Claim Missing Document
Check
Articles

Found 28 Documents
Search

Pendampingan Kader Catin dalam Penjaringan Calon Pengantin di Kabupaten Jembrana Daryaswanti, Putu Intan; Widayati, Kurniasih; Noviyanti, Ni Putu Ayu Wulan; Dewi, Ni Luh Made Asri; Febianingsih, Ni Putu Eka; Astutik, Windu; Sulistyadewi, Ni Putu Eny
Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat Wahana Usada Vol. 5 No. 2 (2023): Desember: Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat Wahana Usada
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan KESDAM IX/Udayana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47859/wuj.v5i2.427

Abstract

Background: Many factors cause stunting, one of which is health problems for young women (mothers-to-be) who are about to become pregnant. In several studies, smoking behavior and exposure to cigarette smoke also have an impact on pregnancy and fetal disorders which result in stunted babies being born. Before becoming pregnant, young women must really prepare their health. This preparation can start when you reach puberty until you are ready to become a prospective bride. The female bride-to-be (catin) is a woman of childbearing age who was in a healthy condition before becoming pregnant so that she can give birth to a normal and healthy baby and the male prospective bride-to-be will be introduced to the reproductive health problems of herself and the partner she will marry. Purpose: The aim of this activity is to help cadres in recruiting catin. Method: This service activity uses counseling and discussion methods for 30 cadres of prospective brides and grooms consisting of the Traditional Village Council, Village Kelian, Village Perbekel, Village PLKB, Village TPPS, and Village Midwife Element TPK. Results: There was an increase in post test scores after being given the material. The mean pre-test score was 68 and rose to 70. There was agreement in selecting potential brides, especially Hindu brides. This flow will be disseminated to each village, and will be socialized at every meeting with teenagers. So that teenagers who will later get married go through this flow. Conclusion: The importance of health screening for prospective brides and grooms to prevent stunting in children in the future. The catin flow is a tool to make it easier to disseminate information about how prospective brides and grooms, especially Hindus, report to Kelian Desa about their wedding plans.
Peningkatan Wawasan Kader Posyandu Tentang Stunting Dalam Percepatan Penurunan Stunting di Kota Denpasar Sulistyadewi, Ni Putu Eny; Yuliani, Si Ayu Eni; Ningsih, Ni Made Yutira; Dewi, Anak Agung Ayu Yuliana
Paradharma: Jurnal Aplikasi IPTEK Vol. 7 No. 2 (2023): Paradharma: Jurnal Aplikasi IPTEK
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat Universitas Dhyana Pura – Bali

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36002/jpd.v7i2.3272

Abstract

Stunting merupakan kondisi kegagalan pertumbuhan tubuh dan otak anak akibat kurangnya asupan gizi dalam jangka panjang, yang menyebabkan anak lebih pendek dibandingkan anak seusianya dan mengalami keterlambatan dalam kemampuan berpikir. Hasil prevalensi stunting Provinsi Bali berdasarkan SSGI 2022 yaitu sebesar 8,0% dan Kota Denpasar sebesar 5,5% yang dimana merupakan prevalensi terendah dari 8 Kabupaten/Kota di Bali. Walaupun berada dalam posisi terendah di Bali, namun tetap perlu dilakukan pemahaman yang mendalam tentang stunting dan pencegahannya. Hal ini karena Kota Denpasar merupakan wilayah dengan perpindahan penduduk yang tinggi sehingga edukasi tentang stunting pada kader – kader posyandu menjadi salah satu point penting untuk percepatan penurunan stunting. Untuk meningkatkan wawasan kader posyandu tentang stunting perlu dilakukan suatu upaya nyata dalam optimalisasi potensi dan pengembangan keterampilan dengan memberikan workshop tentang stunting dalam upaya percepatan penurunan stunting di Kota Denpasar. Luaran dari kegiatan ini yaitu : peserta memiliki pengetahuan tentang stunting dan upaya – upaya yang dapat dilakukan dalam percepatan penurunan stunting. Hasil akhir dari kegiatan ini diketahui bahwa peserta kegiatan memiliki peningkatan pengetahuan tentang stunting, sehingga nantinya akan lebih siap dalam penanggulangan stunting di wilayah kerjanya di Kota Denpasar.
Pelatihan Pengolahan Kudapan Berbahan Dasar Protein Hewani di Lembaga Kesejahteraan Sosial Anak Widhya Asih Badung Kusumawati, I Gusti Ayu Wita; Puspaningrum, Dylla Hanggaeni Dyah; Sulistyadewi, Ni Putu Eny; Yogeswara, Ida Bagus Agung; Nursini, Ni Wayan; Kusumaningsih, Purwaningtyas; Wiradnyani, Ni Ketut; Mantra, Ida Bagus Ketut
Paradharma: Jurnal Aplikasi IPTEK Vol. 8 No. 2 (2024): Paradharma: Jurnal Aplikasi IPTEK
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat Universitas Dhyana Pura – Bali

