Claim Missing Document
Check
Articles

Found 29 Documents
Search

RUMAH SAKIT IBU DAN ANAK DI KOTA TOMOHON, Healing Environment Gabriella Jacob; Frits O. P. Siregar; Rachmat Prjadi
Jurnal Arsitektur DASENG Vol. 10 No. 1 (2021): DASENG Volume 10, Nomor 1, Mei 2021
Publisher : PS S1 Arsitektur. Jurusan Arsitektur, Fakultas Teknik Universitas Sam Ratulangi Manado

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35793/daseng.v10i1.39062

Abstract

Kota Tomohon sebagai salah satu kota di Sulawesi Utara yang sedang berkembang tentunya harus diiringi dengan penambahan fasilitas penjunjang untuk memperlancar kehidupan bermasyarakat salah satunya fasilitas kesehatan yang dalam hal ini Rumah Sakit Ibu dan Anak. Penanganan Ibu yang akan melahirkan di Kota Tomohon tergolong cukup baik, puncaknya pada tahun 2015 dan 2016 tidak ditemukan kasus kematian ibu dan anak dengan presentase bayi lahir prematur 7% dan sisanya lahir normal. Pada tahun 2017 sampai 2019 terjadi peningkatan angka kematian bayi yang didominasi oleh kematian pada saat mengandung.Pendekatan tipologi objek, tapak dan lingkungan serta pendekatan tematik merupakan metodologi yang dilakukan dalam perancangan Rumah Sakit Ibu dan Anak ini. Data tersebut didapatkan melalui wawancara, studi literatur, studi komparasi yang kemudian dianalisis dan memperoleh sistesa yang berujung pada hasil desain Rumah Sakit Ibu dan Anak di Kota Tomohon. Mengusung pendekatan arsitektur Healing Environment pada objek arsitektural RSIA ini menjadi salah satu trobosan baru untuk fasilitas kesehatan di Kota Tomohon dimana pendekatan ini berfokus pada penyembuhan berbasis lingkungan serta seni untuk mencapai kenyamanan bagi para pengguna terutama kesembuhan bagi para pasien. Pada akhirnya desain Rumah Sakit Ibu dan Anak dengan pendekatan Healing Environment ini menjadi salah satu langkah awal untuk menunjang fasilitas kesehatan di Kota Tomohon khususnya kesehatan ibu dan anak.Kata Kunci : Rumah Sakit, Ibu dan Anak, Kota Tomohon, Healing Environment
STADION SEPAK BOLA DI MANADO. Struktur sebagai Estetika Novelinda E. Runtulalo; . Suryono; Frits O. P. Siregar
MEDIA MATRASAIN Vol. 15 No. 2 (2018)
Publisher : Department of Architecture, Engineering Faculty - Sam Ratulangi University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35792/matrasain.v15i2.21274

Abstract

Sepak Bola sudah menjadi olahraga yang begitu terkenal di dunia, popularitas olahraga ini sudah sangat banyak menarik perhatian masyarakat diseluruh dunia, tak terkecuali masyarakat yang ada di Manado, Sulawesi Utara. Banyaknya minat-minat masyarakat maka dari itu dibutuhkan Stadion olahraga Sepak Bola yang layak. Dilihat dari stadion yang ada di Kota Manado yang masih belum memadai dari segi kualitas maupun fasilitas serta dari segi kapasitas yang belum memenuhi standart. Perancangan Stadion olahraga Sepak Bola di Manado menjadi salah satu cara dan solusi yang dibutuhkan untuk memenuhi kebutuhan masyarakat, dan menjadi wadah yang representatif untuk meningkatkan kembali prestasi-prestasi dunia olahraga Sepak Bola di Sulawesi Utara.          Perancangan Stadion Sepak Bola tersebut mengangkat tema “Struktur sebagai Estetika” sebagai ciri khas dari objek perancangan, dan dapat memberikan kesan yang kuat dan kokoh untuk objek tersebut, sehingga menghasilkan suatu karya bangunan yang mempunyai daya tarik tersendiri dengan cara menonjolkan struktur yang mempunyai nilai estetika yang tinggi. Kata Kunci : Stadion, Sepak Bola, Struktur, Estetika
PUSAT KREATIVITAS SENI DI MANADO. “ARSITEKTUR EKSPRESIONISME” Riskezia Sujono; Frits O. P. Siregar
MEDIA MATRASAIN Vol. 17 No. 1 (2020)
Publisher : Department of Architecture, Engineering Faculty - Sam Ratulangi University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35792/matrasain.v17i1.37025

