Claim Missing Document
Check
Articles

Found 22 Documents
Search

Community Empowerment Through Innovation in Mangrove Fruit-Based Dodol (Sonneratia caseolaris) Processing in Resun Village, Lingga Regency: Pemberdayaan Masyarakat Melalui Inovasi Olahan Dodol BerbasisBuah Mangrove (Sonneratia caseolaris) di Desa Resun, KabupatenLingga prastari, cindytia; Fadli Ilhamdy, Aidil; Manullang, Benny; Viona Selulalae, Anggrei; apriandi, azwin; Jumsurizal, Jumsurizal; rahman, r fathul; Novalina, Sri; Sari Putri, R Marwita; Viruly, Lily; Natasyah, Siti; Wulan, Wulan; Putra, Catur Syahbani
Dinamisia : Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol. 9 No. 3 (2025): Dinamisia: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat
Publisher : Universitas Lancang Kuning

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31849/rdxvqb03

Abstract

Resun Village, Lingga Regency, is a coastal area with preserved mangrove forest potential, but the utilization of mangrove fruits such as Sonneratia caseolaris (pedada) is still limited. This activity aims to empower the community through processing pedada fruit into dodol as a local food product with economic and ecological value. The methods used include socialization, dodol making training, organoleptic testing, proximate analysis, and product packaging design. Dodol is made from pedada fruit juice which is boiled and mixed with additional ingredients such as sugar, coconut milk, and glutinous rice flour, then cooked for more than 3 hours. Organoleptic tests by 59 panelists showed the highest level of preference for aroma (2.90) and taste (2.34), while texture received the lowest score (1.68). The results of the proximate test showed that dodol met the quality standards of SNI 01-2986-1992 with a water content of 2.84%, fat 2.84%, protein 2.32%, ash 0.44%, and carbohydrate 68.34%. This activity also succeeded in increasing public awareness of mangrove conservation and forming local business groups based on non-timber forest products.   Keywords: Proximate analysis, Resun Village, Mangrove dodol, Community empowerment, Sonneratia caseolaris, Organoleptic test
Respon Pertumbuhan Dan Produksi Bawang Merah (Allium Cepa. L.) Akibat Pemberian Asam Humat Dan Npk 16:16:16 Muhammad Haris Hidayat; Neng Susi; Sri Utami Lestari; Vonny Indah Sari; Prastari, Cindytia
JURAGAN - Jurnal Agroteknologi Vol. 1 No. 1 (2023)
Publisher : Yayasan Rahmatan Fiddunya Wal Akhirah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58794/juragan.v1i1.466

Abstract

The shallot plant is an important vegetable commodity because it contains high nutrition, raw material for medicines, and as a complement to cooking spices, and has many vitamins and acts as an enzyme activator in the body. Shallot production, especially in Riau Province, is still not sufficient for the people's needs. The low production yield is due to low soil fertility and sub-optimal cultivation methods. For this reason, efforts are needed to increase shallot yields in Riau Province. In order for the land to be productive, it is necessary to make efforts to improve it by adding ameliorants, which are materials that can increase soil fertility by improving the physical, chemical and biological conditions of the soil. The purpose of this study was to determine the effect and obtain the best dose of Humic Acid, NPK Mutiara 16:16:16 fertilizer, and its interaction on the growth and production of shallots. This research was carried out experimentally using a factorial Completely Randomized Design (CRD), which consisted of two factors, namely H (Humic Acid) which consisted of 3 levels, and factor N (NPK fertilizer) which consisted of 3 levels, and each of them had 3 repetitions, the number of experimental units is 27 plots, each plot consists of 3 plants and 2 plants as samples, so the number of plants is 27x3 = 81 plants. The parameters observed were as follows: "Plant Height" (cm), "Number of Leaves" (strands), "Number of tubers (cm2), Diameter of tubers (cm), Number of tubers (fruits) and Weight of tubers (grams). And the interaction of humic acid and NPK fertilizer with doses of H2N2 (giving 2 g/polybag of humic acid and 20 g/polybag of NPK) gives the best results.
Respon Pertumbuhan Bibit Kelapa Sawit (Elaeis Guineensis Jacq) Akibat Pemberian Zat Pengatur Tumbuh Growtone Di Pre Nursery Didik Anwar; Neng Susi; Vonny Indah Sari; Prastari, Cindytia
JURAGAN - Jurnal Agroteknologi Vol. 1 No. 1 (2023)
Publisher : Yayasan Rahmatan Fiddunya Wal Akhirah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58794/juragan.v1i1.494

