Articles
ANALISIS KINERJA LOAD BALANCING MENGGUNAKAN METODE NTH DENGAN DUA INTERNET SERVICE PROVIDER PADA ROUTER MIKROTIK
Miswar R Leisubun;
Sugiono Sugiono;
Muhammad Taqiyyuddin Alawiy
SCIENCE ELECTRO Vol 6, No 1 (2017): SCIENCE ELECTRO
Publisher : Science Elektro
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (317.837 KB)
Koneksi internet muncul seiring dengan perkembangan teknologi telekomunikasi berbasis internet yang begitu pesat saat ini, menjadikan internet sebagai suatu sarana komunikasi yang mudah bagi setiap orang. Oleh karena itu, penggunaan akses internet perlu diatur sehingga nyaman bagi penggunanya. Suatu perusahaan atau instansi menggunakan lebih dari satu layanan internet, tujuannya untuk menghindari terputusnya koneksi internet apabila layanan dari salah satu internet service provider yang terpakai mengalami gangguan.(Agung Rahmawan Saputra, 2013). Pada MAN 1 Malang terdapat beberapa kelas untuk melakukan proses belajar mengajar dan juga beberapa ruang laboratorium komputer untuk menunjang kegiatan praktikum siswa, Hal ini tidak terlepas dari peranan jaringan komputer di dalam laboratorium komputer MAN 1 Malang. Namun permasalahan pada jaringan komputer MAN 1 Malang yaitu kurangnyasinyalkoneksi internet menyebabkan proses belajar-mengajarmenjaditerganggu. Oleh karena itu timbul solusi untuk menggunakan dua ISP dan menjadkan mikrotik sebagai load balancer. Mekanismenya yaitu mikrotik akan menandai paket yang mengakses internet lalu memilih jalur ISP mana yang akan dilewatinya dan menyetarakan beban pada kedua ISP tersebut. Berdasarkan metode pengembangan sistem yang digunakan, yaitu Network Development Life Cycle (NDLC), maka sebelum menentukan metode load balancing yang akan digunakan, peneliti melakukan analisis terhadap kondisi traffic jaringan yaitu dengan memonitoring untuk mendapatkan log-log yang berada di jaringan. Pemilihan Nth load balancing dikarenakan metode tersebut memenuhi kriteria karena dapat meningkatkan kecepatan koneksi dan membagi beban pada kedua gateaway agar tidak terjadi overload. Lalu peneliti menerapkan pula teknik fail over, yaitu dimana jika salah satu koneksi gateaway sedang terputus, maka gateaway lainnya otomatis akan menjadi backup yang akan menopang semua traffic jaringan.Kata kunci : Koneksi internet ganda, Nth load balancing, Mikrotik.
APLIKASI SIMULASI PEMUTAKHIRAN DATA DPT (Daftar Pemilihan Tetap) PEMILIHAN PRESIDEN MENGGUNAKAN NFC (Near Field Communication) E-KTP
Dedi Rahmat Papuke;
Muhammad Taqijjuddin Alawiy;
Sugiono Sugiono
SCIENCE ELECTRO Vol 11, No 2 (2019): SCIENCE ELEKTRO
Publisher : Science Elektro
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (343.966 KB)
Proses pencoklitan ini merupakan rangkaian awal penetapan DPT, sehingga akurasi DPT tersebut ditentukanproses pemutakhiran data. Panwaslu menekankan akan mengawasi secara ketat seluruh proses pemutakhiran dilapangan yang akan dilakukan oleh KPU. Teknologi NFC merupakan gabungan antara smartcard dan smartcardreader yang ditanam didalam satu perang
Analysis of Product Design Long Leg Braces With Kansei Words Approach and Biomechanics
Sugiono sugiono;
Bellyn Mey Cendy;
Dewi Hardiningtyas
Indonesian Journal of Disability Studies Vol. 2 No. 1 (2015)
Publisher : The Center for Disability Studies and Services Brawijaya University
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (615.339 KB)
Many aspects become consideration related to the needs and desires of consumers with disabilities. Categories of persons with disabilities using using the lame use walking aids (long leg braces) for everyday mobility. Long leg braces that are now in the market have some complaints. Incompatibility use walking aids prove that the identification and analysis of existing of long leg braces as consideration for further improvement. When using the product, 40 of long leg braces become the sample from 64 populations in Malang. The consumer of long leg braces tend to express a desire using abstract words. Identification of the feelings and emotions of the users done using kansei words. Kansei words represent human psychological as feelings and emotions. Considerations that appear on kansei words, become consideration in the calculation of biomechanics. Therefore,it is expected that the design of the new long leg braces are able to distribute energy/ the load of the user so it can reduce complaints based on kansei words. Based on the kansei questionnaire there are 25 pairs of words that represent the desire of consumers to the product. 7 factors which produce ergonomic consideration factors have the most variable. Adjustments to the forces and moments between the segments of the normal foot greatest force in doubled phase support pelvic segment amounted to 28.93 N and moment of inertia of 658.53 KgM2. With a recommendation on long leg braces segment so that the resulting mass at the base of the thigh segment amounted to 0.864 kg, 0.792 kg calf and the foot segment amounted to 0.182 kg. Biomechanical calculations have proved that complaints of long leg braces have the highest number of complaints on the suitability of the thigh segment based on kansei words.