Abstract

Kreativitas mengalami perkembangan yang pesat di masa kini. Begitu banyak tentang kreativitas yang bisa kita kembangkan untuk menghasilkan ide-ide yang tidak biasa dan inpirasi baru. Insipirasi sangat erat kaitannya dengan perkembangan kreativitas dalam berbagai segi terutama dalam seni.  Peran seni dalam perekonomian sangat penting karena seni menimbulkan reaksi yang positif. Terbukti dengan banyaknya hasil karya seni yang dapat mendorong perekonomian dengan cepat dan kompetitif sampai menyetarakan kesenjangan sosial. Banyak negara maju menyadari selain bidang industri, sumber daya manusia kreatif juga bisa mendorong perekonomian. Kota Manado yang merupakan kota pariwisata yang mengandalkan salah satu perekonomiannya di bidang pariwisata memiliki potensi yang tinggi dalam peningkatan sumber daya manusia kreatif. Dengan wisatawan yang meningkat tiap tahunnya diharapkan agar masyarakat dapat memanfaatkan situasi untuk memajukan perekonomian daerah dengan sumber daya manusia kreatif. Tapi belum tersedianya wadah yang menjadi stimulus menjadi faktor utama penghambat berkembangnya kreativitas. Dengan adanya pusat kreativitas seni di kota Manado dapat menjadi stimulus berkembangnya kreativitas pada masyarakat, dan sadar akan pentingnya produktivitas untuk mengasa kreatif akan kesenian. Dengan fasilitas yang menunjang seperti studio musik, fashion, tari, seni rupa, theater, dan fotografi dengan implementasi arsitektur ekspresionisme dengan massa bangunan, ruangan yang idealis, estetika dari interior, dan juga facad bangunan yang sangat berperan penting menarik minat dan kenyamanan dari pengguna maupun pengunjung.
PUSAT PENGEMBANGAN KREATIVITAS DAN MINAT ANAK DI MANADO. EKSPRESI BENTUK Patrich V. Muaja; Judy O. Waani; Frits O. P. Siregar
MEDIA MATRASAIN Vol. 17 No. 1 (2020)
Publisher : Department of Architecture, Engineering Faculty - Sam Ratulangi University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35792/matrasain.v17i1.37026

Abstract

Perkembangan kreativitas akan mempengaruhi perkembangan minat anak untuk mencapai pertumbuhan yang optimal dalam kondisi yang menyenangkan. Berbagai tempat bermain dapat membuat anak-anak bersenang-senang dan merangsang tumbuh kembangnya. Menyediakan lingkungan yang merangsang tumbuh kembang anak dapat membantu meningkatkan potensi, kreativitas dan minatnya. Kreativitas dan minat anak akan berkembang sesuai dengan usia dan tingkat kemampuannya. Peningkatan minat dan bakat dapat diperoleh melalui kegiatan formal (sekolah) dan kegiatan informal (kursus). Menerima pengajaran yang formal dan informal yang tepat akan berdampak positif pada anak-anak, terutama saat mereka tumbuh menjadi orang dewasa, yang juga dapat membantu mereka mengembangkan dan mengeksplorasi kemampuan batin mereka. Mengingat pentingnya penyediaan sarana dan prasarana khusus untuk meningkatkan kreativitas dan minat anak, maka penulis terdorong untuk merencanakan pembangunan Pusat Pengembangan Kreativitas dan Minat Anak di Kota Manado. Metode menggunakan proses horst rittel yaitu Pengembangan Varietas dan Reduksi Varietas (PVRV). Melalui pendekatan tema yang dilakukan, hasil rancangan bisa menjawab kebutuhan akan ketersediaan sarana dan prasarana khusus untuk meningkatkan kreativitas dan minat anak.
SHOPPING MALL DI MINAHASA UTARA. “ARSITEKTUR BIOMORFIK” Febrian Rumambi; Frits O. P. Siregar; Esli D. Takumansang
MEDIA MATRASAIN Vol. 17 No. 1 (2020)
Publisher : Department of Architecture, Engineering Faculty - Sam Ratulangi University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35792/matrasain.v17i1.37028

