Claim Missing Document
Check
Articles

FOREX ONLINE TRADING UNTUK PEMUDA KREATIF BRAJA CAKA WAY JEPARA LAMPUNG TIMUR Sugiono Sugiono
SINAR SANG SURYA Vol 1, No 1 (2017): AGUSTUS 2017
Publisher : UM Metro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24127/sss.v1i1.598

Abstract

ANALISIS PENGARUH KEPUASAN KERJA DAN IKLIM ORGANISASI TERHADAP KEINGINAN KELUAR (INTENTION TO QUIT) DENGAN KOMITMEN ORGANISASIONAL SEBAGAI VARIABEL INTERVENING (Pada Perusahaan Perkebunan Kelapa Sawit TELADAN PRIMA GROUP) Adhi Setyanto; Suharnomo Suharnomo; Sugiono Sugiono
JURNAL STUDI MANAJEMEN ORGANISASI Vol 10, No 1 (2013)
Publisher : Faculty of Economics and Business Diponegoro University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (263.679 KB) | DOI: 10.14710/jsmo.v10i1.5578

Abstract

This study aims to analyze the effect of job satisfaction, organisation climate and organizational commitment on intention to quite and to analyze the most affective variable on intention to quit. It is necessary to examine the factors affecting intention to quit so that management will be able to push turnover rate down. The company shall give a serious attention because a high turnover within a company can interrupt activities and productivities. High rate of turnover leads to adverse effect to an organization. Such problem is likely generating instability and uncertainty towards employment condition and human resources cost rise in forms of training invested to them, recruitment and newly built training programs. High turnover, in addition, also results in organizational ineffectiveness because it loses experienced employees as well as spends much times in training new, inexperienced employees. There are 165 respondents who are employees Teladan Prima Group for the samples and data analysis during the research is held by using SEM and AMOS 16.0 program. According to the analysis, it is concluded as the followings: job satisfaction has a positive effect on organizational commitment (CR = 3.111); organization climate has a positive on organizational commitment (CR = 4.258); organizational commitment has a negative effect on intention to quit (CR = -4.339); job satisfaction has a negative effect on intention to quit (CR = -2.165); and organizational commitment has a positive effect on intention to quit (CR = 1,319). Keyword : job satisfaction, organization climate, organizational commitment, and intention to quit
KONSEP, IDENTIFIKASI, ALAT ANALISIS DAN MASALAH PENGGUNAAN VARIABEL MODERATOR Sugiono Sugiono
JURNAL STUDI MANAJEMEN ORGANISASI Vol 1, No 2 (2004)
Publisher : Faculty of Economics and Business Diponegoro University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (301.073 KB) | DOI: 10.14710/jsmo.v1i2.4175

Abstract

ABSTRACT This article is presented to comprehend theory, concept and analysis tools in using moderating variable. Stipulating a theory, concept will affect at usage or election of analysis tools. Therefore, this matter suggests researchers have to select tool of analysis that most precise. Some approach to be elaborated, for example, Interaction Approach, Absolute Difference Value Approach, Residual and of Subgroup Approach. The major problem of the operation and identification of moderator variables are discussed. Classification of moderating variable can be based on the relationship with the criterion variable, that is, whether the specification variables are relate or not relate to the criterion variable and whether the specification variables interacts with the predictor variable. It will be discussed also at least four problems of competent to get attention when use moderator variable. Keywords: moderating variabel; interaction approach; classification of moderating varible
Village Potential Mapping Based on Development Village Index (DVI) Sugiono Sugiono; Amanda N. Cahyawati; Suluh E. Swara
e-2477-1929
Publisher : Institute of Research and Community Service, University of Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21776/ub.ijleg.2020.006.01.1

Abstract

The independence of the nation's economy depends very much on empowering the rural economy based on its potential. The purpose of this paper is to find out the potential and economic problems of a village based on the Study of Development Village Index (DVI) as the basis for the analysis of sustainable economic development. Exploratory method is used in this research to understand the value of DVI related to village potential mapping. The first step in progress is to do literature studies on village index building and village economic empowerment. Next activity is a survey to collect data based on 6 measuring variables and 12 indicators from the village ministry. Tepas villages, sub district Kesamben, Blitar is one example of applying rural economic development based on its potential mapping. From result of measurement of economic resilience variable got Economic Index (EI) equal to = 0,665. There are several indicators that need to be improved to improve the village economy such as logistic services, banking and village transportation. It can be concluded that the improvement of economic activity in the future is in the form of increasing the smooth flow of goods and services either through the provision of logistic services and the procurement of rural transportation.
RANCANG BANGUN ALAT PENGAMAN DAN MONITORING FAN PENDINGIN VSD 343RM1MO2 BERBASIS PLC MILLENIUM 3 CROUZET DIPT. SEMEN INDONESIA PABRIK TUBAN Yusup Mashudah; Muhammad Taqiyyuddin Alawiy; Sugiono Sugiono
SCIENCE ELECTRO Vol 6, No 1 (2017): SCIENCE ELECTRO
Publisher : Science Elektro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (568.601 KB)

