Claim Missing Document
Check
Articles

Found 22 Documents
Search

Pengaruh Pupuk Hayati pada Berbagai Dosis dan Waktu Aplikasi terhadap Pertumbuhan dan Hasil Edamame pada Tanah Gambut Feby, Febrina; Zulfita, Dwi; Apindiati, Rita Kurnia
Sustainability Nexus: Journal of Agriculture Vol 1, No 1 (2025): March
Publisher : Fakultas Pertanian, Universitas Tanjungpura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26418/nexus.v1i1.91652

Abstract

Edamame dapat tumbuh baik di daerah beriklim tropis dan subtropis dengan suhu hangat dan curah hujan yang relatif tinggi, sehingga cocok ditanam di Indonesia. Penelitian ini bertujuan untuk mendapatkan interaksi dosis dan waktu aplikasi pupuk hayati terhadap pertumbuhan dan hasil edamame pada tanah gambut. Upaya memperbaiki produktivitas lahan gambut dilakukan dengan pemberian pupuk hayati yang mengandung mikroba bermanfaat, sehingga dapat digunakan sebagai alternatif meningkatkan kesuburan tanah. Waktu aplikasi pupuk hayati memengaruhi efisiensi penyerapan unsur hara oleh tanaman. Analisis pertumbuhan tanaman mengukur dinamika fotosintesis melalui produksi fotosintat. Penelitian ini menggunakan RAL faktorial dengan tiga ulangan dan dua faktor: dosis pupuk hayati (D) pada taraf   d1=50 Kg Ha-1, d2=75 Kg Ha-1, dan d3=100 Kg Ha-1   dan waktu aplikasi (W) pada taraf w2=2 dan 4 Minggu Setelah Tanam (MST) serta w2= 2, 4, dan 6 MST. Hasil penelitian menunjukkan bahwa berbagai dosis dan waktu aplikasi saling berinteraksi memengaruhi analisis pertumbuhan dan komponen hasil edamame pada tanah gambut. Kombinasi dosis pupuk hayati 75 Kg Ha-1 dengan aplikasi pada 2 dan 4 MST memberikan hasil terbaik untuk pertumbuhan dan komponen hasil edamame pada tanah gambut.
APLIKASI BIOENKAPSULAN Metharizium spp. SEBAGAI UMPAN PAKAN UNTUK PENGENDALIAN HAMA Oryctes rhinoceros Hendarti, Indri; Apindiati, Rita Kurnia
Agros Journal of Agriculture Science Vol 26, No 1 (2024): Januari
Publisher : Fakultas Pertanian, Universitas Janabadra

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37159/jpa.v26i1.4056

Abstract

The horn beetle (Oryctes rhinoceros) is an important pest in oil palm plants. This pest damages young leaves that have not yet opened as well as young plants less than two years old and damages the growing point so that the oil palm plant will die. O. rhinoceros can attack young and mature plants and has an inverted V shape. So it is necessary to control O. rhinoceros larvae. The fungus Metarhizium spp. is an entomopathogenic fungus that is used as a bioinsecticide. Utilization of the fungus Metarhizium spp. It is hoped that it will be able to suppress the population of O. rhinoceros larvae in the long term. The methods used in this research were preparation of O. rhinoceros larvae, preparation of the fungus Metarhizium spp., propagation of Metarhizium spp. in rice media, calculation of conidia density of Metarhizium spp., production of biopesticide by encapsulating Metarhizium spp. using coacervation techniques, application of biopesticides, observation and data analysis. Administration of M. anisopliae bio encapsulant to 2nd and 3rd instar O. rhinoceros larvae at a concentration of 108 conidia/ml. This can be seen from the mortality percentage of 52% for O. rhinoceros larvae. M. anisopliae infection showed symptoms of death after the second day of M. anisopliae bio encapsulant application until greenish sporulation spots appeared that covered almost the entire body of O. rhinoceros larvae. Metarhizium spp. isolate. proven to have potential for use as a biological agent because it has high virulence against O. rhinoceros. Key words: bio encapsulant, Metarhizium anisopliae, Oryctes rhinoceros  INTISARIHama kumbang tanduk (Oryctes rhinoceros) sebagai hama penting pada tanaman kelapa sawit. Hama tersebut merusak daun muda yang belum terbuka serta pada tanaman yang masih muda dengan umur kurang dari dua tahun dan merusak titik tumbuh sehingga tanaman kelapa sawit akan mati. O. rhinoceros dapat menyerang tanaman yang masih muda maupun yang dewasa serta berbentuk huruf V terbalik. Sehingga diperlukan pengendalian terhadap larva O. rhinoceros. Cendawan Metarhizium spp. merupakan cendawan entomopatogen yang dimanfaatkan sebagai bioinsektisida. Pemanfaatan cendawan Metarhizium spp. diharapkan mampu menekan populasi larva O. rhinoceros dalam jangka panjang.  Metode yang digunakan dalam penelitian ini yaitu persiapan larva O. rhinoceros, persiapan cendawan Metarhizium spp., perbanyakan Metarhizium spp.di media beras, perhitungan kerapatan konidia Metarhizium spp., pembuatan biopestisida dengan enkapsulasi Metarhizium spp. menggunakan teknik coacervation, pengaplikasian biopestisida, pengamatan, serta analisis data. Pemberian bioenkapsulan  M. anisopliae terhadap larva O. rhinoceros instar 2 dan 3 pada konsentrasi 108 konidium/ml. Hal ini dapat  terlihat dari persentase  mortalitas 70% larva  O. rhinoceros. Akan tetapi, mortalitas tertinggi ditunjukkan oleh konsentrasi 109 konidium/ml (A4) dengan mortalitas 75%. Infeksi M. anisopliae menunjukkan gejala kematian setelah hari ke-2 aplikasi bioenkapsulan M. anisopliae hingga munculnya bercak  sporulasi kehijauan yang menyelimuti hampir seluruh tubuh larva O. rhinoceros. Isolat Metarhizium sp. terbukti potensial untuk digunakan sebagai agensia hayati karena memiliki virulensi tinggi terhadap O. rhinoceros  Kata kunci: bio enkapsulan, Metarhizium anisopliae, Oryctes rhinoceros