Abstract

Minahasa utara merupakan salah satu kabupaten diprovinsi Sulawesi Utara yang sedang berkembang pesat dalam pembangunan baik dari segi perekonomian dan sosial dengan jumlah penduduk yang semakin meningkat pada tiap tahunnya. Perkembangan masyarakat akan kemudahan akses teknologi dan informasi merupakan hal yang paling pesat saat ini diaman gaya hidup masyarakat mulai berubah, perilaku konsumtif yang akan semakin meningkat sehingga kebutuhan masyarakat akan semakin berfariasi seiring berjalannya waktu dengan diperkenalannya berbagai produk baru dari luar. Berdasarkan pertimbangan tersebut saat ini merupakan kesempatan dimana dengan menghadirkan Shopping Mall khususnya di Minajasa Utara diharapkan dapat memenuhi kebutuhan masyarakat dimana tidak hanya menjadi fasilitas yang menyediakan fungsi perdagangan, namun juga fungsi rekreasi. Pembangunan Shopping Mall di Minahasa Utara juga diharapkan dapat menjadi suatu daya tarik baru bagi penduduk luar Minahasa Utara dimana dengan menyediakan suatu icon baru yang dapat memperkenalkan produk-produk lokal diharapkan dapat memberi nilai lebih terhadap Minahasa Utara. Arsitektur Biomorfik sebagai tema perancangan dimana arsitektur sebagai bangunan dilihat sebagai suatu objek yang memiliki penampilan sifat-sifat makhluk hidup dimana arsitektur biomorfik berkemampuan  untuk  berkembang  dan tumbuh, dimana mampu beradaptasi dengan kebutuhan dan lingkungannya, hal ini berpengaruh terhadap dampak timbal balik Shopping Mall terhadap lingkungan lokasi didirikannya. Diharapkan dapat saling menguntungkan untuk kelangsunan pertumbuhan perekonomian Minahasa Utara
PAPUA MIX-USE BUILDING DI KOTA JAYAPURA: Implementasi Arsitektur Hi-tech Nidia Rantia; Frits O. P. Siregar; Cynthia E. V. Wuisang
Jurnal Arsitektur DASENG Vol. 12 No. 4 (2023): DASENG Volume 12 Nomor 4, Oktober 2023
Publisher : PS S1 Arsitektur. Jurusan Arsitektur, Fakultas Teknik Universitas Sam Ratulangi Manado