RANCANG BANGUN MONITORING BESARAN LISTRIK BERBASIS WEB THINGSPEAK DI CV. BHAKTI TECHNO SOLUTION
Ainul Solihin;
Muhammad Jasa Afroni;
Sugiono Sugiono
SCIENCE ELECTRO Vol 6 No 1 (2017): SCIENCE ELECTRO
Publisher : Science Elektro
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
Energi listrik sangat berperan penting dalam memajukan perekonomian masyarakat baik dalam skala rumah tangga maupun skala industri. Kualitas energi listrik dapat mempengaruhi kinerja dan usia pakai dari beban atau peralatan yang digunakan.Pada penelitian ini telah dirancang sistem aplikasi berbasis mikrokontroller arduino nano untuk memantau dan merekam tegangan listrik dan arus melalui website thingspeak.com. Data tegangan dan arus yang dideteksi oleh arduino nano diupload ke Website Thingspeak.com melalui modul wifi ESP2688Hasil pengujian alat yang dirancang telah diuji dengan volt meter dan ampere meter standar menghasilkan selisih eror yang relatif kecil. Tingkat eror dari sensor tegangan rata-rata 3,8% dan tingkat eror dari sensor arus rata-rata 5,4%.Kata kunci: Energi Listrik, Tegangan, Arus, Arduino Nano, Website Thingspeak
ANALISIS KINERJA LOAD BALANCING MENGGUNAKAN METODE NTH DENGAN DUA INTERNET SERVICE PROVIDER PADA ROUTER MIKROTIK
Miswar R Leisubun;
Sugiono Sugiono;
Muhammad Taqiyyuddin Alawiy
SCIENCE ELECTRO Vol 6 No 1 (2017): SCIENCE ELECTRO
Publisher : Science Elektro
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
Koneksi internet muncul seiring dengan perkembangan teknologi telekomunikasi berbasis internet yang begitu pesat saat ini, menjadikan internet sebagai suatu sarana komunikasi yang mudah bagi setiap orang. Oleh karena itu, penggunaan akses internet perlu diatur sehingga nyaman bagi penggunanya. Suatu perusahaan atau instansi menggunakan lebih dari satu layanan internet, tujuannya untuk menghindari terputusnya koneksi internet apabila layanan dari salah satu internet service provider yang terpakai mengalami gangguan.(Agung Rahmawan Saputra, 2013). Pada MAN 1 Malang terdapat beberapa kelas untuk melakukan proses belajar mengajar dan juga beberapa ruang laboratorium komputer untuk menunjang kegiatan praktikum siswa, Hal ini tidak terlepas dari peranan jaringan komputer di dalam laboratorium komputer MAN 1 Malang. Namun permasalahan pada jaringan komputer MAN 1 Malang yaitu kurangnyasinyalkoneksi internet menyebabkan proses belajar-mengajarmenjaditerganggu. Oleh karena itu timbul solusi untuk menggunakan dua ISP dan menjadkan mikrotik sebagai load balancer. Mekanismenya yaitu mikrotik akan menandai paket yang mengakses internet lalu memilih jalur ISP mana yang akan dilewatinya dan menyetarakan beban pada kedua ISP tersebut. Berdasarkan metode pengembangan sistem yang digunakan, yaitu Network Development Life Cycle (NDLC), maka sebelum menentukan metode load balancing yang akan digunakan, peneliti melakukan analisis terhadap kondisi traffic jaringan yaitu dengan memonitoring untuk mendapatkan log-log yang berada di jaringan. Pemilihan Nth load balancing dikarenakan metode tersebut memenuhi kriteria karena dapat meningkatkan kecepatan koneksi dan membagi beban pada kedua gateaway agar tidak terjadi overload. Lalu peneliti menerapkan pula teknik fail over, yaitu dimana jika salah satu koneksi gateaway sedang terputus, maka gateaway lainnya otomatis akan menjadi backup yang akan menopang semua traffic jaringan.Kata kunci : Koneksi internet ganda, Nth load balancing, Mikrotik.