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36002/jpd.v8i2.3330

Abstract

Masalah gizi yang umumnya terjadi di Indonesia diakibatkan karena minimnya tingkat pengetahuan mengenai menu gizi seimbang. Anak yatim piatu yang tinggal di panti asuhan rentan mengalami malnutrisi. Tujuan dilakukannya kegiatan PKM ini adalah untuk memberikan pelatihan mengenai olahan berbahan dasar protein hewani untuk memenuhi kebutuhan protein hewani anak yang berada di LKSA Widhya Asih Badung. Kegiatan PKM ini dilakukan dengan metode pelatihan pengolahan kudapan berbahan dasar protein hewani, yaitu berupa nugget lele, bakso ayam, dan dendeng babi. Kegiatan ini menghasilkan peningkatan pengetahuan mitra mengenai cara pengolahan kudapan berbahan dasar protein hewani. Dengan adanya kegiatan ini, diharapkan mitra dapat mengkonsumsi kudapan berbahan protein hewani yang bervariasi dan bergizi.
Potensi Rumput Laut Eucheuma cottonii Hasil Budidaya di Nusa Lembongan sebagai Bahan Baku Herbal dan Bahan Pangan Fungsional: Kajian Literatur Sandhika, I Made Gde Sudyadnyana; Rosiana, I Wayan; Sulistyadewi, Ni Putu Eny
Seminar Ilmiah Nasional Teknologi, Sains, dan Sosial Humaniora (SINTESA) Vol. 7 (2025): PROSIDING SINTESA
Publisher : LPPM Universitas Dhyana Pura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36002/snts.v7i.3701

Abstract

Budidaya rumput laut Eucheuma cottonii di wilayah perairan Nusa lembongan sudah semakin berkembang sejak tahun 2020. Selain dikenal sebagai daerah pariwisata, Nusa Lembongan juga memiliki daya tarik lain yaitu sentra budidaya rumput laut. Rumput laut Eucheuma cottonii dikenal memiliki banyak manfaat dan kasiat salah satunya sebagai imostimulan alami. Selain itu keragenan yang dihasilkan rumput laut Eucheuma cottonii memiliki potensi besar digunakan dalam berbagai bidang baik itu untuk industri pangan dan non-pangan termasuk bidang kesehatan. Metode penelitian ini menggunakan metode deskriptif eksploratif dengan mengumpulkan informasi dari berbagai literatur penelitian terdahulu, baik dari jurnal nasional maupun internasional serta database online seperti Researchgate, Google Scholar, dan Direktori Jurnal Akses Terbuka. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa komponen aktif rumput laut Eucheuma cottonii mengandung alkaloid, saponin, steroid, flavonoid, dan tanin yang sangat bisa berperan dalam bidang kesehatan. Selain itu rumput laut Eucheuma cottonii juga memiliki aktivitas antioksidan dan kandungan karbohidrat yang tinggi dalam berat kering sehingga dapat dikembangkan dalam bidang pangan fungsional.
Edukasi Gizi Berbasis Kudapan Protein Hewani untuk Meningkatkan Pemahaman dan Pencegahan Stunting pada Anak Sekolah SD Kusumawati, I Gusti Ayu Wita; Yogeswara, Ida Bagus Agung; Mantra, Ida Bagus Ketut; Nursini, Ni Wayan; Puspaningrum, Dylla Hanggaeni Dyah; Sulistyadewi, Ni Putu Eny; Kusumaningsih, Purwaningtyas; Sumadewi, Ni Luh Utari; Kurniati, Ni Made; Wasita, Rai Riska Resty
Jurnal Abdi Masyarakat Vol. 5 No. 1 (2025): Jurnal Abdi Masyarakat Februari 2025
Publisher : Institut Pariwisata dan Bisnis Internasional

