Claim Missing Document
Check
Articles

Analisis Implementasi Mesin Pencampur Warna Cat Berbasis Pid Firdha Affan; Agung Nugroho Jati; Denny Darlis
eProceedings of Engineering Vol 2, No 1 (2015): April, 2015
Publisher : eProceedings of Engineering

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pengendali PID merupakan salah satu kontrol klasik yang paling banyak digunakan dalam perindustrian untuk melakukan pengontrolan alat-alat industri. Hampir ± 97% industri yang bergerak dibidang proses menggunakan kontrol PID dalam melakukan pengontrolannya [4]. Pada penelitian ini PID diterapkan dan dianalisis performansinya pada mesin pencampur zat cair. Parameter yang digunakan pada mesin pencampur hanya parameter proportional dan derivative, dari 2 parameter tersebut mesin dirancang agar bisa menutup secara perlahan hingga setpoint tercapai. Parameter kontroler didapatkan dengan proses trial and error. Hasil parameter yang diperoleh adalah Kp=1.9 dengan nilai Kd=0.1. Rata-rata error hasil keluaran terhadap setpoint yang dihasilkan adalah sebesar 15.33% untuk 1 tabung, 23.47% untuk 2 tabung dan 26.52% untuk 3 tabung. Kata kunci: pencampur, zat cair, PID, STM32.
Perancangan Dan Simulasi Sphere Detector Baseband Uplink Receiver Pada Teknologi Lte Saddam Nusantara Sukoco; Rina Pudjiastuti; Denny Darlis
eProceedings of Engineering Vol 2, No 3 (2015): Desember, 2015
Publisher : eProceedings of Engineering

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Perkembangan jaringan wireless yang cepat pada zaman ini tentu saja membutuhkan standar yang mengaturnya. Salah satu standar telekomunikasi yang digunakan, adalah 3GPP LTE (The Third Generation Partnership Project Long Term Evolution), yang merupakan sebuah kolaborasi asosiasi yang berasal dari beberapa negara. Sesuai standar tersebut, pengembangan jaringan wireless dengan kecepatan data yang tinggi pada masa yang akan datang merupakan isu yang penting. Salah satu teknik yang mendukung jaringan tersebut,sebagai contoh jaringan LTE, adalah sistem MIMO. Ide dasar dari sistem MIMO adalah menggunakan penyebaran beberapa antena pada satu atau kedua ujung link komunikasi sehingga perlu penggunaan algoritma deteksi yang tepat di ujung penerima dan mengeksploitasi hamburan multipath yang merupakan fenomena umum dalam saluran wireless. Sphere detection merupakan salah satu solusi untuk deteksi pada MIMO yang memiliki banyak antena dan modulation order yang tinggi. Pada penelitian ini dirancang dan disimulasikan Sphere Detector dengan antena sistem 2x2, modulasi yang dipakai adalah 16 QAM dan 64 QAM, serta jumlah bit sebanyak 1280 – 1920000 bit. Hasil simulasi menunjukkan bahwa Sphere Detector memiliki performansi yang hampir sama dengan sistem deteksi lainnya, seperti Maximum Likelihood Detector. Misalnya pada BER 10-1,maka SNR akan bernilai sama untuk SD dan untuk ML yaitu bernilai 9 dB modulasi 16 QAM dan 14.94 dB untuk modulasi 64 QAM. Sedangkan untuk waktu pemrosesan data pada BER 10-1, Sphere Detector cenderung lebih baik dibandingkan dengan maximum likelihood detector pada modulasi orde tinggi. Kata kunci : LTE, MIMO, Sphere Detector
Perancangan Dan Implementasi Turbo Encoder Pada Lte Berbasis FPGA Ni'Matul 'Abdah Adhiya Fakhriy; Rina Pudji Astuti; Denny Darlis
eProceedings of Engineering Vol 2, No 1 (2015): April, 2015
Publisher : eProceedings of Engineering