Studi Analisa Evaluasi Beban Terhadap Arus Netral dan Losses Transformator Distribusi Area Crusher Di PT. Semen Indonesia (Persero) Tbk.
Mohamad Ali Dimyati;
Muhammad Taqiyyuddin Alawiy;
Sugiono Sugiono
SCIENCE ELECTRO Vol 6 No 1 (2017): SCIENCE ELECTRO
Publisher : Science Elektro
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
Ketidakseimbangan beban pada suatu sistem distribusi tenaga listrik selalu terjadi, Dalam pembebanan transformator diharapkan nilai beban di masing-masing fasa adalah seimbang. Namun apabila terjadi ketidakseimbangan beban, maka ketidakseimbangan beban yang diijinkan adalah kurang dari 5% (menurut standard IEC). Akibat ketidakseimbangan beban tersebut timbullah arus di netral trafo. Arus yang mengalir di netral trafo ini menyebabkan terjadinya losses (rugi-rugi), yaitu losses akibat adanya arus netral pada penghantar netral trafo dan losses akibat arus netral yang mengalir ke tanah.Setelah dianalisis dalam keadaan operasi maupun tidak operasi, persentase pembebanan yang paling besar terdapat pada ER 1 yaitu 34.4 %, dan diperoleh ketidakseimbangan beban yang terbesar pada ER 9A yaitu 4% (standard IEC dibawah 5%) , dan losses pada transformator rata-rata dibawah 3x10-4 Kwatt dan dapat di pastikan persentase nya juga nilainya pasti sangat kecil. Diharapkan losses yang timbul kecil pula yang berdampak terhadap efektifitas dan efisiensi transformator serta peralatan listrik yang ada di Area Crusher PT. Semen IndonesiaKata kunci : Ketidakseimbangan, Transformator, Losses
RANCANG BANGUN ALAT PENGAMAN DAN MONITORING FAN PENDINGIN VSD 343RM1MO2 BERBASIS PLC MILLENIUM 3 CROUZET DIPT. SEMEN INDONESIA PABRIK TUBAN
Yusup Mashudah;
Muhammad Taqiyyuddin Alawiy;
Sugiono Sugiono
SCIENCE ELECTRO Vol 6 No 1 (2017): SCIENCE ELECTRO
Publisher : Science Elektro
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
Di PT. Semen Indonesia terdapat equipment 343RM1MO2 yang dilengkapi VSD dengan kapasitas 690KW untuk menggerakkan dan mengatur kecepatan motor AC dengan kapasitas 500 KW. Peralatan tersebutsering terjadi gangguan yang disebabkan oleh gagalnya sistem pendinginan VSD. Sistem pendingin VSDtersebut menggunakan tipe air cooled yang dilengkapi dengan 2 fan pendingin. Fan pendingin ini hanyadiamankan oleh sebuah main circuit breaker (MCB), dimana MCB ini hanya bekerja saat kondisi arus fanoverload sehingga tidak ada pengaman saat kondisi belitan fan putus. Untuk menyelesaikan permasalahantersebut, maka dibuatkan peralatan pengaman dan monitoring fan pendingin VSD. Alat ini bekerja dengan caramengambil data arus fan pendingin melalui current transduser STWA1AH, kemudian data tersebut dikonversimenggunakan Signal Converter TV-500 sesuai spesifikasi input analog PLC Millenium 3 Crouzet, selanjutnyadata tersebut diolah dan dibandingkan dengan nilai batas arus yang bisa diubah sesuai kebutuhan antara 0 –15A. Sistem pengaman dan monitoring fan pendingin VSD akan memberitahukan ke CCR terkait kondisi fansecara digital, baik alarm ataupun fault dan sekaligus menampilkan data arus pada display PLC yang dapatdigunakan sebagai pedoman pemeliharaan VSD. Dari hasil pengujian dan analisis diketahui sistem ini mampumenentukan kondisi fan pendingin sesuai dengan batasan arus setting sehingga kerusakan akibat tidakbekerjanya fan pendingin VSD dapat teratasi. Persen kesalahan dari hasil pengukuran pada sistem ini berkisarantara 0 - 3,2% masih sesuai dengan standar IEC 13b-23, dimana nilai kesalahan yang di ijinkan antara 0 - 5%.Kata kunci: pengaman, monitoring, PLC, pendingin, fan.