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22334/jam.v5i1.71

Abstract

masalah gizi pada anak usia sekolah, terutama stunting, masih menjadi tantangan di banyak daerah Indonesia, termasuk di Kabupaten Karangasem. Program pengabdian ini bertujuan memberikan edukasi gizi kepada siswa SD Negeri 2 Bunutan melalui penyuluhan dan pemberian kudapan tinggi protein hewani. Metode yang digunakan meliputi ceramah, demonstrasi, dan pemberian contoh kudapan bergizi berupa bahan pangan lokal. Hasil kegiatan menunjukkan peningkatan pengetahuan siswa tentang pentingnya konsumsi gizi, khususnya protein hewani, serta perubahan kebiasaan makan yang lebih sehat. Diharapkan, kegiatan ini dapat berkontribusi dalam upaya menurunkan prevalensi stunting di daerah tersebut.   Nutritional problems in school-age children, especially stunting, are still a challenge in many regions in Indonesia, including Karangasem Regency. This community service program aims to provide nutritional education to students of SD Negeri 2 Bunutan through counseling and providing high-protein animal snacks. The methods used include lectures, demonstrations, and providing examples of nutritious snacks in the form of local food ingredients. The results of the activity showed an increase in student knowledge about the importance of nutritional consumption, especially animal protein, as well as changes in healthier eating habits. It is hoped that this activity can contribute to efforts to reduce the prevalence of stunting in the area.
Pelatihan dan Pendampingan Menu Makanan Sehat Bergizi Seimbang di TPA Bali Dewata Desa Dangin Puri Kaja Kecamatan Denpasar Utara Lestari, Putu Indah; Prima, Elizbeth; Sulistyadewi, Ni Putu Eny
Paradharma: Jurnal Aplikasi IPTEK Vol. 3 No. 1 (2019): Paradharma: Jurnal Aplikasi IPTEK
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat Universitas Dhyana Pura – Bali

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (565.797 KB) | DOI: 10.36002/jpd.v3i1.947

Abstract

ABSTRAKPengabdian ini dilatarbelakangi oleh permasalahan yaitu mitra belum memiliki pengetahuan yang cukup tentang menu makanan sehat bergizi seimbang. Sehubungan dengan permasalahan yang dihadapi oleh mitra tersebut, maka tim pelaksana memberikan solusi dengan kegiatan-kegiatan yaitu pelatihan dan penyuluhan kepada mitra yakni guru-guru dan pengasuh TPA Bali Dewata tentang makanan sehat siklus menu 3 harian dan pelatihan membuat jus sehat untuk anak. Metode pelaksanaan aktivitas pengabdian kepada masyarakat melalui program kemitraan masyarakat dilakukan dengan metode ceramah digunakan untuk menyampaikan pengetahuan secara umum tentang menu gizi untuk usia 3-6 tahun, metode demonstrasi digunakan untuk memberikan keterampilan langsung tentang cara mengolah menu makanan sehat lengkap dengan standar gizinya, dan metode tanya jawab diperlukan untuk mengetahui beberapa kendala yang dialami dan pemecahannya yang mucul selama pengabdian masyarakat berlangsung. Berdasarkan hasil pengabdian yang dilakukan dengan penyuluhan dan pendampingan tentang makanan sehat bergizi seimbang, siklus menu 3 hari, dan pembuatan jus sehat untuk anak-anak. Pengetahuan mitra semakin bertambah dengan hasil pre-test sebesar 62%. Rata-rata hasil post-test yaitu 86% dari seluruh guru megetahui tentang nutrisi dan kesehatan pada anak usia 0-5 tahun Dari kegiatan ini pengetahuan dan kemampuan guru-guru mengenai nutrisi dan kesehatan meningkat sebesar 24%.Kata kunci : TPA, makanan sehat, siklus makanan 3 hariABSTRACTThis community service is motivated by problems in partners who don’t have sufficient knowledge about the menu of balanced nutritious healthy food. According with the problems faced by these partners, the team provided solutions with activities. First, training and counseling to partners namely TPA Bali Dewata teachers and carers about daily menu 3 healthy food cycles. Second, training making healthy juice for children. The method of implementing community service activities through community partnership programs conducted by the lecture method is used to convey general knowledge about the nutrition menu for ages 3-6 years, the demonstration method is used to provide direct skills on how to process healthy food menus complete with nutritional standards, and question and answer methods is needed to find out some of the obstacles experienced and the solutions that arise during community service. Based on the results of dedication carried out by counseling and mentoring about balanced nutritious healthy food, 3-day menu cycle, and making healthy juices for children. Knowledge of partners is increasing with the pre-test results of 62%. The average post-test results were 86% of all teachers knew about nutrition and health in children aged 0-5 years. From this activity the teachers' knowledge and abilities regarding nutrition and health increased by 24%.Keywords: TPA, healthy food, food cycle 3 days
Pelatihan Kompetensi Pramusaji Rumah Sakit Dalam Ketepatan Pendistribusian Makanan Pasien Rawat Inap di Instalasi Gizi RSD Mangusada Kecamatan Mengwi Badung Mantra, Ida Bagus; Sulistyadewi, Ni Putu Eny; Widarnandana, I Gde Dhika
Paradharma: Jurnal Aplikasi IPTEK Vol. 8 No. 1 (2024): Paradharma: Jurnal Aplikasi IPTEK
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat Universitas Dhyana Pura – Bali