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Teknik  pengkodean  kanal  merupakan  salah  satu  cara  meningkatkan  Quality  of  Service  (  QoS  )  dengan mengkodekan informasi yang dikirimkan, sehingga dapat mengurangi tingkat kesalahan informasi yang diterima di penerima. Pada transmisi jumlah data yang besar, teknik pengkodean kanal yang mendekati sempurna ( mendekati teorema Shannon limit ), selain Low Density Parity Code (LDPC) adalah turbo code. Berdasarkan penelitian sebelumnya, turbo code dirancang dengan code rate 1/3  tanpa memenuhi proses Transport Channel (TrCHs) sesuai standar 3rd Generation Partnership Project ( 3GPP ). Pada tugas akhir ini dilakukan perancangan prototype Turbo Encoder yang digunakan pada Transport Channel (TrCHs ) pada teknologi 3rd Generation Partnership Project Long Term Evolution ( 3GPP LTE ) menggunakan bahasa pengkodean VHSIC Hardware Description Language ( VHDL ). Model Turbo Encoder yang dirancang dan diimplementasikan memiliki 40 bit input (input ditentukan dengan minimum code block = Z) yang sudah dijumlahkan dengan bit Cyclic Redudancy Check (CRC ) yang akan diproses pada dua bagian Recursive Systematical Convolutional (RSC) dengan code rate  1/3   dan  menggunakan interleaver berjenis Quadratic Permutation Polynomial (  QPP  ). Kemudian digabungkan dengan blok rate matching yang terdiri dari sub- block interleaver, bit collection, serta blok bit selection and pruning. Kemudian desain tersebut diimplementasikan pada board Field Programmable Gate Array ( FPGA ). Hasil implementasi menunjukkan menunjukkan bahwa perancangan prototype Turbo Encoder dapat dilakukan pada board FPGA. Hasil sintesis mengenai penggunaan resource pada FPGA untuk Turbo Encoder adalah slice registers   1 % , slice LUTs 2%, occupied slices 6%, bonded IOBs 25%, BUFG/BUFGMUXs 43%, MUXCYs 1%, RAMB16BWERs 5%, RAMB8BWERs 1%, fully used LUT-FF pairs 39%, dan BSCANs 25%. Kata kunci : Turbo Code, LTE, 3GPP, FPGA, VHDL
Analisis Performansi Penguat Optik Hybrid Menggunakan Tiga Pompa Pada Penguat Raman Wahyu Nur Annisa; Akhmad Hambali; Denny Darlis
eProceedings of Engineering Vol 3, No 2 (2016): Agustus, 2016
Publisher : eProceedings of Engineering

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Komunikasi merupakan proses penyampaian informasi dari sumber informasi ke penerima informasi melalui suatu media. Media yang digunakan saat ini untuk transmisi jarak jauh terbuat dari bahan kaca atau disebut serat optik. Selama proses perambatan di sepanjang serat optik, cahaya akan mengalami pelemahan dan pelebaran sinyal. Hal ini disebabkan karena ketidakmurnian bahan serat yang menyerap dan menyebarkan cahaya, sehingga daya yang diterima akan berkurang. Untuk mengatasi pelemahan dan pelebaran sinyal, dapat digunakan penguat optik tanpa konversi dari bentuk elektrik menjadi sinyal optik. Salah satu penguat optik tanpa konversi adalah penguat Erbium Doped Fiber Amplifier (EDFA) dengan Raman Optical Amplifier (ROA). Sebuah sistem analisis penguat optik dengan menggunakan tiga pompa pada penguat raman telah berhasil dirancang dengan jumlah kanal 8 buah, spasi kanal 0.2 nm, dan jarak transmisi 50 km sistem DWDM dengan penguat hybrid EDFA-Raman menghasilkan performansi yang baik dengan menggunakan bitrate 2.5 Gbps menghasilkan BER 1,45E-121, gain penguat 20 dB dan noise figure 2 dB menghasilkan BER 2,90E-15, power input 10 mW menghasilkan BER sebesar 3,16E-15. Kata kunci : DWDM, EDFA, ROA, BER
Analisis Implementasi Mesin Pencampur Cat Warna Berbasis Adaptive Neuro Fuzzy Inference System Marzuqi Faladina Wibowo; Agung Nugroho Jati; Denny Darlis
eProceedings of Engineering Vol 2, No 1 (2015): April, 2015