PERENCANAAN JARINGAN FIBER TO THE HOME (GPON) DI PERUMAHAN GRIYA SHANTA
Avisena Elgaisy;
Muhammad Taqiyyudin Alawiy;
Sugiono Sugiono
SCIENCE ELECTRO Vol 6 No 2 (2017): SCIENCE ELECTRO
Publisher : Science Elektro
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
Seiring perkembangan jaman dan kebutuhan manusia terhadap informasi khususnya dari Internet, maka kecepatan dan kemampuan mengadaptasi kepasitas menjadi bagian yang sangat penting. Untuk mengakomodir kebutuhan tersebut dibutuhkan jaringan akses yang menghubungkan server ke client, gedung satu ke gedung yang lain, Service Provider ke customer yang mampu beroperasi dalam pita lebar (broadband). Jaringan Fiber to The Home (FTTH) merupakan salah satu solusi jaringan akses/ lastmile yang mampu mengakomodir kebutuhan tersebut. Jaringan FTTH dibangun berbasis kabel fiber optik , secara umum ada dua jenis topologi untuk FTTH yaitu active optical network dan passive optical network. Gigabit Passive Optical Network ( GPON ) adalah teknologi node akses yang diperlukan untuk memberikan layanan multimedia (Voice,data, Video maupun content-content yang lain) bagi pelanggan perumahan maupun bisnis. Hasil yang didapatkan jika menggunakan teknologi akses FTTH dengan topologi GPON adalah Jaringan akses (lastmile) yang mampu mengakomodasi kebutuhan triple play ( Data , Voice , Video ) dengan kecepatan tinggi dan bandwidth yang besar ( Broadband )Kata Kunci : Fiber Optik , FTTH , dan GPON
Perancangan Aplikasi Penentu Rute Terpendek Perjalanan Wisata di Kabupaten Jember Menggunakan Algoritma Dijkstra
Muhammad Qomaruddin;
Muhammad Taqiyyuddin Alawiy;
Sugiono Sugiono
SCIENCE ELECTRO Vol 6 No 2 (2017): SCIENCE ELECTRO
Publisher : Science Elektro
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
Pariwisata merupakan peranan penting bagi pertumbuhan ekonomi suatu daerah. Salah satu tujuan tenpat wisata di Jawa Timur tidak lain adalah Kabupaten Jember. Kabupaten Jember memiliki berbagai macam objek wisata, mulai dari wisata bahari, budaya, dan komersial. Oleh karena itu peneliti ingin membuat suatu perangkat lunak penentuan rute perjalanan wisata di Kabupaten Jember berbasis online yang dinamai Jember Guide, dan dapat digunakan sebagai alat bantu bagi para wisatawan untuk melakukan perjalanan wisata secara mudah. Aplikasi ini akan menghasilkan sistem penentu rute terdekat menuju objek wisata di Kabupaten Jember. Wisatawan akan memperoleh rute beserta lama waktu perjalanan, jarak, dan penunjuk arah jalan. Pembuatan aplikasi ini menggunakan pemograman Microsoft Visual Basic 2010 dan dibantu dengan Google Maps. Metode yang digunakan dalam perancangan aplikasi ini adalah algoritma Dijkstra yang berfungsi sebagai algoritma mencari jalur terdekat. Dalam uji coba akurasi penentuan waktu perjalanan, dilakukan perbandingan dengan menghitung secara manual menggunakan rumus Kinematika yaitu rumus mengukur Gerak Lurus Beraturan (GLB). Setelah melakukan uji coba perbandingan, peneliti mendapatkan hasil bahwa program menghasilkan waktu yang berbeda 4 menit dari perhitungan manual. Dalam aplikasi ini peneliti juga menyediakan daftar-daftar objek wisata yang sudah dibuka untuk umum oleh pemerintah Kabupaten Jember. Selain memberi daftar wisata, Aplikasi ini juga menampilkan foto lokasi wisata sehingga memudahkan wisatawan untuk memutuskan wisata mana yang lebih menarik untuk dikunjungi.Kata Kunci: Kabupaten Jember, Wisata, Dijkstra, Visual Basic. Google Maps.