Abstract

Di PT. Semen Indonesia terdapat equipment 343RM1MO2 yang dilengkapi VSD dengan kapasitas 690KW untuk menggerakkan dan mengatur kecepatan motor AC dengan kapasitas 500 KW. Peralatan tersebutsering terjadi gangguan yang disebabkan oleh gagalnya sistem pendinginan VSD. Sistem pendingin VSDtersebut menggunakan tipe air cooled yang dilengkapi dengan 2 fan pendingin. Fan pendingin ini hanyadiamankan oleh sebuah main circuit breaker (MCB), dimana MCB ini hanya bekerja saat kondisi arus fanoverload sehingga tidak ada pengaman saat kondisi belitan fan putus. Untuk menyelesaikan permasalahantersebut, maka dibuatkan peralatan pengaman dan monitoring fan pendingin VSD. Alat ini bekerja dengan caramengambil data arus fan pendingin melalui current transduser STWA1AH, kemudian data tersebut dikonversimenggunakan Signal Converter TV-500 sesuai spesifikasi input analog PLC Millenium 3 Crouzet, selanjutnyadata tersebut diolah dan dibandingkan dengan nilai batas arus yang bisa diubah sesuai kebutuhan antara 0 –15A. Sistem pengaman dan monitoring fan pendingin VSD akan memberitahukan ke CCR terkait kondisi fansecara digital, baik alarm ataupun fault dan sekaligus menampilkan data arus pada display PLC yang dapatdigunakan sebagai pedoman pemeliharaan VSD. Dari hasil pengujian dan analisis diketahui sistem ini mampumenentukan kondisi fan pendingin sesuai dengan batasan arus setting sehingga kerusakan akibat tidakbekerjanya fan pendingin VSD dapat teratasi. Persen kesalahan dari hasil pengukuran pada sistem ini berkisarantara 0 - 3,2% masih sesuai dengan standar IEC 13b-23, dimana nilai kesalahan yang di ijinkan antara 0 - 5%.Kata kunci: pengaman, monitoring, PLC, pendingin, fan.
ANALISIS KETIDAKSEIMBANGAN TEGANGAN PADA BUS 6,3 KV SUBSTATION 2A DAN SUBSTATION 2B DENGAN MENGGUNAKAN ETAP 12.6 Suharko Suharko; Muhammad Taqiyyudin Alawiy; Sugiono Sugiono
SCIENCE ELECTRO Vol 6, No 2 (2017): SCIENCE ELECTRO
Publisher : Science Elektro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (697.463 KB)