Abstract

This study aims to determine the effect and obtain the best dose of ZPT Growtone on the growth of oil palm seedlings (Elaesis guineensis Jacq) in pre-nursery. This research was carried out experimentally using a completely randomized design (CRD) with 5 treatments and 4 replications namely G0 (without treatment), G1 (ZPT Growtone 2 gr/l), G2 (ZPT Growtone 4 gr/l), G3 (ZPT Growtone 6 gr/l), G4 (ZPT Growtone 6 gr/l). The number of experimental units was 20 plots consisting of 16 plants and 4 plants as samples, the parameters observed were plant height, number of leaves, stem diameter and leaf area. The results of this study were that the administration of ZPT Growtone had a very significant effect on the growth of oil palm seedlings on the parameters of plant height, number of leaves, stem diameter and leaf area. The best growth of oil palm seedlings was found in the G3 treatment with a concentration of 6 g/l.
Sosialisasi Pengembangan Produk Pie Berbasis Rumput Laut sebagai Inovasi Ekonomi Kreatif di Desa Resun, Kabupaten Lingga Prastari, Cindytia; rahman, R Fathul; Anggraini, Anna; Benny Manullang; Aidil Fadli Ilhamdy; Anggrei Viona Seulalae; Azwin Apriandi; Jumsurizal; R Marwita Sari Putri; Karla Amalia; Raja Afriansyah; Kartika Dewi
JDISTIRA - Jurnal Pengabdian Inovasi dan Teknologi Kepada Masyarakat Vol. 6 No. 1 (2026)
Publisher : Yayasan Rahmatan Fidunya Wal Akhirah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58794/jdt.v6i1.1916

Abstract

Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan mengembangkan inovasi apple pie berbasis rumput laut (Eucheuma cottonii) sebagai upaya peningkatan nilai tambah komoditas lokal dan penguatan ekonomi kreatif masyarakat pesisir di Desa Resun, Kabupaten Lingga. Program ini dilaksanakan melalui rangkaian sosialisasi, pelatihan, dan pendampingan pembuatan produk yang berorientasi pada peningkatan keterampilan, pengetahuan, serta minat kewirausahaan masyarakat. Apple pie berbasis rumput laut diperkenalkan sebagai alternatif produk pangan inovatif yang dapat diterima konsumen sekaligus mudah diaplikasikan oleh masyarakat desa. Hasil kegiatan menunjukkan bahwa produk apple pie berbasis rumput laut memiliki tingkat penerimaan yang baik dan pelatihan mampu meningkatkan pemahaman serta kepercayaan diri peserta dalam mengolah dan mengembangkan produk secara mandiri. Mayoritas peserta menilai kegiatan bermanfaat dan menunjukkan minat untuk menjadikan produk sebagai peluang usaha. Secara keseluruhan, kegiatan pengabdian ini tidak hanya menghasilkan inovasi produk pangan berbasis sumber daya lokal, tetapi juga berkontribusi nyata dalam pemberdayaan masyarakat dan penguatan ekonomi kreatif desa secara berkelanjutan.
Penguatan Ekonomi Lokal Melalui Branding UMKM Teripang di Pulau Ladi Desa Tembeling Renaldi Anicetus Simbolon; Dimas Saputra; Ariza Zahwa; Rangga Sektiawan Doni; Nandha Okta Jesmita; Novia Anjelly; Zhakky Ardiansyah Ahmad; Zumarni; Shoofi Rahmawati; Hamdani; Cindytia Prastari
Jurnal Pengabdian Masyarakat - PIMAS Vol. 5 No. 2 (2026): Mei
Publisher : LPPM Universitas Harapan Bangsa Purwokerto