Publisher : eProceedings of Engineering

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian mengenai teknik kontrol ANFIS telah banyak dilakukan, umumnya digunakan untuk mendapatkan kestabilan motor. Pada penelitian ini telah dilakukan pengujian penggunaan ANFIS sebagai metode kendali buka tutup keran pada mesin pencampur zat cair. ANFIS merupakan pengembangan lebih lanjut dari metode kendali Fuzzy yang digabungkan neural network sebagai proses pembelajaran dan pengambilan keputusan. Tujuan penggunaan ANFIS pada penelitian ini adalah untuk membuat mesin pencampur zat cair ini bisa melakukan proses kendali buka tutup keran dengan tingkat akurasi yang tinggi. Dari hasil implementasi metode kendali ANFIS sebagai metode kendali mesin, dapat diambil kesimpulan bahwa kendali buka tutup keran pada mesin berhasil dilakukan dengan baik pada saat dilakukan pengujian dengan satu tabung, dua tabung, dan tiga tabung. Kata kunci: ANFIS, fuzzy, mesin, pencampur, air.
Implementasi Sensor Wireless Sebagai Monitoring Serta Pendeteksi Indikator Kebakaran Hutan Dion Saputra Parulian Sirait; Denny Darlis; Iman Hedi Santoso
eProceedings of Engineering Vol 3, No 2 (2016): Agustus, 2016
Publisher : eProceedings of Engineering

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pada umumnya kebakaran hutan yang sering terjadi berada pada daerah lahan gambut. Terjadinya kebakaran hutan tentu mengakibatkan dampak buruk bagi masyarakat yang tinggal di daerah yang berpotensi terjadinya kebakaran hutan. Kerugian yang terjadi akibat kebakaran hutan tentu sangat berpengaruh pada kehidupan masyarakat sekitar baik itu dalam segi finansial maupun kesehatan. Kebakaran hutan yang terjadi seringkali baru diketahui setelah api yang membakar lahan atau kebun sudah menjalar luas atau sudah membakar habis serta menyisakan asap yang tebal. Hal ini tentu berakibat kerugian ekonomi bagi warga yang lahannya terbakar, maupun berdampak buruk bagi kesehatan warga yang menghirup asap sisa kebakaran hutan tersebut. Oleh karena itu, solusi yang didapat ialah menggunakan sensor wireless sebagai monitoring serta pendeteksi kebakaran sebagai pencegahan dini terhadap indikasi kebakaran hutan. Dengan menggunakan sensor wireless dapat meminimalkan biaya yang dikeluarkan dibanding dengan menggunakan sensor wired sehingga lebih efisien terhadap luasnya hutan yang akan dijangkau oleh sensor tersebut. Dengan menggunakan sistem Wireless Sensor Network (WSN) untuk mengatasi permasalahan luasnya hutan sehingga memungkinkan untuk mengumpulkan data dari perubahan sensor-sensor yang diakibatkan oleh kebakaran dari titik-titik tertentu. Dari sensor, data yang didapat akan diteruskan ke mikrokontroler, kemudian mengirimkan data tersebut melalui jaringan berbasis web ke PC user. Penggunaan sistem node sensor ini dapat digunakan selama kurang lebih empat jam dengan keakurasian tinggi dimana error sensor suhu hanya sebesar 0,5ÌŠC. Maksimum jarak pengiriman data sensor node dengan node gateway ialah sejauh tujuh meter. Pada penggunaan sensor dibutuhkan waktu selama sembilan menit untuk sensor dapat stabil mendeteksi setelah saat pertama kali diaktifkan. Kata kunci: kebakaran hutan, monitoring, Wireless Sensor Network (WSN)
Face Recognition Sebagai Sistem Pendataan dan Akses Masuk Perpustakaan Daerah Risyaf Fawwaz Pradipta; Denny Darlis; Syahban Rangkuti
SEMNASTERA (Seminar Nasional Teknologi dan Riset Terapan) Vol 2 (2020)
Publisher : SEMNASTERA (Seminar Nasional Teknologi dan Riset Terapan)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (846.974 KB)