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pertumbuhan penduduk yang diikuti dengan pertambahan hunian dan fasilitas lainnya menyebabkan penyempitan lahan sehingga berpengaruh pada harga tanah yang semakin mahal. Meningkatnya kebutuhan akan hunian masyarakat di pusat Kota Jayapura pada kondisi lahan yang cukup kecil ini menjadikan konsep pembangunan kearah vertikal merupakan solusi dari kondisi tersebut. Perancangan objek ini bertujuan untuk mewadahi kebutuhan hunian, jual-beli serta refreshing dalam satu objek arsitektural pada kawasan yang dinamis serta strategis melalui penerapan tema Arsitektur Hi-tech dan memberikan aspek-aspek pendukung aktifitas yang lebih aman mudah dan nyaman baik didalam bangunan maupun diarea sekitar Kawasan. Papua Mix-use Building yang berada di pusat Kota Jayapura dengan pengimplementasi tema arsitektur Hi-tech diharapkan mampu menjadi referensi dalam suatu perancangan bangunan multi fungsi. Melalui Perancangan yang terukur, mampu menjawab akan kebutuhan masyarakat terhadap hunian yang nyaman dan aman dengan fasilitas jual-beli yang mudah dan fleksibel didalam satu tapak. Begitu pula dengan karakteristik tema rancangan yang sesuai dengan pemanfaatan objek. Sehingga menciptakan bangunan kokoh dan estetik dengan penggunaan struktur yang ditonjolkan dan warna-warna natural dari material. Hal ini juga mendukung citra bangunan, menjadi ciri yang melekat dan mudah diingat. Yang paling utama perencanaan yang tepat pada bangunan Papua Mix-use Building didalam tapak memberi nilai tambah pada aspek Ekologi, Sosial dan Ekonomi. Kata Kunci: Papua Mix-use Building, Arstitektur Hi-tech, Kota Jayapura
PUSAT PENGEMBANGAN INDUSTRI FLORIKULTURA DI TOMOHON: Arsitektur Tropis Theresa M. Ropa; Frits O. P. Siregar; Johannes V. Rate
Jurnal Arsitektur DASENG Vol. 12 No. 1 (2023): DASENG Volume 12, Nomor 1, Januari 2023
Publisher : PS S1 Arsitektur. Jurusan Arsitektur, Fakultas Teknik Universitas Sam Ratulangi Manado

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Indonesia memiliki banyak potensi, salah satunya dalam bidang florikultura, karena memiliki kondisi iklim yang sesuai sehingga potensi untuk industri florikultura sangat besar di Indonesia. Kota Tomohon, dengan potensi alamnya menjadi salah satu kota pusat tanaman hias di Indonesia, memiliki beragam koleksi bunga dan merupakan salah satu kawasan budidaya bunga di Sulawesi Utara. Memiliki kondisi tanahnya yang subur dan udara yang sejuk, Kota Tomohon sangat cocok untuk menanam berbagai jenis bunga dan sayuran. Dijuluki sebagai Kota Bunga, Kota Tomohon saat ini, industri untuk mengelolah dan mengembangkan tanaman hias di Tomohon masuh kurang. Oleh karena itu, pengadaan fasilitas Pusat Pengembangan Industri Florikultura di Tomohon diperlukan, untuk mewadahi kegiatan masyarakat Tomohon dalam hal mengelolah, memajukan, mengembang-biakan, meneliti, serta membudidayakan tanaman hias yang ada di Kota Tomohon, dengan maksud untuk melestarikan jenis flora dalam hal ini tanaman hias atau florikultura yang ada di Kota Tomohon. Arsitektur Tropis diterapkan untuk objek ini untuk membangun bangunan yang bisa beradaptasi baik dengan iklim dan lingkungan tropis juga agar bisa memberikan kenyamanan bagi penggunanya. Sesuai dengan kondisi iklim di Kota Tomohon dan juga objek bangunan yang akan dirancang, Arsitektur Tropis ada untuk memberikan kesan baru bagi Kota Tomohon. Kata Kunci : Florikultura, Bunga, Kota Tomohon, Pusat Pengembangan Industri Florikultura, Arsitektur Tropis
TONGKONAN MOUNTAIN RESORT DI TORAJA UTARA: Arsitektur Neo Vernakular: Aluk Todolo Anggreiny A. Palimbong; Frits O. P. Siregar; Leidy M. Rompas
Jurnal Arsitektur DASENG Vol. 13 No. 1 (2024): DASENG Volume 13 Nomor 1, Februari 2024
Publisher : PS S1 Arsitektur. Jurusan Arsitektur, Fakultas Teknik Universitas Sam Ratulangi Manado