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35960/pimas.v5i2.2300

Abstract

Kegiatan Kuliah Kerja Nyata (KKN) Kelompok 7, Universitas Maritim Raja Ali Haji dilaksanakan di Desa Tembeling dengan tema “Penguatan Ekonomi Lokal”. Kegiatan ini dilatarbelakangi oleh potensi teripang yang belum dioptimalkan pelaku UMKM akibat keterbatasan pengetahuan mengenai branding dan pemasaran modern. Tujuan pengabdian ini adalah meningkatkan kapasitas mitra dalam memasarkan teripang melalui pendekatan branding. Mitra kegiatan adalah Pak Yusyadi, pelaku UMKM teripang di Desa Tembeling. Metode yang digunakan adalah pendekatan partisipatif melalui observasi, wawancara dan sosialisasi dan pendampingan secara langsung. Hasil kegiatan menunjukkan pemahaman mitra mengenai branding yang ditandai dengan pembuatan logo usaha, banner, pendaftaran lokasi di Google Maps, dan pembuatan akun media social. Kelompok KKN 7 juga memproduksi konten promosi di TikTok, dengan dua video berhasil masuk FYP dan meraih interaksi tinggi. Mitra menunjukkan antusiasme dan berkomitmen pada sistem ekonomi pesisir berkelanjutan, mandiri, dan berdaya saing, sekaligus memperkuat peran perguruan tinggi dalam memberdayakan masyrakat kepulauan melalui pemanfaatan ilmu pengetahuan dan teknologi yang berdampak pada kesejahteraan masyarakat.
Pendampingan Digital Marketing sebagai Strategi Penguatan Usaha Benih Ikan Kerapu pada Nursery Alami di Desa Pengujan: Pengabdian Dave Travis; Monalisa; Rifana Bima Pradifa; Nurul Najhan; Dinda Nabila Putri; Angellia Cristin Manurung; Jassen Azika Putra; Rizaky Pratama Shadikin; Mohammad Farhan; Muhammad Nur Zaman; Cindytia Prastari
Jurnal Pengabdian Masyarakat dan Riset Pendidikan Vol. 4 No. 4 (2026): Jurnal Pengabdian Masyarakat dan Riset Pendidikan Volume 4 Nomor 4 April - Juni
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jerkin.v4i4.5890

Abstract

Usaha benih ikan kerapu pada nursery alami di Desa Pengujan memiliki potensi maritim menjanjikan, namun pemasaran masih bergantung pada metode konvensional dan WhatsApp pribadi. Hal ini membatasi jangkauan pasar dan membuat usaha kalah saing dengan nursery indoor. Kegiatan pengabdian ini fokus pada pendampingan digital marketing untuk mengatasi kendala tersebut. Metodenya meliputi survei, edukasi, serta pelatihan praktis membuat konten menggunakan Canva dan CapCut yang terintegrasi dengan kegiatan harian tambak. Hasilnya, literasi digital mitra berubah nyata, ditandai dengan aktifnya akun TikTok dan Instagram, penggunaan WhatsApp Business, serta inisiasi website. Evaluasi juga menunjukkan mitra kini lebih mampu mengelola pemasaran digital secara mandiri. Kedepannya, usaha ini diharapkan bisa menjangkau pasar lebih luas, penjualan meningkat, dan daya saing maritim semakin kuat.
Pengolahan Limbah Cangkang Gonggong melalui Sosialisasi dan Pelatihan Lingkungan Siswa Desa Pengujan: Pengabdian Triana Sri Ramadhani; Sri Puji Astuti Nainggolan; Maulina Rizky Cahyani; Martogi Jefri Rizki Panjaitan; Cindy Utari; Nur Nadia Putri; Mutazar; ⁠Suci Khairiyah Putri; Melita Paulina Manalu; ⁠Khansa Salsabila; Cindytia Prastari
Jurnal Pengabdian Masyarakat dan Riset Pendidikan Vol. 4 No. 4 (2026): Jurnal Pengabdian Masyarakat dan Riset Pendidikan Volume 4 Nomor 4 April - Juni
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jerkin.v4i4.5893