Abstract

Face recognition adalah salah satu teknik biometric yang memungkinkankomputer atau mesin authentik untuk mengenal wajah manusia. Teknologi face recognition dapat di aplikasikan dalam kehidupan sehari-hari untuk memudahkan aktifitas manusia, namun dalam kenyataannya masih belum banyak sistem diberbagai macam bidang yang menggunakan teknologi ini, Salah satunya adalah di bidang pelayanan publik khususnya di perpustakaan sebagai penunjang literasi masyarakat.Perancangan sistem face Recognition sebagai sistem pendataan dan akses masuk pada perpustakaan daerah ini dapat menggantikan sistem pendataan manualseperti penulisan nama, nomor id, waktu, tanda tangan dan perhitungan manual total pengunjung oleh pengelola di hari yang sama bagi pengunjung maupun pengelola perpustakaan. Sistem ini menggunakan algoritma Viola-Jones dan Local Binary Pattern Histogram  untuk deteksi dan pengenalan wajah yang berbasiskan Open Computer Vision. Sistem pengolahan citra yang dirancang pada dapat mengenali wajah berdasarkan beberapa parameter yang diuji yaitu ; ekspresi wajah, jarak wajah terhadap kamera serta jumlah sampel citra yang disimpan. Sistem dapat dikatakan optimal apabila jumlah sampel citra lebih dari 10 buah dan dalam jarak antara 30 cm sampai 100 cm serta dengan keadaan wajah secara normal. Akurasi yang diperoleh untuk mengenali wajah seseorang dengan algoritma yang digunakan serta kondisi optimal tersebut memiliki nilai persentase rata- rata sebesar 91.42%.
Perancangan Komponen Filter Pada Penerima Visible Light Communication (vlc) Muhammad Hidayat Abibi; Akhmad Hambali; Denny Darlis
eProceedings of Engineering Vol 5, No 3 (2018): Desember 2018
Publisher : eProceedings of Engineering

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak Pesatnya perkembangan teknologi dewasa ini menjadikan kebutuhan manusia terhadap teknologi yang lebih efisien telah sangat dibutuhkan. Salah satunya teknologi tanpa kabel mengalami perkembangan yang sangat pesat. Manusia memandang efisiensi dari komunikasi tanpa kabel sangat mendukung berbagai banyak jenis aktifitas, namun pada saat sekarang ini teknologi tanpa kabel masih didominasi oleh penggunaan frekuensi radio sebagai media pengiriman informasi. Melihat beberapa penelitian dunia kesehatan terhadap dampak radiasi gelombang elektromagnetik terhadap tubuh manusia sangatlah membahayakan atau ahli kesehatan menyebutnya silent killer. Terlepas dari itu jenis komunikasi tanpa kabel yang saat ini lagi ramai untuk dikembangkan yaitu komunikasi cahaya tampak. Komunikasi tanpa kabel yang memanfaatkan spektrum cahaya tampak sebagai media pengiriman informasi dan bebas dari radiasi gelombang elektromagnetik diprediksi akan menggantikan penggunaan frekuensi radio ditempat tertentu yang harus terbebas dari frekuensi radio. Pada tugas akhir ini, telah dilakukan perancangan sistem komunikasi cahaya tampak dengan mengirimkan sinyal digital dengan maksimum frekuensi 2 MHz. Perancangan blok sistem dibagian pengirim menggunakan LED RGB, sedangkan dibagian penerima ditambahkan kompenen filter optik dengan warna merah, hijau dan biru untuk mengubah kecendrungan pendeteksi cahaya merespon suatu panjang gelombang yang masuk. Kombinasi warna yang digunakan pada pengirim dan penerima mempengaruhi proses penerimaan informasi. Dari hasil pengujian, sistem komunikasi cahaya tampak mampu pengirimkan sinyal digital dengan warna lampu LED RGB pada jarak pengukuran 150 cm. setelah dilakukan kombinasi