ANALISIS KETIDAKSEIMBANGAN TEGANGAN PADA BUS 6,3 KV SUBSTATION 2A DAN SUBSTATION 2B DENGAN MENGGUNAKAN ETAP 12.6
Suharko Suharko;
Muhammad Taqiyyuddin Alawiy;
Sugiono Sugiono
SCIENCE ELECTRO Vol 6 No 2 (2017): SCIENCE ELECTRO
Publisher : Science Elektro
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
Pabrik Semen Indonesia Plant Tuban 1 adalah salah satu dari 4 pabrik yang ada di PT. Semen Indonesia yang dalam proses operasinya banyak menggunakan Transformator dan motor yang dilengkapi dengan VSD (Variabel Speed Drive) dan converter yang fungsinya untuk mengatur kecepatan yang membutuhkan tenaga listrik. Maka dari itu dibutuhkan sebuah sistem tenaga listrik yang handal supaya pabrik bisa beroperasi dengan efisien. Jika kita lihat dari komponen biaya produksi, listrik menduduki peringkat dua dari keseluruhan total biaya produksi. Hal tersebut menunjukkan betapa pentingnya listrik bagi operasional pabrik.Kondisi aktual yang terjadi di lapangan saat ini adalah tegangan di sisi tegangan menengah substation 2B lebih rendah dibandingkan substation 2A. Ketidakseimbangan ini menyebabkan operator mainsubstation kesulitan untuk menentukan tegangan yang harus diberikan untuk line 1. Pengaturan nilai tegangan sumber untuk line 1 dilakukan dengan merubah tap changer trafo 1 mainsubstation. Naik turunnya tegangan sumber akan menyebabkan naik turunnya tegangan di dua substation. Ketika tegangan di substation 2A berada pada nilai nominal, tegangan di substation 2B pasti berada di bawah nominal. Hal tersebut tidak baik untuk operasi peralatan yang terhubung ke substation 2B karena menyebabkan peralatan menarik arus yang lebih besar. Di sisi lain, ketika tegangan di substation 2B berada pada nilai nominal, maka tegangan di substation 2A akan lebih tinggi dari nilai nominal. Hal ini juga berbahaya karena bisa merusak isolasi dan menyebabkan trip overvoltage.Solusi dari permasalahan tersebut adalah dengan memindahkan tap changer diantara dua trafo di substation 2A dan di substation 2B. Dimana kondisi saat ini yang paling mudah yaitu dengan memindahkan tap changer pada trafo di substation 2B, maka dari itu penulis mengangkat tema studi analisa ketidakseimbangan tegangan di bus substation 2A dan bus substation 2B. Diharapkan hasil dari penelitian dapat berguna dan bisa diimplementasikan untuk menyelesaikan permasalahan sehingga tercipta sistem kelistrikan yang handal.Kesimpulan dari permasalahan tersebut dengan mengubah tap changer substation 2B diposisi 4 akan membuat sama tegangan pada bus substation 2A dan bus substation 2B sehingga bila dinaikkan dan diturunkan tegangan untuk proses operasional pabrik pada trafo line 1 Mainsubstation 1 tidak akan berdampak terjadinya overvoltage maupun undervoltage pada tegangan menengah pada bus substation 2A dan bus substation 2B.Kata Kunci : trip overvoltage, er (electrical room), Substation 2A, Substation 2B, Mainsubstation, Rawmill, Kiln., tap changer.