Abstract

Pabrik Semen Indonesia Plant Tuban 1 adalah salah satu dari 4 pabrik yang ada di PT. Semen Indonesia yang dalam proses operasinya banyak menggunakan Transformator dan motor yang dilengkapi dengan VSD (Variabel Speed Drive) dan converter yang fungsinya untuk mengatur kecepatan yang membutuhkan tenaga listrik. Maka dari itu dibutuhkan sebuah sistem tenaga listrik yang handal supaya pabrik bisa beroperasi dengan efisien. Jika kita lihat dari komponen biaya produksi, listrik menduduki peringkat dua dari keseluruhan total biaya produksi. Hal tersebut menunjukkan betapa pentingnya listrik bagi operasional pabrik.Kondisi aktual yang terjadi di lapangan saat ini adalah tegangan di sisi tegangan menengah substation 2B lebih rendah dibandingkan substation 2A. Ketidakseimbangan ini menyebabkan operator mainsubstation kesulitan untuk menentukan tegangan yang harus diberikan untuk line 1. Pengaturan nilai tegangan sumber untuk line 1 dilakukan dengan merubah tap changer trafo 1 mainsubstation. Naik turunnya tegangan sumber akan menyebabkan naik turunnya tegangan di dua substation. Ketika tegangan di substation 2A berada pada nilai nominal, tegangan di substation 2B pasti berada di bawah nominal. Hal tersebut tidak baik untuk operasi peralatan yang terhubung ke substation 2B karena menyebabkan peralatan menarik arus yang lebih besar. Di sisi lain, ketika tegangan di substation 2B berada pada nilai nominal, maka tegangan di substation 2A akan lebih tinggi dari nilai nominal. Hal ini juga berbahaya karena bisa merusak isolasi dan menyebabkan trip overvoltage.Solusi dari permasalahan tersebut adalah dengan memindahkan tap changer diantara dua trafo di substation 2A dan di substation 2B. Dimana kondisi saat ini yang paling mudah yaitu dengan memindahkan tap changer pada trafo di substation 2B, maka dari itu penulis mengangkat tema studi analisa ketidakseimbangan tegangan di bus substation 2A dan bus substation 2B. Diharapkan hasil dari penelitian dapat berguna dan bisa diimplementasikan untuk menyelesaikan permasalahan sehingga tercipta sistem kelistrikan yang handal.Kesimpulan dari permasalahan tersebut dengan mengubah tap changer substation 2B diposisi 4 akan membuat sama tegangan pada bus substation 2A dan bus substation 2B sehingga bila dinaikkan dan diturunkan tegangan untuk proses operasional pabrik pada trafo line 1 Mainsubstation 1 tidak akan berdampak terjadinya overvoltage maupun undervoltage pada tegangan menengah pada bus substation 2A dan bus substation 2B.Kata Kunci : trip overvoltage, er (electrical room), Substation 2A, Substation 2B, Mainsubstation, Rawmill, Kiln., tap changer.
Perancangan Aplikasi Penentu Rute Terpendek Perjalanan Wisata di Kabupaten Jember Menggunakan Algoritma Dijkstra Muhammad Qomaruddin; Muhammad Taqiyyudin Alawiy; Sugiono Sugiono
SCIENCE ELECTRO Vol 6, No 2 (2017): SCIENCE ELECTRO
Publisher : Science Elektro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (668.622 KB)

Abstract

Pariwisata merupakan peranan penting bagi pertumbuhan ekonomi suatu daerah. Salah satu tujuan tenpat wisata di Jawa Timur tidak lain adalah Kabupaten Jember. Kabupaten Jember memiliki berbagai macam objek wisata, mulai dari wisata bahari, budaya, dan komersial. Oleh karena itu peneliti ingin membuat suatu perangkat lunak penentuan rute perjalanan wisata di Kabupaten Jember berbasis online yang dinamai Jember Guide, dan dapat digunakan sebagai alat bantu bagi para wisatawan untuk melakukan perjalanan wisata secara mudah. Aplikasi ini akan menghasilkan sistem penentu rute terdekat menuju objek wisata di Kabupaten Jember. Wisatawan akan memperoleh rute beserta lama waktu perjalanan, jarak, dan penunjuk arah jalan. Pembuatan aplikasi ini menggunakan pemograman Microsoft Visual Basic 2010 dan dibantu dengan Google Maps. Metode yang digunakan dalam perancangan aplikasi ini adalah algoritma Dijkstra yang berfungsi sebagai algoritma mencari jalur terdekat. Dalam uji coba akurasi penentuan waktu perjalanan, dilakukan perbandingan dengan menghitung secara manual menggunakan rumus Kinematika yaitu rumus mengukur Gerak Lurus Beraturan (GLB). Setelah melakukan uji coba perbandingan, peneliti mendapatkan hasil bahwa program menghasilkan waktu yang berbeda 4 menit dari perhitungan manual. Dalam aplikasi ini peneliti juga menyediakan daftar-daftar objek wisata yang sudah dibuka untuk umum oleh pemerintah Kabupaten Jember. Selain memberi daftar wisata, Aplikasi ini juga menampilkan foto lokasi wisata sehingga memudahkan wisatawan untuk memutuskan wisata mana yang lebih menarik untuk dikunjungi.Kata Kunci: Kabupaten Jember, Wisata, Dijkstra, Visual Basic. Google Maps.
ANALISIS PENGARUH PEMASANGAN GROUNDING PADA KABEL TANAH 20 KV DI GARDU HUBUNG SARANGAN PLN RAYON MALANG KOTA UNTUK MENURUNKAN GANGGUAN PENYULANG MENGGUNAKAN E-TAP 12.6 Zaenal Furqon; Sugiono Sugiono; Bambang Minto Basuki
SCIENCE ELECTRO Vol 6, No 1 (2017): SCIENCE ELECTRO
Publisher : Science Elektro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (772.008 KB)