terhadap warna LED pengirim dan warna filter optik penerima, efektif dapat mengirim dan menerima sinyal hanya jika digunakan kombinasi warna yang sama antara pengirim dan penerima. Selain dari kesamaan kombinasi tersebut, informasi tidak dapat dideteksi dan diolah lebih lanjut. Kata Kunci: Komunikasi Cahaya Tampak, LED RGB, Optical Filter, VLC Abstract The rapid development of today's technology makes human need for more efficient technology has been needed. One of them wireless technology has developed very rapidly. Humans view the efficiency of wireless communication strongly supporting many types of activities, but at present wireless technology is still dominated by the use of radio frequency as a medium transmission of information. Looking at some of the world's health research on the effects of electromagnetic wave radiation on the human body is very dangerous or health experts call it a silent killer. Apart from that type of wireless communication that is currently more crowded to develop the visible light communication. wireless communication utilizing the visible light spectrum as an information transmission medium and free of electromagnetic wave radiation is predicted to replace the use of radio frequencies in certain places that must be free of radio frequency. This final project, the design of visible light communication system has been done by sending digital signal with maximum frequency of 2 MHz. The design of the system block in the sender section using RGB LED, while the receiver section added optical filter optical with red, green and blue to change the tendency of light detector to respond an incoming wavelength. The combination of colors used on the sender and receiver influences the process of receiving information. ISSN : 2355-9365 e-Proceeding of Engineering : Vol.5, No.3 Desember 2018 | Page 5389 2 The test results, visible light communication system capable of sending digital signals with color RGB LED lights at a distance of measurement 150 cm. after a combination of the color of the sending LED and the color of the receiving optical filter, it can effectively send and receive signals only if the same color combination is used between the sender and receiver. Apart from the similarity of combinations, information can not be detected and processed further Keywords: Komunikasi Cahaya Tampak, LED RGB, Optical Filtering, VLC
Pemanfaatan Panel Surya Untuk Energi Harvesting Pada Sistem Komunikasi Cahaya Tampak Haryo Sapto Adi; Rizki Ardianto Priramadhi; Denny Darlis
eProceedings of Engineering Vol 5, No 3 (2018): Desember 2018
Publisher : eProceedings of Engineering

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak Aplikasi panel surya sebagai penghasil daya alternatif dengan memanfaatkan energi cahaya matahari yang mudah didapatkan. Hal ini tentu sangat wajar, mengingat Indonesia adalah negara tropis yang mempunyai sumber cahaya matahari melimpah. Pada malam hari intensitas cahaya yang diterima tidak sebesar saat siang hari. Dengan keadaan gelap maka panel surya dapat dimanfaatkan sebagai media penerima data melalui Visible Light Communication. Data yang dikirim melalui lampu LED pada lampu penerangan jalan. Penggunaan cahaya tampak sebagai media komunikasi menawarkan beberapa keunggulan, beberapa adalah tidak berbahaya bagi kesehatan manusia, murah, dan mudah dalam implementasinya karena infrastruktur telah tersedia yakni perangkat pencahayaan. Disisi lain, saat panel surya sedang menerima data maka panel surya mempunyai