 detik. Lapisan yang terbentuk pada substrat kaca preparat diberi perlakuan panas pada suhu ruang (27 oC) dan suhu 400 oC untuk melihat pengaruh temperatur pada masing-masing sampel. Hasil karakterisasi mikroskop optik dan SEM menunjukkan bahwa morfologi lapisan TiO2 dengan penambahan PEG-6000 terlihat partikelnya tersebar merata serta permukaan lapisan yang halus. Penambahan CTAB menyebabkan lapisan tidak terdeposisi secara merata. Aquabides (H2O) menyebabkan larutan TiO2 lebih homogen. Etanol (C2H5OH) menyebabkan penyebaran partikel pada lapisan TiO2 lebih merata (homogen). Asam asetat (CH3COOH) menyebabkan lapisan TiO2 terlapisi pada substrat kaca preparat. Asam nitrat (HNO3) menyebabkan lapisan TiO2 tidak terlapisi pada substrat kaca preparat. Berdasarkan hasil karakterisasi UV-Vis, energi gap TiO2 dengan variasi larutan H2O, C2H5OH, CH3COOH, dan C2H5OH penambahan PEG-6000 berturut-turut dengan suhu ruang (27 oC) adalah 3,2 eV, 3,25 eV, 3,0 eV dan 3,6 eV. Sedangkan energi gap ketika diberi suhu 400 oC berturut-turut adalah 3,1 eV, 3,6 eV, 3,6 eV, dan 3,65 eV.Kata kunci : TiO2, metode spincoating dan energi gap
Ekstrak Kulit Batang Bakau sebagai Inhibitor Korosi Baja Komersil Tantri Marelita Aini; Dahyunir Dahlan
Jurnal Fisika Unand Vol 10 No 2 (2021)
Publisher : Universitas Andalas

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1255.177 KB) | DOI: 10.25077/jfu.10.2.156-162.2021