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Salah satu sektor yang menjadi penopang ekonomi Indonesia adalah industri pariwisata. dimana sektor ini dapat memberikan pemasukan devisa dan menciptakan banyak lapangan kerja di Indonesia, sehingga sektor ini harus terus dikembangkan. Provinsi Sulawesi Selatan, utamanya di Toraja memiliki daya tarik dalam hal keindahan alam serta tradisi dan budaya setempatnya yang hingga kini masih terjaga keasliannya. Hal ini menarik banyak wisatawan untuk datang ke Toraja, dimana dengan banyaknya kunjungan wisatawan ini, maka permintaan akan akomodasi di Toraja terus mengalami peningkatan, Untuk memenuhi permintaan kebutuhan ini, maka dirancang sebuah resort yang dapat merepresentasikan budaya lokal Toraja dalam bangunan dan lingkungan sekitarnya. Resort yang dirancang terletak di Batutumonga, yaitu lokasi yang terkenal sebagai “Negeri Di Atas Awan” karena berlokasi di wilayah pegunungan di Toraja Utara. Tema yang digunakan dalam peracangan ini yaitu Arstiektur Neo Vernakular, sehingga bangunan resort yang dirancang menggunakan bentuk dasar rumah Tongkonan, rumah adat masyarakat Toraja yang dalamnya terdapat sangat banyak nilai-nilai dan makna hidup masyarakat Toraja, yang akan dimodifikasi menjadi lebih modern namun tetap merepresentasikan adat dan budaya Toraja didalamnya. Agar nilai-nilai dan makna hidup ini tidak hilang dari bangunan Tongkonan resort ini, maka dalam perancangannya didasarkan pada Aluk Todolo yaitu kepercayaan dan aturan yang mengatur setiap aspek kehidupan masyarakat Toraja yang telah ada dari zaman dulu yang sampai kini masih diwariskan secara turun temurun. Kata Kunci: Resort, Tongkonan, Neo Vernakular, Aluk Todolo
FLOATING COTTAGE RESORT DI MINAHASA UTARA: Arsitektur Organik Gloria K. Utama; Frits O. P. Siregar; Sonny Tilaar
Jurnal Arsitektur DASENG Vol. 13 No. 1 (2024): DASENG Volume 13 Nomor 1, Februari 2024
Publisher : PS S1 Arsitektur. Jurusan Arsitektur, Fakultas Teknik Universitas Sam Ratulangi Manado

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Floating Cottage Resort di Minahasa Utara adalah alternatif inovatif untuk pengembangan pariwisata juga sebagai respons terhadap potensi pariwisata dan lingkungan Minahasa Utara. Melalui integrasi bentuk organik dan material yang ramah lingkungan, bertujuan menciptakan lingkungan hunian yang harmonis dengan keindahan alam setempat. menciptakan harmoni antara pengalaman berlibur dan keberlanjutan ekologis. Metode perancangan melibatkan analisis topografi, iklim dan karakteristik alam Minahasa ditambah studi kelayakan teknis konstruksi bangunan terapung. Pendekatan organik tercermin dalam desain bentuk bangunan, penempatan, serta penggunaan material yang bersahaja dan berkelanjutan. Menciptakan struktur yang ramah lingkungan dan memaksimalkan interaksi dengan lingkungan sekitar. Perencanaan Floating Cottage Resort yang tidak hanya mencerminkan keindahan arsitektur, tetapi juga mempertimbangkan efisiensi energi, penggunaan bahan ramah lingkungan, dan integrasi yang baik dengan alam. Diharapkan, implementasi proyek ini akan memberikan kontribusi positif terhadap pengembangan pariwisata Minahasa Utara sambil memelihara kelestarian alam lokal. Dengan kehadiran objek Floating Cottage Resort di Minahasa Utara, diharapkan implementasi proyek ini dapat memberikan kontribusi positif terhadap pengembangan sektor pariwisata di daerah tersebut, sambil tetap menjaga kelestarian alam lokal. Selain itu, tema arsitektur organik pada Floating Resort diharapkan bisa menjadi inspirasi untuk pengembangan ruang kerja berkelanjutan di Minahasa Utara dan sekitarnya. Kata Kunci : Arsitektur Organik, Floating Cottage Resort, Minahasa Utara