fungsi primernya sebagai penghasil daya. Disaat menerima cahaya yang berisi informasi data, maka panel surya tetap menghasilkan daya dari proses tersebut. Daya yang diterima dari lampu LED saat mengirimkan data akan diolah agar bisa dimanfaatkan. Hasil pada tugas akhir ini menghasilkan energi harvesting sebesar 34.81 mAh dalam total 21 kali pengujian di level tegangan 3 Volt. Kata Kunci: panel surya, visible light communication, energi harvesting, super kapasitor Abstract Application of solar panels as an alternative power generator by utilizing the energy of sunlight that is easily obtained. This is certainly very reasonable, considering Indonesia is a tropical country that has a source of abundant sunlight. At night the intensity of light received is not as big as during the day. With the dark conditions, solar panels can be used as data recipient media through Visible Light Communication. Data sent via LED lights on street lighting. The use of visible light as a medium of communication offers several advantages which is not dangerous to human health, cheap, and easy in its implementation because the infrastructure has been willing ie the lighting device. On the other hand, when the solar panel is receiving data, the solar panel has its primary function as a power producer. While receiving light containing the data information, then the solar panel still generate power from the process. Power received from the LED lamp when sending data will be processed in order to be utilized. The results in this final project produce 34.81 mAh of energy harvesting in a total of 21 tests at the 3 Volt voltage level. Keywords: solar panels, visible light communication, energy harvesting, super capacitor
Implementasi Visible Light Communication Untuk Streaming Video Ip Tv Andri Eryawan Ahmad Rifki; Akhmad Hambali; Denny Darlis
eProceedings of Engineering Vol 5, No 3 (2018): Desember 2018
Publisher : eProceedings of Engineering

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak Visible Light Communication (VLC) adalah sistem komunikasi yang menggunakan cahaya sebagai media transmisinya. Komunikasi wireless pada umumnya menggunakan sinyal elektromagnetik yang memiliki kekurangan seperti interferensi gelombang, kapasitas pengiriman data masih rendah, dan penggunaan energi kurang efisien seperti komunikasi radio yang masih digunakan oleh masyarakat. Dengan teknologi VLC kekurangan yang dimiliki jaringan wireless dapat menjadi lebih baik lagi. Karena sifat cahaya yang digunakan oleh VLC mempunyai kecepatan yang tinggi, bisa tahan terhadap interferensi radiasi gelombang elektromagnetik, energi yang digunakan lebih efisien, dan lain-lain. Pada penelitian ini dibuat prototipe VLC transceiver dengan LED dan photodiode array untuk mentransmisikan video live streaming untuk ditampilkan pada layar televisi. Pada bagian transmitter dan receiver terdapat penguat dan filter agar sinyal data video yang di pancarkan bisa sampai ke bagian receiver. Dari hasil pengujian. prototipe ini dapat mentransmisikan video live streaming dengan jarak 50 cm dan dengan rentang sudut 300 . Kata kunci :VLC, LED, photodiode, array. Abstract Visible Light Communication (VLC) is a communication system that uses light as its transmission medium. Wireless communication generally uses electromagnetic signals that have disadvantages such as wave interference, data transmission capacity is still low, and energy use is less efficient such as radio communications that are still used by the public. With