Abstract

Gonggong (Laevistrombus turturella dan Laevistrombus canarium) merupakan komoditas maritim unggulan di Kabupaten Bintan. Namun, tingginya konsumsi menyebabkan penumpukan limbah cangkang yang mencemari lingkungan pesisir Desa Pengujan. Program ini bertujuan menumbuhkan kesadaran lingkungan dan ekonomi kreatif siswa SDN 004 Teluk Bintan melalui daur ulang cangkang. Metode meliputi sosialisasi interaktif, demonstrasi, dan workshop praktis bagi 86 siswa. Kegiatan terbagi dua: 56 siswa membuat gantungan kunci di luar ruangan, dan 30 siswa membuat vas bunga di dalam ruangan. Hasil menunjukkan peningkatan pemahaman pengelolaan limbah serta keterampilan kerajinan. Inisiatif ini mengubah persepsi cangkang dari polutan menjadi produk estetis fungsional, meletakkan fondasi perlindungan ekosistem pesisir dan pariwisata lokal.
Pemberdayaan Masyarakat Desa Pangkil melalui Inovasi Brownies Fortifikasi Tepung Ikan Rucah untuk Peningkatan Nilai Tambah Benny Manullang; Cindytia Prastari; Aidil Fadli Ilhamdy; Anggrei Viona Seulalae; Jumsurizal Jumsurizal; R Marwita Sari Putri; R Fathul Rahman; Sri Novalina Amrizal; Lily Viruly; Yulia Oktavia; Azwin Apriandi; Sedianto Harefa; Faiz Maulana Darmawan; Muhammad Ja’far Armandaris; Syarifah Aida Fitri; Istiqhomah Istiqhomah
PRIMA: Journal of Community Empowering and Services Vol 10, No 1 (2026): June
Publisher : Universitas Sebelas Maret

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20961/prima.v10i1.115038

Abstract

Empowering The Pangkil Village Community Through Innovation of Fortified Brownies Made from By-catch Fish Flour. Pangkil Village, Teluk Bintan District is one of the small islands in the Riau Islands Province that has abundant fishery potential, including bycatch fish, but has not been optimally utilized. Bycatch fish have great potential as cheap and highly nutritious fortified food ingredients in the form of fish meal. This activity aims to improve the knowledge and skills of the Pangkil Village community in processing bycatch fish into innovative products in the form of bycatch fish meal fortified fudgy brownies and to increase the added value of local fishery products. The methods used included socialization, training in making bycatch fish meal-fortified fudgy brownies, organoleptic testing, and activity evaluation. The preparation of fudgy brownies is divided into three parts: preparation of chocolate dough, egg dough, and addition of wheat flour and bycatch fish meal. The resulting fudgy brownies had a whole appearance, a slightly dense texture from the outside but soft inside, chocolate aroma, sweet taste, and brown color. The results of the organoleptic test showed that the panelists liked the bycatch fish meal fortified fudgy brownies in all sensory attributes. The questionnaire analysis results showed that the average training achievement score was 4.42, which fell into the "agree-strongly agree" category. This value indicates that the training activities were effective and well received by the participants. The results of the activity benefit test showed that p>0.05. This indicates that the benefits of the training were felt equally by all participants, both experienced and beginner. These findings indicate that the participatory training methods and hands-on practice used were able to reach all participants equally well. Overall, this activity has contributed to improving the economy of coastal communities and developing local potential based on fishery products.
Karakteristik Edible Film Berbasis Agar (Geledium sp.) Dan Tepung Tapioka Dengan Persentase Agar Yang Berbeda Kartika Dewi; Dhea Widyaningsih; Eka Nurrahema Ning Asih; Insafitri Insafitri; Cindytia Prastari
Juvenil Vol 6, No 4: November (2025)
Publisher : Department of Marine and Fisheries, Trunojoyo University of Madura, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21107/juvenil.v6i4.31920