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36002/jpd.v8i1.3008

Abstract

Penyelenggaraan dan pendistribusian makanan rumah sakit bertujuan membantu pemenuhan kebutuhan gizi pasien dan mempercepat proses penyembuhan pasien. Ketepatan pendistribusian makanan pasien disertai dengan sikap sopan dan ramah akan mempengaruhi penerimaan dan kepuasan pasien terhadap pelayanan penyelengaraan makanan rumah sakit, Sehingga diharapkan dapat meningkatkan daya penerimaan dan konsumsi makanan yang sudah disiapkan sesuai kebutuhan gizi pasien, untuk membantu mempercepat kesembuhan pasien. Kegiatan ini dilakukan selama 1 bulan dengan metode Forum Group Discussion (FGD), koordinasi, pelatihan, pendampingan hingga evaluasi. FGD tentang rencana program yang akan dilaksanakan selama kegiatan pengabdian, berikutnya koordinasi dengan mitra untuk melakukan pelatihan tentang ilmu gizi dasar, higiene sanitasi perorangan dan alat distribusi makanan, simulasi keterampilan komunikasi efektif dan handling complaint. Evaluasi mitra dilakukan dengan mengisi kuesioner oleh ahli gizi dan pasien. Hasil evaluasi tingkat pengetahuan mitra setelah diberikan pendidikan gizi dasar, pendidikan tentang higiene sanitasi perorangan dan alat distribusi makanan serta evaluasi sikap perilaku terdapat peningkatan pengetahuan, perubahan perilaku dan komunikasi menjadi lebih baik. Peningkatan pengetahuan 20% kearah pengetahuan baik hingga 100% semua anggota mitra pengetahuan nya baik. Begitu juga sikap perilaku dan komunikasi yang menjadi lebih baik. Kegiatan selanjutnya adalah melakukan pendampingan mitra secara langsung untuk penerapan pemahaman mitra dari proses pelatihan, untuk menjaga higiene sanitasi dan penerapan komunikasi efektif dalam melayani permintaan atau keluhan tentang makanan pasien.
Edukasi Pangan dan Gizi Pada Anak Usia Sekolah di SD Negeri Besan Klungkung Agung Yogeswara, Ida Bagus; Ayu Wita Kusumawati, I Gusti; Kusumaningsih, Purwaningtyas; Puspaningrum, Dylla Hanggaeni Dyah; Sulistyadewi, Ni Putu Eny; Nursini, Ni Wayan; Mantra, Ida Bagus Ketut; Wasita, Rai Riska Resty; Kurniati, Ni Made; Utari Sumadewi, Ni Luh
Paradharma: Jurnal Aplikasi IPTEK Vol. 8 No. 1 (2024): Paradharma: Jurnal Aplikasi IPTEK
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat Universitas Dhyana Pura – Bali

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36002/jpd.v8i1.3014

Abstract

Stunting dapat terjadi akibat kurangnya asupan gizi dalam jangka waktu yang lama. Mengkonsumsi asupan yang bergizi sangat penting untuk diketahui anak usia sekolah guna mencegah terjadinya permasalah gizi pada anak. Tujuan dilakukannya pengabdian masyarakat ini adalah melakukan edukasi pangan gizi kepada siswa SD Negeri Besan. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat menggunakan metode penyuluhan dan pemberian kudapan bergizi yang tinggi kandungan protein hewani. Kegiatan ini menghasilkan peningkatan pemahaman siswa untuk mengkonsumsi makanan bergizi terutama makanan yang memiliki kandungan protein hewani. Melalui kegiatan ini, diharapkan dapat menurunkan prevalensi kejadian stunting di Kabupaten Klungkung.