VLC technology, the lack of wireless networks can be even better. Because the nature of the light used by VLC has a high speed, it can withstand the interference of electromagnetic wave radiation, the energy used is more efficient, and others. In this study a prototype VLC transceiver was created with LEDs and photodiode arrays to transmit live streaming video to be displayed on a television screen. At the transmitter and receiver there are amplifiers and filters so that the transmitted video data signal can get to the receiver. From the test results. This prototype can transmit live streaming video with a distance of 50 cm and with an angle range of 300 . Keywords: VLC, LED, photodiode, array
Co-Authors A.B. Muhammad Abd Haq, Muhammad Nauval Izzuddin ABIBI, MUHAMMAD HIDAYAT Adzka, Dundee Maula Afifah Shafira Agung Gunawan Agung Nugroho Jati Agus Kusnayat Ahmad Adhitya Nurhadi Ahmad Ardianto Ahmad Hidayat, Sendi Akhmad Hambali AL FARIZI, SUTAN DIMAS Aliffansyah, Lingga Andi Maulidin Andre Kusuma Andri Eryawan Ahmad Rifki Angga Rusdina Angga Rusdinar Annesa Nurhaliza Annisa Reski Febrina, Andi Apnan Juanda Ardianto Primadhi, Rizki Arfianto Fahmi ARIS HARTAMAN Armaya, Geofany Arnez Pramesti Ardi ARSYAD RAMADHAN DARLIS Aswin Mikel Komang ATIK NOVIANTI Audianto Putra Malangi Susilo B, Nurhikmah Amir Bagus Kurniawan Ballynda Putri, Rosmitha Bendri Setiadi Siregar Cagar Bagas Prastya Christhoper Helmi Rudijanto Daffa Naufal Albar Damanik , Marvel Cristo Desrul, Dzimar Razaan Hawali Dhita Bagus Ananda Nurman Dida Diah Damayanti Didin Yulian Dinda Pramanta Dino Caesaron Dion Saputra Parulian Sirait Doni Yosef Daniel DWI ANDI NURMANTRIS Erdiansyah Rezamela, Erdiansyah Fajar Apriansyah Imanudin Fajar, Fahri Nur Fajarizki, Luthfi Fajry Adi Rahman Fajry Adi Rahman Farizki, Andinis FAUZI A, FARIS NUR Febrina, Mila Fiky Y. Suratman Firdha Affan FITRI, IFTITA Ghani, Ilham GHIFARI, HUMMAM GHASSAN Gina Ilma Amalia Gistya Sudiartama, Annenta Grislend Gloria Natalies Habib, Arrijal Hakim, Wildan Lukmanul Haridha Narulita Kusman Hartaman, Aris - Haryo Sapto Adi HASNAH, FIDA YUZIDA Hastuti Hastuti Hendrawan, Bulan Indira Nur Hendrik Januar Ilham Sukma Aulia Imam Rabbani Iman Hedi Santoso Inung Wijayanto Iswahyudi Hidayat Jaka Satria Prayuda Jangkung Raharjo Jannah, Firna Noor Juliyan, Muhammad Rafly Kemas Muslim Lhaksmana Koredianto Usman M, Achmad Furqon Made Arya Nengga Udayana Mahendra Syakir, Isra Marzuqi Faladina Wibowo Melina Melina, Melina Muhammad Ary Murti Muhammad Hidayat Abibi Muhammad Hilmy Anshoruddin Muhammad Iqbal Mumtazanisa Fairuzen Murman Dwi Praseti Nanda Aldira Fakhri Ni'Matul 'Abdah Adhiya Fakhriy Nur Fahmi Farabi Nurahman, Friska Aulia Pandu Pira Haskara Pandu Pira Haskara Paramadina Susamti Porman Pangaribuan Pramanta, Dinda Pratama Aminudin Priramadhi, Rizky Ardianto Rahayu Lubis Rifa Ganesha Bermana, Kelvin Rina Pudji Astuti Risyaf Fawwaz Pradipta Rizki Amirullah Rizki Ardianto Priramadhi Rizki Prabudi Rizky Ardianto Priramadhi ROHMAT TULLOH Rumani Mangkudjaja Saddam Nusantara Sukoco Sari Dewi, Alfahrani SATRIATAMA, RISNANDA Shendy Setiawan Sheptian Kurnia Saleh Siregar, Dony Aristo Hamid SOFIA SAIDAH Sony Sumaryo Sosiawan, Abba Zefanya Sri Kalbu Balilayaran Suci Aulia Sugondo Hadiyoso Syahban Rangkuti Syahnas, Aulia Tania, Angel Bless Tita Haryanti Trada Putra Prasetya Tri Widarmanti UDZRI, MUHAMMAD HAFIDZ Unang Sunarya Violi, Yuke Wahyu Nur Annisa Wildan Ihsan Nuriman Willy Anugrah Cahyadi YAKIN, NIZAR AINUL Yanuar Herlambang Zahrah, Nasywa Nur