Abstract

ABSTRAKTepung tapioka merupakan salah satu bahan hidrokoloid dalam pembuatan edible film namun memiliki sifat gel yang lemah dan mudah robek sehingga perlu penambahan agar (Gelidium sp.). Penambahan agar dalam pembuatan edible film berbasis tepung tapioka bertujuan agar edible film yang dihasilkan memiliki karakteristik yang sesuai. Penelitian ini bertujuan mengetahui konsentrasi agar terbaik sebagai polisakarida tambahan untuk memperbaiki nilai kuat tarik pada edible film berbahan tepung tapioka.  Perlakuan yang diberikan berupa perbedaan konsentrasi agar, yaitu P1= 0,12%, P2= 0,14%, dan P3= 0,16%. Karakteristik yang di uji berupa ketebalan, water vapor transmission rate (WVTR), kuat tarik, kadar air, dan kelarutan. Data yang diperoleh dianalisis dengan sidik ragam satu arah (ANOVA). Hasil penelitian menunjukkan perbedaan konsentrasi agar pada edible film berbeda nyata terhadap ketebalan sebesar 0,042-0,52 mm, kuat tarik sebesar 15,39-21,43 MPa, tetapi tidak berbeda nyata terhadap water vapor transmission rate (WVTR), kadar air, dan kelarutan. Formulasi P3 menghasilkan karakteristik edible film terbaik. Perlakuan ini menunjukkan kuat tarik tertinggi (21,43 MPa), WVTR terendah (3,84 g/m²/hari), serta nilai ketebalan, kadar air, dan kelarutan yang masih dalam batas ideal karakteristik edible film. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa kombinasi tepung tapioka dan agar memiliki potensi untuk dikembangkan sebagai bahan kemasan ramah lingkungan yang aplikatif pada industri pangan.Kata kunci: kelarutan, ketebalan, kuat tarik, water vapor transmission rate (WVTR)ABSTRACTTapioca flour, a hydrocolloid substance utilized in the production of edible films, possesses limited gelling capabilities and is prone to tearing; hence, the addition of agar (Gelidium sp.) is required. The addition of agar in the process of making tapioca flour-based edible films aims to ensure that the edible film possesses the desirable qualities. This research aims to determine the optimal concentration of agar as an additive polysaccharide to improve the tensile strength of edible films made from tapioca flour. The given treatments consisted of varying agar concentrations: P1 = 0.12%, P2 = 0.14%, and P3 = 0.16%. The evaluated characteristics included thickness, water vapor transmission rate (WVTR), tensile strength, moisture content, and solubility. The data obtained were analysed using one-way ANOVA (analysis of variance). The research results showed that different agar concentrations in edible films significantly affected thickness (0.042-0.52 mm) and tensile strength (15.39-21.43 MPa), but did not significantly affect water vapour transmission rate (WVTR), moisture content, and solubility. Formulation P3 produced the best edible film characteristics. This treatment showed the highest tensile strength (21.43 MPa), the lowest WVTR (3.84 g/m²/day). Thickness, moisture content, and solubility values were all within the optimal ranges for edible film properties.Keywords: solubility, tensile strength, thickness, water vapor transmission rate (WVTR)
SOSIALISASI DAN PRAKTIK PEMBUATAN PESTISIDA NABATI UNTUK MENDUKUNG PERTANIAN RAMAH LINGKUNGAN DESA SEBONG LAGOI Hanisah Febrilian; Nurul Natasya; Nurul Atiqah Rizwana; Vanessa Patricya; Nurstefani Anisa; Seffi Rozahana; Kinasih Dewi Syafitri; Jessyola Olyvia; Wan Jesica Febrianty; Cindytia Prastari
Jurnal Pemberdayaan Maritim Vol 8 No 1 (2025): Journal of Maritime Empowerment
Publisher : Lembaga Penelitian, Pengabdian Masyarakat, dan Penjaminan Mutu, Universitas Maritim Raja Ali Haji