Abstract

Gardu distribusi merupakan salah satu komponen dari suatu sistem distribusi yang berfungsi untuk menguhubungkan jaringan ke konsumen atau untuk mendistribusikan tenaga listrik pada konsumen, baik konsumen tegangan menengah mapun konsumen tegangan rendah. Salah satu gardu distribusi adalah gardu hubung. Gardu hubung merupakan satu gardu yang terdiri dari peralatan-peralatan hubung serta alat-alat control lainnya, namun tidak terdapat trafo daya. Alat penghubung yang terdapat pada gardu hubung adalah saklar beban yang selalu dalam kondisi terbuka (normally open), saklar ini bekerja menutup (close) jika penyulang utama mengalami gangguan. Adapun pengaruh dari tidak terpasangnya grounding pada kabel tanah tersebut apabila terjadi gangguan fasa tanah relay proteksinya tidak akan bekerja secara riil atau normal, serta dapat menimbulkan Io yang besarannya lebih dari = 2A. Untuk sistem pentanahan di Gardu Induk Polehan adalah 500 Ohm, dengan perhitungan : 20kV / 1,732 : 500 Ohm =23,09. Untuk setting relay DGR yaitu 2A, di dapatkan dari 10% dari besar arus gangguan DGR dari setting relay. Sehingga perlu untuk Grounding kabel tanah di pasang, sehingga jika ada gangguan proteksi gardu hubung dapat bekerja dan Io tidak lebih dari arus nominal. Sehingga relay Gardu Induk aman tidak trip atau gangguan. Aplikasi ETAP 12.6 digunakan untuk medeteksi arus hubunf singkat fasa tanah dengan melihat panjang jaringan dari aplikasi ETAP 12.6.Kata Kunci : Gardu Distribusi, Proteksi Jaringan Distribusi, Grounding Kabel Tanah, Aplikasi Program Sofware ETAP 12.6
PROTOTYPE PENGATUR KADAR PH DAN PEMBERIAN PAKAN IKAN KOI SECARA OTOMATIS MENGGUNAKAN MIKROKONTROLER Hilda Nur Rama Dhana; Sugiono Sugiono; Bambang Minto Basuki
SCIENCE ELECTRO Vol 13, No 1 (2021): SCIENCE ELECTRO
Publisher : Science Elektro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (424.863 KB)

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengembangkan sebuah purwarupa pengatur kadar pH dan pemberian pakan ikan koi secara otomatis. Perangkat tersebut dilengkapi dengan pengaturan batas bawah pH air akuarium dan penjadwalan pemberian pakan pada ikan koi. Dengan demikian, perangkat akan menjalankan operasi pemberian pakan ikan secara otomatis menurut jadwal yang telah diberikan. Untuk penggantian air akuarium, perangkat ini dilengkapi dua stop kontak yang bisa dihubungkan ke pompa air, satu untuk menguras dan satu untuk mengisi air di akuarium. Hasil pengujian menunjukkan bahwa perangkat berhasil memberi pakan ikan secara otomatis dengan akurasi massa pakan sebesar 3 gram. Selain itu perangkat juga berhasil mempertahankan ketinggian air akuarium di tingkat 95% hingga 105%, serta mempertahankan pH air sesuai dengan pengaturan yang diberikan.
MODEL ALARM KEBAKARAN DENGAN SISTEM KOMPUTER MENGGUNAKAN MIKROKONTROLER NODE MCU Dzulkivi Adriansyah; Sugiono Sugiono; Bambang Minto Basuki
SCIENCE ELECTRO Vol 12, No 1 (2020): Science of Electro
Publisher : Science Elektro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Alarm dapat juga didefinisikan sebagai pesan berisi pemberitahuan ketika terjadi penurunan atau kegagalan dalam penyampain sinyal komunikasi data ataupun ada peralatan yang mengalami kerusakan (penuruan kerja). Pada sistem pendeteksi kebakaran ada dua hal yang harus diperhatikan yaitu panas dan tebalnya asap. Kedua komponen saling berkaitan antar satu dengan lain, suhu pada ruangan (tempat) menunjukan adannya sumber api sehingga diperlukan sensor untuk mendeteksi tingkat suhu yang terbaca dalam ruangan. Adapun sensor yang digunakan adalah LM35 di mana perubahan suhu yang terdeksi oleh sensor pada ruangan tersebut, akan dikonversi menjadi tegangan dan selanjutnya dibaca oleh kontroler untuk mengetahui suhu yang dibaca. Perangakat lunak yang dirancang mampu melakukan proses konversi sensor asap MQ7 dan sensor suhu LM35 melalui input ADC dan melakukan perbandingan hasil suhu dan asap terhadap seting point untuk mengindikasikan adannya kebakaran tiap ruangan, menyalakan buzzer melalaui driver dan mampu mengirimkan data ke komputer. Kata Kunci : Komputer, Sensor LM35, Sensor Asap MQ7