Claim Missing Document
Check
Articles

Found 12 Documents
Search

Epidemiological Studies of Subclinical Mastitis in Dairy Goats in Lumajang Regency, East Java, Indonesia Fatmawati, Mira Fatmawati; Lucia Tri Suwanti; Mufasirin; Mirni Lamid; Nunuk Dyah Retno Lastuti; Endang Suprihati; Mustofa Helmi Effendi; Anam Al Arif; Widi Nugroho; Masdiana C Padaga
Jurnal Ilmu-Ilmu Peternakan Vol. 33 No. 3 (2023): December 2023
Publisher : Faculty of Animal Science, Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21776/ub.jiip.2023.033.03.07

Abstract

Subclinical mastitis is an economically important disease in dairy goat farming. Lumajang is a center for dairy goats in East Java. However, routine examination of subclinical mastitis for screening tests has no data. This study aimed to provide prevalence data and identification factors that influenced subclinical mastitis. Therefore, this study was carried out as part of the national surveillance program. The research design is a cross-sectional study with simple random sampling. Samples came from 19 farms with a total individual sample of 224 dairy goats. Detection of subclinical mastitis using an undirect test with the California Mastitis Test (CMT). Identification of management factors and characteristics that can influence subclinical mastitis in dairy goat farms using a structured questionnaire. The results showed that the prevalence of subclinical mastitis in Lumajang District was 36.2%. There was a significant difference in subclinical mastitis in each village (p<0.05). The highest prevalence of subclinical mastitis was in Kandangtepus village. A farmer's characteristic factor that significantly influences subclinical mastitis is the farmer's experience. The aspect of livestock management that significantly affects subclinical mastitis is structured work management. Subclinical mastitis was prevalent in dairy goats in Lumajang District and requires prevention efforts. Prevention approach through education for farmers to increase knowledge, attitude, and socialization to improve livestock management.
Utilisation of Ultrasound for Improving Reproductive Health of Small Holder Dairy Farms at The KUD Gondanglegi, Malang Nugroho, Widi; Widodo, Teguh Dwi; Felisa, Putri Bhalqhis; Zackhly, A Faeldo Mikail; Maharani, Hemas Desvina; Daniest, Chika Zafira; Susilorini, Tri Eko; Kristanto, Dwi
Sasambo: Jurnal Abdimas (Journal of Community Service) Vol. 8 No. 1 (2026): Februari
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pemberdayaan Masyarakat (LITPAM)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36312/kz7tg686

Abstract

Provinsi Jawa Timur merupakan sentra utama industri sapi perah di Indonesia, namun sebagian besar usaha masih berbasis peternakan rakyat dengan produktivitas rendah akibat masalah kesehatan reproduksi. Wabah Penyakit Mulut dan Kuku (PMK) 2024–2025 memperburuk kondisi dengan meningkatnya kasus metritis dan hipofungsi ovarium. Deteksi dini gangguan reproduksi diperlukan untuk meningkatkan performa reproduksi sapi perah di Indonesia. Program Pemberdayaan Kemitraan Masyarakat (PKM) di KUD Gondanglegi dirancang untuk meningkatkan pengetahuan dan penerimaan peternak terhadap penggunaan teknologi USG untuk deteksi dini gangguan reproduksi sapi perah. Kegiatan meliputi survei awal, sosialisasi door-to-door dengan poster dan modul, demonstrasi pemeriksaan USG pada 39 sapi yang dilaporkan bunting atau bermasalah reproduksi, serta evaluasi pemahaman peternak melalui pretest–posttest dan pengisian Indeks Kepuasan Masyarakat (IKM). Hasil menunjukkan bahwa sosialisai meningkatkan hampir seluruh indikator pengetahuan, terutama pemahaman dasar USG (92,9%) dan manfaat pemeriksaan gangguan reproduksi oleh tenaga ahli (85,7%). Pemeriksaan USG mendeteksi 35,9% sapi bunting dan 64,1% mengalami kelainan reproduksi, didominasi metritis (53,5%) dan hipofungsi ovarium (32,6%). Nilai IKM >60% menunjukkan peserta menilai program bermanfaat, relevan, dan efektif. Integrasi sosialisasi dan demonstrasi lapangan terbukti meningkatkan pengetahuan sekaligus penerimaan peternak terhadap teknologi USG, sehingga berpotensi mendukung peningkatan produktivitas sapi perah.