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31629/jme.v8i1.7655

Abstract

Kegiatan Kuliah Kerja Nyata (KKN) Kelompok 30 Universitas Maritim Raja Ali Haji dilangsungkan di Desa Sebong Lagoi dengan tema “Daun Pepaya Senjata Hijau Lawan Hama” yang berfokus pada penyuluhan serta praktik pembuatan pestisida berbahan alami. Alasan diadakannya kegiatan ini adalah untuk mengatasi isu yang dihadapi oleh petani yang masih bergantung pada pestisida kimia, yang berdampak buruk bagi tanah, tanaman, lingkungan, serta biaya produksi. Melalui pendekatan observasi, diskusi, dan praktik langsung, mahasiswa berperan sebagai penghubung untuk memperkenalkan pemanfaatan daun pepaya sebagai cara alternatif dalam mengendalikan hama secara ramah lingkungan. Hasil dari kegiatan ini memperlihatkan adanya peningkatan pemahaman dan keterampilan masyarakat mengenai pembuatan dan penggunaan pestisida nabati. Warga menunjukkan minat yang tinggi, ikut berperan aktif dalam praktik, dan mengungkapkan keinginan untuk menggunakan pestisida alami karena lebih terjangkau, mudah didapatkan, serta aman bagi lingkungan. Dengan cara ini, program ini tidak hanya menawarkan solusi terhadap masalah hama, tetapi juga membantu mewujudkan sistem pertanian yang berkelanjutan, sehat, dan ramah lingkungan, sekaligus memperkuat kontribusi nyata dari perguruan tinggi dalam memberdayakan masyarakat desa. Selain itu, kegiatan ini juga selaras dengan tujuan Kuliah Kerja Nyata yaitu membangun masyarakat kepulauan melalui pemanfaatan ilmu pengetahuan, teknologi, dan nilai-nilai budaya, meningkatkan kemampuan kepemimpinan serta kerja sama mahasiswa lintas disiplin, serta mencari solusi atas permasalahan pembangunan masyarakat desa secara berkelanjutan.
Co-Authors ', Desmelati Aanrauna Aanrauna Adaria Harefa Aidil Fadli Ilhamdy Alhaviz, Alhaviz Alvin Rizki Ananda Andrean Nugrah Wijaya Angellia Cristin Manurung Anggraini, Anna Anggrei Viona Seulalae Apriandi, Azwin Aria Dimas Mastur Ariza Zahwa Artyson Firman Poyoh Benny Manullang Cindy Utari Dave Travis Desmelati Desmelati Dhea Widyaningsih Diana Syafni Diana Syafni, Diana Didik Anwar Dimas Saputra Dinda Nabila Putri Eka Nurrahema Ning Asih Evlin Limbong Faiz Maulana Darmawan Firli Syarifah Hamdani Hanisah Febrilian Henri Sinaga Hermalia Susana Insafitri, I Irnawati Sinaga Istiqhomah Istiqhomah Jassen Azika Putra Jessyola Olyvia Jumsurizal Jumsurizal Karla Amalia Karnila, Rahman Karnila Kartika Dewi Kartika Dewi Kinasih Dewi Syafitri Lily Viruly Listia Amanda Ly Yeni Samosir M. Febrian Mala Nurilmala Martogi Jefri Rizki Panjaitan Maulina Rizky Cahyani Melisa Ulfiyah Syahrila Putri Melita Paulina Manalu Mohammad Farhan Monalisa Muhammad Ja’far Armandaris Muhammad Haris Hidayat Muhammad Nur Zaman Mutazar Nabila Andini Nabila Iffah Balqis Putri Nandha Okta Jesmita Natasyah, Siti Neng Susi Nia Amelia Niken Wulan Rizki Novia Anjelly Nur Nadia Putri Nurstefani Anisa Nurul Atiqah Rizwana Nurul Ilmi Hasanah Nurul Najhan Nurul Natasya Pazli Wiradanu Puspa Kemala Putra, Catur Syahbani R Fathul Rahman R. Marwita Sari Putri Rahman , Fathul Rahman, R. Fathul Raja Afriansyah Rangga Saputra Rangga Sektiawan Doni Renaldi Anicetus Simbolon Rifana Bima Pradifa Rizaky Pratama Shadikin Roy Ibrahim Sedianto Harefa Seffi Rozahana Shoofi Rahmawati Sri Novalina Sri Puji Astuti Nainggolan Sri Utami Lestari Stefani Lidia Fanil Susi Santikawati Tengku Muhammad Ghazali Triana Sri Ramadhani Vanessa Patricya Viona Selulalae, Anggrei Vonny Indah Sari Wan Jesica Febrianty Wulan, Wulan Yasni, Sedarnawati Yulia Oktavia Zhakky Ardiansyah Ahmad Zumarni ⁠Khansa Salsabila ⁠Suci Khairiyah Putri