Abstract

Telah dilakukan penelitian tentang pengaruh ekstrak kulit batang bakau sebagai inhibitor korosi baja komersil.  Dalam penelitian ini dibentuk lapisan pada permukaan baja menggunakan metode elektrodeposisi.  Lapisan dibuat dari pelarutan Nikel (II) sulfat 1M, asam borat 0,24 M dan aquades dengan tambahan ekstrak kulit batang bakau pada konsentrasi 0%; 0,5%; 1%; 1,5%; 2% dan 2,5% volume.  Baja terkorosi dalam larutan NaOH 1 M selama 4,5 jam. Karakterisasi menggunakan mikroskop optik untuk semua sampel dan karakterisasi X-Ray Diffractometer (XRD) untuk sampel terbaik yaitu sampel yang telah dielektrodeposisi dengan konsentrasi inhibitor 2% sebelum dan sesudah korosi.  Laju korosi diukur menggunakan metode kehilangan berat, dimana kehilangan berat baja berbanding lurus dengan laju korosi.  Penambahan konsentrasi ekstrak kulit batang bakau dapat mengurangi kehilangan berat pada baja dan meningkatkan efisiensi inhibisi.  Efisiensi inhibisi paling besar yaitu 83% dengan penambahan 2% dan 2,5% inhibitor.  Karakterisasi menggunakan mikroskop optik menunjukkan baja dengan konsentrasi 2% adalah yang paling optimum karena tidak tergerus, tidak terbentuk endapan korosi dan permukaannya masih dalam keadaan halus setelah direndam dalam media korosif.Research on the effect of mangrove stem bark extract as an inhibitor of commercial steel corrosion has been conducted. This research produces a coating on the steel surface using the electrodeposition method. The coating was made from dissolving 1M nickel (II) sulfate, 0.24 M boric acid and distilled water with the addition of mangrove bark extract at a concentration of 0%; 0.5%; 1%; 1.5%; 2% and 2.5% by volume. Steel was electrodeposed for 3 minutes with a voltage of 3V. The steel corroded in 1 M NaOH solution for 4.5 hours. Characterization using an optical microscope for all samples and characterization of the X-Ray Diffractometer (XRD) for the best sample, namely samples that have been electrodeposed with 2% inhibitor concentration before and after corrosion. The corrosion rate was measured using the weight loss method, where the weight loss of steel is directly proportional to the corrosion rate. Increasing the concentration of mangrove bark extract can reduce weight loss in steel and increase inhibition efficiency. The greatest inhibition efficiency was 83% with the addition of 2% inhibitor. Characterization using an optical microscope shows that steel with a concentration of 2% is the most optimum because it is not eroded, no corrosion deposits are formed and the surface is still in a smooth state after immersing in corrosive media.
Co-Authors A. Fadhil Desafa A.A. Ketut Agung Cahyawan W Abdil Bajili Ade Usra Berli Adrial, Rico Afdal Afdal Afdhal Muttaqin Afifah Zahra Hakimin Agus Rozani Ahmad Fauzi Pohan Aini, Tantri Marelita Akrajas Ali Umar Akrajas Ali Umar Akrajas Ali Umar Alimin Mahyudin Andhika Dwipanur Anggi Pravita R Anggi Pravita R Anggia Arista Anla Fet Hardi Apriska Prameswari Apriska Prameswari Ardi Riski Saputra Arif Budiman Arista, Anggia Arsis, Asi Noflanda Asi Noflanda Arsis Astuti Astuti Astuti - Astuti Astuti Astuti Astuti Aulia Rabiyu Rizky Bajili, Abdil Debby Herianto Wijaya Debby Herianto Wijaya, Debby Herianto Dedi Mardiansyah Dian Fitriyani Dian Fitriyani Dian Milvita Disgie Ulfika Loveanda Dwi Pujiastuti Dwi Pujiastuti Dwi Puryanti Dwipanur P.U, Andhika Dwipanur, Andhika Elistia Liza Namigo, Elistia Elsa Agustina Elsa Agustina Elvaswer Elvaswer Elvaswer F Febrielviyanti Fani Anjelina Feriska Handayani Feriska Handayani Irka, Feriska Handayani Fiqi Diyona Fiqrian, Khudbatul Fitria, Renny Geby Sri Ayu Oktavia Genta El Haqqi Yozu Hakimin, Afifah Zahra Haldis Alvaro Hardi, Anla Fet Harmadi Harmadi Harmadi Harmadi Hawariyi Ola Yuzria Hawariyi Ola Yuzria Helga Dwi Fahyuan Helga Dwi Fahyuan Helga Dwi Fahyuan Hermansyah Aziz Imam Taufik Imam Taufiq Imam Taufiq Jijim Fadilla Warman Karim, Afdal Khudbatul Fiqrian Leng, Tjiauw Siaw Loveanda, Disgie Ulfika Lubis, Muhammad Frassetia M. Ali Shafii M. Fajmi Zulkaham Manda, Poni Dwi Marzuki Marzuki Marzuki Marzuki Meqorry Yusfi Mohammad Ali Shafii Mora Mora Mora Mora Mora Moresa Devega Moresa Devega, Moresa Muchlian, Meli Muhammad Frassetia Lubis Muhammad Shadri Muharmen Suari Muldarisnur, Mulda Murdiman, Imelda Mutya Vonnisa Niken Oktavia Nini Firmawati Nurfaisal Anuar Nurul Annisa Nurwijayanti Oktavia, Niken Oktaviani Zairawati Olly Norita Tetra Prameswari, Apriska Rahmad Rasyid Rahmad Rasyid Rahmat Rasyid Ramacos Fardela Ramadhani Perdana Ramadhani Perdana, Ramadhani Rani Delvihardini Renny Fitria Rhahmi Adni Pesma Rizky, Aulia Rabiyu Roni Syafrialdi Roni Syafrialdi, Roni Sadiqin, Siti Naqiyah Shadri, Muhammad Silva Azaria Mahaputri Siti Chadijah Solly Aryza Sri Handani Sri Mulyadi Sri Mulyadi Sri Oktamuliani Suari, Muharmen Sylvina Tebriani Syukri - Syukri Syukri Syukri Syukri Tantri Marelita Aini Tjiauw Siaw Leng Trengginas Eka Putra Trengginas Eka Putra Sutantyo Warman, Jijim Fadilla Wildian Wildian Wildian Wildian Yetria Rilda Yozu, Genta El Haqqi Yuli Yetri Yuli Yetri Yusfi, Meqqory Zairawati, Oktaviani Zaki, Shakahuddin Zozy Aneloi Noli Zulfi Zulfi Zulfi Zulfi Zulfi Zulfi Zulfi, Zulfi Zulkaham, M. Fajmi